【FULL】My Mowgli Boy EP29【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 29 Biji bunga matahari yang hitam saja ya, hati-hati kamu makan sampai hitam dan gemuk. Aku tidak mau kamu.
Kita ganti jadi biji yang putih saja. Kamu kapan pulang menemani aku makan biji bunga matahari? Kamu nanti malam mau makan apa? Daging sapi paprika? Kalian membagikan voucher itu untuk kami gunakan kan? Terus kenapa sekarang bilang pemakaian voucher ada batasnya? Kalian sedang membohongi pembeli ya? Percayakah Anda sekarang saya langsung menghubungi 315
Untuk mengadukan kalian? – Tuan. – Aku tutup dulu teleponnya. mohon maaf. Tetapi di balik voucher ini, sudah dituliskan dengan jelas harus belanja produk makanan di atas 200 yuan baru mendapatkan diskon sebesar 80 persen. Ayo ayo semuanya mari lihat, paman coba Anda lihat dapatkah Anda melihat dengan jelas tulisan ini? Tidak dapat.
Tulisan Anda ini lebih kecil daripada seekor semut. Pada saat Anda membagikan voucher, maukah sekalian bagikan saya sebuah kaca pembesar? Sekarang saya kasih tahu tidak ada kaca pembesar, saya sama sekali tidak mampu membaca tulisan yang ada. Tuan, mohon maaf sekali. Saran Anda ini, akan saya sampaikan kepada atasan saya. Tetapi, voucher hari ini
Saya tetap tidak mampu memberikan Anda diskon yang ada. Baik. Anggap saja saya sedang sial hari ini. Cukup ini saja. Kalau tidak begini saja tuan, bolehkah saya bantu carikan orang untuk menggabungkan pembayaran dengan Anda? Permisi nyonya, semua produk makanan Anda ini bolehkah digabungkan pembayarannya dengan tuan ini? Dia mempunyai voucher,
Jika mencapai 200 yuan maka ada diskon 80 persen. Saya? Ini. Aku tidak ingin berhutang padamu. Apakah kehidupan pernikahanmu sudah terlalu berkecukupan? Apakah kamu sudah lupa, utangmu kepadaku sepertinya bukan hanya ini saja. Kamu jangan menertawakan aku lagi. Kamu tadi juga sudah lihat, aku sekarang mana ada keuntungan? Kesulitan malah tidak sedikit.
Sekarang sudah punya anak, menggali sampai ke mana-mana tidak dapat aku kendalikan. Sekarang sudah jam makan siang, anakmu pasti sudah menangis. Kamu sudah harus pulang untuk menyusuinya kan? Yiling Yiling sebenarnya aku selalu ingin mengucapkan maaf. Kamu jangan bicara seperti itu. Aku tidak mampu menerima itu. Memang kesalahan saya, karma. Menurut standar sekarang,
Aku memang termasuk pria yang brengsek. Kamu bicara seperti itu, untuk menunjukkan kesetiaanmu kah? Kalau dipikir-pikir, seharusnya dari awal kita sama-sama berjuang kehidupan pasti akan lebih baik. Sekarang jalan ini, sekalipun harus berlutut juga harus aku jalankan. Sekarang kalau dipikir-pikir, aku cuman bisa berharap sisa hutangku dapat segera aku lunasi kepadamu. Kamu lunasilah, aku tunggu.
Tadi kamu juga sudah lihat keadaan saya sekarang bagaimana. Tetapi, kamu tenang saja aku akan mencicil pembayarannya. Apa maksudmu? Kamu masih belum punya uang untuk melunasinya? Tidak apa-apa. Aku juga tidak berharap kamu mampu melunasinya, masih ada yang lain? Yiling, aku harap kamu dapat mempercayaiku. Tidak peduli ke depannya perekonomianku dapat membaik atau tidak,
Aku pasti akan membayar hutangku padamu. Meskipun, kita tidak dapat seperti dulu lagi, tetapi yang ingin aku buktikan adalah aku sudah tidak seperti dulu lagi. Baik, aku tunggu. Kenapa kamu tidak memakan makanannya? Kamu lihat, kuku yang kubuat hari ini bagus tidak? Ini uang untuk membayar bocoran yang ada, kamu ambil saja.
Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini? Kerugiaan yang aku sebabkan, tidak perlu orang lain yang membayarnya. Ambillah uang ini. Apa-apaan ini? Apa maksudmu orang lain? Bukankah kita keluarga? Kita bukan. Kita putus saja. Apa? Apa yang sedang kamu bicarakan? Ini hari ini hari apa? kamu, kamu ingin memberikan aku kejutan apa? Mana kejutannya?
Gao Jie, kita putus saja. Aku anggap kamu tidak pernah mengatakannya. Gao Jie, kata-kata yang sudah aku katakan tidak akan aku tarik kembali. Sudah kamu dengar kan? Kamu sedang bercanda? Atas dasar apa kamu mau putus dengan aku? Kamu pikir setelah kamu putus dengan aku, kamu masih bisa mencari dukungan yang seperti aku?
Apakah karena aku terlalu baik padamu, sehingga kamu semakin menghargai aku lagi? Maaf, aku tidak mampu melanjutkan hubungan ini denganmu lagi. Pernikahan kita, Orang tua kedua belah pihak, aku akan menjelaskannya. Mengenai dirimu, aku akan memikirkan cara untuk menebus ini semua. Perasaanku dan masa mudaku selama 7 tahun ini, mau kamu tebus pakai apa?
Ketika kamu senang maka kita akan bersama, ketika kamu tidak senang maka akan memutuskan hubungan. Kamu anggap apa aku ini? Aku, Gao Jie apakah orang yang mampu kamu perlakukan dengan sesuka hati kah? Aku kasih tahu kamu, kalaupun ingin putus akulah yang seharusnya memutuskanmu. Baik, asalkan kamu senang Ling Yu, kenapa setelah mengorbankan
Perasaan kita selama 7 tahun kamu seakan-akan tidak merasakan apa pun? Apakah kamu tidak pernah mencintaiku? Ingatkah kamu, pada saat aku ingin makan udang kamu akan mengupasnya untukku. Pada saat aku ingin menonton teater, kamu akan menemaniku. Aku bilang aku ingin ke pantai, maka kamu akan membawaku pergi melihat pantai. Mengapa
Semua yang pernah kamu lakukan, semua yang pernah kamu ucapkan dapat kamu lupakan dengan semudah itu? Ling Yu, aku mohon padamu. Bisakah jangan putus? Maaf. Aku dari kecil sudah tidak punya ayah. Pada saat sekolah, aku hidup demi ibuku karena aku ingin membuat dia bangga. Sekarang, aku hidup demi Ling Zhenghao
Karena aku tidak ingin mengecewakannya. Tetapi, hidup demi orang lain itu sangat melelahkan. Aku ingin hidup demi diriku sendiri sekali saja, bolehkah? Tidak tidak. Maaf. Ling Yu, kamu begitu tega apakah semua karena orang yang bernama Chu Shi itu? Aku sudah sampai, aku menunggumu di belakang layar ya. Terima kasih. Semalam pada saat kamu meneleponku
Aku dapat merasakan kamu kurang senang. Makanya hari ini aku mengajakmu keluar untuk bersenang-senang. Hal yang mengganggumu itu sudah terselesaikan? Tidak segampang itu. Aku sedang memusingkan hal itu. Tahukah kamu? Pada saat aku melakukan kegiatan bersama-sama dengannya, satu patah kata pun tidak kita ucapkan. Ketika pergi ke ruang makan pun aku sengaja menghindarinya,
Tetapi hari ini aku bertemu dengannya. Aku sangat terkejut. Aku sampai tidak memakan nasiku, sungguh sangat memusingkan. Touda itu siapa? Kenapa dia mati? Kamu sungguh pintar membuatku tertawa. Belakangan ini aku sudah mengumpulkan banyak lelucon dingin. Jika kamu ingin mendengarnya, aku akan menceritakannya untukmu. Baiklah. Jika lelucon dingin dimakan dengan saus dingin
Akan sangat menyejukkan kan? Aku sungguh takut akan mati kedinginan karenamu. Tidak apa-apa. Kita bisa memasukkan lelucon dingin pada saat kita sedang makan hotpot, dipanaskan seperti ini sudah pas. Aku masih mau makan ayam, hotpot pedas, sate, kaki ayam tanpa tulang, Kita lakukan seperti itu juga ya. Baik. Tapi, sebelum aku menceritakan lelucon dingin,
Aku ingin memperjelas sesuatu terlebih dahulu. Kamu angkat dulu teleponmu, sepertinya sangat mendesak. Baik. Apa yang kamu inginkan? Ada sesuatu, yang sepertinya akan sangat menarik perhatianmu. Apa yang kamu inginkan? Aku ingin kamu sekarang datang kemari menikahiku. Kenapa? tidak tega meninggalkan adik kecil itu? Maka kamu harus memilih,
Sekarang kamu meninggalkan dia dan datang mencari ku atau kamu sekarang segera kabur bersamanya dari mal? Kamu mau membuntutiku sampai kapan? Seumur hidup! Kamu sendirilah yang tidak bisa lepas tangan dari kehidupan yang kamu pilih sendiri. Jika kamu benar-benar sudah memiliki persiapan untuk melepas semuanya demi dia, bagaimana bisa kamu masih dikontrol olehku? Ling Yu,
Aku kasih tahu kamu, kalian tidak akan bisa bersama. Dia tidak mampu membantumu, dia tidak mampu memberimu kehidupan yang baik. Jika kalian bersama, kalian pasti akan putus. Segera kemari! Di depan di depan. di depan di depan. Sini sini sini, main denganku, main denganku. Lebih tinggi, lebih tinggi. Siapa yang bisa menyentuhku? Tidak sampai kan?
Siapa yang dapat menyentuh sampai sini? Dia lagi. Udara dingin di luar. Angin bertiup kencang, hatiku sangat sakit. Ayo kita berfoto. Sangat kesepian. Sini. Tidak mampu masuk ke dalam hatimu. Semua masa lalu kita telah kamu lupakan semuanya. Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Tapak tanganku sangat dingin. Aku akan segera menikah.
Apakah kamu pernah memikirkan untuk mencintaiku tanpa memedulikan apa pun? Jika kamu menerimaku, aku pasti memperlakukanmu dengan baik. Benarkah? Sebesar apa pun hujannya, aku tidak akan pergi. Kebetulan sekali. Kamu sudah mempunyai orang yang kamu sukai? Aku juga telah menyukai seseorang. Kelak kami pasti akan berbahagia benarkan? Gunakan semua tenaga untuk melawan arus dunia.
Tetapi masih disakiti oleh pahitnya kenyataan yang ada. Dapat menolongku? Memelukku? Dengarkan aku? Udara dingin di luar. Angin bertiup kencang, hatiku sangat sakit. Sangat kesepian. Tidak mampu masuk ke dalam hatimu. Semua masa lalu kita telah kamu lupakan semuanya. berusaha keras, tapak tanganku sangat dingin. Hari ini pun tidak pernahmenelepon.
Kamu bermaksud untuk marah sampai kapan? Telepon yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Silahkan hubungi.. Apakah dia akan pergi bunuh diri? Telepon yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Aku sengaja bilang aku sedang lembur. Jika kamu tidak pergi, aku juga tidak enak. Aku tidak ingin pergi dengan mereka. Ling Xi, kamu kenapa? Maaf,
Aku salah panggil orang. Tidak apa tidak apa. Tadi ada orang yang salah mengenali orang. Kamu lihat, jika orang lain berbuat baik padamu kamu akan senyum pada orang tersebut. Kenapa kamu tidak tersenyum kepadaku? Kamu sudah pulang. Aku mengira yang pulang itu Ling Xi. Aku mengira kamu sudah tidur. Aku. Aku bukan rektor di sekolahmu.
Perkataan apa yang begitu susah kamu utarakan? Ayo sini cerita. Itu, walaupun aku tidak tahu apa yang aku inginkan, tapi terhadapmu aku bukan suka. Baguslah. Aku bilang baguslah. Aku sudah tahu. Pertemanan kita sudah seperti saudara. Tidak akan menimbulkan percikan api apa pun. Ini juga yang ingin aku katakan padamu. Kamu juga tahu,
Aku tidak mempunyai keluarga. Setelah bertemu denganmu, aku menganggapmu seperti adik kandungku sendiri. Hanya itu saja. Benarkah? Kenapa kamu tidak bilang dari awal? Kamu mengejutkanku. Mengakibatkan aku tidak dapat tidur dan makan dengan baik. Aku khawatir aku akan ditendang ke luar oleh kakak Ling Xi. Dia masih marahkah? Kamu jelaskan saja padanya.
Kakak Ling Xi bukanlah orang yang tidak mau mengerti. Kamu, kamu hiburlah dia. Baik, aku sudah mengerti. Sudah malam, kamu tidur duluan. Selamat malam. Apa? Sudah begini larut, kamu masih tahu harus pulang ke rumah? Aku kan bukan anak kambing yang tersesat. Kenapa tidak pulang? Tidakkah kamu lihat aku meneleponmu?
Sudah lihat tapi tidak mau mengangkat. Aku mengirim pesan kepadamu Sudah lihatkah kamu? Sudah lihat tapi tidak mau membalas. Sudah begini larut, kamu ke mana saja? Kamu mengaturku? Aku pacarmu. Tentu saja harus mengaturmu. Aku bertanya padamu. Sikapmu seperti ini? aku ini pacarmu kamu teriak-teriak begini apakah ini sikap yang pantas untuk pacarmu?
Aku khawatir padamu. Aku kasih tahu, lain kali kalau ada keadaan yang mendadak kamu harus memberitahuku terlebih dahulu. Tidak peduli selarut apa pun, aku akan pergi menjemputmu. Kamu melihat aku turun dari mobil Li Yuheng? Iya. Kadang-kadang orangnya mengantarmu pulang bukanlah masalah besar. Kamu sudah sampai rumah tetapi tidak turun, bukankah menghabiskan waktu orang lain?
Orangnya sengaja mengantarkanku pulang, aku harus berterima kasih kepadanya. Dia sengaja? Iya. Dia bukan hanya sengaja mengantarku pulang, tetapi juga dokumen perencanaan yang aku ajukan juga telah disetujui. Dia bilang sangat kena, Dia juga membimbing semuanya padaku. Bukankah kamu harusnya turut bergembira? Sangat gembira. Baguslah. Aku ingat kemarin ada orang yang bilang
Jika ada teman baik lawan jenis yang sangat dekat dengan kita, itu adalah hal yang sangat normal. Jadi aku dan Li Yuheng tidak apa-apa kan? Tidak apa-apa. Baiklah. Aku tahu kamu bukanlah orang yang seperti itu. Baiklah. Aku sekarang mau ganti baju tidur. Kamu keluar dulu. Mau pakai yang mana ya?
Kamu punya begitu banyak teman lawan jenis, tidak disangka kamu juga mempunyai banyak baju tidur. Banyakkah? Tidak banyak. Ada yang musim dingin, musim panas. Ada yang model panjang, model pendek. Yang seksi, yang manis. Tidak banyak. Ganti-berganti pakainya. Begitu banyak baju tidur, ada yang mereknya sama sekali belum kamu lepas.
Itu artinya kamu tidak terlalu suka dengan itu. Daripada membeli begitu banyak, mending beli lebih banyak yang kamu sukai. Lebih banyak kamu pakai. Sekalian peliharalah perasaan dengan barang-barangmu. Ini namanya meminimaliskan kehidupan. Pelajari apa itu meminimaliskan kehidupan. Sangat bagus. Aku bersiap-siap untuk melakukannya sekarang. Meminimaliskan kehidupan, mulai dari sekarang. tujuan pertamaku adalah tidak punya pacar.
Silahkan keluar. Keluarlah. Awas kamu. Sampai jumpa. Perang denganku, gampang. Aku menginginkanmu untuk merasakan meminimaliskan kehidupan, apakah ada yang salah? Pacar sebaik aku, tidak mau mau teman lawan jenis apa masih bilang melihat dokumen perencanaan. Begitu gelap dapatkah melihat dengan jelas tulisannya? Masih bilang aku orang yang seperti itu, Aku lebih mengerikan daripada orang itu.
Wei! Ayo buka pintunya kalau berani. Jangan menjadi pengecut. Jika kamu tidak ingin menandatangani ini keluar dan langsung bicarakan padaku. Kamu ingin menipuku, tidak akan mungkin bisa. Paman Yi Halo. Paman Yi. Pengacara Lu. Pengacara Lu, Anda cepat kemari sebentar. Aku sudah hampir mati dibuatnya. Yi Jiayan, kamu berhentilah melawan.
Kita sudah menikah 40 tahun lebih, keras lawan keras kapan kamu pernah menang dariku? Jadi, aku sudah muak dengan mu. Aku kasih tahu ya cerai atau tidak, hatiku sudah tidak lagi bersamamu. Tidak lagi bersamaku, Di tempat Zhu Shazhi kan? Kenapa dia tidak datang menolongmu? Kamu sembarangan bicara. Kamu tidak dapat diajak berkomunikasi.
Lagi pula pengacaraku akan segera tiba, kamu berbicaralah dengannya. Aku ingin komunikasi denganmu… Kamu keluar! Bibi. Jika kamu ingin menuntut Paman, bicarakan dengan baik-baik. Dengan cara yang kasar seperti ini, siapa yang sanggup menerimanya? Bagaimana kalau … biarlah saya coba dulu. Paman Yi, Anda suka pergi jalan-jalan kan? Sekarang orang yang tua kalau sudah pensiun
Akan pergi keliling dunia untuk berganti suasana dan melihat- lihat. Bagaimana kalau Anda pergi dengan bibi? Saya rasa sudah dengan susah payah bertahan sampai usia pernikahan yang seperti ini. Mengalahlah sedikit agar semua terselesaikan. Ingin menghabiskan waktu dan tenaga untuk ke pengadilan sangatlah tidak patut. Lagi pula, keadaan Anda berdua tidak memenuhi syarat-syarat untuk bercerai.
Tidak ada kekerasan dalam rumah tangga, tidak ada perselingkuhan, tidak ada yang saling bertengkar, juga tidak ada yang mempunyai kebiasaan buruk. Jika Anda bersikeras menyatakan sifat yang tidak cocok, ini adalah masalah yang umum. Kamu bersuaralah. Jika mengalah, Paman ingin menuntut pun jika bibi tidak setuju untuk cerai, kemungkinan untuk disetujui cerai ini sangat rendah,
Karena pengadilan akan lebih mengutamakan untuk mediasi. Tetapi berdamai, kasus yang berhasil tidak mencapai 3 persen. Ini menandakan sekali menuntut ke pengadilan, mengandalkan mediasi untuk berdamai itu juga tidak tinggi tingkat keberhasilannya. Penolong sudah datang. Kamu kenapa berpakaian seperti ini? Pengacara Lu, Akhirnya kamu datang. Permintaanku tidak ada yang berubah, Kamu mendukungku. Maka orangku
Tidak akan menuntutmu. Walaupun sidang pertama akan menuju ke arah berdamai, tetapi sidang kedua pasti akan memutuskan cerai. Hubungan keduanya sudah retak, itu adalah kenyataan. Daripada terus-terusan seperti ini, lebih baik cepat mengurus perceraian. Kamu sampai mati pun tetap mau mengajukan ke pengadilan? Betul sekali. Yang seharusnya dikatakan telah dikatakan oleh Pengacara Lu.
Aku bersikeras ingin bercerai. Baik. Kamu bersikeras ingin bercerai, Aku juga bukan sepenuhnya tidak setuju. tetapi aku punya satu permintaan, kamu bantu aku mencari suatu barang. Bibi. Ini adalah rencana yang mana? Kenapa kamu tidak mendiskusikannya denganku terlebih dahulu? Dia bilang kalau dia sudah tidak punya perasaan. Aku ingin membuat dia ingat kembali.
Aku tidak percaya dia telah terkena alzaimer, melupakan semua masa lalu kami. Melupakan semuanya. Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Aku ingin kamu mencarikan sepasang sepatu. Sepatu apa? Pada waktu pacaran, sepatu yang kamu berikan padaku. Mana ada barang tersebut, aku sama sekali tidak pernah memberimu sepatu apa pun. Kamu jangan terus berakting bisa tidak?
Kamu sekarang mau cerai, Lalu semua yang kamu lakukan di masa lalu juga tidak mau kamu akui lagi? Pada waktu itu, siapa yang menderita matahari besar kemari dan memaksaku untuk menerimanya? Aku lihat kamu cuma memberikan banyak alasan untuk mengulur waktu. Kalau memang ada barang itu, pasti waktu tidur kamu akan memeluknya.
Kamu carikan atau tidak? Tidak. Barang yang tidak pernah ada, mau cari ke mana? Kamu, kamu sengaja menyuruhku untuk mencarinya supaya kamu bisa bermain-main denganku, kan? Hari ini perkataanku sampai di sini saja. Jika kamu temukan barang itu, maka aku akan setuju untuk bercerai. Bibi. Sebenarnya itu sepatu yang seperti apa?
Hari ini menyuruh semua datang ingin melihat bagaimana keadaan pekerjaan kalian, dan sekalian serah terima. Serah terima? Apa maksudmu? Atasan baru saja dipecat, apakah semua departemen harus menanggung semuanya? Belakangan ini setiap hari merasakan ketakutan, takut melakukan kesalahan. Hari ini, jangan-jangan adalah jebakan dari mereka? Habislah! Tadi pagi bagian personalia mengatakan
Akan ada perubahan orang di sini. Aku kira itu hanyalah kabar angin saja. Kalian tidak mau makan atau tidak suka makan? Hanya asal bicara. Apa yang ingin kamu katakan, katakan saja. Li Yuheng, Aku, akhirnya aku menemukanmu. Ternyata kamu di sini. Apa kabar? Ini adalah buatanku. Lihatlah. Aku melihat ini tinggal beberapa,
Jadi aku sekalian menyelesaikannya. Aku tidak tahu apakah yang mana lebih cocok. Yang mana lebih bagus? Jadi, lihatlah. Jika kamu rasa itu kurang cocok, maka aku akan memperbaikinya. Datang orang yang tidak sayang diri sendiri. Tebaklah dalam berapa detik dia akan ditolak. Satu dua. Kembalilah. Lain kali, setelah bergadang jangan langsung mencariku. Pulang tidurlah dulu.
Kamu tidka bilang boleh, aku mana berani tidur. Sudah bisa. Tidak usah diganti lagi. Apa katamu? Sudah bisa. Baguslah. Aku kasih tahu kamu ya. Kamu sekarang akhirnya menyadarinya, Membentuk cinta padamu. Aku letakkan di sini ya. Kamu pelan-pelan lihatlah. Aku pergi dulu. Sandwitchnya tidak kamu makan lagi? Aku lumayan lapar.
Jika kamu tidak mau makan, aku ambil ya. Terima kasih. Kamu sakit ya? Iya. Bukan ini. Li Yuheng. Li Yuheng. Kepala Zhang, kamu sedang apa? Kalau ada masalah ayo kita bicarakan. – Diam. – Betul. Direktur Li. Beberapa hari tidak berjumpa kamu masih ingatkah aku? Tentu saja aku masih ingat. Surat pengunduran dirimu
Aku yang tanda tanganin. Baik. Aku kebetulan ada beberapa pertanyaan yang ingin meminta pendapatmu. Bagaimana? Aku termasuk karyawan lama di kantor, cuma memberikan 600 ribu dan ingin menyuruhku pergi. Uang sesedikit itu, untuk menebus semua yang telah aku lakukan untuk perusahaan. Aku si Bapak Zhang,
Bersusah payah kerja untuk perusahaan ini selama 8 sampai 9 tahun. Setiap hari menerjang angin dan hujan pergi ke proyek demi merancang proyek. Sekarang kamu sudah bermodal, sudah kaya, langsung menendangku keluar. Aku masih mempunyai hutang rumah dan mobil, kamu sungguh tidak berperasaan. Seorang pengelola bisnis, harus memerhatikan umur-umur karyawannya, jika tidak sesuai atau memadai
Jika tidak dapat mengerjakan tugas dengan baik lagi, maka akan dikeluarkan. Tidak usah menggunakan nada Kaisar untuk berbicara padaku. Cuman beberapa rencanamu terdahulu yang tidak aku setujui. Kamu langsung dendam padaku. Terus terang hanya karena aku berdiri di pihak yang salah kan? Terus kenapa kamu masih berdiri di pihak yang salah? Semuanya sudah dengar kan?
Dia sudah mengakuinya. Sebagai seorang atasan kamu sedang bermain kekuasaan. Mencelakai karyawan kami. Dia sedang mencelakai karyawan kami, tahu? Sabar, sabar, Kepala Zhang. Aku kasih tahu kamu ya. Mengigit mati kelinci dan menjalani jalan anjing. Kamu lihat jika hari ini aku tidak membereskanmu… Kepala Zhang, kamu kenapa? Sabar sabar. Pekerjaan masih bisa dicari. Betul betul.
Cari apanya. Aku beri tahu kamu , kalian satu per satu masih mempunyai niat untuk makan di sini, kan? Sekarang yang dipecat adalah aku, kelak kalianlah yang akan dipecat. Aku kasih tahu kalian semua, jika kalian pintar cepatlah pergi dari sini. Jangan sampai tunggu diusir. Tuan, tuan. Maaf.
Aku dari tadi di sana mendengar pembicaraan kalian, aku sudah tidak tahan lagi. Anda bilang umur Anda sekarang sudah cukup tua. Di umur Anda yang sudah tua ini, cuma tahu bertengkar dalam, juga berpihak di pihak yang salah. Ya ampun. Pada saat senam? Berdiri di barisan yang salah. Tidak, kamu ini siapa?
Aku siapa itu tidak penting. Aku hanya tau, orang yang tiap hari pergi ke proyek, Di bawah dagu orang itu akan ada sebagian yang putih. Dikarenakan topi pengaman yang dipakainya, ada bekas penutup topi itu. Akan berkeringat, warna kulitnya akan berbeda dengan orang lain. Anda tadi juga bilang,
Anda 8 sampai 9 tahun bekerja di lapangan Di tempat kerja kalian di bawah helm pengaman, bukannya ada tempat berlindung? Pasti di bagian lengan itu ada bagian yang putih. Dasar bocah tengik. Aku kasih tahu kamu ya. Kamu tidak usah sok tahu. Tahu tidak? Baik. Kalau gitu aku kasih tahu apa yang aku tahu.
Jas ini, Jas terbaru tahun ini kan? Sepatu kulit ini, juga sepatu keluaran terbaru. Jam ini keluaran tahun baru ini yang limited edition kan? Ini merek apa? PanoLunarTourbillon kah? Kacamata ini, dasi ini, jam ini, sepatu ini, Anda coba bilang, Semua yang ada di tubuh Anda adalah yang Anda perlihatkan untuk orang lain kan
Bersinar-sinar kan? Ada hubungan apa dengan mu? Tidak. Tidak ada hubungan apa pun denganku. Aku hanya merasa aktingmu sangat bagus. Dengan kamu seperti ini tidak ada yang percaya kamu miskin, ini adalah latihan pemain tahu? Kamu pulang ke rumah lihat dulu baru datang berakting. Kalau tidak begini saja, aku tawarkan kamu kehidupan seperti ini,
Kehidupan sederhana yang ramah lingkungan. Perlu saya jelaskan? Dengar-dengar Anda dipecat? Kenapa Anda tidak berpikir alasan Anda dipecat? Dengan kehidupan mewah seperti ini, Anda sudah tidak sanggup kemudian lari kembali ke perusahaan, dan memeras perusahaan. Dapat mengambil sesuap juga bagus bukan? Mengambil? Apa yang aku ambil? Aku memeras siapa? Semua ini memang sepantasnya aku dapatkan.
Baik, sepantasnya. Aku akan hitung baik-baik dengan dirimu. Waktu Anda bekerja di perusahaan, Jika ingin memecat Anda maka gaji pokok N ditambah 1x lipat. Totalnya berapa saya rasa Anda sudah tahu sendiri kan? Terus Anda yang bersalah duluan, Tuan Li Yuheng tidak meminta Anda untuk mengganti kerugiannya. Malahan dia memberikan Anda uang pesangon,
Itu sudah termasuk harga pertemanan kepada Anda. Harga pertemanan? Bos yang sebaik ini, kamu bilang dia tidak berperasaan. Apakah Anda buta? Kamu kecil, aku, aku, aku apa aku? Aku apa aku? Jika kamu masih tidak mau pergi, maukah aku yang berbincang denganmu tentang Anda berpihak di pihak yang salah? Tidak, aku kasih tahu kamu,
Kamu bocah tengik. Aku lebih tua dari mu maka aku tidak akan perhitungan denganmu. Li Yuheng, kamu tunggu. Bocah tengik! Rambutku ini berwarna khaki, dasar kampungan. Tadi bagian personalia sudah menerima email? Sudah. Tidak kehilangan pekerjaan? Betul, malah naik gaji. Tugas ini lebih mudah dari yang aku bayangkan. Tidak peduli sepatu itu ditemukan atau tidak,
Kamu harus menandatangani surat cerai ini. Siapa bilang tidak dapat kami temukan? Asalkan pernah mencintai maka akan ada bekasnya. Kita carinya berpisah ya. Aku bertugas mencari kotak ya. Tempat ini cuma sebesar ini, bagaimana berpisah mencarinya? Sama-sama. Kamu menghindariku. Tidak. Panas. Kamu sudah tidak memiliki perasaan terhadapku tidak keberatan aku berada di sampingmu kan?
Terserah kamu. Kamu tolong lihat ini ini kan pisau ukir biasa. Paman Yi adalah seniman memahat, memiliki barang ini adalah hal yang biasa. Ini berbeda, di atas ini terdapat tulisan. Persembahkan untuk suamiku. Ini adalah pemberian Bibi Lin untuk dia. Paman Yi cukup keras, bilang dia sudah tidak punya perasaan tetapi masih tetap mengenang,
Masih tetap menyimpan barang ini. Jika memang barang yang penting sudah dia bawa dari awal. Jika ditinggal di sini maka sudah termasuk sampah. Siapa yang bilang jika dibuang sudah pasti sampah? Itu bintang laut, Juga dibuang ke laut. Kamu ini sedang mengubah pemikiran orang. Apa yang kamu gugupkan? Aku tidak gugup. Itu hanya selembar
Foto yang tidak berharga. Disini semuanya sudah tidak berarti. Dua orang saling memeluk, kepala saling bersandar, membuktikan kalau mereka pernah saling mencintai. Paman Yi bersikeras bilang dua orang sudah tidak cocok. Gunakan tidak cocok untuk menjelaskan dua orang menyatakan tidak memiliki perasaan. Ini bukankah juga sedang mengubah pemikiran orang? Kamu lihat.
Di belakaang ini masih ada puisi Nie Luda. Ketika kamu berada dipelukanku, sama seperti aku sudah memiliki semuanya. Pasir, waktu, pohon. Semua hal penuh dengan kekuatan. Kehidupanku juga penuh dengan kekuatan. Nona Tang Cheng, kami mendapat permintaan dari klien kami datang kemari untuk mencari sepatu. Kami harap kamu jangan terlalu
Menggunakan perasaan pribadi dalam pekerjaan ini. Mereka pernah mencintai atau tidak, tidak ada hubungannya dengan kita. Kamu terus menggunakan cerita orang lain dan memberikan kode kepadaku. Kamu sebenarnya ingin mengatakan apa? Aku ingin memberitahumu, cocok bukan berarti bisa selamanya. Dua orang yang pernah saling mencintai, pada akhirnya juga akan berpisah.
Jika kamu menggunakan kata cocok sebagai paduan untuk memilih pasangan hidup. Maka pasti pasangan Anda menyesal, atau Anda sendiri yang menyesal. Jadi? Jadi hanya cintalah yang dapat mengalahkan penyesalan. Cinta tidak dapat menang dari apa pun. Cinta saja tidak mampu mengalahkan ketenangan. Pada akhirnya, akan berjalan menuju ke ketenangan. Kenapa tidak dari awal
Mencari orang yang tidak akan pernah bertengkar. Kamu kira mencari orang yang tidak akan bertengkar maka semuanya akan berjalan dengan lancar? Tidak akan ada cara untuk menyelesaikan semuanya sekaligus dan untuk selama-lamanya. Tidak akan pernah ada. Cinta adalah usaha dari kedua orang, sedangkan kamu hanya ingin duduk tidak bergerak. Bagaimana? Tepatkan perkataanku?
Kamu jangan hanya berdiam saja. Aku tahu kamu masih menyukaiku. Apakah kamu tidak bisa memberikanku kesempatan sekali lagi? Kamu seperti perampok yang bersembunyi di dalam ketenangan. Setiap gerakanmu dapat menggerakkan hatiku. Sangat ajaib, Dapat bertemu di dalam banyaknya orang. Kamu adalah rahasia yang ada di dalam hatiku. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan
Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan
Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu
Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku