【FULL】My Mowgli Boy EP21【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 21 Bukan urusanmu. Jaga mulutmu, dasar gila. Pelanggan juga manusia. Pikirlah dahulu sebelum berkata-kata. Bagus, bagus, bagus. Bos Ling.
Menurutmu begini bisa? Bagus. Tidak kurang tidak lebih. Sangat bagus, sempurna. Saya umumkan, Kantor Xixiling resmi beroperasi. Ayo semuanya lihat kemari. Kantor Xixiling. Hari ini hari pertama kita beroperasi. Meskipun sekarang hanya ada 4 orang, Tetapi, meskipun burung gereja kecil, lima organ dalamnya harus lengkap. Benar. Tutu,
Kamu baru naik perguruan tinggi tahun kedua, benar, kan? Kamu biasanya lebih teliti, Kamu bisa menjadi… bisa menjadi manajer logistik, juga pengawal pribadiku. Baik, bos. Untuk Li Kai, tampangmu sangat misterius. Jika dilihat sekilas, kelihatan biasa saja, tetapi jika dilihat dengan teliti, ternyata kamu lumayan imut, punya potensi menjadi idola.
Kamu menjadi penanggung jawab di luar, ke luar mencari pelanggan. Panggilan untuk kamu… dipanggil kepala bagian komersial, bagaimana? Aku suka panggilan ini. Aku juga suka. Untuk Ren He, aku tahu, kamu selalu ingin menjadi desainer. Lagipula kamu memiliki pandangan sendiri terhadap tren mode dan warna. Nama manajer desain, terlalu ketinggalan zaman. Bagaimana jika dipanggil
Ratu desain? Wanita brengsek? Bukan, bukan, bukan. Bukan wanita brengsek. Ratu, mengerti? Kita sama-sama berusaha, target bulanan kita 50.000 yuan, bagaimana? Apa ini tidak terlalu tinggi? Jika tidak ada tantangan tidak menarik. Jika kita menerawang ke masa depan. Dalam 3 tahun, melebihi 38 tingkat gedung Wolf. Dalam 5 tahun, masuk dalam bursa Nasdaq. Bos.
Apakah jika mengikuti irama seperti ini, 20 tahun lagi, kita bisa menaklukkan planet Mars juga? Hal itu bukanlah masalah bagiku. Oy ha, masih ada satu hal lagi. Jangan terus memanggilku Bos. Terlihat sangat serius sekali, tidak terkesan enerjik dan imut. Bisakah berikan sebuah nama padaku? Jadi mau dipanggil apa? Yang Mulia. Kenapa terasa begitu misterius?
Kalau begitu Bos Ling saja. Kurang akrab, masih ada jarak. Direktur Ling. Direktur Ling, kepalamu Direktur Ling, Ayahku itu baru Direktur Ling. Jadi di rumah ada 2 Direktur Ling. Tolonglah. Meskipun perusahaan kita baru berdiri, tidak berharap ada saingan, paling tidak punya keunikan sendiri. Ayo, ayo, ayo. Putar otak kalian, gerakkan motorik kalian.
Cepat, cepat, cepat. Jika sudah terpikir, Xiao Ye akan beri hadiah. Xiao Ye. Kalau begitu panggil Xi Ye saja. Xi Ye bagus. Nama ini penuh semangat dan berkarakter. Pakai nama ini saja. Jika begitu mari kita foto bersama! Begitu tiba-tiba. Cepat, cepat, cepat, kemari. Aku belum merias wajah, oke? Wajahku masih kelihatan bagus kan?
Bagus, bagus, bagus. Berminyak tidak? Tidak. Nanti bantu aku mengedit, ya. -Baik. Tiga, dua, satu. Sekarang hanya tinggal aku sendiri. Untung masih ada kamu yang menemaniku. Mowgli. Sekarang kamu seharusnya sudah sampai rumah. Pergilah. Semoga selamat sampai rumah. Mowgli. Itu bentuk badannya seperti pir tipe kamu. Lihat yang itu.
Itu yang bentuknya seperti apel tipe kamu. Bentuk yang sempurna tiga dimensi, seperti jam pasir sudah muncul. Tipe aku. Juga adalah wanita idamanku. Lihat apa. Punyaku. Jarak ke Morikawa masih 80 km. Jalan di depan banyak tikungan. Berhati-hatilah dalam menyetir. Sangat haus. Lebih rapi dari parade militer. Baris pertama susu, kemudian baris kedua air madu.
Masih ada yogurt. Susu kedelai juga… juga sudah aku taruh di belakang. Kondisi kamu seperti ini, lebih baik minum sedikit air madu. Juga bisa bantu menghilangkan mabuk, nanti tidur juga lebih nyenyak. Aku tahu hari ini kamu minum sebanyak ini, karena suasana hati sedang buruk. Siapa bilang suasana hatiku buruk?
Suasana hatiku sangat baik hingga bisa tertawa. Kita sekarang dalam tahap penyesuaian. Pasti ada banyak masalah yang perlu disesuaikan seperti masalah karakter, dan juga masalah keluarga. Hari ini emosi ibuku terlalu menggebu-gebu, jangan dianggap serius. Hubungan mertua dan menantu memang seperti musuh. Tetapi aku bukan pria bermuka dua. Jika kamu tidak salah,
Aku pasti berdiri di pihakmu. Jadi kalau aku yang salah? Kalau kamu yang salah, aku juga akan berdiri di pihakmu. Membantu mencari solusi atas masalahmu. Aku sudah mencari tahu. Kamu suka ke bar, karena kamu suka kebebasan. Kamu suka minum bir, karena bir bisa menambah nafsu makan dan melancarkan sirkulasi darah.
Juga bisa mempercantik kulit wanita. Kedengarannya, sangat mengharukan. Kenyataannya, Aku ke bar, minum bir, hanya ada satu alasan, yaitu di dalam bar, tidak ada pria kuno sepertimu. Lagipula aku menjadi pacarmu juga karena alasan yang sederhana, karena aku ingin… cinta platonic denganmu. Mana mungkin. Kalau begitu seperti kisah cinta di serial drama.
Orang sepertimu kenapa tidak tahu malu. Kamu yang bilang, harus bebas dan alami jangan seperti orang kuno. Aku terus berjalan maju mengikuti apa yang kamu katakan. Kebebasan kamu ini sudah berlebihan. Lu Ziyue! Kamu! Tidak, kita harus segera pergi. Ling Xi dalam masalah. Aku baru minum, kamu bisa bawa mobil? Jalan, jalan, jalan.
Halo. Ling Xi, kamu di mana? Tang Cheng, kamu sudah melihat berita? Bus yang Mowgli naiki mengalami kecelakaan. Aku sedang menuju ke sana. Apa? Mowgli kecelakaan? Kamu, kamu jangan gegabah. Sekarang juga kirimkan posisimu kepadaku. Berhati-hatilah, aku segera datang. Hari ini bagi Ling Xi adalah dua pukulan berat sekaligus. Bisakah kamu lebih cekatan?
Mobil jeep ini kamu kemudikan seperti seekor kedelai saja. Kamu gila ya? Mau mengerem juga harus…. Utamakan keselamatan. Alamatnya. Segera sampai. Duduk yang bagus. Mari. Cepat, cepat, cepat. Berikan lagi kain kasanya kepadaku. Pelan-pelan, pelan-pelan. Tandu, tandu. Mowgli. Letakkan di atas tandu! Mowgli. Pelan-pelan, pelan-pelan. Mowgli. Halo, aku ingin bertanya. Apakah melihat seorang pria?
Kira-kira berumur 25 tahun. Pakai jaket warna… Maaf. Tolong jangan mengganggu pekerjaan kami. Satu orang ke sini membantu. Halo, halo. Aku ingin bertanya. Apakah kamu melihat seorang pria? Kira-kira 25 tahun, memakai jaket warna cokelat. Di dalam bus … di dalam bus masih ada orangkah? Masih ada, kan? Kami yang duduk dekat pintu saja
Yang dapat keluar, sisanya yang duduk di belakang sudah… Mowgli. Mowgli. Maaf. Tolong jangan mengganggu pekerjaan kami. Tidak jelas. Temanku mungkin masih didalam bus. Di sana butuh bantuan. Mowgli. Mowgli. Mowgli. Mowgli. Mowgli. Mowgli. Mowgli. Mowgli, apakah kamu ada di sana? Ling Xi. Ke mana saja kamu? Kamu menakuti aku saja. Ling Xi.
Aku tidak akan pergi lagi. Aku tahu rasa suka yang kurasakan padamu. Rasa suka yang bagaimana? Rasa suka itu beda terhadap Ziyue, beda terhadap Tang Cheng. Hanya khusus kurasakan padamu. Saat bus menabrak pagar pembatas, orang pertama yang aku pikirkan adalah kamu. Juga hanya ada kamu. Dasar bodoh. Kamu kira kali ini aku mencarimu,
Kamu masih bisa pergi? Tidak boleh lagi pergi. Kamu jangan menangis lagi. Aku baik-baik saja. Beda dengan ketergantungaku seperti keluarga pada Zheng Li. Beda dengan keakrabanku seperti kakak adik pada Tang Cheng. Ternyata kesepian ini menandakan kesukaanku pada Mowgli. Mungkin saja sejak hari pertama aku membawanya pulang dari hutan, sudah tertanam benih yang lembut.
Dia tumbuh keluar menembus tanah, berkembang menjadi sebuah perasaan tak terbendung yang harus dipegang erat. Aku begitu susah datang dari jauh ke sini hanya untuk melihat mereka berpelukan. Membosankan. Benarkah kamu tidak apa-apa? Perlukah ke rumah sakit untuk mengecek sebentar? Aku sungguh tidak apa-apa. Saat kecelakaan, kebetulan aku lagi terbangun. Siku tangan ada sedikit sakit,
Karena tadi aku terus membantu mereka mengangkat orang yang terluka. Benarkah kamu sudah memutuskan tidak balik ke hutan lagi? Setelah mengalami kejadian ini, aku sudah memutuskan, aku ingin di sini bersamamu. Kelihatan seperti film bencana alam tidak? Orang beruntung yang masih tersisa setelah dunia kiamat. Adegan terakhirnya adalah menyatakan perasaan.
Mengapa gayanya berubah menjadi serial drama. Tadi kamu begitu gegabah menerobos masuk, kamu tidak tahu itu sangat berbahaya? Tidak takut. Saat itu aku hanya berpikir, kalau saja aku ragu-ragu terlambat sampai sebentar saja. Mungkin aku tidak akan bertemu kamu lagi. Dasar bodoh. Dilihat dari kekuatan aku melebihimu, dilihat dari kecepatan aku juga melebihimu.
Seharusnya aku yang melindungimu. Tidak masuk akal tapi penuh perhatian. Kata-kata seperti ini dengar terlalu banyak bisa hamil. Aneh. Kita berdua seperti angin saja. Jelas-jelas kita berdua yang pacaran. Jika kelak, aku juga seperti dia kecelakaan, kamu bisa perhatian seperti dia tidak? Mengapa mengutuk diri sendiri? Oh ya,
Ada apa dengan cat yang disemprot di mobil kamu? Apakah sudah siap? Tiga, dua, satu. Mulai. Halo semuanya, saya Ling Xi. Juga adalah bos dan penanggungjawab dari Kantor Xixiling. Kali ini baju tidur pasangan yang kantor kami produksi adalah produk plagiat. Di sini, saya dengan tulus meminta maaf kepada semua pembeli, pabrik dan kepada semua
Pelanggan setia kami. Secepatnya, kami akan menarik kembali semua produk, dan berjanji akan mengembalikan semua uang kepada pelanggan yang telah membeli produk kami. Dan juga kepada pabrik, para distributor saya ucapakan maaf. Semua kerugian yang ada, akan segera saya tangani. Di sini saya dengan tulus meminta maaf kepada semua pembeli, pabrik dan kepada semua
Pelanggan setia kami. Xiao Yu. Kamu coba cari cara untuk membantu Ling Xi. Dia sendiri yang membuat masalah ini. Sekarang dia keluar dan menanggungnya. Ini sudah seharusnya. Dia tidak lari dari masalah, dan juga, tidak meminta uang pada ayahmu. Itu sudah sangat bertanggung jawab. Ibu. Semalam ibu juga sudah melihat sikap ayah.
Dia tidak berniat membantu. Apa lagi yang bisa aku lakukan? Ayah kamu… Ayahmu berkata begitu karena emosi sesaat. Kamu juga tahu dia orang seperti apa. Kata-katanya setajam pisau tapi hatinya selembut tahu. Semalam, menghela nafas dan bolak-balik badan terus, semalaman tidak tidur. Kelihatannya, ayahku sangat perhatian pada Ling Xi. Tentu saja. Namanya putri sendiri. Terakhir…
Terakhir saya umumkan Kantor Xixiling resmi ditutup selamanya. Selanjutnya, akan saya tuntaskan semua masalah ini. Mohon maaf. Kali ini, akhirnya bukan aku lagi yang menyelesaikan masalahmu. Cheng. Kali ini aku tidak punya apa-apa lagi. Dari kebangkrutan kali ini belajar lebih dewasa. Tidak rugi. Tidak boleh meninggalkanku. Sekarang aku tidak punya apa-apa lagi. Minta dukungan,
Minta makan dan minum, minta tempat tinggal. Sekarang aku adalah parasitmu. Tidak boleh membuangku. Mengerti? Baik, baik, baik. Tanggung, tanggung, tanggung. Tanggung makan, minum dan ngobrol. Tiga pelayanan sekaligus, jamin kamu puas. Setuju? Saudara Ziyue Lihat cewek aku sudah tidak punya apa-apa. Aku juga minta makan, minum dan tinggal. Kalian berdua sungguh cocok.
Kalau begitu kalian hidup bersama saja. -Tidak mau. -Tidak mau. Menjijikkan. Adikmu sudah bangkrut. Jadi kebangkrutan dia ada hubungannya denganmu? Ling Xi kali ini namamu tidak hebat lagi. Lihat saja kelak saat aku ke rumahmu masih berani setegas itu padaku tidak. Meskipun ayahku berkata tidak puas. Tetapi dalam hati tetap akan membantu dia.
Bagaimanapun adalah putri kandungnya. Mereka berdua ada hubungan darah. Jika mau berkata, sebenarnya kamu yang orang luar. Kamu ini, sukses mendapat banyak uang juga tidak berani katakan pada ayahmu. Urusan keluargaku, kamu tidak perlu khawatir. Baik, baik, baik. Aku terlalu ikut campur. Kamu lanjutkan saja diam-diam berkorban. Lagipula mereka juga tidak memandangmu.
Bagaimanapun semut berusaha memanjat, hanya bisa sampai batas setengah gunung. Tetapi orang separah apapun tetap bisa mencapai puncak gunung. Apanya setengah gunung, puncak gunung? Kamu lagi mendaki gunung? Tidak apa-apa. Cintaku. Kita bicarakan hal yang lain saja. Aku beritahu satu berita baik. Keluargamu tidak menghargaimu tidak apa-apa. Keluargaku sudah mengakuimu. Sebelumnya kita
Ada investasi dan mendapatkan keuntungan 30%. Ayahku sangat puas. Dia berkata kamu sangat kompeten. Ayahmu bisa mengakuiku adalah hal baik. Permintaan mereka juga sangat tinggi, tetapi aku hanya ingin hidup sederhana. Kelak jika kita menikah. Kita membentuk sebuah keluarga yang bebas dari masalah dan lewati hari-hari apa adanya. Jika dipikir-pikir sangat bahagia.
Aku sudah pergi ke Meishi Square, Hongkong Square, Raffles Square, Renmin Square, Times Square. Acara tarian square ini sebenarnya di mall yang mana? Lokasi dan tempatnya salah semua. Jika begitu lokasi yang benar ada di mana? Kamu tidak senang ya? Bukan. Jadi kenapa wajahmu kusut sekali? Sama seperti wajah ayahku saat marah.
Aku punya satu cara yang bisa dengan cepat menghilangkan stress. Kamu mau mencobanya? Berikan tanganmu. Sekarang kita mulai bertukar energi. Kamu harus sepenuhnya percaya padaku. Aku hitung 3, 2, 1 kita menutup mata bersama. Tiga. Dua. Satu. Baik. Bayangkan kamu sekarang bukan berada di sebuah kafe. Juga bukan berada di kantor.
Tidak berada di tempat mana pun yang bisa membuatmu merasa tidak nyaman. Kamu sekarang berada di sebuah tempat yang bersih dan penuh dengan rumput yang harum. Angin sepoi-sepoi berhembus. Suara gerakan ranting pohon. Matahari yang menyinari tubuhmu, terasa hangat. Semua tekanan dan emosimu berubah menjadi batu kecil. Lalu kamu genggam batu itu dan buang jauh-jauh.
Sekarang hanya tersisa dirimu yang sebenarnya. Pikirkan akhir-akhir ini hal yang membuatmu paling bahagia, atau kejadian yang menyenangkan. Jangan membuat ayahmu marah… Dulu pergantian acara itu… Kita mendapat keuntungan 30%… Tidak boleh diremehkan orang. Kemudian atur nafasmu, tarik nafas dalam-dalam, dan hembuskan pelan-pelan semuanya. Pertahankan rasa bahagia ini. Selesai. Sekarang sudah boleh buka…
Orangnya ke mana? Malam jam 6 di Taman Mingren. Sampai jumpa nanti. Anda bisa melihat di sebelah sini. Sebenarnya teras ini sangat bagus karena menghadap ke selatan. Jadi pancaran sinar matahari juga sangat bagus. Kemudian sehari-hari jika ada waktu senggang, juga bisa ngobrol dengan teman di sini sambil minum kopi. Di teras ini,
Juga bisa mengadakan barbekyu di sini. Hanya ada satu kekurangan yaitu Jika turun hujan, air bisa sedikit tergenang. Tetapi bukan masalah. Tempat pembuangan air ada di sana. Yang penting ingat diperhatikan saja. Baik, terimakasih. Ini adalah pohon rezeki yang saya tanam dulu. Sebenarnya jika di saat tidak sibuk juga boleh menanam satu pohon
Rezeki yang besar seperti ini. Tahan terhadap cuaca dingin maupun panas, dan juga bentuk pohonnya sangat bagus. Betul. Ternyata pohon rezeki putus, jalan rezekiku juga ikut putus. Tuan Liu. Saya bawa anda lihat-lihat ke dalam. -Baik. -Silahkan. Nona Ling. Terimakasih atas penjelasan Anda mengenai kelebihan dan kekurangan rumah ini. Saya sangat puas.
Jika semuanya berjalan lancar, besok saya akan pergi ke kantor untuk tandatangan kontrak. Terimakasih banyak. Mengenai persentasi pelunasan, saya berharap bisa sekali lunas langsung 100%. Karena, karena akhir-akhir ini ada sedikit masalah. Seharusnya sisa 2 bulan lagi cicilan rumah ini sudah habis. Tetapi apa boleh buat mendadak butuh uang. Mengenai pelunasan tenang saja.
Begitu tandatangan kontrak, langsung saya transfer semua kepada Anda. Terima kasih. Sangat berterimakasih. Baik. Sampai jumpa lagi. Baik. Saya tidak mengantar lagi. Hati-hati di jalan. Jangan kemari. Jangan kemari. Aku memperingatimu. Jangan kemari. Jangan mendekat lagi. Kamu tidak boleh begini. Ini melanggar hukum. Sampai jumpa. Toilet. Bagaimana rumah ini, bagus, kan? Bagus. Benar, kan?
Tetapi kamu benaran mau pindah ke sini sendirian? Tentu saja. Jadi harus bagaimana? Pulang lagi menghadapi mereka semua? Ini adalah harta pertamaku. Aku ingin gimana habiskan terserah aku. Kalau tidak… kamu beli juga rumah di seberang. Jadi nanti kita tinggal berdekatan. Aku juga ingin. Tetapi, aku tidak punya uang untuk membelinya.
Kalau begitu kamu bisa pindah ke sini tinggal bersamaku. Tidak perlu. Aku ini mau berkencan dengan pria. Paling tidak aku bisa menyewa rumah di seberang. Baik. Tunggu nanti aku mendapat banyak uang, akan kubelikan satu gedung untukmu. Setuju? Membelikan satu gedung untukku. Beli satu gedung. Membelikan satu gedung untukku. Kita punya banyak uang.
Ayo, aku bawa kamu ke lantai dua. Di lantai dua ada terasnya. Masih ada lantai dua. Ayo cepat. Aku belum pernah melihat teras langsung. Sampai jumpa, ruang tamu. Halo. Ling Xi. Mobilnya sudah selesai aku urus. Kamu mau ke sini liat ia untuk terakhir kalinya? Ucapkan selamat tinggal. Selamat tinggal untuk terakhir kali. Tidak perlu.
Biarkan ia pergi. Di dalam hidup ini barang pertama yang didapatkan dari hasil kerja keras adalah hal yang paling membahagiakan. Mobil pertama. Rumah pertama. Mereka merekam semua memori di saat pertama kali aku mulai, si saat aku pantang menyerah, si saat aku berusaha sekuat tenaga. Hanya saja tidak disangka, Mereka bisa hilang sekejap saja
Di saat yang tak terduga. Begitu tiba-tiba. Hingga untuk mengucapkan selamat tinggal juga tidak sempat. Chu Shi. Chu Shi. Halo. Maaf. Tadi sore aku tiba-tiba menghilang. Tidak apa-apa. Coba tes rasanya. Ini adalah mie instan khas Tiongkok. Ini di luar negeri juga ada. Aku sering makan. Rasa asam menyegarkan. Ada orang meniru yang wajahku.
Ada orang meniru yang mie instanku. Mirip tidak dengan iklannya? Aku masih punya satu pertanyaan. Tarian ini diadakan sebuah taman, di sebuah kompleks kecil. Mengapa tidak disebut tarian taman atau tarian kompleks, Melainkan tarian square? Orang memberi nama ini juga sesuka hati saja. Ini hanya sebuah sebutan saja. Kalau berdasarkan logika yang kamu katakan,
Di dalam makanan “gentong seluruh keluarga”, apakah harus ada seluruh keluarga? Di dalam makanan “potongan paru-paru suami istri”, apakah harus sungguhan ada paru-paru suami istri? Kalau begitu, berarti di dalam masakan “Mapo Tahu” tidak ada mapo. Di dalam masakan “semut naik pohon” juga tidak ada semut.
Dan mie instan “sayur asam Lao Tan” juga tidak ada Lao Tan. Hanya ada sayur asam yang dibuat oleh Lao Tan. Lumayan. Langsung bisa memberikan beberapa contohnya. Kebudayaan China sungguh luas dan mendalam. Masih perlu banyak belajar. Tetapi tidak masalah. Kita pergi menari dulu. Ayo, ayo, ayo. Ayo jalan.
-Aku… aku tidak bisa. -Cepat, cepat. -Aku tidak bisa. -Cepat menari, menari. Tepuk tangan. Ayo tepuk tangan. Kamu ikuti aja tarian nanti bisa. Aku tidak bisa. Kenapa masih menenteng tas. Ayo cepat. Tepuk tangan. Sekarang aku tidak punya rumah, mobil dan perusahaan. Hanya sisa kamu harta tetapku. Selamat malam, harta tetapku.
Setelah bangun tidur adalah hari yang baru. Kita akan menjadi semakin baik. Semangat. Jika besok pagi kita bertemu jam 7, masih ada 7 jam 59 menit 59 detik. Ling Xi. Selamat malam. Selamat malam. Kalian berdua segera ke kamarku. Aku menyediakan camilan malam. Masih ada hal penting yang akan aku umumkan. Kejutan, bukan?
Ini cemilan malam yang kamu bilang? Bolehkah aku pulang ke hutan sekarang juga? Orang boleh pergi, sambal Laoganma tetap tinggal di sini. Kamu adalah segalanya bagiku, mana mungkin aku meninggalkanmu. Bisakah kalian jangan begitu menjijikkan? Setelah cemilan hari ini habis, lain kali tidak akan ada cemilan lagi. Larangan cemilan, larangan makanan ringan.
Lampu jika tidak perlu jangan dibuka. Penggunaan listrik juga dikurangi. Jika merasa dingin lakukan senam kaki atau selimutnya ditutup agak rapat. Masih ada yaitu kamu Mowgli. Perbanyak makan sayur kurangi daging. Ya Tuhan. Dalam satu malam kembali ke masa sebelum merdeka. Pencipta asli produk ini sudah membatalkan akun Weibo-nya. Tidak apa-apa. Sudah seharusnya kita dimarahi.
Beginilah kehidupan. Sebelumnya kita pasti pernah berbuat kesalahan. Setelah melewati satu rintangan, Kamu akan menyadari masih ada rintangan selanjutnya. Tetapi asalkan kita telah berbuat semampu kita, itu sudah bagus. Masih ada dua hal yang belum kamu lakukan. Apa? Bibi Lei kamimengaku salah. Mohon Anda memaafkan kami. Jika bisa Aku akan melakukan apapun
Dan memberikan semua yang ada kepadamu. Tidak menghiraukanku. Permintaan maafku tadi bagaimana? Kukatakan kepadamu, Sekarang aku sangat takut. Mendengar aksara “Lei” pada nama Bibi Lei saja serasa akan ada petir besar menyambar. Lima halilintar menyambar. Kamu tidak perlu tegang. Tidak ada apa-apa juga, kan? Kamu lihat Arale. Bukankah dia sangat lucu, sangat humoris?
Jika nanti aku masuk ke dalam dia melampiaskan kemarahannya. Lalu menamparku hingga wajahku seperti babi. Apakah kamu masih menyukaiku? Kamu ini. Jadi seperti apapun aku tetap suka. Jika kamu benar menjadi seekor babi, aku akan terus mengejarmu. Lagipula saat aku di hutan hal yang paling aku sukai adalah bermain bersama babi hutan. Menyebalkan.
Maksudmu aku adalah babi hutan ya? Tanganmu begitu dingin. Sekarang bukan tanganku saja dingin, Seluruh badanku juga dingin. Sudah baikan? Baru 50%. Belum cukup. Sudahlah. Sebenarnya, kamu tidak perlu takut. Kamu sudah bersedia menanggung segala kerugian. Ini berarti kamu sangat bertanggungjawab. Teringat saat aku masih di hutan. Aku bertemu sangat banyak binatang buas.
Saat aku tidak ada pilihan lagi, aku hanya bisa menghadapinya langsung. Mungkin saja masih ada satu jalan keluar lagi. Sudah 100%. Kepercayaan diriku sudah kembali. Tidak tegang lagi kan? Jangan berpura-pura lagi. Aku lihat ekspresi wajahmu dan gerak-gerikmu sudah menunjukkan kamu ingin melarikan diri. Tidak kok. Apanya tidak. Begini saja. Aku ada satu cara. Benarkah?
Sungguh maaf. Aku Ling Xi. Bibi Lei. Aku kemari untuk meminta maaf. Kamu adalah… Halo, apakah orang rumahmu ada? Aku mencari Bibi Lei. Kamu adalah Ling Xi? Aku Ling Xi. Aku adalah penggemarmu. Akhirnya ada jalan. Bolehkah aku meminta tanda tanganmu? Tidak masalah. Mau dengan bentuk Aksara Songti, Kaiti, aksara Kuangcao, aksara Yapi,
Semua tidak masalah. Kalau begitu tunggu sebentar. Tidak masalah. Tulis di sini ya? Aku gambarkan hati juga ditambah senyuman. Kalau orang lain aku tidak pernah tulis begini. Itu… Aku ingin tanya. Bukan. Adik kamu berbuat seperti ini, aku tidak mengerti. Aku adalah Bibi Lei, orang yang kamu cari. Aku menyukai talentamu, suka kejujuran kamu. Tetapi,
Aku tidak menerima permintaan maafmu. Lagipula, aku juga salah menganggapmu sebagai penggemarku. Sungguh menyesal. Kamu pulanglah. Aku tidak akan menerima permintaan maafmu. Tolong segera, secepatnya pergi dari sini. Masih belum pergi. Sekarang melarikan diri juga tidak menyelesaikan masalah. Aku. Bibi Lei. Aku tahu kesalahan yang kulakukan kali ini sangat besar.
Aku tidak tahu harus gunakan cara apa lagi agar kamu memaafkanku. Aku hanya bisa datang langsung menjumpaimu. Perusahaan kami melakukan plagiat memang salah. Di sini, aku dengan tulus mengakui kesalahanku. Maaf. Masih ada, aku telah menjual rumah dan mobilku. Mengenai semua kerugianmu, dalam minggu ini aku akan melunasinya. Di samping itu,
Aku berniat menggunakan rekening bank perusahaan secara terbuka melakukan permintaan maaf padamu. Benarkah kamu sudah menjual perusahaanmu? Benar. Aku sangat menyukai desain kamu. Meskipun hanya baju tidur, tetapi polanya sangat bagus. Modelnya juga bagus. Apalagi bagian kerah ada pembagian garis potongnya. Sungguh desain yang unik. Dan juga di bagian depan baju tidurmu ada kantong kecil.
Bagian itu yang paling aku suka. Sangat memudahkan menaruh barang. Jika kamu ingin meminta maaf, minta maaflah kepada kucingku. Minta maaf pada kucing? Aku… Aku meminta maaf kepada ia? Tetapi ia tidak bisa mendengarnya lagi. Ma…ma…maafkan aku. Aku tidak tahu. Maaf, maaf, maaf. Maafkan aku, maaf. Kamu tidak pernah punya peliharaan kan?
Aku memang tidak punya peliharaan, tetapi aku pernah menanam sebatang pohon rezeki. Apakah ini termasuk? Aku tahu, aku tahu. Pelihara binatang berbeda dengan tumbuhan. Sama sekali sangat berbeda. Tetapi perasaan kehilangan itu aku sangat memahaminya. Seperti saat dia layu dan akhirnya mati. Aku merasakan seribu penderitaan dalam hati. Ingin mempertahankannya, tetapi tak bisa dipertahankan lagi.
Jadi perasaan yang kamu katakan tadi aku sangat mengerti. Sebenarnya. Bagi kalian kantong ini sebagai tempat menaruh penghangat tangan, tempat menaruh cemilan. Ini adalah tempat untuk kucing. Ia suka tidur di pahaku. Tetapi begitu aku gerak ia langsung bangun. Jadi aku berpikir untuk mendesain satu kantung. Jadi ia bisa dengan tenang bersandar di tubuhku.
Dan pada saat ia sudah tua, ia suka berbaring di dadaku. Mendengarkan suara nafasku. Aku mendengar suara nafas ia. Hatiku terasa sangat nyaman. Maaf. Aku tidak tahu di balik baju ini ada cerita seperti ini. Aku tahu apa pun yang kulakukan sekarang tidak bisa mengubah apa pun. Tetapi aku tetap ingin mengatakan kepadamu dan kucingmu,
Aku benar-benar menyesal. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan
Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan
Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku