【FULL】My Mowgli Boy EP30【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 30 Kamu tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Kalau begitu lepaskan aku. Tidak mau. Ini adalah harapan yang kau berikan padaku.
Ini hanyalah… gerakan reflek aku sebagai seorang pria. Kotak sepatu. Sudah ketemu. Sudah boleh cerai. Aku jamin mereka tidak akan cerai setelah melihat sepatu ini. Lu Ziyue. Malam jika tidak ada rencana kita makan bersama. Maaf, aku sudah ada rencana. Aku pergi dulu. Ini. Halo, ada yang bisa saya bantu? Tidak usah, kami bisa sendiri.
Terima kasih Ambil begitu banyak. Mari, mari, mari. Ke sini, ke sini. Cepat sedikit. Kukatakan padamu, penampilan itu sangat penting. Kesan pertama sangat penting. Pria sepertimu lebih cocok pakai warna yang hangat. Tahu kenapa? Untuk menyeimbangkan karena wajahmu jelek. Bisakah kamu serius sedikit? Beginikah kamu memperlakukan orang yang baru menyelamatkanmu. Kamu tahu tidak kepala tadi
Bersama patner bisnisnya pasti mengambil komisimu. Kamu yang bodoh. Masih membiarkan mereka berbuat sesukanya. Kamu tahu bahaya paling besar yang mengancam investasi apa? Politik dan pangsa pasar. Manusia. Ada pepatah mengatakan, berjudi pada jalur lebih baik daripada berjudi pada pemain. Harus menyelesaikan hubungan antar manusia yang rumit dahulu.
Dengan begitu baru bisa melihat dengan jelas bagaimana menjalankan suatu proyek. Mudah percaya maka mudah mengalami kegagalan. Jadi kenapa kamu begitu mempercayai aku? Masuk akal. Aku sudah putuskan untuk membiarkanmu mengubah beberapa konsep. Aku juga sudah memutuskan malam ini kamu yang traktir makan. Biaya makan nanti dipotong dari uang hasil investasi. Orang seperti kamu ini
Mirip sekali dengan sahabatku. Mulut busuk tapi hati baik. Kamu punya pacar tidak? Sudah kukatakan, mana mungkin tidak nampak kalau ada makanan? Panas sekali. Di dalamnya isi apa? Pasta kacang. Pasta kacang. Aku suka. Oh ya, Uang yang kamu keluarkan untuk kegiatan waktu itu belum aku bayar. Kamu tunggu sebentar.
Tidak, tidak, tidak. Tidak perlu bayar lagi. Membayar uang sedikit itu aku masih sanggup. Di setiap kegiatan tetap harus gunakan uang sendiri? Sebagian besar begitu. Meskipun tidak banyak, tetapi sering kali pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Bukankah sudah ada dananya? Ada sih ada. Tetapi kegiatan perlindungan lingkungan kami adalah bersifat nirlaba. Sumber dana utama berasal
Dari masyarakat dan sangat terbatas. Jadi setiap ada kegiatan harus diatur dengan baik dahulu. Relawan junior seperti saya hanya terkadang saja mengikuti acara ini. Lebih santai banyak dibandingkan dengan relawan senior. Ada orang yang khusus menjadi relawan? Ada. Mereka sama seperti karyawan biasanya. Bertanggungjawab menyebarkan pengetahuan tentang perlindungan lingkungan. Perlindungan terhadap lingkungan ekologi.
Seperti air tawar, makhluk hidup di laut. Kedengarannya sangat hebat. Tetapi sebenarnya semua harus dimulai dari hal yang kecil. Kalau begitu hutan juga termasuk? Tentu saja. Apakah mereka masih membutuhkan relawan? Maksudku mereka masih membutuhkan relawan tidak? Dingin. Ada apa? Jika ingin mencari perhatian dari seorang wanita harus bersikap dingin.
Hubungan pria dan wanita seperti adu banteng. Semakin sulit dijinakkan semakin menaikkan semangat juang. Jangan tanya dari mana aku tahu ini. Kalau dilihat sepertinya mau minta berdamai tapi gagal lagi. Halo. Cheng, Cheng, Cheng. Cepat kemari. Traktir kamu makan. Makan apa lagi? Traktir dia makan. Bukankah dia sendiri tidak punya uang. Kamu katakan sejujurnya.
Kamu memang belum pernah pacaran sama sekali atau sudah pernah tapi akhirnya putus? Apa kedekatan kita sudah sampai tahap ini? Sudah mau bekerjasama. Partner kerjasama, kan? Hanya kamu yang boleh menyelidikiku, aku tidak boleh tahu tentang kamu? Harus dua belah pihak. Atau jangan-jangan kamu adalah kertas putih yang sudah tua. Belum ada pengalaman sama sekali,
Takut aku menertawaimu? Saat aku mulai berkencan dengan wanita, kamu masih duduk di kursi anak kecil. Jadi sekarang kamu tidak punya pacar? Bagus kalau begitu. Aku terlalu mengerti orang sepertimu. Tipe seperti kalian sangat diperebutkan di pasar pernikahan. Tetapi dalam hati kalian ada rasa tidak aman, kegelisahan, keragu-raguan dan serba salah. Benar, kan? Cukup tepat.
Lanjutkan analisamu. Di dalam hatimu sekarang sudah menggebu-gebu ingin menjalin cinta. Tetapi tidak menemukan orang yang tepat. Kamu tidak bisa melangkah keluar. Sebenarnya cinta itu sederhana Tidak lain hanya… Apa? Minum anggur putih ditemani daging, dan anggur merah ditemani steak sapi. Jika begitu pemikiranmu cukup matang. Bisa membantu menyelesaikan masalah pernikahanku. Aku bisa menebak
Tipe yang kamu suka. Berpenampilan menarik. Bentuk tubuh yang bagus. Dan yang paling penting adalah tidak boleh yang otaknya kosong. Harus orang yang bisa berpikir dan berotak, bukan? Omong kosong. Wanita seperti ini siapa pun mau. Aku punya. Kamu punya? Bukan, salah paham, salah paham. Maksudku, Sekarang aku memiliki orang seperti ini.
Kamu punya orang tapi aku tidak ada waktu. Tidak perlu waktu. Sudah sampai. Tang Cheng. Sahabatku. Mari, mari. Silakan, silakan Ini adalah Li Yuheng. Penolongku. Penolong yang sangat spesial. Apa kabar, Li Yuheng. Apa kabar. Apa kabar kalian? Pelayan, mau pesan. Kalian berdua sedikit percikan api juga tidak ada? Mau percikan api ya?
Ke luar belok kanan, di swalayan ada mancis hanya 2 yuan. Tang Cheng. Kamu sudah berubah. Tidak sama lagi seperti dulu. Membuat hatiku sangat sakit. Ditinjau dari sudut pandang filosofi, diriku satu detik yang lalu dengan diriku yang sekarang juga tidak sama. Kakak, bisakah kamu jangan terus beralasan dengan ilmu filosofi lagi?
Pria sempurna seperti dia berdiri di depanmu, apakah tidak merasa detak jantungmu berdebar? Tentu berdetak. Satu menit 74 detakan. Tidak lebih atau kurang sedetak pun. Sama seperti dalam kehidupanku setiap kali makan untuk bertahan satu malam. Otot dia itu, lekukan itu, kamu sudah nampak? Yang biasa ada di halaman depan majalah. Kamu, kamu sudah nampak?
Sudah nampak. Jadi wajah dia bagaimana? Pasti tipemu. Kamu juga sudah nampak. Sudah nampak. Hormon yang ada di seluruh tubuhnya itu. Hormon. Kamu sudah merasakannya? Bingung. Siapa yang bingung? Kulihat kamu yang sedang bingung. Kamu sudah bosan hidup ya? Aku salah, aku salah, Kak. Cheng. Tang Cheng Cheng. Cheng, Cheng, Cheng. Aku mohon padamu.
Cobalah dulu. Jika kamu suka, kamu bersama dengannya saja. Jika kalian berdua bisa bersama, karirku juga berkembang. Dari sudut pandang lain bukankah kita menjadi keluarga. Betul tidak? Aku berpikir orang bodoh dan miskin sepertimu mau traktir aku makan. Ternyata ingin mendorongku ke lubang api. Bukan. Bagaimana bisa jadi lubang api?
Percaya atau tidak jika sekarang aku memasukkan biodata dia ke situs pernikahan online, betapa banyak orang yang ingin lompat ke lubang api itu. Saat itu kamu ingin lompat juga tidak ada tempat untukmu lagi. Aku tidak ingin lompat. Coba lihat aku lagi. Coba lihat aku lagi. Percaya atau tidak kusumpahi matamu bintil. Aku mau tanya,
Apakahh kamu sampai sekarang masih memikirkan dia? Betul. Aku masih memikirkan dia. Aku sangat memikirkan dia. Coba pikir, sebenarnya apa yang terjadi. Sekarang aku melihat siapa pun seperti awan mengambang. Berdasarkan pemahamanku terhadap Lu Ziyue, Dia ini orangnya begitu memutuskan sesuatu seharusnya tidak akan berbalik lagi. Jadi menurutku dia tidak mungkin balik lagi padamu.
Lebih baik ganti target saja. Li Yuheng lumayan. Cobalah pertimbangkan lagi. Lain kali aku ada masalah tentang hukum, aku bisa belajar padamu. Dengan senang hati. Bagus, bagus. Aku dan Tang Cheng tinggal bersama. Sekalian antarkan kami berdua pulang. Baiklah. Kamu, duduk kursi penumpang depan. Kalian berdua bicarakan masalah perasaan kalian. Aku tidak apa-apa.
Aku tidak apa-apa. Jangan mempersulit Nona Tang lagi. Lagi pula aku juga tidak ingin hidup bersama orang yang sama sepertiku. Aku juga. Kita punya pemikiran yang sama. Aku nyetir sendiri kemari, ingin jalan-jalan sebentar. Kamu antar dia pulang saja. Sampai jumpa. Kalian berdua menyendirilah seumur hidup kalian. Tuan Mo, lama tidak berjumpa. Lama tidak berjumpa.
Kenapa kamu ke sini? Kebetulan aku jalan-jalan sampai ke sini. Jalan-jalan sampai ke sini. Dari rumah Tang Cheng ke sini ada 60 km. Kakimu cukup kuat ya? Iya, salah satu kelebihan kecilku. Kamu sungguh hebat. Meskipun sedang tertawa Tetapi dalam 0.1 detik sudut mulutnya menurun ke bawah.
Tatapan matanya melewati Ling Xi tetapi pura-pura tidak melihat. Kesimpulan, dia suka Ling Xi. Di saat bersamaan menganggapku sebagai saingannya. Dengar-dengar kamu menggunakan konsep yang dibuat pacarku. Terima kasih sudah memberinya kesempatan. Jika dia pernah melakukan sesuatu yang salah tolong beri tahu aku. Kita berdua bisa merubahnya bersama. Dia sangat pintar, aku sangat bersedia membantunya.
Kebetulan sudah ketemu, ingin menanyakan sebentar acara yang kemarin membutuhkan Tuan Mo, apakah sudah dipertimbangkan? Belum. Tidak bersedia berada di posisi bawah? Bukan. Aku hanya tidak mau bersama seseorang yang satu target denganku. Baiklah. Aku mau mengantarnya pulang. Mau sekalian ikut? Tidak perlu. Aku bisa jalan pulang. Kakinya kuat, suka jalan. Biarkan saja dia jalan.
Ayo kita pergi. Terima kasih. Lampu merah di sini sangat lama. Apakah kamu merasakan ada sesuatu yang terbang di luar jendela? Ada. Raja cemburu Asia. Terima kasih. Sampai jumpa. Sampai jumpa. Hari ini terima kasih kamu mengantarku pulang. Sampai jumpa. Jika lebih awal tahu kamu marah itu sangat manis, seharusnya lebih sering bertengkar denganmu.
Kenapa kamu di sini? Tunggu kamu pulang. Pelan sedikit, aku pakai sepatu hak tinggi. Ibu, gaun ini sangat cocok denganmu. Sepertinya memang dibuat untukmu. Benarkah? Aku merasa warnanya sedikit gelap. Lebih bagus yang warna merahnya terang. Menurutku yang ini lumayan. Benar, yang dikatakan ayah tidak salah. Hari ini saat memilih gaun,
Penjaga toko terus merekomendasikan warna merah darah. Aku merasa terlalu biasa, masih lebih bagus yang ini. Sekarang ini mau nikah harus pandai menyanjung. Suruh kamu pulang untuk diskusi masalah pernikahan abangmu, bukan bicara yang tidak-tidak. Aku tidak. Mana ada bicara yang tidak-tidak. Aku bisa pulang berarti aku memberi dukungan besar pada hal ini.
Roma itu tidak dibangun dalam 1 hari. Hari ini aku pulang tidak ribut sudah merupakan hal yang luar biasa. Betul tidak, Abang? Sudahlah. Kamu lihat ini pernikahan anak-anak, yang penting mereka puas. Akhir-akhir ini hal yang mau diurus cukup banyak, harus satu per satu diurus. Gao Jie.
Hal yang tidak mau kamu urus serahkan saja pada Ling Yu. Biar dia yang urus. Tidak perlu. Hatinya tidak berada di sini. Apa? Hal ini adalah hal yang penting bagi kalian berdua. Maksudku adalah pria tidak perlu mengurus masalah kecil begini. Biarkan dia fokus ke pekerjaannya. Seperti pembukuan perusahaan atau lainnya. Sudahlah.
Kamu jangan ikut campur lagi. Urusan anak-anak biar mereka urus sendiri. Terima kasih, Ibu. Setelah rumah baru kami diperlengkapi, kami akan segera pindah. Beberapa waktu ini sungguh berterima kasih atas perhatian ibu. Apa yang kamu katakan? Kalian di sini aku sangat senang. Jika tidak hanya tinggal aku dan ayahmu berdua. Rumah sebesar ini, sangat kesepian.
Kalau begitu kita tinggal lebih lama saja, bolehkah? Tentu saja boleh. Ling Yu, kamu… Ibu, makanlah sedikit buah. Oh ya, aku ada masak sarang burung, aku ambilkan untuk kalian. Tidak perlu, tidak perlu, biar aku ambil. Aku yang pergi. Kamu ini menikah bukan berduka, kenapa wajahmu kusut begitu? Bukankah wajahku memang seperti ini. Benarkah?
Memang seperti ini. Sebelumnya aku melihatmu sangat senang. Jangan-jangan sudah di saat seperti ini baru tersadar. Dan sekarang perasaan itu sudah mati. Dari awal sudah kukatakan padamu jangan nikahi wanita seperti dia. Apakah dengan menjatuhkan aku membuatmu senang? Aku sungguh mengagumi orang sepertimu. Abang, apa tidak salah menuduhku? Aku mana ada waktu luang untuk menjatuhkanmu.
Memang aku tidak suka kamu, tetapi aku lebih benci dia. Lagi pula kalian sudah putuskan untuk menikah. Jangan lagi membuat ibumu mengkhawatirkanmu. Baik-baiklah terhadap diri sendiri. Xiao Yu. Kamu sedang apa melamun di sini? Tidak, aku hanya mengambil sebotol air. Apakah kamu bertengkar dengan Gao Jie? Tidak. Mungkin karena aku terlalu senang jadi mudah khawatir.
Ibu. Kenapa memandangku terus? Iya. Akhirnya anakku sudah mau menikah. Ibu, kamu sangat berharap aku menikah? Tentu saja. Tentu saja aku berharap kamu menikah. Aku juga berharap segera punya cucu. Masih teringat saat pertama kali kita pindah ke rumah ini. Saat itu kamu masih kecil. Setiap hari ibu sangat mengkhawatirkanmu.
Takut kamu berkelahi dengan orang di sekolah, atau orang yang mengejekmu sehingga membuatmu sedih. Sungguh… Ibu sungguh takut kamu menjadi jahat karena mengikuti anak-anak yang jahat. Sekarang aku sudah lega hati. Sekarang semua sudah baik. Aku tahu kamu sangat menderita, tetapi kamu sama sekali tidak pernah mengeluh. Tidak ingin membuatku kecewa. Ibu. Beberapa tahun ini
Sudah menyusahkanmu. Kamu sendiri juga tidak mudah. Ibu tahu itu. Ibu selalu sangat disiplin terhadapmu. Kamu juga tidak bisa seperti anak-anak lainya melakukan apa pun sesukamu. Aku tahu kamu tidak puas, tetapi kamu sama sekali tidak mengeluh, tidak membuatku kecewa. Ibu, aku adalah anakmu. Siapa pun boleh membuatmu kecewa, tetapi aku tidak boleh. Sudahlah.
Mulai sekarang kamu jangan memikirkanku lagi. Lihatlah kamu sudah menikah. Melihat kamu seperti sekarang, aku sungguh sangat puas. Kamu menemukan belahan jiwamu. Aku dengan tulus mendoakan kalian langgeng sampai tua nanti. Hanya saja, kamu tidak memberi tahu kami dahulu, langsung membuat surat nikah. Terlalu buru-buru. Apakah ayah mengatakan apa-apa? Tidak ada,
Dia tidak berkata apa pun. Xiao Yu. Dalam hidup ini bisa bertemu orang yang kita sukai tidak mudah. Gao Jie sepenuh hati baik padamu. Kamu jangan mengecewakan dia. Ibu sedang berpikir pernikahan kalian harus dirayakan semegah mungkin. Permintaan dari keluarga Gao Jie akan kami penuhi semua. Mengerti? Mengerti.
Aku sangat puas dengan kartu undangan yang kita pesan tadi. Tidak memilih yang kamu suka. Apakah kamu tidak senang? Yang penting kamu senang. Hubungan di antara kita bukankah selalu mengikuti apa kemauanmu? Bukan begitu. Bisakah kamu jangan marah-marah tidak jelas padaku? Pernikahan adalah urusan kita berdua. Jika kamu tidak senang, aku masih bisa menghormati pendapatmu.
Aku mengira dalam pernikahan ini, tugasku hanyalah berdiri di sampingmu. Hanya sebagai pendukung acara. Ling Yu, aku merasa lapar. Mau makan apa pilih saja sendiri. Aku tidak ingin jalan lagi. Makan di tempat ini saja. Bukankah kamu takut gemuk makanya tidak pernah makan Hot pot? Sekarang aku ingin makan, tidak boleh?
Toko hot pot di mana saja ada. Pilih yang lain saja. Mengapa khusus yang ini malah tidak boleh? Apa karena kamu dan gadis kecil itu pernah makan di sini jadi takut aku merusak kenangan indah kalian? Gao Jie. Kita berdua sudah menikah. Sudah menikah sesuai keinginanmu. Jadi kelak jangan lakukan hal seperti
Menyuruh orang diam-diam mengikutiku, bisakah? Kamu kira aku ingin seperti ini. Aku dulu juga adalah gadis kecil. Awalnya aku hanya ingin memiliki pria yang benar-benar tulus mencintaiku. Siapa yang telah membuat perasaan cintaku berubah menjadi seperti sekarang ini? Apa hanya karena aku seorang? Jika bukan kamu yang memaksaku, hubungan kita juga tidak akan seperti ini.
Kamu sungguh menganggap dirimu tidak bersalah sama sekali? Awalnya menginginkan keuntungan yang ada padaku, setelah mendapatkanku kamu ingin bebas lagi. Dunia orang dewasa mana ada hal seenak itu. Baik. Ingin makan Hot pot. Ayo makan. Sekarang aku tidak ingin makan lagi. Temperatur air di rumahmu tidak stabil. Sebentar dingin sebentar panas.
Baru dua hari saja aku akan flu. Jika merasa di sini tidak nyaman kamu boleh pulang ke rumahmu. Makanlah. Tidak mau. Ibuku sengaja memasak ini untukmu. Kalau begitu suruh ibumu makan saja. Hanya ada kita berdua di sini. Tidak perlu berakting lagi. Terserah mau makan atau tidak. Oh ya. Aku membuat janji dengan sahabatku
Untuk membagi undangan 2 hari lagi. Kamu harus menemaniku pergi. Aku harus rapat. Aku sudah menemanimu akting di depan ayah ibumu. Beginikah caramu membalasku? Kamu harus pergi. Oh ya, barusan aku mengambil ponselmu dan mengumumkan kabar pernikahan kita di grup teman-temanmu. Kamu tidak keberatan, kan? Lihat apa? Tidak boleh? Sudah kamu kirim
Jadi tidak perlu lagi berpura-pura menanyakan pendapatku lagi. Kamu sudah mau tidur secepat ini? Meskipun waktu bisa berlalu tetapi kenangan bisa dikumpul. Simpan kenangan indah yang singkat dalam hati. Itu adalah cara menyimpan waktu. Udara dingin di luar. Angin tertiup membuatku sedih. Sangat kesepian. Tidak dapat memasuki hatimu. Hal-hal yang pernah kita lalui.
Kamu lupakan semuanya. Mau berusaha. Tetapi tapak tanganku sangat dingin. Besok pagi antar kamu ke sekolah. Harus mempunyai aura pria dewasa. Sudah semalam ini masih belum pulang. Ada apa ini? Kalau begini kesannya seperti ayahnya. Ling Xi. Kita berbaikan ya? Begini juga tidak bisa. Pasti dia akan berkata kita berdua kan tidak bertengkar.
Mengapa mau berbaikkan? Baik, cintaku. Cintaku. Cintaku. Ada apa? Aku beri tahu, kata-kata seperti itu kelak hanya boleh diucapkan padaku. Apa-apaan? Aku sudah tahu aku salah. Aku sudah menyadarinya. Maaf. Salah di mana? Aku tidak seharusnya berjalan terlalu dekat dengan Chu Shi. Meskipun kita adalah teman baik juga harus menjaga jarak. Seperti jarak satu lengan.
Mulai hari ini kamu ada mangsa satu-satunya yang ada di padang rumputku. Kamu adalah pusat perhatianku. Baiklah. Melihat sikapmu yang begitu tulus, aku dengan terpaksa memaafkanmu. Aku sudah menyatakan keputusanku. Menyatakan setulus hati. Bagaimana denganmu? Aku? Aku kenapa? Harus menjaga jarak dengan yang namanya Li Yuheng. Baik, baik, baik. Mulai dari sekarang,
Jika aku nanti bertemu dengan dia harus mundur dua langkah. Kalaupun sedang membahas pekerjaan, aku akan menggambar garis pembatas di lantai. Sudah bolehkah? Boleh. Masih ada. Sudah tengah malam begini kata-kata seperti cintaku ini hanya boleh dikatakan padaku. Aku tidak peduli meskipun dia adalah dosenmu atau tidak. Tidak boleh katakan padanya. Apa yang kamu katakan?
Itu aku kirimkan untuk Tang Cheng. Kenapa? Aku ucapkan selamat malam kepada sahabatku juga dilarang? Maaf. Aku salah lagi. Udara segar, udara segar. Waktu untuk pernyataan cinta kalian apa tidak terlalu panjang? Sungguh melebihi kapasitas vitalku. Kami ini, ini…. Maafkan kami. Tidak, tidak, tidak tahu kamu di sini. Kamu seharian ini bersembunyi di sini?
Apa maksudnya aku seharian bersembunyi di sini. Aku tadi sedang merenung tentang kehidupan di sini. Mengerti? Siapa tahu kalian lari kemari menyatakan cinta. Maksudku apakah kalian ingin berciuman hingga 5.000 tahun baru rela berhenti ya? Maaf, maaf. Sudahlah, sudahlah. Tidak apa-apa. Aku balik dulu. Kalian lanjutkan saja. Selamat malam. Selamat malam.
Orangnya bermesraan di ruang tamu. Mengapa kamarku seperti Istana Guanghan? Pengacara Lu. Ini sepatunya. Kamu yakin? Yakin. Lihatlah, lihatlah. Sudah teringat. Aku memberikan sepatu ini sebelum kita menikah. Bukan yang ini. Sepatuku yang itu ada sebuah mutiara yang besar di gespernya. Warnanya juga merah darah. Modelnya juga berbeda. Kamu ini lulus tidak sebagai seorang pengacara?
Demi memenangkan perkara ke toko mencari sepatu dan diubah agar terlihat seperti lama, untuk mempermainkan aku. Ini sungguh kami temukan di dalam rumah tua. Kalau tidak percaya boleh tanya padanya. Bibi. Apakah Anda salah mengingat? Aku tidak salah ingat. Tidak mungkin salah ingat. Sepatuku itu haknya tebal. Sepatu ini haknya tipis. Modelnya juga tidak sama.
Aku masih ingat dulu kamu takut pinggangku sakit khusus menempah yang hak tebal. Kesakitan pada pinggangmu bukannya terjadi setelah kamu di atas 30 tahun? Saat itu, orang-orang berkata pertambahan tinggi kedua kali pada wanita adalah sepasang sepatu hak tinggi setelah menikah. Kamu bersikeras ingin membuatnya sendiri. Aku bilang suka warna merah.
Kamu memilih selembar kulit sapi yang warna merah untuk melapisi sepatunya. Benar. Ini bukannya warna merah? Kamu buta ya? Ini bukan warna merah. Sudah sangat lama sepatu ini disimpan tentu saja bisa berubah warna sedikit seperti ini. Kulit orang saja setelah lewat 30 tahun bisa keriput apalagi sepatu ini. Jadi ini alasan sebenarnya ya?
Kamu tidak suka karena aku sudah tua, kulitku sudah keriput. Pergilah mencari Zhu Shazhi-mu. Sudah seperti matahari terbenam masih menganggap diri seperti matahari terbit. Kamu selalu saja ribut tanpa alasan jelas. Apakah hidupmu berarti seperti ini terus? Apanya tidak berarti. Lin Huafeng. Kamu sendiri yang ingin mencari sepatu. Sudah ketemu malah kamu berubah lagi.
Aku mohon padamu. Jangan ribut tanpa alasan lagi, boleh? Kamu katakan yang jelas siapa yang ribut tanpa alasan? Kamu mengubah sepatu baru menjadi lama. Mengubah yang salah jadi benar. Masuk akalkah? Sudahlah. Aku malas meladeni orang keras kepala. Menghabiskan waktuku saja. Siapa yang kau sebut keras kepala, siapa yang kau sebut keras kepala.
Kamu malah mengayunkan tangan untuk memukul. Siapa yang kau sebut keras kepala, siapa yang kau sebut keras kepala. Kamu malah mengayunkan tangan untuk memukul. Siapa yang kau sebut keras kepala. Lepaskan, lepaskan aku. Sudahlah. Siapa yang kamu sebut keras kepala? Tadi kamu tidak terluka, kan? Kamu kira aku terbuat dari tahu sekali sentuh langsung hancur?
Hanya melarai mereka tidak akan terluka. Menurutmu apakah kita yang salah? Apa benar masih ada sepatu yang lain? Bibi Lin bilang ada pasti ada. Jadi sekarang begini, menurutmu mereka masih bisa terus bersama? Halo. Apa kabar? Kami ingin merekomendasikan toko-toko di jalur metro… Ling Xi. Kamu ingin traktir aku makan? Baik, aku lagi senggang.
Yang pedas. Aku paling suka makan yang pedas. Lebih bagus lagi jika pedasnya yang bisa membuat ingus dan air mata keluar. Aku ada janji, sampai jumpa. Daging, tentu saja makan daging. Makan nasi putih hanya bisa bertahan hidup. Apakah benar tidak bisa bersama lagi. Haruskah berpisah? Xiao Mo. Ini gaji kamu selama kerja di sini.
Aku tambah 500 Yuan lagi sebagai apresiasi. Semua sudah di dalam. Terima kasih. Ini 200 yuan untuk mentraktir pekerja lain minum. Baik. Kamu sudah memutuskan tidak lanjut lagi? Kamu adalah seorang pekerja keras. Tidak suka bermalasan saat kerja. Jika kamu bersedia untuk lanjut kerja, akan kutambah gajimu. Terima kasih atas kebaikanmu.
Aku sudah ada rencana lain. Aku akan fokus pada keahlian yang aku miliki untuk membangun karirku sendiri. Terima kasih. Teleponmu berdering. Siapa? Dari siapa? Dari putri kita. Putri baikku. Sayang. Kenapa kamu yang duluan menelepon kami? Aku tidak sengaja salah menekan. Bagaimana? Apa kalian baik-baik saja? Sangat baik. Baik, baik, baik. Aku beri tahu kamu.
Titik pengamatan tahun ini sudah menemukan 12 ekor bebek berekor keras. 5 jantan 7 betina. Dua hari yang lalu Ada beberapa yang berhasil terbang pergi. Tunggu sampai tahun depan aku rasa jejak binatang kecil itu…. Kalian sudah mengirimnya di grup. Aku hanya ingin tahu keadaan kalian bagaimana. Kalian sehat tidak, uang masih cukup pakai?
Darah tinggi ibu masih tinggi tidak? Lutut kamu masih sakit saat musim hujan tiba? Kamu tenang saja. Kami berdua sangat baik. Benar. Ibu, kamu kenapa? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Beberapa hari lalu saat patroli malam, Tidak sengaja terjatuh ke dalam semak belukar. Agak dingin. Tetapi sudah pergi ke rumah sakit di daerah area terlindung.
Sudah disuntik dan minum obat. Tidak apa-apa, beberapa hari lagi juga sembuh. Tidak apa-apa. Terjadi hal sebesar ini, mengapa tidak katakan padaku? Kamu sangat sibuk. Takut mengganggumu jika kita beri tahu. Betul. Lagi pula bukankah di sini masih ada ayahmu? Aku beri tahu hari itu ayahmu sangat hebat. Dia menggendongku dan berlari sejauh 3 km.
Larinya lebih cepat dari Kijang Tibet. Berlebihan. Hanya kehebatan biasa saja. Di mata kalian berdua hanya ada kalian saja. Hanya tersisa sedikit ruang yang sempit, bahkan tidak muat untuk aku. Tetapi untuk menampung para hewan kecil. Aku hanya seperti udara. Bagaimana bisa menjadi udara. Jelas-jelas begini besar mana bisa dibandingkan dengan udara. Sayang, bagaimana kabarmu?
Tidak baik. Tentu saja tidak. Aku bilang begitu untuk membuat kalian mengkhawatirkanku. Sudah aku bilang. Putriku sekuat dan sekeras baja. Mana mungkin tidak baik. Tentu saja. Aku ini siapa. Aku ini Tang Cheng. Hal-hal kecil tidak bisa menjatuhkanku. Lao Tang, sudah berbalik arah. Segera datang. Putriku, aku harus mematikan telepon. Kami harus menyiapkan barang-barang
Untuk pindah ke area perlindungan yang lain. Sayangku. Kamu harus menjaga diri baik-baik. Betul, jaga diri baik-baik. Jadi, kalian tidak akan balik lagi? Kami, setelah selesai dengan kesibukan ini Kami akan segera pulang melihatmu, oke? Setelah selesai kami segera kembali. Li Yuheng. Li Yuheng. Kamu di sini? Harus jaga jarak.
Harus jaga jarak, aku bukan listrik tegangan tinggi. Mengapa jaraknya jauh sekali? Jarak terlalu dekat, ada seseorang yang akan meledak lagi. Terserah kamu. Tenggorokan kamu tidak nyaman atau lagi flu? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Kurang istirahat. Istirahat satu hari juga sembuh. Li Yuheng. Proyek ke sekian kali yang kubuat sesempurna mungkin hingga muntah darah.
Sudah kamu lihat? Sudah lihat. Bagaimana menurutmu? Harus bagaimana bilang ya? Apakah masih tidak puas? Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Jika kamu tidak puas, katakan dengan terus terang. Kamu tenang saja. Apa pun yang membuatmu tidak puas. Meskipun sisa nafas terakhirku masih ada akan kuubah sampai kamu puas. Pada saat rapat di perusahaan
Aku sudah merekomendasikan proyekmu. Sekarang sudah sampai di bagian pemeriksaan. Maksud kamu adalah perencanaanku sudah lulus. Apa masih ada maksud yang lain? Terima kasih langit dan bumi. Proyek yang kukerjakan dengan susah payah akhirnya sudah mencapai puncak. Jika tidak keberatan, aku mau tanya. Apakah setelah proyeknya lolos maka akan ada ini? Harusnya iya.
Jika sudah punya modal, kantorku sudah bisa beroperasi kembali. Setelah beroperasi, aku bisa membawa kembali semua karayawanku yang dulu. Jangan senang terlalu cepat. Lagipula karyawanmu masih berkerja di tempat lain semua. Jika karyawanmu tidak sejalan denganmu maka semua proyek yang kamu rencanakan akan diputus di tengah jalan. Mengenai ini kamu tenang saja.
Aku cukup memahami mereka. Akhir-akhir ini aku juga sedang mengawasi mereka. Beri aku 3 hari. Akan kubentuk sebuah grup yang sempurna. Yang penting, proyek ini aku yang rekomendasikan. Kamu jangan membuatku malu. Aku jamin semua berjalan lancar. Li Yuheng. Sungguh harus berterima kasih padamu. Kamu sungguh bertalenta. Terima kasih. Jadi? Traktir kamu makan besar?
Tidak kreatif. Traktir kamu nonton konser? Ketinggalan zaman. 18:40 ada di seberang jalan. Kamu jalan ke depanku Maaf, maaf. Matahari sembunyi di belakang dan tertawa tanpa suara. Kamu baik-baik saja? Inikah balasanmu padaku? Kecelakaan, murni kecelakaan. Aku pergi berusaha dulu. Aku akan kerja keras. Sampai jumpa, sampai jumpa. Kesalahan apa yang kulakukan di kehidupan lampau.
Mowgli. Coba kamu tebak. Proyekku sudah lolos. Proyekku lolos berarti apa? Kantorku sudah bisa beroperasi kembali. Semua karyawanku akan balik kembali. Sesudah kembali. Rumah dan mobilku akan kutebus kembali. Guru Li, kamu tunggu sebentar. Guru Li, Guru Li. Guru Li, tolong lihat yang ini. Baik, pelan-pelan, satu per satu. Aku akan selalu menjaga jarak dengannya.
Tidak melewati garis. Aku merasa dia sangat berkharisma. Fokus melakukan hal yang dia sukai. Sepertinya semua soal-soal sulit yang sampai di tangannya akan ada jawabannya. Semua diselesaikan sendiri. Sekarang fokus ada pada diriku, oke? Jika aku adalah wanita. Aku juga akan menyukainya. Apa yang kau pikirkan? Lihat dirimu sekarang dengan tatapan matamu yang begitu menawan.
Jika kamu begitu lagi aku akan cemburu. Cemburu saja. Tidak bisa. Tidak bisa, tidak bisa. Penuh kelembutan dan perhatian. Mengingat kembali kecantikanmu. Teringat saat mencium bibirmu. Untunglah beberapa tahun ini ada kamu. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku
Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut
Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil
Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku