【FULL】My Mowgli Boy EP24【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia
Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah
Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 24 Sudah lewat sehari, kamu tidak berencana untuk minta maaf? Tidak mau pergi. Produk baru akan segera diluncurkan,
Apa bagusnya tiap hari pergi berkeliling, cari orang lain untuk menemanimu, aku sedang tidak punya waktu. Ada apa? Apa yang terjadi? Kalau kamu tidak mau makan di sini, kita pindah ke restoran lain. Duduk kamu! Aku tidak ingin pindah ke restoran lain lagi, dan lagipula sepatu hakku terlalu tinggi, aku lelah kalau harus berjalan kaki.
Kita makan apa saja juga tidak masalah. Kamu cepat duduk dulu. Aku hanya ingin makan bersamamu saja. Ling Yu! Yang penting kamu merasa senang. Apa yang kamu lakukan pagi hari ini? Aku sudah dua kali mengirimmu pesan, tapi kamu tidak membalasnya. Aku sedang membaca laporan triwulan, jadi sedikit sibuk. Makanlah ini. Ini makanan kesukaanmu.
Belakangan ini aku sangat sibuk, nanti setelah semuanya selesai, aku akan fokus ke rencana pernikahan kita lagi. Kamu ingin bulan madu ke mana? Apakah kamu sedang tidak enak badan? Kalau begitu aku antarkan kamu pulang dulu. Sepertinya kamu memang begitu ingin menghindar dari aku? Gao Jie, bisakah kamu jangan bersikap sensitif seperti ini?
Sewaktu mencoba gaun pernikahan, bukannya aku sudah memberitahumu? Aku ingin pergi ke Islandia. Kamu memang tidak berniat mengingatnya dalam hati. Sesibuk apapun kamu, kamu juga seharusnya tidak meninggalkanku seorang diri di toko gaun pengantin. Kamu tahu bagaimana para pelayan toko itu memandangku, betapa malunya aku. Kamu memang tidak pernah mengerti perasaanku.
Sudah, jangan nangis, ini semua salahku. Maafkan aku. Apakah kamu masih mencintaiku? Pikiranmu sudah berlebihan. Dulu setiap kali aku menyuapimu makan, kamu tidak pernah menolaknya, ketika aku sedang marah, kamu pasti akan lansung minta maaf. Ternyata kamu lebih menyukai aku menjadi seorang yang penurut. Apa maksudmu kalau mencintaiku harus menjadi seorang penurut.
Aku tidak bermaksud seperti itu. Kamu pasti menganggap kalau temperamenku sangat buruk. Tidak juga. Bagaimanapun juga aku sudah terbiasa. Sebenarnya aku beritahu kamu, terkadang yang dibutuhkan seorang wanita itu adalah rasa aman, ketika aku sedang marah, tidak lain hanya ingin kamu membujukku. Apakah kamu tahu, aku tidak tahu kenapa belakangan ini aku merasa… Kenapa lagi?
Coba katakan. Investasi kita mengalami kerugian. Kamu termasuk orang yang melihatku tumbuh dewasa, kalau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja. Sejak awal perasaan kamu terhadap Lu Ziyue tidak serius, kalian sudah berpisah, kenapa masih mau menindas dia? Mungkin kata berpisah bagimu hanya terasa seperti digigit seekor nyamuk, tetapi bagi dia merupakan dendam terdalam. Lepaskan saja dia.
Aku tidak mau. Hukum juga harus memperhatikan motif dan bukti. Pada awalnya aku memang tidak serius, tapi bukan berarti aku tidak serius untuk selamanya. Semenjak di hari ketika Ling Xi membongkar diriku, aku sudah tahu, kalau aku memang serius terhadap dia. Kamu bilang kamu serius tapi masih memperlakukannya seperti itu.
Itu karena dia yang mulai berkata mau putus, dan masih tidak bisa memaklumi keras kepalaku ini, aku juga tidak mau kehilangan muka, dan lagipula aku sadar kalau dulu aku sangat buruk, tapi demi dia, aku sudah banyak berubah, aku benar-benar tulus menyukainya. Kalau tidak, bantulah aku untuk mengajaknya keluar. Urusan anak muda seperti ini,
Lebih baik aku tidak ikut campur, kamu pikirkan sendiri caranya. Aku, aku juga harus menemukannya dulu baru bisa, sekarang dia tidak mau menerima teleponku, Wechat juga tidak dibalas, moment Wechat juga diblokir, yang lebih buruk, jam lari pagi dia juga diubah, aku mau menghalangi jalan dia saja tidak ada kesempatan. Bapak Hou, tolonglah aku.
Tidak bisa. -Tolonglah aku. -Kalau ini aku tidak bisa membantu. Tolonglah aku! Tidak! Bantu aku! Tidak bisa! Aku tidak bisa membantumu, kamu intropeksi dirimu sendiri saja. Berikan ruang waktu untukku, aku akan memberimu 10 yuan. Pertemanan di antara kita mana bisa diukur dengan uang, orang berpikiran dangkal, sangat dangkal, sekali bercerita, 20 yuan. Silahkan!
Kenapa kamu? Menurutmu apakah akulah yang seharusnya disalahkan? Singkirkan kalimat berupa pertanyaan, kalimatmu tadi adalah kalimat tanya, aku sungguh tidak mengerti, orangnya ada di sini, itu juga keinginanmu, orangnya datang menghampirimu, kamu malah mendorongnya pergi, apakah otakmu sedang ada masalah? Ketika dia mengejarku, aku mengira aku sudah menaklukkan dia, dia sangat membutuhkanku.
Kamu tidak pernah menyangka, ketika orangnya sudah pergi, kamu baru menyadari kalau kamu yang membutuhkan dia. Sudahlah, jangan gengsi lagi, cepat kejar balik dan bawa kembali orangnya. Aku maunya seperti itu, tapi belum tentu orangnya mau menerima. Siapa bilang? Mungkin orangnya sudah sangat mendesak untuk menerima. Sudah sangat mendesak? Mana ada mendesak?
Dia saja menghindariku seperti menghindari setan, tidak kelihatan seperti sudah sangat mendesak. Menghindar darimu? Dia jelas ada di rumah terus. Maksudmu, masih ada peluang untuk membujuk, benar tidak? Tentu saja. Aku sudah memberinya peluang yang begitu besar, masih saja tidak mau datang memohonku. Kalian berdua, mohon sana mohon sini, apa yang menarik?
Seharusnya hubungan timbal balik, lagipula seorang nona muda pindah masuk dan tinggal di sini, apa ruginya terhadapmu? Nona muda apa? Mengumpulkan waktu. Memangnya kamu pikir siapa? Kamu mau membiarkannya tinggal di sini. Tidak mungkin! Kenapa? Bukannya tadi kita sudah bicara baik-baik? Kamu, kenapa kamu masih tidak setuju? Kamu anggap saja dia seperti
Aset pohon uang yang bisa kamu bawa ke mana-mana. Setelah tinggal di sini, tagihan listrik serahkan ke dia, seorang nona muda yang dikirim ke sini secara cuma-cuma, bukannya ini hal baik? Nona muda yang seperti itu, ada kamu di sini sudah lebih dari cukup, kalau masih mau menambahnya lagi,
Lebih baik aku putuskan listrik di rumah ini. Terima kasih! Tang Cheng, apakah kamu masih mencintaiku? Terima kasih. Aku sudah bicara jujur. Sejak kecil aku sudah tidak mempunyai ibu. Kalau kamu mau mengganggapku seorang ibu, aku juga tidak keberatan. Aku hanya seorang anak yatim. Kamu ini anak durhaka, sudah tidak mau ayahmu lagi?
Kalau kamu masih mencintaiku, masih menganggapku seorang teman, aku memohon padamu, bolehkah kamu membiarkan dia tinggal di sini? Kalau mendengar perkataanmu, lebih baik kita tidak usah berteman saja? Aku memberitahumu, kalau kamu tidak membiarkan dia tinggal di sini, akibatnya bisa sangat buruk. Bisa seberapa buruk? Coba kamu berpikir, dia seorang diri datang ke sini,
Tanpa kerabat tanpa alasan, benar tidak? Sama seperti sebuah Duckweed, benar tidak? Kamu mengusirnya pergi, dia akan tidur di jalanan, sekali angin dingin bertiup kencang, moral dia akan menjadi jatuh, dia pura-pura tidak ingin mengetahuinya, lalu membeli sebuah alat pemicu ledakan dan memasangnya di badan, burung kecil berkata “pagi”, kenapa kamu membawa sebuah bahan peledak?
Sekali berbunyi sekolahnya meledak. Itu maksudku, sekali bunyi, BOM ! Sekolahnya menjadi rata, Lu Ziyue mati, habis seperti asap yang menghilang. Apa hubungannya dengan Lu Ziyue? Mereka berdua belajar di sekolah yang sama, kalau benar meledak, bukannya Lu Ziyue juga ikut hilang? Mendengar perkataanmu, aku masih bisa mempertimbangkannya. Apakah ini masuk akal? Sudah jelas kan?
Pertimbangkan, pertimbangkan lagi ya. Kamu boleh tinggal di sini. Setelah kamu selesai menandatanganinya, kamu sudah menjadi penghuni rumah ini. Selesai tanda tangan! Kontrak perjanjian ini terdiri dari dua rangkap, masing-masing dari kita menyimpan satu rangkap, aku menyarankan kamu untuk melihatnya lebih teliti, untuk lebih memahami tentang pembagian hak dan kewajiban. Lihat dengan teliti?
Bukannya cuma selembar kertas. Perjanjian sewa rumah, perjanjian air dan listrik, jam akses pintu masuk, sistem pengaturan jadwal tugas, larangan tentang pacaran, membuntuti titik tetap, menahan orang penting. Membuntuti? Menahan? Sepertinya aku sedang menyinggung perasaan. Seorang agen rahasiakah? Kamu sudah pagi siang malam berada di tempat ini, jangan bilang padaku, ini demi kebugaran tubuhmu?
Kalau tidak? Aku merasa kamu sedang menghindari Tang Cheng, kan? Sebenarnya kamu lelah atau tidak? Lelah. Tapi ini sama seperti efek roda gila. Pertama kali mulai, kamu akan berusaha sekuat tenaga agar rodanya berputar, tapi setelah menembus titik kritisnya, tidak perlu menggunakan banyak tenaga lagi, menembus titik kritis, semuanya akan menjadi baik-baik saja. Wanita itu
Sama seperti sebuah senjata pemusnah massal, tingkat bahaya sangat tinggi, jangkauannya luas. Menurutmu wanita itu aneh atau tidak? Aku mengerjakan terlalu banyak, dianggap salah, mengerjakan terlalu sedikit, dianggap salah juga. Daripada menebak orang lain, lebih baik jalankan kehidupan kita masing-masing. Apakah berarti aku sudah tidak mempunyai harapan? Tidak punya. Kalau tidak melangkah maju,
Maka tidak akan mungkin bisa melangkah keluar. Masuk akal. Kamu sudah kembali? Membuatku kaget saja. Kenapa kamu bisa terbangun? Aku menunggumu, belum tidur. Begitu mencintaiku, masih bisa memasak sup untukku. Tidak juga, aku hanya sekedar menghangatkan tangan lalu sambil menghangatkan sup ini untukmu. Minumlah. Sudah selarut ini, pergi ke mana?
Aku bersama Ziyue dan Zheng Li pergi ke tempat olahraga. Aku merasa Saudara Ziyue sama sekali belum bisa melepaskan Tang Cheng, ini semua sama seperti sebuah permainan catur. Hubungan mereka berdua bukan permainan catur, yang namanya permainan catur itu harus membagi nilai ke kedua belah pihak, sedangkan mereka itu seperti sebuah dilema,
Hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Sepertinya perkataanmu masuk akal juga. Kamu sendiri kenapa masih terus menyalahkan diri sendiri? Senang memindahkan peralatan rumah? Bagaimana kamu bisa tahu? Kamu menganggap aku bodoh. Ketika kita melakukan panggilan video, para pegawai di belakangmu memakai seragam dan menarik gerobak ke sana sini, kamu kira aku tidak melihat?
Mohon maaf aku tidak tahu sebelumnya. Forma-Ling Xi. Biarkan aku melihat tanganmu. Masih sakit tidak? Tidak apa- apa. Sini aku lihat! Bisakah kamu tidak bekerja sekeras ini ke depannya? Kita tidak usah bekerja di bidang itu lagi. Ini mana mungkin, aku harus segera menemukan penempatan posisiku, setidaknya memang harus mencobanya berulang kali,
Pengorbanan seperti ini memang diperlukan, dan apalagi, kekasih wanitaku ini begitu bekerja keras, bagaimana mungkin aku bisa berdiam diri? Jadi kamu sudah tahu apa yang aku rencanakan? Tentu saja aku tahu, di mana kita pernah jatuh, maka dari sana juga kita harus bangkit. Aku tahu. Kamu tidak akan bisa bangkit. Salah!
Aku memang tidak berkeinginan untuk bangkit lagi dari awal, dan aku juga tidak ingin kembali ke bisnis lamaku, karena aku berpikir, mungkin jalan hidup yang aku lewati dulu memang tidak cocok untukku. Kalau sekarang, aku bisa mulai membentuk sebuah tim baru. Tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Kemudian aku akan menyusun ulang barang-barangku,
Tapi aku berpikir ini hanya solusi sementara saja. Permasalahan di masa lalu sama sekali belum diselesaikan sepenuhnya. Aku merasa ini tidak tepat. Ada apa? Kalau tentang ini aku sudah mengerti. Mari kita ambil contoh, kamu bisa memasak sup ayam, sudah memasak berulang kali, rasanya masih kurang enak. Kamu tidak suka? Sini berikan kepadaku.
Aku memberi makan anjing saja. berikan padaku, berikan padaku! Enak tidak? Enak, sangat enak. Baru tiba. -Terima kasih. -Aku tutup telepon dulu. Ibu! Ayah! Kenapa kalian bisa datang ke sini dan juga tidak memberitahuku. Kita hanya keluar berbelanja, jadi sekalian mengunjungimu. Kamu kenapa? Terserang pilek? Sudah pilek beberapa hari, tapi sudah membaik.
Kapan kalian tiba di sini? Sudah menghubungi Chi Xu? Masih belum. Belum sempat menghubungi. Ke sini hanya untuk melihatmu. Baguslah kalau kamu baik-baik saja. Sepertinya ada yang salah, kalian berdua biasanya tidak suka bepergian, kali ini kenapa mau main keluar dan sengaja memutar ke sekitar sini? Jangan bilang kalian merindukanku? Kita berdua tidak ada apa-apa,
Di rumah juga tidak sedang sibuk, kita hanya merasa udara tidak begitu dingin, jadi sekalian keluar jalan-jalan. Kalau begitu setelah ini kalian mau ke mana? Di sekitar sini ada beberapa tempat yang menyenangkan, kalian boleh pergi melihatnya. Baiklah. Yiling, belakangan ini kamu baik-baik saja? Kenapa nenek tua ini begitu banyak berbicara? Aku hanya khawatir saja.
Aku di sini baik-baik saja. Dulu ketika aku pulang ke kampung halaman, bukannya kalian sudah pernah bertanya? Umurku sudah berapa sekarang, masih tidak bisa menjaga diri sendiri? Baiklah kalau begitu, baiklah. Ibumu ini, semakin tua semakin banyak bicara, tiap hari di dalam rumah mengoceh ke aku masih belum cukup,
Di luar rumah masih mau mengoceh ke anak. Kalian berencana menetap berapa hari di sini? Kita akan segera kembali ke rumah, di sini juga tidak banyak tempat yang menarik, jadi pulang saja. Pulang secepat ini? Mau lakukan apa di sini kalau tidak pulang? Yiling masih harus kembali kerja,
Kita tetap tinggal di sini bukannya hanya menambah masalah? Di sini dia mengurus diri sendiri saja sudah cukup susah, masih harus mengurus kita berdua. Aku tidak perlu diurus oleh dia. Sudah jelas kamu yang perlu diurus. Ayah, Ibu. lain kali sebelum kalian datang, harus memberitahuku lebih awal, jadi aku bisa mengajukan cuti tahunan,
Baik-baik menemani kalian. Tidak perlu. Lalu kalian sudah membeli tiket? Aku antar kalian ke bandara. Tidak perlu. Tidak perlu. Kamu sedang sibuk. Lihat, kamu meninggalkan tempat kerjamu, apakah orang-orang tidak akan bergosip tentangmu? Jangan khawatir, di sini kita juga diberikan waktu untuk istirahat sore hari. Hanya kali ini Chi Xu…
Apakah dia ke luar kota lagi? Pria ini terlalu berambisi. Kenapa kamu bisa ada di sini? Kalian berdua pasti adalah Paman, Bibi? Halo, apa kabar? Halo, apa kabar? Ini… Tidak bercerai. Tidak bercerai. Saya adalah Sekretaris Direktur Chi. Halo. Dia benar-benar sekretarisnya Direktur Chi? Benar. Di perusahaan sebelumnya, saya sekarang adalah mitra perusahaannya,
Jadi hari ini dia datang untuk mengirimkan data. Karena Direktur Chi ada urusan mendadak, dan juga kedua orang tuanya datang. Jadi saya dikirim kesini untuk menjaga kalian. Terima kasih. Tidak perlu merepotkan. Tidak merepotkan. Saya datang. Saya parkir mobil disana. Itu adalah mobil kamu? Perusahaan memberikan kepada Direktur Chi yang selayaknya. Perusahaan kalian sangat bergengsi.
Karena Direktur Chi sudah naik jabatan. Direktur Bai selalu berjalan bersama dengan Direktur Chi. Sejak Direktur Bai berganti pekerjaan, lalu pindah tempat tinggal, pendapatan juga bertambah. Semua orang terlihat tidak terlalu muda. Mengapa saat kamu berpindah tempat tinggal, tidak mengatakan apapun kepada saya? Baru saja pindah. Masih belum dibersihkan. Saya harus pergi melihatnya. Siapa tau.
Ibu masih bisa membantu kamu. Ayo jalan. Sebenarnya, saya juga ingin membantu kamu. Halo, kakak Zheng Li, ada apa? Jangan khawatir, saya akan membereskannya. Bagaimanapun, dulu itu adalah kamar saya. Baik. Berkumpul! Sampai. Bagus sekali. Saya punya tugas untuk kalian. Iya, Nona! Tugas apa? Tidak mau! Kenapa? Tetapi ini tugas yang diberikan oleh Zheng Li.
Bukan Zheng Li, dia adalah saingan cintaku. Apakah kamu tau? Jangan pernah kehilangan muka di depan mantan saingan cinta! Kalau begitu kamu tidak tau, kalau jangan pernah mengatakan di depan pacarmu sekarang, mantan saingan. Sekarang? Baiklah. Bermesraan tiba-tiba bisa terjadi. Beraksi! Ibu, Ayah. Silahkan masuk. Wah, sangat besar. Kamu cepat lihat. Diatas masih ada.
Kamu lihat anak kita. Benar-benar… Kamu bantu dia untuk membersihkannya. Sayang, jangan terlalu merindukanku. Muaa! Ternyata itu suamiku. Ibu, minum air. Baik. Xiao Zheng, kamu minum. Terima kasih, Bibi, terima kasih. Yi Ling. Apakah di rumah tidak ada buah? Saya akan mencarinya dengan handphone. Barang yang kamu pesan secara online, buah-buahnya tidak segar.
Yang dipetik sendiri yang segar. Bibi, saya akan pergi membelinya. Bagaimana mungkin saya meminta tamu saya untuk membelinya? Yi Ling, sebaiknya kamu pergi. Baiklah, saya akan pergi membelinya. Saya akan segera kembali. Saya akan menemani Bibi mengobrol. Xiao Zheng, minum tehnya. Baik. Rumah ini sangat bagus, pasti tidaklah murah. Iya, tidah murah. Tetapi,
Direktur Bai adalah orang yang sangat mempunyai kemampuan. Bibi tidak perlu khawatir. Kamu dan keluarga kami saling mengenal baik, bukan? Anak ini, selalu melaporkan hal yang baik bukan yang buruk kepada kami, Ayahnya dan saya tidak mengetahui banyak hal. Karena kami sering mempunyai urusan bisnis bersama, dengan sendirinya kami saling mengenal, lagipula,
Saya rasa kenapa dia tidak berbicara pasti ada alasannya. Alasan itu seharusnya adalah tidak ingin membuat kalian khawatir. Saya tau, anak ini benar-benar… Dia pindah pekerjaan pun, juga tidak tau sulit atau tidak. Bibi, tidak perlu khawatir. Saya dengar kalau atasannya sangat baik, tampan, intinya adalah kepada orang sangat baik.
Kepada Bai Yiling juga sangat baik. Jika tidak ada urusan, tidak akan lembur kerja. Seperti kemarin, kemarin sebelum jam lima sore, langsung mempersilahkan dia pulang. Bagaimana kamu tahu? Bagaimana saya tahu? Karena kemarin saya pergi menjemput Bai Yiling pulang kerja. Jadi saya tahu. Sangat merepotkan kamu. Tidak merepotkan. Minum tehnya. Xiao Zheng, kamu umur berapa?
Apakah kamu mempunyai rencana? Rencana? Kamu lihat, kamu orang yang sangat menarik, terlihat mempunyai kemampuan, tidak berpikir untuk mencari pacar? Saya rasa ini seharusnya seperti takdir, bukan? Lagipula, untuk umur saya sekarang ini seharusnya membangun karier. Iya juga. Kamu masih sangat muda, sangat memiliki kemampuan, lelaki yang menarik mempunyai masa depan yang cerah,
Pasti bisa menemukannya nanti. Xiao Zheng, rencana karier kamu untuk lima tahun kedepan, apakah sudah ada? Ada. Saya memberikan diri saya sebuah tujuan kecil, setelah menghasilkan lima ratus juta dulu. Lima ratus juta? Lima juta saja tidak ada, apalagi lima ratus juta. Bercanda. Kenapa ayahnya pergi ke kamar mandi lama sekali, masih belum keluar juga.
Toiletnya tersumbat. Toilet? Saya paling suka membersihkan toilet. Saya datang. Saya datang. Direktur Xiao Zheng, saya benar-benar minta maaf. Jangan lakukan itu lagi. Saya akan memanggil kantor properti, supaya mereka menanganinya. Jangan. Saya lebih suka untuk membersihkan toilet. Rencana karier lima tahun kedepan. Ibuku. Saya pikir saya sedang mencari pekerjaan. Bagaimana bisa ada sabun?
Pasta gigi. Pasti masih ada. Saya mengatakan bagaimana kemarin digantung di kamar saya, menghilang begitu saja! Ternyata ada disini! Tidak tahu kelihatan kelemahan tidak. Kelemahan! Bukan mematahkan pantat. Kamus Xinhua 2001 edisi revisi, halaman enam ratus tujuh puluh satu mengatakan, kata ini menggambarkan melakukan sesuatu atau saat berbicara, lubang yang tidak ditutupi.
Seluruh buku itu tidak seharusnya kamu hafalkan? Mau buka pintu. Mengulang buku saya bisa menerimanya, kamu sedikit berlebihan. Sepertinya kamu bisa di prediksi. Sangat. Tidak mungkin. Beberapa orang menguasai informasi yang tidak kamu ketahui. Saya tidak percaya. Mari bertaruh! Apakah kamu mengirimkan sinyal otak sebelum keluar? Belakangan ini saya banyak membaca tentang fiksi ilmiah.
Paman, Bibi, apa kabar? Kami adalah tetangga Kakak Yi Ling. Kami mau pergi. Pergi, pergi. Zheng Li, apakah kamu tidak mengantar Paman dan Bibi? Saya akan mengantarnya. Langsung pergi? Sangat sulit untuk berkumpul bersama, tinggalah sebentar disini. Tidak. Tidak, lain kali ada kesempatan untuk berbicara lagi. Lain kali, baru bicara lagi. Jika ada waktu,
Baru bicara makan bersama. Tidak apa-apa, lain kali bisa. Jangan nanti, hari ini juga bisa. Malam ini kita makan besar, bagaimana? Benar. Ada anggur, ada daging, ada hotpot. Ada anggur? Kalau begitu makan dulu baru pergi. Ayah! Keramahtamahan adalah budaya Tiongkok. Benar, kan? Iya. Hanya bisa melakukan sesuai dengan situasi. Mari lakukan lagi!
Tidak menghabiskan setengah kilo arak putih kebenaran juga bisa dipalsukan. Minum! Minum lebih sediking, Beng Guan. Chi Xu, Saat saya menikahi anak perempuan saya, susunlah kata-katamu! Apakah kamu sudah melupakan kaki langit? Paman, bukannya kamu sudah minum banyak sekali? Saya tidak banyak. Sandiwara dari aktor ini tergantung kamu. Kamu tidak minum banyak, saya akan mendengarkan.
Saya bicara. Saya harap saat dia menikahimu nanti dapat memiliki sedikit keegoisan, sama seperti dia dan saya di depan ibunya. Jangan terlalu penurut dan bijaksana. Apa kamu mengerti? Saya mengerti, Paman. Apa yang kamu tahu? Keluarga saya, Yi Ling belasan tahun tidak egois. Saya terhadap kamu sangat tidak puas. Saya tahu. Pada awalnya,
Saat saya pertama kali melihatmu, sekilas saya bisa melihat, dimatamu hanya ada dirimu sendiri, tapi dia harus menikahimu aku tidak bisa mengalihkannya. Aku terpaksa menyetujuinya. Dia berpura-pura menjadi orang yang pintar, tapi sebenarnya sangat bodoh. Tidak bisa berhitung, tidak bisa manja. Setelah menikah denganmu, semua kesulitan ditanggung sendiri. Paman, tenang saja. Segala sesuatunya nanti,
Dia tidak akan menanggungnya sendiri. Siapa memiliki siapa ? Siapa bersandar pada siapa ? Bukankah mulutmu itu berbicara omong kosong ? Pada saat musim kering, ikan saling bersentuhan mulut semua bisa memberikan seteguk air kepada setiap pasangannya. Manusia yang bertahan sampai bisa saling melengkapi walaupun disaat susah. Bukankah itu sangat langka? Aku menikahkan anakku,
Bukan melihat dari seberapa baik melewatinya, seberapa terhormat pakaiannya, seberapa mewah tempat tinggalnya. Aku hanya berharap ketika dia sudah tua, ada seseorang yang menemaninya. Paman, dia tidak akan pernah sendirian lagi. Ayo, tambah lagi satu gelas. Minum. Kurangi sedikit minumnya. Aku pergi. Aku antar kalian. Tidak perlu. Temani teman-temanmu baik-baik. Araknya terlalu buruk.
Aku pergi dulu. Paman, Bibi sampai jumpa. Paman, Bibi hati-hati di jalan. Aku pergi. Sampai jumpa. Hati-hati, Paman. Basa-basi sebanyak itu. Menyentuh Xiao Mo tapi memanggi Chi Xu. Kamu sudah mabuk. Level minumku tinggi. Ini baru hanya apa dengan apa… Hati-hati. Sudah kubilang jangan minum. Akhirnya sudah aman. Benar-benar kejutan yang tidak ada batasnya.
Maaf merepotkan kamu hari ini. Urusan kamu dan Chi Xu, aku dan Ibumu sudah tahu. Tidak perlu menyembunyikannya dari kami. Menjadi Ayah dan Ibu, apapun yang terjadi pasti akan membela anaknya. Ingin sekali kukatakan, seharusnya kamu bilang lebih awal kalau anak itu berani menggertakmu. Ayah akan memnbuatnya bertanggung jawab atas yang dilakukannya.
Aku beri tahu kamu. Kamu jangan lari. Ini perusahaan kami. Tidak perlu merusuh, dengar tidak ? Jangan lari ! Berhenti, jangan lari! Berhenti. Kamu sudah melakukan hal yang memalukan. Masih takut orang lain tahu, ya ? Melakukan apa ? Apa yang memalukan ? Aku sudah tahu. Anakmu meninggalkanku, bukan hanya baru saja mengenal
Anak muda berkemampuan tinggi? Tapi juga perceraian ini bukan karena aku. Jika bukan karena anakmu tidak bisa mengandung, apa aku akan menceraikannya ? Kurang ajar kamu. Bicara apa kamu ? Kubunuh kamu ! Ayahmu ini mudah marah. Siapa yang membidikku, aku ledakkan dia. Jadi, jangan khawatirkan kami. Orang-orang di rumah yang berbicara aneh itu,
Ada ayah yang melawan. Kamu, hanya perlu mengurus kehidupan yang kamu inginkan. Dalam urusan ini, Ayah tidak dapat membantu. Semua tergantung padamu. Tapi, aku masih punya satu kalimat, yang ingin kuberitahu padamu. Kamu masih ingat, kalimat yang dikatakan Su Shi kepada Su Zhe ? Pada saat kamu kecil, kamu selalu bilang kamu tidak mengerti.
Tentu saja ingat. Kusaburo. Kamu berencana mencicipi dengan mengunyah rata? Kusaburo kamu berencana mencicipi dengan mengunyah rata? Kehidupan, terkadang seperti semangkuk mie kuah yang sulit ditelan. Makin dirasakan, keadaan makin sulit. Lebih baik letakkan saja dulu. Makin diingat, hanya memperpanjang rasa sakit. Kedepannya akan menjadi penyesalan. Ayah sangat menyesal. Pada saat kamu menikah,
Aku menggenggam tanganmu dan memberikannya pada orang yang salah. Akhirnya, dia kembalikan lagi kamu padaku. Meskipun marah, tapi ayah juga ingin berterima kasih padanya. Anak tersayang sepanjang hidupku ini, kembali lagi. Perasaan ini, seperti saat pertama melihat dirimu baru lahir dan terbungkus dalam kain bungkusan. Ada kamu, Ayah merasa hidup ini berarti.
Jalan di depan tidak perlu dikhawatirkan. Jangan takut salah melangkah. Juga jangan takut memulai kembali dari awal. Ayah, selalu berada di sisimu. Lain kali kita bersama-sama. Kak Ge Li, kamu hari ini sangat keren. Apa benar ? Aku rasa biasa saja. Lain kali kita tunjukkan pada anak-anak muda. Mungkin mereka lebih bisa menerima. Anak muda.
Aku tahu satu tempat. Sekolah. Tema acaranya boleh dipikirkan lagi. Boleh dipikirkan tema yang cocok dengan anak muda dan juga bisa membangun ketertarikan mereka. Aku rasa kamu punya bakat di bidang ini. Apa iya ? Sebenarnya melakukan hal seperti ini, yang paling penting adalah menyukainya, lalu selanjutnya adalah berminat belajar.
Yang paling penting adalah ada seperti latihan yang terus-menerus. Yang paling sangat penting adalah perasaan bertanggung jawab. Aku rasa kamu ini memiliki bakat alami dan panggilan seperti itu. Beda dengan orang lain. Aku juga tidak tahu kenapa. Begitu aku melakukan hal seperti ini, aku merasa sangat senang. Benarkah ? Aku juga sangat senang.
Kalian ini sedang membicarakan apa ? Kami sedang membicarakan persoalan publik, apa kamu mau ikut ? Kenapa tidak ? Tapi sekarang ini aku ingin belajar. Kalian temani aku belajar saja. Tiba-tiba ingin belajar. Baiklah. Apakah anak ini akan berpikiran pendek? Nak, kamu sedang apa? Bukan karena putus cinta, kan? Sudah mengerti makna kehidupan duniawi?
Kehidupan duniawi tidak harus dimengerti. Kehidupan duniawi itu memang harus ditaklukkan. Hanya bisa mencari dalam diri, baru bisa menemukan ketenangan. Mau ketenangan, ya ? Baiklah. Jika ingin ketenangan ayo kita menenangkan diri. Ibu, apa yang kamu perbuat ? Aku sedang melupakan yang lalu dan menyambut yang baru. Belum juga tahun baru. Aku sedang mengusir setan.
Tang Cheng. Tang Cheng benar-benar dibandingkan dengan Monster Nian itu masih lebih menyusahkan. Kedepannya di dalam rumah jangan menyebut nama ini lagi. Kita sudah selesai. Sudah selesai ? Kenapa aku merasa, masih ada reaksi lanjutan ? Di tembok tergantung sebuah kata kosong, dihati tidak ada yang kosong. Bukankah sudah jelas ? Membingungkan diri sendiri.
Mana ada ? Tidak ada kah ? Belum tentu datang, belum tentu pergi, semuanya mungkin. Itu baru benar-banar kosong. Pergi. Apa yang kamu katakan benar-benar kosong dan kosong palsu ? Apa kamu terlalu banyak baca buku ? Membaca buku sampai menjadi bodoh ya ? Yang benar saja. Nak, kamu dengarkan ibu. Masalah pacaran ini,
Sama dengan bermain Mahjong. Set ini tidak menang tidak apa-apa. Selanjutnya, mungkin saja kita menang Streak Gang dan menarik sendiri Lalu ditambah Fan. Nak, coba kamu lihat. Sebenarnya, aku dengan Ayahmu dari awal sudah mencarikanmu. Coba kamu lihat. Ini hasil kami pergi ke sana. Ke tampat pencarian jodoh. Kami pilihkan untukmu dengan sangat hati-hati.
Coba kamu lihat-lihat. Boleh dipikirkan dulu. Coba lihat. Ini ada yang mengurus perdagangan luar negeri. Yang ini mengurusi Finance. Ini ada juga yang menjadi guru Pre-School. Yang paling special yang ini coba kamu lihat. Yang ini sangat pandai. Yang ini masih kerabatmu juga. Dia juga mengajar itu apa namanya… Sastra Kuno. Coba lihat.
Mukanya cukup cantik. Aku beri tahu. Hari ini, apapun yang terjadi kamu harus pilih satu. Benar-benar kamu ini… Di dunia ini ada berapa banyak cinta pertama dapat bersatu? Karena melewati banyak hal dan cobaan barulah dapat melewati kehidupan. Betul. Kamu lihat, aku dan Ayahmu juga bukan cinta pertama. Kita berdua sama saja, melaluinya dengan bahagia.
Ketika aku dan kamu dulu berpacaran, bukankah kamu bilang aku adalah cinta pertamamu ? Iya benar. Aku belum pernah berpacaran. Aku belum pernah punya pacar. Aku bertanya bagaimana kabarmu ? Kamu tidak perlu mengacaukannya. Mau apa kamu? Apa ? Menyebalkan. Aku beri tahu lagi, cinta pertama ini ada untuk disingkirkan. Dia itu berguna untuk
Memberi pengalaman dan pelajaran. Coba kamu lihat. Ayahmu, jika tidak ada perbandingan dari cinta pertama. Bagaimana dia tahu kalau aku ini baik. Benar tidak ? Cinta pertama. Biasanya adalah sebuah penyesalan, tapi penyesalan juga merupakan sebuah kebahagiaan. Benar. Tunggu sebentar. Kamu ada penyesalan tentang apa ? Ada aku, kamu masih menyesal. Kamu menyesal kenapa ?
Ini hanya untuk menghibur anak kita. Aku buruk dibagian mana ? Ceritakan padaku. Apa kamu mau mencari penyesalan ? Keluarga ini apa masih bisa bicara kebenaran ? Kamu melakukan kezaliman, kekerasan dalam rumah tangga. Apa ? Kamu sekarang kasar padaku. Siapa mulai lebih dulu ? Ketika aku bertemu denganmu, sama seperti menemukan angin sepoi-sepoi.
Siapa yang bilang ? Itu kan perkataan ketika pacaran. Harus benar-benar dipercantik kan. Kamu sekarang masih mengingatingat orang lain. Kamu masih bicara penyesalan. Masih…masih cantik. Menurutmu kalau begini, apa anakmu bisa belajar yang baik darimu ? Kamu masih tidak membiarkan hatiku menyimpan seseorang? Dia tidak bisa melupakan mantan nya. Bukankah itu normal ?
Lalu aku ini apa ? Aku bicara padamu aku ini apa ? Aku ini…. Aku tidak ingin menjadi yang lemah.Aku ingin menjadi yang kuat. Kamu berkata begini untuk menantu kita apakah itu adil ? Kamu ini omongannya tidak bisa dipegang. Kamu ini mengusik tanpa sebab. Kamu… Aku dibilang mengusik tanpa sebab ? Kamu…
Dengarkan aku, kamu ini… Kamu tidak serius dan jiwamu sudah tidak disini! Cukup, jangan bertengkar lagi. Aku bertemu…. Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa
Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu
Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy