【FULL】My Mowgli Boy EP25【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia

Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah

Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 25 Bungkus seperti ini, mengerti? Lipat ke arah ini, terbungkus sudah. Bagus juga bungkusnya. Maksudku bungkusan ini.

Aku kira maksudnya tanganku. Menyebalkan. Apa yang sedang kalian lakukan? Menggunting kertas? Aku juga mau main. Aku kenalkan ya, ini… adalah karakter unik negara Tiongkok, dilakukan sebelum kuliah dimulai disebut sampul buku. Biasanya, membawa harapan… agar kita sering membuka buku sampai rusak. Namun… Namun apa? Namun, yang rusak hanya sampulnya saja.

Sebenarnya, kita membaca sampai menyerah, Orang yang menyerah tidak jelas dimana letak arti pentingnya. Tang Cheng, keluhan resmimu, sudah kuterima, oke? Aku akui, setelah aku mengenalmu, aku sungguh tidak menyukai membaca buku lagi. Jadi aku mengerti, kesalah pahaman kamu terhadap aku, oke? Jangan bilang kamu mau katakan, perkataan itu lagi,

Kamu pasti mau katakan kamu adalah orang yang serius. Apakah kamu tahu setiap kali kamu katakan ini, akan jatuh sebutir pasir dari langit, makanya terbentuk Sahara. Kali ini aku sungguh serius, kalau tidak untuk apa aku berbaring disana? Apa kamu kira aku berbaring itu nyaman? Bukan! Aku lakukan demi impianku.

Aku adalah seekor ikan asin yang bijaksana, oke? Ikan asin yang bijaksana, apakah akan lebih enak dimakan? Mungkin saja. Tetapi yang ingin aku katakan adalah… Intinya, beberapa waktu ini, aku sudah banyak merefleksikan masalah. Beberapa hari ini, akhirnya aku dapat menyimpulkan alasan mengapa studioku mengalami kegagalan. Menurutku, ada tiga poin. Katakan, katakan, katakan. Poin pertama,

Menurutku, aku kurang memperhatikan detail-detail studioku, perawatan di pabrik juga kurang baik, sehingga hal ini menambah beban kerjaku. Poin kedua adalah aku tidak memiliki kesadaran kontrak yang baik. Saat aku menandatangani kontrak terdapat kekeliruan, sehingga mengakibatkan barang terlambat. Satu kali, dua kali, tiga kali, sampai akhirnya konsumen tidak lagi percaya padaku. Bagus sekali.

Memang benar-benar orang yang dari kecil menjadi orang selalu menulis ulasan… Kalau begitu, poin ketiga adalah, menurutku masalah penjiplakan, tidak dapat menyalahkan orang lain. Di dalam studio, apa yang paling diperlukan desainer? Adanya ruang berkembang dan kesempatan. Menurutku, di kedua hal ini, aku tidak pernah memberikan pengarahan yang benar. Ini adalah masalahku. Intinya, Seember air,

Tiga buah papan, punyaku semuanya yang terpendek bagaimana mungkin tidak bocor? Sebenarnya kamu dapat katakan ini, sudah sangat bagus. Mengenang kembali kebiasaan sehari-hari, juga tidak buruk, kok? Teman Sejati Tiongkok, pastinya milikmu seorang. Kalau begitu, sarapan besok pagi, sudah ditentukan tempatnya, bukan? Aku ingin telur goreng dan ham, ditambah secangkir jus jeruk, terima kasih.

Kalau begitu, aku mau satu telur manis wangi goreng, tiga puluh persen matang. Baiklah, aku sudah putuskan. Besok membeli bahan makanan. Mulai besok, aku akan melanjutkan kembali pekerjaan dari awal, membangun kembali dari nol. Bangun apa lagi? Ling Xi, apa pernah terpikir, sekian lama kamu bergelut dengan bisnis studio ini, tetapi tidak pernah menunjukkan hasil,

Apakah ini artinya, kamu sama sekali tidak cocok di bidang ini? Sudah pernah kupikirkan, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, oke? Memang benar banyak hal yang aku lakukan dengan tidak baik, tapi aku juga memiliki keunggulanku sendiri. Keunggulanku adalah… promosi dan pemasaran, benar kan? Jika sekarang aku dapat membangun… satu buah platform merek pakaian,

Sama seperti Bibi Lei. Dia begitu berbakat, tetapi masih mengundang banyak desainer yang tidak terkenal, ikut bergabung masuk dengannya. Artinya apa? Artinya kita menjadi sebuah grup yang kuat, teman-teman. Benar. Dua papan yang pendek jika digabungkan, akan menjadi papan yang panjang. Jika gagal, anggap saja pengalaman, bangkit dan mulai kembali. Itu dia maksudku. Aku mendukungmu.

Jadi, demi target luar biasaku ini, aku sudah membuat suatu rencana. Yang pertama, baca buku yang banyak, tambah pengetahuan profesiku. Selain itu, harus membangun jaringan koneksiku, dengan begitu akan mempromosikan rencanaku. Yang ketiga adalah yang terpenting, aku harus mendapatkan keuntungan besar, lalu memanggil kembali semua, karyawan-karyawanku yang dulu. Intinya, aku ingin beritahu kalian.: mulai besok,

Aku akan ke Universitas Puhua, mengikuti kelas pelatihan, dan keluarga boleh menemani. Aku juga boleh ikut? Kelas pelatihan saja, lebih santai, dengan kemampuan dan kerja kerasmu sendiri, pasti bisa. Kamu tenang saja, aku pasti tidak akan mengecewakan kepercayaanmu padaku. Meski kurang mengerti, tapi sepertinya hebat. Sungguh sangat hebat. Tentu saja. Bagus, bagus, bagus,

-aku tidur dulu, bye-bye. -bye-bye. Aku lanjutkan membantu kalian membungkus sampul buku. Kamu ini, boklam kecil, untuk apa masih bersinar disini? Kamu cepatlah tidur. Laporan sekarang, apa saja yang terjadi hari ini? Gawat, gawat, gawat. Apa kamu berhasil mengundangnya? Atau bahkan tidak bertemu? Aku bertemu dengannya, semua penyelidikanku siang ini, aku sudah mengerti dengan jelas.

Aku sudah mencatatnya. Siang hari pukul 09.30, masuk kuliah, pukul 11.00, pulang. Setelah selesai mengajar lalu makan di kantin, aku pun mengikutinya sampai ke kantin. Lalu… Lalu apa? Donat. Do…donat? Donat, cukup lihat saja sudah merasa bahagia. Aku beritahu ya, aku hampir saja berhasil melewatinya. Siapa yang peduli kamu berhasil atau tidak?

Yang aku tanya, Lu Ziyue! Setelah aku memesan, kembang gula, aku menyadari Guru Lu, dia… Dia kenapa? Dia sedang… Dia sedang apa? Katakan saja… Dia sedang minum minuman. Kamu membuat sebegitu panjang intro, hanya untuk mengatakan ini? Jika kamu mengatakan ini, sedari tadi sudah kupukul, tahu tidak? Minum minuman apa? -Jus. -Jus? Jus, bukan?

Kamu yakin? Tidak yakin juga, mungkin juga minuman bersoda. Benar, minuman bersoda. Benar, benar, benar…aku sudah mencatatnya. Minuman bersoda? Lu Ziyue tidak pernah minum minuman. Kak Tang Cheng, aku jujur saja padamu. Toko kue ini baru saja renovasi, saat sedang mengamati, tiba-tiba tersadar, meja Guru Lu sudah berganti orang. Langsung saya lari mengejarnya di luar,

Tapi aku lihat dia sudah menaiki sepedanya hilang menjauh seperti angin saja. Sepertinya kamu sudah ingin diantar keluar negeri, bukan? Kak Tang Cheng, jangan usir aku pulang. Bukan aku tidak mau baik-baik mengerjakannya, yang utama, sepanjang jalan aku mengikutinya ke kantin, lalu perutku juga menjadi lapar. Tapi aku tetap harus menahannya, bukan?

Aku hanya membuka aplikasi Bin Guo Xiao Xiao Xiao, disana banyak terdapat toko-toko kue, café, aku terus melihat agar tidak lapar, aku berusaha keras menahannya, lalu akhirnya tidak tertahan lagi. Berdiri yang tegak. Sudah tegak. Ini kali pertamamu mendapat tugas, terjadi kesalahan seperti ini dapat dimaklumi, tapi hanya satu kali ini saja, mengerti? Mengerti!

Jika lain kali masih salah, saat Ayah Ibumu datang, aku tidak akan membantumu. Besok setelah aku bekerja dari café, aku akan langsung terbang ke sekolah membantmu mengawasinya. Jika aku tidak dapat mengundangnya, aku tidak akan pulang bertemu kamu. Tidur sana. Dengan lembut, aku bertanya, Kak Ling Xi, bukankah dia akan pergi ke Universitas Puhua,

Bisakah bersamanya membantuku? Sekarang juga aku antar kamu pulang. Jangan, jangan, jangan… Aku mengerti. Diam-diam, aku pergi dulu. Kenapa yang ini tidak bisa dibungkus? Kamu tidak lelah? Tidak mengantuk? Apa kamu tahu perasaanku sekarang? Aku seperti kembali pada masa sebelum masuk sekolah menengah, ada khawatir, ada gembira, juga ada perasaan bersemangat. Apa yang kamu khawatirkan?

Bukankah masih ada aku? Aku tanya ya, dalam waktu sekejab aku sekarang, dikembalikan seperti semula, aku tidak memiliki apapun, di rumah teman baikku menumpang makan dan minum, aku yang seperti ini, apa kamu masih menyukainya? Tidak pernah menyukaimu seperti saat ini. Manis sekali mulutmu. tidak sedang berpura-pura, kan? sekarang masih belum bisa untuk hal ini.

Apakah kamu tahu, dibandingkan dengan kamu yang galak, kamu yang berani menerima kegagalan, lebih imut sedikit. Aku bahkan sudah memutuskan, aku akan tinggal disini, maka aku harus rajin-rajin belajar, aku bersedia berubah menjadi orang yang lebih baik. Apa semua demi aku? Ya. Dulu saat di dalam hutan, ketika serigala kecil mati, teman-temannya akan mengelilingi dia,

Dan menjilati lukanya. Meskipun aku saat itu, sangat terharu, juga sangat sedih. Aku tidak tahu demi siapa aku tinggal, aku juga tidak tahu apakah di bumi ini, masih ada teman yang lain, yang memerlukanku untuk menyembuhkan lukanya. Sekarang tiba-tiba merasa, sangat berterima kasih atas kemampuan menyetirku yang buruk, aku juga berterima kasih,

Guru mengemudiku yang mengajari aku. Jika aku tahu kamu yang akan menabrakku, setiap hari aku akan mengunggu disana. Kamu tenang saja, aku akan berusaha dengan sangat keras, usahakan menjadi orang terbaik yang direkrut. Aku akan menanggung tanggung jawab yang seharusnya ditanggung seorang pria. Tidak peduli apa yang mau kamu lakukan, aku akan selalu di belakangmu,

Untuk menjagamu dan mendukungmu. Ya. Masih ada lagi, sebelumnya kamu, menjual semua rumah dan mobil, aku akan mencari cara untuk membelikannya kembali, aku tidak akan membiarkanmu tanpa tempat tinggal. Baiklah. Melihat sudut bibirmu yang naik keatas dengan sudut matamu, keduanya sama, Ada sinar di dalam mata, ini artinya, kamu seprtinya sangat gembira. Kesimpulannya adalah

Selamanya jangan menganalisa emosi kekasih Anda. Tunggu sebentar. Apa kamu tahu berapa harga rumah dan mobil? Dua ratus ribu. Pantas saja mulut manis tidak dapat diandalkan. Kalian boleh melihat dulu isi artikelnya, lalu kita akan mendiskusikannya nanti. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Kalau begitu, mari kita mulai. Rencana pemasaran kali ini,

Yang terpenting, kita akan membagi menjadi empat bagian, kalian boleh mendiskusikannya. jika ada masalah, bisa langsung dikatakan. Aku hari ini sungguh sangat menderita, membaca buku yang begitu banyak, mengerti tidak? Aku sangat lelah ini. Aku ingin bertanya, apakah kamu mengerti semua buku ini? –Tentu saja. Tentu saja. Ling Xi. Ling Xi. Ling Xi.

Sejak sekolah menengah, selalu ada lelaki yang mengirimiku bunga, jangan diambil hati, -nanti juga terbiasa. -Ling Xi. Hai, Botol minummu tertinggal. Terima kasih. Bunga? Hari ini Ibuku ulang tahun, oh iya, aku tidak bisa berlama bicara. Pergi dulu, bye-bye. Bye-bye. Selamat ulang tahun untuk Ibumu. Bintang hari ini sungguh sangat terang. Sekarang masih siang. Mowgli.

Mowgli. Halo teman, aku sekelas denganmu, regu B tadi. Apa kamu dapat, membantuku membuka tutup botol ini? Aku yang bantu. Membuka tutup botol, sangat mudah, ambil dan minumlah pelan-pelan. Kalau begitu, apakah boleh minta akun wechatmu? Tunggu sampai kamu ada waktu kosong, aku akan minta tolong lagi bukakan. Tanganku cukup sibuk, sungguh.

Mohon maaf, dia terlalu mencintaiku, kamu pasti bisa mendapatkan pacar. Sangat hebat juga ya. Sudah ada wanita yang menyukai, dan masih dimintai akun wechat, lihat bangganya kamu sekarang, tapi perilakumu tadi sungguh baik, kuberi nilai sepuluh. Aku akan terus berusaha yang terbaik. Tapi tadi aku tidak dihitung kalah, ya. Tentu saja tidak kalah.

Dia menyukaiku sama dengan dia menyukaimu. Aku sungguh suka dengan orang yang berlogika seperti ini. Sudah dulu, aku mau pergi ke perpustakaan, berikan padaku bukunya. Pergi dulu ya. Menyebalkan. Pergi dulu ya. Bye-bye. Maaf ya. Bos, berikan aku sedikit waktu lagi, aku tahu aku buruk dalam penjualan, jika masih buruk juga, kamu jual saja diriku.

Mohon maaf ya. -Aku bantu kamu. -Tidak apa-apa, tidak perlu. Kalian ini penjual produk makanan, atau penjual manusia? Kita ini juga membunuh untuk bungkam mulut. Perusahaan kami, baru-baru ini mengeluarkan produk tebaru, kripik kentang rasa kepiting. Hasil penjualannya buru sekali. Jika bulan depan masih buruk juga, maka aku akan… dijadikan korban.

-Tidak apa-apa. -Aku pergi dulu. Hai teman, itu… apa aku boleh mencobanya? Aku akan buatkan rencana pemasaran. Perusahaan kami saat ini tidak memerlukannya. Kamu jangan khawatir, gratis kok, gratis kok. -Gratis? -Benar. Lalu, apa untungnya bagi kamu? Anggap saja ini pertukaran kerjasama antar pelajar. Tapi aku ada satu permohonan, aku harap kamu

Jangan berbelas kasihan padaku. Jika rencana ini ada hal yang kurang memuaskan, kapan saja beritahukan kepadaku. Permisi, minggir, minggir, minggir, Permisi, permisi, minggir, minggir, minggir, Permisi. Ada apa denganmu? Tidak apa-apa? Daging kambing daun bawang. Benar. Ini yang baru saja aku beli di kantin. Tadi bukannya dia bilang sudah habis terjual?

Bahkan saus dagingnya pun habis. Kamu baru saja jatuh begitu kerasnya, apa lenganmu baik-baik saja? TIdak bisa, tidak bisa. Aku memerlukan segigit daging domba daun bawangmu untuk menutupi lukaku. Sakit sekali. Makanlah. Ini kuberikan untukmu. Kenapa kamu tiba-tiba mau belajar ini? Tidak usah dibahas. Kak Tang Cheng memberikan tugas rahasia kepadaku. Tugas rahasia apa?

Ya itu menjadi mata… aku tidak boleh bilang. Intinya, aku harus bisa mengendarai sepeda ini, baru dapat mengejar lelaki yang seperti angin itu. Mengendarai sepeda sangat ramah lingkungan. Tentu saja. Ramah lingkungan, juga sangat efektif mengurangi emisi karbon. Kalau begitu Saudara Ziyue, juga termasuk salah satu, aktivis yang menyukai olahraga ramah lingkungan, bukan? Acara!

Di sekolah mempromosikan kendaraan ramah lingkungan, pasti sangat berguna. Apakah sangat sulit mengendarainya? Tentu saja sangat sangat sangat… sulit. Coba lah jika tidak percaya. Kamu, kamu, yakin… kamu, kamu, ini pertama kali mengendarainya? Benar, ini pertama kalinya aku mengendarai. Gawat, sekarang aku mulai meragukan kemampuan otakku. Bagaimana jika kamu mencobanya? Aku tadi menyimpulan sedikit,

Ketika kamu mengendarainya, jangan terus melihat ke bawah roda, saat mulai naik gunakan tenaga lebih banyak, jika terlalu pelan, dia akan mudah tidak stabil. Aku mengerti logikanya, tapi aku masih belum bisa mengendarinya. Kamu coba lagi saja. Cobalah. Bisa kah? Kamu tenang saja, aku pengangi, kamu harus percaya padaku. Kalau begitu, kamu jangan lepaskan ya.

Kamu percaya padaku. Yang stabil ya. Miring, miring, miring. Hati-hati. Aku terima telepon dulu. -Halo. -Aku sepertinya, sudah menemukan caranya, kamu jangan lepaskan tangan ya, jika kamu lepaskan, kamu adalah seekor anjing kecil, jangan lepaskan ya. Direktur Xiao Zheng, sudah selesai kerja? -Benar. -Bye bye. Tunggu sebentar. Sepertinya kamu agak sedikit gugup ya? Aku?

Aku tidak apa-apa. Justru kamu? Aku? Ada apa denganku? Sepertinya kamu hari ini ada yang berbeda. Ya. Karena aku baru saja memutuskan satu hal. Apa? Jangan-jangan kamu ingin bilang mengundurkan diri padaku? Aku jelaskan padamu dulu, hari itu aku menggendongmu karena… Benar kata Ayahku, jangan karena masa lalu, memutus kemungkinan di masa depan. Artinya adalah?

Artinya adalah, kamu boleh mengejarku. Coba katakan sekali lagi. Jika tidak dengar jelas, ya sudah. Baik, baik, baik. Aku dengar, aku sudah mendengarnya. Tapi, aku harus bagaimana, baru dapat berhasil mengejarmu? Sampai saat aku menciummu, baru dikatakan kamu berhasil mengejarku. Cium? Sekarang? Halo, Jam sibuk sudah berakhir, kamu yang dalam perjalanan pulang,

Apakah sedang memikirkan orang yang di dalam hatimu? Hari ini kita semua, akan membahas sebuah topik mengenai, apakah harus membongkar kisah asmara dalam satu kantor yang sama? Aku boleh menunggu di depan jalan. Stasiun radio sekarang ini sama sekali tidak ada kemajuan, sama sekali tidak ada perubahan, aneh sekali. bahkan air mata pun terasa…

Ini bagus, opera. Ayah, kamu menyukai opera bukan? Baik, baik, baik. Oh iya, Ayah, opera ini menceritakan tentang apa? Ini tentang, Si Fan, menceritakan, seorang bhikuni, yang ingin turun gunung untuk berpacaran. Kenapa batukmu begitu hebat? Apakah, kamu flu atau tertular virus? Hanya tersedak air liur. Sebenarnya cinta itu, sama seperti virus,

Ketika datang tidak dapat dihalangi, terkadang terkena sesekali, juga tidak masalah. Jadi, Ayah, kamu tidak keberatan aku berpacaran dengan Bai Yiling? Apa aku pernah bilang aku keberatan? Jadi kamu tidak keberatan tentang hubungan antar pegawai kantor? Bahkan jika Presiden sekalipun, itu juga hanya berupa gelar saja. Jadi, Apa kamu tidak keberatan, dia pernah bercerai, bukan?

Di dunia ini, selain yang sudah pernah menikah, ya belum pernah menikah, selain yang sudah pernah bercerai, ya belum penah bercerai. Tapi Ayah, ada hal yang lebih penting lagi. Apa kamu keberatan, aku tidak mau memiliki seorang anak? Zheng Li, selama kamu percaya bahwa pilihanmu adalah yang paling benar,

Maka, dia adalah satu-satunya jawaban yang paling tepat. Tetapi jika hanya karena pandangan dunia, kamu tergoyang, maka artinya kamu tidak cukup kuat akan keputusanmu itu. Ayah, terima kasih atas dukunganmu. Kamu adalah putraku. Tapi, bagaimana memberitahu hal ini kepada Ibumu? Menurutku, jangan dulu bicarakan dengan Ibu. Karena sifat Ibu yang seperti itu,

Kamu pun juga mengerti, bukan? Kalau begitu, baiklah. Aku akan membantumu menyembunyikannya dulu. Tapi saat di kantor, banyak jalan menuju Roma. Khawatirnya suatu hari, bagaimana jika Ibumu mengetahuinya? Baik, Ayah, aku akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Ibu. Ya. Hari ini aku, menabrak pintu lift, apa dia melihatnya? Apa yang dikatakan Ayahmu?

Ayahku dia, kamu tidak perlu khawatir, tenang saja. Bagus sekali, tunggu sebentar. Jadi apa yang sedang kamu lakukan? Aku sekarang sedang mandi. Aku sedang di depan kaca melihat betapa bagusnya otot dadaku, singkatnya seperti kekuatan dan keindahan yang menyatu. Bagaimana? Apa kamu mau melihatnya? Aku kirimkan fotonya? Baiklah, kirimkan saja. Lagipula aku juga bukan

Anak perempuan umur 18 tahun lagi. Hanya bercanda, dari mana ada otot dada, kakak ini memang sangat terbuka ya dalam pacaran. Lanjutkan saja mandinya. Tidak salah, apa kamu kesetrum? Enak. Hai, aku Ling Xi, jadi begini, menurutku, sebenarnya kripik kentang rasa kepiting, dari segi rasa tidak ada masalah apapun, cukup enak. Tetapi sebagai konsumen,

Tidak ada “tanpanya itu mustahil”. Bagaimana menjelaskannya ya. Contohnya, di dalam satu rak, jika ada produk yang serupa di dalamnya, maka kamu akan kehilangan, separuh kesempatan untuk dibeli, apa kamu mengerti? Makanan ringan, itu banyak ragamnya, tempat yang berjualan pun ada banyak sekali. Jika kamu ingin menaikkan penjualan, kamu harus mulai dari pusat penjualan.

Benar, benar. Iya. Hari ini aku ke belasan toko swalayan, mini-market, tempat seperti itu. Aku menyimpulkan suatu rumusan, nanti akan kukirimkan kepadamu. Ya. Ya. Tidak ada masalah. Kamu tunggu aku dulu, hari ini aku rapikan rumusannya, lalu aku kirim untukmu. Baiklah, baiklah. Tidak perlu sungkan. Baik, bye-bye. Mowgli. Tunggu aku sebentar, segera selesai. 受伤了吧

Sakit ya? Ya. Pagi hari harus sekolah, malam masih harus kerja, otak dan tubuh, kamu seorang diri apa kamu sanggup menahannya? Tentu saja sanggup. Tidak sanggup pun tetap harus bertahan. Siapa suruh aku mempunyai seorang pacar yang makannya banyak seperti ini. Apa katamu? Kamu ingin mendengarnya sekali lagi ya? Aku bilang, aku akan memeliharamu.

Aku ini adalah seorang, wanita yang mandiri dan memiliki prinsip, aku dapat memelihara diriku sendiri. Benar kah? Kamu yang memiliki target hidup, sama seperti lampu LED, yang memancarakan sinar terangnya. Untuk selanjutnya, aku akan menjemputmu pulang kerja ya. Haruskah menjemputku? Kenapa? Kamu khawatir orang lain tahu kamu mempunyai pacar? Bukan.

Aku khwatir orang lain melihatmu secantik ini, mereka nanti akan merasa iri padamu. Mulut kecilmu, kenapa begitu manis hari ini? Baiklah, melihat mulut manismu ini, sekarang semua makanan aku yang traktir, Jempol Benar kah? Tentu saja. -Kalau begitu, aku makan ya. -Makan saja. Belum matang, bukan? Tidak peduli, aku harus makan tahu duluan.

Bahkan kita tidak memiliki minuman, kita sungguh miskin ya. Bagaimana ini? Masih cukup enak kok. Kamu belum dimasak langsung dimakan? Kamu coba saja. -Apa bisa dimakan? -Kamu coba saja. Tidak tergigit. Sejak berdirinya platform konsultasi online, jumlah kunjungan meningkat drastis. Sudah jauh melampaui, target yang dari awal ditentukan. Hari ini kita rapat dengan topik ingin

Mengundang seorang profesional untuk mengurus masalah ini. Kalian semua lihat, kalangan profesional ada 22%, keluarga ada 27%, untuk lingkungan agak sedikit, 0.4%, dan sebagainya. Apa artinya ini? Lapor, lapor. Aku mengundang Guru Lu setelah selesai kelas, kondisinya sangat buruk. Tidak besemangat, terlihat sangat lesu, matanya hampa tanpa sinar, sama seperti zombie yang sedang berjalan saja.

Aku tadi memanggilnya, tapi dia tidak mempedulikanku. Apa dia begitu tidak senang? Jangan-jangan ada masalah dalam pekerjaannya? Dari gambar ini kita dapat melihat, proporsi berbagai macam kasus… Sudah pasti bukan. Menurut pengamatanku, Guru Lu terluka perasaannya. Sebenarnya, apa yang kamu lakukan kepadanya? Aku melihatnya seperti gentayangan, kapan saja bisa batuk mengeluarkan darah. Bagus,

Laporan hari ini sangat bernilai, biaya sewa rumah bulan depan aku hapuskan. Oh ya, Guru Lu masih pergi memilih lipstik, barang seperti ini seharusnya diberikan untuk teman wanita, bukan? Makin lama, makin berani ya. -Aku tidak memesan ini. -Ini merupakan pemberian. Terima kasih. Guru Lu saat ini ada di restoran Hotpot, dekat dengan Universitas Puhua,

Memakai arak untuk hilangkan kesedihan, sepertinya, dia tidak akan pergi dalam waktu dekat. Kamu sekarang segera datang, mungkin masih dapat bertemu dengannya. Bahkan saat mabuk cinta pun, begitu Tiongkok sekali. Guru Lu, Halo, Guru Feng, silakan duduk. Kamu panggil aku Zhi Yan saja. Kita berjumpa lagi, sungguh tidak mudah. Benar.

Kita sama-sama mengajar di satu sekolah, biasanya saling tidak bertemu, tidak disangka bertemu dengan cara seperti ini, kamu juga dipaksa oleh Ayah Ibu, bukan? Tidak. Demi bertemu deganmu, aku sudah menantikannya lama. Aku khawatir nanti aku, jika tidak memakai arak sedikit, aku tidak bisa katakan keluar. Guru Lu, aku ada sesuatu yang mau diberikan untukmu.

Dadu Linglong dan biji kacang merah, barang semahal ini, aku tidak dapat menerimanya. Perasaan yang sudah mendalam, apakah kamu mengerti? Ini sejak tiga tahun lalu, aku sudah mulai memiliki rasa. Di hari selesainya kasus itu, aku sudah menuliskan surat panjang untuk diberikan padamu. Saat itu, aku sudah datang ke pintu kantormu,

Tapi aku tidak memiliki keberanian untuk masuk. Guru Feng, Biarkan aku selesai bicara dulu. Aku tahu, sebelum kamu mengajar, kamu akan datang lima belas menit sebelumnya untuk bersiap. Aku, aku sering melihatmu dari belakang pintu. Sering kali, aku sengaja jalan berpapasan denganmu, tapi kamu tidak memperhatikan aku. Aku sangat menyesal,

Dari dulu aku tidak memberitahu kamu, sampai kemarin malam. Aku tahu, yang akan aku temui adalah kamu, aku gugup semalaman tidak dapat tidur. Hari ini mengajar, aku pun tidak tahu apa yang aku katakan. Guru Lu, aku sudah menyimpannya selama tiga tahun, aku tidak ingin melepaskanmu. Lipstik kamu, lipstik kamu memudar. -Maaf. -Tidak apa-apa. Maaf,

Aku tidak mengetahui isi hatimu kepadaku. Kamu sangat baik, kamu juga adalah pasangan idamanku. Hanya saja, aku sekarang… Apa karena, di hatimu sudah ada orang lain? Bukan, sudah tidak ada lagi. Kalau begitu, boleh aku mengunggumu? Jangan tunggu aku, karena ini tidak adil bagimu. Aku tidak peduli adil atau tidak, aku bersedia menunggu.

Jika suatu hari nanti, kamu dapat seutuhnya memilihku, tidak peduli berapa tahun, aku bersedia untuk mengunggu. Kita makan dulu ya. Hujan. Bagaimana bisa tiba-tiba hujan besar ya? Besar sekali. Aku antar kamu pulang ya. Baiklah. Terima kasih. Kamu tadi bilang, ada yang mau kamu berikan padaku? Apa ya?

Oh iya, untung kamu bilang, aku hampir lupa. Aku penggangkan saja. Terima kasih. Warna lipstik ini sangat anggun, menurutku sangat cocok untukmu. Yue Kuang Shan Hu, nama yang sangat romantis. Aku sangat suka. Tidak disangka kamu begitu mengerti barang wanita. Dingin, ya? Pakailah, jangan sampai sakit. Udara diluar yang begitu dingin,

Angin yang bertiup begitu menyakiti hatiku, begitu kesepian, tidak dapat memasuki hatimu, semua cerita masa lalu, sudah kamu lupakan sama sekali. Pulanglah dulu. Lu Ziyue, berhenti. telapak tanganku sangat dingin, apakah pernah mencintaiku tanpa pedulikan yang lain? Apakah kamu akan perlakukan dia… seperti kamu perlakukan aku? jika kamu menerimaku, pasti akan kuberikan kelembutan. Ya.

Apa kamu akan karena lambungnya sakit, membuatkan dia sarapan? Ya. Apa kamu akan memasak sup penghilang mabuk untuknya? Ya. Apa kamu akan menunggunya pulang kerja larut malam, lalu mengantarnya pulang kerumah? Ya. dengan sekuat tenaga menahan arus deras penolakan dunia, tetapi dijatuhkan dengan kejamnya oleh kenyataan. Kalau begitu, apa kamu akan mencintainya?

Jika sudah memutuskan untuk bersama, aku akan menghormatinya, menjaganya, mencintainya. Dia sudah begitu berkorban banyak demi aku, aku tidak akan menyia-nyiakannya, ini adalah tanggung jawabku. Lalu kenapa kamu tidak langsung menjawab iya saja? Karena tanggung jawab? Atau karena kamu dari awal tidak berani memberi kepastian, kamu dapat mencintainya? Kamu mendapatkan pelajaran dari pengalamanmu denganku,

Dipakai untuknya, kamu juga tidak merasa adil, bukan? Benar, ini tidak adil, tapi pengalaman kegagalan membuatku belajar untuk menghargai orang yang ada di depanku. Kenangan dirimu di dalam hatiku, akan memudar secara perlahan. Suatu hari nanti, dimana rasa cintaku padanya, akan melebihi rasa cintaku padamu. Tang Cheng, aku tidak sama denganmu. Yang kamu inginkan

Adalah kembang api yang menyala dalam sekejap, yang aku inginkan, adalah lampu di depan jendela yang setia menerangi. Tapi aku sudah menyesal. Tidak bisakah kamu berikan aku satu kali lagi kesempatan? Jika aku beritahu kamu, aku sungguh jatuh cinta padamu, apa kamu percaya? Aku tidak percaya. Aku juga tidak berani mempercayainya. Kamu tidak mencintai siapapun,

Kamu hanya tidak ingin kalah saja. Peluk aku, dengarkan kata-kataku. Bisakah menolongku? peluk aku, dengarkan kata-kataku. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata

Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing

Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku