【FULL】My Mowgli Boy EP20【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia

Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah

Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 20 Dia mengatakan bahwa kita memplagiat, mengatakan bahwa karyawan kita memplagiat. Apakah kita memplagiat? Sama sekali tidak!

-Xi Ye! -Aku yang memplagiat. Kamu bilang apa? Aku bilang, aku yang memplagiat. Kamu memplagiat karya orang lain? Iya. Tadi di luar ada beberapa orang mengatakan… ternyata benar? Bukan menipu kita? Tidak. Alasannya? Waktu terlalu sempit, aku tidak bisa mendesignnya. Waktu terlalu sempit, tidak bisa mendesignnya, betulkah? Waktu terlalu sempit, kamu tidak bisa mendesignnya,

Apakah kamu boleh memplagiat? Kamu menipu aku! Ren He! Tadi aku bertengkar dengan orang-orang itu… mempermalukanku! Waktu terlalu sempit, maka kamu tidak bisa mendesignnya. Kalau kita tidak punya uang, maka kita bisa menggelapkan uang? Kamu sekarang dengan dua ampas di luar itu apa bedanya? Aku tanya kamu, apa bedanya? -Xi Ye.

Kak Ren He, kali ini masalahnya pasti ada karena dan penyebabnya… Kamu tahu dia tinggal bersama dengan neneknya. Pada hari deadline neneknya tiba-tiba menghilang. Dia mencarinya semalaman baru dapat menemukannya kembali. Saat itu sudah sangat mendesak, jadi dia kembali dengan panik dan bingung. Jadi masalah ini kamu tahu, betul tidak? Aku tanya kamu, tahu tidak?

Aku tahu. Li Kai, kamu juga tahu, betul tidak? Kami juga baru saja tahu. Baru saja tahu. Sangat hebat. Tepuk tangan untuk kalian bertiga. Kalian bertiga hari ini membawa aku ke sini… apakah untuk menghentikan aku? Betul tidak? Xi Ye, kami hendak menjelaskan kepada Anda sebentar. Menjelaskan apa? Ren He, kamu sampaikan.

Katakan kamu tidak sengaja. Mohon maaf. Jangan katakan kepada aku mohon maaf. Aku tidak mau dengar. Kamu juga jangan bilang disengaja atau tidak disengaja. Aku hanya tahu, kamu sekarang memplagiat. Betul tidak? Ren He, kamu ingat waktu pertama kamu datang kepadaku… kamu bilang apa kepada aku? Kamu bilang kemampuanmu biasa-biasa saja.

Di mana untuk perusahaan-perusahaan besar, kamu tidak ada kesempatan. Kamu berharap aku memberikan satu kesempatan kepada dirimu. Membuat aku menunggumu. kamu ada obsesi dalam mendesign… Ini kamu yang bilang padaku. Betul kan? Aku telah menunggumu. Aku menunggu apa? Yang aku tunggu apakah… melihat kamu sekarang melakukan hal-hal buruk ini?

Xi Ye, Ren He baru sekali ini… Masih mau berapa kali lagi? Satu kali saja sudah ternoda…. Kamu tahu tidak? Ren He. Aku hanya bertanya kepada kamu… kamu sekarang pikir kamu layak untuk siapa? Kamu layak untuk semua orang, atau layak untuk diri sendiri? Aku layak untukmu. Aku masuk perusahaan ini tiga tahun,

Tidak ada hari yang memusingkan untuk dilewati. Kak Ren He, jangan diomongkan. Ren He, jangan dibicarakan lagi. Kamu sudah gila? Anda adalah atasan. Anda mau apa pun boleh. Hari ini suka yang ini, aku segera buat designnya. Esok hari materi berubah, aku segera mengubahnya. Aku telah kerjakan beberapa malam. Gambar yang telah diselesaikan…

Anda hanya lirik sebelah mata dalam tiga detik, dan mengembalikannya dengan tidak senang. Jadi kamu memplagiat orang lain, betulkah? Plagiat adalah kesalahan aku. Aku bersedia menanggung semua kerugian. Menanggung semua kerugian? Sekarang bagaimana menanggungnya? Sebelum kamu berikan aku gambar design… ada begitu banyak kesempatan… kamu tidak mengatakan kepadaku. Sekarang bagaimana kamu tanggung jawab kepada aku?

Aku bagaimana bertanggung jawab? Jika kamu benar-benar menyesalinya… setelah gambar design kamu berikan… mengapa kamu tidak mengatakannya? Sebelum dicetak mengapa kamu tidak mengatakannya? Atau aku akan pergi ke pabrik membuat pabrik berhenti bekerja. Bisakah aku membayar ganti rugi uang orang lain? Paling tidak dari awal kamu meneleponku memberi tahu kepadaku!

-Kamu ada bilang tidak? Sama sekali tidak! -Xi Ye. Xi Ye. Kamu maafkanlah Kak Ren He kali ini. Posisi dia sungguh tidak mudah. Beberapa waktu sebelum online, kami sungguh tidak bisa menunggu satu hari lagi. Dibagi menjadi 36 jam untuk digunakan, online maupun offline semua diperhatikan. Dan juga dia sering kerja lembur di kantor.

Aku sungguh memahaminya. Kamu memahaminya? Dengan siapapun kamu paham. Dengan siapa kamu tidak paham? Kamu kira kamu dipanggil Tutu (kelinci) maka kamu benar-benar adalah seekor kelinci. Kamu selain bertingkah imut, kamu bisa apa? Kamu memahami orang ini, memahami orang itu, apakah kamu paham aku? Siapa yang pekerjaannya mudah? Apakah pekerjaanmu mudah? Apakah pekerjaan dia mudah?

Apakah pekerjaanku mudah? Apakah aku memberikanmu uang kurang atau masih kurang bagaimana? Xi Ye. Kamu bicara sudah keterlaluan. Kamu murah hati dan tidak memperlakukan kami dengan buruk. Tetapi kami bekerja untuk mendapatkan uang, -bukan untuk menjual nyawa. – Jual nyawa? Cangkirmu tiap hari berisi sari goji. Kalau tidak ada pekerjaan, kamu main ponsel.

Kamu juga bermain dengan aku sepanjang hari. Begitu keluar pintu, sudah tidak terlihat. Apakah ini disebut menjual nyawa? Apakah kamu anggap aku ini panti jompo? Setiap hari aku harus lari keluar demi apa? Bukankah kamu yang sering menuntut pabrik ini? Kamu keras kepala, sehingga dengan satu kalimatmu menyerang mereka semua. Aku harus merendahkan diri

Agar kamu bersedia kembali. Apakah kamu mengira aku keluar dengan mereka untuk mandi? Halo. Aku sekarang sedang sibuk, siapapun jangan mengganggu aku! Ling Xi, kamu ada di mana? Di lantai 38 mendadak datang dua orang aneh. Mereka mengatakan mau membereskan masalah pemalsuan. Juga meminta uang dengan Paman Ling. Anak berhutang, orang tua harus membayar,

Itu harus, kalau tersebar keluar, bisa berakhir dengan buruk! Tunggu aku. Sekarang aku segera ke sana. Minggir! Aku beritahukan kalian ini berakhir buruk, dengar tidak? Keluar! Keluar! Semuanya keluar! Tempat ini adalah Wolf. Bukan tempat kalian membuat masalah. Mau meminta uang dari aku? Kalian ini melakukan pemerasan, tahu tidak? Bagaimana ini?

Sudah memplagiat masih tidak memperbolehkan orang lain bicara? Paman Ling. Tidak perlu terburu-buru menjelaskannya kepada mereka. Kita tunggu penyelidikan sampai jelas baru bicara. Tentu kalau Anda tidak bermaksud agar putri Anda sendiri membereskan keributan ini. Anda bertaruh saja, lihat ini betul tidak, tidak mungkin ada asap tanpa ada api. 浪

Siapa yang suruh kalian ke sini? Orang yang kalian cari adalah aku. Jika ada masalah langsung ke aku. Mau apa cari orang lain? Kalau kalian masih seperti ini, hati-hati aku melapor polisi! Ini… Rekam… Rekam ini…. Jalan. Jalan. Lapor. Lapor polisi kan? Rekam. Rekam. Lapor polisi kan? Baik. Kamu laporlah. Lapor polisi. Kamu lapor.

Ayo rekam. Laporlah! Baik. Segera kembali bekerja. Sebenarnya kamu ada memplagiat atau tidak? Aku sudah melakukan bisnis seumur hidup. Hal memalukan seperti ini aku tidak pernah lakukan sama sekali. Mengapa kamu bisa menjadi putriku? Ling Xi. Aku baru saja lihat tampilan toko Anda sudah tidak ada. Nomormu sudah diblokir. Apa?

Mau tidak kita berkencan hari minggu depan? Minggu depan pukul 7 malam di Taman Selebriti. Aku akan membungkuskan bakpao lezat buatmu. TIdak mungkin tidak datang kan? Halo. Aku tahu. Ling Yu. Maaf. Maaf. Aku benar-benar masih belum bisa naik bus Tiongkok. Aku salah naik satu kali. Kembali lagi satu kali. Yang ketiga kali, pengemudinya

Menyetir dengan ugal-ugalan. Aku hampir saja muntah. Tetapi aku sudah melihat pemandangan di malam hari. Sungguh indah. Tidak ada yang berebut denganmu. Tidak perlu makan seperti mesin penghancur kertas. Bukankah biasanya wanita takut gemuk? Mengapa kamu berani makan seperti ini? Mengapa membiarkan gemuk mempengaruhi selera makan? Coba katakan lagi. Bukankah aku masih ada senjata rahasia?

Lezat. Sungguh lezat. Aku dulu sungguh tidak mengerti. Kamu tahu tidak? Saat di luar negeri… aku sering mengunjungi forum Tiongkok. Aku ada kebingungan mengapa semua orang mengatakan tidak ada hot pot… yang tidak terselesaikan. Sekarang aku sudah percaya. Maaf. Permisi. Tambahkan kuah untuk Anda. – Kenapa? – Maaf. Maaf. Kesalahan aku. Maaf. Kenapa lalai? Tisu!

Terima kasih. Bagaimana? Sepertinya ada sesuatu memercik ke mataku. Sini aku lihat. Sudah baik? Sepertinya sudah. Mengapa kamu bisa begini? Mengapa begitu ceroboh? Maaf. Aku tidak hati-hati. Sudah tidak apa-apa. Kamu boleh pergi. Maaf. Aku benar-benar tidak apa-apa. Lagipula yang terpercik adalah mata, tidak mempengaruhi makan. Lezat. Sanangnya. Apakah kamu selalu demikian? Tidak.

Aku setelah datang ke Tiongkok baru bisa makan seperti ini. Aku dulu di luar negeri hanya makan sandwich, salad apa gitu. Kalau dipikir-pikir kembali… 18 tahun sudah makan sebuah padang rumput. Aku tidak layak menggantikan seekor domba kecil gemuk di atas padang rumput. Domba kecil gemuk sangat lezat. Aku bukan bertanya itu.

Yang aku tanyakan adalah mengapa kamu selalu bahagia? Aku punya sebuah teori. Ketidak bahagiaan masa lalu telah berlalu. Ketidak bahagiaan yang akan datang, belum tiba. Di depan mata begini banyak makanan enak, aku makan saja dulu, hati bahagia, baru bicara. Kamu punya lesung pipit! Sebelah sini ada satu. Sebelah sini juga ada satu.

Aku sangat iri padamu. Kamu tahu tidak, waktu kecil aku selalu berharap memiliki lesung pipit. Aku setiap hari menggunakan sumpit dan pensil menusuk ini. Tetapi mengapa tidak berhasil? Begitu aku menusuknya, ibuku langsung memukulku. Aku sangat iri padamu. Bukankah itu sesuatu yang selalu aku cari? Tiongkok sangat bagus. Sambil makan bisa menonton Opera Peking.

Ini bukan Opera Peking, ini Opera Sichuan berubah wajah. Opera barat daya. Bagus. Sangat luas dan mendalam. Hari ini sungguh beruntung. Tidak kukira hari ini sudah menyelesaikan dua jadwal dalam daftar keinginanku. Senangnya meledak-ledak. Kepribadian sudah meledak. Aku kira dengan IQ seperti dirimu… kamu tidak mau lagi keluar rumah. Mudah ditipu. Aku juga berpikir,

Jadi aku sangat membutuhkan seseorang di Tiongkok untuk menemani. Menemani aku untuk menyelesaikan daftar perjalananku. Bolehkah aku meminta bantuanmu? Aku? Aku di sini juga tidak ada teman. Jika kamu bisa membantu aku maka itu sangat bagus. Bolehkah aku menganggap kamu sebagai temanku? Kamu bilang, mengapa jadi manusia itu begitu kontradiktif? Aku ingin dia kembali

Tapi juga ingin dia tidak kembali. Tidak bisa. Aku harus cari sesuatu untuk dikerjakan. atau tidak, aku sering kali ingin menelepon dia. Kakak. Kenapa kamu ada di sini? Kamu sudah pulang. Kamu bilang sekarang menyewa untuk kamu hanya sementara. Apartemen aku ini akhirnya juga harus dijual. Aku juga tidak tahu kapan Tuhan memberikan seorang pembeli.

Orang lain sudah mengatakan rumah harus kosong, baru bisa membayar uang secara tunai. Kakak. Waktu aku menyewa rumahmu, Anda bilang uang sewa dibayar setengah tahun, aku sudah setuju. Aku baru saja tinggal satu bulan, Anda mengatakan setiap tahun akan naik 15%. Aku juga sudah setuju. Anda mau aku pindah sekarang tapi Anda lihat…

Sekarang jam berapa? Aku bisa tinggal di mana? Kamu sudah begini dewasa, masak tidak punya teman? Minta tolong. Satu malam begitu cepat berlalu. Kalau tidak, cari mantan suamimu. Baiklah. Aku usia juga sudah besar. Kamu bantulah aku. Aku sampaikan lagi. Aku akan kembalikan semua uangmu. Singkatnya, mohon kamu malam ini selesailan pemindahan. Besok pagi-pagi

Ada orang yang mau lihat rumah ini. Baiklah. Kunci ini aku ambil dulu. Kak! Segera ya! Segera. Kendaraan apa saja boleh berapa harganya pun bisa tolong Anda tanyakan dulu. Baik. Nona, mohon maaf. Anda belum membuat janji. Sudah sangat malam. Para pekerja ahli perusahaan kami sudah istirahat semua.

Bagaimana kalau Anda lihat besok pagi, bisa tidak? Kalau begitu, sudahlah. Terima kasih. Tolong cepat sedikit. Masih ada berapa? Masih ada dua. Aku hanya supir juga bukan perusaahaan pindah rumah. Mohon maaf, Pak. Aku akan memberi Anda tambahan. Dasar kamu ini. Terima kasih. Aku tanya kamu. Mengapa kamu tidak lebih awal meneleponku?

Tengah malam begini kamu keluar dari rumah… membuatmu basah kuyup kehujanan pindah ke hotel ekspres, pantaskah? Berikan aku kontraknya. Sudahlah. Kenapa dianggap selesai? Aku bilang padamu, dia melihatmu hanya sendirian mudah digertak. Sekarang aku akan mencari dia buat perhitungan. Pemilik rumah seperti ini… lebih awal tidak ada juga lebih bagus. Aku sungguh tidak mengerti…

Sebenarnya karena apa? Mengapa kamu segala hal selalu berpikir menghindar dan mengalah? Baik. Anggap saja pemilik rumah memang ada kesulitan, bagaimana dengan Chi Xu? Bagaiamana dengan masalah Chi Xu? Kamu mengalah seperti ini aku sungguh tidak tahu bagaimana akhirnya caramu bisa hidup? Masalahku pribadi, aku bisa pikirkan cara penyelesaiannya sendiri. Aku sudah tidak marah.

Kenapa kamu yang marah? Karena aku sayang padamu. Maaf. Aku lepas kontrol. Terakhir kali setelah pertemuan kita aku berpikir sangat lama. Terus? Kali ini pulang aku berpikir masalah perceraian aku mau aku beritahukan orang tua aku. Tetapi bagaimana caraku membuka mulut? Anak dari keluarga yang satu generasi denganku… sudah masuk kuliah. Lalu kamu mau aku

Beri tahu orang tuaku aku sudah cerai. Hidupku kembali ke nol lagi. Apakah aku harus mulai lagi dari awal berdiri di garis start? Kehidupanmu tidak perlu harus kamu jelaskan kepada siapa pun. Aku bahkan tidak bisa menjelaskannya pada diriku sendiri. Aku sudah melewati usia masa di mana aku bisa memilih sesuka hati.

Ketika aku berusia di awal 20 tahunan… Aku menaruh semua harapan aku pada diri Chi Xu. Aku mengira dia bisa selalu berjuang maju demi diriku. Daripada mengatakan sepenggal hubungan itu dia telah mengecewakan diriku,. lebih baik katakan saja aku yang terlalu bodah dan terlalu naif. Aku tidak sama dengan dia.

Aku tidak bisa dibandingkan dengan dia. Aku tahu. Kamu lebih muda daripada dia. Kamu lebih selektif daripada dia. Tetapi aku yang berbeda, aku adalah seorang wanita yang pernah bercerai. Aku harus belajar lebih banyak pelajaran dari kehidupan. Seperti sekarang pindah rumah pada larut malam begini… bukanlah yang pertama juga bukan yang terakhir.

Jika aku hanya mencari sebuah kenyamanan untuk suatu waktu sehingga minta pertolongan orang lain, bukankah aku mengulangi kesalahan yang sama? Jadi ini adalah alasanmu menolak aku bukan? Terakhir kali di jalan ini minum, kamu bilang mencintaiku, aku sudah mempertimbangkannya sejak lama. Usia kita jauh berbeda, pengalaman juga berbeda. Aku tidak bisa menerimamu. Baik.

Aku sudah paham. Tetapi aku sama sekali tidak setuju. Aku sungguh tidak paham wanita seperti kamu mengapa mau menjadi seperti seekor ikan layur? Dibagi menjadi bagian-bagian. Bagian pertama. Sebelum usia 18 tahun. Kalian bisa memakai baju berwarna pink, bisa bermanja-manja dengan pacardan berlaku imut. Sampai ke bagian kedua, mungkin kurang lebih usia 25 tahun.

Kalian mulai terburu-buru untuk menikah. Saat di sisinya tidak ada pacar, merasa dirinya sangat berbeda. Kemudian, bagian ketiga yaitu kamu yang sekarang. Selalu mengelompokkan diri sendiri sebagai wanita paruh baya. Topiknya selalu yang dibicarakan adalah usia. Segala sesuatu selalu disangkutpautkan dengan usia. Aku sungguh tidak mengerti mengapa. Aku tidak mengatakan demikian.

Tetapi dalam hatimu berpikir demikian. Sendiri merasa sudah tidak kecil lagi. Tidak mungkin membuat kesalahan lagi. Apakah cara berpikir seperti ini tidak bodoh? Apakah bodoh? Sangat bodoh. Aku tanya kamu, jika saat ini kamu usia 18 tahun berpacaran, lalu putus. Kamu masih bisa seperti sekarang gemetar ketakutan, menganalisa masa lalu untuk melihat prospek masa depan?

Kamu adalah kamu. Yang aku cintai adalah kamu yang seperti ini. Betul. Kamu lebih besar dari aku, tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi untuk aku itu bukanlah suatu perbedaan, hanya tidak sama. Aku boleh tidak memohon kepadamu, jangan menggunakan alasan yang sudah tidak kuat lagi agar aku meninggalkanmu? Bisa tidak?

Tidak peduli kamu bagaimana bicara, aku tidak bisa menerima dirimu. Baiklah, sampai di sini saja. Hari ini, berterima kasih padamu. Kita bertemu lagi lain kali. Baik. Chu Shi (menyimpan waktu). Namamu Chu Shi ya? Apakah waktu juga bisa disimpan? Meskipun waktu akan berlalu, tetapi kenangan bisa dikumpulkan. Letakkan momen indah di dalam hati.

Itulah cara menyimpan waktu. Aku sudah lupa sama sekali, kamu masih menungguku. Sudah bangun? Kamu sudah pulang? Di luar hujan, kamu tidak apa-apa? Tidak apa-apa. Setelah hujan reda aku baru jalan pulang. Tidak basah kuyup. Masalah dalam pekerjaanmu bagaimana? Sudah tidak masalah. Semua sudah dibereskan. Setelah kamu pergi, ada yang mengirim barang ini.

Bagus tidak? Untuk kamu. Bagus. Sekarang aku ada kabar baik dan kabar buruk. Kamu mau dengar yang mana? Aku tidak suka membiarkan kesedihan aku di paling akhir. Jadi aku mau dengar kabar buruk dulu. Kabar buruknya adalah sebenarnya aku selalu tahu kamu sangat ingin tahu pengalaman hidupmu. Jadi aku sangat ingin membantumu

Membawa orang tua kandungmu kepada dirimu. Tetapi aku masih belum mendapatkan mereka. Tidak bisa membantumu. Minta maaf ya. Kamu minta maaf apa dengan aku? Aku sejak awal sudah menganggap dirimu adalah keluargaku. Aku tinggal di sini, kamulah semua alasanku. Baiklah. Sudah saatnya kabar baik. Kabar baiknya adalah aku sudah mendapatkan KTP-mu. Jadi, lihat.

Aku mendapatkannya dari Paman penjaga hutan. Xia Ye. Nama ini adalah pemberian dari Paman penjaga hutan. Xia Ye. Aku rasa sungguh nama yang enak didengar. Aku diambil di alam liar. Kakek demi memberiku sebuah nama, jadi mengijinkan aku mengikuti nama keluarganya. Sehingga aku dipanggil Xia Ye. Kamu jelas-jelas tahu kamu punya nama,

Kenapa kamu tidak memberi tahu padaku? Malah membiarkan aku memanggilmu sembarangan. Tidak sembarangan kok, aku sendiri suka. Terima kasih padamu. Tidak perlu. Aku tahu, waktu kamu rekam video denganku, aku perhatikan kamu digigit. Sebenarnya kamu tidak sedang liburan, tetapi karena aku. Betul tidak? Itu semua hal kecil. Tidak perlu dipikirkan lagi.

Sekarang kamu sudah menjadi orang yang punya identitas. Sekarang kamu sudah punya identitas, nanti kamu mau melihat aku, kamu bisa kembali melihat aku. Meskipun aku tidak tahu kamu bisa tidak kembali untuk melihat aku. Tetapi aku tahu, kamu sangat merindukan kehidupan di hutan. Aku juga berharap, kamu bisa menjalani hari-hari yang kamu sukai.

Aku pasti bisa datang untuk melihatmu. Oh ya, masih ada satu kejutan lain untukmu. Tunggu ya. Anda tunggu sebentar ya. Halo. Xiao Ye. Kamu apakah sudah lapar? Abang, terima kasih ya. Kamu tolong aku ajari Xiao Ye baik-baik ya. Anda sungguh tidak mau menelepon dia? Tidak. Tidak. Aku… Aku sesungguhnya tidak terlalu pandai bicara.

Setelah ayah aku pergi, aku juga sangat sedikit berbicara dengan Xiao Ye. Hanya seperti…. Xiao Ye, apakah kamu sudah makan? Xiao Ye, aku mau jalan. Seperti…. Bolak balik hanya beberapa kalimat itu saja. Xiao Ye juga tidak terlalu aktif berbicara dengan aku. Aku… Sebenarnya beberapa tahun ini, aku juga tidak berbuat apa.

Sebenarnya dia sangat mengingat Anda dengan baik. Masih ada kakek penjaga hutan. Dia sering memberi tahu aku tentang Kakek penjaga hutan. Dia mengatakan kakek mengajarinya bicara, membantu dia cuci rambut, juga mengajarkan dia busur dan anak panah. Dia masih ingat. Dia masih ingat. Betul. Dia masih ingat semuanya. Aku sudah pensiun.

Aku… Aku sudah tidak menjaga hutan itu lagi. Kamu… kamu nanti jaga diri sendiri baik-baik. Sampai jumpa lagi, Xiao Ye. Setelah kakek meninggal, aku ada suatu waktu tidak ingin bertemu dengan orang. Aku hanya ingin hidup seorang diri. Berkat perawatan paman. Dia dari jauh selalu memperhatikan diriku. dan selalu menjagaku.

Jadi aku bisa tumbuh begini besar. Tadi kamu ada mengetuk meja dua kali, artinya apa? Aku… itu mewakili rasa terima kasihku. Setiap kali paman, waktu keluar untuk memberikan pinjaman buku kepada aku, dia bisa meletakkannya di depan pintu aku. Aku biasanya mengetuk lantai dua kali untuk mewakili rasa terima kasih. Ling Xi,

Terima kasih juga atas segala yang telah kamu lakukan buat aku. Buat apa bicara yang begitu menyedihkan? Jangan bicara hal itu lagi. Mari kita rayakan ulang tahunmu. Bagaimanapun, kamu harus merayakan hari ulang tahun. Betul tidak? Nyalakan lilin dulu. Tunggu dulu, jangan ditiup dulu! Harus buat permintaan dulu. Buat permintaan, itu tangannya begini.

Taruh permintaan yang ingin dicapai di dalam hati, mimpi yang ingin diwujudkan letakkan di dalam hati secara diam-diam. Seperti kereta api yang akan saling melintas, tidak benar-benar bertabrakan. Menjadi seorang dewasa yang matang, berarti memilih pada waktu yang tepat, berbelok ke arah yang salah pada persimpangan jalan. Tidak seharusnya mengubah arah jalan orang lain,

Meskipun harus berhadapan dengan kehidupan. Walaupun hanya sesaat. Sangat singkat. Selamat ulang tahun. Tadi aku membuat permintaan… Tidak boleh diucapkan. Kalau diucapkan, tidak akan terkabul. Kamu adalah bintang ulang tahun. Jadi, kue ultah kamu potong sendiri. Tetapi harus ingat, tidak boleh potong dari tengah. Jika dipotong dari tengah seperti membelah dua. Harus potong dari tepi.

Setelah dipotong, segera dimakan. Kalau tidak, ketinggalan bus terakhir. Kenapa? Sebenarnya kamu tidak mau aku pergi. Betul tidak? Mereka bilang, wanita mengatakan iya, sebenarnya adalah tidak. Apakah kamu tidak mengharapkan sebuah gambaran waktu yang sempurna? Jika kamu tidak mau membiarkan aku pergi, aku bisa… Tidak ada orang yang sanggup menggantikan teman-teman di hutanmu.

Tidak ada orang yang sanggup… membantumu menghapus ingatan tentang mereka. Kamu bisa menemaniku di sini sekian lama ini sudah sangat membantuku. Jika aku tetap membuatmu tetap tinggal di sini, maka akulah yang sebenarnya terlalu egois. Sekarang kamu sudah bebas. Potong dari mana? Kunci ini dan ponsel aku juga tidak akan pakai lagi. Aku kembalikan kepadamu.

Kuncinya aku ambil. Ponselnya kamu simpan saja. Siapa tahu nanti masih dipakai. Aku tidak akan pakai. Oh ya. Ini juga aku berikan padamu. Ini… Ini tidak bisa. Gigi serigala ini untukmu sangat penting. Aku tidak mau. Demi memberikannya kepadamu, aku telah memolesnya kembali. Waktu aku kecil dulu, Bahaya macam apa pun yang aku temui,

Serigala kecil yang aku besarkan, dia bisa langsung melindungi aku di depan. Kemudian dia tertembak, dan cederanya sangat parah. Akhirnya meninggal juga. Jadi aku selalu memakai gigi serigala ini. Dia selalu melindungi aku. Sangat manjur. Tidak mau. Kamu pakai dia, sama seperti aku ada di sisimu. Selalu menjagamu. Terima kasih. Oh ya.

Kalian bagaimana mengucapakan selamat tinggal? Kami tinggal mengucapkan selamat tinggal. Buat apa mengucapkan selamat tinggal? Antar sana antar sini, tidak ada habisnya. Kamu juga harus ingat. Jangan mengucapkan selamat tinggal. Jangan mengucapkan sampai jumpa. Jangan melambai, juga jangan membalikkan kepala. Kamu langsung naik bus saja. Semoga selamat selama perjalanan. Pergilah. Maka cara kalian ini

Sangat menyebalkan. Kita gunakan cara binatang untuk mengucapkan selamat tinggal. Aroma tubuhmu, aku bisa selalu ingat. Baik. Pergilah. Bus lagi tunggu kamu. Pergilah. Pergilah. Semoga selamat sampai tujuan. Sampai ketemu. Xi Ye. Dengan penuh kebimbangan, aku masih memutuskan untuk menulis surat pengunduran diri ini. Surat pengunduran diri ini, tidak disampaikan dengan tata krama yang pantas,

Juga tidak ada kata-kata seperti terima kasih pelatihan dari perusahaan. Alasan seperti itu. Suratnya hanya berisi kata-kata sederhana. Kalian dulu membuat namaku menjadi gurauan. Terdengar seperti Li Kai (berpisah) Aku memikirkan berbagai macam cara untuk mengucapkan selamat tinggal. Senang, hangat, kecewa, syukur, dan lainnya. Tidak pernah terpikirkan berpisah dengan hati sedih. Tiga tahun ini,

Kontribusi kami dihargai dengan setimpal. Namun, Anda mengucapkan sepatah kata, semua usaha kami dihapus begitu. Sepertinya tidak peduli, menganggap kami semacam mesin pabrik yang telah diatur ulang. Jika aku tahu dari awal bahwa tiga tahun kemudian bisa berakhir dengan cara seperti ini, maka aku lebih suka tidak pernah memulai… impian di awal mula.

Surat pengunduran diri ini… untuk aku sungguh melegakan. Mungkin untuk Anda, hanya berarti sama saja. Kondisi badanmu bagaimana? Mau tidak periksa ke rumah sakit? Aku baik saja. Awalnya pinggang sudah tidak baik, masih lagi ada ulah dua anak muda. Mengapa bisa terjadi? Hanya dua bajingan kecil. Tidak ada yang luar biasa. Kalau tempatkan sepuluh tahun

Yang lalu pun tidak bisa membuat mereka jera. Xiao Yu. Aku lihat, mengapa bagian keamananmu sangat tidak kompeten? Benarkah tidak bisa menghentikan mereka. Situasi saat itu sangat mendesak. Juga katanya mereka datang untuk mencari Ling Xi. Jadi bagian keamanan juga tidak menjaga dengan benar. Berbisnis, tidak mengatakan dengan jujur dan membuat seluruh bangunan menjadi kacau.

Membuat aku kehilangan muka. Sudahlah. Tidak masalah. Kamu jangan salahkan Ling Xi lagi. Kamu memikirkan dia sendirian di luar berusaha mandiri sungguh tidak mudah. Membuka sebuah perusahaan, masih harus bayar kredit rumah, dan masih harus bayar kredit mobil. Masalahnya ini, pasti masih banyak kekurangan uang. Haruskah kita membantunya? Jalan dia sendiri yang pilih.

Walaupun kaki berlumur darah pun, dia juga tetap harus menjalaninya sendiri. Ayah, departemen kami kebetulan membutuhkan seorang manajer copywriting. Cara berpikir Ling Xi bagus, juga paham tentang pemasaran. Bagaimana kalau pada saat yang tepat, biarkan dia bekerja kembali bersama Wolf. Dengan kepribadiannya yang tidak suka siapapun, menempatkannya di departemen apa pun,

Sama saja seperti sebuah bom waktu. Orang-orang yang harus menyelesaikan kekacauannya. Mari makan. Kalian makan dulu. Design seperti ini, sampah di jalanan masih lebih baik daripada kalian. Mengambil barang dari kios murahan, disamarkan menjadi produk original. Bawang mau menjadi bunga bakung? Otak sudah tertipu sup merah? Sembarang gambar dengan kaki pun,

Bisa sepuluh kali lebih indah. Anjing tukang plagiat! Tidak ada teman! Petarung di antara orang tak berguna! Benar-benar pecundang yang tak berguna! Sekelompok pendekar keyboard tak berotak! Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing

Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku

Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil

Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku