【FULL】My Mowgli Boy EP4【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia Memeluk langit yang biru
Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah Menghirup udara yang sama
Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 4 Apa yang kamu lakukan? Kenapa minta aku menyentuh kepalamu? Tidak mau. Cukup berkarakter juga. Baiklah. Menyentuh kamu sedikit..
Terima kasih ya untuk tadi. Yang patuh. Lapar! Ya, sudah tahu. Satu porsi potongan bistik, dua gelas air putih, mohon dipercepat, terima kasih. Baiklah, silahkan menunggu. Daging. Betul, daging…daging…daging… Ternyata orang ini seenaknya juga. Kalau sedang di luar, tidak boleh jongkok seperti itu, tahukah kamu? Coba kamu lihat bagaimana orang lain duduk, lihat aku juga,
Duduk seperti ini. Duduk seperti ini baru beretika. Turunkan kakimu ke bawah, turunkan kakimu, seperti aku begini. Benar, seperti itu. Mantap. Duduknya begitu saja. Taruh di sini saja, terima kasih. Lihat pisau dan garpu ini? Ini adalah bistik. Nanti pakai pisau ini, Mowgli, Seperti ini cara memotongnya, lalu taruh di mulut menggunakan garpu, mengerti?
Mari, makan dulu. Setelah menyantap makanan ini, tidak tahu hidangan berikutnya bisa membuat kamu kenyang atau tidak. Cepat dimakan. Cara pegangnya salah, pisau di sebelah sini, yang garpu di sebelah sini. Ya, seperti itu. Potong begini. Kamu ya, jangan terlalu mudah percaya orang, mengerti? Biarpun mereka memberi kamu makan daging,
Belum tentu mereka itu orang baik-baik. Terkadang, yang paling menakutkan itu adalah manusia. Kalau, kamu bisa meninggalkan tempat ini, jangan pernah kembali ke sini lagi. Makanlah. Bagaimana dengan kaki kamu, sudah lebih baik? Padahal tujuan ke sini untuk mencampakkan dia, kenapa bisa tiba-tiba muncul rasa simpati? Aku pergi ke toilet sebentar,
Sebentar saja akan kembali. Kembali. Akan kembali. Guru sohib ini… Wali kelas kami. Malang sekali aku. Turut berduka… Terima kasih untuk kepala sekolah kita yang telah membawakan kita pidato sebagus ini. Apa maksudnya buka semua botol ini, untuk mandi ? Tapi aku berpikir dia bertingkah bodoh seperti ini, apakah ada masalah dengan kepalanya?
Dia jauh lebih pintar dari kamu, tidak seperti seseorang, tanpa aku, botol airpun tidak bisa dibuka. Aku belum tahu, luka cederanya masih membuat dia menderita atau tidak, masih berdarah tidak. Buat apa aku mengkhawatirkan dia, tidak gampang bagiku mengirim dia keluar. Sudah mempersilahkan dia pergi. aku merasa senang saja belum sempat. Lagipula,
Aku masih mengajak dia makan bistik, bistik yang begitu mahal, kamu sudah berbuat baik hati ke dia, jangan memikirkan dia lagi. Benar juga, mari bergembira. Selanjutnya, mempersilahkan perwakilan murid dari angkatan ini, Fu Xiaosi, untuk naik ke atas panggung. Luar biasa! Pak, bisakah kamu menungguku di depan pintu gerbang? Aku segera ke sana. Terima kasih.
Belakangan ini, tersangka dalam foto ini terkait dengan beberapa kejahatan di sekitar sini dan menggunakan pisau untuk merampok beberapa wanita. Kamu wanita seorang diri, harus lebih waspada di malam hari. Siapa di sana! Mengagetkan saja, ternyata cuma seekor anjing. Membuat kaget saja. Pak, ke arah Mall YiTianDi, mohon lebih cepat ya.
Sekarang sudah pukul setengah sepuluh, jam sepuluh sudah tutup pintu. Lebih cepat, terima kasih. Pak, bisakah kamu lebih cepat? Terima kasih. Halo , apa kabar. Apa kabar, aku sudah menunggumu sepuluh menit, di mana kamu sekarang? Cari siapa? Supir taksi. Kamu memintaku menunggu di depan pintu gerbang, Supir!
Aku akan membatalkan pesanan kalau kamu tidak datang. Bukan begitu, aku sekarang sudah berada di dalam… Biarkan aku keluar! Jangan bergerak, duduk baik! Tolong! Duduk baik! Tolong aku! Mowgli! Mowgli! Mowgli! Mowgli! Turun! Kak, kakak. Kak. Semua barang berharga yang melekat dibadanmu, keluarkan semua! Aku, aku, tasku ada di dalam mobil,
Semua barang berhargaku ada di sana, Kamu ambil saja semua. Asalkan kamu tidak melukaiku, kamu boleh ambil semuanya. Apa yang tergantung di lehermu itu? Baik, baik, aku kasih kamu sekarang. Cepat sedikit kamu. Ling Xi, jangan takut, ada aku di sini. Mowgli! Mowgli! Siapa di sana? Siapa yang tangkap dia, bawa masuk dulu. Sini, jalan!
Jalan! Sangat memuaskan, sangat menyenangkan. Pahlawan wanita zaman dulu juga sama seperti ini bukan? Seharusnya tadi aku mengambil foto, ambil foto sekali, setidaknya dapat kuceritakan sampai untuk setengah tahun, masih bisa dipercaya orang-orang. Sangat disayangkan. Aku belum menanyakanmu, bagaimana kamu bisa menemukanku? Sudah zaman apa ini, masih menggunakan trik telepati seperti ini.
Sayang kamu tidak bisa berbicara, kalau kamu bisa berbicara, situasinya akan lebih mengerikan. Baiklah. Ayo jalan. Aku… selalu menunggu. Kamu bilang, sejak kemarin berpisah, kamu selalu menungguku? Kamu sudah datang, aku gembira. Oh,ya hari ini aku… Apakah kalian berdua masih mempunyai rasa manusiawi, bermesraan di depan kaum lajang. Bisakah sedikit menghargai,
Baru saja merasa sembuh dari perasaan setelah diusir keluar rumah oleh istri. Maaf mengganggu kak. Maafkan kita, maafkan. Jangan bergerak dulu. Bengkakmu sudah mirip seperti seekor unta, harus ditempel sebentar. Ada apa? Ekspresimu terlihat seperti kesakitan, menderitakah? Kalau orang lain bertanya padamu, kamu harus jawab, orang lain berbuat baik padamu,
Kamu juga harus berbuat baik kepadanya juga, ini merupakan dasar dari tata karma di kehidupan sosial zaman sekarang. Mengerti? Hangatkah? Kalau sudah merasa hangat, kamu harus bilang. Hangat tidak? Panas!! Panas!! Panas!!! Panas!!! Katakan dari awal, kamu merasa panas tapi tidak bilang, kamu anak bodoh bukan? Sudah merah begini. Apa aku salah mengingat?
Mungkinkah kain kompres yang dingin? Tunggu sebentar. Sudah datang. Kali ini pasti sudah benar. Tahan sedikit. Kamu tahu tidak? Kalau penggemarku tahu di tengah malam, aku merawat seorang pria di kamarku, mereka bisa membakarmu sampai abu. Mengingat kamu sudah menahan kayu itu demi aku, aku harus membalas hutang budimu ini. merasa sedikit nyaman? Ada apa?
Kamu ingin aku mencuci rambutmu? Tidak akan! Ya sudahlah. Melihat mata besarmu yang merasa tidak bersalah itu, aku bantu kamu mencucinya. Tunggu di sini. Sungguh penasaran. Dulu ketika masih di hutan Bagaimana kamu mencuci rambut? Kalau musim panas aku masih bisa paham, tapi di musim dingin, airnya begitu dingin. Atau
Kamu tidak pernah mencucinya selama ini? Bau…bau…bau… Aku tunjukkan kamu sebuah sulap, mau lihat tidak? Lihat baik-baik. Saksi keajaiban, Sudah melihat belum? Hebat tidak? Sewaktu aku masih kecil, sering ditinggal sendirian di rumah. Kalau sedang tidak ada kegiatan, aku suka membuat gelembung-gelembung seperti ini. Ini merupakan kungfu anak laki-kali, sangat hebat. Ingin mencoba?
Ulurkan tanganmu ke sini. Tangan. Begini, Seperti aku, Pelan-pelan membukanya, tiup! Kenapa kamu meniup ke arahku? Membuat kesal saja. Benci aku. Sini aku bantu keringkan. Aku tidak tahu bagaimana caranya kamu bisa tumbuh sebesar ini. Jangan bergerak dulu. Kamu memang sangat aneh. Kadang bertingkah seperti seorang manusia, kadang seperti seekor hewan.
Bagaimana caranya kamu tumbuh dewasa di dalam hutan, di sana tinggal di mana? Menurut Tang Cheng, kamu pernah hidup bersama manusia, kalau begitu kamu punya kerabat keluarga? Keluarga? Mau dikejar bagaimanapun tetap tidak terkejar. Mangsamu sudah kabur, kamu sedihpun tidak ada gunanya. Itu namanya hukum rimba, yang kuat memangsa yang lemah. Kalau kalah bersaing,
Mungkin tidak akan bertahan hidup. Mau menjadi seorang pemburu yang hebat, harus lebih hebat dari mangsanya, dan harus lebih pintar juga, mengerti? Ambil ini. Buat aku? Tentu saja. Sini. Pegang di sini,. bantu aku memegangnya. Sini, siap? Satu, dua, tiga! Sebenarnya aku merasa kagum dengan kehidupan kalian. Kehidupan yang kalian jalankan, seharusnya sangat sederhana bukan?
Suka dengan siapa lalu bersama dengan siapa, tidak perlu mencari tahu lagi, tidak perlu menahan diri juga tidak perlu menarik perhatian dari yang lain. Kamu, kakek pernah berkata, untuk menjadi seorang pemburu yang hebat, tidak boleh membatasi diri sendiri, harus lebih galak dari mangsamu, dan lebih pintar juga. Ternyata kamu bisa berbicara juga,
Bukan hasil menirukan orang lain. Sebelumnya Tang Cheng pernah berkata kepadaku, ada orang bisa seperti ini, itu karena otot rongga mulutnya bermasalah, makanya sulit untuk berbicara. Aku masih belum bisa percaya, tidak menyangka kamu benar bisa berbicara. Apa lagi yang bisa kamu ucapkan? Coba ucapkan ke aku sekali lagi, ucapkan sekali lagi.
Ceritakan tentang kisah Anda. Kurang ajar kamu, Aku begitu baik terhadapmu, kamu malah mengibaskan rambut ke arahku. Gang, biarkan aku mengambil 1 lagi. Gang! Betul, betul. Dapat ini, Gang buka lagi. Dapat…dapat…dapat… Dapat juga!!! Tidak mungkin! Tidak, tidak! Gang bunga. Kalian lihat, sudah streak Gang bunga, sudah Gang bunga. Perhatikan dengan jelas. Selamat ya, selamat.
Keberuntungan tanganmu lumayan juga. Ayo lanjutkan lagi. Dua hari terakhir ini tangan istrimu sungguh beruntung. Sudah pasti itu. Ibu, aku pulang. Sudah pulang? Zi Yue sudah kembali. Apa kabar bibi? Ayah, aku pulang. Zi Yue sudah kembali. Zi Yue, ambil ibu segelas air. Zi Yue, mari ke sini. Kamu pasti punya uang koin,
Sini tukarkan bibi koin sepuluh yuan. nanti aku pulangnya naik bus. Zi Yue, mau minta tolong kamu tambahkan aku air putih, jangan lupa tambahkan Lycium cinensis di dalamnya. Terima kasih, terima kasih. Zi Yue, alat penggaruk punggung milik ayah, coba kamu carikan. Alat penggaruk punggung. Penggaruk. Hari ini anak kalian Zi Yue
Sepertinya ada yang tidak beres. Mohon maaf, bubar dulu, bubar dulu. Berhenti main dulu, berhenti main. Baru saja mulai kok disuruh berhenti main. Maaf ya, maaf. Tidak tahu hari ini anak kita kenapa. Mohon maaf, mohon maaf. Maaf ya, maaf ya. Mohon maaf sekali. Sana pergi, sana pergi lihat. Anak ini, Zi Yue! Zi Yue!
Zi Yue! Zi Yue, sedang sibuk apa? Aku lagi persiapan belajar. Persiapan belajar? Yang kamu pegang itu jelas-jelas sebuah buku manual tentang kebakaran. Lagipula kamu juga memegangnya terbalik. Ada perlu apa kalian mencari aku? Menurut kesimpulan aku dan ayahmu, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan ke kami. Tidak ada. Tidak ada?
Sudah seperti ini kamu bilang tidak ada. Katakanlah! Katakan dengan jujur, singkat dan padat. Baik, aku katakan. Aku punya seorang teman bernama Xiao Ming. Kamu? Ya, benar. Aku,. Aku menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita. Apa.. apa.. terjadi hubungan apa? Sudah sampai tahap apa? Apa sudah memegang tangan atau mencium bibir? Jangan-jangan kalian, sudah..
Aku sudah tahu, meminjam pada renternir. Apa yang kamu katakan? Aku tidak mungkin pinjam uang dengan orang lain. Benar juga. Aku rasa juga tidak mungkin. Putraku, dia.. tidak merokok dan tidak minum-minum, tidak main saham dan tidak berjudi, untuk apa pinjam uang dari renternir? Apa-apaan kamu ini. Aku tahu, pasti itu adalah hutang cinta!
Kurang lebih. Apa yang telah kamu.. lalukan pada perempuan ini? Bagus, bagus. Ganjalan batu yang ada di dalam hatiku, seketika jatuh sudah. Kamu lihat dirumu sendiri, Zi Yue. Selama ini, kamu tidak pernah membawa pacar wanita pulang. Aku selalu mengkhawatirkanmu, dengan siapa itu namanya, Zheng Li, anak lelaki itu,
Setiap hari hanya tahu ngobrol dan bermain bola mana ada niat untuk berpacaran. Putraku sudah punya pacar wanita. Putraku sudah punya pacar wanita. Sungguh bagus sekali. Tetapi jika kamu agak terlambat sadar, aku juga dapat menerimanya. Aku ini orangnya sangat berpikiran terbuka. Apa sih yang kalian bicarakan? Apa yang kamu bicarakan? Sudah selesai, belum?
Cepatlah, jika sudah selesai! Pakaianmu ini benar-benar luar biasa! Kamu kenapa? Lumpuh setengah badan? Sini, sini, sini. Jangan bergerak, aku ambil fotomu sebentar. Masih sadar akan privasi juga ternyata. Sini, sini, sini. Aku kasih kamu lihat fotomu sendiri, Lihatlah sendiri. Ini adalah kamu, lihat kan? Eh, cukup narsis juga ya. Apakah kamu mau foto denganku?
Kamu tidak kenal aku siapa, bukan? Aku tahu, kamu tidak kenal. Apa kamu tahu artis itu apa artinya? Aku di tempat ini, adalah artis populer internet yang sangat terkenal. Mungkin kelak kamu kembali ke hutan, tidak ada lagi kesempatan untuk foto denganku. Baiklah, aku biarkan kamu menwujudkan mimipimu. Ayo. Kita harus memakai pose ini,
Pose ini artinya adalah memberikan hati, seperti aku sangat senang bersama-sama denganmu, apa kamu mengerti? Nanti aku katakan, satu, dua, tiga, kita katakan bersama, Cheseeee…. mengerti? Satu, dua, tiga. Cheseeee…. Apa yang kamu lakukan? Kamu mau menggigitku? Aku beritahukan ya, jika aku terkena rabies nanti, pasti karena gigitanmu! Sudah, sudah, sudah selesai foto,
Kamu sudah boleh pergi tidur. Zi Yue, wanita itu, bagaimana rupanya? Cantik kah? Tubuhnya bagus? Apa pakerjaannya? Dia.. kepribadiannya cukup terbuka, dia seorang pengacara, bentuk wajah dan tubuh, semuanya sangat bagus. Kualifikasinya begitu bagus, dan juga satu pekerjaan denganmu, sangat bagus sekali, sungguh! Kualifikasi bagus atau tidak, satu pekerjaan atau bukan, semuanya itu tidak penting.
Yang paling penting adalah, lelaki harus berperilaku lurus, pekerjaan stabil, bertanggung jawab, jadi harus ada batasannya, apa kamu mengerti? Aku juga berpikiran seperti itu. Benar. Apa yang Ayahmu katakanbagus sekali Zi Yue, aku beritahu ya, berpacaran itu, jika kamu menemukan kesulitan, jangan pernah mundur. Itu sama dengan bermain mah-jong. Streak warnaku sudah tidak dapat tercapai,
Kalau begitu aku akan menggunakan cara pair kita pakai cara singkat. Asalkan kamu mau berusaha, kartu selanjutnya, kamu pasti bisa menang. Sudah, sudah. Kalian keluar saja dulu. Biarkan aku sendiri yang memikirkan. Kalian keluar saja dulu.. Bukan.. Aku katakan, biarkan aku sendirian menenangkan diri. Memikirikan? Oh.. memikirkan.. Baik, baik.. Kalau begitu, kamu baik-baik pikirkan.
Benar, baik-baik pikirkan. Baiklah.. baik-baik pikirkan. Pikirkanlah, pikirkanlah. Jangan beritaku teman mah-jong. Apa? Ternyata, kamu terus menatap brankasku. Kalau begitu, maaf membuatmu kecewa, di dalam sini, sama sekali tidak ada benda berharga. Baik, baik, baik.. Jika kamu tidak percaya, aku bukakan untuk kamu lihat. Verifikasi berhasil! Apa yang kamu lakukan? Apa ini? Aku coba lihat.
Kenapa aku tidak ingat pernah menaruh ini? Ini, gigi serigala? Aku tahu sekarang, kamu sedari tadi mengikutiku pulang, hampir saja merusak brankasku dan merusak sumber kekayaanku, semuanya demi ini? Apa benda ini sangan berharga bagimu? Bagiku beberapa benda ini juga sangat berharga. Tetapi, tidak pernah sekalipun aku mengirimkannya. Mungkin sedari awal sudah salah. Mungkin juga,
Sudah waktunya mengganti brankas yang lebih besar. Ayo bangun. Dulu kamu pernah menyelamatkan nyawaku, aku juga sudah membantumu menemukan barangmu, kita sudah tidak saling berhutang. Nanti ketika lukamu sudah sembuh, aku antarkan kamu kembali. Apa? Jangan-jangan.. kamu jatuh hati padaku? Ini tidak bisa, tidak bisa. Ini sungguh tidak bisa. Aku tahu,
Biasanya orang yang diam-diam cinta padaku, dan yang sangat menyukaiku, sangatlah banyak. Tetapi, aku ini sangat setia. Lagipula, tipemu seperti ini, aku tidak dapat menerimanya. Sekarang juga pergi. Kamu ini terlalu dingin. Baiklah, baiklah, baiklah. Besok pagi-pagi, besok pagi-pagi, aku antarkan kamu kembali, bagaimana? Tidurlah. Dulu aku telah meninggalkanmu… Maaf ya.
Manusia bukankah makhluk yang paling kuat? Kenapa terhadap benda yang tiba-tiba memasuki kehidupan, begitu penuh dengan permusuhan? Kita berusaha keras membangun daerah kekuasaan, seperti binatang yang mengandalkan air seni untuk menentukan wilayah mereka. Pada intinya, Selamat malam. Selamat malam. Bahkan setelah menguasai seluruh bumi, tetapi masih ada banyak manusia, yang merasakan kesepian di malam hari.
Mungkin juga, permusuhan disebabkan ketakutan, dan kita hanya berpura-pura menjadi kuat. Tang Cheng, kamu sudah mati ya? Sudah kuduga, kamu akan tiba-tiba menyerang. Dasar wanita sialan, tidak menghubungiku seharian ini. Jika aku tidak menghubungimu, kamu juga tidak menghubungiku, begitu? Masalahnya, aku tahu kamu tidak mungkin tidak mencariku. Berhenti! Malam ini aku tidur denganmu.
Aku paling menyukaimu. Memakai payung buatanku sendiri, apakah ini akan berhasil? Apa yang kalian lakukan? Lisa, lari.. Rumor semasa di sekolah, begitu mudahnya tersebar. Apakah ini seperti kehidupan kita sendiri? Dapat membiarkan diri sendiri bertumbuh dan berkembang, menghadapi setiap tuduhan tanpa alasan orang lain, kita selalu berjuang keras untuk menjelaskannya. Lalu, semakin kita berusaha membuktikan,
Kita semakin marah dan cemas. Hari ini kamu.. mengapa begitu terburu-buru pergi? Perampok?! Kamu baik-baik saja, kan? Kamu masih mengerti perhatian padaku? Jika saja, bukan si Mowgli itu yang menolongku, kamu sekarang ini sudah menjadi seorang janda, tahu? Kalau begitu, kamu tidak mengantarnya pulang itu, artinya kamu mendapat keberuntungan dari kemalangan, bukan? Tapi,
Kamu membawa orang seperti itu, tinggal di dalam rumah, apa ini baik? Tentu saja! Anak itu sekarang begitu menurut padaku. Lagipula, dia jauh lebih hebat darimu, matanya dapat melihat jauh, telinganya pun tajam, kepala perak dan lengan sekuat besi. Yang kamu bicarakan itu, Hu Luwa bukan? Mungkin saja. Tapi, yang paling membuatku penasaran adalah..
Mengapa dia seperti anak kecil begitu. Coba katakan, aku sebegitu teganya membuang dia, seharusnya dia membenciku, bukan? Tetapi, dia malah justru kembali menolongku. Kalau kamu bilang, dia itu polos, atau bodoh? Kamu tidak usah peduli dia polos atau bodoh, pokoknya, setelah kamu mengantarnya kembali, jodoh kalian akan berakhir. Setiap kali memikirkan untuk mengantar dia kembali,
Hatiku ada sedikit tidak rela. Mari, bersulang. Minum ya. Kemarin dulu, kamu membantuku kencan dengan Zheng Li, terima kasih sudah membantuku menahan Lu Ziyue. Kenapa kamu ini? Bagaimana cara kamu menahannya? Coba katakan. Ya…. Ditahan… Bukan cara menahan seperti yang kubayangkan, bukan? Bukan! Untung saja aku sempat menyadarinya,
Kalau tidak kamu sudah melakukan hal yang jahat. Aku mengira, seharusnya kalian tidak akan melakukan apa-apa. Tapi, raut wajah tidak senangmu ini, ada apa? Tidak usah dibahas, aku benar-benar sedang tidak beruntung. Terjerat… Bukankah ini kehebatanmu? Dulu, kamu mempunyai begitu banyak pacar, semua strategimu itu masih aku ingat sampai sekarang.
Sekarang saja, masih ada mantan pacar, agar dapat menyembuhkan diri dari sakit hati, sampai berkeliaran di berbagai negara di luar negeri. Semua itu dapat kamu atasi. Hanya seorang Lu Ziyue saja, bagaimana mungkin tidak bisa kamu atasi? Benar! Masalahnya, aku tidak menyangka begitu kebetulan. Minggu lalu, bukankah aku sudah menerima satu kasus perceraian?
Istri klienku itu, mengundang Lu Ziyue sebagai pengacaranya. Bunga jelek ini benar-benar mencari perhatian… Jika mau dibahas, sepertinya Zheng Li yang lebih dulu mengancam. Nama pihak wanita itu.. Bai Yiling! Benar! Tapi Zheng Li ini, sepertinya memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Aku sudah memeriksanya, wanita itu, adalah sekretaris baru Kak Zheng Li.
Dan juga, aku pernah bertemu dengannya langsung. Orangnya sangat baik. Masalahnya adalah.. dia lebih tua beberapa tahun dari Kak Zheng Li, Zheng Li masih tidak dapat menerimanya. Jika dia tidak bisa menerima dia, dia masih ada kamu yang mau diterima, bukan? Aku baru sadar, kamu sungguh pandai bicara ya.
Semakin orang tidak mau mendengar, kamu semakin bicarakan, bukan? Sebagai hukuman, minum ini. Minum, minum, minum. Ayo. Habiskan! Tidak boleh tidur sebelum habiskan. Hari ini kamu, kenapa terburu-buru pergi? Sudah tidak sepagi itu. Baiklah. Apa kamu bersedia, menerima Nona Yan Mo, sebagai istrimu? Ya, aku bersedia. Nona Yan Mo, Mowgli, bangun!
Aku akan bertanggung jawab atas dirimu. Lama tidak berjumpa, kita berdua, bertemu lagi ya. Siapa kamu? Jangan bilang, kamu lupa padaku. Berikan beberapa petunjuk. Setengah tahun lalu, sekitar daerah pusat finacne. Apa sudah ingat? Four Season Bar. Berikan lebih detail lagi. Aku jatuh hati sejak pandangan pertama, secara terbuka, mengejarmu.
Aku masih ingat juga, kita berdua, telah melewati malam bahagia di bar. Kartu namamu saja masih kusimpan, Candy Chen. Pria Brengsek.. Oh bukan! Tuan Cha, bukan? Benar, Tuan Cha. Yang pada malam itu, ketika datang tagihan, langsung melarikan diri, bukan? Bukan, bukan. Waktu itu sungguh ada masalah mendadak. Malam ini pasti tidak akan begitu lagi.
Apa ada waktu? Tidak ada! Berdasarkan hubungan kita berdua, apakah bisa mengenalkan padaku, saham yang menguntungkan? Tentu saja! Biaya konsultasi tiga ribu. Kamu ini, tidak tahu diri ya! Kamu yang tidak tahu diri. Memaksa dan menguntit. Perilaku Anda sudah masuk kategori pelecehan, jika dianggap serius hukumannya minimal sepuluh.. sampai lima belas hari kurungan. Bagaimana?
Apa mau pergi ke kantor polisi sekarang denganku, biar kamu dapat membiasakan diri dengan kondisi disana. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata
Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing
Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku