【FULL】My Mowgli Boy EP8【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia

Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah

Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan My Mowgli Boy Episode 8 Kamu yang bermarga Tang! Aku peringatkan kamu, barusan kamu sudah sangat… berperilaku tidak sopan terhadapku.

Kamu percaya tidak aku bisa melaporkanmu? Ini ya integritas kalian sebagai pengacara? Kami sebagai pengacara memiliki integritas tersendiri. Tidak seperti seseorang… yang sudah menjadi seorang suami… tetapi tetap tidak tahu tanggungjawabnya. Banding pengacara kami sangat konsisten, tidak seperti seseorang… yang bodoh dan serakah, apa pun mau 2 kali lipat, bahkan menggugat pun ingin asuransi ganda,

Jadinya… gaga,l bukan? 1 lagi yang ingin kuberitahukan padamu, beristri 1 lebih baik. Aku tidak perlu kamu mengajariku, gugatanku sudah bulat! Baiklah, terserah Anda. Sebenarnya aku cukup senang juga… kamu bercerai, dan turut bersuka cita terhadap mantan istrimu, meskipun kita memiliki perselisihan, tetapi aku tetap memiliki integritas sebagai pengacara.

Jika di lain hari bercerai lagi, Kamu bisa mencariku, akan kuberi diskon 20%. Kamu lihat saja nanti! Menurutmu… apakah dia benar-benar sudah rela? Terima kasih atas perhatian dari Direktur Xiao Zheng, masalah perceraian ini sudah tertunda lama, Akhirnya berakhir juga. Kuberi tahu kamu, setiap kali menyelesaikan gugatan perceraian, klien pasti akan mengirimkan pesan yang sama.

Kamu jangan pernah mengira mereka… kelihatannya santai, sebenarnya mereka seperti senar regang yang… tiba-tiba terputus, menyeramkan sekali. Ada orang yang… mulai mabuk gila-gilaan, ada orang yang menangis… sampai gila, bahkan ada juga yang membotaki rambutnya. Masa sih? Apa seseram itu? Dia kelihatannya bukan orang seperti itu. Yakin? Kamu mengenal baik dirinya? Untung, rambutnya masih ada.

Kuberi tahu kamu, sekarang dirinya pasti sedang kacau sekali, nanti jika dia menggila… Kamu harus bantu aku menenangkannya, mengerti? Sudah datang ya. Silakan. Bersulang, bersulang. Ayo bersulang, bersulang. Bersulang. Kita juga bersulang. Bersulang. Bersulang, bersulang, bersulang. Terima kasih kepada kalian berdua yang telah membantuku, hari ini aku yang traktir, kalian makan saja sepuasnya. Pelayan,

50 tusuk, terima kasih. Tunggu sebentar. Banyak sekali. Mungkin karena sudah lama tidak makan… di tepi jalan seperti ini, aku rasa ini enak sekali, mungkin nanti… aku bisa makan banyak sekali, mungkin tidak bisa berhenti. Rambutmu… terlihat asli. Apa yang kamu katakan? Dia sedang bercanda. Bercanda. Lalu kenapa kalian tidak makan? Kenapa menatapku?

Makan, makan, makan. Makan. Meskipun kita sudah kenal lama, tapi… ini pertama kalinya kita makan bersama. Kenapa kalian masih malu-malu? Kalian kalah dengan ibu-ibu di sebelah, lihat mereka begitu terbuka. Bersulang. Ayo, bersulang. Bersulang, bersulang. Bersulang. Aku sudah bilang dia pasti tidak apa-apa. Ada 1 kalimat yang bagaimana bilangnya… Orang yang bisa makan dengan tenang,

Suasana hatinya pasti tidak akan terlalu buruk. Aku dan Ziyue sangat mengkhawatirkan dirimu barusan, khawatir kamu berbuat yang tidak-tidak, Tetapi sekarang kelihatannya… kami terlalu berlebihan. Benar, Apa yang harus dikhawatirkan? Bukannya tujuan bercerai adalah… melepas kesengsaraan hari ini, demi menyambut hari esok yang baru? Benar sekali. Aku bersulang untukmu. Mari, bersulang. Tunggu sebentar!

Kakak akan menyanyikan kalian sebuah lagu populer. Apa dia baik-baik saja? Zheng Li, Kemari… Ziyue, Kemari. Beri aku matahari, dan bawa pergi bulan yang kesepian di kegelapan, beri aku kekuatan… untuk berimajinasi keromantisan itu. Beri aku hujan gerimis, hapuskanlah kebingungan yang bukan menjadi milikku. Beri aku hembusan angin,

Bawa pergi awan hitam yang ada di atas kepalaku. Melepaskan kesombongan dan keras kepala… Suara Ziyue menyanyi… benar-benar jelek sekali, pantas saja semasa kuliah, dia tidak pernah ikut bernyanyi dengan kami. Aku memikirkan sebuah ide untuk mengerjainya, aku akan membuat dirinya… bernyanyi di pesta pernikahannya. Dengan begitu semuanya bisa tahu… seberapa jelek suaranya itu. Ngomong-ngomong,

Suaramu merdu juga, kamu pasti sering bernyanyi, kan? Atau bulan depan… kita adakan lomba nyanyi di kantor kita saja? Segumpal awan, hujan deras… Sosok bayangan di malam hari… Memberikanku jaket, Memberikanmu T-Shirt. Jam 6 pagi, terlihat sedikit kabur, duduk kursi panjang di sebuah taman, bahu membahu lalu tertidur. Musim panas adalah bayangan terbalik musim dingin.

Bagaimana kamu… dan Zheng Li belakangan ini? Baik-baik saja, pokoknya kami berdua selalu… saling menjahili satu sama lain, seperti biasa, Tidak ada yang baru. Kamu ada hal baru apa? Tidak, aku beri tahu kamu, jika kamu benar-benar suka padanya, bisa tidak kamu memberikan tindakan nyata? Kamu yang seperti anak berumur 3 tahun ini,

Aku memukulmu sekali, Kamu menendangku sekali, kekanak-kanakan tidak? Kejahilan yang kita miliki… sejak kecil sampai sekarang… sudah beribu macam, bahkan sudah bisa ditulis menjadi sebuah buku. Mana ada kekanak-kanakkan lagi? Tidak kekanak-kanakkan lagi? Kalian saling menjahili satu sama lain begitu ada artinya tidak? Apa yang bisa dihasilkan? Kamu tahu dia suka tipe yang seperti apa?

Kamu tahu perasaannya terhadapmu? Jika kamu tetap tidak melakukan… suatu tindakan yang nyata, dia bisa saja direbut orang lain. Seekor Impala betina hitam, berlari melewati seekor cheetah, perperangan saling mengejar pun dimulai. Negeri ajaib yang membuat hati bergejolak. Ini adalah sungai… di Taman Nasional Ruaha Tanzania … di Afrika timur. Jadi… ini adalah Afrika?

Rumahku di mana? Apa tidak ada cara lain lagi? Apa yang kamu lakukan? Mengagetkanku saja, ada apa berdiri di sini? Aku sedikit rindu rumahku. Hutan yang ada di dalam peta, hutan yang ada di dalam foto, Aku sudah melihat semuanya, tapi terlihat rumahku. Drama juga sudah selesai kutonton, video juga tidak bisa menarik perhatianku,

Semakin aku melihat kucing dan anjing itu, aku semakin rindu dengan rumahku. Aku rindu pada… panda, jerapah, dan berbagai burung di hutan. Sebenarnya yang paling kurindukan adalah… anak serigala itu. Kenapa kamu merindukan anak serigala itu? Karena… sebelumnya aku dan kakek penjaga hutan… pernah menolong seekor anak serigala yang terluka.

Setelah tinggal lama dengannya, Aku baru sadar… sebenarnya sifat serigala… sangat…. kompak, dan sangat… pintar. Jadi kamu menyukai serigala karena… kenangan khusus itu? Gigi serigala yang kamu pakai itu… milik anak serigala tersebut? Benar, gigi serigala ini, ini sangat berarti… bagiku. Jadi anak serigala itu… Sudahlah… Jangan dipikirkan lagi. Aku bantu kamu untuk mengalihkan perhatianmu.

Ayo, pergi baca buku. Tidak disangka cara ini… berguna juga. Masih ada tidak? Belum cukup, ya? Bukan, aku hanya merasa… tidak disangka kamu ini Ling Xi… tidak disangka kamu begitu berpengetahuan. Buku-buku ini sangat bagus, aku belajar banyak dari buku ini… yang lumayan berguna. Sebenarnya yang paling berharga adalah… kamu sepertinya sangat menjaga baik…

Buku-buku ini. Teringat semasa aku kuliah dulu, aku mengambil banyak mata kuliah, aku pernah belajar semuanya. Aku adalah seorang yang sangat perpengetahuan, tetapi aku tidak tahu mengapa kamu sebelumnya… bisa mengira aku adalah orang yang tidak berpengetahuan. Aku tidak tahu. Kenapa menatapku? Memujaku ya? Atau karena aku cantik? Kamu sudah mengantuk ya? Jawaban yang tepat,

Terima kasih. Kalau begitu aku tidak menemanimu lagi, sampai jumpa. Apa-apaan? Keterlaluan! Kamu tidak ingin melihat punyaku? Lihat apanya? Lihat ekspresimu? Liat suasana hatimu? Maaf, aku tidak ingin dan tidak mau tahu. Bukannya kamu bilang harus saling belajar, dan tidak boleh saling membohongi… 3 2, tidurlah. Aku akan menaruh proyek ini… ke poin yang lain.

Baru datang saja sudah bertemu dengan si iblis. Mengesalkan sekali. Permainan bosan lagi, tidak angkat. Ling… kedatanganku hari ini… jangan beritahu Kakak Zheng Li, Mengerti? Bai Yiling duduk di mana? Di dalam mesin fotokopi. Bukan, maksudku di sebelah mesin fotokopi. Baiklah. Aneh, kejahilan kali ini sudah berganti sasaran ya? Tunggu aku 1 menit. Sekretarisku ini…

Tidak bekerja dengan baik, tahunya hanya datang menyelematkan orang. Apakah dia memberitahumu… aku membaca dokumen menggunakan kaca pembesar ini, terlihat tidak masuk akal, benar, kan? Sebenarnya… aku sudah mengobrol dengannya. Direktur Ling, kamu adalah seorang yang perfeksionis, kamu adalah perwakilan dari bintang Virgo. Orang yang bisa menjadi bawahanmu… sangatlah beruntung. Bagaimana? Apakah menurutmu dokumen ini…

Ada masalah? Tidak masalah. Bukannya kamu sudah mengeceknya, tidak mungkin ada masalah lagi. Kamu memiliki banyak karyawan hebat di perusahaan ini. Aku di sini… hanya bisa dijadikan perbandingan denganmu. Jangan bilang begitu. Sebenarnya… permainanmu adalah mode sulit, sulit untuk dimainkan. Jadi kamu pasti akan membutuhkan aku si mesin perbaikan ini… untuk membuka plug-in, benar, kan?

Baiklah, kita tidak bicara masalah pekerjaan lagi, kita jarang pulang kerja seawal ini, Temani aku bermain saja, waktu itu kamu mengalahkanku dengan sadis, Kali ini… gantian aku yang membalasmu. Sudah siap, tinggal tunggu kamu saja. Sepakat ya, hari ini aku hanya menemanimu bermain, Tapi tidak menemanimu untuk kalah. Baik. Halo. Sayangku, kamu sudah pulang?

Aku ada kejutan yang ingin kuberikan padamu sekarang juga. Sekarang? Harus sekarang? Iya. Cepat datang. Baiklah. Nona Ling mentraktirku minum kopi setelah pulang kerja karena masalah Direktur Xiao Zheng ya? Baiklah jika kamu mau langsung ke intinya, aku langsung bilang saja. Aku tahu, kakak Zheng Li belakangan ini menjagamu dengan baik, meskipun biasanya

Dia juga menjaga yang lain, tetapi… sekarang dia sangat khusus terhadapmu, apalagi sekarang kamu adalah… orang yang paling dekat dengannya. Jadi… aku rasa… bagus sekali. Aku ingin menjadi temanmu. Aku rasa kita sangat berjodoh, di dalam namaku terdapat kata Ling, di dalam namamu juga terdapat kata Ling, Berjodoh sekali. Apalagi kamu tahu tidak?

Sejak kecil aku sangat suka sekali dengan kakak perempuan, kakak sepertimu… yang bisa menemaniku mengobrol, aku juga bisa bercerita untukmu, aku rasa sekarang aku telah mendapatkan kakak impianku. Jika kamu menggangap aku sebagai kakakmu, apa kamu bisa memberitahuku tujuan kamu mencariku hari ini? Sebenarnya… Aku dan Kakak Zheng Li… termasuk keluarga yang sulit dipertemukan,

Aku memukulnya, dia memukulku, Akhirnya tidak ada yang menang. Jadi aku pikir… jika bisa, saat kamu ada waktu luang, kamu bisa tidak bantu aku memperhatikannya? Misalnya, apa yang dia sukai belakangan ini? Tertarik dengan apa? Orang seperti apa yang disukainya? Kamu bisa memberitahuku, Dengan begitu… aku bisa menyerang di luar dugaannya. Bagaimana menurutmu?

Kamu suka padanya? Mana mungkin aku suka padanya? Aku juga pernah seusiamu, jika kamu suka padanya, katakanlah padanya. Kami berdua saling bercanda sejak kecil, hal semacam ini, bagaimana aku bisa memberitahunya? Tidak mudah bertemu dengan orang yang tepat, aku menyukai orang yang salah di masa mudaku, tapi setidaknya aku pernah mencobanya.

Jika kamu bertemu dengan orang yang tepat, tetapi kamu menyia-nyiakannya, maka kamu akan lebih menyesal dariku. Dengan kondisi kami berdua seperti saat ini, jika aku memberitahunya… Dia pasti mengira aku sedang bercanda dengannya. Kamu harus mencari cara untuk memberitahunya, jika tidak dia selamanya tidak akan tahu. Jika kamu mengira dengan adanya aku sebagai perantara informasi

Di antara kalian berdua, aku rasa ini tidak bisa menyatukan hubungan kalian berdua, ataupun membantu kalian. Mengerutkan dahi. AU1, kencangkan lalu tarik otot depan sisi dalam, Tarik… Menandakan rasa takut. Ketika gangguan mental, atau gangguan fisik bereaksi, Maka AU4 akan bisa membuat AU4 bereaksi. Kelihatannya aku tetap ingin pulang ke tempat asalku. Suka tidak?

Saat aku melihat rumah ini sebelumnya. Aku sudah merasa di sini sangat nyaman. Lumayan. Sangat elegan. Saat suasana hati sedang buruk, bisa menikmati pemandangan Sungai Pu, dan bisa mengurangi tekanan batin. Benar. Nanti aku akan menata meja kecil, dan kamu bisa bekerja di sini. Sedangkan aku bisa duduk di depanmu, menikmati teh sambil menatapmu.

Rasanya bahagia sekali. Kita ke lihat ke sebelah sana yuk. Menurutku kamar mandi ini cantik sekali, kamu lihat bak mandi ini, menurutmu… apa cocok untuk kita berdua nantinya? Keran ini… tidak terlalu cocok. Nantinya, aku ingin menata kamar ini… menjadi kamar anak kita, sedikit berjarak dengan kamar utama, tetapi juga tidak terlalu jauh.

Jika nanti tengah malam anak kita menangis, kita tetap bisa menjaganya. Orang dewasa memang sebaiknya tidak terlalu jauh dengan anaknya. Lagipula kamu lihat, penghijauan di luar juga sangat bagus, jika nanti anak kita sudah tumbuh dewasa, saat mengerjakan PR, Ini juga baik untuk kesehatan matanya. Bagaimana menurutmu? Kamu memang bijaksana. Sayang,

Dari tadi aku yang berbicara terus, Jadi menurutmu bagaimana dengan rumah ini? Menurutku… lumayan bagus. Yang penting kamu suka. Beli saja jika kamu suka. Hari minggu kita bisa datang berlibur, atau sebagainya. Ling Yu, Apa maksudmu? Aku sedang menyindirmu, kamu tidak mengerti ya? Bukankah kamu… ingin membeli rumah? Aku seorang wanita, Mengajakmu untuk melihat rumah,

Memangnya aku beli untuk aku tinggal sendiri? Aku sudah menjelaskanmu sampai ke tahap ini, kamu ingin aku berbuat apa lagi? Atau harus aku berkata… Beli rumah ini dan menikahlah denganku? Semenjak aku mengungkit masalah pernikahan itu sampai sekarang, Kamu tidak tindakan nyata sama sekali, apa harus aku yang… mempersiapkan semuanya, Tanpa ikut campur tanganmu?

Apa aku sudah tidak punya harga diri? Maafkan aku, pernikahan adalah hal penting, perlu direncanakan dengan baik, apalagi, banyak hal yang harus aku pertimbangkan. Kalau begitu kamu rencanakan, kamu persiapkan, Kamu bertindak tidak? Jika kamu tidak ingin menikah, aku tidak perlu bersusah payah menyuruhmu… paman mengajarimu, memberikanmu tugas, Agar kamu bisa memiliki jabatan di perusahaan,

Dan berhak berdiri di depan ayah tirimu itu. Jadi sekarang aku marah, kamu juga tidak ingin membeli rumah ini? Sikapmu ini sudah jelas menunjukkan kamu tidak ingin menikah. Sudahlah, Aku pergi saja. Baru saja bercerai, melihatku seperti musuh saja. Di dalam hatiku, aku selalu menganggapmu sebagai keluarga. Keluarga? Bukannya hubungan kita saat ini adalah

Kreditur dan debitur ya? Kamu ini tidak manusiawi sekali, bagaimanapun kita pernah menjadi suami istri, sebegitukah kamu… Terburu-buru menagih utang padaku? Kamu bilang kita pernah menjadi suami istri, lalu mengapa waktu itu kamu begitu terburu-buru untuk bercerai? Lalu apa maksudmu menghalangiku seperti ini? Baik, aku langsung ke intinya saja, bukannya aku tidak setuju…

Dengan keputusan pengadilan, tetapi ada biaya yang aku tunda dulu. Kamu mengerti maksudku. Anakku baru lahir, sekarang… aku harus membiayai keluargaku, sekali biaya untuk 3 orang, ekonomiku sedikit bermasalah. Kamu berbicara panjang lebar, maksudnya tidak ingin bayar, bukan? Apa aku orang seperti itu? Aku bernegosiasi baik-baik denganmu, segala uang dan perhiasan, biaya rumah dan listrik,

Diundur sedikit, Biarkan aku pakai dulu, nanti akan aku kembalikan. Lagipula, kamu sekarang kan sendirian, tidak begitu perlu uang, bukan? Chi Xu, apa maksudmu? Apakah kamu yang butuh hidup saja? Aku tidak butuh hidup? Kamu ingin menundanya juga tidak masalah, sekarang kamu tuliskan aku nota utang, tuliskan namamu, aku ingin dilunasi bersama dengan bunga.

Apa maksudmu? Ingin memaksaku ya? Aku tanya padamu, haruskah kamu mengambil uang sebanyak itu? Sebagai seorang wanita, yang seharusnya dilakukan saja kamu tidak bisa, Apa kamu ini bernilai? Apa maksudnya aku tidak bisa melakukan apa yang harus kulakukan? Sekarang kamu sedang menyindirku tidak bisa mengandung? Atas dasar apa kamu menghakimi aku tidak bernilai

Dengan alasan aku tidak bisa mengandung? Selama bertahun-tahun aku berkontribusi banyak untuk keluarga ini, tidak kekurangan sedikit pun. Atas dasar apa kamu menghakimiku? Bukan aku yang menghakimimu? Cari orang lain, siapa yang berhak menghakimimu? Baiklah, kalau begitu sekarang aku tanya padamu, selama ini apa yang kamu lakukan untuk keluarga ini?

Mulai dari membeli rumah sampai renovasi, semua perabotan rumah, semua aku yang pilih sendiri, di mana kamu waktu itu? Aku fokus pada pekerjaanku, aku harus bekerja, memangnya aku harus menganggur? Lalu atas dasar apa… Kamu seserakah itu? Setengah dari rumah itu juga milikku, bahkan jika itu aku bagi pun rumahmu yang kecil itu,

Apa bisa muat? Kita berdua sekarang sudah bercerai, kamu tidak perlu mengurusiku muat atau tidak. Jika memang keputusan pengadilan sudah bulat, maka kamu harus menyerahkannya. Kenapa kamu begitu tidak tahu malu? Aku tidak tahu malu? kamu yang selalu merengek menginginkan perabotan rumah itu, Meja dan kursi itu, bisa bernilai berapa?

Mungkin dijual ke toko barang bekas pun tidak bernilai, tidak ada orang yang mau, tahu tidak? Aku… tidak mau banyak omong denganmu, sekarang juga aku bayar. Pungutlah! Aku tidak mau uang busukmu itu. Ambil dan belikan susu untuk anakmu. Memangnya pengadilan minta bayar, Aku harus bayar? Aku tidak mau.

Kenapa ada laki-laki bisa seberengsek ini ya? Berani-beraninya dia menindas temanku. Sudah bosan hidup ya? Siapa sih? Abang, aku sekarang tidak sempat… Bermain denganmu, oke? Ekspresi mukamu sekarang kelihatan tegang, terlihat emosi, pasti ada yang membuatmu marah kan? Beri tahu aku siapa dia? Aku pukul dia. Tidak hanya kamu,

Sekarang semua juga tahu aku sedang marah tahu? Sekarang… Ujung matamu terlihat mengkerut… Ekspresimu juga terlihat jelek, kamu pasti sedang berpikir keras? Benar, aku juga ingin mengajakmu. Mowgli, hancurkan! Jika kamu memang suka selingkuh, aku akan bantu kamu membaginya. Kuturuti permintaanmu. Selamat ulang tahun paman. Ini adalah hadiah spesial dari aku dan Ling Yu, Terimalah.

Kita adalah keluarga, tidak perlu begitu sungkan. Aku juga tidak tahu, mungkin ayah dan ibu, akan membawaku dan adik pergi bersama. Kamu pasti senang sekali, kamu harus ingat bawa oleh-oleh ya. Aku juga akan berfoto, dan membawakanmu kartu pos. Sudah dulu ya, ayah dan ibuku sudah pulang. Menurutmu kenapa nilai Ling Yu turun begitu drastis…

Dalam waktu yang singkat, ya? Apa karena kita melompatinya langsung ke kelas 6? Dia tidak cocok, dan tidak terbiasa? Kamu jangan salahkan dia. Jadi apa yang dilakukannya waktu camp musim panas? Kita berikan saja dia kursus privat di rumah. Kalau begitu bagaimana dengan Ling Xi? Kamu temani dia pergi, manfaatkan kesempatan ini untuk berlibur juga.

Kamu masih harus mengurusi perusahaan, dan harus memberikannya les, Apa kamu bisa? Atau aku saja yang menemaninya kursus saja? Tidak perlu, aku saja. Dia takut padaku. Sudahlah, turuti saja aku. Ibu, Ibu, lihat, aku dapat nilai 100. Benar-benar dapat 100, ya? Sini, sini, Ibu peluk kamu. Anakku sayang, nanti, kamu harus dapat nilai 100 terus,

Mengerti? Kenapa? Keluarga kita tidak mudah, jika kamu bisa dapat nilai 100, Ayah pasti senang sekali. Baiklah. Ayo, ambil kertas ulangan ini, dan beri tahu ayah, Aku dapat nilai 100. Baik. Ayah, sudah pulang ya? Bagaimana kondisi perusahaan Ling Xi? Tidak bangkrut, kan? Tidak. Mereka menjalani beberapa tindakan hubungan masyarakat, semuanya sukses.

Sebagian besar keuntungannya terselamatkan. Ditambah lagi dengan siaran langsung yang cukup sukses, seharusnya tidak ada masalah. Baguslah kalau begitu. Ayah, aku bersiap-siap untuk melamar Gao Jie. Baik, sandalku sisa setengah pasang, Kertasku juga dirobek, jika bukan aku yang melihatnya langsung, Aku mungkin mengira… aku telah menyinggung sekelompok Husky? Sudah selesai? Jadi menurutmu bagaimana?

Apa yang ingin kamu lakukan? Aku hanya ingin keadilan. Pak polisi, Kamu lihat, apa ini seperti sebuah rumah? Aku adalah warga negara yang taat hukum, lalu isi rumahku dihancurkan tanpa alasan. Apa kamu mengerti keadaanku? Direktur Xiao Zheng, kamu bisa terima ini? Menghancurkan isi rumahmu memang tidak benar, tapi mengapa kamu masih tidak sadar diri?

Jika ada orang yang mendukung dari belakang memang berbeda ya. Biasanya terlihat kasihan sekali, di balik itu malah mencari orang untuk melakukan tindakan licik. Kenapa sebelumnya aku tidak menyadari kamu begitu hebat akting? Kamu tidak perlu banyak menyindir. Aku beri tahu kamu, masalah ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan Bai Yiling. Karena aku,

Aku, benci denganmu, Mengerti tidak? Mengerti. Karena ini merupakan keinginanmu sendiri, benar, kan? Kamu tidak perlu sstt… Benar, ini keinginanku sendiri. Aku ada saksi mata, dia bisa menjadi saksiku, benar, kan? Cepat katakan, Benar, keinginannya sendiri. Kalian berdua barusan mengaku kalian yang berinisiatif sendiri? Benar. Aku akan bertanggungjawab atas perbuatanku sendiri.

Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Bai Yiling. Kalau begitu, dimohon untuk keduanya untuk menunjukkan KTP kalian, saya daftarkan dulu. K… KTP? Tidak bawa ya? Beritahukan namamu. Nama? Aku sembarangan beri nama saja, ya? Tidak bisa. Adik kecil, siapa namamu? Tidak ada? Nama? Nama? Kenapa? Tidak jelas ya? Nama. Na… Ling Xi.

Ling yang artinya tangkas, Xi dari kata nama Raja Kangxi. Saudara Zheng Li, kondisi ini sangat merugikan Ling Xi, pakailah jalan kekeluargaan, bisa repot jika sudah jadi kasus. Chi Xu, Atau kita sudahi saja masalah ini. Sudahi? Iya. Kamu ingin aku dirugikan bodoh seperti ini? Namamu? Chi Xu, Apa maksudmu? Kamu pria brengsek ya?

Kamu mau sudahi hari ini? Kamu bersedia, aku tidak. Apa yang aku hancurkan? Bukannya hanya beberapa perabotan rumah? Yang kamu hancurkan adalah seluruh kehidupannya. Bagaimana kamu membayarnya? Kakak, siapa kamu ini? Kenapa di mana-mana ada kamu? Siapa aku? Aku beri tahu kamu siapa aku, aku adalah teman Bai Yiling. Pak Polisi,

Kamu juga sudah lihat, kan? Rumahku dihancurkan seperti ini… Sudah menjadi kenyataan. Aku minta ganti rugi. Kamu jangan keterlaluan ya, aku beri tahu kamu. Kamu tidak mau membayar utangnya ya sudah, kamu masih ingin memerasnya ya? Kamu tahu malu tidak? Sudahlah. Chi Xu, masalah ini memang berawal karena kamu… tidak ingin membayar utangmu.

Sekarang kamu ingin minta ganti rugi apa? Katakan. Pada awalnya aku mau membayarnya, aku sudah membuat janji dengan orang untuk melihat rumah itu, Tapi setelah dihancurkan olehnya, mau lihat apa lagi? Mau bagaimana menjualnya? Kamu juga harus mempertimbangkan kerugianku, bukan? Jangan hanya bisa membandingkan barang tak bernilaimu itu denganku. Abang, kamu tahu malu tidak,

Mukamu yang begitu besar, tidak tahu malu sama sekali. Pada awalnya siapa yang bilang tak ingin membayar 1 barang pun? Kenapa sekarang jadi tidak bernilai lagi? Apa yang kamu lakukan waktu itu? Waktu itu memang bernilai, tapi setelah dihancurkan olehmu jadi tidak bernilai, mengerti? Hebat sekali aku. Jika bukan karena kamu,

Aku masih harus menata yang baru. Toilet setengah, wastafel setengah, aku harus mencuci muka pakai apa? Kamu memang tidak perlu mukamu itu, cuci muka buat apa lagi? Kamu katakan sekali lagi. Cukup! Ribut-ribut apa kalian? Kalian pikir ini pasar? Ini kantor polisi! Duduk! Aku salah, Pak Polisi. Ini bukan tempat rekaman.. acara larutan emosi kalian?

Aku tanya kalian sekali lagi, masalah yang terjadi hari ini, apa kedua belah pihak setuju menyelesaikannya secara kekeluargaan? Bersedia. Tidak bersedia. Kalian selalu berkata aku berbuat demi uang, hari ini aku tidak mau sepeser pun. Pak Polisi, aku ingin menggugat mereka berdua. Chi Xu, semua biaya renovasi sampai perabotan rumah, aku yang mengeluarkannya,

Sekarang aku tidak mau lagi uang ini, jika kamu masih merasa belum cukup, kamu buat daftar kerugian hari ini untukku, semua kerugian akan dipotong dari utangmu. Pak Polisi, aku juga merupakan pemiliki rumah ini, keduanya adalah sahabatku, aku tidak ingin mengejar utang mereka lagi. Oh ya, ini adalah sikap untuk menyelesaikan masalah, tetapi ngomong-ngomong,

Kita sudah bercerai, bukan? Sertifikat rumah tidak tercantum namamu, bukan? Kamu termasuk pemilik rumah yang mana? Termasuk. Setelah putusan perceraian, masih ada 15 belas hari sejak periode banding, Ini baru hari ke-8. Selama periode ini, keputusan pengadilan belum resmi berlaku. Aset rumah masih milik kalian berdua. Jadi Bai Yiling juga termasuk pemilik rumah.

Kamu adalah pengacaraku, kamu berpihak ke mana? Aku bukan pengacaramu lagi. Sekarang aku berpihak pada sahabatku. Berlagak apanya? Pria brengsek! Maafkan aku Bai Yiling, hari ini telah merugikanmu. Hari ini harusnya aku yang berterima kasih padamu, terima kasih kamu telah membantuku. Bai Yiling marah ya? Ekspresi apa itu? Tak berdaya, kesulitan, dan bermasalah.

Apakah aku melakukan hal yang salah? Apa Chi Xu yang tidak tahu malu itu akan menjadikan ini sebagai alasannya untuk menunda pelunasan utangnya. Tidak, kamu jangan berpikir terlalu banyak. Aku tahu… wanita harus sadis terhadap dirinya sendiri, tapi tidak disangka bisa sesadis ini. Mowgli. Aku tahu hari ini kepalaku begitu panas,

Tetapi menghadapi pria brengsek itu, apa salah aku menghukumnya? Tidak salah, memang harus begitu. Tujuanku bukanlah menyulitkan Bai Yiling, benar, kan? Aku tahu. Melihat Chi Xu yang begitu emosi, seru tidak? Seru juga. Lalu kenapa ekspresi Zheng Li… seperti itu? Berbicara lalu berhenti, rasanya kecewa sekali. Aku rasa karena… Karena apa? Pukul 18.40

Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40

Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu

Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku