【FULL】My Mowgli Boy EP3【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dunia dengan keberadaan dirimu yang pertama kali kusadari Sepasang mata yang menatap tembus jiwaku Setiap hal kecil yang tiada hubungan Mengapa kau bisa melihatnya Aku yang dulu sebelum bertemu denganmu Tidak pernah terpikirkan cinta seperti apa Apakah kau juga sama kau seperti angin yang datang Membawaku pergi meninggalkan kumpulan manusia

Memeluk langit yang biru Jika kau angin yang lembut Biarlah aku mengembara bersamamu Bergandengan tangan dan mulai lagi memahami jelas pemandangan Memahami jelas pemandangan Mungkin saja suatu hari angin akan berhenti Jika bisa Aku berharap dapat membuat janji denganmu Berjumpa di tempat yang dulu Tidak peduli berapa banyaknya awan Hujan deras ataupun cuaca cerah

Menghirup udara yang sama Apakah kau tetap sama Mempertahankan hati yang paling semula Tetap suka melihat bintang Jika kau angin yang lembut Biarlah aku menjadi lonceng anginmu Setiap hari mendentingkan suara kebahagiaan Bocah Mowgli-ku Episode 3. Terima kasih, sama-sama. Perang panjang akhirnya berakhir sudah. Pikirkan baik-baik caramu membalasku. Saya sangat menderita. Saya…

Sudah berusia 30 tahun tapi ibu saya bersikeras mencucikan celana dalamku. Saat saya sakit, dia membawa thermometer dan mengejar saya ke sekolah. Sangat menyedihkan. Saya merasa kasihan kepada kamu. Ayah saya juga. Hanya ada empath hal dalam hidupnya. Memelihara burung. Menanam bunga. Bermain mah-jong, membasahi kaki. Menelepon saya untuk mengatakan sesuatu yang penting.

Hasilnya bertanya kepada saya. Bagaimana caranya menang telak dalam permainan Mahjong. Dadaku sakit. Air. Mau minum air. Air apa? Air. Hidup sangat menyenangkan, apa yang kamu keluhkan? Apa yang kamu tertawakan? Kamu mendapatkan uang, kan? Tidak ada. Memikirkan untuk tinggal berdua saja denganmu, Saya lebih senang daripada menemukan sebuah berlian. Mendengar kata-katamu ini

Membuat saya sedikit merasa tidak aman. Saya sekarang merasakan perasaan yang tidak enak. Bibi Weng, ada apa? Maksudku, Lingxi, ada apa denganmu? Tengah malam pesta pora kamu membangunkan seluruh isi gedung, dan membangunkan orang tidur. Pesta pora? Musik di rumah kamu sangat kencang, Bahkan suaranya melebihi tarian lapangan. Matikan cepat! Tidak ada, Bibi salah.

Saya tidak ada di rumah. Tidak ada seorangpun di rumah. Kamu dengar sendiri, Lagipula, saya hanya mau mengingatkanmu saja. Jika kamu tidak kembali, saya akan melaporkan suara yang sudah menggangu orang lain. Apa? Apakah sesuatu terjadi di rumahmu? Tidak ada yang terjadi. Kami tidak peduli. Kami akan melanjutkan menonton film. Jika tidak,

Saya akan mengantar kamu pulang terlebih dahulu. Kapan-kapan kita masih bisa menonton film. Bagaimana? Tidak perlu. Hari ini sudah berjanji untuk menonton film. Tidak. Di rumahmu pasti terjadi sesuatu. Bagaimanapun juga harus pulang. Betul. Hari ini kamu gagal mengerjaiku apa merasa menyesal? Tidak. Lagipula, film ini masih akan tayang sampai minggu depan.

Besok, lusa, dan besoknya lagi, jika kamu punya waktu, saya siap kapan saja. Sepertinya saya harus hati-hati. Saya rasa ini adalah gerakan yang besar. Kamu. Halo. Kamu ini siapa? Kamu menelepon saya untuk bertanya siapa saya? Apakah kamu temannya Ling Xi? Betul. Rumah kamu, apakah ada orang? Tidak ada orang. Tidak ada. Jangan salah paham!

Saya lihat kamu sudah punya pacar? Siapa yang begitu baik mau menerima kamu? Kakak Zheng Li. Apa kamu berharap saya sudah punya pacar? Tentu saja. Saya lihat kamu terlalu santai. Saya pikir kamu seharusnya cepat untuk mencari pacar untuk mengalihkan perhatianmu. Baiklah. Jika kamu sangat berharap saya mempunyai pacar, saya akan membuat harapan kamu gagal.

Sampai jumpa! Ketika orang menghadapi bahaya, Reaksipertama adalah menutup mata, tidak seperti binatang yang mengetahui cara melawan dengan segera atau lakukan respon lain yang lebih baik. Seperti menutup mata dan berdoa untuk sesuatu dapat berubah tanpa melihat apapun. Sebetulnya tahu sendiri, ini hanya naluri perlindungan diri. Apa situasinya? Kakak Zheng Li memberikan saya pohon.

Suka, kan? Senang, kan? Iya. Baguslah jika kamu senang. 110 (kantor polisi)? Rumah saya sedang dimasuki perampok sekarang perampok itu sedang di kamar saya. Saya akan segera ke sana. Terima kasih. Benar. Alamat yang itu. Cepat datang. Mainlah. Lanjutkan. Apa yang kamu lakukan? Tatapan yang menyedihkan. Mengapa kamu menatap saya? Saya beritahu kamu,

Saya bukan Tang Cheng. Kalau dia tidak memberikanmu kepada polisi, saya tidak akan melembutkan hati, tahukah kamu? Kalau bisa melembutkan hati, siapa yang punya waktu untuk berduet? Berikan saya barangnya. Beri. Apakah kamu masih menentang saya? Iya. Berikan kepada saya. Apakah kamu tahu, ini adalah barang milik orang lain. Barang milik orang lain

Bukan berarti kamu bisa mengambil seenaknya. Tidak bisa mengambilnya. Ini rumah saya. Kembalikannya kepadaku. Berikan kepada saya. Kemu menentangku… Dengar, tidak? Polisi datang. Apapun pengalaman dan sejarahmu sebelumnya, kamu harus keluar dari sini, mengerti? Apa ada orang di rumah? Polisi. Segera. Jangan pergi jika kamu berani. Kamu berdiri disini. Para polisi sekalian, apa kabar?

Ada anjing polisi, sangat profesional. Apakah kamu yang melapor kepada polisi? Iya. Rumah saya megalami perampokan. Tersangka sekarang sedang berada di ruang tamu. Orangnya di mana? Tidak ada orang. Tersangka tadi masih berada di sini. Baru saja di sini. Dalam sekejab sudah hilang. Kami akan memeriksanya sebentar. Baiklah. Halley, pergi! Halley, ada apa?

Sepertinya dia sudah melarikan diri. Baik, baik, baik. Jangan pernah kembali! Baik, baik, baik. Baiklah. Jika tidak ditangkap akan menimbulkan masalah. Bagaimana jika menyakiti orang lain? Iya, iya, iya. Yang kamu bicarakan benar. Tetapi mereka adalah orang jahat, setelah mendengar kalian datang, dia langsung melarikan diri. Itu berarti penjahat takut pada kalian.

Tolong kamu jelaskan dahulu berat badan dan tinggi badannya dan karakteristik wajahnya. Baik. Dia sangat kurus. Kira-kira lebih tinggi dari saya satu kepala, Tampang lumayan tampan. Tetapi itu hanya kamuflase. Dia adalah orang liar. Mirip dengan manusia biasa, tapi sangat gesit dan kuat. Kuat? Kuat seperti serigala. Coba kamu lihat sebentar. Apakah benar orang ini?

Bukan. Baguslah. Belakangan ini, seorang tersangka yang di dalam gambar ini melakukan kriminalitas di sekitar sini dan dia sudah merampok beberapa perempuan dengan sebuah pisau. Kamu sebagai perempuan yang belum menikah perhatikan keamanan di malam hari. Baiklah Pak Polisi. Tidak ada kerusakan saat ini sudah sangat beruntung. Tutup jendela dan pintu saat keluar rumah.

Saya pamit pulang. Terima kasih Pak polisi sekalian. Sampai jumpa lagi! Terima kasih Pak polisi! Selamat jalan! Ayo pergi Halley! Akhirnya sendirian. Bisa diam. Ling Xi. Kamu adalah pengecut. Ling Xi. Kamu adalah pengecut. Hey kamu, kamu sedang ada di mana? Apakah kamu tahu, rumah kita seperti baru diledakkan saja. Kenapa kamu masih tidak pulang?

Apakah kamu tahu hari ini aku sesial apa? Kamu cepat pulang! Supaya menghibur hatiku yang sedang sakit. Baik dan buruk, kita adalah saudara. Jika kamu tidak juga pulang, saya tidak akan memaafkanmu. Kamu memohonpun tidak akan ada gunanya. Pikirkan lagi! Siapa yang bertanya kepadamu? Cheng, saya akan memaafkanmu.

Mempertimbangkan apa yang kamu lakukan untukku hari ini, 拖住情敌的份儿上 Memaafkanmu. Kamu sekarang sebaiknya cepat pulang! Membantu saya merapikan rumah, bagaimana? Saya lakukan inidemi kamu dan menghabiskan waktu bersama manusia antik ini. Kamu masih mau mengatur saya? Sungguh menjadikan saya walimu? Sebagai Guruku, Kamu harus memimpin dengan memberi contoh. Sampai jumpa, barang antik!

Saya mau pulang dan melanjutkan tidur saya. Membutuhkan keperluan rumah tangga. Silahkan menghubungi nomer telepon ini. Sama-sama. Kamu ini, Sangat berlebihan ya… Semoga kamu terikat dengan satu laki-laki, sehingga sepanjang hidup ini tidak pernah berubah. Membuatku takut. Halo. Ada apa? Nona, essential oil yang kamu pesan sudah datang. Essential oil. Baik, baik, saya paham.

Terima kasih. Bisa cepat gila ini. Pohonku, kamu tidak boleh mati. Maafkan saya, ya? Saya sudah membuat kamu patah. Bertahanlah di sana. Kalau kamu mati, kelak berjumpa dengan kakak Zheng Li, saya kehilangan satu alasan lagi. Zheng Li, saya tidak senang. Sama sekali tidak terlihat. Saya tidak bisa tidur. Makan begitu banyak,

Apa masih tidak bisa tidur? Jangan menangis. Kenapa kamu menangis? Berikan kembali kepadaku. Nangis sudah selesai, baguslah. Menangis di sini memalukan. Cepat jalan. Kamu semua tidak menghiburku percuma aku memanggilmu kakak. Apa yang kamu katakan? Sebentar lagi saya tidak punya ayah. Apakah kamu mendengarnya? Lalu bagaimana? Bagaimana kalau kamu panggil saya ayah?

Sini, saya akan memberitahumu. Ayahmu dari mana! Saya tidak pernah mendengar bagian terakhir kalimat itu. Bagaimana kalau kamu mengadopsi saya? Lagipula, saya tidak ingin pulang. Ini agak sulit. Sulit bagaimana? Dia pikir hanya dia sendiri yang mencari rumah baru. Saya juga mencari rumah baru. Rumah kamu saja. Tidak boleh.

Saya masih mau pulang untuk bermain game. Masih tidak mau pulang. Paling banyak pergi ke rumah saya bermain dulu. Rumah saya mempunyai banyak permainan. Baik, apa ada kado untuk dibawa? Boleh,pohon keberuntungan yang saya paling suka. bisa saya berikan kepadamu. Jadi kamu tidak akan kesepian. Baiklah kalau begitu. Bersihkan itu. Terima kasih. Kenapa ketawa?

Hari ini kamu terlihat sedikit cantik. Ayo jalan! Pohonku, sudah sepuluh tahun kamu telah melihat begitu banyak kenangan saya dan Kakak Zheng Li. Tunggu sebentar. Jangan mati! Kalau pohon keberuntungan rusak, apakah ini akan menghalangi keberuntunganku? Apakah besok saya akan kehilangan penggemar? Tidak. Saya harus membawa ikatan simpul untuk meredakan kesialanmu. Tunggu saya, Pohonku! Siapa?

Bukan. Sudah berapa kali saya mengatakannya? Tempat saya bukan tempat penyelamat! Saya beritahu kamu! Sekalipun besok mengancamku dengan pisau, saya akan membuangmu! Mengerti? Halo. Lu Ziyue. Siapa itu? Guru Lu, hanya satu malam bahkan kamu sudah tidak ingat saudaramu, bukan? Katakanlah. Kemarin siapa perempuan yang menjawab telepon? Jika kamu memberi tahu saya,

Tentang pelanggaran janji lalu, sudah saya maafkan. Perempuan apa? Siapa? Kamu tanya saya siapa? Tentu saja yang menjawab teleponmu. Dia berkata kamu mempunya masalah pribadi. Saya penasaran. Masalah pribadi apa yang bisa kamu miliki? Tuan, Anda tidak panas? Hari ini dua puluh enam derajat. Saya sedikit masuk angin. Bagaimana? Apakah sudah ketemu? Ketemu. Benarkah?

Lu Ziri. Bukan, Ri tapi Yue. Ziyue dari pepatah Konfusius, jangan melihat hal-hal yang membuatmu tidak nyaman. Maaf, saya tidak bisa melihat dengan jelas. Tidak apa-apa. Apa ada orang lain lagi? Tidak ada, hanya ini saja. Perempuan yang datang bersamaku kemarin, apakah dia meninggalkan kontaknya? Bukankah kalian saling mengenal? Tidak terlalu familiar.

Tidak apa-apa, tidak ada, lupakan saja. Oh ya, Kemarin saat perempuan itu pergi, dia meninggalkan sebuah catatan. Kamu tunggu sebentar. Saya akan memberikan kepadamu. Terima kasih. Pil tidur yang sudah kadaluwarsa ini tidak dibuang. Masih efektif. Saya rasa semesta membantuku. Berguna. Menyingkirkanmu dan saya akan bebas. Mengapa kamu bangun?

Kamu bangun dan tidak mengatakan apapun kepadaku. Kamu membuatku kaget. Jangan bergerak, jangan bergerak, jangan bergerak. Itu tidak aman di dalam mobil. Taukah kamu? Saya bantu kamu. Sini. Apakah sudah nyaman? Jangan takut. Saya akan membantu kamu mendapatkan makanan. Lihat. Makanlah! Makan, makan. Setelah selesai makan, masih tidak yakin Datang dan hilang sendiri. Jangan takut.

Jangan takut, ayo berangkat! Saya akan membantu kamu memasangnya. Sini. Memasangkan sabuk pengaman. Dengarkan. Jangan bergerak. Ayo. Jangan membuat kekacauan. Apa kamu sudah gila ? Akulah yang membawa Bai Yiling kemari. Karena itu, urusan tentangnya harus kuatur. Hal ini kupercayakan sepenuhnya padamu. Baiklah. Ingat, jangan sampai mempermalukanku mengerti ? Tenang saja.

Pikiranku penuh dengan pasal hukum. Saya masih ahli dalam profesiku. Suaminya Chi Xu sudah lebih dulu menemukan pengacara pengganti. Tapi kebetulan sekali, pengacara ini, saya kenal dekat. Teman dekat ? Kalau begitu, kenal teman kenal lawan lalu menang. Perempuan ini, sangat hebat. Perempuan? Kalau begitu lebih baik. Biasanya perempuan lebih emosional.

Lebih besar kemungkinan untuk bersimpati kepada Kakak Bai. Menurutku tidak begitu. Orang ini sangat baik. Tetapi untuk masalah emosional… Aku juga tidak tahu menjadi pacarnya adalah keberuntungan, atau sebuah nasib buruk. Singkat kata, ingat baik-baik jangan menggunakan logika biasa untuk menyimpulkannya. Kamu tahu ? Wei Xiaobao versi wanita. Aku paling tidak suka orang seperti ini,

Untung saja hanya beradu gugatan dengannya. Kupikir sebaliknya, jika kalian hanya beradu gugatan sepertinya akan berat. Pada saat bekerja dia sangat rasional. Begitu dia naik di pengadilan, di matanya hanya ada satu kata, yaitu menang. Kita lihat nanti. Tapi, mereka itu secara pribadi masih mungkin berkompromi. Kita lihat kemampuanmu. Baiklah. Tidak masalah. Apa panggilannya ?

Tang Cheng. Huruf Cheng dari kata Cheng Qing (transparan/terus terang). Baiklah. Pembicaraan bisnis sudah selesai. Sekarang, mari bicarakan masalah pribadi. Bukankah kamu harus terus terang tentang sesuatu yang terjadi semalam ? Tidak. Masih tidak menganggapku sebagai saudara ? Tidak, tidak pernah. Tidak ? Mau bicara apa ? Coba kamu berkaca. Usiamu sudah tidak kecil lagi.

Kukatakan padamu, anak-anak generasi tahun 2010-an sekarang pengalaman percintaannya sudah banyak sekali. Aku juga tidak bermaksud merahasiakan. Telepon yang kuangkat kemarin, begitu tahu itu adalah seorang wanita tiba-tiba saja tanpa sadar terpikir. senyuman ramah seperti Ayah tua. Aku tidak punya ayah yang nakal seperti ini. Jadi, kamu mau bicara atau tidak ? Baiklah. Kelihatannya,

Kondisi ekonominya tidak terlalu baik. Tapi, murni dan bening. Pemerah pipi (Blush on) di dunia ini, tidak terlihat di tubuhnya. Pakaiannya sangat sederhana. Bajunya putih ringan seperti teratai mempesona. Justru tipe yang aku suka. Di antara kumpulan orang, sepertinya tidak ada yang semenarik itu. Tetapi wataknya, sungguh sangat spesial. Singkatnya,

Tidak semua orang memiliki selera begitu elegan. Soulmate (Belahan jiwa) ya ? Soulmate (Belahan jiwa) apa ? Bagus sekali saudaraku ! Selamat. Lain hari, kita janjian di luar untuk mengobrol ya ? Tapi aku juga harus menemukannya dulu. Menemukannya ? Belum terlambatkan ? Masih ada satu menit. Belum. Ini kukenalkan. Ini adalahpengacara pengganti Chi Xu.

Ini Tang Cheng. Ini adalah Lu Ziyue Teman baikku bertahun-tahun. Kali ini, gugatan perceraian Bai Yiling sepenuhnya diurus oleh dia. Pernah bertemu. Hai, Ketemu lagi. Hai. Kalian berdua sudah kenal ? Soulmate (belahan jiwa) ? Kalian saling kenal ? Kalau begitu mari duduk dan mengobrol. Ayo duduk. Tujuanku ke sini hari ini,

Hanya untuk bertanya berdasarkan prosedur. Apakah Nyonya Bai ada permintaan untuk menandatangani surat perceraian ini ? Surat perceraian ini tidak dapat ditandatangani. Klienku Nyonya Bai memiliki hak untuk pembagian kekayaan ekstra 20%. Karena suaminya selama periode tabungan pernikahan pernah melakukan penyelewengan yang keterlaluan. Tetapi keadaan bahwa Nyonya Bai tidak dapat melahirkan adalah fakta,kan ?

Karena cacat tubuh yang menyebabkan perasaaan suami istri antara keduanya hancur. Sangat sulit menyatakan siapa yang salah. Penyimpangan, secara moral ini adalah kecacatan. Tidak salah,kan ? Tidak salah. Tapi hukum tetaplah hukum, karena moral yang dapat mengatur sebetulnya sangat jarang. Sepertinya perjanjian ini tidak dapat ditandatangani Klienku memilih untuk melakukan gugatan cerai.

Sampai jumpa di pengadilan. Baju putih sederhana bukan seorang wanita. Mungkin dia adalah setan. Kamu mau kemana ? Aku tahu kenapa seharusnya tidak makan “rumput di sudut”. Mulai dengan keren menemukan crematorium. Hai kawan. Bukan, Nona Tang Cheng. Apakah kemarin kamu… Ya, itu aku. Bukankah kamu bilang hari ini akan interview, lalu jika gagal,

Kamu harus naik 30 jam “kursi keras” Jadi inikah “kursi keras” itu ? Semua nya sudah beranjak dewasa kan Mau tidak mau kita lihat saja. Hanya sekedar perkataan biasa saja. Tidak perlu terlalu serius. Tunggu dulu. Maaf. Aku ingin mengobrol denganmu. Boleh. Sekarang kamu bertanda tangani dulu perjanjian. Setelah tanda tangan kita bisa mengobrol. Bukan.

Aku ingin mengobrol denganmu tentang masalah pribadi. Jangan kita campur adukkan. Mohon maaf, sekarang adalah waktu saya untuk bekerja. Saya tidak mengobrol tentang masalah pribadi. Tunggu. Aku tanya satu pertanyaan terakhir. Jadi apa yang kamu katakan tadi malam semuanya benar-benar untuk menipuku ya ? Benar. Guru Lu. Lewat sini “Pemarah”. Ayo jalan.

Kamu ini sedang apa ? Kenapa ? Hei “Pemarah” Di sini tidak indah. Di sana indah. Aku bawa kamu ke sana lihat ya… Ayo jalan. Lewat sini. Biar kamu puas melihatnya. Ayo jalan. Eh kamu jangan keluar. Sebentar lagi, kotak ini akan jalan ke atas. Setelah sampai di atas, pintu kotak ini akan terbuka.

Baru kamu boleh keluar. Tapi setelah keluar kamu tidak boleh pergi sembarangan. Aku akan mencarimu. Apa kamu mengerti ? Mengerti. Mengerti. Baiklah, bagus sekali. Jangan bergerak. Jangan bergerak. Sampai jumpa. Akhirnya dia pergi. “Kesialan” telah berakhir. Aku menjadi lelaku sejati lagi. Anda coba-coba baju ini. Ini model musim gugur dan musim dingin.

Aku tidak perlihatkan barang ini pada customer biasa. Masa ? Ling Yu. Tunda saja dulu kontraknya, lalu tolong bantu saya tanyakan jadwalnya sebelum dia pergi saya akan menjamunya Pastikan dia datang. Lalu… Oh ya, lalu… Lalu apa? Aku sudah bilang beberapa kali. Waktu kamu temani aku berbelanja kamu tidak boleh menelepon. Ini tamu penting.

Apa lebih penting dariku? Kalau dia begitu penting, kamu teruskan saja menelepon, aku mau pulang. Begini saja, Teleponku biar kamu yang simpan. Hari ini siapapun yang menelepon semuanya tidak kuterima. Aku hanya jadi asisten pribadimu. memberikan segala macam paket pelayanan bergaya Thailand. Sa Wa Di Ka Shua Wo De Ka (Gesek saja kartuku).

Baiklah, mari ke sini dua baju ini yang mana yang paling indah? Menurutku. Semuanya bagus. Kalau begitu, Aku coba keduanya. lalu kamu bantu aku pilih. Baik. Ayo. Sebelah sini. Pintar! Akhir pekan masih saja lembur. Tidak lembur, menemani Gao Jie. Bukannya menurutmu menemaninya adalah kerja lembur ? Nona besar yang kamu puja ini

Sangat sombong dan sulit dilayani! Apa ayahku tahu ? Anak perempuan, didepan pacarnya selalu saja berlaku seperti nona besar. Itu biasa. Wanita berkulit ganda seperti ini bersanding denganmu yang berwajah dua. Benar-benar cocok. Tapi apa kamu tidak lelah ? Saat kamu bekerja di kantor kamu tidak boleh melakukan kesalahan. Sekarang sudah selesai kerja

Menemani dia kencan. bicara pun harus hati-hati. Aku lelah jika jadi kamu. Kurasa ini adalah sebuah keterampilan. Membiarkan orang lain nyaman mendengarnya, ini tidak lelah. Yang penting kamu senang. Ling Xi Apa ? Masalah waktu itu. Ibuku menyuruhku menjelaskan padamu. Tunggu dulu. Itu adalah ibumu bukan ibuku.

Aku tidak seperti kamu tidak menganggap diri sendiri orang luar. Baiklah kalau begitu. Nanti kamu temani aku pergi. Ling Yu Baguskah ? Bagus sekali. Tidak jelek Anda pakai ini cocok sekali, sangat berkelas. Bukankah itu kebohongan ? Hai Ini Ling Xi. Dia kebetulan lewat. Mengobrollah sedikit. Senang bertemu lagi. Tapi aku tidak senang bertemu denganmu.

Apa menurutmu orang-orang sekarang ini munafik ? Dalam hati ada apa tidak langsung dibicarakan. Aku hanya suka pada orang yang berkata apa adanya. Menurutku hari ini kamu cantic sekali. Sungguh. Sangat mirip dengan, itu….itu…. Mirip apa ? Hidangan utama perayaan syukuran Kamu ini bicara apa ? Kamu ini seperti ayam kalkun.

Apa yang kamu khawatirkan ? Aku hanya berkata yang sebenarnya. Kamu tidak takut pendarahan otak. Sebentar lagi, Kotak ini akan naik ke atas. Ketika sampai di atas Pintu kotak ini akan terbuka. Kamu boleh keluar. Tapi sesudah keluar ingat jangan sembarangan pergi. Aku akan mencarimu. Mengerti ? Kamu jangan kemari.

Jangan takut aku ada di sini. Terima kasih nak. Ibu apa aku hebat ? Kamu sungguh berani. Ibu beri kamu hadiah makanan kecil mau kan ? Sini. Kamu hebat. Khawatirkan apa ? Aku hanya berkata yang sebenarnya. Kamu tidak takut pendarahan otak. Kamu. Semua orang bilang bagus, Cuma kamu yang bilang jelek.

Kakak, apa mungkin mereka bilang jelek ? Pelayan selalu melihat pada dompetmu. Dasar bodoh. Kamu ini…. Baiklah. Supaya masalah kecil ini tidak menjadi besar, Ling Xi. Dari kecil sampai besar kamu selalu sangat membangkang. Aku sebagai kakak bisa menahanmu. Tapi Gao Jie, aku harap kamu sopan sedikit, bisa kan ? Benar

Bagaimanapun aku adalah pacar kakakmu. Kakak. Dia menganggapku sebagai adik, juga tidak pernah menanyaiku apakah aku menganggapnya sebagai kakak. Kamu kenal dia atau tidak itu tidak jadi masalah, lagipula kamu juga tidak begitu penting. Oh ya, sekalian akumau bilang. Aku dan Ling Yu akan segera bertunangan. Aku kira ayahmu pasti sangat gembira

Punya menantu perempuan seperti aku. Apa yang kamu pamerkan ? Memangnya di dunia ini hanya kalian berdua yang boleh berpacaran, hanya kalian berdua yang boleh bertunangan ? Benar. Berpacaran itu sebenarnya tidak terlalu penting, tapi ada beberapa orang yang sulit mendapatkannya. Ada seseorang yang usianya tidak muda lagi

Tapi setiap hari muncul di TV agar terus dikenal dan hubungan keluarganya pun tidak baik. Aku pikir kamu di luaran sangat popular. Ternyata berbelanja pun hanya sendirian. Kasihan sekali. Ayo kita pergi. Baiklah. 18:40. Berdiri di seberang jalan. Jaket berkerudung berwarna abu-abu. Panjang sampai di bawah lutut. Jangan takut. Aku di sini. Siapa ini?

Matahari bersembunyi di belakang. Orang ini adalah temanku. Sepertinya aku mendengar suara seseorang yang menampar mukanya sendiri. Maaf, kami berdua masih ada urusan lain jadi kami pergi dulu. Ayo. Kita pergi makan. Kita pergi berbelanja. Kita pergi bermain. Setiap hari bersenang-senang. Apa apaan… Setengah babak pertama sangat terpojok, untung kamu datang. Kamu boleh juga. Bukannya…

Aku barusan menyuruhmu ke atas dan jangan bergerak kan ? Bagaimana kamu bisa turun ? Kamu belajar cepat sekali. Kamu barusan di ruangan itu berbicara padaku beberapa kalimat, coba kamu ulangi. Jangan takut, Ada aku. Terima kasih nak. Mama. aku hebat kan ? Kamu sangat berani. Aku beri kamu makanan kecil. Sedang apa ?

Sedang apa ? Kamu ini sedang apa ? Menyuruhku mengusap kepalamu untuk apa ? Tidak mau usap. Kamu sangat berkarakter. Baiklah. Ku usap-usap. Terima kasih yang barusan itu. Bagus. Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing

Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sedikit sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku Pukul 18.40 Berdiri di seberang jalan Mantel bertopi abu-abu yang menjuntai di bawah lutut Kau berjalan sampai ke hadapanku

Dengan wajah tertunduk dan mata yang terpincing Matahari bersembunyi di belakang dan tertawa tanpa berkata-kata Angin yang sejuk dan malam yang ajaib Mata yang tersenyum memberikan sedikit kemabukan Tanpa kusadari perlahan-lahan berpaling melihat wajahmu Tangan yang sedikit hangat dan sinar bulan yang redup Cahaya lampu yang lemah, wajah yang kecil

Tanpa kusadari perlahan menggandeng tangan dan memandang wajahku