【FULL】Destiny’s Love EP36【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 36 Suxi! Suxi! Ada apa denganmu? Aku mengira aku tidak akan pernah melihatmu lagi. Bukankah kita akan pergi melihat matahari terbit? Tadi aku bersiap-siap. Kamu tertidur lelap, aku tidak mau membangunkanmu. Tolong pegangkan ini sebentar, aku akan mengambil termos. Indah sekali. Bolehkah kita datang lagi lain kali? Tunggu sampai musim dingin,

Saat salju turun, kita datang lagi, melewati malam Natal bersama. Malam Natal? Benar, hari Natal. Karena tidak peduli sedingin apa pun, sepanjang jalan akan dipenuhi pasangan kekasih. Karena itu, film yang dirilis pada saat itu akan laku keras. Baiklah. Malam Natal. Aku janji, aku akan menemanimu lagi. Apa yang kamu lakukan?

Aku ingin mencoba makanan kesukaanmu, ingin tahu bagaimana rasanya. Tidak boleh! Ini pun tidak cukup untukku. Selamat ulang tahun. Ada apa? Tidak apa-apa. Aku hanya berpikir, satu hari nanti, aku menua, dan akan mati. Sedangkan kamu tidak. Kamu akan sendirian. Aku kasihan padamu. Dan aku pasti melupakanmu saat itu, entah aku akan bersenang-senang di mana.

Biarkan aku bermimpi sekali lagi. Mimpi apa? Melihat masa depanku. Kau bahkan membohongiku bahwa ini adalah tongkat peri. Kelak, pada hari yang cerah, dapatkah kita mengadakan resepsi pernikahan yang sederhana tetapi mewah? Dapatkah kita sejak saat itu, orang pertama yang kulihat setiap pagi saat kubuka mataku adalah kamu? Memiliki kebun, menanam pohon Ginkgo.

Menonton film kita di bioskop. Akankah kita menjadi orang tua? Mempunyai seorang anak yang lucu. Sayang sekali, semua ini hanyalah mimpi. Tetapi itu saja cukup. Sekali ini saja sudah cukup. Jadi, jika semuanya tidak bisa dihentikan, aku tetap akan melindungimu, Chi Yu. Sudah beres? Istirahatlah. Masih kerja! Duduk! Haoshu, terima kasih. Maaf.

Sekarang kamu lihai membuat kopi. Enak, enak. Halo. Halo, Pa. Sedang apa? Ada apa? Tidak apa-apa. Aku merindukan Papa. Apakah semuanya baik-baik saja? Baik-baik saja. Lalu Papa…. Harap Papa jaga kesehatan. Pa, jaga dirimu baik-baik. Itu saja. Aku akan tutup teleponnya. Baik. Aku mencintaimu, Papa. Aku mencintaimu. Suxi! Apa yang seharusnya kukatakan padanya? Katakan saja,

Lupakanlah Ji Wan dan Wen Suxi. Suxi. Aku hanya ingin tahu, kenapa kamu begitu cepat melepaskan semua ini? Dalam hidupku, dapat bertemu dengan seorang yang rela melakukan apa pun demiku, itu sudah cukup. Jika aku ditinggal sendiri, meski aku akan melupakannya, tidak peduli itu Ji Wan atau Wen Suxi, itu tetaplah kejam.

Meskipun kamu pernah memberitahuku, ada banyak peraturan yang tidak bisa diubah dan dihindari, Tetapi aku selalu percaya, nasibku bergantung pada diriku sendiri. Maka itu, aku mau dia tetap hidup. Meskipun kamu menyerahkan hidup mu dan tidak bisa bersamanya? Benar. Tetapi, tidak lagi bersama, apakah itu masih disebut cinta? Lebih cinta dari apa pun.

Dunia yang kutinggali sebenarnya seperti apa? Pada akhirnya, yang bisa dilihat orang adalah diri mereka sendiri. Namun justru karena itulah, aku sekarang tidak takut lagi. Karena aku tahu, aku memilikimu. Selama kamu ada, aku tidak takut apa pun. Selama kamu ada, waktu menjadi berarti. Selama kamu ada, satu momen singkat dan keabadiaan Apa bedanya?

Selama ini, kamu selalu menjagaku. Tetapi kali ini, giliranku yang menjagamu. Kalau… nasib itu memang ada, maka nasibku adalah kamu. Aku mencintaimu, Wen Suxi. Masihkah kamu ingat ceritaku tentang kucing yang sombong? Dia hidup satu juta kali. Lalu mati satu juta kali. Dia bertemu dengan satu juta orang yang mencintainya,

Mereka semua menangis sedih saat dia mati. Tetapi dia, tidak pernah sekali pun menangis. Dia mencintai diri sendiri lebih dari mencintai orang lain. Tetapi saat dia harus berpisah dari orang yang dia cintai, akhirnya dia menangis. Indah sekali. Bolehkah kita datang lagi lain kali? Sejak pagi hingga malam, sudah menangis satu juta kali.

Saat tangisnya berhenti, dia diam-diam mati. Dia tidak pernah hidup kembali. Suxi! Maaf. Aku membuat keinginan yang tidak akan bisa kucapai. Semoga kamu terus mengingat, di dunia ini, ada seorang bernama Wen Suxi yang pernah mencintaimu. Sampai jumpa, Chi Yu. Suxi! Suxi. Satu hari nanti aku akan menua, dan akan mati. Tetapi kamu tidak.

Di mana Suxi? Di mana dia, kamu seharusnya lebih tahu daripada aku. Beraninya kamu, Chi Yu. Kamu tahu jelas ini akhir darinya, untuk apa membuang tenaga? Wen Suxi ada di mana? Aku akan mengambil Pena Bintangmu. Untuk apa kamu membutuhkan Pena Bintang? Tuan Muda Hua, apa maksudmu? Awalnya kamu mengatakan, asalkan aku mendapatkan Giok Riyue,

Aku bisa bersama dengan Huichu selamanya. Aku mengira kamu memohon kepadaku untuk bekerja sama denganmu hanya untuk menggunakan Giok Riyue untuk menyelamatkan anak harammu. Tetapi baru kemudian aku menyadari sebenarnya kamu memiliki tujuan lain. Karena sudah ketahuan olehmu dan tiga musibah sudah lewat, tidak perlu lagi aku sembunyikan darimu.

Sangat tidak menyenangkan dipermainkan orang sekitarmu, bukan? Kamu sengaja membocorkan rencana kita pada Chi Yu supaya energi Pena Bintang milikku dan Chi Yu terpakai habis, benar? Tidak usah terburu-buru, biarkan dua bersaudara itu menghabiskan energi. Kita tunggu saja di sini sambil menonton. Pena Bintangku mengandung energi besar, kamu tidak akan bisa mengontrolnya.

Jadi kamu menginginkan mendapatkan Pena Bintang milik Chi Yu. Pena Bintang dan Giok Riyue berasal dari tempat yang sama. Kalau kamu mengorbankan Pena Bintang demi Giok Riyue, meskipun tanpa aku, kamu dapat mengontrol Giok Riyue dengan mudahnya. Kamu melakukan semua itu demi kekuasaan, benar? Tampaknya kamu selalu tahu. Semula aku akan melepaskanmu,

Tetapi sekarang aku berubah pikiran, Tuan Muda Hua! Ingin melawanku? Dengan kekuatan kalian? Cincin ini sebenarnya milikku. Cincin gioknya dapat membuatnya mengingat memori masa lalunya. Sedangkan cincin yang ada padamu ini adalah untuk melindungimu hingga hari ini. Siapa bilang? Kepala Museum! Kamu bergantung pada…. Palsu? Sejak awal aku menyadari kamu memiliki rencana lain.

Alasan kenapa tidak terekspos adalah karena waktu itu aku ingin Huichu selamanya di sampingku. Tepatnya, aku mengalahkanmu dengan permainanmu sendiri. Namun kemudian aku menyadari kesalahanku. Aku bersusah payah ingin tinggal, tetapi itu semua hanyalah obsesiku belaka. Aku pernah bertanya pada seseorang, saling mencintai tetapi tidak bersama, apakah itu juga cinta? Sekarang barulah aku mengerti jawabannya.

Jadi begitulah, itu sudah cukup. Mengenai kamu, aku sudah menghubungi kantor pusat. Meskipun kamu tidak menyerahkan diri, akan ada yang datang menangkapmu. Tuan Muda Hua, jangan lupa, kamu juga bersalah. Meskipun aku tertangkap, kamu juga tidak akan bisa kabur. Aku memang tidak berencana kabur. Biarkan aku selesaikan pekerjaanku. Tampaknya, sudah waktunya. Jangan. Sesuai dugaan,

Kamu masih melakukannya. Chi Yu, jangan. Hanya yang memiliki tubuh manusia dapat melewati pintu ini. Aku mau melakukan barter. Apa? Aku menjual identitasku sebagai Ahli Bintang padamu. Biarkan aku menjadi manusia. Kamu mau barter dengan apa? Biarkan Cuiyou sadar kembali. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk menggunakan Pena Bintangku.

Kamu tidak akan bisa kembali ke Bintang Biduk. Chi Yu, begitu kamu melewati pintu ini, kamu akan kehilangan kelima indramu. Kamu akan mati layaknya manusia. Aku akan membawa pergi Giok Riyue. Jaga dirimu. Chi Yu! Suxi. Suxi! Chi Yu! Chi Yu! Aku di sini! Suxi. Kuakui, sejak awal aku menggunakan perasaanku pada Ji Wan

Untuk melindungimu. Aku hanya ingin memperbaiki kesalahanku 3000 tahun yang lalu. Aku bahkan pernah mempertanyakan apakah orang yang kucintai adalah Ji Wan, dan bukan kamu. Tetapi sekarang aku yakin, sejak awal hingga akhir, kamu… tidak pernah berubah. Chi Yu! Kenapa? Kenapa? Kenapa kamu kemari? Chi Yu. Kenapa? Kenapa kamu kemari? Ada apa dengan matamu?

Tidak apa-apa. Bukankah kita sudah berjanji, kita akan ke pantai pada malam natal untuk melihat matahari terbit? Kenapa kamu malah pergi lebih dahulu? Aku takut kelak… kelak tidak akan bisa bertemu kamu lagi. Kelak jangan pergi lagi. Suxi. Suxi. Aku… mencintaimu. Chi Yu! Chi Yu! Chi Yu, kembalilah! Chi Yu! Chi Yu, kembalilah! Chi Yu,

Bisakah kamu kembali? Chi Yu! Chi Yu, kembalilah…. Apa yang kamu cita-citakan akan kamu dapatkan. Menikah. Memiliki anak. Memiliki keluarga. Dia akan menemanimu hingga tua. Hingga rambut memutih. Hingga gigi tanggal semua. Ketika aku tiada dan perlahan menghilang, aku akan menjadi hujan atau angin. Rela menjadi angin saat cuaca cerah, menjadi hujan saat cuaca buruk.

Datang bersamamu saat hidup, pergi bersamamu saat mati. Kamu tidak akan pernah kesepian. Karena aku… akan selamanya… di sampingmu. Aku sudah bilang, kamu tidak boleh terlambat tiba di konferensi pers Pingtai jam 3 hari ini. Dan, rapat penulis naskah baru, bisakah diganti menjadi besok siang? Kak. Aku tahu. Jangan membuatku terburu-buru. Kak,

Harap jangan lupa waktu. Malam ini ada pesta Natal…. Aku tahu. Kak, cepatlah! Ada orang baru pindah ke rumah seberang? Benar. Setelah kosong sekian lama, seharusnya sudah terjual. Jangan lari! Ada apa? Tidak apa-apa. Hai! Selamat pagi! Hai! Apa kabar? Cuiyou, kenapa Suxi tidak mengangkat teleponnya? Kak Suxi sedang menyetir. Ada keperluan apa mencarinya?

Sampaikan padanya, aku tidak bisa hadir di rapat naskah sore ini. Ada hal mendesak. Hal mendesak apa? Kamu di mana? Hasil ujian Wang Xiaomi diumumkan hari ini. Entah apakah dia lulus atau tidak. Dia sudah keluar, aku tidak akan berbincang banyak. Aku tutup teleponnya. Bagaimana? Apakah hasilnya sudah keluar?

Ada yang salah dengan estetis guru itu. Aku tahu dalam hati apa yang kumainkan. Selisih berapa banyak? Selisih banyak. Tidak apa-apa, tidak apa-apa, tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Aku akan masuk dan menanyakan gurumu. Kalau kamu masuk, aku akan kehilangan ranking pertamaku. Berapa? Tenanglah. Aku hanya menjalankan tes, dan mereka ingin memberiku beasiswa penuh.

Meskipun aku menolaknya, juga tidak boleh. Baguslah! Ini sangat bagus! Kali ini ada alasan kuat untuk membujuk papamu untuk tidak pindah keluar negeri. Siapa yang peduli padanya? Biaya sekolahku sudah terbayarkan! Ayo jalan! Kakak Xiaomi akan mentraktirmu makan. Siapa itu Kakak Xiaomi? Ayo jalan! jalan, jalan, jalan. Jalan…. Shu Dunhang lumayan juga.

Aku sudah lama tidak bertemu denganmu, tetapi kamu masih mengingatku. Do…. Bukan. Jiang Siya. Kak, kamu lama sekali tinggal di luar negeri dan akhirnya kamu kembali. Bukankah kamu…. Kopermu di mana? Di belakang. Kenapa kalian tidak menungguku? Aku dari tadi mengejar kalian! Kak Dongkai, kenapa kamu di sini? Aku…. Tidakkah kamu melihat? Kalian berdua….

Aku mengerti. Kak, biar aku membantumu. Tidak usah. Ini adalah beban cintaku. Bagaimana kamu boleh mengambilnya? Ayo jalan. Jalan. Kak, aku dengar Kak Dora hari ini kembali, kita ada janji makan bersama nanti malam. Sebaiknya pesan tempat di mana? Kak, ada apa denganmu? Tidak apa-apa. Aku selalu merasa sedih setiap kali melewati jalan ini.

Kak, apakah kamu baik-baik saja? Kenapa kamu sedih? Tiba-tiba merindukan seorang. Siapa? Seorang yang hanya muncul dalam mimpiku.