【FULL】Destiny’s Love EP20【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Destiny’s Love Episode 20 Kita, lakukan tugas dengan baik. Cepat naik pangkat dan kembali ke bintang biduk. Memang begitu. Setiap hari menderita di sini. Menderita apa? Aduh. Bukankah hanya menyiapkan bantuan kecil saja? Bantuan kecil… Di mana Chi Yu? Di dalam. Apakah kalian di sini masih ada urusan? Sudah tidak ada urusan.
Sudah tidak ada urusan. Sudah tidak ada urusan. Ayo… Suxi. Saya ada di mana? Di mana? Suxi. Pergi kamu. Pergi kamu. Pergi kamu! Pergi! Tang Mao sekarang masih di hotel. Besok pagi setelah dia bangun, dia tidak akan ingat bahwa semalam kita pergi ke sana. Terima kasih. Oh ya,
Apakah perlu membuat Wen Suxi melupakan hal itu? Jika dia ingat, dia pasti akan membenci Tang Mao . Tapi, mungkin akan berterima kasih kepada kamu yang menyelamatkannya. Jika dia ingat, akan lebih menderita. Suasana hati yang berubah-ubah, kebahagiaan dan kesedihan yang banyak terjadi di sini. Kamu bisa begitu prihatin, mungkin karena hatimu sudah tersentuh.
Menurut saya, lebih bahagia saat di Bintang biduk. Belum tentu. Menurut saya, kamu dan Wen Suxi sangat bahagia. Apakah kamu tahu apa yang paling saya sukai dari bumi ini? Mungkin kehidupan baru. Semua hal, ada kesempatan dan kemungkinan untuk kembali dari awal. Salah. Yang paling saya sukai, justru akhir. Semuanya akan kehilangan, tanpa pengecualian,
Tidak ada selamanya, akan membuat sekarang tampak sangat berharga. Tapi, ketika waktunya tiba, kita meninggalkan tempat ini begitu saya, bagaimana dengan orang yang kita tinggalkan? Tapi belum pasti juga, Berakhir adalah mulai. Kematian adalah kehidupan baru. Matahari dan bulan memiliki rutinitas. Bintang-bintang memiliki urutan. Semua yang ada di dunia ini adalah siklus yang berkelanjutan.
Mungkin kedepannya ada kesempatan untuk kembali lagi. Tapi pada saaat itu, Wen Suxi sudah tidak ada di sini lagi. Pernahkah kamu berpikir, mungkin kehadiran saya adalah suatu kesalahan. Jika bukan karena 3000 tahun yang lalu, Giok Riyue yang mengontrol energi alam semesta hilang, kita juga tidak akan sampai di sini, mengalami banyak hal. Kamu,
Juga tidak akan bertemu dengan Ji Wan. Jika bukan karena waktu itu kamu menyelamatkan Ji Wan di medan perang, dia seharusnya terluka dan memulihkan diri di markasnya dan juga tidak akan muncul dipertempuran Zhao Shui dan meninggal demi menyelamatkanmu dari 3 serangan anak panah. Jadi kedepannya, bertemu orang seperti Tang Mao, jangan bertindak gegabah lagi.
Energi alam semesta konservatif, siapapun tidak bisa membayangkan, selanjutnya siapa yang akan dipengaruhi. Dan juga, Suxi masih ada dua kali bahaya. Pena Bintangmu tidak bisa bertahan terlalu lama. Apa yang terjadi? Kamu jangan pikirkan, kamu akan melupakannya. Tapi kenyataannya ini sudah terjadi, bagiamana saya bisa melupakannya? Kalau begitu kamu anggap saja sebagai mimpi buruk.
Hari akan cerah. Kalau begitu, saya bertemu denganmu selama ini, apakah juga sebuah mimpi? Kamu percayalah pada saya. Kedepannya ada saya, saya tidak akan membiarkanmu disakiti lagi. Jika ini sungguh adalah sebuah mimpi, saya akan berharap kita berdua jangan bangun dari mimpi. Kalau begitu… Saya…saya pulang dulu. Kamu sendiri berhati-hatilah. Itu… Dora. Besok,
Apakah kamu masih mengendarai mobil? Saya bisa menjadi pelatihmu. Kalau begitu… Kalau begitu saya… Terima kasih atas hari ini. Terima kasih kamu berani duduk di mobil yang saya kemudi. Dora, kamu sungguh tidak berencana mengatakannya pada saya, apa yang terjadi malam ini antara Chi Yu dan kamu ? Sebenarnya,
Chi Yu yang menelepon saya untuk kemari. Terlalu banyak ikut campur. Dora. Kamu… Jiang Siya, saya sungguh tidak pernah berpikir untuk mencampuri kehidupanmu. Saya hanya ingin berteman denganmu. Bisakah jangan begitu membenci saya? Saya tidak bilang saya membencimu. Kamu… Kamu… Tidak membenci saya. Kalau begitu apakah kamu menyukai saya? Maksud saya, antar sesama teman, sedikit,
Hanya sedikit suka. Iya, antar sesama teman, sedikit, tapi belum sampai suka. Kalau begitu bolehkan saya sering meneleponimu? Tidak boleh. Masih belum sampai tahapan itu ya? Selamat malam. Tapi, boleh kirim WeChat dulu. Sudah pukul 2.30, kenapa ponselnya selalu tidak aktif? Menurutmu, apakah terjadi sesuatu? Bisa terjadi hal apa?
Apakah kamu ada nomor telepon Tang Mao? Ada. Direktur Tang… Di sini… Biar saya saja. Kenapa dia juga tidak angkat telepon. Saya bilang, Kakak Haoshu, kamu jangan khawatir. Dia pergi bersama Direktur Tang, apa yang bisa terjadi? Justru karena dia bersama Tang Mao, saya baru khawatir. Sudah pulang. Ini… Chi Yu dan Tuan Muda Hua,
Kenapa mengatar Kakak Suxi pulang? Hati-hati, jangan sampai Kakak saya terjatuh. Kalian berdua, Guru Wen hari ini minum terlalu banyak. Chi Yu membawanya ke dalam akan segera keluar. Kalian jangan ikut campur, oke? Tapi, bukankah Direktur Tang yang menjemput Kakak Suxi? Bagi saya dan kamu, mungkin perasaan bukan untuk diingat, tapi untuk dilupakan.
Tunggu saya meninggalkan tempat ini, kamu tidak akan mengingat saya lagi. Semuanya, seperti tidak pernah terjadi. Begitu kebetulan. Inilah kejadian yang terjadi. Jika kalian masih ada pertanyaan detail, tunggu dia keluar baru tanyakan padanya. Kalau begitu, kenapa kamu dan Chi Yu pulang bersama? Bukankah Chi Yu keluar bersama Dora?
Saya bilang berapa banyak yang kamu cemburukan? Siapa… Siapa bilang saya cemburu? Pokoknya, inilah kejadian yang terjadi. Wen Suxi juga sudah kembali dengan selamat. Kalian cepat pulang istirahat. Saya pergi dulu, Youyou. Bagiamana denganmu? Hubungan manusia yang sangat rumit, merepotkan saya satu malam. Jika sudah merepotkan satu malam, kalau begitu jangan dipikirkan lagi. Kembali tidurlah.
Saya antar kamu pulang dulu. Lepaskan saya! Cepat lepaskan saya! Jiang Yu. Direktur Tang. Kamu yakin semalam tidak ada yang masuk kamar saya? Yakin. Hingga jam 3 saya baru meninggalkan tempat ini. Periksa kamera CCTV hotel. Saya ingin tahu bagaimana Suxi meninggalkan tempat ini. Mengerti. Apa yang terjadi dengan semalam?
Dari mana noda darah yang ada di pakaian? Direktur Tang. Kamu kelihatannya tidak sehat. Semalam tidak istirahat dengan baik? Mungkin semalam minum terlalu banyak. Sore ini ada rapat, apakah kamu akan hadir? Tidak. Kamu mewakili saya hadir. Dengar-dengar, syuting film Suxi sudah selesai semalam. Kamu melihatnya semalam? Saya tidak melihatnya. Kamu kenapa? Tidak apa-apa.
Apa yang terjadi dengan saya semalam? Botol kecil, kenapa kamu berbaring sendirian di lantai? Siapa yang memisahkan kamu dengan botol? Sungguh sangat kejam. Saya sungguh begitu? Kenapa kamu tidak menghentikan saya? Kakak, saya sudah menghentikanmu. Masalahnya adalah saya tidak bisa menghentikanmu, siapa yang menghentikanmu, kamu akan marah kepadanya. Kalau begitu penampilan saya sebagai sutradara,
Bukankah hilang semua? Tidak separah itu, hanya sisa sedikit tidak banyak lagi. Kalau begitu, semalam siapa yang mengantar saya pulang? Chi Yu dan Tuan Muda Hua yang mengantarmu pulang. Chi Yu? Bukankah dia sedang pacarn dengan Dora? Saya juga kurang jelas. Tapi, semalam Direktur Tang yang menjemputmu lebih awal. Tang Mao?
Apakah kamu masih ingat kejadian selanjutnya? Saya antar kamu pulang dulu. Sepertinya masih ada sedikit ingatan. Oh ya, Kakak. Semalam saat Chi Yu dan Tuan Muda Hua menemukanmu, kamu dan Direktur Tang sudah mabuk di pinggir jalan. Saya dan Tang Mao minum alkohol? Kenapa? Bukan,
Apa lagi yang dikatakan Chi Yu saat mengantar saya pulang? Tidak ada. Dia langsung memelukmu masuk ke kamar. Dia… memeluk saya? Kakak, ekspresimu sangat aneh. Jangan ganggu saya, saya mau istirahat. Kalau begitu Kakak, siang ini kita punya janji makan siang dengan orang platform, apakah mau dibatalkan? Jangan dibatalkan.
Kalau begitu kita masih ada 15 menit harus berangkat. Bukan, kenapa kamu tidak bilang dari awal? Kakak, kamu tunggu saya. Oh ya, ponsel saya mana? Kamu masih bilang, saya semalam meneleponmu, selalu tidak aktif. Apakah kamu menghilanginya? Kalau begitu pinjamkan ponselmu. Jadi saya pakai apa? Saya carikan ponsel lama saya,
Siaga luar biasa, sangat bagus digunakan. Saya dibesarkan kakek, bahkan tidak ada kesempatan mengucapkan selamat tinggal padanya. Tapi untung ada kamu, sekarang saya sudah bisa melepaskannya sepenuhnya. Terima kasih. Kenapa kamu berterima kasih pada saya? Hal ini saya sepertinya tidak memberikan bantuan apapun. Saat waktunya tiba, untuk detailnya, saya akan bicarakan dengan kalian berdua lagi.
Baik. Maaf. Saya permisi dulu. Direktur Tang, saya sudah memeriksa kamera CCTV hotel. Kamera CCTV merekam, Anda membawa Wen Suxi ke kamar sekitar pukul 9.30. Kapan dia pergi? Ini sangat aneh. Berdasarkan kamera CCTV koridor hotel, Wen Suxi tidak pernah meninggalkan tempat ini. Bagaimana mungkin? Saya sudah berkali-kali memeriksanya.
Setelah kamu dan dia masuk ke kamar, tidak ada lagi orang yang masuk dan keluar dari kamar. Tapi Direktur Tang tenang saja, saya sudah menyuruh pihak hotel menghapus rekaman kamera CCTV. Baik. Saya sudah tahu. Direktur Tang, sangat kebetulan, kamu juga di sini, Saya baru saja mengajak orang platfon untuk makan di sini,
Kenapa tidak melihatmu? Sangat kebetulan. Saya sudah terima bunga keranjang darimu. Terima kasih. Oh ya, mengenai hal semalam… Semalam… Youyou sudah bilang pada saya. Dia sudah bilang padamu? Sungguh minta maaf. Jadi mengenai kejadian semalam, apakah kamu masih ingat? Saya tidak ingat lagi. Tapi saya tahu meskipun kurang yakin, kamu yang menjemput saya.
Jadi, jangan-jangan kamu khusus pergi untuk menjemput saya? Jiang Yu bilang pada saya bahwa kamu minum terlalu banyak, jadi saya searah dan menjemputnmu. Kalau begitu, apa yang terjadi setelah itu, apakah kamu masih ingat? Setelah itu? Dengar-dengar Chi Yu yang mengantar saya pulang. Apakah kalian bertemu? Direktur Tang, kamu baik-baik saja kan? Jadi katamu,
Chi Yu yang mengantarmu pulang? Sepertinya iya. Kalau begitu kamu sibuk dulu. Saya pulang dulu. Oke, kamu sibuk dulu saja. Bye-bye. Jiang Yu, saya mau bertemu dengan Chi Yu. Wang Xiaomi, kenapa kamu ada di sini? Saya belakangan ini numpang tinggal di sini. Seharusnya saya yang menanyakan pertanyaan ini padamu.
Kenapa kamu datang ke rumah kami? Bukankah kamu baru saja bilang kamu numpang tinggal di sini? Kamu jangan alihkan pembicaraan. Saya kemari mencari orang. Apakah kamu mengikuti saya? Saya sudah beritahu kamu dengan sangat jelas, ada beberapa hal sungguh tidak bisa dipaksakan. Meskipun kamu menghentikan saya di depan pintu rumah saya,
Juga tidak bisa mengubah apapun. Saya kemari untuk mencari Kakak Suxi. Kalau begitu buat apa kamu mencarinya? Saya hanya ingin tanya, Chi Yu tinggal di mana? Kamu sebenarnya kemari mencari siapa? Tempat kali ini sangat berlebihan. Apakah kalian berempat tinggal bersama? Apakah masih ada kamar? Kamu datang ke sini sebenarnya buat apa?
Saya kemari mencari Chi Yu. Buat apa kamu mencari Chi Yu? Pokoknya, dia adalah guru saya. Tidak. Dia adalah master saya. Master? Betul. Pernahkah kamu ke kamarnya? Kamu pasti belum pernah, kan? Saya mau memeriksa kamarnya, bisa jadi ada hasil yang sangat besar. Apakah dia tinggal di kamar ini? Orangnya sedang tidak di rumah,
Pantaskah kamu masuk kamarnya? Jadi, hanya sisa kita berdua di rumah ini? Kalau begitu saya duduk di sini tunggu dia pulang. Oke… Kamu mau tunggu, tunggu di sini saja. Saya pergi ke supermarket. Saya temani kamu. Tuan Chi Yu. Tidak disangka kamu sungguh akan datang. Apa alasan saya untuk tidak datang? Saya dengar,
Kamu yang menjemput Suxi semalam. Kami minum terlalu banyak, tidak merepotkan kamu kan? Dia tidak akan merepotkan saya, hanya kamu yang akan merepotkan saya. Saya hanya ingin tahu, dari mana kamu menjemputnya? Kamu membawanya ke mana, saya menjemputnya dari sana. Kenapa, tidak ingatkah? Saya hanya ingat, sepertinya melalukan hal yang bahagia.
Semalam kami sungguh minum terlalu banyak, kamu yang bantu kami merapikannya, saya sungguh sedikit malu. Tapi, saya tidak ingat bertemu denganmu. Suxi juga lupa, betulkan? Membuat dia melupakannya, karena ingin menghilangkan rasa sakitnya. Membuat kamu melupakannya, karena takut kamu tidak berani bertemu dengan saya. Kelihatannya, intinya, kamu bisa berada di sini karena demi Suxi.
Saya hari ini memanggilmu ke sini hanya ingin mengatakan satu hal padamu. Jangan melawan saya. Kamu akan menyesal. Pokoknya bagaimanapun juga, saya hanya tahu kamu tidak berani melukai saya. Jika tidak, saya seharusnya mengalami banyak luka, betulkan? Kalau begitu mari kita lihat, siapa yang sanggup bertahan. Oh ya, bagaimana kalau saya telepon Suxi
Ajak dia makan dan ngobrol? Mungkin bisa teringat sesuatu hal. Saya peringatkan padamu, jika kamu berani menyentuhnya, saya tidak akan melepaskanmu. Katakanlah, Bagaimana caranya kamu tidak melepaskan saya? Ketika Qian Ning dalam perjalanan menuju bandara, mengalami kecelakaan mobil dan meninggal. Daftar panggilan terakhir di ponselnya yang dihubunginya adalah kamu. Meskipun Qian Ning menghubungi saya,
Ini bisa membuktikan apa? Mengenai soal salinan yang dibocorkan, ada kaitannya denganmu. Kenapa kamu ingin mencelakai Suxi? Tidak tahu ponsel jelek yang didapatkan dari mana, mau mengancam saya ya? Saya tidak perlu mengancammu. Tapi kamu ingat baik-baik, jika kamu berani mencelakai Suxi lagi, saya akan menghancurkanmu. Jika sudah tahu semuanya, kenapa menyembunyikannya untuk saya?
Chi Yu, apa yang kamu takutkan? Halo, Youyou. Saya sudah bertemu dengan orang platfon, sekarang mau pergi lihat potongan film pertama, saya nanti akan pergi ke ruang mesin, kamu juga kemari. Kakmu juga tolong carikan ponsel saya. Oke, bye-bye. Chi Yu? Apakah butuh alat cukur? Saya cukur kumis master saya, memangnya kenapa?
Buru-buru jadi pengikut orang, kamu digaji? Saya berguru untuk mendapatkan keahlian, mana mungkin ada gaji? Kenapa jalan begitu cepat? Kamu tunggu saya. Apakah kamu cemburu? Saya cemburu dengan siapa? Kamu cemburu pada Chi Yu, cemburu pada saya. Kamu lihat hubungan saya dengan master saya begitu baik, begitu dekat. Jadi kamu merasa dirimu terancam, iya kan?
Saya kasih tahu kamu, sudah telat. Saya sudah memutuskan untuk melepaskannya sepenuhnya keahlian menggambar ini. Jadi tidak peduli betapa kamu cemburu, saya tidak akan peduli. Jangan pernah pedulu, anggap saja saya ini tidak pernah ada. Kamu… Saya masih harus pergi ke rumah kalian tunggu master saya. Kamu harus membawa saya pulang.
Apa kamu tidak tahu jalan? Saya buta jalan. Kalau begitu sangat disayangkan. Saya ini orang yang paling bisa mengajari orang mengenali jalan, tapi kamu sudah bukan murid saya. Tolong berikan jalan. Jelas-jelas sedang cemburu. Sedang apa kamu di sini? Buat saya kaget saja. Saya malah ingin menanyakanmu, sedang apa kamu di sini?
Ketika waktunya tiba, kita meninggalkan tempat ini begitu saya, bagaimana dengan orang yang kita tinggalkan? Tidak apa-apa. Tidak bersedia berada di rumah, tidak disangka keluar juga bisa bertemu. Apa maksudmu? Tidak ingin bertemu dengan saya? Semalam, apakah kamu yang mengantar saya pulang? Oh ya? Saya tidak ingat lagi. Jangan pura-pura lagi.
Youyou sudah katakan pada saya. Bukankah kamu dan Dora pergi pacaran? Kenapa, masih mengantar saya pulang? Hanya kebetulan saja. Saat lewat, lihat kamu dan Tang Mao sedang mabuk, jadi sekalian antar kamu pulang. Cuih. Kalau begitu kenapa kami bilang tidak ingat lagi? Saya bilang ada ada denganmu hari ini? Perkatanmu aneh.
Apakah masih ada hal lain? Jika tidak saya pergi dulu. Tidak ada hal lain. Saya tidak menghalangi jalanmu. Kamu pergilah jika ingin pergi. Ada yang ingin saya tanyakan padamu. Semalam, apakah saya mengatakan kata-kata yang membuatmu tidak senang? Tidak. Jadi kenapa kamu seperti ini? Jadi saya harus seperti bagaimana? Kita hanya hubungan kerja.
Kamu jangan lupa, awalnya saya mendekatimu, hanya ingin menjadi seorang aktor. Menjadi seorang aktor? Kalau begitu kamu… kamu baik pada saya, memasak buat saya, khawatir saya sakit, dan membeli rumah saya, kenapa? Apa perlu kamu tanyakan? Betul, jawab saya. Awalnya saya mendekatimu hanya ingin menjadi seorang aktor. Tapi karena hubungan kerja, kamu bangkrut. Jadi,
Saya memilih untuk membantumu. Dengan begini bisa mendekatkan hubungan kita. Kalau tidak, menurutmu bagaimana saya bisa dengan cepat menjadi pemeran utama film baru? Jangan-jangan kamu salah paham? Saya sedang bertanya padamu. Apakah yang kamu katakan semua adalah sesungguhnya? Iya. Baik, kalau begitu mari kita putus kontrak. Utang saya dulu padamu,
Saya akan ganti rugi lebih padamu. Bagus juga. Saya dulu pernah dengar dari orang lain, harus mencari perusahaan pialang yang lebih memiliki sumber daya baru bisa. Kenapa baru katakan sekarang, bukankah sejak awal sudah tanyakan padamu? Kenapa kamu baru mengatakannya pada saya setelah sudah melakukan begitu banyak hal? Apakah kamu tahu ini sangat menyakiti orang?
Bagaimana saya bisa menemukan aktor lain? Membawanya pergi ke kelas akting, membawanya pergi mengamati karakter. Saya sudah menaruh semua energi dan waktu pada dirimu. Jadi kamu tidak ingin bermain film lagi? Apakah saya harus memotong semua adeganmu? Baik, kalau begitu kamu pergi mencari perusahaan pialang yang kompeten. Saya tidak peduli kamu percaya atau tidak,
Saya sudah mengatakan apa yang seharusnya saya katakan. Baik. Lalu mengapa dulu kamu tanpa alasan muncul di kehidupan saya? Karena ini adalah sebuah mimpi. Kalau begitu, saya bertemu denganmu selama ini, apakah juga sebuah mimpi? Jika ini sungguh adalah sebuah mimpi, saya akan berharap kita berdua jangan bangun dari mimpi.