【FULL】Destiny’s Love EP16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Destiny’s Love Episode 16 Suxi. Kita berdua tidak ada hubungan apa pun, hanya hubungan antara atasan dan bawahan. Jadi, jangan panggil aku Suxi. Panggil aku Direktur Wen. Direktur Wen. Ada apa? Semalam… Kamu tahu betapa beratnya kamu? Kamu tahu seberapa jauh aku menyeret kamu? Hanya urusan ini kan?

Kalau tidak ada hal lain, aku pergi dulu. Direktur Wen. Ada apa lagi? Terima kasih. Tanggal syuting dimulai sudah ditetapkan. Jadi mulai hari ini, kamu harus masuk kelas akting. Kamu harus menaruh banyak perhatian dan berusaha. Jangan kecewakan aku… harapan perusahaan padamu. Baik. Tidak ada urusan lagi kan? Tenang saja. Aku kasih tahu kamu,

Belakangan ini gosip lumayan heboh. Urusan yang aku atur untuk kamu itu, harus sangat hati-hati. Aku akan urus dengan baik. Orang ini kenapa begitu familiar? Perkiraan kami tanggal 5 mulai syuting, lalu berlangsung 3 hari. Lalu ada waktu sekitar 1 minggu untuk menyelesaikan pengeditan. Situasi yang diketahui sekarang adalah skenario mengikuti perkembangan komik, siap dipakai.

Aktornya Dora dan barisannya. Produser, kami ahlinya. Sutradara… Kakak Suxi, apakah kita benar-benar mau minta bantuan Sutradara Shi? Meskipun Sutradara Shi adalah orang baru, tidak banyak pengalaman, tapi aku pernah lihat video pendeknya. Seorang sutradara yang punya kreatifitas.. Kakak Suxi, aku pernah lihat film yang Anda buat. Sangat mengidolakan Anda. Sangat berharap bisa

Dapatkan kesempatan kali ini. Karena kamu juga antusias pada proyek ini, mari kita berusaha bersama. Kamu percaya diri? Ya. Kakak Suxi, tidak minta bantuan pada Direktur Tang? Masalah yang bisa diselesaikan sendiri, kenapa harus minta tolong orang lain? Baik. Sekarang, kita coba latihan tanpa benda fisik. Coba bayangkan kamu akan ungkapkan perpisahan dengan kekasihmu.

Bunga mawar yang sudah kamu siapkan untuknya, digenggam di tanganmu. Dia memberikan aroma. Coba cium. Cium… Cium apa? Bunga. Bunga di tanganmu. Coba cium. Ini… Ini jelas-jelas pulpen. Teman, peralatan kita bisa digantikan. Kamu harus membayangkan dia sebagai bunga mawar. Tujuan dari latihan ini adalah melatih imajinasi kita, bisa? Ayo, sekali lagi.

Tidak bisa, sama sekali tidak bisa terbayang. Ini… Ini tidak ada kesamaan sama sekali. Apanya yang tidak bisa dibayangkan? Berikan padaku. Lihat baik-baik. Lihat aku. Kelopak bunga yang indah ini memancarkan aroma yang misterius. Duri tajam yang angkuh ini adalah kekeraskepalaan terakhirnya. Guru kenapa? Tertusuk duri. Sudahlah. Kita ganti latihan yang lain. Sekarang kita

Latihan komunikasi. Temanya adalah perpisahan. Sekarang, anggap aku sebagai lawan pemain kamu. Bacakan skenario yang ada di dalam naskah. Lihat aku. Katakan skenarionya. Jaga diri. Sampai jumpa. Kamu bisa pakai perasaan tidak? Ini adalah drama perpisahan yang sangat penting. Rasakan dengan hatimu, bisa? Jaga diri, sampai jumpa. Bagus. Bagus. Sekarang kamu coba tambahkan sedikit

Perasaan sedih waktu berpisah. Dan juga suasana emosional yang cinta sampai mati tapi harus berusaha menahannya. Coba dulu. Ayo. Sekarang rasakan Kamu akan diare tapi sudah tidak tahan lagi. Di saat seperti ini, hembusan angin pasir bertiup kencang, matamu terus berkedip. Rasanya seperti air mata tidak tertahankan. Coba. Betul. Seperti itu. Bagus sekali. Pertahankan. Pertahankan.

Katakan skenarionya. Jaga diri. Sampai jumpa. Orang yang bersama Direktur Tang hari ini kenapa begitu familiar? Sungguh dia orangnya. Kenapa bisa berhubungan dengannya? Besok sudah janji dengan perwakilan area Tiongkok Komik TY. Ayo pergi bersama temui dia. Sebenarnya apa hubungan Direktur Tang dengannya? Apa kamu dimarahi guru? Kamu ya. Aku bayar guru untuk ajari kamu.

Kamu bisa serius sedikit tidak? Baik. Jadi hari ini sudah belajar apa? Perpisahan. Perpisahan? Kalau kamu bertemu kondisi seperti ini, terpaksa harus ucapkan selamat tinggal pada kekasihmu. Kamu akan gunakan cara seperti apa? Orang yang kucintai? Harus berpisah? Betul. Tidak akan bertemu lagi selamanya? Betul. Kalau begitu aku akan punya anak dengannya. Coba kamu pikir.

Selamanya tidak bisa bertemu lagi. Tentu saja aku harus punya anak dengannya. Dengan begini, walaupun aku sudah tua dan pikun, tapi begitu melihat anak, aku tetap akan mengingatnya, betul? Tertawa apa? Kamu bagaikan sekuntum bunga mawar yang indah, memberikan aroma yang misterius. Duri kamu yang angkuh ini adalah keras kepala kamu yang terakhirnya. Untukmu.

Apa ini? Bunga. Bunga? Kamu gila ya? Orang gila. Aku pergi ke kelas. Keras kepala kamu yang terakhirnya. Bukan. Ini… Ini tidak bisa. Ini… terlalu tidak realistis. Menurut aku, kakak Ping kali ini sungguh keterlaluan. Tidak hanya cari orang yang berpenampilan biasa saja untuk menantangmu, masih juga mengumumkan bahwa kamu dan kakak Dongkai sudah putus.

Bukankah ini sudah jelas ingin mengucilkan kamu? Kakak, demi Wen Suxi, pantas kah? Harus membuat dirimu jatuh sampai situasi begini. Situasi apa? Kamu bilang sekarang situasi aku apa? Bukan, bukan, kakak, kakak. Bukan itu maksud aku. Aku tidak sebanding dengan Jiahan itu bukan? Atau aku harus mengandalkan gosip buatan untuk meramaikan? Bukan, bukan, bukan, kakak.

Kamu lebih cantik sepuluh kali lipat dibanding dengan Jiahan. Lagipula akting kakak bagus. Ini semua orang tahu. Kamu di mana? Angkat telepon. Semuanya ayo lebih ramai lagi! Ayo, ayo, ayo. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Selamat ulang tahun. Terima kasih. Ayo, kalian harus minum, kalian harus minum. Cheers! Cheers! Cheers! Ayo bernyanyi. Ayo nyanyi.

Baik, baik, baik. Boleh saja bernyanyi, tapi aku tidak merasakan antusias kalian! Hatiku membara! Tuan-tuan dan Nona-nona. Yang masuk sekarang ini adalah tamu spesial ulang tahun aku. Hu Dongkai! Benar dia! Ganteng sekali. Aku bilang kenapa begitu familiar. Kakak Dongkai, kakak Dongkai. Baru masuk sudah langsung pergi? Kamu ajak begitu banyak wanita,

Dan berpakaian seperti itu. Bagaimana kalau aku tertangkap kamera? Ini sudah zaman apa? Kalau tertangkap kamera karena banyak pria, itu yang susah dijelaskan. Kamu bilang kamu bisa datang, aku bahkan tidak undang kakak. Jangan omong kosong. Mana kado aku? Sudah minta asistenmu taruh di mobil. Kakak Dongkai memang murah hati.

Tidak sia-sia aku adakan acara besar ini. Tunggu saja. Kakak Dora sudah janji. Nanti segera datang. Dora? Tentu saja. Film debut aku akting bersama Dora. Kalau mau bilang pasangan layar… Jodoh kami berdua jauh lebih awal dari kamu. Bercanda. Adik-adik! Jaga baik-baik kakak Dongkai ya. Cepat pergi. Ayo lah. Ayo. Ayo. Bernyanyi. Main sebentar.

Kamu ganteng sekali. Ayo kita foto bersama. Ayo, ayo, ayo. Ada apa? Terima kasih kakak bisa datang. Jangan sungkan. Hari ini aku banyak minum. Aku rasa kondisi kamu masih lumayan. Kakak Dongkai juga datang. Panas kan? Aku lepaskan bajumu. Tidak perlu, tidak perlu. Kenapa? Siapa? Aku… Kakak Dongkai, jangan pergi. Kalian berdua

Tidak perlu aku perkenalkan lagi kan? Di sini banyak orang, tidak ada tempat duduk lagi. Kalian bersenang-senang lah. Aku pergi dulu. Kakak Dora, kakak Dora. Duduk sebentar saja. Hari ini ulang tahun aku. Setidaknya hargai aku sedikit. Baiklah. Ayo, ayo, ayo. -Sini. -Sini. -Sini. Mari, minggir, minggir. Minum, minum. Dora, kamu sudah datang.

Aku nyanyikan untukmu. Nyanyi! Nyanyi! Aku datang karena ulang tahunmu. Tidak apa-apa, kakak Dongkai sudah lama menyiapkannya. Dengarkan saja. Nyanyi! Teman-teman yang di bawah panggung, tunjukkan kedua tangan kalian. Dora, bernyanyi lah bersamaku, bisa? Hu Dongkai, kita sudah putus. Apa kamu masih perlu akting begini? Jadi maksud kamu kita pernah bersama? Jiang Siya! Tembak! Tembak!

Tembak! Kedepannya boleh kah aku panggil kamu Jiang Siya? Kakak Dora, kakak Dora, kakak Dora. Kakak Dongkai, apa yang kamu bilang sehingga dia marah? Siapa suruh dia harus terima sampel film Wen Suxi. Sekarang bertengkar dengan kakak Ping. Sungguh akhir yang buruk. Dia terima sampel film Direktur Wen? Kita… belajar di sini? Betul.

Seni itu berasal dari kehidupan. Jadi hari ini, kita amati manusia dalam kehidupan nyata. Aku tidak suruh kamu amati aku. Guru akting tidak bilang sama kamu ya? Hubungan manusia. Lihat. Apa hubungan mereka berdua? Bagaimana? Latihanmu ada hasil juga. Mereka? Apa masih perlu pikir lagi? Dilihat saja sudah tahu adalah sepasang kekasih.

Kamu semakin hari semakin kuat. Tentu saja, aku berlatih tiap hari. Kakak ipar, kenapa hari ini kepikiran mau makan bersama? Aku sudah tahu kamu pasti lupa. Hari ini ulang tahun kakakmu. Lupa aku. Cepat. Temani aku beli sesuatu untuk kakak. Bagaimana dengan jam tangan yang kemarin itu? Sekarang mereka berdua pasti

Si pria lupa bawa sesuatu, terburu-buru ingin pulang ambilkan untuk pacarnya. Mereka bukan hubungan seperti itu. Wanita itu adalah kakak ipar dari si pria. Kakak dari si pria sedang ulang tahun hari ini. Mereka ingin belikan kado, lalu pergi beli. Imajinasi kamu sungguh luar biasa. Tapi harus akurat, kamu mengerti maksud aku tidak?

Tidak cukup hanya dengan imajinasi saja. Sudahlah. Kamu lihat mereka berdua. Kamu selalu kalah tiap kali main mahjong. Kamu masih main. Tidak bisa, terlalu jauh. Duduk. Ke mana? Suruh kamu amati manusia, bukan suruh kamu menguping pembicaraan orang. Lihat saja sudah tahu, sepasang suami istri yang sedang bertengkar karena pusing dengan pendidikan anak.

Jelas-jelas wanita itu kalah main mahjong. Lalu si pria… Kenapa yang kamu lihat semuanya hubungan kekasih? Karena, aku pintar mengamati orang. Lihat. Mereka berdua sedang apa? Putus. Aku beritahu kamu. Mereka adalah sepasang kekasih muda yang sedang hangat-hangatnya. Lihat itu, tiga langkah berbalik dua kali. Manisnya mereka. Ini… Mereka baru putus. Kelas selesai. Aku serius.

Kelas selesai. Lalu apa hubungan kita berdua? Kita? Tidak ada hubungan apapun. Sudahlah. Dingin sekali, ayo pergi. Sebentar. Aku mau kasih kamu sesuatu. Bukannya ini sisa semalam? Kenapa? Orang lain tidak mau baru kasih aku? Kamu selalu bilang aku hanya belikan untuk nona Dora, tidak belikan untukmu. Jadi, aku sengaja belikan untukmu. Belikan untuk aku?

Orang yang fashion seperti aku, mana mungkin pakai benda kekanak-kanakkan seperti ini. Kalau gitu aku lepaskan. Tidak perlu. Sudah dipakai juga. Kalau begitu, pakai saja. Dandelion. Dandelion mengikuti angin. Bagaikan melampaui ribuan tahun. Ternyata, dunia tidak pernah berubah. Kenapa lihat aku? Pulang. Kesempatan yang bagus begini, kenapa kita tidak ada kabar apapun?

Kenapa kamu tidak perjuangkan? Kakak Dongkai, ini bukan termasuk peluang. Sekarang semua orang terhadap Wen Suxi selalu menghindar. Mana ada logika terus mengejarnya. Jangankan perjuangkan, memohon kita pun kita mungkin tidak akan terima juga. Maksud kamu, ini bukan sebuah peluang? Kalau gitu aku tanya kamu, kenapa Dora rela bertengkar dengan kakak Ping

Juga bersikeras mau terima? Jangan lihat Dora masih muda. Sudah bertahun-tahun dalam dunia hiburan, kamu kira dia tidak mengerti apapun? Ini… Detailnya aku juga tidak begitu jelas. Kamu tidak begitu jelas detailnya, buat apa kamu jadi manajer aku? Bukannya ini sudah jelas? Wen Suxi ingin bangkit dengan mengandalkan film ini.

Jadi tidak peduli kontennya atau promosi, dia akan berusaha keras. Sekarang Dora sudah maju selangkah di depanku. Menurutmu bukan kah ini kesempatan bagus buat aku naik selangkah? Kamu… selamanya telat menyadari. Tapi aku susah menjelaskan pada kakak Tao. Aku tidak peduli. Aku beritahu kamu. Kalau kamu tidak atasi ini, besok aku cuti. Sebentar… baik, baik.

Aku bicarakan besok, bicarakan besok. Sekarang. Sekarang. Sekarang juga. Segera. Pergi. Baik, baik. Aku pergi sekarang juga. Aktor utama pria film kami ini sudah ditentukan. Tapi melihat kalian sendiri datang ke sini, kami jadi ingin bekerja sama dengan kalian. Jadi, ada peran pria 2. sangat cocok dengan Hu Dongkai. Pria 2? Aku tegaskan lagi maksudku.

Kalau bukan aktor utama, aku rasa kita tidak perlu kerja sama lagi. Kakak Suxi, aku sarankan, belakangan rumor yang beredar bahwa Dora dan Hu Dongkai putus, sedang ramai-ramainya. Menurut aku bisa dipertimbangkan. Begini saja. Kamu juga pertimbangkan dulu. Film kami ini akan segera mulai syuting juga. Ini sudah solusi terbaik yang bisa aku berikan. Baik.

Guru Wen tunggu aku sebentar. Kakak Suxi. Tenang! Mereka datang cari sendiri. Tunggu saja. Kakak. Begini… Dongkai sangat berharap bisa bekerja sama dengan guru Wen. Kalau begitu, kami bisa mengalah untuk kali ini. Kira-kira kontrak ini kapan bisa lakukan tanda tangan? Youyou, kamu yang urus saja. Baik. Kakak, begini proyek kami sekarang ini

Seperti ini penentuan jadwal syutingnya. Direktur Tang. Perkiraan kami lusa mulai syuting. Kita adalah teman. Mana orang TY? Mendadak ada urusan tidak bisa datang, diundur besok. Ada urusan tidak bisa datang? Sudah datang juga, minum kopi baru pergi. Pelayan. Mengenai kakak Dongkai, kalau ada permintaan apa… Halo, ini menunya. Baik, aku akan beritahu kamu.

Kami bisa masukkan dalam kontrak. Baik. Anda lihat, bagian Anda ini… Kalian bicarakan dulu, aku ke toilet. Baik. Kalau Anda merasa tidak ada masalah lagi, kita sudah bisa langsung putuskan. Baik, baik. Sungguh terima kasih pada kakak Dongkai. Tidak masalah. Kamu pesan dulu. Aku ke toilet sebentar. Kebetulan sekali. Ya. Kebetulan sekali.

Aku dengar kamu menolak lamarannya? Aku masih ada urusan, aku pergi dulu. Semua pria mengitari kamu, hatimu pasti sangat senang kan? Tang Mao. Chi Yu. Lalu yang namanya Shu itu. Orang yang membuatmu dari staf kecil jadi produser seperti sekarang. Orang yang tanpa sebab harus bekerja sama jadi aktor kamu.

Ada satu orang lagi aku dengar menulis naskah untukmu. Kamu sungguh hebat. Gimana caramu membuat mereka jadi begitu menurut? Kalau ada waktu boleh ajari aku dong. Sudah tidur bersama semuanya? Aku tahu kamu tidak suka denganku. Kamu pasti senang lihat tampang aku sekarang kan? Kalau begitu kamu senang untuk beberapa hari lagi. Karena,

Aku akan segera jadi penghalangmu lagi. Ada lagi, kamu suka Tang Mao, itu urusanmu. Tapi kalau mencemaskan urusan dia cari istri, tidak perlu. Urusan aku dan dia tidak perlu kamu yang komentar. Kenapa emosi? Jangan-jangan seperti yang aku bilang? Aku ulangi sekali lagi. Urusi dirimu baik-baik, jangan mengusik aku. Kamu kira aku tidak tahu?

Orang seperti kalian, kelihatan sangat polos dari luar sebenarnya hati kalian lebih jelas dari siapa pun. Pria mana yang berguna bagimu, bagaimana cara kamu menggoda mereka, semuanya sudah kamu rencanakan kan? Wen Suxi, aku ingin tanyakan ke kamu. Sudah bertahun-tahun, kamu pernah peduli dengan siapa? Kenapa kamu tidak pesan? Shu Meng, kelak,

Jangan bercanda seperti ini denganku. Suxi, sedang pikirkan apa? Apa karena naskah yang kutulis? Apa naskah aku buruk? Apa aku sangat egois? Apakah terkadang aku tidak peduli perasaan kalian? Mau dengar yang sebenarnya? Orang yang mengerti kamu semua tahu. Dalam hatimu sebenarnya paling peduli dengan teman. Kita sudah mengenal berapa lama?

Jadi kamu orang seperti apa, aku paling berhak bicara. Hanya saja, cara tiap orang mengungkapkannya berbeda-beda. Tapi hari ini, sebagai seseorang yang tumbuh besar bersamamu dari kecil. Aku putuskan memberimu penilaian 101. Lebih satu nilai pun aku tidak takut kamu merasa hebat. Tapi jelas-jelas kamu ada kehidupanmu sendiri. Aku bersikeras membawamu kemari,

Karena kamu adalah teman baikku. Lagipula aku sendiri sangat jelas, prospek persiapan film ini sebenarnya tidak begitu bagus. Film ini tidak tentu akan berhasil. Tapi aku tetap memintamu mengganti naskah terus dan terus. Karena aku tahu kamu tidak akan menolakku. Kamu pasti akan bantu aku. Kamu bilang apa sih? Aku hanya mengubah beberapa kata saja.

Lagipula kamu juga memberiku bayaran. Selain itu, kamu mengeluarkan biaya juga membuat tulisan aku menjadi film. Aku seharusnya berterima kasih padamu. Siapa tahu aku bisa jadi terkenal? Kamu tidak marah? Aku sudah berkata jelas begini, kamu masih tanya aku. Terima kasih ya. Tidak perlu terlalu berterima kasih. Cukup ingat aku dalam hatimu saja.

Dan Chi Yu. Kamu berterima kasih dengan kurang perasaan. Jelas-jelas dia yang terus membantuku, tapi aku malah membuatnya seperti aku yang dirugikan. Kalau bukan dia, film ini sama sekali tidak akan mulai syuting begitu cepat. Lagipula aku masih tidak tahu akan tinggal di mana. Kondisi aku dan dia berbeda. Aku ini termasuk pengabdian tanpa pamrih.

Dia… Dan Tang Mao. Dan Tang Mao? Dia melamarku. Aku menolaknya. Kamu… Benar sekali kamu menolaknya, kamu tahu? Menghadapi pria yang tidak kamu suka, kamu… memang seharusnya menolak. Aku katakan padamu, Tang Mao ini aku… Aku tahu dia baik padaku. Dalam pekerjaan, kalau bukan dia, aku tidak mungkin akan lancar begini. Tadinya aku mengira bahwa

Baik terhadapku, kami seharusnya bersama. Juga mengira sudah terbiasa, kami seharusnya bersama. Aku selalu mengira inilah perasaan mencintai seseorang. Tapi sepertinya aku sudah salah. Jadi, sekarang kamu sudah tahu bagaimana sebenarnya mencintai seseorang? Sepertinya ya. Tidak cerita lagi. Aku ke atas baca naskah. Kamu lupa blokir aku. Tapi aku sedang hapus foto kamu.

Selamat tinggal secara resmi. Xiaomi, ayah masuk ya. Kamar seorang gadis, tidak tahu dirapikan. Xiaomi, ayah tahu kamu belum tidur. Beberapa hari lagi, Paman Dong dan keluarganya pulang dari luar negeri. Kami mau makan bersama. Kamu dan Dong Bai sudah lama tidak bertemu kan? Kamu dengar tidak? Aku tahu. Terkadang aku menyalahkan dunia ini.

Suka duka kita terputus karena kemandirian masing-masing. Terkadang aku juga menyalahkan dunia. Kenapa aku bukan orang lain? Bukan seseorang yang akan kamu cintai. Tuhan tidak akan memberiku jawaban. Seperti cahaya bulan yang jatuh di bumi. Seperti pasir pantai. Seperti rawa-rawa. Seperti setiap tahun yang tidak bisa aku lepaskan. Sepertinya aku kehilangan kamu lagi.

Setiap hari kehilangan kamu sekali. Setiap menit kehilangan kamu sekali. Setiap detik kehilangan kamu sekali. Tidak pernah mendapatkanmu. Seperti sudah ditakdirkan. Tidak peduli seperti apa aku berusaha, aku tidak bisa melawan takdir. Jaga diri. Sampai jumpa. Jaga diri. Sampai jumpa. Tidak mudah temukan keberadaan Kepala Museum. Bagaimana? Jaga diri. Sampai jumpa.

Takdir telah mengatur setiap adegan. Aku malah hanya seorang penonton yang tidak ada hak pilih. Menunggu kedatanganmu serta kepergianmu yang sudah ditakdirkan. Nona yang kamu sukai juga suka dandelion? Dia orang seperti apa? Tidak peduli bagaimana akhir ceritanya, jika memang sudah tertulis sejak awal, kenapa harus terlalu perhitungan? Misal, sekarang aku tidak peduli apapun

Muncul di hadapanmu. Apakah ini juga sudah ditakdirkan? Takdir, apa benar ada? Kakak Haoshu. Youyou. Kakak Haoshu. Naskah ini kamu yang tulis? Kamu sudah baca? Aku tidak mengerti kenapa kamu tulis begini. Aku sudah bilang. Kamu bilang sama Suxi suruh cari yang profesional. Kenapa kamu tidak biarkan Lin Zimu bertemu Wen Miao?

Aku tahu aku fans yang sentimen. Aku tahu akan lebih sempurna jika menafsirkan ide dan tema seperti ini. Aku hanya ingin mereka berdua bersama. Apa tidak ada kesempatan lain lagi? Aku pikir… Cukup. Dilarang membocorkan adegan. Baik. Maaf. Kenapa?