【FULL】Destiny’s Love EP14【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Destiny’s Love Episode 14 Baik! Selesai! Kenapa kamu sendiri yang datang ke sini? Kontrak yang begitu penting, tentu saja harus aku yang datang ke sini. Chi Yu masih mengatakan. aku tidak boleh bertemu denganmu. Kenapa? Mana kutahu. Latte, bantu aku untuk bereskan barang-barang yang ada di hotel. Hari ini aku akan pulang kei rumah. Baik.
Berikan tasmu kepadaku, aku akan membantumu membawanya. Tidak perlu. Biar Latte saja yang membantuku. Tidak apa-apa, berikan saja padaku. Baiklah. Apa yang kamu berikan padaku? Kubuatkan sedikit air gula merah untukmu. Kamu kenapa? Ada yang jatuh ke dalam air! Cepat tolong dia! Cepat kemari! Setiap hari setelah siang hari barulah Pena Bintang dapat dipanggil sekali.
Semua ini berakhir begitu saja. Tenang saja. Ada aku. Aku akan menjagamu dengan baik. Kamu tenang saja. Aku pasti akan menjagamu dengan baik. Suxi. Maafkan aku. Aku tidak bisa lagi menjagamu. Kuharap semua bisa kembali ke jalur yang benar. Karena semua yang bisa aku lakukan hanya sampai di sini. Lama tidak berjumpa, Chi Yu.
Perlu bantuan? Hua Yecheng. Sepertinya masalah 3.000 tahun lalu tidak jadi pelajaran untukmu. Dia sudah kehilangan energinya sejak lama, diperbaiki secara paksa pastilah akan mempengaruhi energi di sekitarnya. Hal ini membuat energi Nona Dora menjadi tidak seimbang. Kamu harus bagaimana? Chi Yu sang Ahli Bintang Sudah lama aku mencarimu,
Kembali denganku ke Bintang Biduk untuk menerima hukuman. Tolong Dora. Tolong Dora… Chi Yu. Chi Yu! Merepotkan. Artis terkenal tidak bisa melihat dirinya diselamatkan pendekar. Akan kubantu kamu satu kali. Baik. Kutraktir makan malam. Tempat lama. Tempat lama siapa? Punyamu atau punyaku? Kenapa? Punyamu. Aku akan menghapus riasan dulu. Tunggu aku sebentar. Baik.
Berikan tasmu padaku, kupegangkan untukmu. Tidak usah, biar Latte saja yang membantuku. Tidak apa-apa, berikan padaku. Kalau begitu, tunggu aku sebentar. Suhunya terlalu tinggi! Matikan saklar listriknya! Hai, gadis cantik. Kenapa kamu bawa aku kemari? Bagaimana? Cari sebuah tempat untuk merayakan. Merayakan? Sudah lama tidak berjumpa, kenapa tidak dirayakan sebentar.
Sekarang giliranmu bertugas di bumi ya? Bukankah kamu mau membawaku kembali ke Bintang Biduk? Baiklah. Sekarang… pena bintangmu setiap hari hanya bisa dipakai satu kali, lupa? Seiring energi habis terpakai… Panca inderamu hampir mendekati orang biasa. Masih ingin menyerangku? Aku Tuan Muda Hua… bukan orang yang suka mengambil keuntungan dari orang susah.
Kutebak kekuatan pena bintangmu sudah mulai habis, kan? Sepertinya tidak akan bisa dipakai lama. Jika kali ini aku tidak muncul tepat waktu, kamu mau bagaimana? Sebenarnya kamu mau apa? Sebenarnya… aku ingin membantumu. Membantuku? Saat itu, karena Ji Wan menolongmu dia terkena tiga buah panah dan mati. Tiga panah itu tidak seharusnya diarahkan padanya
Dan menyebabkan tiga bencana. Masuk ke dalam energinya yang paling dalam menyebabkannya kehilangan energi, hidupnya paling lama hanya sampai 30 tahun. Tetapi karena campur tanganmu, terjadi perubahan pada energi yang sudah lama terbentuk. Belum lama ini, kamu sempat menyelamatkan Wen Suxi. Kamu mentransfer energi padanya secara paksa, mengubah jalur energinya. Sejak saat itu,
Energinya mulai membaik secara bertahap. Tetapi untuk menebus semuanya harus melewati tiga panah yang menyebabkan tiga musibah agar semuanya selesai. Setelah hari ini, masih ada dua kali. Kenapa kamu memberitahuku semua ini? Chi Yu. Jika kali ini aku memberikan bantuan yang begitu besar bukankah kamu akan berutang budi padaku? Kamu harus mengingatnya dengan baik.
Aku akan minta kamu membayarnya di masa depan. Lagipula… permata matahari dan bulan belum ditemukan. Aku masih punya tugas lain untuk dikerjakan di sini. Sebagai contoh… kulihat gadis-gadis itu layak diselidiki sebentar. Tetapi, kukatakan yang jelek terlebih dahulu. Masalah Wen Suxi, aku tidak peduli. Lalu, bagaimana kamu akan membantuku? Aku bisa bantu kamu memperbaiki.
Saat energinya sudah terisi kembali, orang-orang di sekitarnya yang terpengaruh. Bagaimanapun, ini salah satu dari bidang pekerjaanku. Mengenai Wen Suxi, aku bisa menutup sebelah mataku. Kalau benar begitu, Suxi masih akan menghadapi dua musibah. Cara yang terbaik adalah menemui Kepala Museum dan melihat peta bintangnya. Tetapi sekarang…. Hai, namaku Hua Yecheng. Namaku Chao Dili.
Kebetulan sekali. Kalau begitu, kutraktir minum segelas. Boleh. Gadis cantik, lama tidak jumpa. Ini masakan kesukaan Anda, rasanya tidak berubah. NIkmatilah perlahan. Kalau perlu bantuan, panggil saja saya. Terima kasih. Terima kasih. Tidak kusangka toko ini masih tidak berubah sedikit pun. Jadi kalau ingin makan daging rebus, harus tetap ke toko ini. Ayo mulai.
Makan daging. Enak! Kamu bilang besok ada audisi, kubawa kamu ke sini untuk makan kudapan malam. bukankah itu luar biasa? Terima kasih, Kakak. Makanan datang…. Ini adalah pesanan Nona berdua, daging sapi rebus istimewa. Selamat makan. Terima kasih. Makanlah perlahan. Terima kasih, Bos. Nanti setelah pulang dari makan berat badan bertambah. Tidak masalah. Makanlah.
Enak sekali. Kita… Kita bicarakan tentang pekerjaan. Kamu juga tahu perusahaan baru saja berdiri. Bisa memulai satu proyek itu juga tidak mudah. Jadi… Film ini sangat penting untukku. Memang, untuk orang yang sudah lama di dunia perfilman ini cukup sulit. Satu kata, kamu ambil atau tidak? Sudahlah, aku tidak membuang waktumu lagi. Kapan syutingnya dimulai?
Waktu syuting masih belum ditentukan. Perlu waktuku berapa hari? Jika kamu bersedia bergabung… Tiga hari! Dua hari! Satu hari! Satu hari! Bulan depan dari tanggal lima sampai tujuh, kebetulan aku punya waktu tiga hari. Tiga hari, itu sudah cukup. Berarti kamu bersedia bergabung? Tiga hari. Halo, Youyou. Aku sudah mencarinya sekali lagi
Mana mungkin aku bohong padamu? Aku benar-benar melihat ada darah di tubuhnya. Menurutmu, apa masalah ini perlu lapor polisi? Kita bicarakan nanti lagi. Chi Yu. Kamu… tadi pergi kemana? Kamu tidak keluar rumah? Kamu mau membohongi siapa? Membohongi anak kecil? Haoshu, kamu pasti terlalu sibuk bekerja sampai berhalusinasi. Aku memang cukup sibuk
Tetapi aku melihatnya sendiri bagaimana mungkin halusinasi? Aku melihatnya dengan mataku sendiri. Aku… aku… begitu kembali, aku menemukan kamu berbaring di sini, kemudian ada darah di tubuhmu. Kemudian aku berlari ke sini untuk memeriksanya. Kemudian… aku melihat tidak ada darah di tubuhmu. Saat aku melihat wajahmu pucat, aku… aku berlari kemari
Membuatkan air gula merah untukmu. Aku membawanya kembali, ini gelasnya. Kemudian, aku di sini membantumu minum seteguk demi seteguk. Kemudian kamu terbangun. Kemudian? Kemudian lagi… Kemudian lagi kamu bertanya padaku, kamu tanya, Suxi pergi ke mana. Kemudian kamu… kamu… Kamu… pergi begitu saja. Haoshu, begini ceritanya tubuhku hari ini memang tidak sehat. Tetapi,
Tidak seserius yang kamu katakan. Kalau tidak, aku tidak akan di sini dan mengobrol denganmu. Sebaiknya lain kali setelah kamu menggunakan cangkir, ingatlah untuk disimpan lagi. Mungkin dengan begitu kamu tidak akan berhalusinasi lagi. Sudahlah, aku pergi tidur. Kamu juga istirahatlah lebih awal. Apa aku berhalusinasi? Tidak benar. Haoshu, aku bawakan makanan untukmu. Baik sekali,
Malam-malam menghibur penulis skenariomu. Bukan, bagaimana keadaan rumahnya? Perabotannya belum sampai? Chi Yu berkata minimalis. Minimalis? Orang aneh! Dia dimana? Dia sepertinya kurang sehat, sudah pergi tidur. Kurang sehat? Ada apa dengannya? Aku juga tidak terlalu paham. Kamu tidak paham? Sepertinya terluka. Terluka? Tetapi… Itu tidak boleh! Dua hari lagi syuting akan dimulai,
Dia tidak boleh terluka juga tidak boleh sakit. Aku akan pergi melihatnya. Bubur ini… kubawakan untuk dia makan. Kamu habiskan saja sisanya. Berikan satu sendok untukku. Makanlah dengan baik. Kamarnya yang mana? Naik ke atas dan belok kiri. Chi Yu. Kenapa tidak mengetuk pintu? Sutradara memeriksa karyawan masih harus ketuk pintu? Kamu ini… Kamu kenapa?
Tidak ada matrasnya? Aku tahu… minimalis. Kamu baik-baik saja, kan? Kenapa terengah-engah? Hanya sedikit… sedikit flu. Bukan masalah besar. Flu? Kamu tidak demam. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku. Istirahat sebentar saja akan sembuh. Bukankah kamu juga merawatku saat aku sakit? Mari… makan buburnya. Aku… tidak bisa makan. Apa perlu kusuapi? Bukan. Aku sebenarnya tidak lapar.
Tidak masalah. Makan sedikit saja. Aku benar-benar tidak bisa makan. Kenapa? Karena panas. Panas? Masih mau ditiup olehku? Sudahlah, aku benar-benar tidak bisa makan. Tidak makan ya sudah. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa melindungimu. Setiap detik aku berada di sisimu, hanya akan menjadi ingatanku sendiri, benar tidak? Halo. Halo.
Aku akan segera sampai di rumahmu. Kamu mau kemari? Kenapa? Sedang sibuk? Bukan, maksudku… lain kali sebelum kamu datang, beritahu aku dulu. Bagaimana jika aku tidak di rumah? Kalau begitu… sekarang kamu di mana? Aku… Tidak masalah. Beberapa hari ini pergi dinas jadi rindu padamu. Oh, ya. Aku juga bawakan hadiah untukmu, tunggu aku. Dah.
Bagaimana keadaannya? Tidak apa-apa, 80% pura-pura sakit. Oh ya, bagaimana dengan naskahmu? Masih ada sedikit perubahan. Masih ada sedikit perubahan? Sudah memikirkan akhir ceritanya? Aku ingat saat membaca komikmu masih belum ada akhirnya. Sebenarnya… sudah selesai digambar. Hanya saja tidak dipublikasikan. Apakah pemeran utama pria dan wanita akhirnya bersama? Aku juga tidak jelas.
Kamu tidak jelas? Kamu seorang penulis skenario, penulis skenario bagaimana mungkin tidak tahu? Kamu harus mengerti jalan pikiran karaktermu. Suxi. Tidak apa-apa, tenang saja. Naskah ini… aku pasti akan menyelesaikannya. Aku sudah berhenti dari kelas pelatihan. Berhenti? Bagaimana? Cukup menarik, kan? Sebenarnya sudah sejak awal aku ingin berhenti.
Kurasa aku ini bukan seorang pengajar yang baik. Haoshu. Terima kasih. Kamu tenang saja, aku pasti tidak akan merugikanmu. Aku pasti akan membuat perusahaan yang memiliki prestasi yang baik. Kamu… Youyou… dan Chi Yu, aku pasti tidak akan membuat kalian kecewa. Semangat! Semangat! Kakak, kopermu sudah kuletakkan di sana. Aku pegi dulu. Kakak,
Bolehkah aku bertanya padamu? Tanya saja, kenapa? Kamu selalu mengatakan Wen Suxi tidak baik di sini dan di sana. Namun setiap kulihat dia kesulitan, hanya kamu yang bersedia membantunya. Kalian berdua dulu, sebenarnya terjadi salah paham apa? Barang-barang sudah selesai dipindahkan, kan? Ini sudah barang yang terakhir. Kakak, besok jam berapa aku datang menjemputmu?
Apa pertanyaan ini berlebihan? Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Suxi? Dia berharap mereka bersama atau tidak berharap mereka bersama? Bukankah barusan aku menuang segelas air? Sungguh tidak menarik. Pantas saja pulang tanpa mengatakan sepatah kata pun? Ternyata tinggal di rumah yang besar. Darimana kamu punya uang begitu banyak? Tidak mungkin yang diinginkan Guan Shancai, kan?
Mereka sial bertemu denganmu. Dia tinggal di seberang? Bukan urusanmu. Ngomong-ngomong, bagaimana kamu bisa terluka? Dilukai oleh orang? Tidak apa-apa, hanya salah paham. Salah paham? Tunggu sampai energi pena bintangmu habis dan kamu terluka lagi. Pasti penyembuhannya tidak akan secepat itu. Masuklah. Ya. Aku beri kamu satu nasihat. Masalah di sini, terutama perasaan
Sebaiknya jangan ikut campur. Minumlah. Terima kasih. Kubelikan untukmu. Terima kasih. Apa kakimu sudah lebih baik? Iya, sudah jauh lebih baik. Kuingat sudah janji pemeriksaan besok jam dua siang, apa benar? Benar. Akan kutemani. Tolong jangan menolakku. Ketika kamu sedang sakit, tidak bisa menemani di sisimu, aku sudah merasa sangat bersalah. Baiklah. Oh ya.
Bagaimana persiapan film barumu? Yakin ingin mulai syuting? Tentu saja! Dora sudah memutuskan untuk bergabung. Kalau begitu… bagaimana dengan Chi Yu? Chi Yu? Hari ini kamu bertemu dengannya? Ketemu. Tetapi sepertinya dia kurang sehat. Dia juga bisa merasa kurang sehat ya? Menurutmu, dia terluka atau terkena flu? Sepertinya hanya sedikit flu.
Membicarakan ini aku jadi kesal. Menurutmu, dia tidak mau makan dan tidak minum obat. Aku sudah mengatakannya berkali-kali, jadi seorang aktor harus punya tubuh yang sehat. Sekarang aku merasa, kamu jauh lebih memperhatikan dia daripada dirimu sendiri. Kenapa kamu membahas tentang dia? Tidak apa-apa. Aku pulang dulu. Ya. Cuaca dingin, cepatlah masuk. Hati-hati di jalan.
Ya. Sudah sakit masih tidak istirahat lebih awal. Kamu harus berpakaian seperti ini? Belakangan ini tidur tanpa busana sedang populer. Kudengar tidur tanpa busana bagus untuk pertumbuhan, kamu tidak mau mencobanya? Terima kasih, tidak usah. Kamu memutuskan untuk tinggal di sini? Aku bertanya padamu, kepala Museum menghilang dan keberadaannya tidak diketahui,
Sebenarnya siapa yang melakukan ini? Aku sekarang masih dalam masa tugasku. Jika tidak menemukan Kepala Museum, aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku. Aku masih harus membantumu bersembunyi dari markas. Bukankah kamu seharusnya…. Baiklah. Akan kubiarkan kamu tinggal di sini. Hari ini akan kuumumkan pada semuanya siapa kamu dan lagi… mulai besok
Bantu aku menyelidiki keberadaan Kepala Museum. Baiklah. Kamu bilang kapan ya kapan. Pagi. Pagi. Kamu panggil dia Hua Ye…. Panggil aku Tuan Muda Hua saja. Dia kerabatku. Kakak! Kakak! Kakak Ping mencarimu, kamu mau pergi ke mana? Pergi ke tempat yang tidak ada kamu. Aih, bukan… Kakak, bagaimana bisa kamu pergi sendirian?
Benar juga, aku tidak bisa menyetir mobil. Tanpa kamu… aku benar-benar tidak bisa pergi kemana-mana. Benar tidak? Kakak, kamu mengejekku ya? Mau pergi kemana? Aku akan mengantarmu. Kenapa dia tahu aku di sini? Kak Dongkai bertanya padaku, aku tidak bisa tidak memberitahunya. Hai… kamu tidak membalas WeChat-ku, juga tidak update momen,
Begitu cuek terhadap pacarmu ini? Kenapa? Mau putus? Kita paling-paling hanya berhubungan sebagai rekan kerja. Bercanda seperti ini bukankah kamu sudah berpikir terlalu banyak? Judul berita sudah begitu besar. Kisah cinta bawah tanah Hu Dongkai dan Dora muncul ke permukaan. Kamu sudah jadi wanitaku di mata setiap orang. Berhenti berakting.
Berakting juga harus dengan seluruh tenaga. Aku tidak percaya, kamu begitu lama bersamaku tetapi tidak punya sedikit pun perasaan. Baiklah. Ingin jadi pacarku, kan? Kutanya padamu, siapa nama asliku? Bukannya Do…. Sepertinya… tidak ada marga seperti ini… Jadi? Sebelum perannya dibagikan dengan jelas, sebaiknya kamu baik-baik antarkan aku pulang dengan tenang.
Kemudian, kita saling melambai dan berkata bye-bye. Tetapi… aku tidak mengerti. Kamu bersama denganku di mobil yang sama, bagaimana kamu bisa tidur? Seandainya kamu bisa, apa kamu tidak merasa telah melewatkan kesempatan ini, sangat disayangkan? Temanku, Hu Dongkai apa kamu kira dirimu setampan itu sehebat itu sampai semua gadis menyukaimu? Jika tidak? Tidak peduli bagaimana…
Aku punya perut six pack dan punggung duyung. Alis tebal dan mata besar yang menawan. Selain itu, aku punya karir. Aku tidak tahu para gadis akan menggunakan alasan apa untuk menolakku. Bagaimana dengan alasan tidak punya otak? Berapa nilai ujian masuk perguruan tinggimu? Apa? Kutanya, berapa nilai ujian masuk perguruan tinggimu?
Nilai ujian seniku adalah yang tertinggi di kelas. Aku tidak percaya, nilai ujianmu lebih tinggi dariku. Coba katakan. Katakan…. Katakan untuk kudengar. Aku tidak percaya nilai ujian senimu lebih tinggi dariku. Katakan…. Katakan saja…. kamu katakan juga aku tidak akan menertawaimu. Katakan…. Aiya, hentikan mobilnya! Dora! Dora! Kenapa lagi? Memang hanya kamu yang boleh bicara
Tetapi aku tidak boleh bercanda? Asal kamu tahu, Di sini tidak mudah mendapatkan taksi, bisa difoto oleh orang. Karena kamu tidak mau naik mobilku, kenapa kamu ikut denganku? Aku tidak ingin naik mobil kantor. Kalau begitu, kamu setir mobil sendiri saja. Aku tidak bisa. Kamu tidak bisa menyetir mobil? Kenapa kalau tidak bisa? Sudahlah.
Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa. Tadi, anggap saja aku yang salah. Bagaimana kalau aku ajari menyetir mobil? Sudahlah, akan repot jika kamu sampai difoto orang. Ayo! Kamu mau apa? Pelankan suaramu, ini tempat umum! Bisa tidak kamu lebih profesional? Aku juga tidak bilang agar kamu menyukaiku. Bersikap layaknya teman saja.
Aku tidak ingin berteman denganmu. Di antara kita pasti ada salah paham, kamu belum cukup mengenalku. Aku yakin jika kita syuting film yang sama atau masuk ke variety show yang sama, kamu pasti tidak akan bersikap seperti ini padaku. Tidak ada salah paham di antara kita, aku juga tidak perlu syuting bersamamu, karena aku…
Sama sekali tidak ingin mengenalmu. Tolong ke depannya balas pesan Wechat-ku, mungkin saja itu urusan pekerjaan. Hati-hati di jalan, aku pergi dulu. Dia benar-benar pergi! Hu Dongkai… Hu Dongkai… Kamu sungguh bodoh. Bukankah itu Dora? Ayo foto! Kemari, kemari! Hu Dongkai! Pemulihannya sangat baik. Tetapi harus diperhatikan, beberapa waktu ini jangan sampai terluka lagi. Baik,
Itu pasti. Maaf telah merepotkan. Saya harus memeriksa pasien. Terima kasih. Kamu tunggu sebentar. Tunggu sebentar. Aku belikan sepatu untukmu, sangat nyaman saat aku mencobanya. Tetapi ini sepatu wanita. Tidak dicoba bagaimana bisa tahu nyaman atau tidak. Terima kasih. Aku sendiri saja. Duduk dengan baik. Aku bisa. Aku saja. Sakit tidak? Terima kasih. Terima kasih.
Lalu… sekarang kamu mau ke mana?