【FULL】Everyone Wants to Meet You EP16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Everyone Wants To Meet You Episode 16 Luo Xi. Kemari. Apa lagi yang kamu lakukan? Aku tidak tahu. Luo Xi, kemari. Ada apa lagi? Terpuk tangan. Luo Xi mengadakan kegiatan sebelumnya. Berkat kegiatan itu, klien lama yang putus kontak kembali menghubungi kita. Dan klien lama itu mau meletakkan

Kegiatan tim beberapa perusahaannya di tempat kita. Bukan bulan ini saja. Untuk tiga bulan kedepan, kita sudah mencapai target. Tapi Luo Xi. Masih harus belajar sabar. Perbanyak komunikasi denganku. Lencana karyawan unggul Grup Si Hai. Hanya pantas didapatkan karyawan yang unggul. Dia termasuk karyawan yang unggul. Luo Xi. Ini jadi milikmu. Terima kasih. Tepuk tangan.

Sedang apa Luo Xi? Ada yang mau dikatakan? Tidak perlu. Sekali lagi selamat. Coba kulihat. Cantik sekali. Hebat sekali kamu. Manajer Zhang. Laporkan kondisinya dulu. Pusat spa mempromosikan minyak wangi yang bisa diminum. Setelah tamu meminumnya, dalam proses perawatan dia merasa mual dan muntah. Sudah dibawa ke rumah sakit. Tapi kakak dan teman tamu itu

Mau mendengar penjelasan dari pusat spa. Apa yakin minyak wangi itu bermasalah? Sebelum tamu datang, apa dia memakan sesuatu? Mereka makan di restoran resort kita. Jadi jika bukan masalah minyak wangi, maka berarti masalah restoran. Tapi tamu menganggap masalah ada di minyak wangi. Karena hanya dia yang meminumnya. Teman dan kakaknya baik-baik saja. Hubungi penyuplai.

Hentikan semua produk ini. Lalu turunkan semua produk ini di pusat spa. Baik. Jika produk kita yang bermasalah, kita pasti bertanggung jawab. Jadi maksudmu adikku sengaja berbuat begitu? Aku beri tahu ya. Apa karena tidak ada media, jadi kalian tidak serius menanggapi hal ini? Direktur Qu, lanjutkan kesibukanmu. Baik. Anda jangan panik.

Kami tidak berniat menyepelekan Anda. Kami… Kamu jangan bicara lagi. Panggil Manajer kalian. Sana. Manager Umum. Halo. Aku adalah Manajer umum hotel ini. Zhang Min. Manajer umum cukup berwibawa. Datang setelah dipanggil berkali-kali. Kejadiannya mendadak. Tapi hotel kami sangat mempedulikannya. Meski pusat spa adalah bisnis kerja sama yang kita sewakan keluar,

Tapi ini terjadi di resort kami. Kalian tenang saja. Kami tidak akan lepas tanggung jawab. Bagaimana kalian memilih rekan kerja sama? Produk sembarangan diberikan ke tamu? Ini tidak tanggung jawab pada tamu, juga tidak tanggung jawab pada hotel. Tahu tidak? Benar. Benar. Kalian tenang dulu. Tidak peduli mana yang bermasalah, biaya pengobatan adik Anda

Akan dibayar oleh grup kami. Juga produk yang dicurigai, sudah kami lakukan pemeriksaan. Di sini adalah kartu VIP dari hotel kami. Terdapat kamar untuk 3 malam. Makan sore gratis selama 3 kali. Juga tiga kali jasa antar jemput dari bandara. Apakah kalian berniat untuk diskusi lebih lanjut? Hasil pembahasan dari pihak kami,

Jika masalah tidak bisa ditekan, maka biarkan pihak produk yang menanggung. Sekarang hasil pemeriksaan belum keluar. Tidak tahu apakah itu masalah produk. Lalu menyuruh pihak kerja sama untuk menanggungnya? Jika begini, kelak siapa yang mau kerja sama dengan kita? Hasil pemeriksaan keluar paling cepat 3 minggu. Jika tamu tidak mau menunggu, lalu mengeksposenya, begitu tersebar,

Semua akan menunjuk Grup Si Hai. Nantinya tidak ada yang peduli masalah ada di pedagang outsourcing kerja sama. Kita akan kehilangan momen tepat untuk merespon. Manajer Zhang. Semua proposal ini, sudah kami asumsikan. Yang ada di tangan Anda adalah penyelesaian terbaik. Sudah. Karena Nona dari divisi krisis sudah memberi pendapat profesionalnya,

Maka ikuti rencana mereka saja. Bubar jika tidak ada hal lain. Direktur Qu. Cepat laksanakan. Baik. Berhenti. Ada apa denganmu belakangan ini? Mengurus semua hal dengan buruk. Mulai dari kilang anggur Bordeaux. Jadi tidak tegas. Jika Ketua merasa pendapatku tidak penting, untuk apa aku di sini? Tidak tahu diri. Sikap apa ini? Kamu memberontak?

Ketua suka menyelesaikan urusan dengan kekerasan? Ketua hanya menindas orang lemah? Dulu aku. Sekarang ibu. Di perusahaan, jangan bahas hal pribadi. Tidak boleh memanggilnya ibu. Apa tidak pernah kuajari? Asalkan kamu masih jadi putraku, maka harus ikuti aturanku. Menjadi putra Anda, sungguh beruntung. Sekretaris Xiao. Kamu sedang apa? Mengagetkanku saja. Hobi macam apa ini?

Kenapa kamu kemari? Aku ada pesanan besar. Datang memeriksa kamar. Kamu sedang apa? Aku bilang padamu, tapi jangan bilang siapa pun. Ada tamu yang menginap di hotel ini, muntah setelah makan sesuatu. Benarkah? Benar. Manajer Zhang menyuruhku memeriksa. Mengecek apa ada keanehan. Apa sudah ada petunjuk? Belum. Aku baru mengambil kereta ini dari petugas kebersihan.

Lalu bertemu denganmu. Nona Luo. Karena kamu sudah datang, bagaimana jika sama-sama membantuku? Bantu aku, ayo. Kamu tidak malu? Untuk apa malu? Mendengar ucapanmu rasanya… Tapi terima kasih padamu, membuatku tidak kesepian saat mengorek sampah. Cari saja. Apa ini? Apa ini teh? Teh kesehatan atau diet? Jika teh untuk diet, maka mungkin bisa menyebabkan muntah.

Jika tidak, maka ada yang tidak sesuai. Separah itu? Tunggu. Selain ini, tampaknya tidak ada lagi yang bisa dikonsumsi. Tapi. Sudah basah begini. Meski diperiksa, lalu ada kuman atau kotoran, tidak bisa membuktikan bukan tercemar di sini. Sebenarnya bisa diperiksa atau tidak, itu belakangan. Kami sudah mengirim barang berkaitan untuk diperiksa.

Tapi hasilnya butuh 2 minggu untuk keluar. Sekarang perusahaan takut, tamu akan membeberkan ke media. Nantinya meski ini bukan salah kita, tapi sudah terkesan pasif. Bagaimana baiknya? Begini saja. Aku analisa dulu isinya. Jadi sebelum hasilnya keluar, kita bisa ada referensi. Sudah basah begitu. Apa masih bisa kelihatan? Syukur dia bukan teh bubuk.

Jika tidak, bisa repot. Aku harusnya bisa. Nona Luo, sudah. Cepat bawa pergi untuk diperiksa. Oke? Jika ada yang bisa memeriksa teh ini sendiri, maka itu adalah kamu. Bantu sebentar. Serahkan padaku. Aku bantu. Ayo. Ayo. Manajer Zhang, aku laporkan. Proposal ganti rugi yang dibahas dengan tamu, sudah saya urus.

Lalu ganti rugi dan perjanjian rahasia sudah diberikan pada keluarga tamu. Mereka bilang perlu memikirkannya. Kamu punya berapa persen keyakinan bisa ditanda tangani? Tamu di rumah sakit sudah cukup pulih. Uang ganti rugi yang diminta keluarganya tidak beda jauh dengan yang disepakati perusahaan. Harusnya tidak lama lagi mereka akan tanda tangan. Setelah tanda tangan perjanjian,

Kita harus memperhatikan jasa pelayanan. Tentu saja. Anda tenang saja. Luo Xi. Bagaimana? Ada petunjuk? Kurang lebih sudah bisa. Tapi ada dua bunga lagi yang tidak pasti. Kamu hebat sekali. Begini saja. Aku berikan ini padamu dulu. Kamu lihatlah. Nanti aku akan berikan semua ini ke dokter. Lihat apakah ada petunjuk baru. Baik.

Untuk rapat besok. Kamu saja yang presentasi. Supaya tidak ada lagi yang bertanya mengapa Manajer Zhang mempekerjakanmu. Rapat sepenting itu. Lebih baik aku tidak ikut. Lagi pula, aku hanya paham tentang tanaman. Sisanya adalah pekerjaanmu. Ini… Tentang hal ini, boleh tidak jangan beri tahu Manajer Zhang? Sungguh tidak paham dengan kalian. Waktu itu.

Manajer Zhang menyelesaikan masalah Kakakmu, juga tidak mau aku memberitahumu. Biar kamu mengira kamu yang temukan cincinya. Kakakku difitnah? Cincin itu bukan aku yang temukan? Katanya kakakku yang mencuri cincin, lalu pura-pura menemukan dan mengembalikannya. Luo Xi. Setelah cincin ditemukan, bukankah Manajer Zhang sudah mengklarifikasi? Benar ‘kan? Jika dia berniat klarifikasi, maka seharusnya mengatakan faktanya.

Begini. Luo Xi. Masalah ini, aku janji aku bantu kamu merahasiakannya. Tapi apa yang kukatakan ini, kamu juga harus merahasiakannya. Sekarang, kamu punya rahasia, aku punya rahasia, Manajer Zhang juga punya. Tapi, siapa pun tidak boleh beri tahu yang lain. Duduk di sini saja. Aku sudah panggil taksi. Tunggu sebentar. Teringat ucapan Manajer tadi,

Aku jadi kesal. Dia sedang menyiratkan, adikku masuk rumah sakit, tidak ada hubungannya dengan hotel. Benar. Menurutku, jika kita damai dengan mudah, apa tidak rugi? Benar. Jangan lihat dia terus minta maaf tadi, tapi sikapnya itu sombong sekali. Tapi kudengar dia adalah tuan muda Grup Si Hai. Ada di posisi itu berkat ayahnya.

Tidak punya kemampuan. Jika dia berbuat begitu, hotel ini bisa bermasalah, cepat atau lambat. Sekarang banyak hotel dan resort yang beroperasi. Dia kira masih seperti dulu? Kamu sudah beli sahamnya? Saham? Tidak. Jika dibahas. Aku sudah beli sahamnya. Aku ini pemegang saham. Sahamnya terus saja merugi. Aku belum cari mereka untuk ganti rugi.

Oh ya? Kamu rugi berapa? Banyak sekali. Apa Grup Si Hai memaksa kalian beli saham? Atau menipu saham kalian? Ganti rugi cari perusahaan. Kalau dapat uang? Bukankah harus bayar? Siapa kamu ini? Siapa aku, kamu tidak perlu tahu. Tapi Manajer adalah orangku. Selain aku, tidak ada yang boleh mengatainya. Dan Kak Min adalah Manajer,

Tugasnya mengurus hotel, bukan pelayan. Kalian mengatai tentang pelayanannya. Salah cari orang bukan? Kamu ini dari departemen mana? Hati-hati akan aku laporkan. Lapor saja. Aku belum menuntut kalian fitnah. Fitnah? Ternyata kesombongan hotel ini dari atas ke bawah ya? Sungguh semena-mena. Kali ini aku akan lawan sampai habis. Ayo. Siapa takut? Chen, mengenai hal selanjutnya,

Kamu urus dulu. Dan juga Liu… Tunggu sebentar. Gawat. Ada apa? Tidak masalah. Manajer tenang, akan aku atasi. Jangan kira kamu anggota Manajer, jadi sudah hebat. Orang Manajer? Sudah kubilang, Manajer itu orangku. Aku taruh sikapmu ini ke intenet. Lihat betapa sombong dirimu. Mau foto ya? Ingat foto yang bagus ya. Terima kasih.

– Sungguh tidak berdaya. – Foto yang jelas. Begitu suka memfotoku. Aku tangani, aku tangani. Ada apa? Nona Liu, kenapa Anda di sini? Direktur Qu, kamu datang? Kebetulan. Dua wanita ini, tidak berhasil ambil untung. Lalu memfitnah Kak Min dan Grup Si Hai. Cepat tuntut mereka. Tidak, pasti ada salah paham. Salah paham. Salah paham.

Mau selesaikan secara pribadi? Mau menjaga rahasia? Aku robek sekarang. Jangan, Anda jangan emosi. Jangan cegah dia. Mau merobeknya? Robek saja. Akan aku remehkan jika tidak dirobek. Tunggu. Kita bicarakan baik-baik. Ingat bawa sampahnya setelah dirobek. Apa-apaan. Tidak masalah. Saya bantu Anda mengatasinya. Katakan saja keluhannya padaku. Baik, segera kami batalkan. Maaf, segera kami urus.

Tidak separah itu. Anda boleh menginap dengan tenang. Baik, kami bantu batalkan. Sungguh maaf. Baik. Kami bantu Anda batalkan. Semuanya. Bereskan pesanan yang mau dibatalkan. Satu jam lagi dikumpulkan. Baik. Baik. Mereka berdua tidak paham dan memfitnahmu. Nanti saat hasilnya keluar, meski tidak masalah akan aku tuntut mereka. Nana. Sekarang

Meski diketahui bukan masalah produk kita, tapi tetap berkaitan dengan kita. Aku juga ingin membelamu. Awalnya hanya kurang tanda tangan, lalu hal ini akan selesai. Tapi kamu membuat onar. Aku juga demi kamu. Manajer Zhang. Mereka menolak damai dengan kita. Sudah keluar dari kamar yang kita sediakan. Juga memblokir aku dan Direktur Qu.

Tampaknya kali ini sudah bertekad membeberkan ini. Kak Min lihat. Mereka memang berniat cari masalah. Kamu pernah berpikir tidak mereka mungkin disuruh hotel lain sengaja cari masalah denganmu. Nana. Kurasa perkataanmu benar. Hari ini kamu juga tampak cantik. Sekretaris Xiao. Departemen penjualan bagaimana? Kata mereka, sudah ada tamu yang membatalkan pesanan.

Tapi sekarang banyak wartawan datang ke resort. Ingin kita beri respon langsung. Aku cemas hal ini akan jadi besar. Jika nanti ada lagi tamu yang minta ganti rugi karena hal sepele, maka saham perusahaan akan jatuh. Akan merepotkan. Aku paham. Sekretaris Xiao. Kamu bawa Nana keluar dulu. Jangan lewat pintu depan. Lewat parkiran mobil. Tunggu.

Jangan sentuh aku. Aku tidak mau pergi. – Apa? Aku berani tanggung jawab. – Tunggu. Aku bisa jelaskan ke mereka. Aku bisa… Selesaikan secara pribadi. Malah membuat masalah jadi begini! Sekarang sudah belajar ‘kan? Paman. Wenna. Kamu di sini? Maaf. Aku dan Min ada urusan bisnis. Untuk apa berdiri di sana?

Cepat bawa Nona Liu pulang. Baik, Ketua. Wajah aslimu terlihat oleh calon istri yang ingin dinikahi, apa kamu merasa tegang? Orang yang bersama dengan orang gagal sepertimu, akan paham perasaanku. Ketua ingin aku bagaimana? Saham grup sudah jatuh enam persen. Setiap langkah selanjutnya kamu harus hormati rencana dari departemen lain. Jalani sesuai aturan perusahaan.

Jangan kira kamu ini Manajer Umum, jadi boleh sesuka hati. Jangan lupa. Grup Si Hai masih punya Ketua. Ketua, hati-hati. Kembalikan semua barang ini. Baik, aku mengerti. Xin. Datamu. Ini. Hubungi pihak televisi dan koran. Bukan begitu. Biar saya jelaskan. Kalau begitu boleh tidak… Menurutku proposal ini, kembang api ini boleh dilakukan. Baik.

Saya bantu Anda batalkan. Baik, saya bantu Anda batalkan. Sungguh maaf. [Bagian Perawat] Anda bantu saya lihat tumbuhan ini. Ini untuk mengobati masalah pencernaan. Halo, apakah ini Tuan Wu? [Ruang Rapat] Menurutku, terus melempar tanggung jawab… Manajer Zhang. Aku baru dari rumah sakit. Menganalisa isi teh yang diminum tamu. Sekaligus

Memberikan daftar makanan yang dimakan tamu kepada dokter. Kata Dokter, ikan yang dimakan tamu dengan tumbuhan dalam teh, dua makanan itu saling berlawanan. Jika dalam waktu dekat dikonsumsi, akan menyebabkan sakit lambung. Dokter bisa memastikan penyakitnya? Sekarang belum bisa. Biasanya rumah sakit akan melakukan observasi terhadap kuman. Tapi jika saat dibawa ke rumah sakit,

Darahnya tidak langsung diobservasi, setelah disuntikkan obat baru observasi, hasilnya tidak akan tepat. Tapi yang penting sekarang, tamu sudah keluar dari rumah sakit. Tidak mau kerja sama. Lihat apakah bisa diskusi dengan tamu. Berikan semua data yang ada pada tamu. Aku rasa mereka berhak untuk tahu. Awalnya, hal ini cukup sederhana. Tapi sekarang mereka emosi,

Alasannya karena Nona Liu. Sampai tahap begini, masih ada satu kemungkinan. Hanya saja tidak tahu boleh dikatakan tidak. Katakan. Bolehkah meminta Nona Liu untuk minta maaf pada tamu? Jadi masalah tidak terlalu kaku. Tentu aku tahu, hubungannya dengan Manajer…. Anggap saja aku tidak mengatakan ini. Perusahaan jarang mentraktir makan. Xi. Kamu sungguh tidak ikut? Tidak.

Masih ada urusan di rumah. Kalian makan yang banyak. Makan buffet sangat mahal. Sungguh tidak mau? Sungguh, ada urusan di rumah. Kalian makan yang banyak. Makan bagianku juga. Aku bantu makan bagianmu. Baik. – Sampai jumpa besok. – Sampai jumpa. Li Xin, aku ikut saja… ikut saja denganmu. Manajer Zhang. Ada apa? Kenapa ini?

Apa yang terjadi? Kenapa ini? Apa aku akan mati di sini? Aku tidak mau mati. Jika aku mati tidak ada yang akan membayarmu. Lift Grup Si Hai akan diperbaiki berkala. Tidak perlu heran. Kamu sedang apa? Aku Zhang Min. Ini lift B06. Cepat suruh orang perbaiki. Masih berapa lama lagi? Tidak bisa didesak.

Waktuku lebih berharga darimu. Ya, ya, ya. Kamu lebih berharga. Kamu tutup dulu itu. Mataku hampir buta. Kamu berdiri di sana. Aku di sini. Kita jaga jarak. Tidak boleh kemari. Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan coba lagi. Kakak pertama, kakak kedua, cepat tolong aku. Tidak bisa. Ada seseorang karena kerusakan lift,

Terkurung di dalam lift. Tapi dia buru-buru mau keluar, jadi membuka paksa pintu lift. Setelah dibuka, ternyata lift berhenti di antara dua buah lantai. Dia berniat memanjat. Saat dipanjat sampai setengah, lift mendadak berfungsi. Sekejap saja lift jatuh ke lantai dasar. Lalu? Lalu setengah badannya ada di lantai atas, kakinya jatuh ke lantai dasar.

Kamu jangan menakutiku. Aku tidak akan mati di sini ‘kan? Mungkin kita tidak bisa lahir di waktu yang sama. Tapi mungkin bisa mati di waktu yang sama. Siapa yang mau mati denganmu? Masih ada kakak-kakak dan Man Tou yang menungguku. Oh iya, soal kakak kedua. Sekretaris Xiao sudah bilang tentang cincin.

Manajer tahu kita tidak bersalah. Kenapa tidak mengatakan faktanya? Sampai membuat orang salah sangka. Apa maksudmu? Aku yakin aku sudah membuat pilihan terbaik. Pilihan terbaik? Kakak kedua ikut acara kuliner. Dia termasuk karyawan paruh waktu Grup Si hai bukan? Sekarang karyawan bermasalah, perusahaan tidak peduli. Kamu akan menyesal. Jika begini siapa yang akan percaya perusahaan?

Juga tentang pusat spa itu. Bagaimana mau kamu selesaikan? Divisi Krisis sudah memberi proposal. Intinya tidak bisa secara pribadi, maka cari kambing hitam. Ini gayamu. Manajer Zhang. Manajer Zhang. Sekretaris Xiao. Kamu di dalam? Sekretaris Xiao, aku di sini. Luo Xi. Kamu juga di sana? Ya. Tenang saja. Aku carikan petugas untuk selamatkan kalian.

Departemen Teknik cepat suruh orang ke lift B6 lantai 2. Cepat. Manajer Zhang. Jangan takut. Kami menunggumu. Departemen Teknik di mana? Cepat sedikit. Kakak pertama, kakak kedua. Aku segera pulang. Aku masih hidup. Cepat sedikit. Sekretaris Xiao. Manajer Zhang, tidak apa-apa? Biasa kalian bagaimana memperbaikinya? Panggil yang bertanggung jawab ke kantorku. Baik.

Nona Luo, kamu baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Terima kasih. Aku pulang dulu. – Sampai jumpa. – Baik. Semua departemen teknik, segera ke kantor Manajer Umum. Cepat. Kalian berdua cepat perbaiki. Xi. Tao Lun. Kenapa kamu ada di sini? Tidak bisa menghubungimu. Sudah sangat malam. Di luar sangat bahaya. Aku tidak apa-apa. Sungguh?

Tadi aku di depanmu, kenapa tidak kelihatan? Aku tahu. Kamu bukan tidak suka padaku. Kamu sama sekali tidak bisa melihatku. Tao Lun, bukankah sudah aku bilang… Aku tahu. Tapi aku mau berbuat begini. Meski kamu usir lagi. Aku juga mau begini. Menurutku dulu, aku terlalu mengalah. Mulai sekarang aku mau berdiri di hadapanmu

Sebagai seorang pria. Agar terlihat olehmu. Meski akhirnya kamu tidak memilihku, aku tidak akan menyesal karena tidak berusaha. Kamu begini, aku sangat terbebani. Hubungan antara pria dan wanita, memang perlu sedikit beban. Anggap saja aku egois. Meski kamu terbebani. Aku akan tetap begini. Kamu pergi saja dulu. Aku mau berjalan sendiri. Aku temani kamu.

[Proposal Penyelesaian Divisi Krisis Resort Grup Si Hai] [C Bekerja sama dengan Media. D Mengunjungi klien yang keracunan dan minta maaf.] Sekarang ada masalah dengan karyawan. Perusahaan tidak peduli. Kamu akan menyesal. Jika begini, bagaimana yang lain percaya pada perusahaan? Kamu adalah Zhang Min. Kamu adalah Zhang Chi. Kamu adalah Zhang Min.

Kamu adalah Zhang Chi. Kamu adalah Zhang Chi. Halo, Sekretaris Xiao. Mengenai konferensi pers kali ini. Aku punya pemikiran baru. [Grup Si Hai] Kak Min. Aku sudah siap. Bagaimana? Tidak membuatmu malu ‘kan? Sakit kepala. Sakit mata. Sariawan. Hapus sedikit riasannya. Tanpa riasan? Kamu percaya padaku? Baiklah. Kamu pelan sedikit. Baiklah. Hapus ya hapus. Sammy.

Bawakan kemeja baru yang aku siapkan. Manajer Umum. Sana. Harus ganti baju? Baiklah. Asalkan bisa membantu Kak Min. Bagaimana pun boleh. Terima kasih sudah hadir di konferensi pers Grup Si Hai. [Grup Si Hai] Mengenai kasus keracunan makanan dan perselisihan dengan tamu kemarin. Hari ini kami akan memberikan respon dan pernyataan dari Grup Si Hai.

Jadi diharapkan semua tenang. Pertama. Terima kasih atas kehadirannya. Produk spa perusahaan kami sudah dibawa ke institusi kedokteran yang disetujui oleh tamu untuk diperiksa. Jika sudah dipastikan adalah kesalahan kami, kami pasti akan menyelidiki hal ini. Dan juga akan ganti rugi kepada tamu.