【FULL】Everyone Wants to Meet You EP7【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Everyone Wants To Meet You Episode 7 Xi. Kenapa kakimu? Aku tidak punya sepatu hak tinggi, jadi pinjam kepada Yang Lin. Sepertinya sedikit tidak pas. Lalu kenapa tidak kamu katakan dari awal? Aku bisa belikan sepatu untukmu. Hanya pakai sekali, rasanya terlalu boros. Lagi pula… sudah banyak meminjam uangmu.

Bagaimana aku bisa merasa enak hati? Kamu ini, kamu ini. Sungguh. Plester. Aku bantu kamu. Sakit tidak? Baik, aku pelan-pelan. Kamu ini, jangan setiap terjadi sesuatu selalu saja menyimpannya sendiri. Harus belajar menerima bantuan orang lain dan menerimanya dengan ketenangan pikiran. Terima kasih. Oh ya, ini hadiah untukmu. Semoga wawancaramu lancar. Apa ini?

Kamu akan tahu ketika melihatnya. Setelah melihatnya, ingat beritahu aku suka atau tidak. Aku menghabiskan waktu sepanjang malam untuk membuatnya. Kamu membuatnya dengan tulus, aku pasti akan suka. Kamu bahkan belum melihatnya, bagaimana bisa tahu? Mobilnya sudah datang. Hati-hati. Pelan-pelan saja. Kalau begitu aku tunggu kamu di rumah. Ada yang ingin kukatakan padamu malam ini.

Baik. Semangat untuk wawancaranya. [Kamu adalah orang yang paling berharga bagiku] Lin Jie, selanjutnya Luo Xi mohon bersiap. Hebat juga. Menaruh tisu dalam sepatu hak tinggi, sungguh menyedihkan. Benar. Sudah hampir wawancara, bukannya mempersiapkan sepatu hak tinggi yang lebih bagus. Memalukan. Seperti yang kalian lihat, urutan pertama hal yang paling disambut wisatawan

Kapanpun itu adalah makanan. Jadi rencana kita selanjutnya bekerja sama dengan restoran khas dan spesial [Luo Xi. Menelepon kembali] membuka festival makanan Si Hai. Berharap bisa meningkatkan persentase tinggal di perumahan liburan saat musim jenuh. Lanjutkan. Jus buah dan sayuran yang dipadukan oleh ahli nutrisi beserta makanan porsi besar, tidak akan membiarkan tamu menjadi gemuk.

Penyedia jus buah dan sayuran berencana menggunakan bahan organik… Manajer Zhang. Aku tahu perencanaan kita masih banyak kekurangan [Pusat Customer Service] berharap Manajer Zhang bisa memberikan kami sedikit waktu. [Hotel You An. Rasa alami mendatangimu] Kita pasti berusaha keras menyempurnakannya. Laksanakan saja sesuai perencanaan kalian. Hari ini cukup sampai di sini. Bubar. Sekretaris Xiao.

Kamu telepon nomor ini suruh dia antarkan sayur segar ke rumahku. Ke rumahmu? Bukan ke perusahaan? Antar ke perusahaan, kamu yang memasak untukku? Baik. Aku segera melaksanakannya. Antarkan ke rumah benar? Tidak masalah. Ingat untuk menyuruh Ibuku terima dan tanda tangan. Baik. Halo, Hotel You An. Memesan sayuran. Halo, alamat Anda. Baik.

Tidak masalah, segera kami antarkan. Baik, terima kasih. Kak. Kebetulan sekali kamu datang. Mari, Linlin. Coba cicipi sup yang kakak masak. Baiklah. Panas. Pelan sedikit. Enak sekali. Enak bukan? Diminum ya. Kak, tadi ada orang ingin memesan sayuran. Linlin, mulai dari sekarang kamu adalah majikan wanita di sini. Semua mengikuti perkataanmu.

Mereka bilang mau antarkan ke rumah direktur grup Si Hai. Rumah direktur grup Si Hai. Kamu lupa semalam Luo Xi mengatakan siapa pun dari kita tidak boleh mengungkit tentang grup Si Hai. Barusan tadi kamu mengatakan aku adalah majikan wanitanya. Sekitarku semua takut dengan Luo Xi. Lagi pula,

Luo Xi hari ini juga tidak di rumah. Kalian antarkan sekali lalu kembali tidak apa-apa. Ada uang masuk tapi tidak mau, bukankah itu bodoh? Kamu tidak bilang, aku juga tidak bilang. Bagaimana Luo Xi bisa tahu? Benar tidak? Aku tidak mau. Jika Luo Xi tahu hal ini, dia pasti akan marah besar denganku.

Aku tidak mau. Zhou Mo juga tidak di rumah. Lalu siapa yang pergi? Aku datang untuk mengantar sayuran. Kamu… Nyonya Wu bukan? Kenapa? Ini memerlukan tanda tangan si penerima. Kalau begitu tunggu sebentar. Hampir saja lupa saat orang itu masih kecil juga suka dengan rasi bintang. Pisces. Min. Kamu ini… Maaf. Itu

Tadi aku melihat di sana ada rasi bintang, kemudian kurang satu bintang. Aku langsung tidak tahan… Kenapa di sana kurang satu bintang? Aku belajar tentang astronomi sewaktu kuliah. Siapa namamu? Namaku Tao Lun. Di mana Ayah dan Ibumu? Ayah dan Ibuku? Ayah dan Ibuku ada di Amerika. Amerika? Lumayan jauh. Itu,

Aku datang untuk mengantar sayuran harus merepotkan Anda untuk menandatanganinya. Apakah kamu Nyonya Wu? Benar. Kalau begitu, tolong tanda tangan di sini. Di dalam keranjang sayur ada kartu nama kita, di atasnya ada nomor teleponku. Jika ada masalah dengan sayurannya boleh telepon aku kapan pun. Sungguh minta maaf, sekarang aku bantu kamu menghapusnya. Tidak perlu.

Tidak perlu. Biarkan saja di sana. Awalnya di sana memang tempat untuk menggambar bintang, hanya saja karena sudah terlalu lama jadi… Bukan, itu sewaktu putraku masih kecil suka menggambar, dia menjadikan tempat itu sebagai kompas peta harta karun. Kalau begitu, jika tidak ada masalah dengan sayurannya aku pergi dulu. Terima kasih.

Pelan sedikit, sakit, pelan sedikit. Kerahkan tenagamu, benar sedikit kuat. Semakin kecil tenagamu aku semakin sakit. Sshh, cepat. Kamu tarik sampingnya. Di mana semuanya? Kak silahkan. Akhir ini beberapa kakak ini kenapa begitu senggang? Bos, kedua keluarga ini sudah bersama kita tidak perlu berlarian ke dua keluarga ini lagi. Benar. Kak. Kak.

Apa yang kamu lihat? Apa yang kamu lihat? Ka…ka…kalian ini namanya tidak pegang janji. Bukankah kita sudah sepakat? Ini baru saja beberapa hari, kalian datang mencari masalah lagi. Ini merupakan kesalahan kalian. Ini… Apanya yang tidak pegang janji? Uang kalian masih belum dikembalikan semua, kalian sudah berani membuka toko di sini?

Aku rasa kalian memang cari mati. Kak. Tolong. Tolong. Tolong, tolong. Jangan teriak dulu. Terlalu cepat, tunggu nanti baru teriak. Tunggu pemberitahuan. Tunggu pemberitahuan sudah pasti tidak ada hasil yang baik. Kak. Sudah mau pulang. Kak. Manajer Zhang, silahkan. Selamat bekerjasama. Selamat bekerjasama. Silahkan. Aku harap kerja sama selanjutnya bisa segera ditandatangani.

Baik, kita juga berpikir demikian. Maaf. Departemen mana? Sepertinya datang untuk wawancara hari ini. Kuliah saja belum lulus berani melamar bagian departemen pemasaran kita yang persaingannya paling sengit ini. Aku ini, kebetulan ingin mengatakannya pada departemen HR dalam menyeleksi resume, harus ketat. Tidak boleh latar belakang pendidikan dari mana saja pun diloloskan, benar? Manajer Zhang,

Sudah membuat Anda melihat kekonyolan. Perusahaan besar seperti grup Si Hai pasti tidak akan muncul kesalahan dalam memilih orang bukan? Percaya keduanya juga pernah magang. Benar? Sampai sekarang aku sangat berterima kasih kepada perusahaan magangku. Bukan karena aku masih magang kemudian meremehkanku. Oleh karena itu, saat itu aku bekerja dengan sangat keras

Hanya untuk membalas mereka lebih baik. Perusahaan seperti Sheng Ke ini juga bisa menghormati setiap karyawannya juga bisa menghormati setiap pekerja magangnya, benar? Benar yang Anda katakan, Manajer Zhang. Benar yang Anda katakan. Urusan selanjutnya, aku akan biarkan sekretarisku menghubungi kalian. Kalau begitu aku permisi. Baik. Manajer Zhang, hati-hati. Manajer Zhang, hati-hati.

Halo, telepon yang Anda tuju sedang dalam panggilan silakan menghubunginya kembali nanti. Kemari jika kamu memang hebat. Kemari, kemari. Kamu kemari, sini. Jangan ribut, kamu kemari, kemari jika kamu memang hebat. Kalian bertiga ayo kemari, kemari. Kamu lihat kamu selalu saja tidak bicara, kemari. Kak, ada apa? Kamu, kamu… Xi, kamu jangan ke sana.

Kamu kemari. Aku katakan padamu, aku yang berhutang, satu orang melakukannya maka ditanggung orang tersebut, sedikitpun tidak ada hubungannya dengan keluargaku dan hotel. Jika memang hebat ayo hadapi aku sendirian. Jika memang hebat kembalikan dulu uangmu. Benar, kembalikan dulu uangnya baru kita bicarakan lagi. Jika memang hebat kembalikan dulu uangnya. Kamu bos itu, benar?

Aku adalah bos. Tidak peduli siapa bos di antara kalian, jika aku adalah kalian maka tidak akan membuat keributan hingga semua tamuku lari ketakutan. Aku dapat uang dari mana untuk mengembalikannya pada kalian? Kamu lihat bahkan untuk sepatu saja tidak sanggup membelinya uang apalagi yang bisa dikembalikan? Siapa lagi kamu? Bosku sedang bicara denganmu.

Siapa aku? Tertulis di kartu nama. Aku buta huruf. Apa yang kamu tertawakan? Manajer umum grup Si Hai, Zhang Min. Bos besar. Sekarang tahu siapa aku. Masalah hutang mereka aku akan gantikan kalian menyelesaikannya. Kelak jangan biarkan aku melihat lagi kamu datang ke hotel ini menganggu mereka. Jika sudah mengerti, pergilah. Pegang kata-katamu.

Bunga tetap harus dibayar. Ayo. Jangan pergi, ayo kembali. Aku sungguh… Sungguh satu keluarga. Meskipun tidak ada hubungan darah, sifat yang gegabah juga bisa diwariskan? Untuk apa kamu datang ke tempat kita? Tampaknya, masih belum belajar dari pelajaran sebelumnya. Mereka kemari memancing emosi kalian, lalu kalian duluan yang turun tangan, maka mereka dari pembuat masalah

Berubah menjadi posisi perlindungan diri. Masih ada penjelasan seperti ini? Masih ingin membayar 5 juta lagi? Kita akan mengembalikan uangnya sendiri, silakan kamu keluar. Adik, bagaimana bisa membiarkan Manajer Zhang pergi? Benar tidak? Berkat Manajer Zhang, kita bisa terlepas dari bahaya. Jika tidak, aku pasti akan berkelahi dengan mereka. Aku tidak takut siapa pun, sungguh.

Memangnya kamu berani? Aku… berani. Manajer Zhang, hutang kami kepada kalian kami pasti usahakan mengembalikannya. Terima kasih. Kembalikan atau tidak tidak menjadi masalah. Saudara Zhou Wu, yang terpenting adalah suruh adikmu balas WeChat. Kamu harus membalasnya. Bukan, apa yang harus kubalas kak? Aku bawa pergi adikmu dulu. Apa maksudmu membawa pergi? Ke mana? Ke mana?

Kak. Tidak. Tas ini, sweater ini, hoodie ini, mantel, syal, bantu aku bungkus semuanya. Baik. Tidak usah. Lalu, mau sampai kapan kamu pakai sepasang sepatu yang tidak cocok ini? Bantu aku membuangnya. Baik. Sudah cukup membuat keributan? Yang kupakai ini apakah ada urusannya denganmu? Jika kamu merasa ini sama dengan membuat keributan… Maaf,

Masih belum cukup. Masih akan terus mencari masalah. Kamu sebaiknya persiapkan mental. Persiapkan mental? Selain memberikan pekerjaan, memberikan sepatu apa langkah selanjutnya? Sama seperti alur di drama televisi, memberikan rumah? Jika kamu menginginkannya. Dermawan sekali. Hanya karena aku hendak meminjam 5 juta denganmu, lalu kamu berhak mempermalukan diriku seperti ini?

Siapa yang mengira semua ini diberikan secara cuma-cuma? Jika tidak ingin hutang budi, maka bekerjalah lebih keras. Mengira ini cuma-cuma, terlalu memandang tinggi diri sendiri. Baik. Sudah tahu. Halo, maaf merepotkan sebentar. Tolong bantu aku mengurus pengembalian barang? Semua barang ini tidak cocok dengan gayaku. Semuanya dikembalikan. Jika memang hebat, kembalikan juga sepatunya.

Pulang dengan telanjang kaki. Tunggu, kamu pakai sepatunya, oke? Kamu seperti ini akan masuk angin. Kenapa kamu ini begitu keras kepala? Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Kamu tidak pakai sepatu, bagaimana kalau seandainya kamu flu? Lagi pula, kamu tidak mungkin pulang telanjang kaki ‘kan? Tidak perlu bantu aku pakaikan. Patuhlah.

Jika tidak ada masalah lagi, aku pergi dulu. Tunggu. Apa lagi? Ini… kamu tidak mungkin mengembalikannya juga ‘kan? Kamu beli dua? Dua apanya? Tidak ada. Kelak kamu tidak boleh tidak mengangkat teleponku lagi, tidak membalas pesanku. Mengerti? Aneh sekali. Ketua Liu. Jangan berlagak dan melupakan identitasmu sendiri mengira

Diri sendiri adalah pangeran dari grup Si Hai. Baik. Berhasil. Min. Kita bicarakan lagi nanti. Coba cicipi mie buatanku sendiri, mie buatan rumahan. Sup juga aku sendiri yang merebusnya. Cobalah. Pakai sumpit, ini. Terima kasih. Kamu ini. Jangan melihat semangkuk mie ini begitu sederhana. Sebenarnya tidak gampang. Aku katakan padamu. Pertama mie ini

Harus menggunakan hasil gandum dari pertanian daratan tengah selain itu digiling dengan batu. Saat mengaduk adonan, harus sampai teksturnya sedikit kasar. Dengan begini mienya baru kenyal. Selain itu, sup ini juga harus menggunakan bahan asli. Dengan begini hasil rebusannya baru bisa enak. Yang terpenting adalah saat proses memasak. Melakukan hal apa pun juga sama.

Tidak hanya membutuhkan bahan asli. Saat memasak juga harus memperhatikannya dengan baik. Kedua hal ini tidak boleh kurang. Kamu kira atas kemampuanmu sendiri baru bisa menjadi manajer umum di grup Si Hai? Sempurna. Menyelesaikan masalah Dubai tidak bergantung pada perjodohan keluarga Liu bergantung pada kemampuanmu sendiri? Aku dengar Ketua Liu

Ingin mengambil alih saham grup Sheng Ke. Namun pemegang saham Sheng Ke sama sekali tidak ingin melepaskan kuasa sahamnya. Jadi perkembangan hal ini sedikit lebih lambat. Kebetulan ditanganku ada sedikit saham Sheng Ke, jika Direktur Liu tidak keberatan aku bersedia mengalihkannya padamu. Dengan harga pasar. Namun, aku berharap grup Si Hai

Dan grup BK dalam proyek Dubai bisa memiliki kerja sama yang lebih dalam. Dasar kamu ini sungguh mewariskan keunggulan ayahmu. Pintar. Sekarang bagaimana keadaan Grup Si Hai, semuanya sudah tahu. Kamu ini membuat grup BK kita menambah lubang kepada grup Si Hai kalian, menyambungkan kembali rantai dana kalian yang sudah putus. Mengatakannya begitu enak didengar.

Memangnya aku tidak mengerti? Memang, benar apa yang dikatakan Ketua Liu. Grup Si Hai dalam proyek Dubai ini memang terjadi sedikit masalah dengan dana. Namun, pernahkah Ketua Liu berpikir jika Grup Si Hai tidak menggunakan dana dari Grup BK melainkan menggunakan uang grup keuangan lainnya juga berarti

Grup Si Hai melepaskan kerja sama dengan Grup BK kemudian mendirikan kerja sama yang lama dengan grup keuangan lainnya. Aku tidak tahu… Min. Apakah kamu sudah sangat lama tidak berjumpa dengan Nana? Sebelum Wen Na tidak merasa resah denganmu, cepat manfaatkan waktu untuk segera menikah. Min, jika kedua perusahaan hendak kerja sama lebih dalam

Maka harus sama seperti satu keluarga baru bisa mewujudkannya. Tao Lun, tadi penagih hutang datang lagi. Penagih hutang? Lalu? Untunglah ada Manajer Zhang. Jika tidak aku sudah hampir dibawa pergi untuk dijual. Kenapa Zhang Min bisa datang ke tempat tinggal kita? Xi yang membawanya. Lalu di mana Xi? Manajer Zhang membawanya pergi. Bolehkah aku masuk?

Ayo masuk. Ada apa? Apakah kakak masih baik tadi pagi? Ya. Pagi tadi Linlin menangis berkata padaku orang itu sudah membantumu menyelesaikannya. Besok mengantarmu pergi membeli sepatu saja. Untuk apa semuanya membantuku membeli sepatu? Dia juga mau membantumu beli sepatu? Xi, bukankah kamu bilang ingin memutuskan hubungan dengannya?

Aku juga tidak tahu kenapa berubah menjadi seperti ini. Aku sudah katakan padamu. Kita berasal dari dunia yang berbeda. Oh ya, barang yang diberikan padamu tadi pagi kamu sudah lihat belum? Tidak masalah. Jika memang belum dilihat, maka sekarang aku akan mengatakannya padamu. Xi. Saat sebelum aku masih tidak tahu apa itu cinta,

Aku sudah mulai mencintaimu. Kamu juga tahu sebelum bertemu denganmu aku tidak mengingat apa pun lagi. Jadi mencintaimu adalah satu-satunya ingatanku. Namun aku tidak ingin kamu memberikanku jawaban sekarang. Aku hanya merasa aku harus mengungkapkan hal paling nyata dalam hatiku perasaan yang sesungguhnya kurasakan kepada dirimu. Tao Lun. Apakah karena kamu melihat hariku tidak lancar

Sengaja menghiburku? Tidak. Aku sangat serius. Aku takut jika tidak kukatakan, maka kamu hanya akan melihatku sebagai keluarga seumur hidupmu. Memangnya aku bukan keluargamu? Xi, kamu bisa tidak menerima perasaanku, namun tolong kamu jangan sangkal cintaku. Oke? Tao Lun, kamu jangan seperti ini. Ini canggung sekali. Bulu kudukku semuanya berdiri. Kamu, lanjut baca buku saja.

Aku pergi dulu. Xi. Xi, aku sangat serius. Serius kepalamu. Aku tidak sedang bercanda denganmu. Kak Min, air sup hari ini ditambah sendiri olehku pastinya sangat enak. Cepat, cobalah. Terima kasih. Benar. Nona tidak pernah memasak, karena kedatanganmu hari ini… Terus saja menuangkan sup untuk pacarnya. Tidak peduli dengan ayahnya lagi. Mari, tuangkan semangkuk untukku.

Ayah apa? Kamu setiap hari hanya tahu menindas Kak Min saja. Dia pertama kali datang ke sini. Tuang apanya? Sana tuang sendiri. Mari, biar aku saja. Kak Min, cepat dicoba. Terima kasih. Enak? Di dalamnya ada jamur. Itu matsutake. Baru saja dikirim dari Yunnan hari ini. Segar ‘kan? Bukankah sangat enak? Matsutake bukanlah jamur.

Ayah kamu ini berpendidikan tidak? Bagaimana bisa matsutake itu jamur? Meskipun matsutake memang termasuk jamur namun dia juga merupakan jamur mahal. Memangnya bisa sama? Pelajaran IPA kamu diajari oleh guru penjas ya? Kak Min, kenapa kamu melepaskan baju? Aku sudah mengingatnya. Sepertinya Min alergi terhadap jamur. Saat kecil seperti itu. Cepat. Panggil supir. Baik.

Min, kamu tidak apa-apa? Cepat telepon Direktur Zhang dan juga Nyonya. Cepat, cepat. Baik. Lancarkan nafasnya. Tidak benar. Muntahkan. Kak Min, muntahkan. Ayo muntahkan. Dokter, awalnya hanya ada di leher, kenapa sekarang bahkan ada di lengannya juga? Kamu yakin cukup suntik sekali saja? Bagaimana kalau sekali lagi? Lehernya ini tidak akan meninggalkan bekas bukan? Nana

Dengarkan apa kata dokter. Tenang sedikit. Nona jika dosisnya diperbanyak, mungkin akan menyebabkan reaksi alergi yang serius. Tuan ini, untuk sekarang sudah tidak ada masalah lagi, tinggal di rumah sakit malam ini untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ingat untuk makan obat tepat waktu. Tunggu, ini disebut tidak masalah? Lalu apa yang disebut dengan ada masalah? Nana.

Diamlah. Rumah sakit. Kak Min, maaf. Gatal tidak? Aku bantu tiup. Zhang. Aku. Benar. Sekarang seperti ini Min, harus tinggal di rumah sakit untuk pengamatan semalaman. Nanti aku akan suruh supir untuk menjemput kamu dan kakak ipar. Tidak perlu. Aku tidak ke sana lagi. Kenapa tidak? Dia itu putramu. Putramu masuk rumah sakit.

Kamu tidak kemari melihatnya? – Kamu sungguh kelewatan. – Jangan marah. Aku salah, aku sudah tahu salahku. Baik. Dasar kamu. Baik, baik. Ikuti apa yang kamu katakan. Kak Min, aku janji kelak tidak akan membiarkanmu memakan jamur lagi. Aku akan ikut bersamamu tidak memakannya lagi, aku bersumpah. Aku tanya kamu, siapa namamu? Zhang Min. Pandai.

Tuan, kamu yakin hendak berbuat seperti ini?