【FULL】And The Winner Is Love EP48【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 48 Xue Lie. Apakah masih tidak cukup kamu membunuh Kak Muyuan? Apakah kamu masih ingin memfitnahnya? Chong Xuezhi. Apakah kamu tahu apa hukuman bagi orang yang memfitnah Pangeran? Pangeran Lu. Kami mencuri dan membawa pergi peledak dari pabrikmu.

Kamu sengaja mencari orang untuk mencegat kereta di tengah jalan. Apakah orang-orang itu sudah kembali? Kamu tidak perlu khawatir. Mereka tidak mati. Tapi sudah dibawa dengan selamat ke Ibukota Timur. Meskipun mereka menerima budi besar darimu, tapi begitu masuk ke penjara di departemen hukum pidana, yang seharusnya dikatakan,

Sudah diakui mereka semuanya tanpa ada yang ketinggalan. Bawahan apa? Aku tidak tahu. Shangguan Tou. Kamu jangan memfitnah. Aku tidak tahu ada bawahan apa. Memfitnah. Selain saksi orang, aku masih mempunyai saksi barang. Ini adalah racikan peledak yang ditulis oleh Yuwen Muyuan untukmu. Jika membandingkan racikan ini dengan sekumpulan peledak itu,

Maka akan tahu apakah aku memfitnah atau tidak. Apa yang kamu tertawakan? Aku menertawakan kalian terlalu naif. Siapa aku? Aku adalah Pangeran kedua. Aku adalah adik kandung Putra Mahkota. Memang kenapa jika aku mewakili Ayahanda dan Kakakku untuk mengelola dunia seni bela diri? Memang kenapa jika aku meracik peledak? Apakah kamu sudah cukup membuat keributan?

Putra Mahkota. Mundur. Apakah masih ingin membunuhku? Bawa dia pergi. Putra Mahkota. Putra Mahkota. Putra Mahkota. Mereka ingin membunuhku. Mereka memberontak. Tangkap mereka. Tangkap mereka. Lie. Cukup. Aku sudah tahu semua hal yang kamu lakukan. Ikut aku kembali ke Ibukota Timur. Terima keputusan dari Ayahanda. Bolehkah? Aku tidak ingin kembali, aku tidak ingin kembali.

Aku tidak ingin kembali. Kamu ingin ribut sampai kapan? Apakah kamu masih ingin terus melakukan kesalahan? Kakak. Bisa-bisanya kamu bilang aku salah? Kamu bilang aku salah? Aku tidak salah. Mereka yang bersalah. Mereka yang bersalah. Lie. Kamu sedang sembarang bicara apa? Aku tidak sembarang bicara. Aku tidak sembarang bicara. Aku tidak sembarang bicara.

Mereka yang bersalah. Kalian. Kalian. Kalian. Dan kamu. Kalian yang memaksaku. Kapan aku pernah memaksamu? – Putra Mahkota. – Putra Mahkota. Mundur. Lie. Tenang dulu. Letakkan belatinya. Ikut aku kembali ke Ibukota Timur. Aku tidak ingin kembali. Ayahanda pasti akan mendengar penjelasanmu. Aku tidak ingin kembali. Aku tidak ingin kembali. Mundur!

Dia tidak akan menyakiti Putra Mahkota. [Makam Permaisuri Pangeran Lu, Marga Shangguan] Zheng. Zheng. Aku sudah datang. Lie. Jangan bersedih lagi. Mari. Kamu jangan berbicara. Zheng. Zheng. Zheng sedang tidur bersama anak kami. Jangan ganggu dia. Zheng. Zheng. Anak kita. Apa nama anak kita? Nama anak kita belum dipikirkan. Zheng. Kakak. Kakak. Bantu aku pikirkan

Sebuah nama untuk anak kami. Bantu aku pikirkan dulu. Aku tidak tahu. Aku tidak tahu. Lie. Sadarlah. Dengar perkataanku. Aku percaya keponakanku ini juga tidak berharap ayahnya sendiri menjadi seperti sekarang ini. Dengarlah perkataanku. Ikut aku kembali ke Ibukota Timur. Kembali ke Ibukota Timur? Untuk apa kembali ke Ibukota Timur? Kerajaan ada hukum kerajaan

Keluarga ada hukum keluarga. Kamu adalah adikku. Tapi kamu terlebih adalah seorang pangeran. Harus ditangani sesuai dengan hukum kerajaan. Jadi Ayahanda… Jadi Ayahanda… Jadi Ayahanda akan memberiku hukuman seperti apa? Kakak. Lie. Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan membantumu memohon kepada Ayahanda. Percayalah padaku. Lie. Lie. Lie. Kakak ada di sini. Kakak ada di sini.

Kakak. Kakak. Lie. Lelah sekali. Lie. [Bakat dan Ambisi yang Mulia] Xue Lie. Sebagai pangeran. Tapi malah mencelakai banyak orang dunia persilatan. Sulit diampuni oleh hukum kerajaan. Sebagai kakaknya, aku tidak mendidiknya dengan baik. Aku tidak dapat mengelak dari tanggung jawab ini. Di sini, aku minta maaf kepada semua orang dunia seni bela diri. Amitabha.

Semuanya. Masih ada satu hal yang ingin aku klarifikasikan. Xia Qingmei bunuh diri karena kerasukan iblis. Tidak berhubungan dengan Yuwen Muyuan. Yuwen Muyuan tidak pernah mengkhianati dunia persilatan dan Istana Api Chong. Dia berpura-pura mengabdi kepada musuh. Sebenarnya adalah untuk membongkarkan taktik Xue Lie. Selain itu, dia juga membunuh pesuruh Xue Lie, Feng Mo

Dengan tangannya sendiri. Ketika Xia Qingmei membantai dunia persilatan, juga dialah yang diam-diam mengirimkan laporan rahasia kepada Tuan Shangguan. Meskipun dia menanggung penghinaan dan beban yang berat, sayangnya, dia juga tidak bisa lolos dari takdir, mati dengan tragis. Di sini, aku ingin minta maaf kepada Istana Api Chong. Terima kasih Putra Mahkota

Menegakkan keadilan bagi Kak Muyuan. Akan diumumkan perintah Putra Mahkota. Mulai sekarang, Aliansi dunia seni bela diri dibubarkan. Mulai sekarang, tidak boleh ada orang yang menghambat perkembangan dunia seni bela diri atas nama apa pun. Semoga setiap Ketua aliran segera memulihkan energi. Pulihkan sifat kesatria aliran. Giat berlatih seni bela diri dan mendidik murid.

Kembangkan seni bela diri Tiongkok. Diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Hormat kami. Kami terima perintah. Semuanya. Bangunlah. Tuan Shangguan. Nona Chong. Bisakah berbicara di tempat lain? Beberapa hari ini aku menggeledah kediaman Lie. Aku menemukan benda ini tanpa sengaja. [Sembilan Gaya Dewa Lotus] Sembilan Gaya Dewa Lotus. Benar. Aku curiga,

Lie mendapatkannya dari Xia Qingmei. Karena ini adalah benda milik Istana Api Chong, maka aku harus mengembalikannya kepada pemiliknya. Karena Putra Mahkota bilang ini adalah benda milik Istana Api Chong, maka apakah aku bisa menentukan apa yang ingin dilakukan? Tentu saja. Baiklah. Nona Chong. Kenapa kamu bertindak seperti ini? Satu gulungan Sembilan Gaya Dewa Lotus.

Ada berapa banyak perselisihan dan hasrat yang timbul karenanya? Mulai sekarang, tidak akan ada Sembilan Gaya Dewa Lotus di dunia persilatan lagi. Juga tidak akan ada orang yang terluka karena Sembilan Gaya Dewa Lotus. Tak kusangka. Nona Chong memiliki semangat kesatria seperti ini. Sungguh merupakan pahlawan sejati. Tuan Shangguan. Kamu sangat beruntung. Iya.

Seumur hidupku ini, dapat bertemu dengan Zhi, itu adalah berkah terbesarku. Putra Mahkota. Zhi masih ada satu permintaan. Mohon Putra Mahkota mengizinkan pendirian kembali Istana Api Chong. Mari. Berdiri dulu baru bicara. Silakan berdiri. Putra Mahkota. Hamba juga memohon kepada Putra Mahkota untuk mendirikan kembali Istana Api Chong. Sebelumnya Istana Api Chong disegel karena difitnah.

Karena sekarang semua hal sudah diselidiki hingga jelas, hamba memohon kepada Putra Mahkota untuk menjelaskannya kepada Kaisar. Izinkan Istana Api Chong untuk kembali menempa senjata. Melindungi dan mempertahankan negara. Melakukan sedikit usaha untuk kekuatan militer dataran tengah. Kalian berdua baru saja menghindar dari sebuah bencana dunia seni bela diri. Dan membantuku menghukum Lie. Sejujurnya,

Tidak cukup meskipun aku berterima kasih seperti apa pun kepada kalian. Selain itu, semua yang kalian katakan dari hati, adalah demi negara dan rakyat. Ini sungguh merupakan berkah kerajaan. Tapi soal pendirian kembali Istana Api Chong, termasuk hal yang besar. Harus tunggu aku bawa Lie kembali ke Ibukota Timur,

Dan didiskusikan secara terperinci setelah menghadapi Ayahanda. Meskipun sekarang aku masih tidak paham maksud dari Ayahanda, tapi aku akan menjamin kepada kalian berdua. Aku pasti akan berusaha sepenuhnya. Terima kasih, Putra Mahkota. Tidak perlu berterima kasih. Cepat duduk. Duduklah. Duduklah. Duduklah. Kalian berdua benar-benar… Aku sengaja membawa kalian ke belakang, tujuannya adalah agar

Kita tidak terkekang karena perbedaan status. Bisa ngobrol seperti teman. Kalian malah berlutut dan mengucapkan terima kasih. Tuan Shangguan. Kasus Penasihat Kerajaan sudah diselidiki ulang. Jika kamu bersedia, pulanglah untuk melihat-lihat. Setiap manusia akan mati. Anggota keluarga juga pada akhirnya akan berpisah. Segala hal di dunia ini telah mempunyai takdir. Jangan menyesal.

Jangan terpuruk pada masa lalu. Selesaikan masalahmu sendiri. Lepaskan semua dendam. Hidup dengan baik. Jika ingin memenangkan permainan, terlebih dahulu kamu harus menemukan bidak caturmu sendiri. Bidak catur? Siapa? Aku adalah bidak caturmu. Terima kasih Ayah atas bantuan Ayah. Aku mewakili Zhi untuk mengucapkan terima kasih kepada Ayah. Perwakilan ucapan terima kasihmu itu,

Sepertinya aku tidak bersedia menerimanya. Aku tetap berharap kamu bisa membawanya pulang dan mengucapkan terima kasih langsung padaku. Ayah. Akhirnya aku membawa orang yang kucintai kembali untuk bertemu dengan Ayah. Zhi. Namanya Chong Xuezhi. Dia adalah satu-satunya orang yang aku cintai dalam seumur hidupku. Tuan besar Penasihat Kerajaan. Kamu jangan khawatir.

Aku akan menemani Kak Tou seumur hidup. Menjaga dia dengan baik. Kelak Istana Api Chong adalah rumahnya. Kamu kenapa? Kamu ingin kembali ke Istana Api Chong? Tidak kembali ke Istana Api Chong, bisa pergi ke mana lagi? Kak Tou. Zhi. Apakah kamu masih ingat kata-katamu padaku sebelumnya? Kamu bilang kamu akan

Kembali ke Lembah Bulan bersamaku. Menemani Senior Lin bersama. Memasak teh dan menanam bunga. Tidak menanyakan hal duniawi lagi. Aku mengingatnya. Tapi… Tapi kamu tidak bisa melepaskan Istana Api Chong. Istana Api Chong adalah hasil jerih payah ayah. Sebagai Ketua istana, aku tidak boleh meninggalkannya. Senior Lin pernah memberitahuku. Dia keluar dari dunia persilatan

Karena hatinya takut, sulit untuk memutuskan dan melepaskan. Waktu itu aku tidak mengerti. Hingga aku sendiri melihat keluargaku tumbang, ayah meninggal secara tidak adil, kakak meninggal dengan membawa dendam, aku baru mengerti. Semua yang kamu miliki mungkin akan lenyap dalam sekejap. Zhi. Aku tidak ingin kehilangan kamu. Kamu tidak akan kehilangan aku.

Kita bisa kembali ke Istana Api Chong bersama. Kembali ke Istana Api Chong bersama, lalu? Terus berjuang di dunia persilatan yang tidak ada batasannya? Zhi. Setelah mengalami begitu banyak hal, aku sudah jemu terhadap kemeriahan, kesenangan, budi dan kebencian. Yang aku inginkan sangat sederhana. Hanyalah kebahagiaan yang sederhana, aman dan stabil. Aku ingin

Hidup bersamamu saat ini. Aku tahu kamu juga berpikir demikian. Benar kan? Ketika Kak Muyuan masih hidup, dia selalu hidup demi aku dan Istana Api Chong. Sebelum meninggal, dia menyerahkan Istana Api Chong padaku. Aku tidak bisa mengecewakannya. Aku tidak menyuruhmu mengecewakan siapa pun. Kita bisa kembali ke Istana Api Chong bersama.

Setelah mengurus semua masalah, kita baru kembali ke Lembah Bulan. Baik. Aku tahu Istana Api Chong sangat penting bagimu. Jika kamu sudah selesai memikirkan bagaimana merencanakannya, aku juga tidak akan memaksamu lagi. Tapi aku harap kamu tahu sebenarnya apa yang kamu inginkan di dalam hatimu. Aku percaya, baik Ketua istana Chong Ye,

Atau Pelindung Ketua istana Muyuan, mereka semua berharap kamu dapat memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya. Aku harap kamu sendiri juga bisa mengerti. Fengzi. Ayah. Kamu sedang hamil. Sangat berbahaya jika duduk di sini. Ayo, kembali istirahat di kamar. – Tidak masalah. – Ayolah. Ayah. Apakah Ayah masih ingat? Ketika masih kecil, aku dan Kakak seperguruan

Sering berlatih seni bela diri di sini. Saat itu aku merasa, dia begitu giat berlatih seni bela diri, kelak dewasa dia pasti adalah pendekar kesatria. Qingmei punya bakat sejak kecil. Dia juga giat. Dia adalah murid terbaik yang pernah aku terima selama bertahun-tahun ini. Ayah. Menurut Ayah, apakah sekarang Kakak seperguruan sudah menjadi pendekar hebat

Di suatu tempat? Sudah pasti. Mungkin suatu hari dia sudah lelah menjadi pahlawan di luar, dan tiba-tiba pulang. Jadi kehidupan selanjutnya, kamu harus menikah dengan orang yang akan memetik bunga untukmu setiap hari. Ketua istana. Aku merasa, kali ini kita pulang, seharusnya perbaiki tempat persembahan leluhur terlebih dahulu. Barang persembahan harus bersih dan rapi. Baik.

Dan bengkel penempaan. Harus tambah beberapa saluran udara. Suhu di dalamnya memang sangat tinggi. Begitu tiba musim panas, di dalam seperti sebuah tungku api. Baik juga. Dan bunga-bunga serta rerumputan di halaman kita. Setelah sekian lama, pasti sudah berantakan. Tidak masalah. Nanti aku dan Chequ akan beli beberapa bibit di Kabupaten Anping. Benar kan, Chequ?

Ketua istana. Sebelum meninggal, Pelindung Ketua istana pernah berpesan padaku. Dia berharap jasad Penatua Yuwen dapat dimakamkan kembali di Istana Api Chong. Semuanya bagus. Zhu Sha, Chequ. Aku ingin pergi ke satu tempat dulu. [Untuk Zhi tersayang] Zhi. Pakaian ini diberikan oleh Shangguan Tou untukmu. Kamu selalu menyukainya. Aku sudah mencarikannya kembali untukmu.

Ketika baru pertama kali datang ke sini, aku pernah berpikir ingin memberimu gaun pengantin yang sama merahnya dengan ini, dan menikahimu. Lalu hidup saling menghormati dan tinggal di hutan pegunungan. Tapi terakhir, aku akhirnya melihat dengan jelas. Hatimu tidak ada di tempatku. Meskipun aku membeli gaun pengantin yang sangat cantik, di dalam matamu,

Itu juga tidak sebanding dengan pakaian lama ini. Zhi. Besok aku akan menjadi mata-mata di sisi Pangeran Lu. Kepergian kali ini, aku masih tidak tahu apakah aku bisa kembali atau tidak. Jika aku sangat beruntung, dapat merebut kembali Istana Api Chong, maka aku pasti akan mengembalikan pakaian ini kepadamu secara pribadi.

Mengantarmu menikah keluar dari gerbang istana dengan meriah. Zhi. Aku ingin melihatmu kembali menjadi gadis biasa. Memakai pakaian yang kamu sukai. Hidup bersama dengan orang yang kamu cintai. Hidup bebas selama sisa hidupmu. Ketua istana. Zhu Sha. Kamu duduk dulu. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Zhu Sha. Aku sudah memutuskannya.

Aku tidak ingin kembali ke Istana Api Chong lagi. Tidak…tidak kembali lagi? Tapi Ketua istana… Kita tak gampang menunggu hingga Istana Api Chong bisa bangkit kembali. Kenapa kamu tidak ingin kembali? Zhu Sha. Waktu itu aku memohon Putra Mahkota untuk membuka penyegelan Istana Api Chong. Bukan karena aku ingin menjadi ketua di Istana Api Chong.

Melainkan karena hal yang dilakukan Istana Api Chong bermanfaat bagi dunia dan rakyat. Hanya jika pasukan negara kuat, rakyat baru dapat hidup sejahtera. Tapi Ketua istana, jika Istana Api Chong tidak ada Ketua istana, mana bisa dinamakan Istana Api Chong lagi? Benar katamu. Istana Api Chong tidak boleh tidak ada Ketua istana.

Tapi Ketua Istana Api Chong, bukan mesti aku. Aku sudah menemukan seorang Ketua istana baru yang lebih memenuhi syarat untuk Istana Api Chong. Ketua istana. Kamu… Maksudmu, aku? Zhi. Menggantikan hatimu dengan hatiku. Agar kamu tahu aku sangat merindukanmu. Kamu sudah kembali? Keinginan untuk kembali bagaikan panah. Zhi. Apakah kamu ingat kamu pernah berjanji padaku,

Akan memberikan sebuah benda yang paling penting bagimu? Aku sudah tahu apa yang aku inginkan. Apa? Aku ingin masa depanmu. Aku ingin ada aku di sepanjang sisa hidupmu. Pegang tangganya dengan baik. Wuming. Bagaimana? Bagaimana hasilnya, Senior Lin? Lumayan bagus. Sebelah sini sudah siap digantung. Sisa halaman belakang. Bagus, bagus.

Kita baru pertama kali mengadakan upacara pernikahan. Iya. Harus diatur dengan baik. Pantas kamu tidak ingin kembali ke Istana Api Chong. Ternyata ingin tinggal di sini untuk menjadi Nyonya Ketua Lembah. Dulu aku selalu ingin melihat seperti apa dunia persilatan itu. Aku ingin memperjuangkan posisi untuk Istana Api Chong. Tapi setelah itu aku sadar,

Tidak sulit jika ingin masuk ke dunia persilatan. Yang benar-benar sulit adalah keluar dari dunia persilatan dengan sederhana dan tanpa keinginan. Kasihan aku sendirian harus mengelola Istana Api Chong yang begitu besar. Tidak gampang. Lihat emosi burukmu itu. Seharusnya Pelindung Ketua istana, Chequ yang akan lebih capek. Lihatlah. Bahkan Kak Hongxiu juga bisa melihatnya. Mana?

Menurut kalian, apakah bedak merahku terlalu merah? Waktu yang bagus akan segera tiba. Kamu tidak mengawasi di tempat Ketua Lembah, untuk apa datang ke tempatku? Tidak perlu cemas. Bukankah Tou dibantu oleh Chequ? Lagipula, aku juga tidak bisa membantu jika pergi ke sana. Lagipula, aku mencarimu karena ada hal yang lebih penting.

Ada hal bagus seperti apa yang membuatmu datang mencariku? Hei. Si racun tua Yin. Kamu tidak terlalu tua. Tapi kenapa ingatanmu begitu buruk? Kamu sudah melupakan hal yang aku katakan padamu sebelumnya? Hal apa? Aku benar-benar tidak ingat lagi. Bukankah sebelumnya aku suruh kamu meracik beberapa obat untuk Tou dan Zhi?

Aku ingin segera punya cucu. Kamu…kamu… Kamu mana boleh mengatakan hal seperti itu? Orang tua genit, sembarang bicara. Kenapa aku disebut sembarang bicara? Kamu adalah tabib, kenapa begitu pemalu? Kuberitahukan padamu. Aku adalah tabib, bukan bidan. Aku tidak bertanggung jawab soal melahirkan anak. Kamu tidak ingin membantuku? Baik, aku akan mencarinya sendiri. Bukan itu.

Bukan itu? Jadi ini. Ini juga bukan. Kuberitahukan padamu. Tempatku tidak ada. Pergilah, pergilah, pergilah. Jangan menggangguku, pergilah. Benar-benar mengganggu. Kamu ini. Ketua istana. Dapat melihatmu menikah seperti ini, sangat bagus. Lihat dirimu. Selalu tidak bisa mengubah panggilan. Sekarang kamu lah Ketua Istana Api Chong. Aku sudah terbiasa memanggilnya. Lagipula, di dalam hatiku,

Ketua istana selalu adalah Ketua istana. Sudahlah, sudahlah. Waktu sudah hampir tiba. Kita pakai anting-anting ini. Tunggu sebentar. Ini adalah mahar yang dipersiapkan Kak Muyuan untukku. Apakah ini cantik? Cantik. Ketua istana selalu cantik dengan memakai apa pun. Ketua istana. – Ketua istana. – Chequ. Kamu tidak boleh masuk. Kamu sedang apa?

Pria tidak boleh masuk. Keluar. Dengarkan aku dulu. Kamu keluar. Berhenti. Apa yang sedang kamu lakukan? Shangguan Tou kabur. Kabur? Pergi ke mana? Aku tidak bisa menemukannya di seluruh Lembah Bulan. Xuezhi. Ketua istana. Ketua istana. Pelan-pelan. Zhi, hati-hati. Zhi, jangan khawatir. Aku sudah menyuruh murid untuk mencarinya. Pasti bisa ditemukan.

Sebenarnya Tou terbaik sedang apa? Di hari berbahagia seperti ini, apa lagi yang ingin dia lakukan? Chequ. Kamu katakan dengan jelas dulu. Apa maksudnya Shangguan Tou kabur? Dia akan menikah dengan Ketua istana. Lantas bisa kabur ke mana? Aku benar-benar tidak tahu. Tuan tidak mungkin pergi secara tiba-tiba. Chequ, coba kamu pikirkan lagi dengan baik.

Apakah dia mengatakan sesuatu sebelum pergi? Iya. Sepertinya dia memang bilang dua kalimat. Apa? Tapi sangat aneh. Seperti sedang membaca puisi. Puisi apa? Aku…aku juga tidak ingat lagi. Apa…siluman. Dan…menikah dan mendirikan karier. Jika begitu…jika begitu, seharusnya dia menikah dulu. Dia kabur apaan? Melihat bunga persik yang indah, teringat pengantin wanita yang cantik.

Gadis ini akan menikah. Kembali ke rumah suami dengan gembira. Benar, benar, benar. Kalimat itu. Aku sudah tahu. Zhi! Zhi! Shangguan Tou. Aku tahu kamu ada di sini. Keluarlah! Shangguan Tou, keluar. Keluarlah! Melihat bunga persik yang indah, teringat pengantin wanita yang cantik. Gadis ini akan menikah. Kembali ke rumah suami dengan gembira.

Apakah kamu tidak ingin menikahiku lagi? Waktu yang begitu indah, aku hanya ingin kita berduaan bersamamu. Zhi. Aku mencintaimu. Aku juga mencintaimu.