【FULL】And The Winner Is Love EP40【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 40 Kak Tou, kamu ada di mana? Kak Tou. Kak Tou, kamu ada di mana? Kak Tou. Sebenarnya kamu ada di mana? Bukankah kamu bilang kamu akan kembali setelah 3 hari? Tapi sekarang 3 hari sudah berlalu. Kamu ada di mana? Kak Tou.
Apakah kamu tidak dapat menemukan jalan pulang? Tidak apa-apa. Aku sudah datang. Aku akan membawamu pulang. Guru. Fengzi suruh pelayan dapur masak sedikit bubur untuk Anda. Minumlah selagi panas. Kamu keluar saja. Aku tidak ingin melihatmu. Guru. Tidak masalah jika Guru ingin menyalahkanku, memukulku atau memarahiku. Tapi jangan menyakiti diri sendiri.
Jika Guru tumbang, bagaimana dengan Balai Gunung Pedang Roh? Bagaimana dengan Balai Gunung Pedang Roh? Kamu masih tidak malu untuk bertanya bagaimana dengan Balai Gunung Pedang Roh? Kapan di dalam hatimu ada Balai Gunung Pedang Roh? Jika kamu benar-benar peduli padaku, peduli terhadap Balai Gunung Pedang Roh, maka kamu tidak akan melakukan hal melanggar moral
Dan menghina perguruan seperti ini. Sampai sekarang kamu masih tidak malu untuk menanyakanku Balai Gunung Pedang Roh? Iya, Guru. Maaf, aku salah. Tapi aku melakukan semua ini juga demi meningkatkan reputasi perguruan. Diam! Sampai saat ini, kamu masih berani berdalih? Iya. Maaf, Guru. Aku salah. Kamu tidak salah. Kamu tidak pernah salah. Aku yang salah.
Aku salah menilaimu. Sejak kecil kamu suka mengejar sesuatu yang melebihi kemampuanmu. Kamu memiliki keinginan tinggi untuk menang. Tapi aku hanya menganggap itu adalah sifat kekanak-kanakanmu. Suka bersaing untuk menang. Asal aku mendidikmu dengan baik, tunggu kamu tumbuh dewasa, pasti bisa mengontrol diri. Tapi tak kusangka kamu memang sudah bisa mengontrol diri. Tapi bukan dewasa,
Melainkan menjadi licik. Kamu melatih Sembilan Gaya Dewa Lotus tanpa sepengetahuan dariku. Tapi bisa-bisanya kamu berkata dengan tegas dan penuh alasan. Orang di dunia persilatan tidak akan menghinamu. Hanya akan bilang Balai Gunung Pedang Roh sangat sial. Bisa-bisanya mendidik murid yang begitu memalukan. Jika ada yang berani mencemarkan nama baik Balai Gunung Pedang Roh,
Aku akan membunuhnya. Murid durhaka. Apakah kamu masih tidak cukup membunuh orang? Kamu gila dengan jasa, selalu ingin menang. Jika aku masih tidak mendidikmu, kelak kamu pasti akan membahayakan dunia persilatan. Aku gila dengan jasa. Aku selalu ingin menang. Jadi Guru, bukankah kamu juga tampak setia dan adil, tapi sebenarnya munafik? Apa yang kamu katakan?
Apakah perkataanku salah? Kamu menerima ancaman Pangeran Lu, apakah benar-benar demi melindungiku? Kamu tak lain adalah peduli terhadap reputasi Balai Gunung Pedang Roh dan harga dirimu sendiri. Kamu marah bukan karena aku melakukan kesalahan. Tapi karena aku membuatmu malu. Selama bertahun-tahun ini, kamu menjaga reputasi dirimu sendiri, mengatasnamakan penaklukan orang dengan kebajikan,
Menjalani hidup tanpa perselisihan dengan dunia. Kamu bahkan tidak berani pergi mengikuti Pertandingan Kesatria. Kamu tak lain adalah ingin orang dunia persilatan merasa kamu mulia dan berbudi luhur. Tapi apa gunanya semua itu? Kamu memang membantu Istana Api Chong dengan membuat perjanjian 5 tahun. Tapi mereka sudah menganggap kita sebagai komplotan Chong Xuezhi sejak awal.
Tidak ada gunanya kamu menjauhkan diri dari masalah. Mungkin sejak awal orang lain sudah mengira bahwa Sembilan Gaya Dewa Lotus ditaruh selama 5 tahun di Balai Gunung Pedang Roh, kamu, Lin Zongxing sudah melatihnya secara diam-diam sejak awal. Coba kamu katakan sekali lagi. – Ayah! Jangan! – Aku. Ayah. Ayah.
Kakak seperguruan berkata seperti itu karena emosi seketika. Jangan marah, Ayah. Ayah. Meskipun Kakak seperguruan punya banyak kesalahan, tapi dia juga adalah muridmu, dan adalah suamiku. Meskipun Ayah tidak mengenang telah mendidiknya selama bertahun-tahun, tolong Ayah mengenang dia adalah suamiku, bisakah jangan menyalahkannya? Kakak seperguruan. Cepat katakan sesuatu. Cepat minta maaf kepada Ayah.
Cepat katakan sesuatu. Hal paling salah yang aku lakukan seumur hidupku ini adalah menikahimu padanya. Bukan seperti itu. Bukan seperti itu, Ayah. Kakak seperguruan. Cepat minta maaf kepada Ayah. Aku mohon padamu, cepat minta maaf kepada Ayah. Cepat minta maaf. Bagus. Sampai sekarang, bisa-bisanya kamu masih tidak tahu untuk bertobat. Sepertinya aku tidak bisa membiarkanmu
Tinggal di Balai Gunung Pedang Roh lagi. Guru. Kamu ingin mengusirku? Ayah. Ayah. Ayah tidak boleh mengusir Kakak seperguruan. Jika Ayah mengusirnya, bagaimana denganku? Ayah. Aku mohon padamu. Aku mohon padamu. – Jangan mengusirnya pergi. – Cukup, Fengzi. Tidak perlu membujuknya lagi. Pokoknya aku juga tidak sanggup tinggal lagi di Balai Gunung Pedang Roh.
Kamu marah karena setelah aku berhasil melatih Sembilan Gaya Dewa Lotus, kamu tidak dapat mengendalikanku lagi. Kamu takut aku melampaui kamu. Kamu takut aku menjadi orang terhebat di dunia. Baik. Baik. Jika kamu memikirkanku seperti itu, maka tidak ada yang dapat kukatakan. Mulai hari ini, Balai Gunung Pedang Roh
Tidak ada murid pertama seperti kamu lagi. Keluar dari sini. Keluar dari sini. Kakak seperguruan. Kakak seperguruan. Ayah. Dia adalah suamiku. Mana boleh kamu mengusirnya pergi? Suami seperti itu, lebih baik tidak ada. Jika begitu, jangan menyalahkan aku durhaka. Aku hanya bisa pergi mengikuti suamiku. Fengzi. [Balai Gunung Pedang Roh] Fengzi.
Aku sudah memikirkannya dengan baik. Tunggu kita tiba di sekitar Ibukota Timur, kita bisa menyewa rumah dulu di desa. Tinggal sementara di sana. Aku bawa sedikit uang. Cukup bagi kita untuk hidup beberapa saat. Pada saat itu, aku akan cari pekerjaan di kantor pemerintahan. Berdasarkan kemampuanku, untuk sukses, hanyalah masalah waktu saja. Jangan khawatir.
Ikut denganku pasti akan hidup lebih baik daripada kehidupan saat tinggal di Balai Gunung Pedang Roh. Kakak seperguruan. Aku tidak meminta kamu untuk sukses. Aku hanya perlu hidup dengan tenang saja. Mana boleh seperti itu? Aku tidak boleh membiarkanmu hidup susah. Ayo jalan. Ayah kedua. Jelas-jelas kamu tahu tempat ini akan membuatku sedih,
Tapi kenapa kamu membawaku kembali? Ini adalah rumahmu. Jika tidak pulang ke sini, kamu ingin pergi ke mana? Rumahku ada di Istana Api Chong. Tapi sekarang Istana Api Chong sudah tiada. Kakak yang pernah memperlakukanku secara tulus, kini juga sudah tiada. Zhi. Kamu tidak layak bersedih karena Yuwen Muyuan. Istana Api Chong sudah tiada.
Tapi kamu bukan tidak ada rumah lagi. Ayah kedua tanya padamu. Apakah kamu menganggap Tou sebagai keluargamu? Tentu saja. Tempat ini adalah rumah Tou. Jadi juga adalah rumahmu. Mulai hari ini, istirahatlah dengan baik di rumah. Jangan memikirkan hal lain. Tapi tempat ini ada semua kenangan tentang aku dan Kak Tou. Setiap bunga, setiap kayu,
Setiap rumput, setiap pohon, semua itu ada bayangannya. Bagaimana aku tidak memikirkan apa pun? Tou sudah tiada, aku juga sangat sedih. Tapi sekarang, aku bahkan tidak tahu keberadaan Wuming. Zhi. Bisakah kamu jangan membuatku khawatir lagi? Kamu bilang tidak tahu keberadaan Wuming? Tapi hari itu dia masih… Hari itu aku menerima surat dari Bos Qiu.
Suruh Wuming pergi terlebih dahulu untuk membantu Tou. Aku pergi melihatmu di Gunung Dewa Yingzhou. Tak kusangka ketika aku tiba, aku baru tahu kamu pergi mencari Tou secara diam-diam. Lalu aku pergi mencari kalian. Jika dipikirkan sekarang, aku benar-benar sangat menyesalinya. Waktu itu seharusnya aku bersama dengan Wuming. Jika ada aku, Tou… Zhi.
Jangan sedih lagi. Jika Tou melihatmu seperti ini, dia juga akan gelisah. Tapi dia tidak bisa melihatnya lagi. Tidak dapat melihat selamanya. Tou telah meninggal. Ayah kedua mengerti rasa sakitmu. Tapi kehidupan ini masih panjang. Kamu harus belajar untuk tegar saat bertemu masalah apa pun. Ayah kedua. Aku ingin jalan-jalan sendirian. Aku ingin ada aku
Di sepanjang sisa hidupmu. Meskipun aku tidak mempunyai apa pun yang bisa diberikan untukmu, tapi asal kamu menganggukkan kepala, aku adalah milikmu. Zhi. Zhi. Zhi. Zhi. Zhi. Tuan. Kamu sudah sadar? Wuming. Apakah kamu mendengar suara? Suara? Tidak ada. Salah. Ini jelas-jelas adalah suara Zhi sedang main kecapi. Zhi. Zhi. Bagaimana kondisi Zhi?
Tuan tidak perlu khawatir. Nona Chong baik-baik saja. Aku melihat Senior Lin sudah tiba. Ada Senior Lin, dia sangat aman. Tuan. Tuan Shangguan. Akhirnya kamu sadar juga. Putra Mahkota. Berbaringlah dengan baik. Berbaringlah dengan baik. Cepat berbaringlah dengan baik. Kamu benar-benar menakuti aku. Untung tusukan kali ini tidak mengenai organ vital. Jika tidak,
Meskipun Hua Tuo masih hidup, juga tidak bisa menyelamatkanmu. Terima kasih atas penyelamatan Putra Mahkota. Kata-katamu itu benar-benar membuatku malu. Aku sama sekali tidak menyangka ternyata adikku bisa melakukan hal yang keterlaluan seperti ini. Itu juga adalah salahku. Aku terlalu terburu-buru sehingga kena jebakan Pangeran Lu. Sekarang Pangeran ingin membunuhku di hadapan Pasukan Kerajaan. Tampaknya
Shangguan Tou tidak bisa hidup di dunia ini lagi. Hal ini adalah salahku terhadapmu. Aku bersalah terhadap Permaisuri Pangeran Lu. Terlebih bersalah terhadap Tuan besar Penasihat Kerajaan. Kesalahan yang dilakukan adikku, sebagai kakaknya, aku sulit untuk lepas tanggung jawab. Aku bersedia menanggung bersamanya. Menanggung bersama? Pangeran. Pangeran Lu sama sekali tidak tahu bersalah.
Bagaimana kamu menanggung kesalahan bersamanya? Terjadi hal seperti ini, apakah kamu masih menganggap dia adalah anak yang tidak bisa dewasa, ingin melindungi dia selamanya? Tapi bagaimanapun juga dia adalah adik kandungku. Putra Mahkota. Bukan aku sengaja berspekulasi buruk. Hanya saja, jika Anda terus membiarkan Pangeran Lu sehingga ambisinya semakin besar, takutnya,
Pada akhirnya dia akan mencelakai dirinya sendiri. Mohon Putra Mahkota membuat keputusan secepat mungkin. Tuan merasa selain Aliansi dunia seni bela diri, adikku masih ada rencana lain? Tujuan sebenarnya dari Pangeran Lu, aku masih belum tahu sekarang. Tapi, aku bersedia mencari tahu kebenarannya bersama dengan Putra Mahkota. Pendekar Xia. Pangeran Lu?
Terburu-buru malah akan menggagalkan rencana. Sepertinya Pendekar Xia masih tetap tidak mengerti maksud dari kalimat ini. Bisakah kita berbicara di tempat lain? Pangeran Lu datang langsung ke hutan belantara ini untuk mencari hamba. Ada urusan apa? Pendekar Xia. Aku selalu mengagumi orang dunia persilatan yang seni bela dirinya hebat.
Gurumu, Lin Zongxing juga adalah Paman kelimaku. Jadi sebenarnya kita adalah kerabat. Terhadap orang yang aku kagumi, aku selalu memperlakukannya dengan tulus dan sepenuh hati. Konon Liu Bei 3 kali pergi ke rumah Zhuge Liang untuk memohonnya menjadi Penasihat. Hari ini aku bertemu dengan Pendekar Xia di hutan belantara ini,
Tak lain juga karena berharap Pendekar Xia dapat mengabdi padaku. Pangeran terlalu menghargaiku. Hamba hanyalah orang yang belajar seni bela diri. Tidak berani memanjat tinggi. Ilmu yang dilatih Pendekar Xia tadi, apakah adalah Sembilan Gaya Dewa Lotus? Melihat Pendekar Xia tadi, apakah karena bertemu level yang sulit untuk diterobos? Masalah hamba tidak perlu merepotkan Pangeran.
Pendekar Xia. Jika kamu bersedia membantuku, selain kelak dapat menikmati kekayaan yang tak terbatas, aku juga dapat membantumu mencapai ranah tertinggi seni bela diri, berhasil melatih gaya kesembilan dari Sembilan Gaya Dewa Lotus. Bagaimana pendapat Pendekar Xia mengenai bisnis ini? Terima kasih atas niat baik Pangeran. Hamba tidak peduli terhadap kekayaan.
Soal pelatihan seni bela diri, aku akan memikirkan caranya sendiri. Kerajaan dan dunia persilatan memang tidak sejalan. Silakan Pangeran pulang saja. Pangeran. Perlukah aku pergi… Tidak perlu. Tidak sejalan juga akan menjadi sejalan. Dia akan datang mencariku. Apa yang sedang kamu lakukan? Fengzi. Sudah menyusahkanmu. Tidak susah. Semua ini sudah seharusnya kulakukan. Aku merasa sekarang
Aku sangat bahagia. Kenapa kamu seperti anak kecil? Cepat pergi cuci tangan, bersiaplah untuk makan. Baik. Fengzi. Kamu kenapa? Bagian mana yang sakit? Tidak apa-apa. Aku mungkin hanya sedikit tak terbiasa. Sudah menyusahkanmu. Selalu membiarkanmu melakukan pekerjaan kasar. Jika ada bagian yang sakit, harus beritahukan padaku. Jangan menahannya sendiri secara paksa.
Jika tidak, aku akan sangat khawatir. Seperti ini saja. Kita cari seorang tabib untuk memberimu resep obat. Tabib. Bagaimana kondisi tubuh istriku? Apakah dia sakit? Tuan tenang saja. Nyonya mungkin terlalu capek dan terkena angin. Jadi masuk angin. Aku akan tulis sebuah resep pengobatan untuk kalian berdua. Baik, terima kasih. Menurut resep ini,
Makan 1 resep setiap pagi dan malam. Makan secara berturut-turut selama 10 hari, maka tubuhnya akan pulih sepenuhnya. Selain itu, cuaca belakangan ini agak dingin. Jangan membiarkannya terkena angin lagi. Baik, baik, baik, aku sudah mengingatnya. Siap. Tuan, aku pamit dulu. Aku antar Anda. Terima kasih Tabib. Ini, terima kasih. Baik, terima kasih. Terima kasih.
Siap. Tabib sudah memberikan resep obatnya. Tidak perlu khawatir lagi. Ke depannya pekerjaan kotor dan capek, kamu jangan melakukannya lagi. Serahkan semuanya padaku. Sekarang yang paling penting adalah merawat tubuhmu dengan baik. Jadi menurutmu, apa yang bisa aku lakukan sekarang? Bagian mana yang kotor? Mana yang berantakan? Aku akan membereskannya sekarang. Jika begitu,
Tuangkan sedikit air untukku. Baik, tunggu aku. Ada masalah apa Pangeran mencariku? Pelindung Ketua istana. Apakah lukamu sudah pulih? Sudah membaik. Terima kasih atas perhatian Pangeran. Baguslah jika begitu. Aku sudah memindahkan murid Istana Api Chong ke tempat yang aman. Tunggu lukamu sembuh, soal kebangkitan Istana Api Chong akan dapat dilaksanakan. Terima kasih Pangeran. Sebenarnya
Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Kamu mewakili aku untuk membunuh Shangguan Tou. Hatiku sudah jauh lebih tenang. Pangeran terlalu memuji. Kematian Shangguan Tou tidak perlu disayangkan. Pelindung Ketua istana merawat diri beberapa hari ini, pastinya sudah sangat bosan kan? Bagaimana jika keluar jalan-jalan selagi cuacanya bagus?
Kebetulan ada seorang temanku yang pindah ke sekitar sini. Bagaimana jika Pelindung Ketua istana wakili aku pergi mengunjunginya? Hanya saja, temanku ini sangat tidak menuruti peraturan. Emosinya juga buruk dan keras kepala. Harap Pelindung Ketua istana berikan pengarahan padanya. Hamba terima perintah. Tapi tidak tahu siapa teman Pangeran ini? Xia Qingmei. Nona Chong.
Jika kamu sedih setiap hari seperti ini, meskipun aku menyembuhkanmu dengan sepenuh hati, takutnya kamu sendiri juga akan bersedih sehingga sakit. Terima kasih atas peringatan Senior Raja Obat. Beberapa saat ini, sudah merepotkan Anda. Nona tidak perlu sungkan. Aku adalah orang Lembah Bulan. Sudah semestinya menjaga Nona. Aku tahu kamu menjagaku dengan teliti
Karena Kak Tou. Nona seharusnya hidup dengan baik. Seperti ini baru tidak menyia-nyiakan perlindungan Ketua Lembah terhadapmu. Aku tidak hanya akan hidup dengan baik, aku juga akan mewakili dia untuk hidup dengan baik. Nona. Aku tahu cintamu terhadap Ketua Lembah sangat mendalam. Tapi balas dendam sama seperti mengobati penyakit. Harus sangat yakin, baru boleh bertindak.
Pangeran Lu bukan orang biasa. Dia adalah putra kedua Kaisar sekarang ini. Tidak bisa didekati oleh orang biasa. Jika tidak sangat yakin, aku tidak akan bertindak gegabah. Manisan buah. Coba dilihat. Coba dilihat. [Toko Obat Keluarga Zhang] Bos. Berikan aku 10 set obat sesuai dengan resep ini. 10 set? Benar. Tunggu sebentar. Pelanggan.
Ini obat Anda. Total 70 sen. 70 sen? Bos. Hari ini uangku… Ada urusan apa Saudara Muyuan mencariku? Sebelumnya berkat Pendekar Xia, sehingga murid Istana Api Chong tidak perlu tersebar dan gelandangan. Di sini, Muyuan menjadikan teh sebagai pengganti arak, mengucapkan terima kasih kepada Pendekar. Sebenarnya semua ini adalah ide guru…
Ide dari Ketua balai Lin. Dia selalu baik hati dan menjunjung keadilan. Hanya sekalian membantu saja. Ketua balai Lin dapat membuat Balai Gunung Pedang Roh berkembang besar dan kuat seperti sekarang ini, sepertinya tidak cukup hanya mengandalkan kebaikan hati dan keadilan kan? Jika ada urusan, Saudara Muyuan katakan secara langsung saja.
Jika ingin membantu Pangeran untuk menarik Balai Gunung Pedang Roh agar mengabdi padanya, maka kusarankan jangan menyia-nyiakan tenaga. Aku dan Ketua balai Lin sudah bermusuhan. Tidak bisa membantu kalian. Benar kata Pendekar. Pangeran Lu memang ingin menarik kekuatan dunia seni bela diri untuk mengabdi padanya.
Tapi jika bicara soal Balai Gunung Pedang Roh, yang dipentingkan Pangeran Lu bukanlah Ketua balai Lin. Tapi kamu. Aku? Mana mungkin aku dapat dipentingkan oleh Pangeran Lu? Pendekar cerdas. Terhadap alasan di antara ini, aku percaya Pendekar pasti dapat memahaminya. Hidup ini harus mengalami beberapa kali pasang surut baru dapat benar-benar dewasa.
Seperti pepatah, tidak perlu menanyakan asal-usul pahlawan. Aku merasa yang perlu dipertimbangkan oleh Pendekar sekarang adalah kelak akan menuju ke mana. Saudara Muyuan. Ambil uang ini. Belikan beberapa obat penguat tubuh untuk nyonya. Sesusah dan sesulit apa pun, juga jangan menyusahkan istri sendiri. Kamu ini. Ayah kedua. Senior Raja Obat sudah bilang padamu?
Aku tidak bisa membiarkannya mati sia-sia begitu saja. Tapi apakah kamu tahu tindakanmu seperti ini sangat berbahaya? Kamu tidak hanya tidak bisa membantu Tou balas dendam, tapi kamu bahkan akan melibatkan nyawamu. Aku sama sekali tidak peduli dengan hal ini. Tapi aku peduli. Ayahmu lebih peduli. Apakah kamu tahu siapa yang akan kamu hadapi?
Dia adalah Pangeran kedua sekarang ini. Apakah kamu punya rencana untuk balas dendam? Tidak ada rencana yang pasti. Lantas apa bedanya dengan pergi cari mati? Tidak boleh. Kamu tidak boleh pergi begitu saja. Atau begini saja. Seperti pepatah, jika pria sejati ingin membalas dendam, masih belum telat meskipun harus tunggu 10 tahun.
Dengar perkataanku, jangan buru-buru dulu. Kamu harus berlatih secara tertutup. Latih dulu Sembilan Gaya Dewa Lotus hingga selesai. Sembilan Gaya Dewa Lotus adalah hasil jerih payah ayahmu. Semua orang di dunia persilatan takut terhadapnya. Kamu sudah berlatih sampai gaya keenam. Tunggu kamu selesai melatih gaya kesembilan,
Ketika tidak ada orang di dunia persilatan yang dapat menandingimu, jika kamu ingin balas dendam, aku tidak akan menghentikanmu. Begini saja. Berlatih secara tertutup. Mulai dari hari ini. Ayah kedua. Kamu jangan panik. Apa mungkin aku tidak panik? Tou sudah meninggal. Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi. Ayah kedua. Jangan panik. Dengarkan aku dulu.
Aku bukan tidak ingin berlatih Sembilan Gaya Dewa Lotus. Tapi karena sekarang sudah tidak ada waktu lagi. Setelah Kak Tou meninggal, orang dunia persilatan semakin takut terhadap Xue Lie. Aliran kecil hanya bisa dikendalikan olehnya. Aliran besar juga hanya berani marah, tapi tidak berani bicara. Jika aku masih tidak menghentikannya
Untuk mengendalikan dan mencelakai dunia seni bela diri, maka dunia persilatan pasti akan mengalami sebuah malapetaka. Aku tahu akan hal itu. Tapi aku tidak ingin kamu mengambil risiko. Aku ingin menghentikan Xue Lie, bukan hanya untuk membalaskan dendam Kak Tou. Tapi juga demi menjaga keadilan dunia seni bela diri. Sejak kecil ayah mengajariku tentang keadilan.
Orang yang melatih seni bela diri tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri. Ketika kecil, aku tidak mengerti. Setelah dewasa, aku semakin mengerti. Satu kayu menjadi pohon. Banyak pohon menjadi hutan. Dunia seni bela diri bukanlah dunia seni bela diri satu orang. Tapi adalah dunia seni bela diri semua orang.
Waktu itu ayahku melakukan kesalahan besar, juga karena tak dapat mengendalikan diri. Jika memungkinkan, dia juga pasti berharap waktu itu ada orang yang menghentikannya. Jika aku bisa menghentikan bencana ini, juga termasuk menebus dosa ayahku waktu itu. Ayah kedua tahu aku tidak dapat menghentikanmu meskipun berkata apapun. Tapi sekarang
Kamu harus merawat dirimu dulu hingga pulih. Hanya merawat diri dengan baik, kamu baru memiliki kekuatan untuk bertarung melawan Pangeran Lu. Jika tidak, sama saja dengan bertarung sendirian. Menghantam batu dengan telur. Memang kenapa jika bertarung sendirian? Memang kenapa jika bermusuhan dengan dunia? Selama iman di dalam hatiku tetap ada, meskipun puluhan juta orang,
Aku juga akan pergi. Hari ini kita jangan membahas hal ini dulu. Oh ya. Jika kamu ada waktu, balas dulu surat untuk Bos Qiu. Dia selalu mengkhawatirkanmu. Sudah berkali-kali menanyakan kabarmu. Jika begitu, aku pergi ke Gunung Dewa Yingzhou untuk melihat Kak Hongxiu dulu. Shangguan. Tuan Yu. Kali ini kamu pergi, harus berhati-hati.
Jika ada keperluan, minta orang sampaikan surat padaku. Putra Mahkota tidak perlu khawatir. Kali ini aku pasti akan mencari tahu niat sebenarnya dari Pangeran Lu. Cegah dia melakukan kesalahan lagi. Pertam-tama, ingin membalas budi dari Putra Mahkota. Kedua, agar mengembalikan kedamaian untuk dunia seni bela diri. Ketiga… Ketiga,
Juga dapat menghibur roh ayah dan kakak di surga. [Kediaman Pangeran Lu] Pangeran Lu. Muyuan bodoh. Hamba benar-benar tidak paham apa yang dihargai Pangeran dari Xia Qingmei? Xia Qingmei memang tidak dapat dibandingkan dengan Pelindung Ketua istana. Jika Aliansi dunia seni bela diri ingin berhasil, tak dipungkiri harus menarik orang seperti Xia Qingmei.
Berdirinya Aliansi dunia seni bela diri tidak hanya memerlukan pendekar kuat seperti Pelindung Ketua istana, tapi juga memerlukan elang dan anjing seperti Xia Qingmei dan Feng Mo. Terlebih lagi, Xia Qingmei juga mempunyai sesuatu yang selalu kuinginkan. Sudahlah. Tidak banyak bicara lagi. Hari ini Pelindung Ketua istana sudah bekerja keras. Lebih baik
Pergi istirahat lebih awal. Pangeran. Kenapa tidak memberitahukan Yuwen Muyuan bahwa Xia Qingmei menyembunyikan Sembilan Gaya Dewa Lotus? Biarkan dia merebutnya kembali. Dengan begitu, bukankah lebih tidak repot bagi Pangeran? Dua harimau saling bertarung. Pasti ada salah satu yang terluka. Tidak masalah jika mereka ingin bertarung. Tapi aku harus mendapatkan buku rahasia itu.
Tunggu aku mendapatkan buku rahasia dengan aman, baru biarkan mereka saling bertarung. Seperti itu sudah beres. Hari ini aku pergi beli obat untukmu. Bukankah tabib bilang obat ini harus terus diminum, tidak boleh berhenti? Aku khusus belikan 10 set untukmu. Aku juga beli manisan buah. Bukankah kamu takut pahit? Ke depannya setelah minum obat,
Kamu makan sebuah manisan buah. Maka tidak akan pahit lagi.