【FULL】And The Winner Is Love EP16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 16 Fengzi. Fengzi. Apakah kamu mau makan sesuatu? Qingmei, Fengzi dia tampak tak bersemangat setelah pulang, dan mengunci diri sendiri. Ada apa dengannya? Aku tak pernah lihat dia seperti ini. Apakah dia sakit? Adik seperguruan, dia dilukai oleh perasaan cinta. Biarlah dia menenangkan diri.

Dilukai oleh perasaan cinta? Anda juga jangan bertanya terlalu banyak. Tuan Muda Shangguan, selama setahun ini, kamu ke mana saja? Aku menuju Emei terlebih dahulu, setelah itu kembali ke Kediaman Penasihat Kerajaan. Apakah ada hasil? Aku mengetahui identitasku di Emei. Kemudian saat aku melepaskan dendam mencoba pergi berinteraksi dengan ayahku, aku menyadari

Dia sepertinya tak begitu buruk, tak begitu dingin seperti yang kupikirkan. Selama waktu itu aku selalu berpikir, jika aku adalah dia, keputusan apa yang akan aku perbuat? Kemudian aku menyadari, aku sepertinya bisa memahaminya. Baguslah kalau begitu. Nona Chong. Kelak aku akan membuka hatiku untuk mencoba menyadari dunia ini, mencoba untuk mencintai orang lain.

Tuan Muda Shangguan, menurutmu, jika saat kita saling mengenal, kamu sudah meletakkan dendam di hatimu, akhir di antara kita apakah akan berbeda dengan sekarang? Bau apa? Obatku. Biar aku saja. Ketua istana. Chequ. Kenapa kamu kemari? Ketua istana, terjadi masalah. Pelindung Ketua istana terinfeksi penyakit demam dingin. Sekarang mengunci diri sendiri di dalam kamar,

Tidak ingin bertemu dengan siapapun. Bagaimana bisa seperti ini? Penatua Yuwen suruh kamu segera kembali ke istana. Baik. Cepat pergi. Ayo. Adik seperguruan. Adik seperguruan. – Qingmei. – Gu… Kenapa? Guru. Ketuk pintu sudah lama, adik seperguruan tidak menjawab. Saat di aula, aku menyadari Fengzi tak seperti biasanya. Kamu katakan sejujurnya padaku,

Apa ada hal yang disembunyikan padaku? Adik seperguruan, dia bertemu dengan Shangguan Tou. Terjadi sedikit konflik. Konflik apa? Shangguan Tou tak izinkan adik seperguruan mencarinya dan mengusir dia. Shangguan Tou dulu di Balai Gunung Pedang Roh melakukan hal seperti itu. Tak disangka Fengzi masih memikirkan berandalan itu. Fengzi. Fengzi. Minggir! Fengzi. Adik seperguruan. Adik seperguruan.

Jangan mendekat. Dia mungkin terinfeksi epidemi. Fengzi, Fengzi. Kamu sadarlah. Sadarlah. Tapi aku dengar bahwa orang Perkumpulan Hiu Biru tak ada satupun yang menderita penyakit demam dingin. Katanya mereka ada obat rahasia namanya pil Air Mancur Tenang Biru. Pil Air Mancur Tenang Biru. Kamu cepat panggil tabib. Jangan dekati aku. Kak Muyuan,

Bagaimana kamu bisa terinfeksi? Mungkin saat perjalanan pulang. Kak Muyuan, kamu tenang saja. Aku pasti akan membantumu mencari cara mengobati penyakit demam dingin. Zhi, kamu ingat. Latihan keseharian para murid, Zhu Sha yang selalu bertanggung jawab. Membuat senjata, Chequ yang bertanggung jawab. Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakanlah kepada kedua Penatua.

Aku mungkin tidak bisa bantu kamu lagi. Kak Muyuan, kamu jangan katakan lagi. Aku pasti akan temukan obat penawar untukmu. Hal yang sudah ditakdirkan tidak bisa dipaksakan. Kamu berjanji padaku, kembalikan Istana Api Chong padaku setelah 3 tahun. Sekarang masih ada 2 tahun. Jika kamu berani tinggalkan aku dan Istana Api Chong,

Aku tidak akan melepaskanmu. Baik. Kalau begitu aku bertahan hingga Zhi kembali. Kamu harus bertahan. Aku pasti akan temukan obat penawar untukmu. Hati-hati di perjalanan. Ketua istana, Ketua istana. Kami sudah menyelidikinya. Penyakit ini bukan bencana alam tapi ulah manusia. Ulah manusia? Kami pergi ke beberapa desa yang epideminya serius.

Di dalam tubuh unggas penghuni lokal, semua ditemukan lipan beracun. Lipan beracun ini menular kepada unggas. Unggas menular kepada manusia. Benar sepert ini. Perbuatan yang begitu kejam. Membuat orang amarah. Membuat orang amarah. Tapi ini perbuatan siapa? Berdasarkan prediksiku, lipan beracun ini berkaitan dengan Paviliun Xuantian Hongling. Begini. Aku pergi ke Paviliun Xuantian Hongling.

Ketua istana, Paviliun Xuantian Hongling adalah ajaran sesat. Tempat mereka tak hanya punya berbagai jenis racun, dan juga penuh dengan senjata tersembunyi. Jika kamu pergi sendirian, takutnya akan berbahaya. Tidak perlu khawatir. Man Feiyue tak bisa berbuat apapun padaku. Lagi pula berdasarkan kungfuku sekarang, mereka bukan lawanku. Kalian berdua berada di sini

Jaga Pelindung Ketua istana dengan baik. Setengah langkah pun tak boleh pergi dari sini. – Baik. – Baik. Salam kepada Ketua Tie. Pendekar Xia, duduklah. Pendekar Xia kali ini datang ke Perkumpulan Biru Hiu aku ada perlu apa? Kalau begitu aku katakan langsung. Sekarang malapetaka epidemi. Aku dengar Perkumpulan Hiu Biru ada obat mujarab

Namanya pil Air Mancur Tenang Biru bisa mengobati penyakit demam dingin. Hari ini khusus datang untuk meminta pil. Pil Air Mancur Tenang Biru adalah pil warisan leluhur Perkumpulan Hiu Biru aku. Jika bukan karena terpaksa, aku tidak akan memakainya. Pendekar Xia, kamu malah sangat bernada tinggi. Kenapa kamu berpikir

Aku akan berikan pil Air Mancur Tenang Biru padamu? Jika bukan karena terpaksa, aku tak akan membuat permintaan seperti ini. Tapi sekarang, berbagai murid aliran telah menderita penyakit demam dingin. Jika Ketua Tie tak bersedia membantu, berbagai aliran akan menderita. Pendekar Xia, jika kamu berniat datang meminta pil, tak perlu cari alasan yang tampak mengesankan.

Kedatangan ini, Ketua Balai yang mengutusku kemari. Meminta pil, juga demi untuk menyelamatkan putri Ketua Balai, nyawa Lin Fengzi. Hari ini, aku mohon pada Perkumpulan Hiu Biru. Jika Ketua Tie bersedia membantu, kami tidak akan lupa akan budi besar ini. Berdasarkan pengaruh Balai Gunung Pedang Roh kami di dunia persilatan,

Jika kelak Ketua Tie ada permintaan apa, kami pasti akan membantu. Pendekar Xia, alasan ini aku bisa menerimanya. Hanya saja juga seharusnya suruh Lin Zongxing sendiri yang datang memohon padaku. Dia ingin menyelamatkan nyawa putrinya, hanya utus murid untuk kemari. Ini terlalu tidak memandang aku, Tie Xiao. Bukan Ketua Balai kami tak ingin datang,

Hanya saja… Pendekar Xia tak perlu katakan lagi. Kamu kembali sampaikan kataku pada Lin Zongxing. Jika dia sendiri datang memohon padaku, aku akan serahkan pil Air Mancur Tenang Biru untuk menyelamatkan putrinya. Ketua Tie, kamu dengarkan ucapanku, Ketua. Ketua. Penatua, kapan Anda datang? Kamu tidak perlu pakai trik seperti ini. Aku bilang padamu.

Aku sungguh tak ingin datang. Jika bukan karena pengikutmu memaksaku datang, aku tidak akan datang. Aku lihat mukamu, jika tidak aku sejak awal sudah mengatasinya. Aku bilang padamu, Shangguan Tou. Sekarang epidemi di luar begitu serius, jika aku mati di sini, jadi hantu pun aku tak akan melepaskanmu. Penatua, Anda suka bercanda. Bedasarkan kemampuan Anda,

Meskipun aku terinfeksi, Anda juga tidak akan terinfeksi. Tapi, epidemi kali ini sangat serius, sungguh harus minta tolong Penatua. Aku akan utus Wuming berjaga di luar klinik medis. Jika ada yang diperlukan, Anda langsung perintahkan. Jangan banyak omong kosong. Cepat bawa aku pergi lihat. Silakan lewat sini. Aku sejak awal curiga kamu mengkhianatiku.

Kamu kira aku tak tahu apa yang kamu lakukan? Aku suruh kamu pergi menyebar racun. Kamu injak mati semua lipanku. Tidak. Lipan yang aku sebar bukan warna ini. Kamu masih menyangkal. Aku punya belas kasihan kepada wanita. Aliran Emei semua adalah wanita. Mati begitu saja, sangat disayangkan. Epidemi cepat atau lambat akan menyebar ke sana.

Tak bisakah biarkan mereka hidup beberapa hari lagi? Kamu sungguh membuatku terharu. Tapi, aku sudah mengutus orang lain ke sana. Kamu ada kesempatan melihat mereka jatuh seperti batu giok, layu seperti bunga. Pengawal. Iya. Aku mau pakai dia untuk mencoba racun baruku. Bawa dia pergi. Baik. Ketua Paviliun, aku… Ayo. Ketua Paviliun. Ketua Paviliun.

Kamu sedang mencari pil, kan? Pemikiran untuk mencuri pil Air Mancur Tenang Biru, juga Lin Zongxing yang mengajarimu, kah? Ketua Tie, kamu jangan salahkan guruku. Hal ini semua aku yang rencanakan sendiri. Nyawa Fengzi dalam bahaya, aku terpaksa melakukannya. Perbuatan yang kamu lakukan hari ini, besok aku akan umumkan kepada seluruh dunia seni bela diri.

Bagaimana menurutmu? Aku tak takut kehilangan semua reputasi, aku hanya ingin selamatkan nyawa Fengzi. Ketua Tie, aku mohon padamu. Kamu bantulah aku. Hidup lebih berharga dari segalanya. Bantu orang licik seperti kamu, tidak ada gunanya bagiku. Pergi dari sini! Tidak bisa. Aku hari ini mesti mendapatkannya. Minggir! Kamu ke mana saja, Qingmei?

Kamu beri dia makan apa? Pil Air Mancur Tenang Biru. Pil Air Mancur Tenang Biru? Bagaimana kamu punya pil ini? Aku pergi ke Perkumpulan Hiu Biru mencari Ketua Tie untuk memintanya. Qingmei, kamu telah menyelamatkan nyawa Fengzi, Guru akan mengingatnya. Ka… kami memang adalah kakak adik seperguruan. Ini sudah seharusnya kulakukan.

Budi baik Tie Xiao ini, aku juga mengingatnya. Kelak aku pasti akan membalasnya. Guru, pil ini hanya ada satu, sudah dimakan adik seperguruan. Sisa murid lainnya, masih harus pikirkan caranya. Kami menyelidiki bahwa epidemi kali ini mungkin adalah perbuatan Paviliun Xuantian Hongling. Aku mesti menuju ke sana untuk menyelidikinya. Baik. Aku pergi bersamamu. Tidak perlu.

Kamu telah berikan tenaga dalammu padaku. Jika terjadi bahaya, aku khawatir aku tak bisa melindungimu. Kedatangan kali ini juga bantu ringankan beban ayah. Jika bisa menemukan pelakunya, juga bisa berikan penjelasan kepada ayah. Lagi pula… Lagi pula apa? Kali ini bukan kita berdua yang ke sana, masih ada 2 teman lama pergi bersama. Teman lama?

Kak Hongxiu. Kak Zhong Tao. Adik Xuezhi. Nona Chong, lama tak berjumpa. Kalian kenapa datang? Karena Kak Kepala Botak memohon pada kami. Tapi omong-omong, Kepala Botak memohon bantuan pada kami, ini sungguh jarang ditemukan. Aku awalnya mengira Tou terbaik datang sendiri. Tidak disangka, ada wanita cantik yang menemaninya. Kalian berdua… Kenapa?

Kalian berdua pasti ada sesuatu. Lebih baik secepatnya terus terang. Nona Xiu pintar menilai orang. Tentu saja. Hanya saja, waktunya sudah lewat begitu lama. Kalian berdua baru berkembang hingga seperti ini. Tou terbaik, Tou terbaik. Kamu sungguh membuatku kecewa. Hongxiu, kamu tidak mengerti akan hal ini. Perasaan cinta yang kokoh dan pantang menyerah,

Meskipun berkembang lambat dan lama, juga layak. Aku memahami Kepala Botak. Karena aku dan dia punya perasaan yang sama pada orang yang dicintai, sepenuhnya berbeda. Betul tidak, Kepala Botak? Tou terbaik, aku percaya. Kamu, hanya cerewet saja. Cinta sejatiku, tidak pernah berubah. Kedua orang yang memiliki perasaan cinta, apakah sudah seharusnya berangkat? Betul, betul, betul.

Sebelah sana. Ayo. Ayo. Ketua Paviliun. Ini adalah racun baru yang diracik aku. Hanya butuh satu tetes akan membuat seluruh otot dan pembuluh tubuhmu mengecil. Kesakitan hingga mati. Baik. Ketua Paviliun. Kematian yang sangat menarik. Satu lagi. Feng She, kamu kemari. Obat kali ini sangat berhasil. Kamu berjasa. Sekarang giliran kamu. Jangan. Jangan. Tampaknya

Obat ini gagal. Ketua Paviliun, yang kamu berikan padaku bukan racun. Feng She, kamu adalah orang yang kubesarkan. Meracunimu, aku bagaimana tega? Tapi kamu sudah tidak berguna. Orang yang tidak berguna sudah seharusnya dibuang. Kamu ini wanita kejam. Kamu bunuhlah aku. Jangan buru-buru. Tampaknya kekuatan obat ini kurang. Feng She, kali ini kamu beruntung,

Tidak mati. Aku akan berikan kamu satu kali kesempatan. Yang penting kamu mematuhi perintahku, aku akan membiarkanmu tetap hidup. Aku sudah cukup menerimanya. Apakah aku tidak baik padamu? Hidup dengan meracuni orang dan diremehkan orang. Aku sudah cukup menerimanya. Kamu bunuhlah aku. Aku hanya ingin menjadi orang biasa. Kamu? Orang biasa? Feng She,

Kamu sudah bukan orang biasa sejak lahir. Apakah kamu tahu siapa ayahmu? Ketua Aliran Huashan, Feng Cheng. Feng Cheng. Apakah kamu tahu siapa ibumu? Wanita desa yang tak bernama. Waktu itu aku masih seorang tabib. Saat itu, aku yang bantu persalinan ibu yang melahirkanmu. Aku mengantarmu ke aliran Huashan. Feng Cheng sama sekali tidak menerima.

Kamu adalah anak haram. Tidak pantas menjadi orang biasa. Feng Cheng adalah ayahku. Ayah. Aku adalah anak Feng Cheng. Kamu sekarang tahu kebenarannya, juga sudah terlambat. Feng Cheng adalah ayahku. Hari ini, kamu tak bisa tinggalkan tempat ini dengan hidup. Nona Chong. Aku selalu merasa ada yang tidak benar. Betul.

Paviliun Xuantian Hongling punya banyak musuh. Berdasarkan perbuatan Man Feiyue, tidak mungkin tidak mengantisipasinya. Gigi Serigala, Nona Xiu, kalian ke belakang. Nona Chong. Hongxiu, hati-hati. Kamu baik-baik saja, kan? Bagaimana denganmu? Baik-baik saja, kan? Apakah kamu mengkhawatirkanku? Siapa yang mengkhawatirkanmu? Jangan bermimpi. Gigi Serigala. Baik-baik saja, kan? Baik-baik saja. – Ayo. – Ayo.

Hati-hati bawah kaki. Hati-hati, Hongxiu. Baik-baik saja, kan? Kamu baik-baik saja, kan? Baik-baik saja. Ayo. Ayo kita pergi. Ketua Paviliun. Ketua Paviliun. Shangguan Tou dan Chong Xuezhi membawa 2 orang sudah melewati hutan kabut dan juga menghancurkan formasi panah beracun. Kelihatannya sudah hampir masuk kemari. Shangguan Tou dan Chong Xuezhi.

Buat mereka bisa datang tak bisa kembali. Racuni mereka hingga mati. Ketua Paviliun, mereka berdua tidak takut racun. Itu karena mereka berdua belum mencoba racun ganasku. Pergi. Buka pintu senjata rahasia. Alihkan mereka masuk penjara bawa tanah. Baik. Keluarkan aku! Ayo. Keluarkan aku! Keluarkan aku! Gadis cantik. Kamu ya? Cepat kemari, cepat kemari.

Keluarkan aku! Keluarkan aku! Cepat. Aku ingat kamu. Kamu adalah orang yang meracuni murid Huashan di pertandingan kesatria. Namamu Feng… Feng She. Feng She. Bukankah kamu adalah bawahan Man Feiyue? Kenapa bisa dikurung di sini? Dia menyuruhku meracuni aliran Emei. Aku tak ingin melakukan hal kotor seperti ini. Dia mengurungku di sini.

Dia ingin pakai aku untuk mencoba racunnya, ingin lihat kapan aku mati. Semua adalah orang jahat. Jangan percaya yang dia katakan. Aku bukan orang jahat. Aku berbeda dengannya Kita jangan peduli dia dulu. Cepat cari jalan keluar. Jalan keluar? Di sini hanya bisa masuk, tak bisa keluar. Apa maksudmu?

Jika kalian tak percaya, coba sekarang kembali. Pasti tak bisa keluar. Bagaimana baru bisa keluar? Kalian beritahu aku terlebih dahulu, buat apa kalian kemari? Kami datang mencari Man Feiyue untuk mengambil obat penawar penyakit demam dingin. Kalau begitu kalian cepat keluarkan aku. Aku bawa kalian pergi mencarinya. Kamu adalah bawahan Man Feiyue,

Kenapa kami harus percaya padamu? Kalian bisa tidak percaya padaku, hanya saja sahabat kalian, waktunya takutnya tidak banyak lagi. Apa maksudmu? Dia terkena panah beracun. Apa kalian tidak tahu? Kamu terkena panah beracun? Ti… tidak. Ada di pergelangan tangannya. Tunjukkan padaku. Kamu… Kenapa kamu tidak beritahu padaku? Luka kecil, tidak masalah. Gigi Serigala,

Hal seperti ini, kamu tak seharusnya sembunyikan dari kami. Mencari obat penawar adalah hal utama. Jangan karena hal ini menunda semuanya. Kalian terlalu meremehkan racun Paviliun Xuantian Hongling Sedikit luka ini akan merengut nyawanya. Apakah ada cara untuk mengobatinya? Ada. Aku sejak kecil hidup di sini. sangat memahami tempat ini. Baik, Feng She.

Kami bisa mengeluarkanmu. Tapi kamu harus mengobati tangan sahabatku dulu. Selain itu, harus bawa kami bertemu dengan Man Feiyue. Jika kamu bisa selesaikan kedua hal ini dengan baik, aku akan berikan sejumlah perak sebagai imbalan. Baik, baik. Sepakat, sepakat. Gadis cantik, buka kunci… Terima kasih gadis cantik. Katakan, bagaimana jalannya? Ikut denganku.

Di sini adalah tempat pembuatan racun. Kami membuat racun di sini. Tempat pembuatan racun? Obat penawarnya ada di mana? Tidak ada. Kami tak pernah membuat obat penawar. Hanya saja racun ada pada pendekar ini adalah racun yang sering digunakan aliran kami. Sering ada murid yang tak sengaja terkena racun ini. Jadi ini adalah kasus khusus.

Kalau begitu cepat keluarkan obat penawarnya. Jangan sembarangan sentuh. Semua yang ada di dalam adalah lipan beracun. Racuni orang hingga mati tak bayar dengan nyawa. Lipan ini, ada apa sebenarnya? Lipan ini adalah media untuk sebarkan penyakit demam dingin. Unggas memakan lipan beracun. Manusia memakan unggas. Manusia dan manusia saling berinteraksi.

Satu menular sepuluh, sepuluh menular seratus. Memang adalah ulah Paviliun Xuantian Hongling. Memang. Setelah aku tahu kekuatan lipan beracun ini, aku tidak membudidayakan lipan beracun lagi. Kenapa Paviliun Xuantian Hongling melakukan hal ini? Tidak tahu. Kami hanya bertindak sesuai perintah Ketua Paviliun. Ini obat penawarnya. Cepat berikan padanya. Begitu amis. Ini adalah obat penawar?

Memakai racun untuk menyembuhkan racun. Kandungan obat penawar kebanyakan sama dengan racun. Jika kamu berani menipuku, aku akan penggal kepalamu. Cepat suruh dia minum. Jika telat, jumlah ini masih tidak cukup. Gigi Serigala. Ini sulit dicium. Apakah ini makanan manusia? Kamu masih mau nyawa tidak? Cepat. Gigi Serigala, bagaimana denganmu? Apa yang terjadi? Bagaimana?

Sepertinya sudah lebih membaik. Kamu lihat, aku tidak menipu kalian, kan? Sudahlah, aku pergi dulu. Berhenti! Pergi ke mana? Man Feiyue ada di mana? Man Feiyue ada di sana. Kalian sendiri pergi mencarinya. Sebelum menemukannya, kamu tak boleh pergi ke manapun. Feng She, imbalan yang kujanjikan padamu, kamu belum ambil langsung pergi begitu saja?

Tuan Muda Shangguan, aku mohon kamu lepaskanlah aku. Bukan masalah uang. Aku sungguh tak ingin bertemu denganya lagi. Kamu… Nona Chong. Biarkan dia pergi. Ayo. Bukankah ini adalah Ketua muda Istana Api Chong? Kedatangan kali ini, ada perlu apa? Kamu sudah jelas masih sengaja bertanya. Paviliun Xuantian Hongling kalian biasanya membuat obat untuk mencelakai orang.

Sekarang malapetaka epidemi terjadi di dunia, rakyat menderita, semua karena perbuatan kalian. Memangnya kenapa? Kenapa kamu melakukan hal ini? Chong Xuezhi, aku tanya padamu. Di pertandingan kesatria, saat ditindas berbagai aliran, sendirian dan tidak ada bantuan, bagaimana perasaanmu? Menderita, terhina, atau putus asa? Apa hubunganya denganmu? Paviliun Xuantian Hongling kami

Disebut sebagai ajaran sesat oleh dunia persilatan. Jika ada suatu hal buruk, melemparkan fitnah ini kepada kami. Posisi kamu dan aku sama, mengalami hal yang serupa. Aku rasa kamu bisa memahami perasaanku. Tidak perlu omong kosong. Berikan obat penawarnya. Penyakit demam dingin tak ada obat penawar. Saat aku membudidaya lipan beracun,

Tak memikirkan untuk membuat obat penawar. Perkataan yang diucapkan dari mulutmu, aku satu kata pun tak akan percaya. Tidak perlu omong kosong dengannya. Hanya dengan mengalahkannya baru bisa tahu. Tahan mereka! Cepat lari, cepat lari. Tidak berguna. Bagaimana? Masih mau bertarung tidak? Baiklah. Aku akan berikan obat penawar kepada kalian. Nona Xiu. Tidak apa-apa. Kejar!

Ayo. Ayo kita pergi. – Kejar. – Kejar. Hongxiu, hati-hati. Gigi Serigala. Gigi Serigala, bagaimana denganmu? Jangan kabur! Kamu baik-baik saja, kan? Aku baik-baik saja. Gigi Serigala terkena racun. Serahkan obat penawarnya. Obat penawar tidak ada di tubuhku. Ada di mana? Bawa kami ke sana. Di tempat pembuatan racun. Ayo. Gigi Serigala.

Tou terbaik, mereka pergi ambil obat penawar. Segera kembali. Kamu bertahanlah. Aku mohon padamu, bertahanlah. Hongxiu, Begitu banyak. Yang mana? Yang ada di botol tembaga. Hati-hati. Hati-hati. Gigi Serigala. Gigi Serigala. Hongxiu. Tidak ada gunanya. Tidak bisa. Gigi Serigala, kamu jangan banyak bicara. Kamu jangan bicara apapun lagi. Tou terbaik, mereka pergi ambil obat penawar.

Hongxiu, aku Gigi Serigala seumur hidup ini bertemu denganmu, – Gigi Serigala. – sudah cukup. Gigi Serigala. Kamu jangan bicara lagi. Apanya seumur hidup ini, kehidupan selanjutnya. Aku pernah bilang, seumur hidup ini masih sangat panjang. Aku tak izinkan kamu mati, kamu tak boleh mati. Aku… Aku ingin tidur sebentar. Tidak boleh.

Tidak boleh Gigi Serigala. Jangan tidur. Kamu sadarlah, kamu sadarlah. Jangan tidur, jangan tidur. Aku mohon padamu. Gigi Serigala. Aku tak izinkan kamu tidur, Gigi Serigala. Sangat disayangkan, satu-satunya petunjuk obat penawar juga putus. Belum tentu. Kalian kira hanya Ketua Paviliun yang tahu resep obat penawar ini? Sebenarnya aku juga tahu.

Aku sejak awal sudah diam-diam mengingat resep ini di otakku. Sekarang Paviliun Xuantian Hongling sudah lenyap. Tidak ada yang kupertimbangkan lagi. Apa kamu bersedia ikut aku kembali ke Istana Api Chong meracik obat penawar? Baiklah. Lagi pula juga tak ada tempat yang kutuju. Kita pulang. Pelindung Ketua istana, saatnya minum obat.

Apakah Ketua istana sudah pulang? Masih belum. Aku tak memohon dia bisa bawa pulang obat penawar. Hanya berharap dia bisa pulang dengan selamat. Pelindung Ketua istana, Anda harus sembuh dulu baru bisa menyambut kepulangan Ketua istana. Kamu minum obat dulu. Liuli, bagaimana dengan latihan para murid? Semuanya baik-baik saja. Bagaimana dengan perkembangan pembuatan persenjataan Chequ?

Semuanya berjalan lancar. – Dan juga… – Pelindung Ketua istana, semua urusan di istana ada Penatua Yuwen yang mengurusnya. Anda tenang saja. Istirahat dengan tenang dan pulihkan penyakit. Baik. Kamu pergi sibuk dulu. Mari. Panas tidak? Putriku, kamu hampir mengagetkan ayah hingga mati. Apa kamu tahu betapa bahayanya penyakit demam dingin? Jika tidak bisa disembuhkan,

Akan kehilangan nyawa. Aku baik-baik saja, ayah. Semua salahku. Sudah menyusahkanmu. Kalau begitu… Murid lain tidak tertular penyakit, kan? Gadis bodoh, nyawa diri sendiri hampir hilang, masih ingat orang lain. Kamu ini… Shangguan Tou itu bodoh, tak bisa menilai. Ayah tak akan memaafkannya. Ini bukan salah dia. Bagaimana ayah harus mengatakanmu? Fengzi, apakah kamu tahu

Siapa yang menyelamatkanmu? Apakah bukan ayah? Ayah tidak berguna. Qingmei yang menyelamatkanmu. Kakak seperguruan? Qingmei pergi ke Perkumpulan Hiu Biru memohon pil Air Mancur Tenang Biru baru menyelamatkan nyawamu. Putriku, tak peduli kamu mendengarkannya atau tidak, ayah tetap ingin mengatakannya. Kamu pikirkan dengan teliti. Siapa yang tak peduli saat kamu senang atau sedih,

Selalu memenami di sisimu, menemanimu senang, mengatasi masalah demi kamu? Siapa yang di saat nyawamu dalam bahaya, tak peduli segalanya, memikirkan segala cara pergi menyelamatkan nyawamu? Orang ini adalah orang yang pantas kamu hargai seumur hidupmu. Putriku, lepaskanlah ilusi yang tak realistis itu. Hitung semua pedang yang ada di sini. – Baik. – Baik.

Adik seperguruan, kenapa kamu kemari? Mari… Aku lihat apakah sudah membaik? Sudah membaik.