【FULL】And The Winner Is Love EP15【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 15 Bagaimana jika biarkan aku menyelesaikan kekhawatiran ayah? Tou. Upacara penyembahan langit tidak dapat ditunda. Penyakit demam dingin juga tidak boleh ada kesalahan. Jika Ayah percaya, bagaimana jika biarkan aku mewakili Ayah untuk memeriksa hal ini di lokasi wabah? Aku akan mencari
Cara untuk mengendalikan wabah dan segera menemukan cara untuk mengobatinya. Tou. Kamu serius ingin membantu ayah? Ayo. Apakah ada orang? Liuli, kamu pergi lihat dulu. Baik. Ketua istana. Makanan di sini sudah berjamur. Tidak ada seorang pun di dalam. Siapa kalian? Apakah kalian datang cari orang? Bibi. Kami kebetulan lewat tempat ini.
Apakah Anda tahu ke mana perginya orang yang ada di rumah ini? Semuanya sudah mati. Awalnya ayahnya terkena penyakit demam dingin. Setelah itu, saling menular. Belum sampai sebulan, semuanya sudah meninggal. Kalian juga sebaiknya cepat pergi. Sekarang tidak ada orang yang berani datang ke rumah ini. Takut kena penyakit. Terima kasih Bibi. Cepat pergi.
Ketua istana. Ayo kita pergi. Ayo pergi. Pangu membuka dunia. Nuwa menciptakan manusia. Rerumputan, pohon, serangga dan ikan, burung dan binatang berkaki lainnya lahir karena takdir. Mulia dengan meminjam keberuntungan langit. Sekarang, wabah meluas. Semua itu karena ada orang yang mencuri keberuntungan langit. Sehingga membuat dewa langit menjadi marah. Kerajaan menyelesaikan musibah banjir, mengurus
Yinzhang 12 jalan. Mencegah datangnya bencana alam. Tapi tak disangka, setelah bencana alam, wabah meluas. Semua makhluk hidup menderita. Ini adalah hukum langit kepada kita. Satu-satunya cara sekarang adalah hanya dengan menjadikan 2 orang itu sebagai kurban, barulah dapat menenangkan amarah langit. Bakar mereka sampai mati. Minggir, minggir. Apa yang sedang kamu lakukan?
Sembarang berkata untuk mengelabui warga. Membunuh yang tidak bersalah. Siapa kalian? Semuanya. Membunuh orang untuk dijadikan kurban, itu adalah perkataan konyol. Apakah kalian benar-benar percaya bahwa dengan membakar mereka, maka penyakit demam dingin dapat berakhir? Wabah penyakit adalah penyakit. Bukan iblis atau siluman. Jika itu adalah penyakit, maka harus diobati dengan teknik medis.
Kalian harus percaya pada teknik medis. Bukan omong kosong dari orang itu. Bukan kami tidak mempercayai teknik medis, tapi karena tidak ada obat yang bisa mengobati penyakit demam dingin ini. Iya. Bahkan tabib juga jatuh sakit. Sekarang kita hanya bisa percaya pada dewa. Iya. Tenang. Tenang dulu. Semua warga di Kabupaten Anping. Istana Api Chong
Akan membantu kalian semua untuk menemukan cara mengobati penyakit demam dingin. Tapi sebelum menemukan caranya, silakan semuanya bersembunyi di dalam rumah, hindari berurusan dengan orang lain. agar wabah tidak menyebar semakin luas. Setelah menemukan caranya, kami akan segera memberitahukan kalian semua. Bisakah itu disembuhkan? Iya. Benar, tidak dapat disembuhkan, tidak dapat disembuhkan.
Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Tenang. Benar. Sekarang kita memang tidak punya cara untuk mengobati penyakit demam dingin. Tapi itu bukan berarti ke depannya juga tidak punya cara untuk mengobati demam dingin. Kalian harus percaya padaku. Kami pasti akan membantu kalian semua untuk menemukan cara mengobati demam dingin. Bagaimana cara mengobatinya? Kenapa harus percaya padanya?
Iya. Kenapa harus percaya padanya? Apakah kamu merasa yang mereka katakan itu benar? Sudahlah, kita pulang saja, pulang saja. [Kantor Pemerintah Kabupaten Anping] Tuan. Bagaimana? Apa kata Bupati? Bupati bilang selama ini tidak ditemukan penyebab dan cara pengobatan penyakit demam dingin. Jadi semua orang yang terkena penyakit demam dingin di dalam kabupaten
Dikirim ke klinik medis di pinggiran kota untuk melakukan pengobatan terpusat. Dengan seperti itu, juga bisa menghindari penyebaran wabah. Pantas warga di kabupaten ini masih bisa hidup normal, tidak menderita karena wabah. Tuan. Kenapa Anda tidak ingin pergi bertemu dengan Bupati, tapi menyuruhku untuk pergi tanya? Aku bukan pejabat kerajaan,
Juga tidak ingin berurusan dengan pejabat. Aku datang kali ini hanya untuk menyelesaikan kekhawatiran ayah. Tidak berminat untuk menghadapi orang-orang itu. Tak kusangka penyakit demam dingin sekarang begitu parah. Aku kira Kabupaten Anping sama seperti desa lainnya yang sudah hampir tidak ada penduduk. Ketua istana. Bagaimana jika kita mencari tahu kondisinya secara terpisah? Bagus juga.
Mungkin bisa mengetahui lebih banyak kondisi dengan cara seperti ini. Apakah Nona Chong tahu hari ini adalah hari apa? Hari ini adalah Festival Qiqiao (Hari Valentine Tiongkok). Para gadis akan menulis harapan baik mereka terhadap kehidupannya di atas kertas, dan mengalirkannya ke tempat yang jauh lewat lentera sungai. Tapi juga ada orang
Yang menaruh nama orang yang dicintainya di dalam lentera sungai. Harap rasa cinta mereka dapat dibawa kepada orang yang dicintainya lewat lentera sungai. Benarkah? Jika begitu, aku juga ingin buat permintaan. Sangat kebetulan. Meskipun tidak ada lentera sungai, tapi ada lentera motif. Lucu sekali. Apakah kamu suka? Nona. Kamu menyukai lentera motif ini? Nona.
Selera Anda sangat bagus. Lentera kelinci ini hanya tersisa satu sekarang. Pemilik toko. Aku ingin lentera kelinci ini. Baik, 30 sen. Tunggu aku sebentar. Baik. Lucu sekali. Apakah kamu suka? Aku tahu kamu shio kelinci, jadi aku khusus membelinya untukmu. Bagaimana kamu tahu aku shio kelinci? Tebak. Pemilik toko. Berapa lentera kelinci ini? 30 sen.
Mari. Tidak perlu kembali lagi. Baik, terima kasih, terima kasih. Mari, aku ambilkan untuk Anda. Pegang dengan baik. Anda sangat beruntung. Tadi lentera motif ini hampir saja dibeli oleh seorang nona. Nona? Benar. Terima kasih pemilik toko. Sama-sama, sama-sama. Kenapa adik kecil? Apakah kamu suka lentera motif ini? Ibuku terkena penyakit demam dingin. Ayah bilang
Jika mengucapkan permintaan kepada lentera motif, maka permintaanku akan terwujudkan. Aku ingin membuat permintaan agar demam dingin ibuku segera sembuh. Tapi aku tidak punya uang untuk membeli lentera motif. Sini. Ini untukmu. Terima kasih Kakak. Pemilik toko. Di mana lentera kelinci yang aku inginkan? Sayang sekali. Tadi lentera itu sudah dibeli oleh seorang tuan. Nona.
Coba Anda lihat lentera lainnya. Lihat apakah ada yang Anda sukai. Tidak perlu lagi. Lentera motif oh lentera motif. Semoga kamu bisa memberkati agar penyakit demam dingin ibuku bisa segera sembuh. Dapat segera kembali untuk berkumpul dengan aku dan ayah. Ying sangat merindukanmu. Apa yang sedang kamu lakukan? Adik kecil. Lentera kelinci kecilmu ini,
Kamu dapatkan dari mana? Diberikan oleh seorang kakak laki-laki. Jadi apa yang sedang kamu lakukan di sini? Ayah bilang, jika membuat permintaan kepada lentera motif, maka permintaan akan terwujudkan. Aku berharap penyakit demam dingin ibu dapat segera sembuh. Di mana ibumu? Di klinik medis. Ayah bilang sana ada orang yang bisa mengobati ibu.
Di mana klinik medisnya? Di sana. Di dalamnya ada banyak orang yang sakit seperti ibu. Tapi ayah bilang aku tidak boleh pergi. Jika tidak, aku bisa sakit seperti ibu. Kakak. Menurutmu, bisakah kelinci kecil ini mendengar permintaanku? Apakah ibuku bisa kembali? Kelinci kecil ini pasti bisa mendengar permintaanmu. Ibumu juga akan kembali.
Ayo, pergi ke klinik medis. Tuan. Seharusnya ini adalah klinik medis yang disebutkan oleh Tuan Bupati sebelumnya. Banyak pasien demam dingin yang dikirim ke sini. Apakah Tuan ingin masuk untuk melihatnya? Wuming. Aku ingin memohon kamu untuk melakukan satu hal. Seharusnya tempat ini adalah klinik medis. Kalian tunggu aku di sini.
Aku masuk untuk melihatnya dulu. – Ketua istana. – Ketua… Tidak perlu lagi. Penyakit demam dingin sangat gampang menular. Selain itu, kita juga tidak tahu penyebabnya dan cara penyembuhannya. Aku pernah makan pil raja racun. Dapat menangkal segala racun. Jadi lebih baik aku yang masuk dan melihatnya. Ketua istana, kamu sendiri harus hati-hati. [Klinik Jishi]
Baru pertama kali aku melihat ada begitu banyak orang yang mati karena sakit. Sudah datang, sudah datang. Biarkan aku saja. Selama satu tahun ini, apakah kamu baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Aku pergi sibuk dulu. Nona. Nona. Kamu cepat pergi. Hati-hati, jangan sampai tertular. Tabib. Kenapa tempat ini seperti ini? Setelah terjadi wabah,
Orang-orang takut wabah meluas, jadi mengirim keluarga mereka yang terkena penyakit ke tempatku ini. Bukan untuk menyembuhkan mereka. Tapi hanya takut menular kepada orang lain. Penyakit demam dingin ini sama sekali tidak ada obat untuk mengobatinya. Terkadang ada beberapa orang baik yang akan melemparkan sedikit obat-obatan dan makanan dari luar klinik medis untuk membantu kami.
Kami mengandalkan semua ini untuk bertahan sampai sekarang. Aku adalah ketua Istana Api Chong, Chong Xuezhi. Kedatanganku kali ini adalah untuk menyelidiki sumber penyakit demam dingin dan cara untuk mengobatinya. Nona. Lupakan saja. Tidak ada caranya. Bagaimana mungkin tidak ada caranya? Jika dapat menemukan sumber penyakitnya, maka akan dapat menemukan solusinya. Sumber penyakitnya sudah ditemukan.
Ada di Desa Qingxi. Sekarang seluruh desa hanya tinggal beberapa orang di sana… Suamiku. – yang masih hidup. – Bangunlah. [Klinik Jishi] Ketua istana, Ketua istana. Bagaimana kondisi di dalam sekarang ini? Seperti neraka di bumi. Apakah…apakah sudah menemukan petunjuk? Tabib bilang Desa Qingxi mungkin adalah sumber wabah. Ini adalah kabar baik.
Jika dapat menemukan pasien pertama, maka akan dapat menemukan cara untuk mengobatinya. Kalian berdua pergi ke Desa Qingxi sekarang. Lihat apakah dapat menemukan petunjuk. – Baik. – Baik. Bagaimana dengan Ketua istana? Aku harus tinggal di sini untuk menjaga pasien. Baik. Kalian harus hati-hati di jalan. Baik. Aku kira kamu tidak akan kembali lagi.
Mana mungkin aku tidak kembali? Warga di Kabupaten Anping sangat dekat dengan Istana Api Chong. Aku tidak akan berpangku tangan. Oh ya, Tuan Shangguan. Terhadap pengendalian wabah, apakah kamu punya strategi yang baik? Sekarang tidak ada cara untuk mengobati penyakit demam dingin. Tapi aku sudah mengutus orang
Kembali ke Lembah Bulan untuk mengundang raja obat, Yin Ci. Dia seharusnya sangat berpengalaman dalam mengobati wabah. Bagaimana dengan tabib? Apakah kamu punya cara yang baik? Alangkah baiknya jika punya cara. Resepku hanya bisa meringankan penyakit demam dingin. Selain itu, obat-obatan di klinik medisku juga hanya tersisa sedikit. Apakah resepmu benar-benar dapat meringankan demam dingin?
Hanya bisa meringankan. Baguslah jika begitu. Berikan resepnya padaku, aku pergi beli obat. Baik, baik. Terima kasih banyak. [Gerbang Timur] Berhenti. Rombongan di depan. Berhenti berjalan maju. Ada perintah dari kerajaan. Setiap orang harus diperiksa. Tuan besar, silakan. Periksa! Tuan besar. Tidak ada masalah. Maaf tadi menyinggung.
Belakangan ini ada banyak pasien yang keluar masuk dari perbatasan. Untuk mencegah wabah, hanya bisa melakukan langkah ini. Lepaskan. Pemilik toko. Kenapa obatmu begitu mahal? Belakangan ini obat-obatan sangat langkah. Aku juga tidak berdaya. Hanya bisa menjualnya dengan harga seperti ini. Langka? Tempatmu ini penuh dengan obat.
Kamu ingin mencari keuntungan di saat orang kesusahan ya? Nona. Bagaimana jika kamu pergi cari di tempat lain? Aku hanya bisa menjualnya dengan harga ini. Aku juga tidak berdaya. Tolong lebih murah lagi. Membuatku marah saja. Kenapa? Obat-obatan di dalam kabupaten sudah naik harga. Tapi uangku tidak cukup jadi hanya bisa beli segini saja.
Tapi bagi para pasien di sini, sedikit obat ini sama sekali tidak cukup. Kenapa harganya naik? Karena sekarang penyakit demam dingin semakin parah. Jadi mereka menaikkan harga obat. Menjadikan nyawa orang lain sebagai peluang untuk mendapatkan uang. [Resep] Serahkan saja padaku. Pelindung Ketua istana. Berjalan begitu jauh.
Apakah bisa biarkan semuanya cari tempat untuk istirahat sejenak? Tidak dapat istirahat. Depan sana ada wabah yang parah. Kita harus segera kembali ke istana. Baik. Letakkan di halaman dulu. Terima kasih. Baik, baik, baik. Tuan Shangguan. Kamu beli begitu banyak obat? Tidak banyak. Di luar masih ada. Sangat kebetulan Nona Chong.
Ikut aku keluar untuk membantu. Tuan Shangguan. Apakah kamu tidak enak badan? Aku baik-baik saja. Aku ingin bertemu dengan Ying? Lepaskan aku. Kamu tidak boleh pergi. Aku tidak ingin mati di sini. Apa yang terjadi? Lepaskan aku. Apa yang terjadi? Tidak apa-apa kan? Cepat berdiri. Apa yang terjadi? Tidak perlu peduli padaku. Tuan Shangguan.
Kamu jangan ribut lagi. Aku pernah bertemu dengan putrimu. Namanya Ying. Kamu pernah bertemu dengannya di mana? Setiap hari dia berlutut di lantai, memegang lentera motif dan berdoa untukmu. Semoga kamu dapat segera pulih. Jadi kamu harus bertahan. Hanya jika kamu pulih, baru dapat memberikan Ying sebuah keluarga yang lengkap. Tabib. Papah dia kembali.
Baik, hati-hati. Tuan Shangguan. Kenapa kamu memberikan tenaga dalam padaku? Karena aku pernah bilang bahwa aku akan melindungimu dengan baik. Kenapa kamu mewakili aku untuk membuat keputusan ini? Apakah kamu tahu tindakanmu itu akan membuatku merasa berhutang budi padamu. Jika merasa berutang budi padaku, maka bayarlah perlahan-lahan. Sejak aku mengenalmu, aku terus berutang budi padamu.
Sampai sekarang aku bahkan tidak ingat sudah berapa kali. Tuan Shangguan. Apakah kamu masih ingat perjanjian kita sebelumnya? Tapi setelah aku selesai membantu, aku harus meminta sebuah imbalan dari Ketua muda istana. Imbalan apa yang kamu inginkan? Katakan saja. Setelah berhasil, aku ingin sesuatu yang paling penting bagimu. Tidak masalah, aku berjanji padamu.
Kamu pernah bilang, ingin aku memberikanmu sesuatu yang sangat penting bagiku. Tapi sampai sekarang kamu tidak bilang apa yang kamu inginkan. Sebenarnya aku tidak pernah berencana ingin kamu berikan sesuatu padaku. Waktu itu aku dimohon oleh Senior Lin untuk melindungimu, tapi aku tidak memahamimu. Jadi, aku ingin mengambil kesempatan itu untuk mengujimu,
Lihat apakah kamu adalah orang yang pantas aku lindungi. Alhasil, kamu menyetujuinya dengan cepat. Keberanian seperti itu jarang dimiliki oleh orang biasa. Jadi, Nona Chong. Kamu tidak berhutang apapun padaku. Tidak perlu mengingat hal itu. Aku pernah berulang kali membayangkan situasi ketika kita bertemu kembali. Aku pernah membayangkan kamu turun dari langit
Ketika aku bertemu kesulitan. Aku juga pernah membayangkan situasi ketika kita bertemu tanpa sengaja di saat sudah tua. Aku bahkan pernah berpikir kamu sudah menikah. Tapi pertemuan kali ini bukanlah situasi yang aku bayangkan. Tapi bagiku, saat ini adalah pengaturan terbaik. Ini juga merupakan pertemuan yang paling tidak biasa.
Obatnya sudah siap, aku pergi lihat obat. Kenapa tempat ini ada begitu banyak kuburan? Ketua istana bilang tidak ada orang hidup di tempat ini lagi. [Makam Zhang Shizhong] Terlalu banyak orang yang mati. Jadi hanya bisa dimakamkan di sekitarnya secara berkelompok. Jika begitu, tempat ini sangat menyeramkan. Ayo. Ayo kita masuk dan lihat dulu. [Qingxi]
Tempat ini benar-benar tidak ada satu orang pun. Bagaimana cara menyelidikinya jika tidak ada orang? Jika begitu, kita hanya bisa menyelidikinya mulai dari sumber air dan makanan. Baik. Zhu Sha. Apakah kamu tidak merasa tempat ini sangat sunyi dan tidak normal? Tempat ini tidak ada orang. Tentu saja sunyi. Maksudku
Di sini bahkan tidak ada suara burung. Apakah bahkan binatang juga sulit bertahan hidup di sini? Zhu Sha. Lihatlah. Penyebab kematian ayam ini sangat tidak normal. Apakah juga karena penyakit demam dingin? Ditularkan oleh manusia? Belum tentu. Jika bukan ditularkan oleh manusia ke unggas, maka kemungkinan besar adalah unggas yang menularkannya ke manusia.
Sumber wabah ini adalah unggas? Ayam ini mati setelah memakan kelabang ini. Apakah kelabang ini bermasalah? Aku bawa kelabang ini pulang. Tidak boleh tinggal lama di tempat ini. Ayo kita pergi. Baik. Kelabang ini masih kurang. Aku masih perlu memelihara lebih banyak lagi. Untuk berjaga-jaga. Ketua Paviliun. Ketua Paviliun.
Baru dapat kabar bahwa sekitar Balai Gunung Pedang Roh juga muncul wabah penyakit demam dingin. Semuanya baru saja dimulai. Seluruh dunia persilatan ada di bawah kendaliku. Saat ini hanya tinggal Aliran Shangqing dan Aliran Emei. Tapi hari-hari baik mereka juga akan segera berakhir. Bawa benda ini ke Aliran Shangqing. Baik. Feng She.
Kamu pergi ke Aliran Emei. Bawa penyakit demam dingin ke sana. Baik. Tapi Ketua Paviliun. Ada satu hal, aku tidak paham. Kuil Luduan juga merupakan aliran di dunia seni bela diri. Kenapa tidak menyebarkan wabah ke Kuil Luduan? Kamu benar-benar bodoh. Penyakit demam dingin ditularkan oleh unggas. Para biksu itu adalah vegetarian. Pergilah. Baik. Tunggu.
Jika misi kali ini gagal, lihat bagaimana aku menghukummu. Baik. Ambilkan beberapa air dan makanan kering. Suruh semuanya bersemangat. Baik. Waspada. Pendekar. Apakah ada air? Ini airnya. Terima…terima kasih. Maaf. Kalian kenapa? Kami tertular penyakit demam dingin. Penyakit demam dingin? Kenapa kalian tidak pergi mencari tabib? Mencari tabib? Sepertinya
Tabib juga tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Penyakit ini dapat menular sangat cepat dan luas. Jika begitu, kenapa tidak istirahat saja di rumah? Demi melarikan diri. Kalian dapat sembuh jika melarikan diri? Tuhan menghukum kami, jadi mengutus dewa wabah untuk mengacaukan tempat ini. Hanya jika kami melarikan diri, maka… maka
Maka kami dapat terlepas dari penyakit ini. Aku sarankan kalian untuk segera kembali. Hanya jika menyelamatkan nyawa kalian, baru memiliki kesempatan untuk menyembuhkan penyakit. Tidak ada gunanya jika melarikan diri. Terima kasih pendekar. Terima kasih pendekar. Ayo. Terima kasih. Kakak seperguruan. Apakah Kabupaten Anping benar-benar adalah tempat bermulanya wabah? Aku lihat tidak mirip. Iya.
Tempat ini terlihat sangat damai. Gawat. Apakah ayah mendapat kabar palsu? Seharusnya tidak. Jika guru merasa dapat menemukan cara untuk mengobati penyakit demam dingin di sini, maka pasti dapat ditemukan. Tapi, kita harus mulai mencarinya dari mana? Kita cari tahu dulu di semua tempat, baru buat keputusan. Begini saja Kakak seperguruan. Kita bertindak secara terpisah.
Bertemu di sini setelah satu jam. Tidak boleh. Kamu tidak boleh bertindak sendirian. Aku tidak tenang. Tugas berat ada di depan mata, tidak membedakan kamu atau aku. Lagipula, aku bukan anak kecil lagi. Tidak akan ada yang menindasku. Sampai jumpa satu jam nanti. Fengzi. Adik seperguruan. Berhati-hatilah. Aku dengar
Setelah Tuan Shangguan membantu di klinik medis, orang yang meninggal di sana benar-benar menjadi sedikit. Benarkah? Apakah Tuan Shangguan sudah menemukan cara untuk mengobatinya? Aku harap begitu. Apakah yang kalian katakan tadi adalah Shangguan Tou? – Iya. – Iya. Di mana dia sekarang? Di klinik medis di sebelah timur. Iya. Tapi aku sarankan kamu jangan…
Kenapa kamu keluar? Biarkan aku bantu kamu saja. Tidak perlu, penyakitmu belum sembuh. Tidak masalah, tidak masalah. Nona Chong. Aku tidak mengerti. Yang kamu lakukan sekarang ini bahkan sebanding atau malah melebihi dewi. Tapi kenapa semua orang di dunia persilatan menyebut kamu sebagai wanita iblis? Jika mereka ingin memanggilku wanita iblis, maka panggillah. Lagipula,
Sekarang aku sudah tidak peduli lagi. Tunggu aku sembuh, aku akan membalas budimu. Aku tidak butuh imbalanmu. Aku hanya butuh kamu berusaha untuk hidup. Aku pasti akan hidup dengan baik. Kakak Tou. Kakak Tou. Kakak Tou. Kenapa? Untuk apa kamu datang ke sini? Aku datang ke Kabupaten Anping untuk mencari cara penyembuhan penyakit demam dingin
Atas perintah dari ayahku. Tempat ini tidak ada cara untuk menyembuhkan penyakit demam dingin. Pergilah. Kakak Tou. Kita sudah lama tidak bertemu. Kenapa langsung ingin mengusirku begitu bertemu? Semua orang di sini sudah tertular wabah. Jika kamu tidak pergi, kamu juga akan tertular. Jika kamu tidak pergi, aku juga tidak akan pergi. Kakak Tou.
Jangan marah padaku lagi. Peristiwa waktu itu, aku akan menjelaskannya kepada ayah. Lin Fengzi. Yang akan aku katakan selanjutnya, tolong kamu dengarkan dengan baik. Aku tidak pernah menerimamu. Semua ini hanyalah perasaanmu sendiri. Aku harap kamu tahu dengan jelas. Selamanya hubungan di antara kita, hanyalah orang asing. Aku juga berharap
Kamu jangan memendam perasaan lagi padaku. Apakah kamu paham? Kakak Tou. [Klinik Jishi] Jadi menurut yang Anda katakan, apakah penyakit ini tidak bisa disembuhkan? Tapi jika terus berkembang seperti ini, Anda… Jika begitu, kami hanya bisa bersembunyi. Pergi semakin jauh dari penyakit menular ini, akan semakin baik. Tapi aku dengar
Tidak ada orang dari Perkumpulan Hiu Biru, yang terkena penyakit demam dingin. Katanya mereka punya sejenis obat rahasia, namanya Pil Air Mancur Tenang Biru. Pil Air Mancur Tenang Biru? Benar. Pil Air Mancur Tenang Biru adalah resep leluhur Perkumpulan Hiu Biru. Kebetulan dapat menyembuhkan penyakit demam dingin. Tapi Pil Air Mancur Tenang Biru
Adalah harta dari Perkumpulan Hiu Biru. Hanya anggota perkumpulan mereka yang bisa mengkonsumsinya. Kami para warga biasa tidak pantas. Tapi Perkumpulan Hiu Biru… Adik seperguruan. Kamu kenapa? Siapa yang menindasmu? Kakak Tou. Shangguan Tou? Dia juga ada di sini? Dia bilang dia sudah membenciku. Dia tidak ingin bertemu denganku lagi. Kakak seperguruan.
Beritahukan padaku, di mana dia sekarang? Aku pergi cari dia sekarang. Tidak perlu. Tidak perlu. Aku sudah melupakannya. Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi. Kakak seperguruan. Ayo kita pulang. Baik. Ayo kita pulang. Ayo. Aku biarkan kalian hidup. Kalian tentukan hidup dan mati kalian. Jaga diri kalian dengan baik. Sampai jumpa di kehidupan berikutnya.
Dasar wanita jahat. Memaksaku melakukan hal-hal jahat. Suruh aku mencelakai orang. Aku tidak akan melakukan hal-hal kejam ini. Pergilah ke neraka. [Istana Api Chong] Kakek. Barang sudah dikirim dengan aman? Kakek tidak perlu khawatir. Tidak ada kesalahan kan? Tidak ada. Hanya saja sekarang wabah sudah merajalela. Bahkan perbatasan juga sudah mulai waspada.
Jika begitu, Istana Api Chong juga harus memperkuat pencegahan. Aku sudah berpesan kepada para murid. Kakek. Apakah Ketua istana sudah kembali? Dia pergi ke Kabupaten Anping bersama Zhu Sha dan Liuli untuk menyelidiki wabah. Tidak akan kembali secepat itu. Jika begitu, bagaimana jika aku juga pergi ke Kabupaten Anping untuk membantu Ketua istana? Pergilah.
Jika penyakit demam dingin tidak dimusnahkan, maka dunia persilatan tidak akan tenang. Tapi kamu harus hati-hati. Kakek tidak perlu khawatir. Jika begitu, masalah di istana harus merepotkan Kakek. Aku pergi dulu. Yuan. Kakek. Kamu kenapa? Mungkin aku tertular penyakit demam dingin. Seperti ini saja. Suruh para murid di istana asapkan tempat yang aku lewati
Dengan rerumputan obat. Selain itu, tidak boleh ada orang yang mendekati aku. [Balai Gunung Pedang Roh] Ayah, kami sudah pulang. Guru. Fengzi. Kenapa kamu terlihat tidak senang? Tidak apa-apa. Aku agak lelah, ingin kembali ke kamar untuk istirahat. Baik, cepat kembali untuk istirahat. Apakah ada kemajuan? Aku sudah mengunjungi Kabupaten Anping. Tapi aku menemukan bahwa
Tidak ada obat yang bisa mengobati penyakit itu. Tapi aku mendapatkan kabar bahwa Perkumpulan Hiu Biru memiliki sejenis obat rahasia yang bernama Pil Air Mancur Tenang Biru yang dapat menyembuhkan penyakit demam dingin. Pil Air Mancur Tenang Biru? Benar. Tapi Obat itu dianggap sebagai harta bagi Perkumpulan Hiu Biru. Tidak pernah dipublikasikan.
Jika dianggap sebagai harta, sepertinya sulit untuk didapatkan. Qingmei. Kamu sudah bekerja keras. Cepat pergi istirahat. Baik. Yang akan aku katakan selanjutnya, tolong kamu dengarkan dengan baik. Aku tidak pernah menerimamu. Semua ini hanyalah perasaanmu sendiri. Aku harap kamu tahu dengan jelas. Selamanya hubungan di antara kita, hanyalah orang asing. Fengzi. Fengzi.
Apakah kamu ingin makan sesuatu?