【FULL】Marry Me EP5【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Marry Me] [Episode 5] Nona Ju. Bagaimana pemain guqin sepertimu… biasanya menyimpan instrumen? Bagi yang sering memainkannya, mereka menaruhnya di tempat nyaman… agar lebih mudah. Lalu kenapa guqin ini… tergantung di dinding ini? Bisa ambilkan guqinnya dan tunjukkan padaku? [Yin] [Yin] Guqin ini pemberian guruku. “Cyrilla Bertemu Musim Semi”.
[Cyrilla Bertemu Musim Semi] Guru pernah menggubah lagu berjudul “Cyrilla Bertemu Musim Semi”. Mungkinkah itu ditujukan untuk Tuan Shi? Shi Bo Yin, Shi Ze Chun. “Cyrilla Bertemu Musim Semi”. Apa kau bisa memainkannya? Tuan Muda Yue. Kau menaruh guqinnya terbalik. [Gadis Bodoh ini memang cukup ahli.] Terbuka! Berhenti. Cukup untuk hari ini.
Maafkan aku, Yang Mulia. Aku masih belajar cara memainkan guqin. Kemampuanmu meningkat. Bibi bisa merasakannya. Teruslah berlatih… dan kau pasti bisa menguasainya suatu hari nanti. Terima kasih atas dukungannya. Aku akan berlatih lebih keras. Bukannya… Bibi memaksamu untuk berlatih. Faktanya, Ibu Suri dan Kaisar sama-sama menyukai musik. Kau akan masuk istana untuk melayani Yang Mulia.
Ini tak bisa diabaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Tapi, aku belum memberi salam pada Yang Mulia dan Ibu Suri. Apa itu tak apa-apa? Kau punya banyak waktu. Pertama, kau harus menguasai guqin. Saat waktunya tiba, Bibi akan mengadakan pesta meriah. Bibi akan memastikan semua perhatian tertuju padamu. Terima kasih. Awas tangga. Omong-omong, gerakanmu terbatas.
Tempat ini jauh dari Kedai Arak Ju. Bagaimana kau bisa kemari? Aku mulai belajar guqin sejak kecil. Guru akan menutup mataku untuk melatih pendengaran dan ritme. Walau kini tak bisa melihat dengan jelas, aku bisa menduga lokasi benda menggunakan ekolokasi. Tuan Muda Yue, apa ada seperangkat alat makan di sini? Jadi, kau tak sepenuhnya buta.
Ini mainan anak-anak… dan sepatu. Ada pakaian anak-anak juga. Artinya, seseorang sudah lama tinggal di sini. Mungkin seorang anak. Satu hal lagi. Apa itu? Tolong berhenti menatapku seperti itu, Tuan Muda Yue. Bagaimana kau bisa tahu? Coba tebak. Hanya itu yang bisa kusimpulkan dari petunjuknya. Sisanya kau cari tahu sendiri. Aku menemukannya!
Gas beracun mungkin dilepaskan lewat lubang ini. Tapi kini, kurasa itu ditutup untuk menarik perhatian. Tuan Muda Yue, apa kau ingat catatan Keluarga Shi yang tercatat di balai kota? Catatan itu menyatakan Tuan Shi hanya memiliki dua anak. Kini mereka sudah dewasa. Jadi, dari mana anak ini berasal? Serta di mana dia sekarang?
Mungkinkah kamar rahasia ini… terkait dengan pembunuhan keluarga Shi? Jejak darah. Semoga anak itu baik-baik saja. Tapi, kenapa Pengawal Istana Wujin gagal menemukan kamar rahasia ini? Serta kenapa… tak ada jejak manusia hidup atau mati? Guqin bodoh. Kapan aku akan selesai mempelajarinya? Selamat jalan, Yang Mulia. Lama tak jumpa, Tuan Long.
Nona Shu, apa kau ke istana untuk mengunjungi Selir Shu? Apa kau masih berencana untuk menemui Yang Mulia? Bukan, maksudku, aku hanya penasaran tentang Yang Mulia. Karena aku sangat mengaguminya. Aku melihat punggungnya tadi dan dia memang terlihat agung. Dia pasti pria yang tampan. Apa kau tahu bahwa itu kejahatan besar… mengomentari Kaisar seperti ini?
Tuan Long adalah pahlawan yang adil. Kau tak akan sepicik itu dan memakainya menjatuhkanku, ‘kan? Nona Shu. Jaga sikapmu. [Aku…] Aku kenapa? Kenapa aku begitu sembrono… saat bertemu dengannya kali ini? Mari kuantar ke gerbang istana. Jangan terlalu gugup, Nona Shu. Aku tahu harus apa. Hal yang harus dirahasiakan, tak akan pernah kubocorkan.
Aku tak akan mengkhianatimu. Kau mengawasi ratusan pejabat. Kau pasti sudah tahu sekali latar belakangku. Aku tahu. Kau diadopsi Keluarga Shu. Selir Shu sedang sakit. Keluarga Shu menaruh semua harapan padamu. Kurasa masuknya kau ke istana… sudah lama direncanakan. Aku tak punya pilihan. Ada kalanya kita harus mengikuti arus. Tapi, aku percaya…
Setiap orang punya kesempatan untuk hidup sesuai keinginannya. Dari ucapanmu ini, sepertinya kau punya rencana lain. Mimpiku adalah… menjadi pahlawan wanita yang bebas bertualang. Aku akan menjelajahi negeri, membantu yang membutuhkan. Pasti heroik dan keren sekali. Jika ada kesempatan, aku mau mengenalkanmu dengan adik bungsuku. Dia ketua dunia seni beli diri selama tiga tahun ini.
Aku yakin kalian pasti akur. Benarkah? Kapan kau akan mengajakku menemuinya? Ada banyak waktu. Kesempatan itu pasti datang. Waktunya… sudah tak banyak lagi. Aku akan segera masuk istana. Saat itu terjadi, aku tak bisa lagi berkeliling dunia. Aku lebih khawatir setelah kalian bertemu, idemu untuk keliling dunia akan pupus. Nona Shu. Ayo. Tampan sekali.
Tuan Muda Yue. Sepertinya tak ada kerugian berdasarkan akun penginapan. Tapi faktanya, laba bersih bulan ini… tiga kali lebih banyak dari bulan lalu. Walaupun Penginapan Terbaik Dunia adalah waralaba dari ibu kota, tapi yang dikenal orang… masih Penginapan Long yang sudah lama berdiri. Dari mana asal biji-bijian dan hasil bumi?
Tentu saja asalnya dari ladang Keluarga Long. Ya, kau benar sekali, Tuan Muda Yue. Begini… Tapi yang kudengar adalah… Zhu Fu berusaha membuat Penginapan Terbaik Dunia… menjadi waralaba nasional. Nama Penginapan Terbaik Dunia… sedang diperkenalkan di Ximin! Itu mustahil! Dia dapat koneksi dari mana? Zhu Fu terkenal sering pergi ke rumah Perdana Menteri…
Untuk mengambil hati Tuan Ding. Aku juga mendengar… dia siapkan banyak hadiah… untuk mengenal menteri lainnya, jadi… Wajar saja, dia dapat koneksi. Sekawanan burung gagak. Itu semua taktik kotor yang dipakai pecundang. Tuan Muda Yue… kurasa… mungkin kau bisa berkorban sedikit. Nona kedua dari Keluarga Ding. Kalian berdua bisa… Omong kosong! Keluarga Long…
Hanya melakukan bisnis yang jujur. Kami tak akan pernah memakai cara tak bermoral macam itu. Jujur? Tuan Muda Yue, dengan keahlianmu, Zhu Fu akan membungkuk dan memanggilmu “Tuan”. Kau… Baik. Kami akan menuruti ucapanmu. – Aku kembali bekerja. – Silakan. [Bekerja Keras] Yue! Tuan Muda Fei. Hei, Penjaga Penginapan. Long Yue, dengar. Aku sudah tahu.
Harga cawan itu mahal. Hati-hati. Taruh lagi. Ini hanya cawan bodoh. Dibandingkan info yang kudapat, ini tak seberapa. Long Yue. Long Yue! Kau tak penasaran dengan temuanku? Katakan saja. Apa yang kau temukan? Apa? Bayar aku. Berkeliling mengumpulkan berita membutuhkan biaya. Jangan suruh aku membayar. Kau mungkin tak dapat apa-apa. Kau hanya mau minta uang.
Siapa bilang aku tak temukan apa pun? Di dunia ini, semua dalam genggamanku. Maka beri tahu aku. Apa yang kau temukan? Tak ada yang luar biasa dari Keluarga Shi. Cukup lama tak ada pelayannya yang keluar atau berhenti. Tapi ada pengecualian. Setengah bulan yang lalu, Guru Deng dari Kediaman Shi kembali ke kampung halamannya…
Karena sudah tua dan terhindar dari pembantaian. Dia sangat dekat dengan Tuan Shi. Dia pasti tahu banyak. Di mana Guru Deng tinggal sekarang? Dia dari Qingzhou. – Lalu? – Hanya itu yang kutahu. Qingzhou amat luas, mustahil kususuri. Kau menyuruhku mencari tahu, bukan menemukannya. – Lepas. – Tidak. – Kembalikan. – Tidak! Lepaskan! Kubilang, lepaskan!
Kembali kemari! Qingzhou… Tenanglah, Tuan Muda Yue. Untuk apa aku bohong? Aku menghafal partiturnya secara detail. Syukurlah kau punya hati nurani. Jasamu selama ini kuanggap sebagai bunga. Untuk dua halaman tersisa, nanti kujemput untuk kau selesaikan. Kini, tentang gurumu… Guru Deng adalah satu-satunya petunjukmu… untuk saat ini.
Dia bekerja di Kediaman Shi lebih dari 20 tahun. Dia tangan kanan Tuan Shi. Tapi ada satu hal yang harus aku ingatkan. Pergi menemuinya… belum tentu dapat petunjuk baru. Bagaimanapun juga, Guru Deng hanya seorang instruktur kungfu. Dia mungkin tak tahu apa-apa soal kamar rahasia. Tapi dia satu-satunya harapanku.
Karena kita tak menemukan mayat di kamar, itu berarti mereka masih hidup. Mungkin masih ada harapan untuk guruku. Shi Bo Yin ini… Sebenarnya apa jasanya padamu? Kenapa kau begitu bersikeras? – Guru punya… – Mu Er. Kakak Yun. Kakak Yun. Aku datang demi Mu Er. Aku mau memintamu memaafkannya. Siapa dia bagimu? Kenapa ikut campur?
Selain itu, aku mengajak Nona Ju untuk berobat. Serta… dia sudah setuju. Berobat? Tepatnya menyelidiki diam-diam. Apa urusannya denganmu? Bukan begitu. Aku sudah cerita pada Kakak Yun. Dia mungkin punya beberapa nasihat. Gadis Bodoh, sudah kubilang sebelumnya. Ini serius. Kenapa kau memberitahunya? Tapi Kakak Yun adalah… Kau salah paham, Tuan Muda Yue.
Aku bukan orang asing bagi Mu Er. Sebaliknya, kau mau mengajaknya pergi… itu tak pantas. Mulai sekarang, pengadilan telah menutup kasus Shi Bo Yin. Mencoba menyelidiki sendiri akan menyebabkan perselisihan. Kau mungkin tak peduli keluargamu, tapi tolong jangan melibatkan Mu Er. Jangan bilang begitu. Jadi, kau datang kemari… untuk menghentikan penyelidikan kami?
Aku kemari untuk membantu Mu Er. Aku minta petugas pencatat untuk membantu… dan menemukan alamat terbaru Guru Deng. Dia belum kembali ke desa… setelah tinggalkan Keluarga Shi. Bahkan, dia buka penginapan… di luar kota. Aku bergegas kemari sebelum kalian pergi… agar pengejaran kalian tak sia-sia. Baiklah, aku paham. Karena Tuan Yun…
Telah mengatakan yang mau dikatakan, silakan pergi. Kami ada urusan lain. Tunggu sebentar. Terima kasih atas bantuanmu, Kakak Yun. Aku sangat menghargainya. Kau tak perlu berterima kasih. Masalahmu adalah masalahku. Kita jadi pergi atau tidak? Ya, jadi. Jaga dirimu, Kak Yun. Jangan khawatir. Aku permisi dahulu. [Kediaman Long] Gadis Bodoh. Ayo. Tuan Muda…
Tuan Muda Yue! [Kediaman Long] Tunggu aku! [Penginapan Terbaik Dunia] Kalian diam-diam bersepakat. Menyuap pejabat akan membuatmu dipenggal. Ayahku tak peduli dengan uang receh ini. Nona Muda benar. Tuan Ding adalah warga negara yang jujur. Semua orang tahu itu. Hiasan-hiasan ini… agar wanita bisa menghias dirinya. Itu hadiah tulus dari Tuan Zhu.
Kami harap kau menerimanya. Barangnya memang terlihat bagus. Ini bukan barang sehari-hari. Seleramu bagus, Nona Ding. Ini semua permata dari Barat. Gayanya istimewa. Jarang ada di ibu kota. Hiasan ini sangat cocok… untuk kedua pelayanku. Karena Tuan Zhu sangat murah hati, kalian harus menerimanya. – Terima kasih, Nona. – Terima kasih, Nona. Itu…
Jika kau punya waktu untuk menjilat orang, sebaiknya belajar dari Tuan Muda Yue… soal cara berbisnis yang benar. Apa kau belum dengar, Nona Ding? Dengar apa? Tuan Muda Yue… dan Ju Mu Er dari Kedai Arak Ju… diam-diam bertunangan. Omong kosong. Jangan percaya rumor. Keluarga Long adalah keluarga terhormat. Dia tak akan menikahi wanita biasa.
Nona Ding, aku rela bersumpah demi dewa. Aku tak akan pernah berani membohongimu. Semua orang di kota melihatnya. Sebelumnya hari ini, Ju Mu Er tiba di Kediaman Long. Long Yue mengajaknya keluar kota. Long Teng ditugaskan mengurus pembunuhan Shi. Dia melarang Long Yue berhubungan dengan murid pelakunya.
Tapi Long Yue dan Ju Mu Er punya hubungan terlarang. Keduanya memutuskan kawin lari. Itu benar. Banyak orang melihatnya. Kau bisa tanya-tanya. Jangan hanya berdiri di sana. Kita harus mengejar mereka! – Nona! – Nona! – Nona! – Nona! Tuan Muda Yue, Nona Ju datang. Apa kau berhenti di sini karena merasa tak enak? Aku?
Nona Ju. Tuan Muda pikir penglihatanmu akan merepotkanmu. Alam liar ini berbahaya. Makanya dia menunggumu. Naiklah ke kereta dan istirahat. Tuan Muda meminta maaf. Siapa yang suruh mengatakan itu? Tolong sampaikan pesan pada Tuan Muda Yue. Terima kasih sudah menunggu. Aku bisa jalan sendiri. Tuan Muda… Li Ke, beri tahu Nona Ju.
Keretaku lebih baik tak mengangkutnya. Tolong beri tahu Tuan Muda Yue. Aku pilih tidak duduk di kereta… milik pria berengsek. Tuan Muda… aku tak perlu menyampaikannya, ‘kan? Li Ke. Beri tahu Nona Ju. Dia seharusnya lebih berterima kasih! Aku berusaha keras menemukan petunjuk ini. Untuk apa aku berusaha keras?
– Aku bahkan menunda bisnis. – Benar. Sampaikan pesanku, tanya Nona Ju, siapa itu Yun Qing Xian? Siapa yang lebih penting Yun Qing Xian atau gurunya? Itu dua hal yang berbeda. Aku tak paham… kenapa Tuan Muda Yue… menyeret Kakak Yun dalam masalah guruku? Sia-sia! Li Ke. Beri tahu Nona Ju. Aku tak bisa memahaminya.
Tuan Muda… Kalau begitu tak usah repot. Aku juga tak bisa memahamimu. Jadi… Sudah larut. Kenapa kalian tak naik kereta saja? Kalian bisa berdebat di jalan. Maksudku, bicara di jalan. Setuju? Tidak usah. Maaf menyusahkanmu, Kakak Li. Aku tak berhak duduk di kereta Tuan Muda Yue. Tuan Muda… Berhenti! Kaki ini milikku.
Sayang sekali kau tak bisa menyuruhku berhenti. Ju Mu Er. Jangan memancingku, Ju Mu Er! Turunkan aku! Jangan hanya berdiri. Jalankan kereta. Pelayan! Pelayan. Maafkan aku. [Arak] Malam ini, hanya sisa satu kamar kosong. Kami bukan mau menginap. [Arak] Kami sedang cari orang. Aku dengar… ada ahli kungfu bernama Deng tinggal di sini.
Apa kau mengenalnya? Pak Tua Deng? Dia manajernya. Tapi dia sedang pergi. Dia baru akan kembali besok. Kalau begitu kami akan menginap… dan menunggu Pak Tua Deng kembali. Tapi Tuan, kami hanya punya satu kamar kosong. Apa kalian… [Arak] Aku bisa bermalam di kandang, Tuan Muda. Jadi… [Arak] Semoga kau tak keberatan…
Bersabar satu malam dan biarkan Nona Ju… Aku bayar. Ranjangnya untukku. Jangan khawatir, Tuan Muda Yue. Aku tak akan buat keributan. Aku akan tidur di kereta. Pelayan, kenapa penginapannya tak punya plakat? Sekadar informasi, Tuan, Tuan Deng sudah menjual penginapan ini. Plakat barunya belum datang. Besok baru dipasang. [Arak] Harus kuakui, pembeli penginapan ini pintar.
Banyak orang yang lewat di sini. Sebagai satu-satunya penginapan… – pasti banyak tamu. – Benar. Tahan. [Penginapan Terbaik Dunia] “Penginapan Terbaik Dunia”? Ini adalah… – Ini milik Tuan Zhu. – Aku tahu itu. Boleh tanya, apa Tuan Zhu dari ibu kota yang membeli penginapan? Benar. Tuan Zhu adalah orang yang sangat baik.
Setelah dia membeli penginapan, dia tak memecat semua pegawainya. Dia bahkan izinkan Pak Tua Deng tinggal dan pensiun dengan damai. Orang baik berhak mendapat hasil yang baik. Pantas saja Tuan Zhu… begitu sukses dengan Penginapan Terbaik Dunia. Berbeda sekali jika dibandingkan dengan beberapa pengusaha yang tak etis. Li Ke. Aku tak mau menginap.
– Tuan! – Tunggu, Tuan Muda. Hujannya deras. Sabar, ya? Tekadku bulat. Sedikit hujan tak masalah. Jangan… Tuan Muda! Hujannya makin deras. [Arak] Kita menginap saja di sini, ya? Kamarnya untukku jika dia tak mau. Terima kasih. Tentu. Hei… [Arak] Silakan ikut denganku, Nona. Bertahanlah! Aku tak mau kompromi.
Yang bayar pertama menang. Ranjang ini milikku. Maaf kau melewatkannya. Ju Mu Er. Dengar baik-baik. Jika kau berani cerita… tentang aku tinggal di sini… Li Ke akan menghantuimu selamanya! Tuan Muda Yue. Ada apa? Jika Guru Deng kembali besok… dan kita gagal dapat petunjuk baru, kita harus bagaimana? Apa… Apa masalahmu?
Guru pasti menderita di penjara. Aku tak berani berpikir. Juga tak berani tidur. Begitu aku memejamkan mata, yang aku lihat adalah Guru disiksa dan dipukuli. Tunggu. Orang macam apa Shi Bo Yin ini sebenarnya? Kenapa kau mempertaruhkan hidupmu untuknya? Ibu meninggal saat aku kecil. Satu-satunya ingatanku tentangnya… adalah guqin. Ayahku bilang…
Ibuku adalah pemain guqin luar biasa. Jadi, aku belajar guqin sejak kecil. Saat umurku sepuluh tahun, ayahku memakai simpanan uang peraknya… untuk membelikan guqin pertamaku. [Tak ada yang tahu…] [guqin itu ternyata buatan tangan oleh musisi ahli, Shi Bo Yin.] [Itu sangat berharga.] [Penjual guqin tak tahu apa-apa.] [Ketika dia tahu,]
[dia menyuap prajurit untuk menyita guqin.] [Mereka bilang ayahku telah mencurinya.] – [Lepaskan aku! Mu Er!] – [Kembalikan guqinku!] [Guqinku!] [Jangan sakiti Mu Er-ku!] [Ayah…] – [Mu Er.] – [Ayah.] [Anak baik.] [Tak apa-apa.] Jika Guru tak maju untuk bersaksi, ayahku pasti akan dituduh. Dialah yang memberi tahu kami… bahwa selalu ada benar dan salah.
Semua kejadian pasti ada alasannya. Dahulu, tak ada yang percaya ayahku. Hanya Guru yang percaya. Dia maju untuk menjamin kami tak bersalah. Kini, tak ada yang percaya padanya. Bagaimana mungkin aku diam saja? Aku merasakannya dalam hatiku… bahwa Guru punya rencana. Aku tak keberatan kehilangan penglihatan. Aku bahkan rela menukar nyawaku untuknya. Tapi,
Yang paling kuinginkan adalah mencari kebenaran… demi Guru. Maaf soal itu. Aku tak bisa tenang. Terima kasih sudah mendengarkan. Sejujurnya, kurasa… kau jangan banyak berpikir. Aku tak pernah percaya pada nasib atau takdir. Aku percaya… pada upaya manusia. Untuk banyak hal, berusaha sebaiknya… sudah merupakan hasil terbaik. Tak perlu khawatirkan sisanya. Selain itu,
Gurumu menyerahkan dirinya. Dia pasti punya alasan untuk itu. Jika dia mau mati, keselamatannya bukan tugasmu. Baiklah. Istirahatlah. Kita akan bertemu Guru Deng besok… dan akan tahu lebih banyak. Terima kasih, Tuan Muda Yue. Halo, Nona. Kau kemari untuk makan atau menginap? Aku mencari orang. Lagi? Apa kau pernah lihat seorang tuan muda bangsawan…
Dan seorang gadis buta? Ya, pernah. Seorang tuan muda datang semalam bersama gadis buta… untuk menginap. Tapi kamar kosong kami tinggal satu. Jadi, keduanya berbagi kamar. Satu kamar? Nona? Apa kau baik-baik saja, Nona? – Nona… – Nona Muda. Nona… Kau membuatku takut, Nona Muda. Itu benar. Tak apa-apa. Nona… Apa itu Nona Ding?
Tolong jangan menangis. Jangan menangis, Nona. Dia mungkin salah paham pada kita. Tapi kita tak berbuat apa-apa. Tidak usah dijelaskan. Anggap saja kau menolongku. Akhirnya aku bisa tenang. Aku akan sangat berterima kasih. Nona Ding sudah jatuh cinta pada orang yang salah. Tak apa-apa, Nona. – Pelayan. – Jangan menangis, Nona. Tolong bonnya. Baik. Nona.
Aku akan menghapus air matamu. Kalian berdua keterlaluan! Tapi, walau kalian menghabiskan malam bersama, itu tak ada artinya. Lagi pula, wajar bagi pria memiliki istri lebih dari satu. Tapi biar kuperjelas. Aku nona kedua Keluarga Ding. Aku harus menjadi istri pertama. Kau tak keberatan dengan itu? Ayah! Kau, bocah… Kau memanggilnya apa?
Ayah, cium dan peluklah aku! Bao Bao, kau salah. Aku bukan ayahmu. Bagaimana kau tahu panggilanku adalah Bao Bao? Kau adalah ayahku. Lagi pula, aku mencium bau uang darimu. Aku tahu dari baunya bahwa kau ayahku. Kau populer di mana-mana. Apa… Kau… Xiao Bao. Ibu, aku menemukan Ayah. Kau. Kau. – Nona Muda. – Nona!
Kami akan membawamu ke tabib. Aku Feng Wu. Ini anakku, Xiao Bao. Anak ini punya hidung sensitif. Dia bisa membedakan orang kaya dari baunya. [Arak] Dia tak pernah punya ayah. Jadi, dia menganggap setiap orang kaya adalah ayahnya. Dia sudah membuat masalah untukmu. Aku minta maaf. Kami datang kemari… untuk mencari ayahnya. Dia tak sabaran.
Maaf merepotkan kalian. [Arak] Apa yang dia lihat? Aku membuat kesalahan. Kau tidak setampan dan segagah ayahku. Kau mungkin tak sekaya dia juga. Kenapa orang ini terlihat tak asing? Xiao Bao. Di mana aku pernah melihatnya? Jangan kasar. Minta maaf. Maaf, Paman. Aku salah sudah bersikap kasar. Paman? Apa aku terlihat setua itu?
Tuan Deng, kau kembali. Tamu-tamu ini datang kemarin. Mereka mencarimu. Karena kalian sibuk, kami tak akan mengganggu. Semoga kita bertemu lagi. [Arak] Ayo. Silakan lewat sini. Tuan Deng. Kalian siapa? Kalian mau apa dariku? Kami adalah teman Keluarga Shi. Kami tahu kau kerja untuk mereka selama 20 tahun lebih. Jadi, kami mau ajukan beberapa pertanyaan.
Berita pembunuhan di kediaman Shi telah menyebar ke seluruh kota. Aku turut sedih. Tapi aku sudah lama meninggalkan Keluarga Shi. Kalian tak mirip pejabat pengadilan. Kalian mau tahu apa? Aku mau tahu apa kau pernah dengar lagu, “Cyrilla Bertemu Musim Semi”. Silakan. Kita akan bicara di dalam. Kau siapa, Nona? Apa hubunganmu dengan Tuan Shi?
Aku… Kami berteman dengan Tuan Shi melalui musik. Kami menemukan kamar rahasia di ruang kerjanya secara tak sengaja. Setelah kejadian itu, kami menemukan jejak darah di dalam kamar. Apa kau tahu tentang hal itu? Dilihat dari reaksimu, kau memang tahu sesuatu. Kami datang kemari karena pembantaian Keluarga Shi. Beri tahu kami apa yang kau ketahui.
Bantu kami mencari keadilan untuk Keluarga Shi. Bagaimana dengan… Bagaimana dengan anak itu? Apa maksudmu “anak itu”? Kurasa kini tak ada gunanya menyembunyikan apa pun. Anak yang tinggal di kamar rahasia… adalah anak haram Tuan Shi. Tapi kami tak menemukan jasad anak itu di dalam kamar. Tuan Deng, apa kau tahu siapa ibu kandungnya?
Atau di mana dia sekarang? Wanita itu adalah pelayan di kediaman. Nyonya sudah lama mengusirnya. Tapi demi anak itu, dia tak kembali ke desanya. Dia tinggal sendiri… di bukit dekat sini. Kurasa… jaraknya sekitar setengah hari perjalanan dari sini. Ibu, aku tak kuat jalan lagi. Lalu kita harus bagaimana? Ini salah Ibu.
Ibu kehilangan biaya perjalanan kita. Makanya kau tak bisa bepergian naik kereta kuda. Kemarilah, biar Ibu gendong. Kapan kita akan bertemu Ayah? Jika Ayah ada di sini, Ibu tak perlu menderita. Aku akan minta Ayah menggendongku. Beri tahu Ibu. Kau mau ayah yang seperti apa? Dia harus kuat. Sebenarnya, paman tadi lumayan juga.
Dia mirip dengan Ayah. Tapi dia terlihat galak. Kurang ramah. Sepertinya kau punya standar yang tinggi. Kalau begitu Ibu harus bergegas. Ibu harus bantu cari ayahmu secepat mungkin. Kau senang, Xiao Bao? Ya! Ayo lakukan lagi, Bu. Baik. Kurasa ini tempatnya, Tuan Muda. Tahan. Apa ada orang? Tuan Muda. Dia sudah meninggal beberapa hari.
Kebetulan macam apa ini? – Li Ke. – Ya. – Laporkan ini. – Baik.