【FULL】And The Winner Is Love EP7【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 7 Ketua muda istana. Haitang. Pegang aku. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Mundur. Kau tak apa-apa? Aku tak apa-apa. Cepat pergi cari ketua muda istana. Haitang. Haitang. Kau kenapa? Ketua muda istana mana? Ketua muda istana. Ketua muda istana jatuh ke bawah. Kau gila.

Lompat dari ketinggian begini. Kau bisa mati. Kalau begitu, kita segera pergi cari. Disini. Haitang. Kau buat apa? Cepat bangun. Zhu Sha. Kita harus pergi Istana Api Chong cari pelindung ketua istana. Sudah kapan ini? Cari ketua istana muda dulu. Tak boleh. Mereka kuat dalam bela diri. Anggota kita tak cukup.

Kalau begitu… Kalau begitu kau segera beritahu Pelindung Ketua istana. Aku dan Chequ pergi carinya sekarang. Kakak. Kita mau kemana? Istana Api Chong. Kenapa mau kembali ke Istana Api Chong? Kenapa tak pergi cari kak Shangguan? Bukannya dia lebih dekat dengan kita? Kau tau dia dimana?

Kak Shangguan pernah bilang, dia mau pergi ke E Mei. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Kamu dimana? Chequ. Kenapa begitu banyak darah? Ini bekas jatuh. Ketua muda istana pasti masih hidup. Chequ. Bukannya ini tas pewangi milik Haitang? Ketua muda istana pasti ada di sekitar.

Kita segera pergi cari. Ayo. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Kamu dimana? Apa? Tuan muda Shangguan. Mungkin sekarang masih sempat. Mohon Anda segera selamatkan ketua muda istana. Wuming. Kau bawa mereka pulang Istana Api Chong. Baik. [Istana Api Chong] Buka pintu. Itu pelindung Haitang. Kami diserang oleh orang lain. Terpisah gara-gara mereka.

Murid tidak bekerja dengan becus. Tak bisa melindungi ketua muda istana. Ketua muda istana… Bagaimana dengan ketua muda istana? Ketua muda istana jatuh ke dalam jurang. Tidak tau hidup atau mati. Apa? Anggota. Siapkan kuda. Tunggu sebentar. Tanya yang jelas sebelum berangkat juga tidak terlambat. Aku tanya padamu. Kenapa mereka mau serang ketua muda istana?

Jangan-jangan demi Sembilan Gaya Dewa Lotus? Menjawab Penatua, bawahan merasa, sekarang ini seharusnya cari keberadaan Ketua muda istana lebih penting. Haitang. Pilih 10 orang murid yang bagus. Ikuti aku keluar istana untuk cari Ketua muda istana. Baik. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Ketua muda istana. Kamu dimana? Ketua muda istana. Ketua muda istana.

Ketua muda istana. Ketua muda… Chequ. Ketua muda istana. Kamu jangan menakuti aku. Ketua muda istana. Chequ. Bagaimana? Dia sudah meninggal. Jangan menakuti aku. Chequ. Bagaimana? Chequ. Ketua muda istana. Kamu harus bangun. Kamu jangan menakuti aku. Ketua muda istana. Sudah ketemu Ketua muda istana? Pelindung Ketua istana. Kita terlambat kesana.

Bagaimana dengan Ketua muda istana? Bawahan tidak kerja dengan becus. Tak melindungi Ketua muda istana dengan baik. Ketua muda istana. Haitang. Pegang aku. Ketua muda istana. Yupan. Lima tahun ini tidak sia-sia. Keluarga Yuwen kita akhirnya mendapatkan yang sepantasnya. [ Yuwen Kedudukan Yupan] Kamu tenang saja. Ayah akan bantu kamu jaga Yuan dengan baik.

Biar kamu di atas surga juga bisa merasa bangga atas anak putramu. [Aula Api Chong] [Istana Api Chong] Nona, kau sudah bangun? Bapak tua, segera ke sini. Nona ini sudah bangun. Nona, akhirnya kamu bangun juga. Benar. Kamu sudah koma 2 hari. Demam terus. Bibi kira kamu sudah tak bisa tahan. Jangan takut ya.

Kami berdua bukan orang jahat. Aku… Bibi lihat kamu koma terus. Jadi membantumu ganti baju dengan bajuku. Aku harus segera pergi. Nona. Kamu tak boleh bergerak. Tubuh kamu sekarang masih ada luka, butuh beristirahat. Nona, kamu tenang saja. Mereka tidak bisa menemukan tempat ini. Aku tau bahwa kamu menghindari pengejaran. Bagaimana kamu tau?

Beberapa hari yang lalu aku pergi memburu. Lalu menemukan bahwa… Orang-orang itu mengejarmu sangat lama. Aku berpikir, kalau tak cari cara untuk mengalihkan mereka, mereka pasti akan menemukan kamu. Jadi aku berikan penukaran kepada mereka. Daerah ini sering bermunculan serigala. Mereka mengira kamu dimakan serigala. Aku menemukan bahwa gelang tanganmu

Adalah yang dipakai oleh kamu selama bertahun-tahun. Aku juga sekalian tukarkan. Dengan begitu, mereka takkan curiga lagi. Baru pertama kali ketemu, malah mendapat bantuan kalian berdua, jasa penyelamatan nyawa kalian berdua sudah aku ingat. Nona, jangan sungkan. Ini adalah Paman Wei kamu. Panggil aku Bibi Wei saja. Kami adalah pemburu di sini.

Sudah tinggal 4-5 tahun di sini. Tak mengira bahwa jurang ini juga ada orang yang tinggal. Tempat kami ini adalah taman Nirvana. Kamu tau tentang Tao Qian? Yang dimaksud adalah tempat kami ini. Jangan dengarkan omong kosong dia. Di sini adalah Tebing Luoxia Gunung Barat. Tebing Luoxia. Ayo, nona. Cepat berbaring. Kamu sekarang perlu istirahat.

Pelan sedikit. Bibi pergi buatkan makanan enak untuk kamu. Bapak tua, ayo. Istirahat yang baik ya nona. Kerja yang bagus. Tunggu Muyuan sudah mewarisi Ketua istana, aku akan mengangkat kamu sebagai Pelindung Ketua istana. Terima kasih tuan. Tapi… Kali ini masih terjadi sedikit kecelakaan. Kecelakaan apa? Berhubungan dengan Haitang. Ketika aku membunuh Chong Xuezhi,

Haitang tiba-tiba datang membantu. Dia tak ingin bekerja sesuai perintah tuan. Takutnya di dalam hatinya sudah ada perubahan. Aku akan atur sendiri untuk urusan Haitang. Yuan adalah orang yang setia pada cinta dan teman. Takutnya tak bisa tenang dalam waktu dekat. Kalau dia terlalu sedih, aku takut akan berpengaruh pada urusan pewarisan posisi.

Kamu bantu aku awasi dia. Segera beritahu aku kalau ada masalah. Baik, tuan. Ketua muda istana. Tarik aku. [Berjaya Api Chong] Pelindung Ketua istana. Ketua muda istana pernah curiga bahwa ada pengkhianat di dalam Istana Api Chong kita. Haitang… Meski dia tak ikut campur di dalamnya, dia pasti sembunyikan sesuatu dari kita juga. Pelayan.

Sudah kembali. Beri aku satu pot air. Baik. Bagaimana dengan pendapatan hari ini? Hari ini tak dapat apa-apa. Aku pergi sibuk dulu. Kamu minum saja. Baik. Paman. Anda pemburu dalam gunung ini, kan? Benar. Aku ingin bertanya sesuatu kepada Anda. Tak tau apakah Anda pernah ketemu seorang nona? Tampangnya cantik. Sangat suka senyum. Tubuhnya mungil.

Kamu siapa? Cari seorang nona di Gunung Barat yang sepi ini. Jangan-jangan ada niat jahat lainnya. Paman jangan banyak pikir. Dia adalah seorang teman aku. Akhir-akhir ini dia hilang di sekitar sini. Aku telah mencarinya di dalam hutan ini selama beberapa hari, tapi tak ada hasil apa-apa. Tak tau apakah paman pernah lihat.

Gunung Barat ini ada binatang buas di mana-mana. Orang yang sudah hilang takutnya sudah tak bisa ketemu lagi. Lebih baik kamu segera pergi saja. Paman, orang ini sangat penting bagiku. Berhubungan dengan nyawa orang, mohon Anda bisa pikir baik-baik. Kamu bisa membiarkan orang yang penting jatuh ke dalam jurang. Karena sudah hilang,

Maka ikuti takdir saja. Hidup atau mati semua tergantung perbuatannya. Pelayan. Pergi ya? Pergi dulu. Pelan-pelan. Jatuh ke dalam jurang. Bagaimana dia tau kalau jatuh ke dalam jurang? Ini punya kamu. Benar, kan? Aku benar-benar tak ingin mencurigai kamu. Jadi, aku rasa kamu perlu jelaskan padaku. Haitang.

Kamu sudah datang ke Istana Api Chong sejak umur 7 tahun. Kita bertumbuh bersama. Hidup bersama. Latihan bela diri bersama. Berbicara tentang hubungan, kita seperti saudara kandung. Berbicara tentang posisi, ketua muda istana sangat menghormati kamu, peduli dalam segala hal. Tapi kenapa… Kenapa kamu… Ini salah aku. Aku ingin menyelamatkan dia.

Tapi dia hanya dapat menangkap tas. Baik. Kalau begitu, kamu beritahu aku, para pembunuh itu kenapa sama sekali tak melakukan apa-apa padamu? Mungkin mereka… Tujuan mereka adalah Ketua muda istana. Baik. Kalau begitu, hari ini di depan papan nama ini, bersumpah di hadapan para leluhur ratusan tahun Istana Api Chong bahwa kematian ketua muda istana

Tak ada hubungan denganmu. Kamu berani? Aku tak tau. Kamu tak berani. Tapi aku berani. Aku mau menangkap semua orang itu. Tak melepaskan satu pun. Aku mau dorong mereka satu per satu ke dalam jurang. Membiarkan serigala lapar satu inci demi satu inci merobek badan mereka. Aku mau orang di seluruh dunia ini tau,

Apa akibat yang dihadapi jika mengkhianati Istana Api Chong, menyebabkan ketua muda istana meninggal. Tentu, di antara orang-orang ini mungkin termasuk kamu. Pelindung Ketua istana. Mulai hari ini, aku tak mau melihat kamu lagi. Kamu pergi saja. [Ditujukan pada Muyuan] Hati-hati. Ayo. Obatnya sudah siap. Terima kasih paman. Cepat diminum selagi masih panas.

Walaupun obat ini sedikit pahit, tapi obat ini sangat bagus. Benar. Paman, bibi, sebenarnya aku selalu ingin bertanya satu hal pada kalian. Kenapa kalian tinggal di tengah jurang ini? Kamu benar-benar ingin tau? Sebenarnya juga tak ada alasan yang penting. Aku dan pamanmu ini sebelumnya juga orang dunia persilatan seperti kamu. Yang dinamakan dunia persilatan

Adalah hari ini pukul yang ini, besok bunuh yang itu. Kemudian putra kami juga dibunuh orang. Kami suami istri juga keluar dari dunia persilatan, lalu tinggal di tengah jurang ini. Maaf ya. Sebut tentang pengalaman kalian yang sedih. Tak apa-apa. Sudah lewat begitu lama. Hanya kadang-kadang bisa ingat padanya saja. Sekarang juga sudah bisa lepaskan.

Oh iya, nona. Kamu masih belum pernah cerita masalah kamu. Sebelumnya badan kamu masih luka, kami juga tak berani tanya. Sebenarnya kamu berbuat salah pada siapa? Kenapa mereka mau bunuh kamu? Sebenarnya, aku tak berbuat salah pada siapapun. Namaku Chong Xuezhi, merupakan ketua muda Istana Api Chong. Karena paman dan bibi

Dulunya juga orang dunia persilatan, mungkin pernah dengar tentang ayahku juga. Ayahku adalah Chong Ye yang waktu dulu kerasukan iblis karena latih bela diri, kemudian bunuh banyak rekan dunia seni bela diri. Sejak aku mewarisi posisi ketua muda Istana Api Chong, awalnya aku ingin bantu ayahku dan Istana Api Chong tebus dosa,

Supaya dunia seni bela diri bisa kembali percaya Istana Api Chong. Tapi sekarang, tidak hanya orang luar yang ingin mengambil alih Istana Api Chong, dalam istana juga muncul pengkhianat. Apakah aku salah bicara apa? Tak ada. Nona, waktu sudah malam. Kamu cepat istirahat. Paman. Bapak tua. Tak apa-apa? Paman, kamu tak apa-apa? Tak apa-apa.

Ini luka yang tertinggal saat latih bela diri di masa muda. Kaki sakit pada saat cuaca dingin. Tak masalah. Tak bisa disembuhkan? Sudah tak bisa disembuhkan lagi. Tapi ada sejenis obat yang bisa meredakan sakit, namanya Rumput Lingzhi. Rumput Lingzhi ini sangat langka? Tidak langka. Di atas tebing gunung seberang juga ada. Tapi,

Aku dan paman Wei kamu sudah tua. Kaki juga kurang bagus. Lewatkan saja. Buat apa kau bicarakan ini pada anak. Cepat istirahat. Istirahatlah nak. Pelan sedikit. Kak Muyuan. Ini pertama kali, dan satu-satunya aku panggil kamu seperti itu. Ketika kamu lihat surat ini, aku sudah pergi. Tak bisa melindungi ketua muda istana,

Haitang tau sudah bersalah. Tapi aku tak ada cara lain. Aku ada seorang adik kembar, namanya Yanhe. Kami adalah yatim piatu sejak kecil. Waktu umur 7 tahun di adopsi oleh penatua Yuwen. Dia bawa kami kembali ke Istana Api Chong. Tapi menyembunyikan adikku diluar. Berjanji asal aku bekerja untuk dia, maka kami bisa berkumpul kembali.

Beberapa tahun ini aku selalu bantu dia awasi ketua muda istana. Tapi aku tak pernah berpikir bahwa dia akan benar-benar mencelakai Ketua muda istana. Pelindung Ketua istana. Maaf, aku yang mengakibatkan meninggalnya Ketua muda istana. Karena aku mencintai Pelindung Ketua istana bertahun-tahun dengan diam. Tak terima penjagaan pelindung ketua istana terhadap ketua muda istana.

Cemburu di dalam hati. Setelah ketua muda istana meninggal, aku merasa sangat bersalah. Tak bisa menghadapi semua orang. Hanya bisa menebus dosa dengan kematian. Kamu dapat surat ini dari mana? Menjawab Pelindung Ketua istana. Ini ditemukan di dalam kamarnya. Pergi saja. Baik. Pelindung Ketua istana. Aku tak percaya Haitang bisa bunuh ketua muda istana.

Kalau memang dia, itu pasti karena ada yang memaksa dia. Orang-orang baju hijau itu datang dengan ganas. Ada niat mau bunuh habis. Pasti bukan yang dilakukan oleh satu orang seperti perkataan Haitang. Pelindung Ketua istana. Kenapa diluar terasa aneh? Ada apa yang terjadi? Ada apa? Haitang bunuh diri. Kami menemukan jenazahnya di belakang gunung.

Di hari ketua muda istana dibunuh, kau tak ada di Istana Api Chong. Kamu pergi kemana? Menjawab Pelindung Ketua istana. Hari itu kami berdua pergi ke desa sebelah. Siapa yang bisa jadi saksi kalian? Ada. Bos toko arak yang di desa sebelah. Dia ada di sana seharian. Menjawab Pelindung Ketua istana.

Hari itu aku dan dia turun gunung bersama-sama. Hari itu kami minum banyak. Dengar-dengar, hari itu kamu juga tak ada. Sudah pergi kemana? Katakan. Bicara. Aku yang suruh dia keluar. Penatua besar. Akhir-akhir ini aku tak enak badan. Takutnya penyakit lama kambuh. Aku suruh dia pergi bantu aku beli obat. Pelindung ketua istana.

Kamu masih mau interogasi sampai kapan? Di dalam Istana Api Chong masih ada satu hal yang lebih penting daripada cari pelaku. Buat aku, tak ada hal apapun yang lebih penting daripada cari pelaku. Sejak Ketua muda istana meninggal, Istana Api Chong ini jadi tak ada pemimpin. Hati para muris tersebar.

Istana tak bisa sehari tanpa pemimpin. Aku dan penatua Yuchi sudah berdiskusi, harus segera tentukan Ketua istana yang baru. Ketua istana baru. Para Penatua, jenazah ketua muda istana masih hangat, pelaku masih belum ditemukan, kalian malah mau angkat Ketua istana baru pada saat ini. Kalian tak merasa

Bersalah pada ketua muda istana yang di atas surga? Pelindung Ketua istana. Kami juga demi Istana Api Chong. Kami yang melihat ketua muda istana tumbuh besar. Di dalam hati kami tak ada bedanya dengan cucu sendiri. Tapi dia sudah pergi, tak akan bisa kembali lagi. Kamu harus terima kenyataan ini. Kami sudah memutuskan

Agar kamu saja yang mewarisi sebagai Ketua Istana Api Chong. Kalian yang memutuskan, kalian sendiri saja yang mewarisi. Muyuan. Apakah kamu pernah berpikir. Kamu dan aku dapat titipan dari ketua istana Chong Ye sebagai Pelindung Ketua istana dan Penatua. Otomatis bertanggung jawab jaga Istana Api Chong, menyelamatkan Istana Api Chong dari kesulitan.

Dalam 5 tahun ini Istana Api Chong banyak kesulitan. Akhir-akhirnya malah makin sulit. Hati para murid berantakan. Kalau dalam waktu ini masing-masing aliran datang serang kita, bagaiman kita harus menghadapinya? Aku dan Penatua Yuchi suruh kamu jadi ketua Istana Api Chong hanya supaya kamu bisa pimpin Istana Api Chong dengan baik.

Supaya aktivitas Istana Api Chong berjalan seperti biasa. Ada posisi berdiri pada dunia persilatan. Bangkitkan nama Istana Api Chong yang sebelumnya. Aku pikir, ini juga yang ingin dilihat oleh Ketua muda istana. Pelindung Ketua istana, kamu adalah yang paling dihormati di dalam Istana Api Chong. Mewarisi Ketua istana, kamu sangat cocok. Para murid dengarkan perintah.

Baik. Mempersilahkan Pelindung Ketua istana mewarisi posisi Ketua istana. Mempersilahkan Pelindung Ketua istana mewarisi posisi Ketua istana. Kakek. Penatua Yuchi silahkan bangun. Semuanya bangun. Kalau begitu, aku akan terima posisi ketua istana untuk sementara. Tapi kalau suatu hari ada orang yang lebih mampu, aku rela berikan padanya. Baik. Besok adalah hari bagus.

Menurutku upacara pentahbisan ketua bisa diadakan pada besok. Semua ikuti pengaturan Penatua. Bibi. Selamat pagi. Selamat pagi. Biar aku yang bantu kamu cuci. Tak perlu. Badanmu ini masih belum sembuh, kan? Aku sudah lumayan sembuh. Coba kamu lihat. Baik. Kali ini untuk ada bibi Wei dan paman Wei. Kalau tidak, takutnya aku sudah celaka.

Kamu begitu cantik, siapapun akan selamatkan kamu kalau melihatmu. Oh iya, nona. Ada hal yang ingin bibi tanyakan padamu. Bibi tanya saja. Nona sudah menikah? Belum. Kalau begitu, pasti sudah ada ikatan menikah ya? Tak ada. Apakah ada orang yang disukai? Orang yang disukai. Umur Xuezhi masih kecil, tak pernah berpikir hal-hal ini. Bibi,

Kenapa tiba-tiba tanya tentang ini? Bibi hanya sembarang ngobrol saja. Hal seperti ini tak bisa buru-buru. Ketika jodohnya tiba, maka akan bersama-sama. Aku serahkan yang ini padamu. Bibi mau tebang kayu ke atas gunung. Bibi, aku saja yang pergi. Kakimu kurang nyaman. Dan sudah melakukan banyak untuk aku. Aku juga belum membalas sesuatu pada kalian.

Aku yang pergi. Kalau begitu harus hati-hati ya. Baik. Bibi, aku pergi dulu. Hati-hati dijalan. Baiklah. Hati-hati dijalan. Aku tau. Kedepannya aku akan tinggal disini. Benar. Bukannya ini sangat baik. Gugu. Baju baru. Oh iya. Kenapa mereka mau bunuh kak Xuezhi? Lalu kenapa mereka mau bunuh kak Haitang? Kak Haitang bukan di… Sudahlah. Gugu,

Kamu pergi ganti baju saja dulu. Baik. Buat apa kamu cerita begitu banyak padanya? Menurut kalian, kenapa Haitang begitu kejam, pergi begitu saja. Mungkin dia kira kita tak mungkin mengampuninya. Atau mungkin dia tak bisa memaafkan diri sendiri. Aku tetap tak percaya bahwa Haitang bisa bunuh ketua muda istana. Chequ. Menurutmu, apakah kita tak seharusnya

Beritahu Pelindung Ketua istana tentang tas pewangi? Aku selalu merasa ada yang salah dengan hal ini. Bagaimana menurut kalian? [Bersejarah panjang] Bagaimana dengan urusan pembunuh? Semuanya sudah dibunuh. Di dunia ini takkan ada siapapun yang tau tentang hal ini. Tuan. Menurut Anda Pelindung Ketua istana… Bukan. Ketua istana Muyuan. Kalau berhasil periksa

Tentang kebenaran kasus ini, kita harus bagaimana? Tak ada bukti, dia mau periksa dari mana? Aku hanya khawatir Muyuan akan tak berdaya, tak bisa terima dalam seketika. Kalau dia tak bisa lewati batas ini, bagaimana dia bisa memimpin Istana Api Chong? Sebarkan berita, biar para aliran besar dalam dunia persilatan tau

Bahwa Chong Xuezhi sudah meninggal. Ketua istana yang sekarang adalah Muyuan. Tuan. Kalau seperti itu, para aliran akan tau kita sedang luka parah, ingin mengambil alih atas kita. Aku memang mau mereka berniat ambil alih kita. Dengan begitu, Muyuan baru bisa terpaksa karena tekanan, sibuk menghadapi hubungan dengan setiap aliran dunia persilatan.

Tak ada waktu urus kematian Chong Xuezhi. Sudah dimengerti. Bawahan akan lakukan sekarang. [Istana Api Chong] Paman, bibi. Aku sudah kembali. Nona. Kamu pergi mana semalaman? Maaf, bibi. Sudah buat kamu khawatir. Bibi kira kamu sudah meninggalkan kami. Bagaimana mungkin. Aku masih belum selesai balas budi pada kalian, mana mungkin pergi tanpa pamit.

Aku hanya pergi suatu tempat. Jadi kamu pergi kemana? Aku siapkan sebuah kejutan untuk kalian. Istana Api Chong. Yuwen Muyuan masuk aula. Mantan Ketua istana Chong Xuezhi meninggal di pasir kuning. Membuat Istana Api Chong kehilangan pemimpin. Mulai hari ini biar kamu yang mewarisi posisi ketua Istana Api Chong. Semoga kamu memenuhi harapan.

Pimpin Istana Api Chong kembalikan nama baik sebelumnya. Yuwen Muyuan bersumpah disini. Dalam sisa hidup akan berusaha sepenuhnya melindungi Istana Api Chong hingga meninggal. Hormat kepada Ketua istana. Nona. Kamu pasti menyadari paman dan bibi sangat suka padamu. Sayangnya. Salahnya hanya pada kamu lahir di dalam keluarga yang salah. Yang paling tidak layak,

Kamu malah merupakan Chong Xuezhi, Ketua muda Istana Api Chong. Nona. Kamu jangan menyalahkan kami. Dulu ayahmu bunuh banyak orang saat kerasukan iblis. Salah satunya adalah anak putra kami. Namanya Wei Zhen. Dia bahkan tak bisa hidup hingga umurmu ini. Meski takdir orang dunia persilatan sudah ditentukan. Tapi Zhen aku tak seharusnya mati sia-sia.

Dia masih begitu muda, masih belum menikah dan punya anak, sudah meninggal dengan sia-sia. Kami yang sebagai orang tua mana bisa tak ada dendam. Nona, semua ini adalah takdir. Akui saja. Sejak hari ini, seluruh Istana Api Chong hanya ada satu tugas, yaitu periksa dengan jelas tentang kematian mantan Ketua istana, Chong Xuezhi.

Dan hukum berat atas seluruh pengkhianat di dalam istana. Supaya menghibur rohnya yang ada di atas. Tidak boleh terjadi kesalahan. Patuh pada perintah ketua istana. Bapak tua. Paman.[1] Tak apa-apa? Paman, kamu tak apa-apa? Tak apa-apa. Ini luka yang tertinggal saat latih bela diri di masa muda. Kaki sakit pada saat cuaca dingin. Tak masalah.

Tak bisa disembuhkan? Sudah tak bisa disembuhkan lagi. Tapi ada sejenis obat yang bisa meredakan sakit, namanya Rumput Lingzhi.