【FULL】And The Winner Is Love EP5【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] And The Winner Is Love Episode 5 Di hari pertandingan kesatria ada orang yang melihat Ketua Wang sedang berkeliaran di sekitar ruang penyimpanan buku rahasia. Hal ini membuat orang tidak bisa tidak mencurigainya. Soal hal ini sudah membuat kalian berdua kecewa. Meskipun aku dan kakak seperguruanku berasal dari Sekte yang sama.

Tapi sejak aku keluar dari Sekte Cambuk Perak kami berdua sama sekali tidak berkomunikasi lagi. Segala hal yang dia perbuat, aku sama sekali tidak mengetahuinya. Hal yang mau kalian selidiki ini aku tidak bisa membantu kalian. Kalau begitu, pelayan, pelayan. Antar tamu. Tunggu Pendekar Fu begitu terburu-buru ingin mengantar tamu. Mungkinkah

Ada sesuatu hal yang tidak boleh diketahui orang lain? Lucu sekali. Aku, Fu Yiya biasanya melakukan sesuatu selalu jujur dan terbuka. Bukan, omong kosong gadis kecil seperti kamu menghina reputasi aku. Reputasi? Pendekar Fu baru saja mengatakan tidak peduli pada reputasi sendiri. Bukan Kenapa sekarang tertarik pada reputasi lagi? Kalau diketahui orang-orang dunia persilatan

Anda mencari orang untuk menyamar sebagai Ketua Wang. Tidak tahu apakah reputasi Anda ini masih bisa dijaga? Omong kosong! Aku omong kosong? Baiklah Kamu panggilkan Wang Yinya kemari untuk bersaksi. Sehabis pertandingan kesatria. Wang Yinya tidak langsung kembali ke Sekte Cambuk Perak. Malah datang ke Xiangzhou. Kalaupun aku mendapatkan informasi rahasia juga sangatlah susah diperiksa.

Pendekar Fu Bagaimana dengan kamu? Kamu malah di perjamuan satu bulanan memperkenalkan dia ke orang-orang dengan begitu meriah. Seperti takut orang-orang tidak tahu kalau dia ada di Xiangzhou. Hal ini sungguh terlihat aneh. Mungkinkah Pendekar Fu juga terlibat dalam kasus pencurian buku rahasia? Itu… Itu… Ka…karena kalian berdua begitu ingin bertemu dengan kakak seperguruanku.

Kalau begitu ikutlah denganku. Pelan-pelan, kalian berdua. Hati-hati melangkah. Pelan-pelan Kenapa di sini begitu dingin? Di sini, tadinya adalah sebuah gua. Aku mengubahnya menjadi gudang bawah tanah sangatlah jauh dari permukaan tanah. Oleh karena itu di sini udaranya dingin sepanjang tahun. Bukankah kamu membawa kami mencari Wang Yinya? Datang ke sini untuk apa?

Kakak seperguruanku ada di dalam sini. Silakan, ayo kemari. Silakan. Wang Yinya sudah meninggal? Sejujurnya aku tidak ingin menutupi hal ini. Kakak seperguruanku sudah meninggal lebih dari dua hari. Bagaimana… Bagaimana bisa meninggal? Pendekar Fu Bisakah memberitahu kami apa yang sebenarnya terjadi? Mengingat pada masa itu Aku dan kakak seperguruanku

Memiliki keyakinan pada posisi Ketua Sekte Cambuk Perak. Tetapi pada akhirnya yang mendapatkan posisi ketua sekte adalah kakak seperguruanku. Setelah aku meninggalkan Sekte Cambuk Perak pulang ke Xiangzhou berdiam sementara waktu di sana. Pada akhirnya aku menyadari. Aku mungkin tidak cocok dengan hal dunia persilatan. Beberapa tahun ini aku dengan kakak seperguruanku

Juga sama sekali tidak ada komunikasi. Tetapi dua hari lalu saat perjamuan anakku berusia genap satu bulan. Aku mendapatkan surat merpati dari kakak seperguruan. Isi suratnya adalah dia ingin datang ke Xiangzhou menghadiri perjamuan genap satu bulan anakku. Aku juga tidak tahu apa motifnya. Hanya bisa melihat situasi Setelah kakak seperguruan datang ke Xiangzhou

Aku akan mengizinkannya untuk menginap di kediamanku. Silakan kakak seperguruan minum tehnya. Adik seperguruan kamu terlalu sungkan. Tidak begitu Kakak seperguruan Kali ini kenapa datang ke Xiangzhou? Aku ke ibukota timur untuk menghadiri pertandingan kesatria. Tidak jauh dari tempat kamu. Kita murid seperguruan sudah beberapa tahun tidak bertemu. Kakak seperguruan sungguh merindukan kamu.

Oleh karena itu aku datang untuk melihat kamu. Mendengar perkataan kakak seperguruan ini aku jadi merasa malu. Kakak seperguruan adalah Ketua sekte. Begitu sibuk dengan urusan sekte. Aku hidup santai di sini. Harusnya aku yang pergi mencari kakak seperguruan. Sebenarnya Kakak seperguruan kali ini datang mencari kamu karena ada urusan. Itu Kakak seperguruan

Kamu sudah tahu sejak lama kalau aku sudah pensiun dari dunia persilatan. Urusan dunia persilatan ini aku sudah tidak sanggup ikut campur lagi. Karena kakak seperguruan datang aku sudah menyiapkan kamar untukmu. Kamu, santai saja. Oh ya. Ayo sini. Kakak seperguruan Silakan cicipi camilan buatan kami. Meskipun beberapa tahun ini aku dengan kakak seperguruan

Tidak ada komunikasi. Tetapi pikirannya aku bisa mengetahuinya. Kakak seperguruan memiliki sifat yang licik. Tertarik pada reputasi. Ambisius. Ingin terus menerus mengembangkan Sekte Cambuk Perak menjadi aliran ilmu bela diri yang besar dengan cara apapun itu. Kali ini datang juga bertepatan dengan pencurian Sembilan Gaya Dewa Lotus di pertandingan kesatria. Walaupun aku tidak yakin

Apakah kakak seperguruanku yang mencurinya. Tetapi kali ini dia datang aku merasa ada sedikit aneh. Karena dia bilang datang untuk mencariku aku juga tidak enak menolaknya. Tetapi saat malam sehari sebelum anakku genap satu bulan. Aku ke ruang tamu mencari kakak seperguruanku. Kakak seperguruan Kakak seperguruan Kakak seperguruan Kakak seperguruan Kakak seperguruan

Maksud Pendekar Fu adalah saat anda menyadarinya dia sudah meninggal? Benar demikian. Orang ke sini dengan kondisi baik-baik saja malah meninggal di rumah kamu. Cerita ini apakah kamu mengarang? Bukan, apa maksudmu? Meskipun jalan yang aku ambil berbeda dengan kakak seperguruan. Tapi bagaimanapun juga kami ini satu sekte.

Aku tidak bodoh sampai membunuhnya di rumah aku. Lagipula kalau sungguh aku yang membunuhnya aku juga tidak mungkin akan berkabung untuknya. Kalau begitu kenapa kamu merahasiakannya? Bahkan mencari orang untuk menyamar menjadi dia untuk menghadiri perjamuan satu bulanan. Jadi begini. Saat aku menyadari mayat kakak seperguruan aku juga menemukan sesuatu. Apa itu? Kakak seperguruan

Tidak pernah meninggalkan dua barang seumur hidup. Satu adalah cambuk peraknya. Dan satunya lagi adalah lencana Ketua. Tetapi saat aku menemukan mayatnya cambuk perak dan lencananya sudah tidak ada. Lencana ini adalah bukti penanda Ketua Sekte Cambuk Perak. Melihat lencana ini bagaikan bertemu dengan Ketua. Bukan hanya hal ini saja. Saat ketua baru bertugas

Juga harus mendapatkan lencana ini. Tetapi sekarang ini lencana ini telah tiada. Kalau diketahui oleh murid sekte pasti akan kacau. Aku juga sungguh tidak berdaya. Makanya mengundang ahli sihir dunia persilatan untuk menyamar menjadi dia. Pendekar Fu Meskipun niat ini baik tapi bukanlah sebuah rencana jangka panjang. Meskipun bisa membohongi murid sekte sementara waktu. Tapi

Pada akhirnya pasti akan ketahuan. Aku tahu akan hal ini. Aku juga sedang meminjam kesempatan ini untuk memperpanjang waktu sampai aku menemukan lencana tersebut barulah mengungkapkan kematian kakak seperguruan. Dengan begini juga akan menjaga reputasi Sekte Cambuk Perak. Barusan Pendekar Fu masih mengatakan tidak peduli diri sendiri. Sekarang ini

Malah peduli pada reputasi Sekte Cambuk Perak. Tentu saja peduli. Kamu sebagai Ketua Istana Api Chong apakah kamu tidak bisa memahami hal ini? Pendekar Fu Apakah sudah memeriksa orang yang membunuh Wang Yinya? Sungguh merasa malu membicarakan hal ini. Saat kakak seperguruan meninggal aku dengan teliti mengamati mayatnya. Tapi tidak menemukan adanya bekas luka luar.

Juga tidak ada bekas luka dalam. Sama sekali tidak ada petunjuk. Sungguh tidak tahu kakak seperguruan mati di tangan siapa. Tidak ada luka luar. Juga tidak ada luka dalam. Pendekar Fu Bolehkah aku memeriksa mayatnya? Silakan Ketua lembah Shangguan. [Penginapan Yuelai] Aku sudah pulang. Ketua muda istana Pengemis kecil Silakan duduk Tuan Shangguan.

Bukankah kamu ada di ibukota timur? Kenapa bisa ada di sini? Aku khawatir dia berkeliaran di jalanan tidak belajar apapun. Makanya aku membawanya kemari. Ternyata Tuan Shangguan begitu baik hati. Aku dulunya demi hidup mencuri, menipu. Tetapi aku bersumpah kelak tidak akan melakukan hal buruk lagi. Aku mau mengandalkan kemampuan sendiri untuk hidup.

Menjadi orang yang berguna. Mengetahui kesalahan dan mau berubah. Tidak ada hal yang lebih baik dari hal ini. Apakah kamu tidak bersiap lanjut menjual lukisan? Aku mau membuat buku anak-anak untuk Tuan Shangguan dan belajar bersama dia. Belajar ilmu bela diri. Menjadi seorang pendekar, menyukai wanita cantik. Cukup Tuan Shangguan Kami ingin menerima dia

Bagaimana menurut kamu? Baiklah Baiklah Ketua muda istana Kalau begitu kita bawa dia pulang ke Istana Api Chong Dengan begini adik laki-laki kita akan bertambah satu. Istana Api Chong juga akan bertambah satu murid. Para tetua juga akan senang. Benar. Benar. Benar, kan? Benar. Benar. Benar tidak? Kalau Istana Api Chong bisa menerima dia

Maka akan lebih baik. Tapi juga harus lihat pendapat Ketua muda istana kalian. Ketua muda istana, Ketua muda istana Apakah kamu ingin bersama kita? Tentu saja bersedia. Baiklah. Mulai sekarang kita adalah satu keluarga. Siapa namamu? Aku tidak punya nama. Mereka memanggil aku pengemis kecil. Tapi terserah kalian suka memanggil apa. Pengemis kecil

Nama ini tidak bagus. Menjadi murid Istana Api Chong seharusnya punya nama. Benar, kan? Kalau begitu sama dengan kita saja. Bagaimana kalau namanya Manao atau Feicui. Beberapa nama ini adalah nama untuk wanita. Kedengarannya tidak bagus. Tuan Shangguan kamu yang membawanya kembali. Bagaimana kalau Tuan membantu memberinya sebuah nama. Ini agak sedikit sulit.

Apakah kamu masih lapar? Sini, sini. Karena perutmu sering keroncongan bagaimana kalau kelak panggil kamu Gugu saja? Bagaimana menurut Nona? Gugu? Gugu enak didengar. Nama ini bagus. Aku tanya padamu. Mulai sekarang apa namamu? Gugu [Penginapan Yuelai] Selama ini aku merasa aku adalah orang yang paling tidak beruntung di dunia ini.

Sampai hari ini aku melihat mereka. Dibandingkan dengan mereka ternyata aku sungguh bahagia. Sejak kecil tidak khawatir makanan dan pakaian. Setelah keluar dari Istana Api Chong baru tahu ternyata dunia seperti ini. Dibandingkan dengan kalian aku seharusnya merasa malu. Tuan Shangguan begitu berbelas kasih sudah cukup. Nasib seseorang tidak bisa hanya ditentukan oleh diri sendiri.

Nona tidak perlu khawatir lagi tentang hal ini. Sebenarnya aku juga bukan khawatir karena hal ini. Aku karena Wang Yinya sudah mati. Sekarang sudah kehilangan petunjuk. Sembilan Gaya Dewa Lotus menghilang. Takutnya akan mengacaukan dunia persilatan. Dan aku sebagai Ketua muda Istana Api Chong sungguh merasa sangat tidak berguna. Bukan begitu. Penyebab kematian Wang Yinya

Kita masih belum mulai melakukan investigasi. Tuan tidak perlu berkata begitu. Yang kamu lakukan untukku sudah cukup banyak. Kamu lihat Sungguh cantik. Sini Nona Chong Kamu seperti kristal es. Putih bersih tanpa noda. Semoga kamu tetap di awan. Jangan pernah jatuh ke dalam debu. Pemandangan malam sesepi apapun juga tetap ada cahaya dari kunang-kunang.

Juga seperti harapan dalam hidup. Nona mohon jangan patah semangat. Apa yang Tuan katakan memang benar. Bahkan jika serangga terbang kecil di tangan ini terjebak tapi tetap saja mengeluarkan cahaya yang lemah. Aku juga tidak akan menyerah. Pasti akan menemukan jejak buku rahasia. Apa rencanamu setelah menemukan buku rahasia?

Tentu saja itu untuk merevitalisasi Istana Api Chong. Kemudian menjadi seorang Ketua muda istana yang tidak berani diremehkan oleh orang lain. Bagaimana dengan Tuan Shangguan? Apa yang akan dilakukan kelak? Aku? Coba kamu tebak. Tuan Shangguan mempunyai ilmu bela diri yang hebat dan terkenal. Aku… Aku tidak bisa menebaknya. Ada beberapa hal terbatas oleh kemampuan.

Ada beberapa hal sudah ditentukan nasib. Jika kamu terbangun menemukan semua yang ada di sampingmu hanyalah ilusi. Apa yang akan kamu lakukan? Tuan, apakah kamu mengalami kesulitan? Kalau kamu butuh bantuan katakan saja padaku. Walaupun ilmu bela diriku tidak hebat tapi asalkan kamu mengatakannya aku pasti akan berusaha untuk kamu.

Tidak akan menolak dalam kondisi apa pun. Mengapa? Karena kamu pernah membantuku. Ada beberapa kesulitan bukan berarti bisa membantu walaupun ingin membantu. Tapi kamu harus ingat. Kamu pernah berjanji padaku. Setelah menemukan buku rahasia kamu harus memberikan padaku satu barang yang paling berharga bagimu. Aku ingat. Apa yang Tuan inginkan, katakan saja.

Aku tidak akan menyesal. Kakak Chequ Mengapa kamu sama sekali tidak merespon? Dan juga tidak suka berbicara. Kamu seperti sepotong kayu. Aku memang sepotong kayu. Bisakah kamu beritahu aku? Kapan kamu masuk Istana Api Chong? Apa yang kamu pelajari di sana? Beritahu aku. Ayo beritahu aku. Kakak kayu Kakak kayu Tuan Komunikasi

Tuan dan Nona Chong sangat baik. Wuming awalnya ingin melapor pada Tuan. Tapi setelah melihat kalian berdua penuh kelembutan dan kasih sayang jadi tidak tega mengganggu. Apa yang ingin kamu laporkan? Lawan sangat hebat, tidak meninggalkan jejak apa pun. Apakah ada kabar tentang Cambuk Perak dan Lencana Ketua Wang Yinya? Tidak ada. Tuan. Ada apa?

Nyonya tahu Tuan sedang berada di Xiangzhou jadi dia mengutus hamba untuk mengundang Tuan ke kediamannya besok. Baiklah. Kembalilah dan beritahu Nyonya aku akan pergi besok. Tuan. Nyonya tahu Tuan bepergian bersama seorang Nona. Harap Tuan mengajak Nona ini datang ke istana besok. Hamba mohon pamit. Tuan Shangguan. Kakakmu tahu kita bersama.

Xiangzhou adalah wilayah Raja Lu. Kakak adalah Istri Raja Lu. Wajar kalau dia tahu. Dia adalah Raja Lu. Cepat. Cepat. Hati-hati. Ayo pergi. Raja Lu mengawasi pekerjaan semua orang tidak hanya tidak takut cuaca yang buruk tapi membuat dirinya sebagai panutan. Ini sangat jarang terjadi. Kamu sudah datang. Salam kepada Nyonya. Aku

Memberi salam kepada Nyonya. Silakan duduk. Duduklah. Kakak Kamu lihat dirimu sudah lama tidak bertemu, kamu menjadi lebih kurus. Kamu juga jadi sangat kurus. Jika di luar terlalu lelah kamu pulang saja. Kamu tidak tahu seberapa khawatirnya kami ketika kamu pergi. Kakak tidak perlu khawatir, aku sangat baik. Oh ya, Kakak. Kemanakah Raja Lu?

Dia pergi untuk mengecek bendungan. Beberapa hari ini hujan lebat terus, Kaisar memberikan titah agar dia mengawasi proses penguatan bendungan. Oh begitu. Nona lebih cantik ketika dilihat dari dekat. Apakah nama lengkap Nona Chong? Aku bernama Chong Xuezhi. Chong Xuezhi, Ketua muda istana dari Istana Api Chong. Nyonya juga mengetahui Istana Api Chong?

Istana Api Chong sangat terkenal di dunia persilatan. Nama Nona sudah pernah kudengar. Tapi, kesan Istana Api Chong di hati aku berubah karena adanya keberadaan Nona. Tidak kusangka, Ketua muda istana dari Istana Api Chong yang dihina oleh dunia persilatan ternyata adalah gadis yang begitu cantik. Betul tidak, Tou? Tentu saja. Terima kasih Nyonya.

Kamu adalah teman Tou jangan terlalu sungkan. Kamu ikut dia saja, panggil aku Kakak. Baik, Kakak. Baiklah. Kakak, waktu aku dalam perjalanan ke sini aku melihat bunga di luar sangat indah. Apakah itu semuanya ditanam olehmu? Iya. Kalau sedang santai, aku dan Yang Mulia akan menanam tanaman. Nona juga suka? Kalau begitu aku suruh pelayan

Bawa kamu keliling taman. Baiklah. Tou mengapa kamu berhubungan dengan orang-orang dunia persilatan? Bahkan dengan Istana Api Chong yang kontroversial di dunia persilatan. Aku hanya melakukan tugas yang didelegasi oleh orang. Sebenarnya aku bukan tidak menyukai Nona Chong. Aku hanya khawatir kamu terlibat dalam perselisihan dunia persilatan. Aku bisa bebas dari kerajaan

Tentu tidak akan terlibat dalam urusan dunia persilatan. Kakak tidak perlu khawatirkan aku. Tou, kamu beritahu aku, apakah kamu tertarik dengan Nona itu? Kamu harus tahu kamu sudah waktunya untuk menikah. Kakak selalu memikirkannya. Kakak aku masih ada banyak hal yang belum dicapai. Masih terlalu awal untuk membahas masalah pernikahan. Baiklah.

Aku sudah tidak bisa mengaturmu lagi. Kamu pertimbangkan sebaik mungkin saja. Ayo, ayo, ayo. Kakak, silakan minum teh. Tuan Shangguan Kakakmu sangat memperhatikan kita. Dia menyiapkan kereta untuk mengantar kita pulang. Dia takut turun hujan ketika di perjalanan, nanti kita tidak bisa berteduh. Hubungan kamu dan Kakakmu sangat baik. Tapi

Mengapa dulu kamu tidak ingin menjumpainya? Karena Raja Lu? Aku hanya berharap kakak aman dan bahagia selamanya. Dia sekarang adalah Istri Raja sudah pasti aman dan bahagia. Keluarga kerajaan banyak yang menghalalkan segala sesuatu untuk mendapatkan kekuasaan. Tidak ada kebahagiaan sama sekali. Kalau begitu… Mengapa kakakmu menikahi Raja Lu? Waktu itu

Ada banyak orang terkenal di ibukota yang datang untuk melamar, tetapi tidak ada satu pun yang disukai kakak. Dia hanya menyukai Pangeran kedua yang tidak begitu pintar dan tidak disayangi. Sesuai dengan ceritamu, keluarga kerajaan jauh lebih bahaya daripada dunia persilatan. Tentu saja lebih berbahaya. Dunia persilatan yang jahat dapat bertobat tapi sebagai pangeran

Selamanya tidak dapat menghindari perselisihan. Kamu sepertinya tidak menyukai Raja Lu. Bukan tidak suka hanya saja tidak terlalu mengenalinya. Yang penting kakak menyukainya. Ada yang berkata keluarga Shangguan kami berjaya dengan mengandalkan kakakku. Aku khawatir ini demi mendapatkan kekuasaan yang pantas. Jika benar seperti ini, Kakakku sangat kasihan. Hujan ini sudah turun selama tiga bulan

Tidak pernah berhenti. Hasil pertanian ini pun rusak. Tuhan kasihanilah kami yang mengandalkan cuaca untuk mencari nafkah. Kalian harus hati-hati ketika jalan-jalan. Jangan pergi ke Kanal Dua Belas. Terima kasih atas peringatan kusir. Tuan dan Nyonya pasti bukan asli Xiangzhou, kan? Iya kami bukan, bagaimana kamu tahu? Waktu aku melihat penampilan kalian

Aku sudah tahu itu berasal dari Ibukota Timur. Aku sudah membawa tamu di sini selama puluhan tahun. Kalian berdua sangat serasi. Dia salah paham. Kenapa tidak dijelaskan? Bukan masalah besar. Tidak usah marah. Kamu Sejak kecil, aku sudah hidup di keluarga kerajaan. Sering satu kereta bersama putri para bangsawan. sudah sering dijodohkan. Tapi, setelah dewasa

Ini pertama kalinya satu kereta bersama gadis. Makanan laut yang kita makan hari ini sangat segar. Tapi sini tidak dekat dengan laut, mengapa makanan laut dikirim ke sini tidak membusuk? Karena dikirim dengan menggunakan es batu. Kusir pergi ke Kediaman Fu Yiya. Baik. Bukankah waktu itu kalian sudah memeriksa tubuh kakak seperguruanku?

Mengapa kali ini harus diperiksa lagi? Tuan Fu pernah berkata tidak ada luka dalam ataupun luka luar di tubuh Ketua Wang. Ini sangat aneh. Sesuai logika Ketua Wang adalah orang yang belajar kungfu. Tubuhnya seharusnya sedikit penyakit. Kematian mendadak kemungkinan besar karena dicelakai. Jika dicelakai, seharusnya akan meninggalkan jejak. Mengapa dia tidak meninggalkan jejak? Sebenarnya

Ada banyak ahli di dunia seni bela diri yang dapat membunuh seseorang dengan satu jurus dan sama sekali tidak meninggalkan bekas luka pada saat itu. Beberapa hari kemudian, luka akan terlihat perlahan-lahan. Tapi waktu pemeriksaan sebelumnya sudah lewat tiga hari, mengapa tidak terlihat sama sekali? Karena ruang bawah tanah yang dingin ini

Tidak hanya dapat memperlambat pembusukan tubuh dapat menunda waktu munculnya luka pada saat itu juga. Seperti kusir yang mengantarkan makanan laut dengan es batu supaya tetap segar. Ketemu Tidak, tidak, apakah ini luka? Seperti kelopak bunga. Sembilan Gaya Dewa Lotus. Tidak mungkin. Sem… Sembilan Gaya Dewa Lotus? Bukankah ini kungfu khas Istana Api Chong kalian?

– Tidak. – Rupanya Istana Api Chong yang mencelakai Kakak seperguruanku! – Tidak. – Pengawal! Tangkap gadis jahat ini! Aku sangat mempercayai kalian dan membiarkan kalian memeriksa tubuh Kakak seperguruanku! Tapi aku lupa kalian bermusuhan dengan Kakak seperguruanku dari dulu! Pengawal! Tangkap! Sebentar! Sembilan Gaya Dewa Lotus memang jurus khas Istana Api Chong.

Tapi selain ayahku tidak ada orang lain yang menguasainya. Selain itu, kematian Kakak seperguruanmu disebabkan oleh Sembilan Gaya Dewa Lotus berarti pencuri itu sudah mulai latihan. Karanglah! Teruskan karanganmu! Dalam waktu singkat ini, bagaimana bisa menguasai Sembilan Gaya Dewa Lotus?! Meski Sembilan Gaya Dewa Lotus sulit dilatih tetapi orang yang berkekuatan dalam yang hebat

Dapat menguasai gaya ketiga dalam waktu singkat. Semua ini aku katakan dengan jujur. Kamu seorang Ketua Istana yang tidak sanggup menjaga buku rahasia, apa yang kamu katakan tidak bisa dipercaya! Kamu! Tuan Fu. Tolong pikirkan baik-baik. Jika kami adalah pembunuhnya kenapa kami begitu bodoh hingga datang menyerahkan diri? Menyerahkan diri? Kalian berdua jelas-jelas ingin

Mencoba membunuhku, iya kan?! Iya, kan?! Apa kamu baik-baik saja? Fu Yiya! Kenapa kamu menyerang orang?! Tidak, Tuan Shangguan. Kamu jangan berbicara sembarangan. Kamu yang memukul aku. Aku… Aku juga tidak menyerangnya, Ketua Istana. Iya, kan? Begini saja. Masalah hari ini sampai di sini saja. Kalian pergilah. Jangan sampai nanti aku mencelakai kalian.

Masalah yang pernah kamu ceritakan kepadaku bagaimana kelanjutannya? Tidak ada informasi lagi. Kamu lihat, kamu lihat. Anak muda zaman sekarang – berpelukan seperti itu. – Memalukan. – berpelukan seperti itu. – Iya. Tuan Shangguan. Siang bolong begini. Kamu turunkanlah aku. Kamu terluka. Jangan begitu. Semua orang di sini.

– Kamu lihat, kamu lihat – Kamu lihat. Apakah sudah membaik? – Ketua Istana, Ketua muda istana. – Apakah kamu baik-baik saja? Ketua muda Istana. Aku baik-baik saja. – Ketua istana – Apa yang terjadi? Pencuri buku rahasia sudah menguasai gaya ketiga dari Sembilan Gaya Dewa Lotus. Tapi dia kenapa membunuh Wang Yinya?

Mungkin Wang Yinya sudah tahu identitasnya. Jadi dia dibunuh supaya tidak ada bukti. Mungkinkah mereka berdua memang bermusuhan? Tidak akan begitu kebetulan. Mungkinkah Wang Yinya mencuri buku rahasia dan menyerahkannya kepada ke Fu Yiya? Fu Yiya tidak ingin berbagi buku rahasia jadi dia membunuhnya. Kualifikasi Fu Yiya tidak mungkin dapat menguasai Sembilan Gaya Dewa Lotus.

Menurutku, pencuri buku rahasia ini baik dari sisi kungfu dan usia, semua melampaui kita. Tapi sekarang Wang Yinya sudah mati, tidak ada petunjuk lagi untuk mencari buku rahasia. Nona jangan kecewa. Mungkin ada satu petunjuk yang dapat membantu kita. Cambuk Perak dan Lencana Ketua Wang Yinya. Oh iya. Orang ini mengambil

Cambuk Perak dan Lencana Ketua Wang Yinya pasti karena rencana lain. Tapi.. apa tujuannya? Dijual? Memfitnah? Apa? Untuk mencegah orang lain menyelidiki diri sendiri dia membuat bukti palsu untuk memfitnah orang lain? Aku merasa yang kamu katakan itu benar. Tidak kusangka biasa kamu sangat diam, tapi ketika berbicara sangat mengagumkan. Begini saja, mulai besok

Kita selidiki dari dua benda ini. Baik. Sekarang Fu Yiya sudah mencurigai kita. Pasti berurusan terus. Kalian lakukan dengan diam-diam, jangan sampai ketahuan. Masalah ini sangat cocok jika diurus oleh dia. Kakak, mengapa kamu mencari aku? Gugu, aku memberimu sebuah tugas. Mulai besok kamu bantu aku menyelidiki dua benda.

Salah satunya adalah Lencana ketua milik Wang Yinya. Satunya lagi adalah cambuk peraknya. Aku mengerti. Ketua muda istana. Ada seseorang diam-diam mengintip di sana. Tan Yi dari Aliran Shangqing. Kamu jangan pergi. Zhu Sha. Tapi dia telah melihat kita. Tidak apa-apa. Kita tidak melakukan kejahatan, tidak takut dilihat orang lain. Kelihatannya

Bukan hanya kita yang datang ke Xiangzhou. Mereka benar-benar di sini. Mereka mungkin sudah memiliki petunjuk. Jangan bertindak ceroboh. Iya. Guru. Apakah kita… Terus mengawasi? Harus awasi dengan benar. Aku harus menemukan Sembilan Gaya Dewa Lotus. Tidak ada yang boleh mendahuluinya. Baik. Guru. Ayah. Sekarang Xiangzhou benar-benar ramai. Kita tidak datang dengan sia-sia.

Semua orang sudah merencanakan sesuatu. Ketika mengawasi Chong Xuezhi juga perlu mengetahui aktivitas para aliran. Iya, [Kediaman Raja Lu] Zheng’er. Yang Mulia sudah lelah. Yang Mulia sudah menderita. Aku tidak menderita. Rakyat yang dilanda bencanalah yang menderita. Yang mulia, silakan duduk. Oh ya. Hari ini aku mengundang Tou untuk bertamu ke rumah. Tou

Apakah dia datang ke Xiangzhou untuk mengunjungimu? Tidak. Dia menenami Ketua muda istana dari Istana Api Chong untuk mengurus masalah dunia persilatan. Bukankah Tou tidak berurusan dengan orang-orang dunia persilatan? Aku juga merasa aneh. Jadi aku menyuruh seseorang untuk mencari informasi. Dengar-dengar sepertinya masalah hilang buku rahasia Istana Api Chong.

Hal ini membuat Istana Api Chong dipersulit oleh semua aliran dunia persilatan. Untuk masalah keterlibatan Tou aku juga tidak tahu. Perselisihan dunia persilatan ini kedengarannya cukup menarik. Raja, Nyonya. Ini adalah surat dari Putra Mahkota. [Khusus untuk Raja Lu] Apa yang dikatakan oleh Putra Mahkota di dalam surat itu? Kakak bertanya apakah perlu bantuan.

Bantu aku membalas Putra Mahkota. Katakan terima kasih atas niat baiknya tapi aku ada rencanaku sendiri. Dia tidak perlu begitu repot. Baik. Yang Mulia. Apa rencanamu? Zheng’er. Kamu bantu aku mengundang Tou dan temannya dari Istana Api Chong. Aku ingin menjumpai mereka. [Penginapan Yuelai] Apa yang terjadi? Apa ini? Menakutkan sekali.

Apa yang sedang kalian lakukan? Ada apa? Kami ingin menangkap kalian! Kalian adalah pembunuh. Membunuh Kakak seperguruanku, Wang Yinya dan malah ingin kabur dari masalah ini! Ketua muda istana Fu Yiya. Mengapa kamu tidak percaya apa yang aku katakan? Tuan Yang Fu Yiya katakan tidak ada bukti sama sekali. Hanya omong kosong saja.

Omong kosong atau tidak akan diketahui setelah aku menyelidikinya. Semuanya ikut aku pergi. Tangkap Jangan bergerak! Ada apa? Kamu ingin bermusuhan pemerintah?! Letakkan Letakkan Aku akan pergi bersama kalian. Ketua muda istana. Dia benar. Kita tidak boleh melawan pemerintah. Tuan Karena kami difitnah maka aku percaya Tuan pasti akan membuktikan kebenaran kita. Bawa pergi

Apa yang terjadi? Benar Ditangkap oleh pengawal pasti bukan hal baik. [Istana Api Chong] Kamu mengatakan Ketua muda istana pergi ke Xiangzhou? Iya Sembilan Gaya Dewa Lotus sudah ada kabar. Baguslah. Kakek, bagaimana kabarmu baru-baru ini? Sejak kamu kembali tubuh Penatua Yuwen sudah semakin sehat. Baguslah. Kakek. Kamu harus makan dan minum obat tepat waktu.

Aku akan pergi ke Xiangzhou untuk menjemput Ketua muda istana pulang. Sebentar. Ini buku yang dikirim oleh Departemen Pertahanan dan aliran lain. Mereka meminta senjata kepada kita lagi. Membuat senjata adalah mata pencaharian Istana Api Chong kita. Juga komitmen kita terhadap semua aliran dunia seni bela diri.

Tetapi orang-orang dunia seni bela diri terus mempersulit kita. Hanya memberi kita waktu yang singkat. Aliran Huashan menginginkan 500 senapan panjang. Departemen Militer menginginkan 100.000 panah bulu. Kakek, ini… Ini ingin membuat kita kewalahan. Mereka ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk ke sini dan mencari Sembilan Gaya Dewa Lotus. Dua Penatua harap tenang.

Aku akan bertanggung jawab terhadap masalah pembuatan senjata. [Kantor Pemerintahan Xiangzhou] Kata-kata kamu sempurna tetapi jika tidak ada bukti nyata aku juga tidak akan memutuskan kejahatan kalian. Aku telah menyuruh orang untuk mencari petunjuk. Kebenaran akan segera terungkapkan. Tuan. Tuan, sudah ditemukan. Ditemukan dua benda ini di kamar mereka. Tidak mungkin. Kami tidak ada lokasi.

Bukti yang diambil dengan cara ini sama sekali tidak dapat dipercayai! Tuan. Panik karena ketahuan! Fu Yiya, kamu jangan memfitnah orang lain. Kalian tidak menyelidiki dengan jelas langsung ingin menghukum kami. Kalian tidak bijaksana. Diam! Pengawal! Penjarakan mereka semua! Baik. Ayo, apa yang kamu lihat? Ayo! Cepat! Jalan! [Penginapan Yuelai] Gugu. Gugu. Kakak.

Kenapa kamu duduk di sini sendirian? Ada apa? Kakak Chong dan lainnya ditangkap oleh orang pemerintah. Apa? Baiklah. Yuan’er. Kakek. Kakek, kamu belum pulih dengan sempurna. Kenapa datang ke sini? Beberapa hari ini sudah membaik jadi datang ke sini untuk melihat kamu. Yuan’er. Asalkan ada kamu di Istana Api Chong, rintangan berat apa pun

Pasti bisa kamu tangani dengan tenang. Ada aku di Istana Api Chong, Kakek tenang saja. Sini sangat dingin, cepat kembali untuk istirahat. Antar penatua kembali. Pe… Pengawal… Apakah ada orang?