【FULL】With You EP14【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Komite sekolah memutuskan… akan diadakan lomba paduan suara antar guru dan siswa, Bukankah sudah kubilang… waktu aku sangat mendesak. Dengan level karanganmu, malah belajar tulis surat cinta. Aku merasa kamu sangat cantik, jadi aku selalu ingin memberimu sesuatu. aku akan merasa sangat bahagia. Aku bukan menyalahkan kamu. Harap kamu jangan salah paham.
Tidak masalah, salah paham apa? Kalau begitu, persiapkan kompetisimu dengan baik. Jika ujian kali ini tidak bagus, aku tidak akan menempuh jalur ini. Yu Huai… meskipun tidak sehebat yang kamu bayangkan, tapi tetap masih sangat hebat. Setidaknya lebih hebat dari kamu. Jadi, kamu tetap harus memujanya. Kami yang Terbaik Geng Geng, Geng Geng! Bagaimana bagianmu?
Yu Huai tidak datang, aku sendirian… susah untuk membereskannya. Oh, jangan mengeluh terus. Aku bantu kamu. Terima kasih. Tidak masalah. Tetap cewek yang lebih bisa diandalkan. Cowok tidak bisa diandalkan. Mengatakan kejelekanku ya? Kenapa kamu baru datang? Berikan padaku. Hanya terlambar 10 menit saja. Hei, Yu Huai… bagaimana dengan lombanya? Lancar tidak? Jangan ditanya lagi.
Para Guru dan teman-teman sekalian, selamat pagi! Aku adalah wakil pidato upacara dari SMA 1 kelas 2. Namaku Zhou Mo. Tema pidato upacara pengibaran bendera kali ini adalah… Sedang apa? Jangan murung begitu. Ujianku sangat lancar. Tadi aku bercanda. Kamu gila ya? Beraninya berbohong padaku. Aku traktir kamu makan. Apa yang kamu katakan?
Aku traktir kamu makan. Baiklah. Kita tidak perlu sungkan. Xu Yanliang, jangan bermimpi. Tidak akan ajak kamu. Episode 14 Abang Adik Berdiri. Ayo pergi, terlalu mahal. Tidak masalah. Aku harus traktir kamu makan enak. Toko kami baru buka… ada acara makan gratis. Jika bisa menghabiskan makanan khas toko… dalam waktu yang ditentukan, burger super besar…
Maka semuanya digratiskan. Baiklah, itu saja. Tunggu sebentar. Seberapa besar burgernya? Mungkin sebesar ini. Besar sekali. Tidak bisa habis. Tidak masalah jika tidak habis, boleh dibungkus. Tapi harus dibayar sesuai harga aslinya. Berapa harganya? 138 yuan. Biar aku coba, biar aku coba. Cobalah. Ini… Kamu makan saja. Hari ini aku traktir kamu.
Kamu makan saja, makan saja. Kamu kenapa? Ingin muntah. Semuanya berhenti dulu. Kita harus latihan. Keluarkan dulu liriknya. Hari ini kita latihan paduan suara dan nyanyi bergiliran. Aku sudah catat tempatmu. Kamu di baris terakhir, posisi tengah. Terus kamu nyanyi suara bariton pertama. Baiklah, terima kasih. Xiaoxiao, ayahku ingin bawa aku pergi cek gigiku.
Sudah izin dengan Pak Zhang. Aku ingin pergi kembalikan buku ke perpustakaan, hari ini adalah hari terakhir. Dan aku… aku harus pergi cari Pak Zhang untuk tanya soal. Aku juga ada urusan, aku pergi dulu. Xiaoxiao, hari ini orangnya sangat sedikit, aku harus pergi ke kantor urusan akademik. Itu…aku juga… aku juga pergi. Kita latihan…
Lain kali saja. Geng Geng, syal kamu sangat cantik. Terima kasih. Apakah besok kamu punya waktu? Aku juga ingin beli syal. Geng Geng! Kamu sudah lama menunggu? Tidak, aku juga baru tiba, tidak lama. Toko tempat aku beli syal ada di… Tidak masalah, tidak buru-buru, aku sedikit lapar. Kita pergi makan dulu ya. Ayolah. Umm.
Ayo. Aku sangat suka makan es krim di musim dingin. Aku juga suka. Geng Geng. Umm. Menurutmu, Yu Huai orangnya bagaimana? Yu Huai, lumayan baik. Kenapa? Jika ada yang kejar dia, apakah dia akan menolak? Apa? Aduh, kamu sudah mendengarnya, kenapa masih tanya? Mungkin dia akan lebih peduli siapa yang mengejarnya. Jika orangnya adalah kamu?
Jika kamu yang kejar dia. Aku? Kenapa kamu terpikir ingin tanya ini? Aku tidak akan. Serius? Geng Geng. Jangan berbohong padaku. Aku tidak berbohong. Serius tidak. Tidak. Baguslah. Kak! Tolong bungkuskan sepasang cangkir itu. Apa masih ingin beli syal? Syal, tidak jadi lagi. Kenapa kamu di sini juga? Seduh kopi. Aku juga minum air.
Kamu bisa bilang tadi. Aku bantu kamu. Sudahlah, jangan sampai tanganmu kena air panas. Biarkan aku saja, bantu aku pegang gelasku. Kalian tidak tahu betapa bodohnya Geng Geng hari ini. Satu soal kujelaskan 4 kali, masih tetap tidak mengerti. Geng Geng, apa ada orang di sini? Terima kasih.
Aku merasa telur orak-arik tomat hari ini sangat enak. Iya, aku sangat suka masakan ini. Setiap kali jika ada, aku pasti beli. Benar, aku juga sama. Geng Geng, ini untuk kamu. Aku tidak mau. Makan saja. Terima kasih. Yu Huai, aku dengar, kompetisi fisikamu lumayan bagus. Lumayan. Sekarang sedang tunggu hasilnya keluar.
Jangan khawatir, kamu begitu pintar… pasti tidak masalah. Aku tahu juga ya. Itu sudah pasti. Sebenarnya kompetisi fisika kali ini… tidak sesulit sebelumnya. Kamu cari aku? Ada apa? Tidak apa-apa. Ini biskuit buatanku sendiri, aku bawakan sedikit untukmu. Tapi aku biasanya tidak makan makanan ringan. Tidak apa-apa, makanlah saat kamu lapar.
Racun Scorpio dilepaskan saat ini… mencelakai orang lain dan diri sendiri, harus waspada. Biar aku lihat dulu. Apa? Ini pemberian Yu Huai kan? Kalian sedang apa? Beta, Zheng Yamin… Enak sekali. Dicoba. Jangan, jangan. Jangan rebutan denganku. Jangan rebutan. Jangan rebutan. Aku semakin salut… dengan kemampuan rebutan kalian. Kenapa dia begitu emosi?
Yu Huai, dia marah ke siapa? Oh tidak, kalian berdua… Sudahlah, sudahlah. Belajar, pergi. Aku rasa sekarang ini… kamu harus sangat berhati-hati. Di dalam hati Yu Huai, Wen Xiaoxiao pasti kalah darimu. Tapi tidak tahan. Dia punya keunggulan. Jika kamu tidak mengambil tindakan lagi, akan sangat berbahaya. Bukankah dia memberikan Yu Huai barang,
Kamu kasih juga. Dia mengikuti Yu Huai setiap hari, kamu berdiri saja di belakangnya setiap hari… muncul dengan gaya sebagai pacar. Umm. Lihat dia bagaimana. Apa gaya seorang pacar? Tidak, dia kasih biskuit, aku juga kasih biskuit, apa aku bodoh? Tunggu. Kasih ini. Lebih bodoh. Beli ini, baca di rumah. Belajar dari yang paling sederhana.
Tidak terkena api kan? Tidak masalah. Jika zaman dulu, gadis sebesar dia, sudah bisa menikah. Bu, aku lapar. Sabar sebentar lagi. Sebentar lagi. Lumayan ya. Terlihat bagus. Cobalah, cobalah. Cobalah. Bagaimana? Asin sekali. Berapa banyak garam yang kamu masukkan? Aku tidak taruh garam. Yang aku buat adalah saus ikan. Aku taruh gula. Bisa kenyang?
Sudah kenyang. Yu Huai, ini untukmu. Aku sudah makan. Ini aku buat sendiri, coba saja. Bantu aku dulu. Bantu apa? Bantu aku buat iringan musik. Buat iringan musik? Kompetisi paduan suara kita, aku ingin kelas kita sedikit lebih kreativitas. Jadi aku main piano, kamu tiup harmonika blues. Bagaimana menurutmu? Tapi masalahnya, aku kurang terlatih juga.
Kalau begitu, kita latihan dulu di ruang musik sore ini. Baiklah. Oh ya, Geng Geng, kamu ikut juga. Surat kabar sekolah butuh beberapa foto. Bantu fotokan kamu dong. Sudahlah Geng Geng. Ayo datang bersama. Kita sepakat seperti ini. Oke, sampai jumpa nanti sore, aku pergi dulu. Baik. Jangan buat rusak. Aduh, aku belum melihatnya.
Lihat dulu, cepatan. Berikan padaku. Sudahlah. Jangan bergerak. Itu apa? Saat Zhang Ping mengajari aku, apakah sangat mirip Tuan Situ? Lihatlah ekspresinya. Ekspresiku kenapa? Kamu bilang kenapa? Siapa ini? Aku dengan Han Xu. Dia bantu aku tarik ritsleting. Jangan bergerak. Ini sepertinya terlalu mesra. Masih ada. Tidak masalah, aku cuci banyak. Yang ini masih ada.
Ini Wen Xiaoxiao kan? Kenapa tidak ada kepala? Iya. Aku sudah tahu. Kejam sekali. Dia pasti gila jika tahu. Ini Yu Huai kan? Mukanya kenapa? Ada apa? Tidak masalah. Terjatuh. Jangan bersembunyi dari kami. Ada apa itu? Punya rahasia. Ini dia foto sendiri. “Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning…” Berhenti.
Kenapa semuanya masih tidak bersemangat? Banyak siswa yang masih tidak gugup sampai hari ini. Setiap kelas punya keterampilan yang unik. Jika kelas kita ingin menang… Dia tidak peduli saat akan ikut kompetisi kemarin. Sekarang sudah siap lomba, malah keluar bentak kita. Zhu Yao, apa yang kamu katakan? Kamu sudah tenang,
Jadi mulai menyia-nyiakan waktu kami yak an? Coba katakan sekali lagi. Yu Huai! Yu Huai! Yu Huai! Semuanya jangan marah. Aku percaya Yu Huai pasti demi kebaikan kelas kita, hanya saja, masih sedikit tidak kompak. Jika tidak kompak, kita nyanyi satu per satu saja. Ide yang bagus. Kita mulai dari barisan ini. Mulai dari Yamin.
Angin berderu, kuda meringkik… Sungai Kuning memanggil. Aku pergi ke toilet. Geng Geng, kamu mau ke mana? Tidak tahan lagi. Nyanyi dulu baru pergi. Matilah aku. Sungai Kuning memanggil. Jangan tertawa, biarkan aku nyanyi dengan baik. Sungai Kuning memanggil. Jangan tertawa. Ingat liriknya, lalu ulangi lagi. Angin berderu, kuda meringkik…
Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil. Sorgum sudah matang. Sorgum sudah matang. Kamu sedang hafal pelajaran? Apa? Aku tanya, kamu sedang hafal pelajaran ya? Kamu tuli ya? Kamu yang sedang hafal pelajaran. Jadi kamu sedang… Nyanyi. Tidak mirip. Sejak kecil, ibuku sudah sakit kepala… setiap kali aku bernyanyi.
Kali ini paduan suara, jika nyanyianku tidak bagus… seharusnya sangat normal, benar kan? Aku merasa, kamu harus bertanya pada diri sendiri. Jika kamu benar-benar menyukai musik, tidak peduli bagus atau tidak. Nyanyilah sesuka hatimu. Masuk akal juga. Tapi aku merasa… tadi kamu menyanyikan lagu itu menjadi gaya rap. Kamu masih mengolok-olok aku.
Kamu suka lagu apa? Aku suka “Kakak Adik Berdiri” Itu namanya “Kakak Adik Berdiri”. Iya, adakah yang berbeda? Kamu sangat kuno. Kamu yang kuno. “Angin berderu, kuda meringkik” Kakak beradik berdiri Kenapa bukan “Abang Adik Berdiri”? “Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil” “Gunung Hexi yang tinggi”
“Sorgum Hedong dan Hebei sudah matang” “Di negara yang luas, banyak pahlawan pembela negara” Yu Huai sangat tampan, lihat dia. Aku ingin pergi ke toilet. Ayolah. Kompetisi paduan suara di kelas kita, bagaimana menurutmu? Pak Zhang bilang, mengadakan acara sekarang… sama dengan membuang waktu secara sia-sia. Dia suruh aku cari dua lagu, nyanyi sekedarnya saja.
Selain menunggu, apa lagi yang bisa aku lakukan? Kalau begitu, kamu tunggu saja…Biarkan aku saja. Tapi apa yang bisa kamu lakukan? Tunggu saja nanti. Kakek! Sebentar saja. Baik, kakek. Dari sini, naik tangga, oke? Jalan sampai ujung, belok ke kanan. Apa? Bukankah sudah kubilang, awasi Lu Xinghe. Berhenti! Berhenti! Apa-apaan ini? Pak Pan, ini, ini…
Aku tahu siswa antusias mempersiapkan paduan suara, tapi tak kusangka setinggi ini rasa antusiasnya. Kamu ke mana saja? Bagaimana semua ini di masukkan? Cepat keluarkan. Baiklah kalau begitu. Aku akan bilang pada siswa, Pak Pan tidak mengizinkan mereka nyanyi. Apa aku ada bilang tidak mengizinkan nyanyi? Aku ada bilang itu? Dari awal aku sudah bilang…
Suruh persiapkan sekedarnya saja. Tak kusangka mereka begitu semangat. Sudahlah, jangan bicara lagi. Kecilkan suaranya, masih ada yang sedang belajar. Kecilkan suaranya. Lu Xinghe berulah lagi. Latihan di koridor setiap hari. Para gadis… sekelompok demi sekelompok… menutupi depan pintu kelas kami. Pergi ke toilet saja harus berusaha setengah mati. Apa mungkin?
Jika bohong, aku adalah anjing. Datang lagi. Pernah lihat kemampuan seperti ini? Grup penggemar meningkat setiap hari. Sungguh, aku tidak punya pasar. Tidak ada pasar sama sekali. Lihatlah, level acara ini… langsung menuju Super Girl. “Aku tahu masa depanku bukanlah mimpi” Kamu tahu… kamu tahu apa? Aku tahu jika diteruskan seperti ini…
Ujian akhir semester akan hancur. Kegiatan di luar belajar juga harus ada. Harus tenangkan diri baru menyerang. Kamu harus jongkok dulu… baru dapat melompat lebih tinggi dan lebih jauh. Kamu benar-benar tidak tahu khawatir ya? Lapor! Mari, Geng Geng. Pak Zhang, ini adalah foto latihan dan catatan kelas… aku sudah selesai membuatnya. Bagus.
Papan buletin minggu ini giliran kelas kita. Buat seputar tema ini saja, buat dengan baik. Baik, baik, tidak masalah. Aku pergi dulu. Tutup pintunya. Kelas kalian hanya fokus dengan hal-hal seperti ini. Soal belajar tidak pernah fokus. Aku…waktu kecil… ayahku bawa harmonika kecil dari luar negeri untukku. Waktu itu aku tidak tahu apa itu Blues,
Hanya merasa benda itu sangat menarik. Karena dia tidak sama dengan harmonika lainnya, sangat kecil. Aku ingat sewaktu masih kecil, aku belajar piano… karena main piano mainan. Nenek yang memberikannya padaku. Tapi ketika orang tua aku memberikan… piano asli untukku, aku malah tidak suka. Karena aku merasa sangat bosan jika latihan setiap hari.
Level kamu seharusnya… sudah bisa ujian masuk sekolah musik. Aku masih ketinggalan jauh. Seperti kamu yang pintar dan berbakat seni. Apakah orang yang pintar belajar seperti kamu, struktur otaknya berbeda dari kami? Geng Geng, kamu belum pulang? Akan segera pulang. Aku sedang merindukanmu, kamu sudah datang. Aku dengar ada suara, aku tebak itu mungkin kamu.
Kenapa? Suasana hati lagi buruk? Kenapa kamu tahu? Tidak ada yang bisa disembunyikan dariku… semuanya tertulis di wajahmu. Duduklah di sini. Ngapain? Jika sedang emosi, harus… harus dilampiaskan. Kaki kiri injak sebelah sana. Tidak, aku tidak bisa. Kamu bisa. Kaki kanan injak sebelah sini. Ayo. Kamu cukup ingat tempo yang paling sederhana. Terus, lanjutkan.
Cepat juga belajarnya. Lanjutkan. Kenapa tidak angkat teleponku? Aku tidak mendengarnya. Sudah pulang sekolah, ayo. Aku…pulang dulu. Terima kasih sudah mengajariku main drum. Geng Geng, kamu pulang dulu. Kamu pergi dulu. Eh, kalian… Pergi! Berani ganti tempat? Yu Huai, apakah kamu suka… Aku traktir. Apakah kamu suka Geng… Aku suka. Bos. Uangnya terlalu banyak,
Kamu mau satu botol lagi? Kelas kalian sedang main film? Kenapa tidak ada yang memberitahu aku? Itu karena pemain utama pria sudah ada. Tidak, bisa diganti. “Aku dan negaraku” “tidak bisa dipisahkan” “Ke mana pun aku pergi” “akan ada lagu yang bagus” Mendengar lagu “Aku dan Negaraku”, kenapa aku merasa ingin menangis?
Ini adalah kekuatan pendidikan patriotik. Kalian sudah kena cuci otak. Selanjutnya adalah lagu pilihan… yang dibawakan oleh SMA 1 kelas 2, “Cinta” Bagaimana ini? Kelas 2 bagus sekali. Jika terus seperti ini, kelas kita pasti tidak akan menang. Tidak masalah, serahkan saja padaku. Ikuti denganku. “Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil”
“Gunung Hexi yang tinggi” “Sorgum Hedong dan Hebei sudah matang” “Di negara yang luas” “banyak pahlawan pembela negara” “Di dalam tenda hijau” “Muncul pahlawan” “Angkat segala macam pistol” “Lambaikan tombak dan pisau besar” “Lindungi kampung halaman, lindungi Sungai Kuning” “Lindungi Tiongkok Utara, lindungi seluruh Tiongkok” “Angin berderu, kuda meringkik” “Sungai Kuning memanggil, Sungai Kuning memanggil”
“Gunung Hexi yang tinggi” “Sorgum Hedong dan Hebei sudah matang” “Di negara yang luas” “banyak pahlawan pembela negara” “Di dalam tenda hijau” “Muncul pahlawan” “Angkat segala macam pistol” “Lambaikan tombak dan pisau besar” “Lindungi kampung halaman, lindungi Sungai Kuning” “Lindungi Tiongkok Utara, lindungi seluruh Tiongkok” Bagus. Semuanya mohon bersabar. Juri sedang mendiskusikan putusan akhir.
Hasilnya akan segera diumumkan. Silakan menunggu dengan tenang. Maaf. Aku ada pertanyaan sebelum hasilnya diumumkan. Hari ini tanggal berapa? Hari ini 9 Desember. Jadi kita datang untuk apa? Dasar bodoh! Jadi ini hari apa? Gerakan anti-Jepang. Apakah itu lucu? Kami duduk di sini hari ini, adalah untuk memperingati Gerakan Anti-Jepang 129. Tapi siapa yang tahu…
Apa yang terjadi saat itu? Aku ingin lihat apa yang bisa dikatakannya. 9 Desember 1935, Di bawah penindasan keras Partai Nasionalis Tiongkok, hampir 10.000 siswa mengabaikan larangan, pergi ke jalan untuk mengajukan permintaan, minta untuk menghentikan perang saudara, melawan Jepang. Semangat nenek moyang sangat menakjubkan. Tapi bagaimana dengan kalian? Di tubuh kalian…
Aku hanya melihat kepatuhan membuta, ketidaktahuan, mati rasa. Hanya ingin mendapatkan nilai untuk kelas… jika sudah menyanyikannya dengan baik. Semangat 9 Desember… maaf, aku tidak melihatnya. Tidak lama lagi, aku akan meninggalkan Zhenhua. Mungkin kalian tidak percaya, aku juga cukup tidak tega. Sebagai kehormatan terhadap semangat 129 yang kupahami, aku ingin mempersembahkan lagu ini…
Untuk satu-satunya gadis yang aku pedulikan. Aku harap dia ingat ada anak laki-laki seperti itu. Seorang cowok yang terlihat tidak bisa diandalkan, brengsek, dan dibenci… menyanyikan lagu revolusioner yang sesungguhnya hari ini. Siapa gadis itu? Iya, siapa? Siapa orang itu? Apa yang dinyanyikan dia? Sangat keterlaluan. Kamu suka lagu apa? Aku suka “Kakak Adik Berdiri”
Itu namanya “Kakak Adik Berdiri”. Lihat jalan. Jangan miring kanan kiri. Lihat jalan. Aduh, ribut sekali. Semua gara-gara kamu. Geng Geng! Sains dan seni… pada akhirnya adalah sama. Ke depannya kita bersama, satu melakukan seni, satunya lagi harus tahu cara hidup. Gila ya. Bagaimana, lumayan kan? Meskipun kelas kita hanya dapat hadiah hiburan.
Tapi kompetisi seperti ini, pentingnya adalah partisipasi. Yang penting adalah proses kerja keras bersama. Ketika kalian dewasa dan mengenangnya kembali, kita memakai baju siswa Republik Tiongkok, latihan bersama, berjuang bersama… inilah makna dari semuanya. Pergi lihat dulu. Pak Zhang, aku seorang cowok… jika dia pergi ke toilet, aku juga tidak bisa menemaninya. Jadi, Geng Geng…
Bantu kita semua untuk menghiburnya. Tapi aku masih… Pergilah. Wen Xiaoxiao, aku adalah Geng Geng. Aku tidak pintar menghibur orang, tapi jangan menangis. Wen Xiaoxiao, aku tahu ada satu tempat, kamu bisa nangis sepuasnya, tidak akan ada yang urus. Kamu ingin pergi? Jika kamu tidak menangis lagi, kita… Diam. Jalan saja.
Apakah ini tempat Yu Huai belajar? Kenapa kamu tahu? Waktu itu saat angkat baju, aku pernah tanya dia. Dia bilang cari sebuah tempat sunyi dan tidak ada orang, ini kan tempatnya? Kamu sangat peduli padanya. Jangan-jangan kamu… iri dia lebih pintar dari kamu? Tidak, dia pintar dalam segalanya, untuk apa aku iri padanya.
Hubungan kalian sangat bagus kan? Umm. Kamu sangat beruntung… bisa duduk sebangku dengan Yu Huai. Yu Huai… sangat baik. Dia sangat antusias dan sangat… baik hati. Aku ingat awal masuk sekolah… aku sangat tidak tahan dengan kecepatan ngajar Zhang Feng. Saat itu Yu Huai bilang dia tidak bisa mengerti. Sebenarnya, mana mungkin dia tidak mengerti.
Dia bisa semuanya, dan juga pengertian. Setiap ada acara di kelas, dia banyak membantuku. Xiaoxiao, demi kompetisi kali ini… kamu banyak berkorban, tapi akhirnya kurang memuaskan. Tapi tidak masalah. Kami semua melihat upaya kamu. Lihat aku. Aku adalah merpati perdamaian… yang dikirim oleh siswa kelas 5. Ini tisu yang aku pinjam dari Yu Huai…
Untuk hapus air matamu. Sedang apa? Aku baru saja menangis, jelek sekali. Bagus. Yu Huai, bagaimana menurutmu tentang Wen Xiaoxiao? Siapa yang tidak suka gadis cantik? Apakah kamu menyukainya? Sama seperti menyukai Rukawa Kaede dan Hanamichi Sakuragi. Geng Geng. Kenapa kamu kemari? Yu Huai, lain kali minum soda, aku yang traktir. Ayo, siapa yang takut?
Minum soda? Sejak kapan kalian begitu akrab? Sampai minum soda juga. Tapi aku akan pergi. Ke mana? Beijing. Pergi ujian masuk ke Akademi Seni Rupa. Cepat sekali. Tapi jika ke depannya ada yang menjahatimu, ingat untuk telepon aku kapan saja. Terima kasih. Sudahlah, aku pergi dulu. Kamu segera berulang tahun, Yu Huai memberimu hadiah apa?
Kamu seharusnya bilang, kamu suka semua pemberianku. Balik ke belakang. Kenapa kamu di sini? Cepat, panggil ambulans. Ada apa? Mana Fanfan? Dia terluka. Cepat. Rayakan Yu Huai… akan segera menjadi mahasiswa. SMA 2 akan ada pembagian IPA dan IPS. Jika aku ada sedikit pun keinginan untuk masuk IPS, namaku bisa ditulis terbalik.
Jika merasa IPA sangat sulit, masuklah ke IPS. Tidak ada yang ingin kamu katakan? Tidak ada. Hai, Geng Geng yang berusia 17 tahun, aku adalah Lu Xinghe yang berusia 17 tahun. Lu Xinghe! Semester baru dimulai seperti ini. Sekarang aku membawa rasa terharu disukai orang, dan detak jantung menyukai orang lain… memulai usia 17 aku.