【FULL】With You EP6【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Jika nilai ujian tengah semester tidak bagus, semuanya kembali ke tempat duduk semula. Aku tidak berani pergi cari Kepala Direksi Pan. Lagi pula, aku belum belajar untuk ujian tengah semester. Aku akan membantumu. Tapi, bagaimana caranya aku membantumu? Sudahkah kamu mendengarnya? Gunakan teknologi kamar gelap… untuk menggabungkan kembali orang dalam foto. Astaga!

Kamu terus bermain dengannya, tidak takut tidak bisa kuliah? Untuk apa begitu galak? Aku akan lebih galah jika bertindak langsung. Aku mungkin tidak bisa pergi. Kenapa kamu tidak pergi? Aku tidak punya waktu. Geng Geng! Ayo cepat. Ayo. Kenapa masih melongo? Aku pernah belajar jurus pertahanan diri. Aku suka “Hidup itu Indah”

Kamu adalah orang pertama yang suka lagu yang sama denganku. Kami yang Terbaik Ada sesuatu yang ingin kuberitahukan. Jumat ini, ada Peringatan ke-88 Sekolah Zhenhua. Lalu… paginya di lapangan… akan ada acara perayaan khusus yang sangat meriah. Katanya setiap kelas harus ada acara. Coba pikirkan apakah ada acara yang bagus. Kalian respon dulu. Acara kelas,

Acara grup, acara minum teh… Tiongkok memang banyak acara. Geng Geng! Kamu bilang apa? Aku tidak punya apa-apa, aku tidak punya. Tolong kalian berikan ide. Berikan saran dulu. Geng Geng, aku dengar… bukankah kamu punya teman yang belajar seni? Apa maksudmu? Sudahlah. Jangan berpura-pura lagi. Aku sudah dengar dari mereka. Si A demi mengejarmu…

Sudah menghabiskan banyak dana untuk menempelimu. Kenapa jadi seperti ini? Kita belajar dulu. Selamat pagi Pak! Pagi! Duduk! Baik, mari kita buka bukunya ke halaman 50. Kemarin kalian sudah pergi lihat pameran ukiran kertas? Sudah, sudah. Kenapa? Aku dengar ukiran kertas itu tidak biasa. Harga di pasaran sangat mahal. Oh, benarkah?

Kalau begitu hubungan mereka pasti tidak biasa. Aku rasa pasti ada sesuatu di antara mereka. Geng Geng. Apakah benar? Iya. Iya? Apa? Kenapa? Kamu kenapa? Tidak apa-apa. Aku ingin pergi ke toilet. Ayo kita ke sana. Ayo, ayo. Di formulir studi tertulis… kamu pernah belajar bernyanyi ketika masih TK.

Di formulir studi tertulis, kamu bisa biola ya. Bantu, bantu. Menyebalkan. Nyanyi saja jika suka. Yang aku pelajari adalah suara anak-anak. Sekarang suaraku sudah berubah, tidak bisa nyanyi lagi. Apa kamu punya ide atau keterampilan? Menurutmu? Aku juga ingin membantumu, tapi selain waktu tidur dan busur refleksi, aku benar-benar tidak punya keterampilan.

Ini adalah kata yang sangat jujur. Aduh, aku terima niat baik kalian. Jangan perlu khawatir. Sini, minum air, istirahat dulu. Bos, kamu royal sekali. Itu botolku. Aku tidak ingin air, aku ingin orang. Oh, maaf ya… toko sudah kehabisan stok sekarang. Hanya tinggal satu. Meskipun kualitasnya buruk, tapi bisa bertahan sebentar. Ini terlalu buruk,

Lebih baik aku pilih istri bos. Bukan. Maksud aku… istri bos yang maju. Sudahlah, tidak perlu dijelaskan. Minggir! Episode 06 Putri Raja akan Lahir! Mari. Aku lihat dulu kalian para pengurus kelas… apakah ada saran yang bagus. Senam urutan ke-8. Siapa yang menulis ini? Gabungan lagu. Ini kelas lain sudah ada. Permainan alat musik.

Ini sangat sulit untuk diterapkan. Dada… Dada memecahkan batu? Yu Huai, apa maksudmu? Lu Xinghe! Kepala Direksi Pan! Anak muda, lumayan ya. Tidak mengecewakan aku. Itu aku sembarang buat. Siapa yang tidak kumpul? Ada yang tidak kumpul. Kamu tidak menghitung dirimu sendiri ya? Aku sudah, sudah hitung. Aku buat senam.

Masih bisa kamu mengataiku tadi ya. Tapi, setidaknya aku… aku sudah memikirkannya dengan serius. Aku tidak kumpul. Tapi aku tidak tahu cocok atau tidak. Katakan saja. Aku pernah menulis ulang naskah. Kamu begitu berbakat ya. Naskah apa? “Putri Salju dan Tujuh Kurcaci” Geng Geng! Menurutmu, bagaimana ide ini? Ah, ide apa?

Kami bilang ingin buat drama singkat, “Putri Salju dan Tujuh Kurcaci” Aku rasa kedengarannya bagus. Ini sangat kreatif. Putri salju… dan rusa kecil Bambi. Aku merasa ini sangat bagus. “Putri Salju” ada peran putri dan pangeran di dalamnya. Jika Han Xu memerankan pangeran, aku akan berbaring di peti kristal, melihatnya datang dengan kuda putih,

Dan menciumku dengan lembut. Bagaimana, bagaimana? Bagaimana hasil rapatnya? Dengar pengumuman saja. Semuanya! Ah, Pak Zhang ya. Aku gunakan dulu waktu 2 menit. Terkait masalah acara peringatan sekolah, kami sudah memutuskannya. Yaitu naskah yang ditulis oleh Wen Xiaoxia, “Putri Salju”. Acara kali ini… diatur oleh Xu Yanliang, Wen Xiaoxiao sebagai sutradara umum. Beberapa pengurus kelas…

Sudah berpartisipasi secara sukarela. Pak… aku…aku dipaksa untuk sukarela. Yu Huai, sebagai andalan dari kelas 5, kamu tidak akan bisa lari. Apakah ada siswa lain yang ingin berpartisipasi? Pak, aku ingin ikut. Jiandan. Bagus. Yang Mulia Putri tersayang! Apa yang kamu konyol Pak, aku juga ingin ikut. Geng Geng. Ada lagi?

Jika ada lagi yang ingin ikut, kalian bisa cari ketua kelas atau Wen Xiaoxiao. Aku tulis namamu ya. Aku jadi manajer kalian. Setiapnya diharapkan ikut secara aktif. Baiklah. Aku tidak menunda waktu lagi. Belajar dengan baik. Hari ini kita sambung bahas urutan angka. Buka buku ke halaman 106. Hei, Zhang Ping!

Kamu terlalu fokus terhadap perayaan ulang tahun sekolah. Aku rasa harus lebih diutamakan belajar. Mengasah pisau tidak memengaruhi waktu pemotongan kayu. Aku hanya ingin mengingatkan kamu. Oh, aku tahu. Aku hanya tidak ingin saat mereka mengingatnya kembali, masa SMA hanya ada belajar. Pas kebalikannya. Aku khawatir saat mengingatnya kembali,

Mereka akan mengeluh tidak belajar dengan baik waktu SMA. Iya, benar juga yang kamu katakan. Aku masuk kelas dulu. Bibi. 5 yuan ya? Geng Geng! Aku baru saja sedang mencarimu. Untuk apa cari aku? Kamu akan tahu nanti. Apa yang terjadi? Pemuda seni gila. Lepaskan dulu. Lepaskan dulu. Sudah sampai. Bukankah ini taman sekolah kita?

Apa yang perlu dilihat? Benar. Perhatikan baik-baik. Mataku rusak, atau kamu bisa meramal? Aku berikan sedikit petunjuk. Lihatlah! Lihatlah! Terang cahaya saat ini, pemandangan ini, cantik kan? Sini… setiap hari hanya ada waktu sekarang ini yang paling indah. Sinar matahari… pas datang dari sudut ini. Lu Xinghe! Hei! Kamu kenapa? Aku belum mengucapkan terima kasih.

Terima kasih atas ukiran kertasnya. Sekedar membantu saja. Tapi bisakah kamu menjauh dari aku? Terutama jangan membuat tindakan seperti ini. Kenapa? Kamu tidak mendengarnya ya? Sekarang ada rumor di mana-mana. Bilang kita… Bilang…bilang aku kejar kamu kan? Tidak hanya itu. Tidak masalah, aku tidak keberatan. Aku keberatan. Tapi ini… Untuk sementara, kita jaga jarak dulu.

Dalam waktu satu minggu. Tidak. Dalam waktu setengah bulan. Jangan datang cari aku lagi. Naskahnya tidak cukup. Kita kongsian saja lihatnya. Begitu meriah. Tiba-tiba terasa sangat gugup. Bagaimana jika gagal? Begitulah. Ada begitu banyak latar di dalam naskah. Hutan, kastil dan rumah kayu. Bagaimana cara membuatnya nanti? Masalah ini… tentu sudah dipertimbangkan oleh sutradara.

Kita persilakan sutradara untuk menjelaskannya. Terima kasih sudah mempercayai aku. Drama ini… diadaptasi dari dongeng Grimm “Putri Salju” Dongeng Grimm? Bukan dongeng Andersen? Dengar sutradara dulu. Ini adalah naskah adaptasiku sendiri. Jadi akan ada beberapa… poin yang ingin aku ungkapkan sendiri. Kemarin… Pak Zhang, Sutradara Wen dan aku… kami buka rapat kecil. Dalam rapat…

Kami sudah menentukan pemeran utamanya. Pangeran adalah Han Xu. Ibu tiri adalah Wen Xiaoxiao. Putri… Xu Yanliang. Apa? Xu Yanliang! Coba katakan… kamu yang mengaturnya ya? Aduh, ini ditentukan oleh Pak Zhang. Aku juga tidak berdaya. Benar kan Han Xu? Ada apa? Tolong perlakukan aku dengan lembut dong. Aku tidak tahan.

Jika dia yang memerankan putri, kita tidak akan bisa menang. Jangan ribut dulu. Belum selesai bagi peran. Jangan ribut dulu. Jangan ribut dulu. Jangan ribut lagi. Jangan ribut lagi. Putri, putri… Aku tolak. Jangan ribut lagi. Maaf. Saat melepas kacamata, aku tidak bisa melihat dengan jelas. Agak panik. Jangan keberatan ya. Uh…

Mari kita bahas dialognya. Hai, pagi! Hai, apa kabar? Ada berita baru belakangan ini? Ada. Apakah kamu sudah mendengarnya? Ada apa? Putri raja akan lahir. Hei, kenapa kamu tidak lanjut? Sambung, cepat sambung. Tidak, belum lahir… kenapa tahu seorang putri? Matamu ada fungsi B-scan ya? Benar juga. Naskah apa ini? Naskah abal-abal.

Ini adalah kelas Zhang Feng. Zhang Feng? Ayo. Semuanya ingat dialognya ya. Berakting jadi peti, untuk apa ingat dialog? Sekretaris pembelajaran! Ketua kelas! Apa hal terpenting bagi siswa? Adalah belajar. Kembali! Ada banyak kelas SMA 1, baru pertama kali aku lihat kelas seribut kalian. Contoh 1. Dua bilangan jamak 3+4i 3-4i,

Disebut sebagai bulangan jamak konjugasi. Ketika bagian nyata dari dua bilangan jamak sama, bagian imajiner bertentangan satu sama lain, dua bilangan jamak ini disebut bilangan jamak konjugasi. …juga dinamakan bilangan imajiner konjugasi. Semuanya kerjakan dulu… contoh 1 dan contoh 2 yang ada di bawahnya. Wahai cermin ajaib, katakan padaku… siapa wanita paling cantik di dunia ini? Wanita paling cantik di dunia ini… adalah kamu, ratu. Wahai cermin ajaib, katakan padaku… siapa wanita paling cantik di dunia ini? Itu kamu, Geng Geng.

Aku sudah mendengarnya. Wahai cermin ajaib, katakan padaku… akankah ada cowok yang menyukai aku? Makan! Geng Geng! Iya! Sedang apa kamu di dalam kamar? Aku sedang baca buku. Kenapa aku dengar sepertinya sedang ngomong sesuatu? Apa yang kamu dengar? Hei, jangan seolah-olah aku sedang menguping. Kami akan latihan drama besok. Aku sedang hafal naskah.

Drama apa? Kisah seorang wanita pingsan di hutan, dan diseret ke rumah gelap oleh tujuh pria. Apakah itu “Putri Salju”? Putri Salju. Benar. Putri Salju. Wahai cermin ajaib, katakan padaku… siapa wanita paling cantik di dunia ini? Kamu sangat cantik, Ratuku. Tapi Putri Salju lebih cantik. Apa? Aku ingin membunuhnya. Petugas! Ah, giliran aku ya.

Ratu membawa apel beracun… datang ke rumah kayu tempat Putri Salju bersembunyi, tapi Putri Salju tidak tahu bahaya sudah mendekat. Oh ya Geng Geng. Nanti kamu yang pegang apelnya. Baik. Yu Huai… bisakah jangan melihat naskahnya? Terlalu panjang. Kamu bisa mengingat begitu banyak rumus, ini seharusnya bukan masalah kan? Kamu sama sekali tidak menghafalnya ya?

Sudahlah, sudahlah. Semuanya sudah capek. Istirahat dulu. Cepak sekali. Peti juga capek ya. Aku sudah mengakumulasikan formulir ini. Kelas kalian, Rata-rata nilai ujian fisika untuk 2 soal terakhir di atas 8. Hampir sama dengan kelas 2. Apa masalahnya? Jawaban mereka benar semua. Pengurangan nilai hanya karena tahap penyelesaiannya salah. Aku mengerti Pak.

Bisakah berikan aku sedikit waktu? Aku pasti akan memberikanmu penjelasan. Zhang, jika hal ini benar, Zhenhua… belum pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya. Sebenarnya, bagian tadi… aku punya ide. Bisakah biarkan dia tanya lagi satu pertanyaan? Tanya… raja lebih mencintai aku atau Putri Salju. Kenapa? Karena aku merasa… meskipun Ratu jahat,

Tapi dia sangat peduli dengan penampilan… dan kecantikannya. Itu artinya dia pasti ingin mendapatkan… perhatian dari orang-orang yang dia peduli. Hei, benar juga, Geng Geng. Kamu sangat berbakat. Tidak. Tiba-tiba terpikir saja. Dan aku merasa, latihan kali ini… hanya kamu sendiri yang serius. Aku hanya merasa… bisa tidak menghadapi pelajaran untuk sementara waktu,

Aku sudah sangat senang. Baiklah, semuanya. Kita lanjut latihan lagi. Baik. Oh ya, Geng Geng. Dialogmu sudah selesai. Bagaimana jika…kamu bantu Yu Huai hafal naskahnya? Baiklah. Pejalan kaki! Hari tenangmu akan segera berakhir. Kemarilah! Apakah kamu sudah mendengarnya? Putri raja akan lahir. Ada. Ada. Apakah kamu sudah mendengarnya? Putri raja akan lahir. Akan lahir.

Hai, pagi! Hai, pagi! Ada berita baru belakangan ini? Ada. Apakah kamu sudah mendengarnya? Apa? Putri raja sudah lahir. Tunggu sebentar. Sudah ganti naskahnya? Saat Wen Xiaoxiao ganti, kamu tidak mendengarkan? Pantas dia marah. Kuberitahukan ya, semalam di rumah… aku sudah hafal semua naskahnya. Meski masih tidak terlalu lancar, tapi aku merasa…

Ini jauh lebih mudah dari hafal pelajaran. Begini saja… Kita ulangi sekali lagi, aku coba tidak melihat naskah. Baik. Hai! Pagi! Hai, pagi! Ada berita baru belakangan ini? Ada. Aku dapat nilai 71. Aku dapat nilai 71. Ini adalah nilai tertinggi… yang kudapat seumur hidupku. Hanya beruntung saja benar. Apa perlu sesenang ini?

Apa maksudnya beruntung? Tolong jangan suka menyiram air dingin. Ini adalah motivasinya. Hei, besok harus melakukan pertunjukkan. Gugup tidak? Kamu gugup? Sedikit. Tenang saja. Kamu cukup serius saat latihan. Kamu sangat tidak ingin… ikut dalam acara ini ya? Sedikit. Hanya dongeng anak kecil. Demi kegiatan formalistik itu. Sangat membosankan. Tapi aku merasa…

Latihan kali ini sangat gembira. Bagaimana pun, kegiatan kelompok seperti ini… sangat jarang ada. Hai, pagi! Hai, pagi! Apakah kamu sudah mendengarnya? Apa? Larinya agak cepat. Terima kasih, terima kasih. Sedikit bersemangat. Kali ini… dapat memenangkan aktris terbaik… dan aktris pendukung terbaik Zhenhua, aku sangat bersemangat. Tidak bisa bicara lagi.

Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya, terlebih… aku ingin berterima kasih kepada guruku, orang tuaku, teman sekelasku, dan teman sebangkuku yang bodoh. Tunggu sebentar! Tunggu sebentar, Kakak! Maaf, maaf! Aku terlambat. Ada kurang nilai? Kamu lagi ya? Kamu masuk SMA dari SD ya? Zaman apa sekarang, tidak ada istilah kurang nilai. Terima kasih Kak.

Oh benar Mana cowok yang bersamamu? Siapa yang kamu bilang? Yang begitu tertawa nampak gigi taring. Itu teman sebangku aku. Oh, teman sebangku ya. Pergilah, teman sebangku. Sampai jumpa. Ayolah. Baik. Semuanya, berbaris dulu. Datang lebih awal. Ayo, berbaris. Benar, berdiri dengan baik. Kita tunggu sebentar. Pak Zhang Ping, aku ingin pergi ke toilet.

Sebentar lagi akan segera dimulai. Aku akan segera kembali. Tidak tahan lagi. Baiklah, cepat pergi. Cepatlah. Banyak sekali orangnya. Bunyikan petasan. Kenapa tidak duduk di kelas? Kakak! Sekarang sedang dibunyikan petasan, jika lari kembali, terkesan kurang baik. Oh ya, siapa namamu? Namaku Geng Geng. Geng Geng? Itu adalah Geng Geng Yu Huai (selalu dirindukan)

Namaku juga sangat aneh. Siapa namamu? Luo… Zhi. Luo Zhi. Nama yang bagus. Orang juga cantik. Selanjutnya kita persilakan perwakilan siswa untuk berbicara. Para Pemimpin, Guru… teman-teman, selamat pagi semuanya. Aku adalah Sheng Huainan, kelas kedua tahun ajaran kedua. Aku merasa terhormat bisa berdiri di sini hari ini, berpidato mewakili semua guru dan siswa.

Di cuaca yang cerah ini… Kakak! Kakak! Kakak! Sini anginnya kencang, cepat kembali ke kelas. Aku pergi dulu. Sampai jumpa. Terima kasih atas bimbingan sekolah dan perhatian guru. Aku kita kamu jatuh ke toilet. Tidak. Cepat, cepat, ayo. Para Pemimpin dan Guru… yang terhormat, siswa-siswa dan… teman tersayang, selamat pagi semuanya.

Ucapan selamat dari angin musim semi, pepohonan dan bunga memenuhi kampus sekolah. Di hari yang ceria… dan penuh warna, kita menyambut peringatan ke-88 Sekolah Zhenhua. Kita bangga terhadap Zhenhua. Dua orang itu tidak capek ya? Dari tadi ngomong terus. Ada banyak sekali orang di bawah panggung. Kenapa? Gugup? Namaku adalah Tidak Gugup. Hai Tidak Gugup,

Kenapa kamu keluar begitu banyak keringat? Pagi tadi… aku lihat kamu sedang ngobrol dengan Wen Xiaoxiao, sepertinya sangat senang. Aku… minta maaf padanya karena sikapku sebelumnya, lalu sekaligus berterimakasih padanya. Berterima kasih padanya? Terima kasih dia sudah… membantumu menemukan bakat dramamu, tidak lagi hanya bisa fotografi. Sedang apa? Pergilah ke neraka!

Aku pergi lihat dandanan dulu. Selanjutnya kita saksikan tarian dari SMA 2 kelas 3. “Kebahagiaan”. Baru-baru ini, aku sangat bosan. Kamu bosan? Kamu tidak bisa membayangkan seberapa bosannya aku. Seberapa bosannya kamu? Aku sendirian di rumah… jongkok di atas jamban. Sambil minum… sambil tunggu kencing. Sangat menderita. Bosan. Aku ajarin kamu satu cara.

Kamu langsung minum itu… Minggir! Kenapa? Tidak ada orang seperti kamu. Itu tidak cocok. Tapi sebenarnya ada hal lain yang lebih membosankan. Bagaimana membosankan? Pak, bisakah aku pergi ke toilet? Lihat pertunjukkan dulu. Tidak tahan lagi. Cepat pergi. Bagaimana ini? Bagaimana ini? Jika diteruskan seperti ini, tunggu sampai giliran kelas kita,

Penonton sudah tidak bersemangat lagi. Jangan khawatir. Tidak ada gunanya memikirkan hal ini sekarang. Kamu mau ke mana? Aku cari angin dulu. Jangan terlalu lama. Kenapa kamu kemari? Pertunjukkannya terlalu membosankan, aku turun jalan-jalan dulu. Aku sedang menunggu pertunjukkan kalian. Lumayan cantik. Bagaimana? Aku tidak salah kan? Sedang apa kamu? Seperti hantu saja! Tiba-tiba muncul.

Aku lihat kamu mengamatinya dengan begitu serius, tidak tega mengganggumu. Oh ya! Kamu suruh aku jangan mengganggumu selama setengah bulan. Apakah kamu begitu penurut? Tergantung harus menurut ke siapa. Kenapa kamu di sini? Mengikuti aku? Ini namanya takdir. Ngomong bahasa manusia. Pertunjukannya terlalu membosankan. Aku keluar untuk jalan-jalan. Apa itu? Tidak muat. Bagus sekali.

Aku sembarang gambar. Nampak Geng Geng? Tidak. Hampir giliran kelas kami. Aku pergi dulu. Nanti aku beli bunga untukmu. Jangan, jangan, jangan. Tolong jangan. Gosip akhirnya sudah berlalu. Sampai jumpa. Sudah mulai. Mana orangnya. Eh, sudah datang. Geng Geng, cepat. Menakutiku saja. Kamu pergi ke mana? Aku kira kamu tidak akan balik lagi.

Sudah sampai kelas mana? Berikutnya adalah kelas kita. Cepat bersiaplah. Bilang sama Yu Huai, jangan main-main saat pertunjukkan nanti. Apa yang kamu tertawakan? Bagaimana dengan dialogmu? Tidak! Sepertinya aku sudah lupa semuanya. Jangan buat masalah. Jangan bercanda saat ini. Aku saja tidak gugup, untuk apa kamu khawatir? Kamu makan berapa banyak tadi siang? Kenapa? Benar.

Punya siapa? Biarin, cepat diminum. Sudah baikan? Sedang apa kalian? Aku… Kenapa begini? Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba begini. Sedang apa kamu? Aku buat dia terkejut, mungkin berguna. Cepat, cepat. Geng Geng cegukan terus. Segera giliran kita, akan segera dimulai. Jewer telinganya. Tidak berguna. Tahan napas, coba dulu. Tahan nafas. 1 2 3. Makan apel.

Resep rahasia. Apa rahasia apel ini? Sudah sembuh? Sembuh. Benaran bisa. Mantap Zhou Mo. Kamu ambil dari mana? Ini… dari sana. Aku kenapa? Tidak ada apel, bagaimana Putri Salju berakting? Selanjutnya mari kita saksikan drama dari… SMA 1 kelas 5… “Putri Salju”. Hai, pagi! Ada berita baru belakangan ini? Ada. Apakah kamu sudah mendengarnya? Apa?

Putri raja akan lahir. Masih belum lahir, sudah tahu itu putri. Se…serius? Iya. Bagus! Semangat! Semangat! Apa yang sedang kamu pikirkan? Aku memikirkan apel. Bagaimana dengan apelnya? Nanti aku pikirkan caranya. Hafal dulu dialogmu. Ada apa? Acara apa ini? Apa yang dikatakannya? Siapa wanita paling cantik di dunia ini? Tidak bisa didengar. Apa yang dikatakannya?

Apa? Aku ingin membunuhnya. Turun! Turunlah! Ngomong apa? Satu kata pun tidak terdengar. Apakah kamu sudah mendengarnya? Ada seorang pangeran di selatan… kabur dari rumah… karena menolak pernikahan yang diatur keluarga. Oh, kalau begitu… aku bisa bertemu dengan pangeran… di pasar. Bagaimana ini? Semua salahku. Tidak apa-apa. Nanti aku berakting sebagai apel. Wen Xiaoxiao.

Sedang apa, kenapa? Jangan bercanda. Kembalikan kacamataku. Kondisi seperti ini, maju. Maaf. Saat melepas kacamata, aku tidak bisa melihat dengan jelas. Jangan keberatan ya. Dia buka kacamatanya. Tidak apa-apa. Wahai cermin ajaib, katakan padaku… siapa wanita paling cantik di dunia ini? Kamu sangat cantik, Ratuku. Sudah kuduga… aku adalah wanita paling cantik di dunia ini.

Sekarang… aku ingin menggunakan apel yang paling beracun… untuk membunuh Putri Salju. Mana apelnya? Mana apelnya? Nggak benar! Ratuku, aku adalah apel kecil. Apa ini? Oh! Tangkai apel. Ayo. Siapa? Apel yang lezat, adakah yang ingin memakannya? Yang Mulia Putri, aku adalah apel yang paling lezat, inginkah kamu memakannya? Kelihatan sangat enak.

Yu Huai mantap sekali. Sifat asli pahlawan sudah tampak. Ah, nona yang cantik, kamu kenapa? Karena apel beracun, dia dibunuh oleh ibu tiri yang kejam. Hanya jika mendapat ciuman dari sang pangeran, dia baru bisa bangun. Akulah sang pangeran. Cium dia! Aku sangat menyesal membunuh sang putri. Apakah kalian bersedia sang putri diselamatkan? Bersedia!

Cium dia! Pak Pan, kamu memanggilku? Pak Zhang, lihat rekaman ini. Lihatlah depan pintu kantormu. Ini Geng Geng bukan? Lihat waktunya. Geng Geng terlihat bersembunyi, pasti dia yang mencuri soalnya. Ternyata perasaan duduk di kursi penonton… seperti ini. Wahai cermin ajaib, katakan padaku… siapa pria yang aktingnya paling bagus di dunia ini? Kenapa melongo?

Yu Huai! Tidak apa-apa. Apakah kamu sudah menyadarinya… sebenarnya kisah di balik layar… juga sangat seru. Yu Huai! Sebenarnya kenapa? Apakah kamu tahu? Sebenarnya aku sangat suka… sangat suka duduk sebangku denganmu. Aku… Jangan bilang… kamu tahu kamu digemari semua orang ya. Jadi apa yang harus aku bilang? Bilang aku tahu… kamu mencintaiku?

Tidak perlu dijelaskan. Siapa yang mencintaimu. Mataku tidak buta. Apa maksudnya buta? Aku digemari setiap orang. Aku bukan orang biasa. Geng Geng! Akhirnya aku menemukanmu. Kenapa… di mana-mana ada kamu? Sebenarnya kamu tahu atau tidak? Geng Geng kenapa? Intinya, dia pasti kena skors. Ujian fisika soal terakhir kelas 5,

Nilai satu soal lebih tinggi 2 poin dari kelas 1 dan 2. Jika bukan Pak Zhang, berarti adalah Geng Geng… curi soal dan memberikannya kepada kalian. Tidak mungkin. Mulai hari ini… kamu tidak perlu… menjadi wali kelas lagi. Siapa yang melakukannya, dia harus bertanggung jawab. Aku pergi cari Pan. Sedang apa kamu?

Zhu Yao, dengarkan baik-baik… aku bukan pengecut. Pak Zhang tidak menjadi wali kelas kita… ini sama seperti dunia kiamat. Kalau begitu, kita pergi cari Kepala Direksi Pan. Awalnya aku ingin pergi cari Kepala Direksi Pan, tapi semakin ditunda semakin tidak berani. Kami semua sangat menyukai Zhang Ping. Maaf. Tidak ingin dia pergi.