【FULL】With You EP5【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Berikan aku satu alasan. Kenapa kamu harus berbeda dari yang lain? Tiga. Dua. Kenapa kelas 5 boleh pindah? Kejar kebebasan dan keberanian, bukankah itu moto Zhenhua? Jika kamu mampu, jangan pernah kembali lagi. Banyak hal dalam hidup, tidak bisa ditentukan oleh diri sendiri. Aku akan berusaha sesuai impianku. Aku percaya suatu hari,

Aku akan menjadi orang yang aku inginkan. Tapi Kepala Direksi Pan, besok kelas kami ada pertandingan basket. Foto aku… saat aku sedang main basket, bagaimana? Kamu sudah janji padaku, masuk final akan membiarkan aku pergi. Ayo. Waktu Chen Haonan terluka, Si gagap juga merawatnya seperti itu. Tidak ada yang bagus? Tidak ada.

Ada murid di sekolah kita, yang bunuh diri pada saat ujian. Kami yang Terbaik Apa yang sedang kamu lakukan? Hei, kamu sudah dengar belum? Ujian tengah semester tahun lalu, ada satu siswa yang nilainya tidak bagus, jadi bunuh diri dengan lompat dari gedung. Itu adalah siswa yang berlomba nilai. Nilainya selalu tidak stabil.

Hanya sekali ujiannya tidak bagus, dia sudah tidak tahan. Tapi, nilaimu cukup stabil. Hei! Aku tidak menerima kertas bekas. Jual di tempat lain. Gara-gara Kepala Direksi Pan, suruh aku pergi foto. Aku tidak punya waktu untuk mengerjakan soal. Fisika. Geografi. Matematika. Semuanya tidak aku kerjakan. kamu yakin jika duduk di dalam kelas,

Kamu bisa mengerjakan soalnya? Dan… jangan terus bermain dengan Lu Xinghe. Kenapa? Kamu terus bermain dengannya, tidak takut tidak bisa kuliah? Untuk apa begitu galak? Aku akan lebih galah jika bertindak langsung. Posisi Sekolah Menengah Afiliasi Beijing… hanya selisih 0,7 % dengan kita. Juga mencapai 90% lebih jumlah murid teladan… yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Lihatlah hasil ujian pengetesan, apakah itu termasuk level Zhenhua? Sekolah Menengah Afiliasi Beijing sudah berkata… akan melampaui kita dalam waktu tiga tahun. Kami sangat pasif. Zhang Ping! Aku akhirnya tahu… pengaruh guru terhadap murid. Kelas 5 seharian hanya tahu bermain. Jika gara-gara kelas 5, mempengaruhi situasi keseluruhan Zhenhua, bisakah kamu bertanggung jawab? Kepala Direksi Pan,

Aku akan mengaturnya lebih ketat. Oh ya! Suruh Geng Geng kelasmu… datang cari aku. Ke mana? Masih sedang rapat. Sekarang aku bahas masalah berikutnya. Episode 05 Kembangkan Lagi Otakmu! Pedang kenari! Siswa kelas 5, dalam masa Berjaya, meminta kepada dewa pengawas ujian, ujian kali ini pasti bisa lulus. Penghapus siapa? Punyaku. Bawa pergi.

Sudah gigit setengah, masih kamu taruh di sini. Itu akan menyinggung dewa. Membosankan. Dewa, ada orang memfitnah kehormatan kami terhadap-Mu. Kali ini ujian dia, kamu tidak perlu memberkatinya. Kamu… Kamu apa? Sini, ucapkan doa bersamaku. Roh- roh surgawi! Sedang apa kamu? Aku juga tidak berdaya, hanya bisa menggunakan cara ini.

Jika ujian kali ini tidak mendapatkan nilai yang bagus, orang tuaku pasti akan membunuhku. Aduh, jangan bergerak. Sedang apa kalian? Masih sempat bermain? Apa-apaan ini? Jiang Niannian, soal ini sudah dibagi seminggu, sudah berapa yang kamu kerjakan? Kalian sudah berjanji padaku. Sewaktu ribut ingin pindah tempat duduk, jaminan kalian sudah dilupakan?

Jika nilai ujian tengah semester tidak bagus, semuanya kembali ke tempat duduk semula. Geng Geng. Pak Pan suruh kamu pergi ke kantornya. Tidak boleh dibiarkan lagi seperti ini. Dalam waktu satu bulan, jika tidak bisa meningkatkan nilai setiap mata pelajaran, aku akan menarik jabatan kalian. Tahukah kalian, ujian nasional tinggal kurang dari 1000 hari.

Kalian sama sekali tidak merasa panik. Salah makan obat ya. Jangan berbicara di kelas. Soal ke-5. A adalah gesekan statis ke kiri. B adalah gesekan dinamis ke kiri… dan gesekan statis ke kanan. Soal selanjutnya. Guru! Soal tadi, aku masih belum mengerti. A adalah gesekan statis ke kiri. Soal ini sudah dibahas berapa kali,

Kenapa kamu masih tidak mengerti? Aku ketinggalan pelajaran kemarin. Jika ketinggalan, seharusnya dengarkan baik-baik. Untuk apa ngobrol denganku? Itu juga gara-gara kamu. Mengerti tidak? Kamu tidak akan bisa memahaminya. Sudahkah kamu mendengarnya? Berdiri! Sampai jumpa Pak! Cepat bantu aku. Foto ya? Aku tidak berani pergi cari Kepala Direksi Pan.

Lagi pula, aku belum belajar untuk ujian tengah semester. Untuk apa belajar? Apa yang harus aku lakukan? Baiklah, jangan khawatir. Kali ini aku jadi orang baik. Aku akan membantumu. Tapi, bagaimana caranya aku membantumu? Hei! Aku beritahukan sesuatu. Aku sudah cari tahu. Zhang Ping dijahati oleh Kepala Direksi Pan. Dijahati? Kenapa?

Kepala Direksi Pan rapat dengan Zhang Ping, Zhang Feng… dan guru-guru lain. Zhang Ping dimarahi. Jika kali ini kita tidak ujian dengan baik, Zhang Ping akan sial. Jadi hari ini dia seperti lagi datang bulan. Yang dimaksud itu kamu. Tolong semuanya lebih giat. Jangan menyusahkan Zhang Ping. Sudah selesai belum ceramahmu? Jika masing-masing kita…

Memperdalam satu poin pengetahuan, maka kita dapat mengerjakan lebih satu soal dengan benar. Jika dapat mengerjakan lebih satu soal dengan benar, maka setiap orang bisa dapat lebih 2 poin. Tahukah dengan dapat lebih 2 poin, apa artinya bagi kelas kita? Apa artinya? Maka kita bisa melewati kelas 1 dan 2. Satu. Dua. Tiga.

Tiga soal ini salah semua. Kurang 12 poin. Menurunkan rata-rata nilai kelas 0,33333. Sudahlah, jangan sembarang buka. Di sini. Cepat manfaatkan waktumu. Kamu tidak punya banyak waktu lagi. Aduh, aku tahu. Cepat! Makan sambil berpikir, atau berpikir sambil makan, pilih salah satu. Bisakah aku makan mi dulu? Aku jelaskan untukmu.

Kenapa suruh dia jelaskan, tidak mau aku? Kejelekan kelas tidak boleh disebarkan keluar. Kenapa rumus geometri kamu salah lagi? Hanya hal sepele saja, sudah berapa aku memberitahumu? Ini ada 108 jenis perubahan. Ah! Ada apa? Tali sepatu lepas. Tidak masalah. Kamu hanya tidak berkembang dengan baik. Setelah dua tahun, tubuh kamu berkembang… otak tumbuh lagi,

Semuanya akan baik-baik saja. Siapa yang tidak punya otak? Katakan sekali lagi. Geng Geng. Sini, kemari! Kepala Direksi Pan. Pak Zhang tidak memberitahumu, suruh kamu datang cari aku? Dia sudah memberitahuku, aku juga sudah pergi cari kamu, tapi kamu tidak ada di kantor. Mana fotonya? Aku harus mengirimnya ke Dinas Pendidikan dan Berita Malam.

Dua hari ini, aku… aku sudah pergi cuci foto, tapi itu… peralatan studio rusak. Rusak? Umm. Kamu bisa pergi ke studio lain. Foto lain tidak penting, yang paling penting adalah foto bersama itu. Siang Pak! Siang Pak! “Apakah kamu sibuk mengejar seperti aku” “Mengejar kelemahlembutan yang tak terduga” Kenapa banyak hal datang sekaligus?

Geng Geng sudah pulang ya. Kamu tidak pergi bekerja hari ini? Hari ini aku cuti. Aku rindu kamu. Ayahmu tidak baik padamu? Atau istri barunya itu? Tidak. Dia sangat baik terhadapku. Aku hanya merindukanmu saja. Kamu ini… Rindu aku 10 menit, telepon 10 menit, begitu rindu, setengah jam sudah berlalu. Maaf. Aku sedang membersihkan telepon.

Lanjutkan saja. Sudahlah. Belajar dengan giat. Sampai sini saja. Kenapa kamu bersembunyi di sini? Ada tempat seperti ini di sekolah kita ya? Masih ada banyak hal yang tidak kamu ketahui dari Zhenhua. Pantas seharian kamu tidak ada di kelas 2. Aku sudah sibuk mencarimu ke mana-mana. Kenapa? Kamu mencariku tiap hari ya?

Hei, bantu aku dong. Tolong ajak tim Jepang keluar. Lalu setiap orang, aku foto 2 kali. Aku gabungkan. Gabungkan? Ini. Gunakan teknologi kamar gelap… untuk menggabungkan kembali orang dalam foto. Astaga! Intinya kita foto ulang, lalu dipelajari lagi. Tapi ini butuh banyak benda. Cairan obat, panci, bola lampu merah, dan mesin pembesar. Apa boleh buat.

Sekarang hanya tinggal cara seperti ini. Baiklah, aku carikan benda-benda ini. Tapi, begitu banyak orang… kamu bisa menggabungkannya dengan baik? Lebih baik kamu suruh mereka berdiri sesuai posisi di foto, lalu kamu gabungkan Pan ke dalam. Benar juga. Biasanya kamu tidak terlihat suka belajar. Ujian. Kemari, Geng Geng jangan pergi. Yu Huai juga mendaftarkan kamu.

Lihat dulu waktunya. Daftar apa? Pak Zhang Ping… membentu sebuah les. Suruh kita daftar secara sukarela. Aku dan Jiandan sudah daftar, kamu juga ikut dengan kami. Les? Benar. Tujuan aku pergi… adalah untuk memperhatikan kalian para siswa terbelakang. Minggir! Hei, tunggu dulu, tunggu dulu. Jangan tulis namaku dulu. Aku mungkin tidak bisa pergi.

Kenapa kamu tidak pergi? Nilaimu begitu jelek, kenapa tidak ingin ikut les? Aku tidak punya waktu. Kamu sudah menggunakan waktumu untuk bermain kan? Apa itu termasuk bermain? Ayolah. Umm. Kemarin saat bahas tentang ujian, kamu sangat panik. Aku mohon. Biarkan aku pergi. Hanya dengan kertas ujianmu… yang kosong dua pertiga bagian,

Ujian fisikamu paling hanya dapat 60. Aku bukan sedang menakutimu. Kamu tahu sendiri. Mulut gagak. Nilai bahasamu juga merupakan bencana. Ini. Semua ini adalah soal dasar. Jika ada yang tidak bisa, silakan ditanya. Soal dasar? Bicara apa di sana? Ini masih susah? Kamu sangat membantunya. Pasti karena menyukai Geng Geng kan?

Dia sangat bodoh, mana mungkin aku menyukainya? Sepertinya aku mendengar namaku. Apa yang dia katakan? Dia bilang kamu sama sekali tidak bertanggung jawab. Buat mereka semua menunggumu di sini. Maaf. Ini masalah aku. Sudah merepotkan. Tidak perlu minta maaf. Geng Geng, foto aku dulu dong. Terima kasih. Maaf. Bisakah…

Mohon semuanya berdiri sesuai posisi foto ini? Kami akan foto ulang sesuai foto ini. Kenapa kalian tidak menjelaskannya kepada Pak Pan? Dia bilang karena beberapa hari itu… aku sangat capek… menemani mereka, semuanya datang karena aku. Terima kasih Pak, sudah bersedia datang. Dia bilang Pak Pan akan menghukumnya, dia takut.

Kini masih ada hukuman fisik dalam pendidikan Tiongkok? Lain kali masih berani melakukan kesalahan seperti ini? Aku tidak akan mengulang kesalahan seperti ini lagi. Tapi Pak Pan sering mengasah keinginan kami. Kamu banyak berkorban demi mengejar gadis ini. Dia bilang… aku sangat baik padamu. Jangan omong kosong. Satu. Dua. Tiga. Kemari!

Kenapa kamu tidak datang ikut les? Pak Zhang, aku… Pekerjaan tim perwakilan Jepang tinggal satu hari lagi. Hari ini aku tidak salah mengaturnya kan? Kamu sudah paham dengan soal ini? Lihat dengan jelas. Tambahkan garis bantu di sini. Sudahlah. Aku akan mengerjakannya sendiri. Kamu kelompokkan dulu soal yang salah, berikan padaku sepulang sekolah.

Aku masih ada urusan setelah pulang sekolah. Pergilah bermain sendiri. Pada dasarnya, aku sudah mengerti. Kita bisa mencobanya. Benda yang dibutuhkan juga sudah siap. Sekarang hanya tinggal Kepala Direksi Pan. Tapi aku masih tidak tahu bagaimana cara foto dia. Foto saja dari jauh. Tidak bisa. Tidak bisa dijangkau oleh lensaku. Yu Huai. Kamu tidak pulang?

Ada satu soal penelitian. Aku ingin memastikannya dulu. Oh ya, Lu Xinghe sangat populer di kelas kalian kan? Dia sangat unik. Pak Zhang Feng sangat tidak menyukainya. Aku biasa saja. Tapi orangnya lumayan baik. Sedang apa kamu? Ingin membunuhku ya? Ini! Tidak bisa. Semua data jadi kacau. Harus diulangi sekali lagi. Ketik lagi? Siap.

Coba dulu. Lepaskan. Berhasil. Bagus sekali, terima kasih Paman Geng. Paman yang sangat berbakti. Apa maksudnya? Ayah, aku sedang memujimu. Fanfan. Hei, Geng Geng sudah pulang ya. Geng Geng cuci tangan dulu, ayo kita pergi makan. Baiklah, ayo. Ah, makan. Ayo Lin Fan. Ayo, pergi makan. Hei, cepat makan. Halo. Ibu. Kenapa kamu datang sekarang?

Ini untukmu. Ini kartu baru yang kubeli untukmu. Sudah diisikan pulsa. Ke depannya hubungi aku dengan ini. Jika membutuhkan sesuatu, dan tidak bisa memberitahukan ayahmu, kamu telepon ibu saja… atau kirim pesan juga bisa. Ibu, aku tidak butuh apa pun. Lihat lagi soal ini. Pak Zhang. Jangan lihat lagi.

Nanti saat kamu menjelaskannya, aku akan dengar baik-baik. Apa ini? Zhang Ping! Zhang Ping! Bukan aku ingin mengataimu. Ini les terakhirmu ya. Setidaknya kamu luangkan waktu untukku. Nilai matematika… murid kelasmu, itulah rasanya melihat hantu. Kamulah hantunya. Kenapa bilang seperti itu? Makan jeruk. Manis tidak? Asam sekali. Asam? Umm. Apakah soal ini untuk kita?

Kertas macet. Jangan sembarangan mengambil barang guru. Ada apa? Soal yang dibuat Pak Zhang Ping, bukankah itu soal yang digunakan untuk les kita? Soal ini sudah jelas bukan soal dasar. Sudahlah Beta, nanti Zhang Ping kembali. Untuk apa panik? Apakah mungkin Zhang Ping adalah guru pembuat soal? Sekarang saatnya dewa ujian membantu kita. Cetak saja.

Beta, kamu sangat berani. Kembalikan saja kepada Zhang Ping. Aku ingin belajar dengan giat sekarang. Aku pasti bisa mengerjakan soal ini. Soal ini… bahkan aku pun tidak bisa menjawabnya. Kamu bisa atau tidak… apa hubungannya dengan aku? Han Xu, coba lihat dulu soal ini. Sangat sulit. Soal sesulit ini tidak akan diujikan.

Ini adalah soal kompetisi. Soal apa? Biar kukerjakan dulu. Soal kompetisi apa? Kalian tidak bisa ya? Tetap harus aku. Pasti tidak bisa. Sama sekali tidak bisa fokus. Hanya tinggal cara terakhir. Apa? Sudah ditulis dengan jelas, masih ada yang tidak mengerti? Kenapa itu… Dicatat dulu. Cukup memahami cara untuk menjawabnya. Biar aku menulisnya. Dengarkan dulu.

Aku ingin menyampaikan satu pemberitahuan. Mari kita sambut… tamu dari Jepang. Saat ini teringat aku. Semuanya, jika kita tahu teori dasar musik… Begitu mulai pelajaran publik, guru suka membual. Siapa yang bernyanyi sambil menghitung not angka? Pernahkah kamu melihat kemampuan aku? Hanya kamu sendiri yang punya kemampuan? Geng Geng. Cepat difoto. Siapa yang bisa menulisnya?

Siswa ini… pernahkah kamu mempelajari teori musik sebelumnya? Tidak pernah. Tapi ini adalah soal matematika yang sangat gampang. Berlagak. Tambahkan semua X dengan 5, lalu konversikan ke hubungan nada penuh dan setengah nada. Coba ditulis dulu. Geng Geng. Sedang apa kamu? Fo…foto. Posisi yang ditulisnya benar semua. Tapi melupakan tanda mol di bagian depan.

Salah kan. Tapi memecahkan masalah musik dengan sistem matematis, sangat hebat. Semangat. Namamu… Yu Huai. Oh, Yu Huai. Kamu tidak pernah belajar alat musik kan? Aku pernah belajar harmonika blues sendiri. Itulah cowok pemain basket yang ingin difoto Geng Geng? Apa kamu tidak merasa dia suka menjadi pusat perhatian? Tidak.

Aku merasa dia sangat pintar dan tampan. Apa yang dikatakannya? Bilang siswa itu tidak tahu tapi pura-pura tahu. Permisi! Bisakah aku menggunakan piano? Hei, Geng Geng. Difoto ya. Penampilannya sangat bagus. Semuanya sangat hebat. Lumayan bagus. Dia sangat rendah hati. Ah, siswa kalian yang memainkannya dengan bagus. Tampan kan? Katakanlah…

Aku menghabiskan berapa banyak film kamu? Naif! Hei, Geng Geng. Kemari, fotokan dulu. Umm, baik. Ayo, satu dua tiga. Siap. Geng Geng! Ayo cepat. Ayo. Kenapa masih melongo? Yu Huai, belakangan ini mereka sepertinya semakin dekat. Kamu ingin membawaku ke mana? Tidak! Kenapa? Kamu ingin aku ke toilet wanita? Sini tidak ada orang. Jangan.

Tidak masalah. Ayo, tidak ada orang, tidak masalah. Lu Xinghe! Aduh, kuberitahukan ya… jangan sembarangan. Aku pernah belajar jurus pertahanan diri. Kamu berpikir terlalu banyak. Kenapa masih melongo? Cepat datang bantu. Oh! Hebat juga. Eh. Kenapa begini? Bodoh sekali. Pembentukan gambar dari lensa cembung akan terbalik. Oh!

Kita cukup cuci bagian atas Kepala Direksi Pan saja. Kalau tidak, badannya juga kelihatan jika di baris kedua. Cuci kepalamu! Bukankah ini tarzan? Bagaimana ini? Tetap tidak bisa. Sama sekali tidak bisa. Sudahlah. Begini saja. Berikan filmnya untukku, Aku bantu kamu. Apa lagi cara yang bisa kamu pikirkan? Bukankah kamu juga tidak punya cara?

Jika tidak ingin mati, percayalah padaku. Paman Geng, kamu sudah siap? Oh, sebentar lagi. Aku sudah siap menggabungkan jalurnya. Baik. Cepatan. Ayah. Aku harus pergi belajar. Aku harus memanfaatkan waktu dengan baik. Jangan ganggu aku. Baik, pergilah. Larinya cepat sekali. Cepat disimpan. Tidak ada habisnya. Tidak apa-apa, main saja. Cepat disimpan. Geng Geng. Ah.

Kamu kenapa dua hari ini? Kenapa sepulang sekolah, aku tidak melihatmu? Foto tim perwakilan bermasalah. Aku sedang memikirkan caranya. Masalah sebesar ini, kenapa tidak memberitahu aku? Aku sudah memberitahu kamu. tapi aku belum selesai ngomong, kamu sudah pergi. Jika aku teruskan, kamu pasti galak lagi padaku. Ini apa, Beta?

Itu adalah soal penting saat aku ikut les. Pelajari baik-baik. Mungkin saja bisa membantu saat ujian. Tidak bisa. Tidak bisa tapi masih begitu galak. Kemarilah, aku jelaskan. Lihat sini. Gambarkan koordinat di sini. B. Pintar. Sudahlah, sudah sore, ayo pulang. Besok masih ada ujian. Masalahnya, begitu banyak soal… kamu juga tidak mengerjakannya. Masih kosong semua.

Lebih baik kamu buang saja. Begitu berat. Tunggu sebentar. Aku antarkan kamu. Oh ya! Lagu yang kamu mainkan saat pelajaran seni musik… aku merasa lumayan enak didengar. Bagus juga. Dapat menyukai lagu yang sama denganku. Seleramu masih tertolong. Eh! Kamu suka lagu apa sekarang? Aku rasa… Beyond lumayan. Kebetulan sekali… aku juga suka Beyond.

Lagu mana yang paling kamu sukai? “Langit yang Luas” dan “Masa Cemerlang” lumayan bagus. tapi aku lebih suka “Hidup itu Indah” Kamu adalah orang pertama yang suka lagu yang sama denganku. Lain kali coba kamu mainkan lagu itu. Itu… aku hanya bisa satu lagu itu saja. Oh! Aku juga merasa aneh.

Soal itu adalah soal aslinya. Aduh, biarian. Pokoknya, aku sudah jawab semuanya. Saat mengerjakan soal fisika SMP, juga tidak selancar ini. Beta dapat soal itu dari mana? Angkanya juga sama persis. Lalu kenapa? Jangan-jangan Beta buat curang lagi. Kuberitahukan ya, sebenarnya soal itu cukup sulit. Banyak sekali masalahnya. Tidak gampang. Tidak gampang. Bagus sekali.

Bagus sekali. Ayo, ayo, ayo. Ada apa? Bagus sekali. Geng Geng. Kemari, kemari, kemari. Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Kepala Direksi Pan. Pantas kamu tidak memberikan fotonya untukku, ternyata ingin berikan kejutan ya. Bagus sekali. Lihatlah. Bagus sekali. Besok… aku suruh Koran Malam datang foto. Sejak kapan kalian berdua memutuskan untuk kerja sama?

Guru Jepang itu sudah ambil foto, katanya ingin dibawa kembali ke Jepang. Lihat apa yang kamu lakukan. Aku sangat kagum padamu. Kuberitahukan dulu. Ini… dibuat oleh siswa kelas kami, Lu Xinghe. Hasilnya… lumayan bagus. Tapi aku rasa… tetap foto saat aku main basket lebih ganteng. Geng Geng. Lain kali harus lebih teliti.

Jika bukan karena kamu ceroboh, namamu tidak akan disatukan dengan orang ini. Geng Geng Xinghe. Naif. Kakak, ini paling stabil, kamu pakai ini. Ayo kita lomba. Ayo. Kakak, kamu menang. Halo, Bu… Kuberitahukan ya, kali ini aku mengerjakan ujian dengan sangat baik. Soal fisika terakhir yang paling sulit juga sudah kujawab. Jumat ini,

Peringatan ke-88 Sekolah Zhenhua. Coba pikirkan apakah ada acara yang bagus. Aku pernah menulis sebuah naskah. Hei! Kamu kenapa? Kamu tidak mendengarnya ya? Sekarang ada rumor di mana-mana. Bilang aku kejar kamu kan? Kita persilakan sutradara untuk berbicara. Jangan ribut dulu. Kamu sama sekali tidak menghafalnya ya? Belakangan ini latihan, hanya kamu sendiri yang serius.

Cepat dimakan. Kamu ambil dari mana? Ini… dari sana. Bisakah berikan aku sedikit waktu? Aku pasti akan memberikanmu penjelasan. Apakah kamu tahu? Sebenarnya aku sangat suka…