【FULL】With You EP3【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Siapa yang menggantungkan bajuku di atas tiang bendera? Aku. Apa lagi yang terjadi? Aku merasa ada yang salah. Kamu tahu apa? Jika ganti aku, tidak lebih dari satu jam, 8 huruf moto sekolah akan selesai aku susun. Kali ini pasti bermasalah. Aku merasa dia sangat percaya diri. Jangan terlalu kuat. Jangan lupa, aku sempat menyelamatkanmu.

Aku akan membalas kebaikanmu. Tempat kita diurutkan sesuai dengan apa? Sesuai dengan nilai. Ke depannya kita… kita berempat adalah sahabat. Siapa yang ingin bersahabat dengan kalian? Punya kamu. Perpindahan adalah kuantitas fisik … yang menunjukkan perubahan posisi partikel. Siapa yang tidak mengumpulkan tugas? Berdiri sendiri. Geng Geng. Jangan peduli dengan Zhu Yao.

Dia bisa ingat tugas, semuanya karena beruntungan. Hei, Zhu Yao. Kita tukaran saja. Namaku Zhang Feng, guru matematika kalian. Aku berbeda dengan siswa buruk ini. Ada apa? Lihat saja sendiri. Berkelahi hanya karena masalah kecil seperti ini? Pengaturan tempat dudukmu tidak benar. Tapi ini adalah tradisi di Zhenhua. Bagaimana jika kita berunding dulu.

Apakah jika kami menang, kami bisa mengatur tempat duduk sendiri? Kenapa kamu membiarkan siswa mengacau? Aku akan menanggung semua konsekuensinya. Kami yang Terbaik Hei! Bisa naik motor tidak? Hei! Motormu bagus. Punya kamu juga bagus. Hei! Ada apa? Lu Xinghe! Sedang apa kamu? Sangat jelas, aku sedang membaca. Cepat pindah kembali.

Aku tidak ingin duduk di sana. Tidak boleh sesuka kamu. Jika kamu pindah, bagaimana jika yang lain juga ingin pindah? Kalau begitu, semuanya pindah saja. Tidak boleh pindah. Sebagai ketua kelas, aku harus ngomong dulu. Masalah tempat duduk, itu diurutkan berdasarkan situasi belajar… setiap siswa. Guru sudah mengaturnya dengan teliti. Kita tidak boleh mengecewakan guru.

Kalau begitu, cukup aku sendiri yang duduk sini. Kalian tidak perlu bergerak. Berikan aku satu alasan. Kenapa kamu harus berbeda dari yang lain? Kenapa kelas 5 boleh pindah? Guru kelas 5 lebih pengertian dari kamu. Lu Xinghe! Baik. Kamu suka kelas 5? Punya kemampuan, kamu pergi ke kelas 5 saja.

Episode 03 Kenapa tidak menungguku? Bersiaplah. Sedang apa kamu? Tidak…kamu pindah… pindah kelas? Bisa dikatakan begitu. Dua Pak Zhang sudah tahu? Hei, Geng Geng. Ini adalah kertas ujian kamu dan Yu Huai. Kamu juga tidak begitu bagus. Kenapa kamu? Untuk apa kamu ke sini? Sama seperti kamu. Gila! Untuk apa kamu duduk di sini?

Sangat kebetulan. Kamu kenapa? Tidak apa-apa. Terima kasih. Sama-sama. Pengertian sekali. Sudah bagi kertas ujian ya. Iya, nilai ujianmu lumayan bagus. Bagaimana dengan kamu? Biasa saja. Lu Xinghe! Pulanglah ke kelasmu. Sana lebih nyaman. Aku tidak mengganggu waktu semua orang. Akan kutangani kamu setelah selesai pelajaran. Sudah dapat kertas ujian kan? Siswa yang salah,

Balik tanya guru SMP kalian. Setelah liburan musim panas… Hei! Kamu juga tidak boleh beremosi terhadapnya. Kertas ujian tidak bersalah. Aku juga tidak bersalah. Saat garis lurus L melewati titik sudut kanan F2 dari elips. Kamu ingin sembarangan seperti ini? Bukankah kamu yang suruh aku ke kelas 5? Aku tidak ingin omong kosong denganmu.

Cepat kembali! Kenapa kamu tidak pegang janji? Lu Xinghe, kenapa kamu masih tidak bersyukur bisa masuk ke kelas 2? Kenapa kamu ingin memperburuk dirimu sendiri? Apa maksudnya? Di kelas 5 namanya memperburuk diri? Jangan ikut ribut. Mengejar kebebasan dan keberanian, bukankah itu moto sekolah Zhenhua? Bagus sekali kata-katanya. Ini bukan moto sekolah kita. Bagus.

Jika kamu mampu, jangan pernah kembali lagi. Baik! Beta! Lu Xinghe! Mantap! Jadi teman. Gampang. Beta! Kamu juga ingin dimarahi ya? Ayo. Aku adalah pahlawan di antara wanita. Aku tidak percaya tidak bisa menanganinya. Aduh! Biarkan dia di kelas kami beberapa hari. Aku bantu kamu untuk mengaturnya, oke? Hei! Bersihkan dulu tempat ini.

Aku sudah bersusah payah membersihkannya tadi. Ayah! Sudah pulang ya. Kenapa lama sekali pulangnya? Karena piket 2 kali. Hari ini… aku masak ikan rebus favorit kamu. Mantap! Ayah, kenapa kamu beli begitu banyak cola? Bukankah kamu suka minum? Hei. Kurangi minum yang dingin. Sebentar lagi harus makan. Ayah,

Apakah ke depannya kamu masih akan terus mencintaiku? Anak bodoh. Apa yang sedang kamu bicarakan? Ayo makan. Geng Geng. Tunggu aku. Jiandan. Aku dengar teman sebangkumu nilainya lumayan bagus. Yu Huai ya? Umm. Intinya, dia sangat tidak normal. Berapa nilainya? Fisika 100. Matematika… Tinggi sekali. Aku tidak ingat lagi. Kenapa kamu menanyakan ini? Aku penasaran.

Sekedar tanya saja. Oh! Kamu bantu Han Xu tanya ya? Tidak, tidak. Aku sendiri yang ingin tanya, Jangan disebarkan keluar. Apa yang sedang kalian bicarakan? Pak Zhang. Apakah kamu memiliki daftar nilai ujian pengetesan? Sepertinya ada. Tapi untuk apa kamu minta itu? Jangan keras-keras. Aku… tidak menganjurkan kamu melihatnya. Takut memengaruhi semangat kamu untuk belajar.

Bukan, Pak. Aku hanya ingin tahu… di mana kurangnya kelas kami dengan kelas satu dan dua. Kamu memiliki perspektif internasional ya. Tapi… ingin bertarung, harus tenangkan bagian dalam dulu. Nilai sekarang tidak bagus, itu tidak masalah. Kamu baru SMA 1. Katakan saja. Apakah jika aku yang ingin melihatnya, kamu tidak akan memberikannya untukku?

Kamu tidak perlu melihatnya. Aduh, baiklah. Bukan aku yang ingin melihatnya. Oh! Kamu… Aku tahu. Aku carikan untukmu. Lebih luas. Cepat dilihat, cepat. Hei, apa ini? Daftar dari satu angkatan. Lihatlah. Kamu ada di sini. Ranking pertama di kelas kita, berada di posisi 15 dari satu angkatan. Han Xu lebih rendah 3 ranking dari kamu.

Mantap juga kamu. Jarak kamu dengan ranking pertama tidak jauh. Kamu dapat dari mana? Ini untukmu. Geng Geng. Aku sarankan kamu jangan melihat ini dulu. Kenapa? Aku takut memengaruhi semangat kamu untuk belajar. Tidak ingin mempedulikanmu lagi. Kepala Direksi Pan! Hei, Pak Zeng. Subjek akan muncul kembali. Subjek adalah waktu masa depan. Anak kalimat…

Adalah waktu sekarang. Jika kalian tidak dapat memahaminya, dihafal saja. Aduh, Jiandan. Jangan sentuh aku. Jika percik lagi, aku tidak akan pinjamkan daftar ranking. Tidak boleh. Kamu sudah berjanji padaku. Aku bisa saja membatalkan janjiku. Dia demi Han Xu. Bukan. Apa yang sedang kamu cari? Cari ini ya? Apa ini? Sedang apa kamu? Ma…maaf ya.

Tidak, kamu gila ya. Daftar ranking satu tingkatan. Apakah ini sangat penting bagi kamu? Bukan urusanmu. Sudahlah, abaikan dia. Dasar gila! Yu Huai. Rankingnya lumayan bagus. Pantas… saat pelatihan militer begitu bergaya. Hei! Namamu Geng Geng ya? Biarkan aku lihat dulu. Geng Geng, sini tidak ada. Apa yang kamu tertawakan?

Aku rasa hidup ini sangat singkat. Kamu tidak perlu menyia-nyiakan hidupmu di sini. Aku ada impianku sendiri, bukan urusanmu. Bermimpi untuk mundur ya? Aku sarankan, sekarang juga kembali ke kelasmu. Dengan nilaimu itu, masih peduli dengan daftar ranking? Hei! Apakah ranking itu begitu penting? Jangan bertengkar. Katakan baik-baik. Kenapa begitu ramai?

Mari, lihat aku, lihat aku. Mulai belajar. Salam Guru! Gambar perpindahan gerak linear kecepatan variabel, bukan garis lurus, tapi… Siswa yang berasap di belakang. Lu Xinghe ya? Aku dengar Pak Zhang kelas kalian bilang, kamu sangat mengagumi kelas kami. Aku… juga sangat senang kamu sering datang bertamu. Tapi aku harus memberitahumu sesuatu.

Meskipun kelas kami bebas, tapi makan saat belajar, juga tidak diperbolehkan di kelas kami. Bisakah aku makan sesuap lagi? Sesuap saja. Hei, Geng Geng! Sini! Cepatan! Orang yang mengikutiku hari ini sangat beruntung. Iga babi asam manis terakhir, berhasil aku dapatkan. Aku ambilkan beberapa untuk Han Xu. Ngomong-ngomong,

Kenapa kamu menyukai tipe orang seperti Han Xu? Diam, tidak suka berbicara. Aku suka, aku suka, aku suka. Iya, iya, suka, suka. Tapi jujur saja. Jika ingin menentukan juara cowok terganteng di kelas, aku mungkin akan pilih Lu Xinghe. Yu Huai juga boleh. Intinya, aku tidak ingin memilih Lu Xinghe.

Yang paling tidak ingin ketemui sekarang, yang paling tidak ingin kutemui adalah Lu Xinghe. Kecepatan adalah jumlah fisik yang menunjukkan… …cepat lambatnya gerakan. Rumusnya seperti ini. Semuanya… Semuanya… tidak bagus jika tidur di kelas. Tidak hanya mudah masuk angin, juga tidak bagus bagi tulang belakang leher kita. Yu Huai, benar kan? Ah!

Teman sebangkumu seperti ini, apakah kamu harus menjaganya dulu? Oh! Pak Zhang, aku hanya bisa membantunya seperti ini. Simpan soalnya. Hari ini kita tidak bahas soal. Kita bahas materi baru. Buka bukunya ke halaman 17. Fungsi y sebenarnya adalah kumpulan dari variabel independen X sampai kumpulan nilai fungsi Y. Kecilkan suaramu. Ah?

Ada siswa yang sudah duduk di baris terakhir, tapi masih tidak fokus mendengarkan pelajaran. Mana mungkin bisa belajar dengan baik? Semuanya lihat soal ketiga di buku pelajaran. Ada juga beberapa algoritma sederhana. Jangan hanya tahu menyalin. Apa gunanya jika tidak mengerti. Penghapus, penghapus. Algoritma sederhana ini adalah dasarnya. Aku tidak bertele-tele lagi di sini.

Lihat soal selanjutnya. Pertanyaan ini harus diperhatikan. Sangat mudah terjadi kesalahan. Sedang apa kamu? Lihatlah yang aku tandai dengan pena merah. Soal kelima mirip dengan yang sebelumnya. X kuadrat kurang 3X ditambah 2. Soal keenam kita lewatkan. Semuanya cerna sendiri. Pak Zhang, aku tidak mengerti. Baiklah. Aku ulangi lagi. Pertanyaan ini agak gampang.

Dapat disimpulkan dari kondisi yang telah diketahui. Pak! Bagaimana menyimpulkannya dari kondisi yang diketahui? Pak Zhang, kamu terlalu cepat. Aku tidak bisa mengikutinya. Pak, aku… aku juga tidak begitu mengerti. Iya, Pak Zhang, terlalu cepat. Tenang. Semuanya tidak mengerti? Buka lebar telinga kalian, dengarkan baik-baik. Lihatlah. Bilang tidak mengerti, sebenarnya tidak terlalu sulit.

F(x) sama dengan… Hei! Tadi kalian bekerja sama untuk mempermainkan Zhang Feng? Kalau begitu, kita bertiga satu tim. Diam! Molekulnya adalah 6. Yu Huai. Terima kasih banyak. Setiap kalimat tidak mengerti dari kamu, aku sangat kagum, dan dalam hati berkata, aku juga. Terima kasih banyak. Yang kamu tanyakan itu, biasanya tidak berani kami tanyakan.

Tidak mengerti, itu artinya kalian tidak berada di dunia yang sama. Jangan memaksakan diri. Habiskan waktu untuk hal-hal yang bermakna. Gambar Zhang Feng saat marah. Sangat berbakat. Lumayan hebat kan? Waktu itu 28. Saat ini 33. Kenapa aku tetap tidak ada kemajuan? Geng Geng. Nilai sudah keluar ya. 33. 28. Ada kemajuan 5 poin. Lumayan.

Ayah. Aduh. Meskipun kemajuan ini tidak terlalu besar, tapi tidak mungkin langsung melonjak sekaligus. Harus pelan-pelan. Ada urusan lain? Oh, itu… Aku pikir, beberapa hari lagi… aku ingin buat surat nikah dengan Bibi Qi. Kenapa belakangan ini kamu selalu menikah dan cerai. Seisi otakmu hanya ada menikah. Sudah lumayan lama juga. Tidak bisa ditunda terus.

Apakah kalian buat hak harta pra-nikah? Tidak perlu seperti itu. Rumah dan buku tabungan itu terpisah. Kita berdua… hanya hidup bersama saja. Lebih baik dibuat saja. Baiklah. Aku tidak ganggu kamu lagi. Jangan lupa minum susunya. Sebenarnya ngajar geografi di Zhenhua, adalah hal yang sangat berat. Karena ada banyak siswa di Zhenhua… dari kecil merasa…

Kalian akan masuk IPA. Jadi berpikir, pelajaran IPS… adalah pilihan buat siswa yang nilai IPA-nya buruk. Sama seperti sekarang… lihatlah kelas kalian, ada berapa orang yang mendengarkan aku? Itu… siswa di barisan paling belakang. Ceritakan… pandanganmu terhadap geografi. Aku… Ceritakan pandanganmu terhadap geografi. Oh! Geografi ya. Aku merasa geografi adalah makan, minum dan buang air.

Kenapa? Lihatlah, negara kita suka makan nasi. Amerika suka makan burger, minum susu. Karena mereka tidak bisa menanam padi, tapi ternak sapinya bagus. Kata-katanya kasar, tapi bukan tidak masuk akal. Pemikiran yang berbeda dari siswa ini, aku rasa… kalian harus mempelajarinya. Sebenarnya geografi pada dasarnya adalah IPA. IPA? Benar. Siswa di depannya,

Kenapa kamu merasa geografi adalah IPA? Aku ambil tiga hukum Kepler sebagai contoh. Tiga hukum ini… diterbitkan dalam buku yang ditulis… oleh Kepler pada awal abad ke-17. Hukum pertama dinamakan hukum orbital. Yang mengatakan orbit semua planet mengitari matahari, semuanya berbentuk elips, dan matahari berada di atas fokus elips. Hukum kedua dinamakan hukum daerah.

Bagi setiap planet, dalam waktu yang sama, area yang dilewatinya sama… saat terhubung dengan matahari. Kamu… jelaskan dulu di depan. Ya. Secara gambar, kita gunakan S sebagai matahari, E mewakili bumi. Dalam soal luas, SAE sama dengan SBE, sama dengan SCE. Yaitu… kubus sumbu semi-mayor dari orbit semua planet,

Setara dengan rasio kuadrat dari periode revolusi. Aku percaya banyak siswa… mungkin juga tahu tiga hukum ini. Pengertianku tidak terlalu menyeluruh. Mohon maaf jika ada yang tidak benar. Aku merasa langit terlalu jauh dari kita. Kita terlalu banyak memperhatikan benda di langit, tapi malah tidak serius memperlakukan hal disekitar kita. Misalnya budaya kereta api Jepang.

Setiap pemandangan yang dilewati kereta api, baik gunung, sungai, hutan, atau Kanal Prefektur Aomori yang penuh bunga sakura. Tiket, tempat duduk, makanan, semuanya memberikan kenangan yang indah. Aku rasa geografi seperti inilah yang memiliki suhu. Aku merasa geografi… bukan hanya keromantisan tiba-tiba. Setiap subjek, dari awal terbentuk hingga pengembangan sempurna,

Adalah penyimpulan oleh jenius dari para jenius, yang dilakukan berulang kali, tanpa menambahkan perasaan di dalamnya. Barulah ada sedikit hasil… yang kita lihat sekarang ini. Baik itu pengaturan rel… atau evolusi alam semesta, sains memang merupakan… subjek yang tidak memiliki suhu. Jika hanya menggolongkannya ke pemandangan dan makanan, maka pengetahuan kita terlalu sempit.

Bagus sekali yang sudah dikatakan tadi. Baik itu geografi fisik atau geografi manusia, semua siswa harus menguasainya dengan baik. Semua itu adalah pengetahuan yang perlu… kita pelajari dan pahami. Jujur saja Geng Geng, jangan belajar IPS. Pelajari apa yang kamu inginkan, tidak perlu mendengarkan orang lain. Untuk kamu. Hai, apa yang kamu lakukan? Sedang apa?

Ah! Dua hari lagi… Bibi Qi dan Lin Fan akan pindah kemari. Aku ingin beli meja baru untuk Lin Fan di sini. Oh ya. Lemari tuamu ini, bisakah berikan untuk Lin Fan? Barang di dalamnya… nanti kubawakan ke kamarmu. Umm, kasi saja untuk dia. Eh. Ayah. Bagaimana jika buat acara pernikahan lagi?

Sebenarnya tidak perlu begitu repot. Besok dua keluarga, cukup makan bersama saja. Oh. Pak Zhang. Bocah yang memalukan! Jangan begitu, jangan marah. Jangan main pukul. Mari. Duduk. Sebenarnya tidak ada masalah besar. Kami memanggilmu kemari… untuk memahami situasinya. Aku… mengatur perusahaan sebesar itu, hanya dia… aku benar-benar tidak bisa mengaturnya. Biasanya…

Kamu harus lebih banyak berkomunikasi dengan anak. Sangat tidak gampang… bisa masuk ke Zhenhua. Dia malah bilang padaku… tidak ingin belajar lagi, ingin belajar melukis. Coba guru beritahukan aku, apa gunanya melukis? Ada apa? ini… Oh, barang antik ya. Apa yang kamu lakukan? Aku mainkan dulu. Hati-hati, jangan sampai rusak. Jangan buang-buang film.

Foto kamu, itu namanya buang-buang film ya? Hei, sedang apa kamu? Aku keluar cari angin. Tunggu! Berhenti! Kamu mau ke mana? Nanti kuberitahukan. Berhenti, tunggu aku! Kembalikan kameraku! Kembalikan padaku! Lu Xinghe. Eh, sedang apa? Kalian dari kelas mana? Saat belajar tidak boleh keluar. Pak! Aku foto kamu. Mau ke mana kamu? Aku…dia rebut…

Aku carikan dia kembali. Ini… Kenapa? Kamu juga ingin keluar jalan-jalan? Kenapa kamu begitu? Sembarangan rebut barang orang lain. Kembalikan kamera aku! Kenapa kamu begitu pelit? Nanti akan kukembalikan. Naiklah. Bawa kamu pergi cari angin. Hei, lihat jalan. Jangan belok-belok seperti ini. Lihat jalan. Hei, berisik sekali. Semua gara-gara kamu. Kamu bisa foto tidak?

Jangan buang-buang film aku. Kalau begitu, ajari aku. Bodoh sekali. Ini adalah jendela bidik. Kamu lihat ini untuk mengambil pemandangan. Ini adalah jarak fokus. Kamu harus lihat gambar di dalamnya… membentuk garis lurus bentuk tambah. Kemudian tekan ini untuk memotret. Mengerti? Itu… coba katakan sekali lagi. Bodoh sekali. Ini adalah jendela bidik. Lalu disini

Ini jendela bidik Ini adalah pengatur jarak fokus. Lalu ini adalah cincin peredupan. Baiklah. Sudah tahu. Naiklah. Kamu sudah foto 2 kali. Masih ada delapan kali. Aku tahu, menyebalkan. Siapa yang menyebalkan? Kembalikan kamera aku. Hei, ini belum siap. Apa yang bisa kamu foto? Banyak hal indah dalam hidup kita,

Semuanya bukan muncul setelah kamu siap. Lihat paman setengah baya di sana. Dia datang ke pantai sendirian, apakah ingin bunuh diri? Dia datang bersama dengan putrinya. Dia melihat putrinya berlarian, jadi berpikir… kapan bisa membuangnya, cari kesempatan untuk kabur. Lihat sebelah sana. Pasangan kekasih itu. Mereka pasti sedang dalam panasnya asmara. Wisata perputusan.

Pihak cowok dan cewek, sudah menemukan alasan untuk putus. Tinggal menunggu pihak lain mengatakan. Kenapa anak gadis itu sendirian? Tidak ada orang tua ya? Dasar! Gadis itu adalah putri paman tadi. Kamu benar-benar tidak normal. Masih bisa ngobrol dengan baik? Aku bawa kamu ke satu tempat. Masih tidak ingin balik? Sudahlah.

Sampai sini dulu hari ini. Jika ada yang tidak mengerti, silakan cari aku. Ada apa kamu? Kenapa tidak bilang tidak mengerti? Tidak ada gunanya jika bilang. Beraninya Geng Geng bolos kelas. Sepertinya kelas bahasa Inggris sangat tepat untuk bolos. Lain kali, aku juga ingin manfaatkan kesempatan. Hei, semuanya jangan pergi dulu. Jangan pergi dulu.

Dengarkan aku umumkan satu hal. Minggu depan sekolah akan adakan pertandingan basket. Bagus! Ini adalah tempat yang hanya kuketahui. Tempat apa ini? Ini adalah tempat pemberhentian helikopter rumah kami. A…apa? Tempat pemberhentian helikopter. Sudahlah, aku bercanda. Aku tidak menganggapnya serius. Cantik sekali. Jika bukan aku membawamu kemari, apa mungkin kamu bisa melihat pemandangan seindah ini?

Masih berani ngomong. Kamu yang membuatku bolos. Kenapa jika bolos? Zhenhua apaan? Kelas 2 apaan? Nilai apaan? Semuanya pergi saja ke neraka! Kenapa kamu seperti anak kecil? Kamu ingin mencobanya? Tidak apa-apa. Berteriak di sini, tidak ada yang bisa mendengarnya. Ayolah, aku ajari kamu. Biarkan sekolah… ujian, guru idiot, pergilah ke neraka. Biarkan sekolah… ujian…

Lebih keras lagi, lebih keras lagi. Biarkan sekolah, ujian, pergi ke neraka. Biarkan sekolah, ujian, pergi ke neraka. Bagaimana? Seru kan? Lumayan seru, sangat menyenangkan. Tapi setelah kembali ke sekolah, masih tetap harus belajar, ujian, masuk kuliah. Jalan kehidupan tidak hanya ada satu. Lalu kenapa kamu datang ke Zhenhua? Banyak hal dalam hidup,

Tidak bisa ditentukan oleh diri sendiri. Tapi tidak masalah, aku akan berusaha sesuai impianku. Aku percaya suatu hari, aku akan menjadi orang yang aku inginkan. Ayo, aku foto kamu. Tidak, tidak, tidak, tidak! Ayolah. Aduh, jangan! Kelas kalian dengar dia ngajar ya? Dengar dia ngajar, lebih baik cari aku. Benar sekali. Aku tidak bisa memukulnya,

Tapi aku bisa memukulmu. Kamu tega memukulku? Ayo cepat pulang. Sudah mulai gelap. Cepatan. Sudah, sudah, berhenti di sini saja. Di sini saja. Aku pergi dulu. Ayah. Geng Geng sudah datang. Nenek. Lihat capeknya kamu. Itu panggil nenek dan kakek. Sudah lengkap orangnya. Mari kita mulai. Baik, makanlah. Aku belajar di Zhenhua.

Sekolah inti di seluruh provinsi. Banyak orang yang berusah payah dan tidak bisa masuk. Benar. Kakak sangat pintar belajar. Harus belajar dari kakak ya. Mengerti? Semua ini adalah berkat ayahnya. Saat melaporkan keinginan, ayahnya bersikeras isi yang sama untuk ketiga keinginan. Kalau tidak, nilai setinggi apa pun tetap tidak bisa masuk. Kakak,

Bagaimana caranya kamu belajar? Kuncinya adalah mental yang baik. Sejak kapan kamu mempelajari kata-kata ibumu? Geng Geng, nanti foto semua orang ya. Teknik fotografi Geng Geng, sangat bagus. Hasil fotonya sangat bagus. Aku harus keluar sebentar. Akan segera kembali. Kalian makan dulu. Aku akan segera kembali. Kemudian segera kembali. Bos, masih ada film? Sangat kebetulan,

Baru habis terjual. Akan ada pertandingan basket minggu depan. Lihatlah bagaimana aku melawanmu… sampai kamu minta ampun. Hei, saat kita masih SMP, menang bola karena siapa? Semuanya karena aku. Lihat bagaimana aku mengalahkan kalian minggu depan. Hei, sudahlah. Apa maksudnya sudahlah. Pertandingan basket saat SMP 3, karena aku maju saat waktu penting,

Bluk… sebuah bola 3 poin. Kerena sekali. Kamu hanya menebus kesalahan saja. Kenapa kamu di sini? Tebak. Kamu khusus balik ke sekolah untuk ambil tas aku ya? Terima kasih untuk hari ini. Cepat pulang sana. Ayahmu menikah hari ini ya? Bukan masalah. Aku sudah pergi 3 kali ke acara pernikahan ayahku.

Mereka yang tiba-tiba muncul dalam hidup kita, semuanya bukan muncul setelah kamu siap. Semua itu adalah kejutan. Hei… Hari ini… Tiba-tiba aku mengerti satu hal hari ini. Hal yang terjadi tiba-tiba, belum tentu adalah bencana. Itu mungkin juga merupakan kejutan. Umm. Besok aku kembali ke kelas 2. Siap untuk menyambut kejutanku. Sampai jumpa. Terima kasih.

Katakan… kemarin kamu ke mana? Ada kondisi khusus. Cepat hafal dulu pelajaran kemarin. Apa ini? Tidak gampang untuk membuatku jadi kabur seperti ini. Yang ini lumayan. Ini bagus juga. Ini bagus. Yang ini ganteng, Pak Zhang Ping. Aku sudah bertemu pemandu sorak di lorong. Kamu tidak tahu ya? Pukullah jika ingin. Pan mencarimu.

Aku tidak bisa pergi nonton pertandingan basket kamu. Apa yang kamu takutkan? Ada masalah, cukup salahkan saja ke aku. Jika begitu suka main basket, kenapa kamu tidak masuk sekolah olahraga? Bisa main basket nggak kamu? Kamu tidak perlu mengaturku. Kamu pikir kamu siapa? Menurutmu, apakah orang Jepang bisa bertengkar? Tidak hanya bertengkar,

Sudah langsung keluar pisau. Sangat mengerikan. Itu namanya pura-pura polos. Kelapa Direksi Pan. Dua kata. Tidak boleh. Apakah aku tampan? Yu Huai! Yu Huai, kamu baik-baik saja?