【FULL】Something Just Like This Eps 42【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [We are Young] [Episode 42] Tidak tahu apa yang salah dari Direktur Duan masih sepenuhnya membantumu. Akhirnya membuat dirinya di turunkan. Direktur Wu, Cloud Streaming adalah sebuah kapal besar. Halangan kecil hanyalah luka benturan kecil saja, tidak akan bisa membuat kerugian apa pun. Kapal ini tidak bisa dia balikkan.
Apakah mau bersama melatih yoga? Di sana ada matras. Aku mengajarimu jika tidak bisa. Jiayun. [Bagaimana negosiasi merek hari ini?] Jangan bahas lagi. Pepatah lama memang benar, ketika dalam masalah, semua akan menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. Kamu sudah berusaha hari ini. Menurutmu, Cloud di dalam industri siaran langsung setidaknya adalah perusahaan yang terkenal.
Sebelumnya ketika bagus, semua orang tersenyum. Sekarang setelah jatuh, sepertinya semua orang merasa perusahaan ini tidak pernah ada. Chen Lang, Cloud adalah anakmu, darah dagingmu. Namun, bagi merek dia hanya sebuah nama. Yang mereka pedulikan adalah apakah Cloud bisa memberikan pengembalian investasi yang cukup, apakah bisa membantu mereka menyelesaikan misi penjualan online? Jika tidak,
Maka tidak ada kemungkinan kerja sama. Benar, kenyataan memang begitu. Aku mengerti. [Bukankah kamu pernah mengatakan,] jika industri memang begitu sadis? Terkadang kamu bahkan mengatakan jika ia tidak berperasaan. [Mengerti.] Aku, Chen Lang tidak akan menyerah. Namun, kamu juga jangan begitu sedih. Namun, tadi aku meramal, menurutku belakangan ini kamu mungkin akan didatangi keberuntungan.
Keberuntungan apa? Aku ramal dulu. Mungkin bantuan dewa. Kalau begitu, katakan isi bantuan dewa. Ini adalah rahasia langit, tidak boleh dibocorkan terlalu banyak. Spesifiknya… kamu tebak sendiri saja. Halo? Bantuan dewa. Tuang ke dalam mangkuk. Gula putih. Susu. Aduk rata. Dengan api di atas 150 derajat, masukkan ke oven tengah selama 20 menit. Bagus. Masuk.
Direktur Ouyang. Direktur Ding. Kulihat belakangan ini kamu lembur, aku belikan bubuk protein untukmu, bisa menambah ketahanan tubuh. Terima kasih. Untuk apa terima kasih, ini seharusnya. Namun, yang Anda katakan tadi semua adalah kewajibanku. Kebetulan kamu kemari, aku mau membahas sesuatu denganmu. Katakan. Menurutku, masalah OEM ini. Aku ingin serahkan pada Xixi bantu aku menyelesaikannya.
OEM diberikan kepada Qian Xixi? Menurutku OEM yang begitu penting, tidak boleh diserahkan padanya. Kemampuan dia hanya bisa menjadi penyiar saja. Menurutku tidak ada orang yang lebih hebat dalam karakter ini dari dia. Qian Xixi dan Duan Ran berdua, aku berada di perusahaan ini bukan karena kemampuan mereka bagus. Aku membiarkan mereka di sini
Karena kami teman sejak kecil. Dengan dia itu… Direktur Ding. Itu… sebelumnya ketika aku kontrak di sini, aku sudah janji dengan perusahaan jika aku punya hak pelaksana independen. Aku harus menggunakan Qian Xixi, oke? Baik, baik. Pakai saja jika kamu inginkan. Pastinya ini bukan aku menyetujuinya, aku hanya memberikan Anda muka. Terima kasih.
Jika benar ingin berterima kasih padaku… Apakah sudah makan? Apakah mau makan bersama? Ouyang, Ouyang. Itu… bukankah kamu bilang mau diet bersamaku? Bagaimana denganku jika kamu pergi makan? Benar, diet. Ayo keluar, aku berbincang denganmu. Baik, baik. Aku berbincang dulu. Itu, Direktur Ding, Anda sendirilah sebentar. Baiklah. Kopi sudah datang, ayo minum. Si Dingding,
Dia hanya sedang menargetkanku. Sekarang Duan Ran sudah meninggalkan perusahaan. Jadi kita berdua lebih harus saling membantu, dan saling beri keuntungan, kan? Melindungi wilayah ini. Sekarang adalah masa buruk perusahaan. Jadi kita berdua lebih harus melepaskan dendam pribadi, bersama-sama melawan musuh. Paling tidak selera kita berdua hampir sama. Suka jenis yang sama.
Tidak bisa naik ke dendam pribadi. Ini tidak salah. Baiklah, ke depannya jika Shen Dingding mengganggu dan menindasmu lagi beritahu aku. Dia memang begitu. Sejak kecil suka bermain dengan perempuan cantik. Tentang ini, kamu tenang saja. Seperti ini yang suka pembahasan aneh di kantor, aku punya cara menangani. Jika tadi bukan karena kamu masuk,
Aku sudah memukulnya. Kamu telah menyelamatkan dia. Sudahlah. Kamu yang seperti ini, begitu lembut dan elegan, apa kamu bisa begitu kasar? Kamu menipu siapa? Terhadap orang seperti ini, bukankah harus mengontrol kekerasan dengan kekerasan? Jika bisa menyerang, maka jangan omong kosong. Sederhana, langsung, kekerasan. Teknik baru, sudah bisa. Tidak salah. Paman Duan. Bibi Zhou.
Xixi sudah pulang? Xixi. Bagus. Apa yang kalian lakukan? Kenapa beli begitu banyak egg tart? Beli? Duan Ran yang buat? Duan Ran, kenapa kamu membuat begitu banyak egg tart? Ini… apa mau buka toko egg tart? Jangan banyak tanya. Kamu sudah datang. Cobalah hasil karyaku. Ini sudah ada lima porsi.
Kamu membuat begitu banyak, siapa yang makan? Siapa makan? Jangan katakan dan tanya apa pun. Cobalah hasil karyaku. Panas, panas, cepat. – Panas. – Tunggu, berhenti. Tunggu, berhenti, lepaskan. Aku lupa letakkan selai blueberry. Di mana kuletakkan selainya? Di mana selaiku? Paman Duan. Bagaimana kondisi tubuhmu? Lumayan bagus, sering pergi memancing.
Ketika pulih memang harus banyak olahraga. Lumayan bagus. Apakah ada perbedaan? Cobalah hasil karyaku. Xixi. Kamu harus segera membujuk dia, oke? Ada apa dengannya? Dua hari ini terus begitu. Setiap hari meneliti egg tart. Semua rasa juga dibuat. Begitu kacau suruh kami berdua makan. Kami berdua sudah hampir muntah. Segeralah membujuknya. Astaga, sungguh menjengkelkan.
Apakah ingin makan rasa daging panggang? Kutambahkan sedikit jintan padamu. Aku merasa setelah tambah selai blueberry, rasanya tidak begitu lezat. Nanti aku coba kalengan persik kuning, atau tambahkan selai apel. Apakah kamu pernah makan egg tart timun? Kenapa? Biarkan aku mengisi daya. Duan Ran. Kamu ingin terus di rumah begitu tidak ada kerjaan?
Aku ada kerjaan. Kamu jangan dengarkan omong kosong ibuku. Beberapa hari ini aku sangat sibuk. Setiap pagi aku bangun, harus membuat egg tart, manisan, aku masih harus olahraga. Oh ya, aku membeli sebuah drum. Dua hari lagi tiba. Aku berencana melakukan semua hal yang tidak kulakukan dulu. Semua hal yang kamu lakukan
Hanya ingin membuat dirimu terlihat produktif. Sebenarnya kamu sedang menghindar. Kamu berpikir terlalu banyak. Aku hanya ingin bersantai saja, memberikan istirahat untuk diri sendiri, merasakan kehidupan yang sebenarnya. Bagaimana denganku? Apakah aku ada dalam rencanamu? Pasti ada kamu. Kamu adalah pacarku. Bagaimana mungkin tidak ada kamu? Kamu pasti ada dalam rencanaku. Bagaimana dengan RUI? RUI…
Menurutku RUI… Hanya dengan meninggalkan RUI, aku baru bisa lebih dekat dengan kehidupan, bisa membuat kehidupan menjadi lebih sederhana, bisa hidup dengan lebih nyaman. Duan Ran, sebenarnya aku tidak ingin membujuk kamu kembali ke RUI, karena aku tahu kamu tidak bisa dibujuk. Namun, apa kamu pernah berpikir jika cita-cita kita
Bukan hanya bisa dikabulkan di RUI, masih ada Cloud. Cloud? Kamu boleh pergi ke Cloud berbisnis dengan Chen Lang. Jiayun juga sudah mengundurkan diri dari RUI. Dia mau pergi membantu Chen Lang. Mungkin saja Cloud adalah titik awal baru kita. Kamu terlalu polos. Kita tidak membahas apakah Shen Dingding bisa menyetujuinya. Setelah pergi ke Cloud,
Bukankah yang dilakukan sama dengan sekarang? Yang dinamakan memulai dari awal adalah mengulang semua cita-cita, ambisi, keinginan dan semua penderitaan itu dari awal. Sampai akhir kembali menyaksikan kegagalan ini. Untuk apa? Bukankah hidup memang begitu? Kamu pikirkan saja, ambisimu yang besar, dan juga bakat beserta cita-citamu itu bukan perumpamaan dan hayalan.
Perlu kamu selangkah demi selangkah, satu persatu dilakukan, dikabulkan. Xixi, sebenarnya aku tidak sebagus yang kamu pikirkan. Kamu memang sebagus yang kubayangkan, dan juga lebih bagus dari yang kubayangkan. Duan Ran, kita bersama sejak kecil, bersama melewati begitu banyak hal dan kesulitan. Aku mengerti kamu. Aku saja tidak memahami diriku. Aku mengerti kamu.
Kamu harus percaya padaku, kamu memang terhebat. Kamu jangan meragukan dirimu. Sudahlah Xixi. Biarkan aku istirahat, biarkan aku santai. Tidak, tidak. Kenapa kamu belum tidur? Hal yang kukhawatirkan akhirnya terjadi. Sungguh penasaran. Biarkan aku lihat. Bagaimana? Terusan. Kakak kelima, apa puas? – Apa kamu suka? – Sungguh indah. Lihatlah, jika aku memakainya
Apakah ada sebuah rasa intelektual? Terlalu intelektual. Kamu paling intelektual. Aku masih khawatir hanya diterima sedikit orang saja dan tidak disukai siapa pun. Aku suka, aku mau satu untuk sendiri. Kamu pertama beli, ya? Sebenarnya tidak perlu takut hanya diterima sedikit orang, karena ide utama Teng kita adalah memimpin tren modis. Xixi, bagaimana menurutmu?
Ini adalah baju yang lumayan memuaskan dari desainku. Satu kata, sempurna. Sudah sepakat jika kamu yang menyiar terusan ini. Sungguh keren. Sudahlah, sekarang semua model Teng, seluruh ukuran sudah sampai. Yang perlu dilakukan adalah beritahu penggemar di waktu pertama. Agar tidak setiap hari mendesak pelayanan pelanggan kita, sudah mau gila.
Sekarang aku juga ingin mencoba menyiar. Cepatlah. Kamu yang mengurus dua kotak itu. Kamu mengurus tiga kotak ini. Aku yang mengurus dua kotak ini. Baik, baik. [Baking Bible] Ayo berbincang. Sudahlah, jangan baca lagi. Kamu ini sudah master, oke? Letakkan, letakkan. Berbicang-bincanglah denganku. Katakan. Menurutku, bukankah belakangan ini kamu sedang istirahat?
Kamu sendiri juga lumayan bosan. Aku berpikir, bagaimana jika kukenalkan pacar padamu? Kencan buta ini kebanyakan terjadi pada tidak menemukan pasangan, pria dan wanita tersisa yang berumur dan panik. Ini tidak cocok denganku. Bertemulah satu kali. Kamu anggap demi aku, oke? Pria muda. Perempuan itu sangat cantik. Aku tidak sanggup untuk malu.
Kumohon kamu, pergilah satu kali. Dia lebih cantik dariku. Kamu coba egg tart terbaruku. Marmer. Dari kayu manis Tiongkok. Dari tekstur dan tingkat kemanisan telah kulakukan penyesuaian. [Halo semuanya, aku adalah Kakak kelima.] [Aku online tepat waktu,] [bahkan hari ini aku membawakan] [kabar baik untuk semuanya.] [Yaitu semua produk baru musim kedua Teng] [sudah tiba.]
[Teng] [Konferensi Peluncuran Produk Baru] Yang memesan sebelumnya, akan berkelanjutan menerima baju kami. [Hari ini, aku perkenalkan kepada semuanya] [rok lipit desain baruku.] [Kakak kelima sungguh tepat waktu.] [Panutan pekerja Kakak kelima.] Kalian juga tahu jika elemen utama Teng kami adalah denim, dan juga rok lipit. Jadi, hari ini kita tetap melanjutkannya.
Aku menggunakaan kain denim penggunaan ulang… Penggunaan ulang… Su Su, aku mohon selesaikan siaran lebih awal. Yangyang, apa sekarang ada waktu? Jika ada datanglah ke RUI. Ada sedikit hal yang mau dibahas denganmu. Sebelumnya sudah kutekankan jika bahan kain lipit harus benang ganda. Semua baju ini tidak dilakukan. Ketika aku siaran langsung,
Aku melihat ini sudah terbuka. [Qian Xixi.] [Aku menyuruhmu bertanggung jawab pada pabrik, bagaimana kamu melakukannya?] Direktur Ding, aku yang menyuruh Xixi pergi dalam dua hari ini. Mungkin seluruh baju ini sudah diselesaikan tiga hari lalu. Bagaimana sekarang? Popularitas pra-penjualan sudah naik, pesanan sudah di atas ribuan, bahkan semua penggemar sedang membahas baju ini.
Jika tidak dikirim tepat waktu, penggemar akan memarahi kita. Bagaimana jika kirim produk dulu, kemudian kita aktifkan cara mekanisme penukaran. Tidak. Ini tidak bisa dijual sama sekali. Benar, bukankah kamu termasuk sedang menipu konsumen? Kemudian merek kita selalu mengejar kesempurnaan, dan juga banyak penggemar datang karena aku. Kamu melakukan begitu, bukankah permalukan aku?
Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah mau buat ulang? [Bagaimana kata pabrik?] Bagian pabrik… Xixi sudah menghubungi OEM baru, tapi bos itu juga mengatakan membawa beberapa mesin kemari juga tidak sempat. Dengarkan aku saja. [Hancurkan semua produk ini.] Hancurkan? [Kualitas merek pribadi tidak boleh ada masalah.] Direktur Ding, Ouyang, Yangyang, setiap baju Teng adalah kerja keras kami.
Sekarang karena ada masalah pada baju, menurutku tidak seharusnya dihancurkan, melainkan mencoba menyelamatkan dari semua titik dasar. Masalah ini, memang tanggung jawabku. Jadi Direktur Ding, aku berharap kamu berikan aku kesempatan. Aku pantau secara langsung. Aku pantau pabrik secara langsung dalam pemrosesan semua baju ini. Aku bertanggung jawab sampai selesai. Aku mendukungmu. Aku juga mendukungmu.
[Baik, Qian Xixi, kuberi kamu kesempatan sekali lagi.] [Namun, jika kamu] [tidak mengurus semua baju dengan bagus,] [kamu tidak perlu kerja di perusahaan lagi.] [Kalian ini,] [aku baru beberapa hari tidak di perusahaan,] [sudah muncul masalah besar ini.] [Apa yang kalian lakukan?] Kamu masih memeluk? Cukup berbakti. Mana orangnya? Kenapa jadi hitam?
Ini adalah beberapa informasi semua pabrik baju di Xiamen. Kontak informasi, kemudian informasi skala semua sudah disebut di atas. Kamu lihat sebentar. Terima kasih. Itu, nanti malam aku masih ada urusan lain, aku tidak menemanimu lembur lagi. Kamu urus urusanmu dulu, serahkan ini padaku. [Ayahmu sekarang dipaksa meninggalkan QE.] [Kamu juga sudah meninggalkan RUI.]
Sebenarnya yang kukhawatirkan adalah masa depan kita. Aku mau berpikir untuk kalian. [Kamu jangan buru-buru menolak.] [Bertemulah dulu, oke?] [Qian Xixi.] Cepat menelepon. Halo, halo, halo. Halo, aku dari RUI Live. Kebetulan ada baju dari desainer mau dijadikan baju jadi. Kami ingin menambahkan pesanan… penambahan pesanan… – Halo. – Halo, apakah ini dengan
Pasar baju Dasenlin Xiamen? Benar, kami sangat buru-buru. Bisakah memanggil Manajer kalian? Kalian tidak menerima, ya? Kalian paling cepat… – Kami sekelompok… – Apakah pabrik baju Yongji? Apa yang kamu lakukan? Ouyang. Kenapa datang kemari? Aku datang kencan buta. Ada apa dengan kita… Ibuku juga memaksaku kencan buta. Denganku? Tempatku ada satu
Yang ingin bekerja sama dengan kalian. – Aku berhasil menegosiasi satu. – Aku ingin tanya, apa kalian tertarik? – Bagus. – Namun harga terlalu mahal. Tempat kami terutama membuat siaran langsung, kemudian kita bahas spesifik saat bertemu. Bagaimana? – Xin Sile tidak bisa. – Kamu kapan ada waktu? – Besok bisa? – Kenapa?
Baju di tempat dia sudah menumpuk seperti gunung. Aku tidak menelepon Xin Sile lagi. – Tidak menelepon lagi. – Masih berencana menelepon. Sungguh menyesal. – Maaf. – Kami ingin bekerja sama dengan kalian. – Pembaruan informasi kami lebih lambat. – Mohon bantu aku teruskan, terima kasih. Aku kira Anda masih…
Halo, ini adalah perusahaan RUI Live. Kalian juga tidak perlu menelepon lagi. Mereka sudah tidak buat baju lagi. Yu Shi, hati-hati. Terutama ada penjualan dalam siaran langsung. Tidak masalah. Pakaian Sicheng jangan menelepon lagi. Mana? Pakaian Sicheng? Benar, mereka tidak membuat baju lagi. Lihat sebentar. Sekarang Cheng Wei, Hua Li, Xin Jiale,
Mereka semua merasa jumlah kita terlalu banyak. Mereka tidak bersedia membuatnya. Hanya tersisa beberapa ini saja. Ditambah beberapa yang menurut kita bisa diandalkan pada pagi hari. Kita telepon satu kali lagi saja. Tentang ide desain Teng, hasil yang kita mau dan jumlah yang diperlukan, beserta harga mereka kita beritahu sekali lagi.
Bukankah sudah ada tiga tempat yang sudah janji pada kita boleh mengunjungi di esok hari? Jika besok setelah kita pergi merasa buruk. Iya tidak? Bagaimana? [Kenapa menelepon video denganku?] Masih harus menelepon. Kenapa? Aku angkat telepon sebentar. – Yu Shi. – Industri saling menguntungkan ini… Ayah. [Kenapa menelepon video denganku?] [Apakah ada urusan mencariku?] Tidak.
Sudah lama tidak melihatmu, ingin berbincang denganmu. Apa yang kamu lakukan? [Tidak apa-apa, sedang sibuk di perusahaan.] Sedang sibuk? [Kulihat raut wajahmu tidak bagus.] [Apa yang terjadi?] Adakah? Tidak, bukankah lumayan bagus? Ini, mungkin cahaya perusahaan tidak terlalu baik. Aku tidak apa-apa, kamu jangan khawatir. Cahaya apa tidak bagus? Kamu kira Ayah bodoh?
Aku sudah tahu tentang masalah Paman Duan. Dia tidak menjadi Direktur lagi, kamu juga tidak menjadi CEO lagi. Siapa yang beritahu kamu? Apakah masalah besar ini bisa dirahasiakan dari Ayah? Ayah, kamu dengarkan aku. Aku benar tidak apa-apa. Kemudian, tidak peduli aku CEO RUI atau tidak, aku tetap akan berusaha melindungi RUI.
Ibuku ini, kenapa bisa mengatur kita berdua kencan buta. Sungguh kacau. Untuk apa kita membuat acara kencan buta, langsung buat acara makan saja. Semalam bibi mencariku mengatakan belakangan ini kamu di rumah sudah hampir menjadi juru masak kue. Dia menyuruh aku keluar menemuimu. Ibuku masih mengkhawatirkanku. Ibuku yang begitu teliti,
Selalu sangat hati-hati dan perhatian dalam bertindak. Kini terjadi masalah di rumah, menurutku yang harus kukhawatirkan adalah ibuku. Seharusnya aku yang mengkhawatirkan dia. Semalam ketika bibi mengatakan padaku, aku memang ragu. Namun, hari ini aku datang, pertama, memang ingin menasihatimu dan membujukmu. Namun, paling penting demi diriku sendiri.
Kamu tahu kenapa aku sebelumnya ke RUI, kan? Aku tahu jika kamu tahu. Di saat itu, terjadi kasus pemberhentian siaran di RUI. Jadi saat itu aku berpikir, bisa ke sana untuk membantu sedikit, membantu kamu melewati kesulitan, juga berharap kamu bisa melihat niat baikku. Kamu tahu seberapa kuat harga diriku. Jika omongan tidak yakin,
Jika hal yang tidak yakin, maka tidak akan melakukan dan mengatakan. Namun, ketika di tempatmu, apa itu harga diri? Jadi, aku memutuskan, tidak peduli apakah kamu tahu apa yang mau kukatakan, juga tidak pedulikan jawaban tidak menyenangkan seperti apa yang kudengar. Aku tetap mau mengatakan kata ini… aku masih mencintaimu.
Kamu ke tempat ayah beberapa waktu, bersenang-senang. [Kamu ingin aku keluar negeri?] Kamu akan tahu jika sudah kemari. Tempat ayah sini, luas dan tidak ramai. Kemudian, tidak ada lain lagi, namun ada waktu untuk menyendiri. Ayah, aku adalah orang yang sudah dewasa. Aku bisa bertanggung jawab terhadap kehidupanku sendiri. Kamu jangan urus lagi.
Gadis bodoh, sisi ini tidak mau dilukai, sisi itu juga harus dilindungi. [Bukankah Ayah memikirkan halmu sampai akhir?] [Terakhir…] [terakhir tetap kamu yang tersakiti sendiri.] [Terluka sendiri.] Kamu tengah malam menelepon aku, sebenarnya apa maksudmu? Sebenarnya Ayah terlalu jauh dari kamu, tidak bisa menjangkau kamu, ayah khawatir. Apa kamu tahu?
[Ayah juga tidak tahu bagaimana membantumu.] Aku juga ingin melindungi kamu seperti kamu melindungi RUI. Terima kasih Ayah. Ouyang. Aku sudah bersama dengan Qian Xixi. Jadi kita tidak mungkin ada perkembangan apa pun. Aku sejak kecil bersama Xixi. Bertahun-tahun ini… Perasaan bertahun-tahun ini, kamu pikir saja kita berdua sejak kecil di rumah,
Makanan, pakaian saling berbagi. Mobil kesayanganku dipakai dia begitu lama, aku tidak pernah merasa sayang. Namun, tiba-tiba suatu hari Jiang Zheyang muncul. Setelah kemunculan Jiang Zheyang, aku baru menyadari jika aku tidak senang ketika Xixi berinteraksi terlalu dekat dengan Jiang Zheyang. Terkadang interaksi mereka berdua, pergaulan mereka bisa membuat aku marah. Sebenarnya aku sudah cemburu.
Aku cemburu terhadap hubungan Qian Xixi dengan Jiang Zheyang. Namun, aku tidak mengatakannya. Awalnya aku tidak berani menghadapi perasaan aku sendiri. Namun, terakhir aku tahu jika tidak ada cara, tidak bisa kabur. Sebenarnya juga tidak begitu menakutkan. Setelah mendengar kamu mengatakan secara langsung, juga tidak begitu menakutkan. Kita dua sudah mengenal begitu lama,
Sebenarnya kita sangat memahami sifat dan temperamen masing-masing. Aku langsung mengatakan ini padamu sebenarnya bisa melukai kamu. Tapi aku merasa perlu untuk memberitahumu. Aku mau beritahu kamu. Menurutku memberitahumu, lebih bagus ratusan lipat dari tidak katakan apa pun dan pura-pura bodoh. Menurutku aku berengsek jika seperti itu. Hasil dari seperti itu barulah yang paling langsung
Dan paling nyata menyakitimu. Lumayan bagus. Tidak perlu minta maaf denganku. Menurutku yang kamu katakan lumayan bagus. Sangat jujur. Inilah Duan Ran. Anda langsung naik ke lantai empat. Benar, kakiku tidak terlalu praktis. Aku tidak turun lagi. Aku tunggu Anda di depan lift. Aku sangat mudah dikenali, aku memakai tongkat.
Benar, benar, aku menunggu Anda di depan lift. Baik, begitu saja. Anda ibu dari Direktur Duan, kan? Benar. Direktur Duan tidak datang? Apakah ada Xixi? Aku mencari Xixi. Ada. Sebenarnya sebelum aku datang hari ini, aku juga tidak berharap pada apa pun. Misi di RUI, menurutku juga sudah ada akhiran. Jadi, aku memutuskan meninggalkan RUI.
Mengerti. Namun, aku mau berterima kasih padamu. Terima kasih ketika RUI dalam kesulitan telah datang membantu. Terima kasih telah melakukan begitu banyak demi RUI. Benar. Kamu juga tidak perlu berterima kasih padaku. Aku sukarela. Teng ini, merek pribadi ini sekarang lumayan bagus. Meskipun terjadi sedikit masalah kecil. Namun, bisa diketahui jika Shen Jiangtao sangat mementingkannya.
Jadi menurutku jika aku pergi, bagaimana jika memberikan padamu. Sudahlah. Sekarang aku juga tidak di RUI lagi. Aku juga tidak ada perusahaan, tidak ada sumber dan tidak ada anggota, jika berikan aku akan kacau. Apakah Anda tidak merasa menjadikan dia sebagai sebuah alat adalah sebuah kesempatan untuk kembali? Jika memang begitu,
Kamu bantu aku sekali lagi, serahkan kepada Xixi saja. [Duan Ran.] Bibi Zhou. Kenapa hari ini kamu mencariku, begitu buru-buru bahkan langsung datang ke perusahaan. Aku hanya ingin mengajak kamu keluar saja. Kita berdua membahas. Telepon. [Duan Ran] Kenapa tidak angkat telepon Duan Ran. Dia tidak ada urusan penting jika mencariku.
Nanti aku telepon kembali, aku dengar kamu dulu. Xixi. Beberapa tahun ini kamu di rumahku, menurutmu bagaimana aku dan Paman Duan terhadapmu? Kalian berdua sangat baik padaku. Beberapa tahun ini kalian juga selalu menganggap aku seperti anak kandung. Dari kecil sampai besar selalu menerimaku, mengertiku, menjagaku, memberikan aku kehidupan yang tenang, kehangatan dari keluarga.
Aku sangat puas. Ini… rasa menjadi pacar apakah berbeda dengan saudara? Bibi Zhou. Putus dengan Duan Ran. Aku tidak bisa menerima kalian bersama. Kenapa? Ada sesuatu di dalam hatiku selama 30 tahun. Xixi. Kematian ibumu dulu berhubungan denganku. Ini adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Tidak mungkin. Ibuku meninggal karena kecelakaan. Karena aku.
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu minum begitu banyak? Sini, sini, lepaskan bajumu. Bisakah jangan minum begitu banyak bir. Setiap hari begitu. [Beberapa waktu itu,] [adalah masa paling gelap dalam kehidupanku.] [Usaha Paman Duan baru mulai.] – [Setiap hari minum bir di luar, acara makan.] – Ran Ran, cepat. Kita tidak sempat lagi.
– Aku berhenti sebentar, sangat cepat. – Sudah telat. [Aku setiap hari melayani yang tua,] [masih melayani yang kecil.] [Tidak ada habisnya.] [Kehidupan seperti ini, aku tidak bisa melihat titik akhir.] [Beberapa waktu itu,] [aku sering bersama ibumu minum bir.] [Malam itu sebenarnya dia ada urusan,]
– [aku yang memaksa dia ke bar.] – Halo, Ma Li, apa yang kamu lakukan? [Kami minum dengan sangat bahagia.] Kamu senang tidak? Sangat senang. Namun, tadi kamu curang. Aku tidak. Kamu curang. Tidak. Aku mengatakan dua kali menang dari tiga babak, aku sudah menang dua babak dari kamu. Kamu masih bilang tidak kalah?
Bukankah hanya kurang satu poin? Baik, baik, baik. Sekali lagi, sekali lagi. Babak terakhir harus menang. Siap-siap. Buka! Tidak. Kamu… Kamu… kamu curang lagi. Sudahlah, sudahlah. – Tidak ganggu kamu lagi. – Terakhir kali. Batu, gunting, kertas. Aku sudah kalah. Aku sudah mengalahkan kamu. Kamu pergi beli bir. Dua botol. Tidak, empat botol.
Baiklah, empat botol. Cepat, aku menunggumu. Baik, baik, baik. Bukankah hanya empat botol bir? Sudah menabrak orang. Sudah menabrak orang. Pergi, pergi, pergi. Sejak ibumu pergi, kami tidak bisa menghubungi ayahmu. Aku merasa bersalah. Pasti. Aku juga ada tanggung jawab. Aku harus mewakili ibumu membesarkanmu. Aku mau membuatmu tumbuh besar dengan sehat dan senang.
Merasa bersalah. Menyalahkan diri sendiri. Bibi Zhou, apa kamu tahu, beberapa tahun aku merasa aneh terhadap tatapan matamu terhadapku ketika di rumah. Aku merasa, apakah aku salah berbicara? Atau aku melakukan kesalahan lagi, membuatmu tidak senang dan marah? Karena hal ini? Karena begitu, kenapa tidak beritahu aku lebih awal? Xixi. Setiap hari aku melihat kamu,
Aku ingin beritahu kamu, aku tidak bisa mengatakannya. Aku takut kamu tidak bisa memaafkanku. Aku berpikir membesarkan kamu, kamu sangat hebat, kamu sudah bisa mandiri. Namun, kamu malah bersama Duan Ran. Aku tidak sanggup menghadapi ini. Apa kamu tahu? Aku… Aku tidak ingin lanjut melihatmu setiap hari. Aku tidak ingin hidup di bayangan ini.
Karena penyalahan dirimu, kamu ingin menebus, jadi kamu memilih membawaku di sisimu, membesarkan aku. Lalu karena kamu merasa aku tidak bisa memaafkanmu, jadi kamu memilih tidak beritahu aku, menyembunyikan dariku. Sekarang karena kamu lagi, kamu tidak ingin menghadapiku lagi, kamu tidak ingin aku bersama Duan Ran. Setiap kali karena kamu ingin seperti ini,
Kamu ingin seperti ini. Ketika kamu melakukan semua ini, apa kamu pernah memikirkanku?