【FULL】Something Just Like This Eps 16【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [We are Young] [Episode 16] Platform e-commerce tidak punya gosip sebanyak platform hiburan. Di sini saya mencari uang dengan kemampuanku sendiri, tidak perlu pemberian orang lain. Semua usaha yang kuberikan di sini sudah mendapat imbalan. Jika kamu menanyakanku ingin tidak bergabung siaran langsung ini. Saya sangat ingin,
Saya sangat menghargai kesempatan ini. Saya demi kesempatan ini sudah kurus 2,5 kilogram. Saya pernah melihat semua karya Jiang Zheyang. Saya bahkan ketika tidur, juga sedang menghafal data produk Wan Meilan. Saya begitu kerja keras, ini yang seharusnya kudapatkan. Namun, sekarang saya menyerah, karena saya tidak ingin semua saudara di perusahaan sia-sia kerja.
Saya tidak ingin kerja keras mereka sia-sia. Bibi. Terima kasih atas pengakuan Anda terhadap saya. Sayang sekali, kali ini tidak bisa bekerja sama dengan Jiang Zheyang lagi. Siaran langsung akan dimulai sebentar lagi. Semua orang punya kesibukan, saya tidak di sini menghabiskan waktu kalian lagi. Yuan Yuan, bagaimana saya mengatakannya, terima kasih sudah memikirkan semuanya,
Tapi saya berharap kamu bisa mengerti pertimbanganku. Yuan Yuan, kami juga merasa sangat disayangkan. [Ruang rias Jiang Zheyang] Bagaimana, Direktur Duan? Kegiatannya masih lanjut tidak? Jika masih, maka kita segera bersiap-siap. Jika tidak, kami langsung pergi. Lanjut, lanjut. Kegiatan ini harus dilakukan. Siaran langsung kali ini harus dilakukan. Demi Yuan Yuan, saya juga harus menyiarkannya.
Baik. Karena masalah sudah diselesaikan, juga tidak ada urusan saya lagi. Saya… saya pergi beli kopi. Kalian lanjut berbincang. Apa yang masih mau kamu katakan? Benar-benar kamu sedang mencari masalah. Halo. [Kak Ouyang, Yangyang menghilang.] [Ponsel juga tidak diangkat, bagaimana ini?] Lanjut hubungi. Sudah mencari di kamar mandi? [Sudah, juga tidak ada di sana.]
Lanjut mencari. [Baik, baik, baik. Saya keluar mencari lagi.] Jiang Zheyang menghilang. Saya segera kemari. – Apa yang dia lakukan lagi? – Periksa di kamar mandi. Mari. Kubawakan kalian beberapa coca cola bebas gula. – Minumlah dengan tenang, tidak akan menggemuk. – Terima kasih. – Terima kasih. – Jiayun.
Saya tidak minum, saya barusan memakai lipstik. Baiklah, saya yang meminumnya, kebetulan saya sangat haus. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi pada Kak Yuan Yuan? Apakah terjadi masalah yang aneh? Masalah aneh? Masalah apa? Saya juga tidak tahu, hanya sembarang mengatakan. Jangan anggap serius. Saya masih mengira bisa lolos dari tantangan ini,
Sekarang masih mau menghafal dialog. Jika saya bisa menghafal dialog demi Jiang Zheyang, tidak tahu betapa bahagianya diriku. Halo semuanya, saya adalah Zhang Jiayun. Tamu undangan kita hari ini adalah [Paragon Famous Center] Hei, Kak. Apakah kamu sudah melihat foto yang kukirim padamu? Di jalanan besar masih bisa kebetulan bertemu denganmu. Ke mana dia pergi?
– Siapa tahu? – Apakah masih bisa siaran langsung? Sembarangan. Ayo, pergi ganti baju. Tidak ganti lagi. Kenapa tidak ganti? Apakah sudah menemukannya? Kamu mau minum apa? Tetap americano? Di mana koperku? Cepat, cepat, cepat. Para penyiar, apakah persiapan sudah selesai? Cepat, cepat, cepat. Ikut saya ke lokasi.
– Apa kamu melihat koper biruku? – Jiayun, jangan hapal lagi. Ayo pergi. – Jalan sambil hapal. – Koper biru. Saya melihatnya ketika di resepsionis. – Resepsionis? – Cepat, cepat, cepat. Si kaya Jiang. Terima kasih. Terima kasih, terima kasih. Minggir, minggir, minggir. Maaf. Si kaya Jiang! Apa yang kamu lakukan?
Siaran langsung segera dimulai, cepat, cepat. Saya sedang mencarimu. Cepat ikut saya pulang. Saya mencarimu sangat lama. – Sungguh membuat panik. – Saya hanya ingin bermain piano. Saya sudah lama tidak bermain piano. Sudah saat seperti ini dan masih bermain piano? Su Su tidak bantu saya membawanya, apa kamu tahu?
Yang dibawa Su Su adalah laptop. Aku tidak berbicara denganmu dulu, saya pergi dulu. Cepat, cepat. Ke Le. Ayo, ayo Yuan Bao, cepat. Gawat. Apa yang kamu lakukan? Gawat, barangku ketinggalan. Barang yang sangat penting. Jangan, jangan, jangan, kamu tidak boleh pergi. Kamu adalah maskot malam ini.
– Kamu tidak boleh pergi. – Kamu cari orang lain memakainya saja. Tidak, saya harus pergi. Gawat, gawat, gawat. Tidak ada pengganti. Segera siap-siap untuk merias. Xixi, kita adalah teman yang begitu baik, jika kamu memerlukan bantuan, cari saya setiap saat. Benarkah? Pasti. Saya mengingat omonganmu ini. Pasti. Kalau begitu, saya pergi bersiap-siap dulu.
Nanti saya segera bawa orang melewati jalur itu. Baik. – Persiapkan dengan baik-baik. – Sampai jumpa nanti. Sampai jumpa nanti. Beraninya kamu mencekikku? Tidak ada yang menemukannya, kenapa malah kamu menemukannya, sungguh kebetulan. Bukan, saya di bawah. Kemudian? Saya juga tidak tahu kenapa begitu kebetulan kutemukan. Mungkin ini dinamakan… namakan… jodoh. Jo apaan doh?
Kenapa saya tidak melihat jodohnya. Apa kamu tidak melihatnya? Jodoh yang begitu jelas. Jadi, kamu ini punya penglihatan tidak bagus. Tidak hanya penglihatan buruk, bahkan hatimu juga buta. Katakan sekali lagi. Katakan sekali lagi. – Sakit sekali, tidak katakan lagi. – Katakan sekali lagi. – Tidak katakan lagi, tidak katakan lagi. – Sudah salah?
Saya salah, salah, salah. Ringan sedikit. Gawat, gawat. Direktur Duan, di detik penting ini Yuan Bao meninggalkan pekerjaannya. Dia melepaskan semua pakaian maskot. Di saat ini mencari siapa untuk mengganti? Bagaimana mungkin? Yuan Bao tidak mungkin pergi. Dia masih mau berfoto dengan Jiang Zheyang. Dia benar sudah pergi. Saya adalah bagian keuangan.
Direktur Qian, kamu pakai saja. Saya memakainya? Kepala beruang begitu besar, saya begitu kecil. Bukankah saya hilang jika memakainya? Ini cocok denganmu, cepat, cepat. – Cepat pakai. – Saya… Duan Ran! – Kamu menindasku! – Lumayan imut. Sangat cocok. Pegang. [Paragon Famous Center] Semuanya debu. Cepat katakan saya harus bagaimana? Mau lebih senang?
Setelah kamu memakai kepalanya, kamu bisa melakukan apapun. Lagi pula tidak ada yang mengenaliku. Benar. Duan Ran, saya mohon sesuatu padamu. Kenapa? Jangan beritahu siapapun jika orang di dalam maskot adalah saya. Bisa tidak? Siapapun itu. Kamu takut Jiang Zheyang tahu, kan? Dia adalah artis. Tadi dia masih memujiku. Saya berpakaian seperti ini,
Jika dia tahu saya di dalam maskot ini, saya sangat malu. Menurutku lumayan bagus. Berbulu, imut sekali. Melihat saja ingin memeluknya. Mari kupeluk. Nyaman sekali, iya kan? Panas sekali, cepat lepaskan saya. Apa nyaman? – Nyaman. – Ingin peluk? – Ingin memeluknya. – Kalau begitu janji padaku jangan beritahu dia. Sepakat tidak? Baik, cepat memakainya.
Semuanya bulu. Apakah bisa seperti ini? – Apakah sudah memakainya? – Sudah. Bisa melihat jalan? Baik, pergilah. Apaan? – Cepat pergi. – Dilarang memukul saya. Halo semuanya, lihat ini adalah Keke. [RUI Live bersama Zhe] Halo sayangku sekalian. Selamat datang di siaran langsung interaktif Wan Meilan bersama Jiang Zheyang. Terima kasih. Sama-sama.
Halo sayangku sekalian yang di internet dan di tempat. Selamat datang di siaran langsung hari ini. Hari ini kami di Mall QE membawakan siaran langsung interaktif. Apakah kalian semua sama dengan saya sangat senang bisa bertemu dengan tamu hari ini Tuan Jiang Zheyang? Marilah menyapa semuanya. Halo semuanya, halo semuanya. [Live Miss Yun]
Saya Jiang Zheyang. – Halo semuanya, halo semua. – Baik. [Terlalu keren! Yangyang kami.] Oh ya, hari ini kami memiliki sebuah maskot yang sangat imut. Momo. Mari persilakan. Mari, Momo, mari, mari. [Live Miss Yun] Momo, mari olahraga bersama. Momo, pelan-pelan. Kami tidak bisa begitu cepat. Apakah Momo sangat imut? [Apakah ada promo?]
Penggemar sudah masuk. Sudah masuk, sudah masuk, sudah masuk. [Ada artis, cepat datang melihat.] [Apakah Yangyang?] [Mall mana? Kirim lokasi!] [Kegiatan apa?] [Live Huang Ya] Halo sayangku sekalian. Kami menyiarkan siaran langsung di lokasi kegiatan Wan Meilan. – Kuperkenalkan sebentar… – Jiang Zheyang. [Ingin bertemu dengan penyiar secara langsung. Kakak sangat cantik.]
– Benar. – Itu intinya. Sejak Jiang Zheyang menjadi artis sampai sekarang… [Yangyang paling tampan. Mendukung Yangyang] Jiang Zheyang punya berapa total penggemar di Weibo? Dia… Penggemarnya seribu kali lipat dari kamu. Kegiatan kita kali ini, apakah dia ada mengunggah di Weibo? Ada, ada. [Weibo Jiang Zheyang] Lihatlah, komentar dan terusan ini berjumlah puluhan ribu.
Bagus, bagus. [Live Miss Yun] Zhang Jiayun, penggemar Zhang Jiayun juga bertambah. Tidak berhenti bertambah. Ke Le dan Huang Ya juga bertambah. [Yangyang dan Nona Jiayun sangat hebat.] [Saya mau menjadi penggemar Ke Le.] [Sangat menyukai Nona Ke Le.] – Terima kasih. – Terima kasih. [RUI Live bersama Zhe] Terima kasih, terima kasih Momo kami.
Baik, terima kasih Momo. Terima kasih, terima kasih Momo. Baik, pelan-pelan. Mari. [Wan Meilan bersama Zhe] Kenapa hari ini tidak ada mobil? Sedikit keringat. – Benar. – Kebetulan kita boleh membuktikan. Tadi wajah Jiang Zheyang dan wajahku memakai foundation Wan Meilan ini. Mari melihat sebentar, kualitas seluruh kulit, termasuk kondisi dasar riasan
Tetap sangat sempurna dan cocok. Direktur Ouyang datang. Hasilnya sekarang sangat baik. Puas, kan? [Live Miss Yun] Sangat bagus, jumlah popularitas sangat bagus. Jadi pranala foundation ini sudah kuletakkan di bawah. Sayangku sekalian yang ingin memiliki riasan sempurna seperti Yangyang, harus menekannya. Wajah sudah memakai foundation Wan Meilan. [Live Miss Yun] [Mari kita lihat]
[kualitas kulit ini] [termasuk kondisi riasan dasar] [juga sangat sempurna dan cocok] Kakak. Penggemar RUI sudah mau menembus 500 ribu. Kita sama sekali tidak punya apapun. Kenapa kita tidak punya apapun? Kita masih punya Xiao Xiao. Apakah kamu bisa berbicara? Direktur Chen, Cloud kita begitu kaya, bagaimana jika juga mengundang Jiang Zheyang
Melakukan siaran langsung interaktif untuk menambahkan penggemar kita? Baik, suruh Zhu Wan yang melakukannya saja. Saya akan memberikan biaya berapa banyakpun itu. Jangan, Kak. Saya tidak punya hubungan ini. Bukankah kamu pernah berinteraksi dengan Ibunya Jiang Zheyang? Apa yang kamu makan hari ini, kenapa omong kosongmu begitu banyak? Perusahaan tidak kekurangan apapun,
Ada Xiao Xiao, apa yang kita takutkan? Semuanya bergantung pada kemampuan. Perusahaan juga bergantung pada kemampuan, mengurus benda yang kacau itu. Baik, setelah selesai sesi riasan dasar, maka lanjut ke sesi lipstik yang paling disukai perempuan. Membahas ini, – saya punya satu pengujian untuk menguji kamu. – Baik. Tadi sudah kukatakan, maskara pertama
Terbuat dari sikat gigi. Pensil alis pertama dibuat pabrik peralatan tulis. Jadi pertanyaan saya adalah bisnis lipstik pertama diproduksi dari merek apa? Bisnis lipstik… Merek bisnis lipstik pertama. Bisnis lipstik… Guerlain! Guerlain. Benar, Guerlain. Hebat, Yangyang sungguh berpengetahuan. Membahas sampai sini, kalau begitu saya punya sedikit keegoisan. Saya juga percaya ini keegoisan semuanya.
Biasanya warna lipstik apa yang disukai Yangyang? Pertanyaan ini… Sebenarnya warna lipstik seperti film bioskop, susah untuk memutuskan dalam sekejap. Menurutku lipstik yang cocok untuk semua orang adalah yang terbaik. Misalnya warna oranye cocok untuk perempuan yang lebih muda. Warna merah tua cocok untuk wanita yang lebih dewasa dan seksi. Jadi menurut saya,
Perempuan yang kusuka, tidak peduli warna apa yang dia pakai, semuanya saya suka. Astaga, saya sudah merasakan rasa cinta yang ditembak para dewi. Menyebalkan! Ibu! Tolong saya! Semua yang kamu lakukan selalu rusak. Sungguh sakit. Kenapa rantai selalu lepas di saat penting? Siaran langsung segera selesai. Masa yang menyenangkan selalu sangat pendek.
Maka selanjutnya Jiang Zheyang akan membuat sebuah tangkapan layar, – menangkap sebuah penonton beruntung, oke? – Baik. Mari. Ini untukmu. Kemudian saya hitung tiga, dua, satu, lima penonton yang ditangkap layar. Tiga, dua, satu, tangkapan layar. Baik. Baik. Mari, mari kulihat sebentar. Baik. Baik, terima kasih kepada tamu kita hari ini Tuan Jiang Zheyang.
Terima kasih, terima kasih. Kegiatan kita sudah sampai di akhir. Saya juga punya beberapa kata untuk semuanya. Pertama, terima kasih kepada sponsor merek kita, yaitu Wan Meilan. Kemudian, kedua berterima kasih kepada Mall QE. Ketiga, saya ingin berterima kasih kepada tim siaran langsung RUI dan tim Manajerku sudah merencanakan sebuah kegiatan yang begitu bagus.
Kemudian terakhir, saya ingin berterima kasih kepada seseorang yang spesial. Cepat, cepat, cepat. Cepat, kemari. Kemari, betul. Terakhir, saya mau berterima kasih kepada orang spesial, yaitu maskot kita, nona beruang putih. Semuanya sudah melihat, hari ini dia memakai pakaian sekitar lima kilogram, sungguh panas, lelah dan berat. Jadi, siapakah staf yang begitu lelah
Dan kerja keras? Lepaskan, cepat, cepat, cepat. [Apakah Yangyang bersama Xixi?] [Memakai begitu tebal di musim kemarau benar-benar sangat melelahkan.] Kenapa lepaskan benda ini? Jangan bergerak, rambutmu sudah berantakan. Dia adalah… Rambutku sudah berantakan. Semuanya melihatku. Tetap dilepas. [Penyiar pria sangat imut.] Benar, dia adalah [Sangat berharap yang berdiri di panggung adalah saya.] [Mendukung Xixi.]
CEO dari RUI, Qian Xixi. Semuanya sudah melihat, [Terima kasih kepada tim RUI.] dia demi membuat panggung kita begitu indah dan menawan, [Penyiar sangat cantik.] dia sendiri menanggung pekerjaan paling lelah dan sulit. Jadi saya benar-benar [Di mana Yangyang selanjutnya?] berharap dengan tulus, semuanya berikan tepuk tangan meriah terakhir [Sungguh cepat selesai]
Kepada Nona Qian Xixi. [Tokoh terakhir sudah muncul!!] Mari berfoto. Masih mau foto? – Foto. – Jangan foto lagi. Foto satu kali. Mari. Sudahlah, sudahlah, sudahlah. Baik. Tadi sungguh mengejutkan. Kenapa kamu tiba-tiba menyuruhku membukanya? Saya sejak awal sudah tahu ini kamu. Kapan kamu mengetahuinya? Ketika kamu jatuh dan menolong kamu,
– ketika kamu berbicara, saya tahu itu kamu. – Saat itu saya berbicara? – Tentu saja. – Direktur Duan. – Ketika kamu mengatakan terima kasih… – Serahkan padaku. – Saya sudah lupa. – Berikan padaku. Bagaimana tarianku tadi? Tarian beruang yang kutampilkan tadi. Hasil kalian hari ini terlalu bagus. Penggemar kalian sudah menambah drastis.
Puji saya. – Puji kamu. – Tarianku bagus, kan? Xixi, saya pergi dulu. Hari ini sungguh terima kasih padamu si kaya Jiang. Masalah kecil saja. Nanti kuhubungi lagi. Terima kasih. Sampai jumpa. – Kembali. – Kenapa? Sudahlah. Baru kupuji saja matamu sudah mau jatuh. Apakah mataku jatuh? Sudah mau. Mataku memang begitu, besar. Kemari.
Ayahku mengirim pesan padaku. Apa yang dikatakan Paman Duan? Katanya setelah siaran langsung selesai, pekerjaan selanjutnya harus dilakukan dengan bagus. Semua barang ini harus menjamin keamanan customer. Saya sejak awal sudah kepikiran. Sebelumnya saya sudah beritahu Yu Shi. Ayahku sudah mengatakan secara langsung. Kira berdua harus memantaunya. Nanti ada kepala Departemen Teknik
Juga akan datang bantu kita memeriksa. Hari ini begitu inisiatif? Baik, tidak masalah. Sudahlah, cepat pergi ganti baju. – Direktur Ouyang. – Kamu sudah kerja keras, sangat panas, kan? Lumayan. Bagaimana, apakah hasil hari ini memuaskan? Kuberitahu kamu, hasil hari ini terlalu memuaskan. Penggemar penyiar kami tidak berhenti meningkat. Penggemar Yangyang sangat hebat.
Semua ini adalah hasil usaha kamu dengan Jiang Zheyang. Kalau begitu cari kesempatan untuk bekerja sama lagi. Harus kerja sama, meskipun tidak ada kesempatan, saya juga harus buat kesempatan untuk bekerja sama. Baik, sepakat ya. Baiklah, saya pergi melihat Yangyang. Baik, baik, baik, pergilah. Sampai jumpa. Tidak ada kesempatan juga mau membuat kesempatan.
Kamu mau membuat kesempatan apa? Kesempatan jenis apa? Terserah saya. Segera ganti baju untuk kerja, pergilah. – Ayo. – Buat kesempatan. Saya bilang saya panas. Kamu jangan memegangku. Jika kamu memegang lagi, saya akan memukulmu. Saya pakai cakar. Ayo cepat. Bagaimana hasil siaran langsung? Direktur Duan memang sangat hebat.
Dia tidak hanya melakukan siaran langsung dengan sangat bagus, bahkan menggerakkan jumlah customer QE. Departemen pendataan barusan mengirim pesan, hari ini adalah jumlah customer QE tertinggi dalam setahun, bahkan semua tempat di restoran juga sudah dipesan habis. Qian. Duan. Kamu datang begitu awal. Pesawat tiba awal. Saya naik taksi kemari. Mall kamu lumayan besar,
Saya hampir tersesat. Bukankah ini sudah bertemu? Hari ini Xixi kebetulan sedang melakukan kegiatan di mall. Mungkin sekarang sudah selesai, sedang membereskan untuk kembali. Saya tidak mengganggu dia dulu. Nanti malam baru jumpa saja. Baik. Ayo minum teh di tempatku. Fang Kai, bawa koper. – Baik. – Ayo. Bagaimana? Sudah bertahun-tahun juga tidak berubah.
Waktu tidak berhenti, rambut sudah banyak memutih. Bisnismu ini semakin besar. Skala seperti ini, bahkan di luar negeri juga tidak ada pusat pembelanjaan sebesar ini. Persiapan siaran langsung kali ini sangat cukup. Intinya lokasinya dipilih dengan bagus. Meskipun Yangyang pertama kali menyentuh siaran langsung, tapi penampilannya lumayan bagus, kan? Penampilannya sangat bagus.
Bibi, Yangyang adalah orang yang berpengalaman. Siaran langsung kami ini baginya adalah hal yang sangat mudah. Salon kecantikan yang kamu sarankan juga sangat bagus. Setelah saya melakukan salon, kulitku merasa menjadi muda lagi. – Iya, kan? Bagus, kan? – Masih muda. – Ke depannya sering datang Bibi. – Baik, baik.
Kulit Anda sekarang terlihat seperti kakakku. Mulutmu ini terlalu manis. Ran Ran, meskipun kita kenal melalui siaran langsung, tapi juga tidak boleh berhenti begitu saja. – Betul, betul, betul. – Ini barusan mulai saja. Ada kesempatan ajak Ayahmu dan Direktur Shen untuk makan bersama, saya traktir. Baik, serahkan pada saya.
– Anda tenang saja. – Baiklah, tidak perlu antar lagi. – Berhenti, berhenti. – Baik, baik, tidak antar lagi. Hati-hati Bibi. – Sampai jumpa, sampai jumpa. – Hati-hati, sampai jumpa. Ada masalah telepon saja. – Baik, baik, tenang saja. – Baik, sampai jumpa. Sampai jumpa. [RUI Live bersama Zhe] Akhirnya selesai dengan lancar. Pinggangku…
Sebenarnya sekarang saya lumayan khawatir dengan Yuan Yuan. Tidak tahu bagaimana dia memikirkannya. Dan juga masalah buruk itu terlalu tiba-tiba. Sebenarnya apa yang terjadi? Xixi! Xixi! – Xixi! – Yuan Bao. Yuan Bao. – Yuan Bao. – Pelan-pelan. Jangan ketabrak. Di mana Yang Yang? Di mana Yang Yang?
– Di mana Yang Yang? Ini untuk… – Kamu hampir menabrakku. hadiah untuk Yang Yang. Masih ada ini, ini, ini. – Semua untuk Yang Yang. – Pelan, pelan, pelan. Jiang Zheyang sudah pergi. Yangyang sudah pergi? Siaran langsung interaktif barusan selesai, dia langsung pergi. Bukan, bukan. Dia adalah artis.
Waktu kerja sudah sampai, dia langsung pergi. Kenapa dia pergi? Jangan menangis, jangan menangis. Kuberitahu kamu, Yuan Bao. Banyak orang di mall melihatmu. Kuberitahu kamu, siaran langsung interaktif hari ini sangat bagus, banyak orang yang ikut. Sangat memungkinkan ke depannya dia masih bisa bekerja sama dengan perusahaan kita. Jadi kamu bisa bertemu dengannya lagi.
– Benar. – Tidak, saya ingin melihat siaran langsungnya. Tidak masalah, tidak masalah. Ada di internet. Internet sama persis. – Berbeda. – Sama persis. Ayo kita segera pulang. Tidak mau. Kamu menangis juga tidak ada gunanya. Cepat, cepat. Pegang, pegang. Jika tidak menonton siaran langsung lagi, maka tidak bisa melihat lagi.
Segera pulang tonton siaran langsung. – Tidak masalah, tidak masalah. Ayo pergi. – Ayo pergi. – Ayo. – Cepat, cepat, cepat. – Ayo pergi, ayo pergi. – Kamu tidak pakai? Bukankah hanya pakai. Saya, saya, saya… Koper ini terlalu susah didorong. Apa yang terjadi dengan koper ini? Kuberitahu kamu, Jiang Zheyang
Di siaran langsung sangat tampan. Tingginya ada satu meter delapan puluh. Dia memang 1,85 meter. Dia hanya kelihatan 1,8 meter. Duan Ran. Menurutmu apa yang terjadi? Siapa begitu jahat beritahu masalah Yuan Yuan kepada Ouyang. Apa maksudmu menatapku? Kuberitahu kamu, ketika mendapat surel dari Ouyang, saya bersama dengan Jiayun. Saya berani yakin Zhang Jiayun.
Saya juga tidak menyalahkan dia. Nanti saya tanyakan kepada Ouyang apa alamat surelnya untuk diperiksa. Siapa sebenarnya? Kenapa Paman Duan dan Bibi Zhou belum datang? Mereka bilang mau merayakan untuk kita dua. Mereka telat. Apa kamu tidak tahu kita berdua datang lebih awal? Saya tidak pakai jam tangan hari ini.
– Xixi, Ran Ran. – Akhirnya datang. – Xixi. – Paman Duan, Bibi Zhou. Ayah, Ibu. Ini Ayah. Sudah begitu besar. Benar. Qian, silakan duduk. Kamu tidak mengenalku lagi? Kenapa dia di sini? Kembali melihatmu. Saya lumayan baik, tidak perlu dilihat. Ini… – Ran Ran, kan? – Ran Ran. Sudah tinggi sekali. Halo, Paman Qian.
Xixi, Ran Ran. Hari ini penjualan siaran langsung sangat bagus, sangat sukses. Kebetulan, sekarang Paman Qian juga kembali dari luar negeri. Kita sekeluarga makan bersama. Itu… saya dari luar negeri membawakan anggur Napa terbaik. Nanti dicoba. – Minum lebih banyak. – Qian. Xixi! Xixi! Xixi! Bibi Zhou, apa yang terjadi? Kenapa dia kemari?
Saya juga tidak tahu. Saya juga terkejut ketika melihatnya. Seumur hidup ini saya tidak pernah memikirkan bisa bertemu dengan dia yang hidup. Xixi, bagaimanapun dia adalah ayahmu Bibi Zhou, dia bukan ayahku. Dia tidak menghidupiku, tidak pernah mengaturku, Kenapa dia menjadi ayahku? Dalam hatiku, saya hanya mengenal kamu dan Paman Duan. Saya tahu.
Tidak peduli bagaimanapun, dia beberapa tahun ini selalu berada di luar juga tidak mudah. Bertahun-tahun susah payah juga tidak berhasil. Dia tetap ayah kandungmu. Hari ini dia memberanikan diri datang melihatmu sudah sangat tidak mudah. Kamu jangan terlalu menyalahkannya. Kenapa kamu membela dia? Apa kamu tidak dendam padanya? Pastinya saya dendam padanya.
Dia meninggalkanmu, tanpa memedulikan apapun, tidak ada tanggung jawab sedikitpun, tapi kalian berdua punya hubungan darah, benar, kan? Berikan dia sedikit muka. Hari ini dengan susah payah berkumpul, makanlah dengan baik, oke? Janji padaku. Bibi Zhou, janji padaku, setelah makan, saya tidak mau bertemu dengannya lagi. Baik, kita tidak bertemu dengannya lagi. Ayo pergi makan.
Ayo, pergi. Ayo, ayo. Ayo pergi. Mari, Kakak Ipar, saya bersulang padamu. Bertahun-tahun, jika tidak ada kalian menjaga Xixi, saya benar tidak tahu harus bagaimana. – Mari, mari, mari. – Mari, silakan. Xixi tanpa kamu juga lumayan baik. Qian, mari. Qian. Kembalilah. Selalu berkeliaran di luar juga bukan cara yang bagus.
Ini… perubahan dalam negeri terlalu cepat, saya takut tidak sanggup mengikuti. Tadi pergi ke rumah tua, barusan turun saya langsung terkejut. Saya mengira sopir salah bawa jalan. Jangankan kamu, bahkan saya kembali ke sana juga sering tidak mengenal jalan. Qian, kepulanganmu kali ini apakah ada rencana? Mengurus beberapa masalah dalam negeri,
Kemudian membawa Xixi keluar negeri. Xixi, bertahun-tahun Ayah merasa hutang padamu. Ayah ingin menebus dengan baik-baik, kemudian keluar negeri kamu bisa lanjutkan prestasimu. Qian, rencanamu ini apakah merasa lumayan bagus? Kamu tahu berapa biaya sekolah di luar negeri dalam setahun? Apa yang kamu gunakan untuk membiayai sekolahnya? Itu… Selalu ada caranya, Selalu ada caranya.
Belum dipersiapkan, kan? Karena belum dipersiapkan, maka jangan mengatakan dengan begitu, oke? Xixi, Bibi masih ada urusan, Bibi pergi dulu. Itu… Duan. Saya barusan pulang ada perbedaan waktu, jadi sedikit kantuk. Saya kembali dulu. Tinggallah di rumah. Kita berdua bisa berbincang-bincang. Tidak, saya kembali ke rumah tua saja. Baik, terserah kamu. Ran Ran dan Xixi,
Kalian antar Paman Qian. Tidak, tidak perlu, saya kenal jalan. Ran Ran. Sa… saya antar. Terlalu larut, saya antar kamu saja. Kalau… begitu saya pulang dulu. – Ayo. – Ayo. Saya tidak mau pergi. Apa yang terjadi? – Ayo. – Tidak mau. Xixi. Xixi. Saya ingin berbicara padamu. Jangan berbicara padaku. Bertahun-tahun tidak bertemu,
Saya tahu kamu menyalahkanku. Semua adalah salahku. Saya tidak menjalankan tanggung jawab sebagai Ayah yang bagus. Kenapa belum sampai? Sudah mau sampai. Saya bawa kopernya. Saya bawa saja. Saya bantu kamu saja. Duan Ran. Jangan pergi lagi. Saya pergi buka pintu, dua menit lagi turun. Sampai jumpa Paman. Saya pergi dulu. Sampai jumpa Paman.