【FULL】Something Just Like This Eps 5【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [We are Young] [Episode 5] Punyaku ini adalah edisi terbatas. Sayang sekali. Mobil ini lumayan bagus, aku suka. Bahkan sengaja pergi ke Shanghai, berurusan langsung dengan pembelinya. Lalu kamu tersesat saat berada di The Bund. Sampai jumpa, sayang. Saya mau naik taksi, kamu malah bersikeras naik MRT.

Saya itu namanya pandai melewati hidup. Rasanya… seperti menjual anak untuk bertahan hidup saja. Kalau begitu kamu keluarkan uang untuk selamatkan RUI. Sudah boleh membawanya pergi. Baik. Saya bantu kamu membungkusnya. Ayo pergi. Perusahaan kita tidak ditakdirkan untuk berjalan di bidang internet. Waktu itu investasi e-commerce, tidak berhasil. Kali ini juga seperti ini.

Saya rasa lebih baik tidak usah lagi. Kita seharusnya perhatikan perkembangan di dunia nyata, jangan asal mencoba lagi. Pusat perbelanjaan nyata kami, setelah lewat 20 tahun masih bisa bertahan. Stabil. Sedangkan internet berubah setiap tiga tahun sekali, siapa yang mampu bertahan? Ayah. Paman Shen. Pemegang saham sekalian. Ran Ran, kenapa kamu datang? Saya tahu

Hari ini Rapat Pemegang Saham mendiskusikan mengenai keberadaan RUI. Saya ingin masuk untuk mengobrol bersama. Ran Ran, mengenai masalah siaran langsung RUI, Rapat Pemegang Saham sedang mendiskusikan dan memutuskan. Kamu jangan asal ikut campur. Saya punya keyakinan. Oh iya, saya sudah membayar uang sewa kantor RUI untuk enam bulan ke depan. Totalnya 1,6 juta lebih.

Sata sangat percaya diri dan mempunyai kemampuan untuk melakukan hal ini dengan baik. Kamu mendapat uang sebanyak itu dari mana? Menjual mobil. Jadi sekarang saya mengajukan secara resmi pada Rapat Pemegang Saham, berharap bisa mempertahankan siaran langsung RUI, membiarkanku mengelolanya baik-baik. Membual tanpa malu. Bagus kalau Duan Ran mempunyai niat itu.

Bukankah kamu juga tidak berharap menghentikan RUI? Tapi Ran Ran, Paman Shen mempunyai beberapa pertanyaan yang ingin ditanyakan padamu. Silakan katakan. Kamu baru pulang dari Inggris, juga tidak familiar terhadap RUI, kenapa begitu peduli pada RUI? Karena ada orang yang berkata, RUI mempunyai masa depanku. Saya memutuskan merubah cara operasional RUI.

Prestasi semester depan langsung seimbang dengan QE. Baik…bagaimana kalau kamu tidak mampu melakukannya? Kalau saya tidak mampu… kalau tidak mampu ke depannya saya akan membersihkan toilet QE. Duan Ran, bahkan Chen Lang tidak mampu melakukannya, atas dasar apa kamu berkata bisa? Kami berbeda. Mengobrolkan apa, lama sekali. Sudahlah…Duan, jangan selalu mematahkan harapan anak.

Para pemegang saham, saya mengajukan saran. Kita menjadikan proprosal Duan Ran ini, menjadi agenda rapat yang resmi di Rapat Pemegang Saham, dan membahasnya sebentar. Lihat mau memberikan kesempatan padanya atau tidak. Tetap hanya Paman Shen yang membelaku. Duan Ran. Ini adalah Rapat Pemegang Saham. Bukan tempat yang bisa sembarang kamu masuki. Keluar.

– Ayah, saya belum selesai bicara. – Cepat pergi. Baik. Anak ini. Bagaimana? Kenapa begitu serius? Apakah mereka menyetujui untuk mempertahankan RUI? Saya rasa orang-orang di ruangan itu, tidak ada satu pun yang percaya padaku. Terutama ayahku. Malah Paman Shen yang lumayan mendukungku. Paman Duan bisa-bisanya tidak mendukungmu. Dia tidak berkata tidak mendukungku.

Dia hanya berkata, saya tidak lebih baik dari Chen Lang. Chen Lang mungkin mempunyai lebih banyak pengalaman darimu, lebih profesional darimu, tapi kamu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki siapapun. Kelebihan apa? Kerja kerasmu, masih belum dimulai. Kamu baru pulang dari kuliah di Inggris, yang kamu pelajari adalah Ekonomi.

Selain mempunyai sedikit pengalaman magang di bank investasi, kamu tidak pernah bekerja di perusahaan atau bisnis apa pun. Bagimu, ini adalah pengalaman pertama di dunia kerja. Idemu, usahamu, semuanya adalah yang baru, yang penuh dengan semangat. Ini sangat cocok dengan kharisma RUI. Apakah kamu mengerti? Mengerti. Tindakan Duan Ran hari ini benar-benar sangat konyol.

Apa katamu? Memasukkan sarannya ke agenda rapat? Shen. Kenapa hari ini kamu juga ikut bermain dengannya? Bagaimana bisa disebut bermain? Aku ini tergerak oleh semangat Duan Ran itu. Masa muda benar-benar bagus. Mempunyai semangat dan juga jiwa bisnis. Kita seharusnya mengerti dan mendukung. Tapi saya tetap khawatir. Bocah ini baru saja kembali, tidak terlalu mengerti

Terhadap pasar dan kondisi ekonomi di dalam negeri. Dengan sikap dan emosinya hari ini, cepat atau lambat pasti akan mengalami kesulitan. Benar juga. Sebenarnya saya juga pernah berpikir. Anak angkatku, Xixi, selalu tenang dalam melakukan segala hal, selain itu sangatlah rajin. Satu tahun yang lalu saya mendukungnya masuk ke siaran langsung RUI. Kalau ada dia

Yang membantu Duan Ran, maka saya akan sangat tenang. Jadi kamu terus memikirkan hal ini, ya kan? Hari ini Duan Ran menerobos masuk ke Rapat Pemegang Saham. Aku sebagai ayahnya, tidak enak hati mendukungnya secara terang-terangan. Iya. Jadi Shen, tadi saya memanggilmu ke sini, karena ingin meminta tolong padamu. Masalah pembentukan kembali siaran langsung RUI,

Takutnya ke depannya hanya bisa kamu yang atur. Menyuruhku menjadi orang jahat di luar, dan kamu berwajah baik di dalam. Duan, Direktur Duan. Gerakanmu ini benar-benar hebat. Yu Shizheng sedang menginventaris aset tetapnya. Selain mobil balap yang tidak diinginkan orang itu, hanya tersisa barang-barang berat dan tidak berharga ini saja.

Duan Ran, fotoku itu jangan kamu buang ya. Kamu tetap letakkan di kantor ini. Iya. Chen Lang itu siapa? Mana mungkin membiarkanmu mendapat keuntungan. Iya. Yang jelas lebih baik dikosongkan. Dua hari lagi setelah Direktur Duan muda masuk, kebetulan bisa mendekor yang baru. Setelah saya masuk, saya akan memajang semua kit garasi-ku.

Saudaraku, kamu bisa sadar tidak? Kit garasi dari mana? Bukankah semuanya sudah dijual untuk membayar uang sewa kantor ini? Mengobrol ya mengobrol saja, bisa tidak bicarakan hal menyenangkan saja? Apa ini? Direktur Shen dari QE sudah datang. Katanya ingin menemui kalian berdua, Yu Shizheng sedang membawanya naik. Terima kasih, Xiao Yu.

Bagaimana rasanya keluar dari QE? Terima kasih atas perhatian direktur. Sebenarnya kami yang bekerja di bidang keuangan, pergi kemana pun hanya mengerjakan serangkaian pekerjaan itu saja. Tunggu sebentar, saya bawakan minuman untuk Anda. Berikan coca-cola padaku, yang dingin. Tentu saja. – Paman Shen. – Coca-cola dingin, coca-cola dingin. Paman Shen sudah mencapai umur ini,

Masih minum coca-cola dingin? Memangnya kenapa minum coca-cola dingin di usia seperti ini? Masa harus minum Malt Whiskey dengan gojiberry? Ada apa dengan Paman Shen yang minum coca-cola? – Tidak apa-apa. – Iya kan. Memang harus melakukan hal yang tidak biasa. Paman Shen masih muda, ingin minum apa, minum saja. Lihat Xixi, pintar sekali.

Iya, terserah paman ingin minum apa, minum saja. Pak tua ini masih minum coca-cola ya. Selain itu hanya suka coca-cola saja, tidak suka minuman bersoda lainnya. Kamu juga mengetahui hal ini? Aku sudah tahu sejak bekerja di QE. Semua orang juga tahu. Duan Ran. Hari ini saya ke sini mencari kamu dan Xixi,

Karena pengajuan proposalmu di rapat pemegang saham, membuatku memujimu dengan tulus. Terima kasih Paman Shen. Tapi jujur saja, saya juga sedikit khawatir. Tentu saja saya mengerti. Tidak peduli bagaimanapun itu, saya sudah memulai bisnis selama 20 tahun dengan ayahmu. Saya melihatmu perlahan-lahan bertumbuh dewasa. Perasaanku padamu, pasti berbeda dengan orang lain. Paman Shen tenang saja.

Paman Shen, jujur saja, sebenarnya saya juga lumayan khawatir, karena Duan Ran ini… Tentu saja saya mendukung Duan Ran. Tapi dia ini memang tidak mempunyai pengertian apa pun terhadap uang. Tapi Duan Ran sudah membuat janji. Kalau tidak berhasil, dia harus membersihkan toilet. Baiklah, suruh dia pergi bersihkan toilet saja. Kamu senang ya.

Justru dia ingin melihatku membersihkan toilet. Kekhawatiran Xixi juga ada alasannya. Jadi hari ini, saya mencari kalian berdua. Xixi serius dan bekerja keras, mempunyai pengalaman dasar penjualan, juga sangat mengerti RUI, sangat cocok menjadi manajer perusahaan. Kalau Paman Shen benar-benar merasa saya mampu, maka saya bersedia sepenuh hati membantu dia. Karena dia ini,

Memang mempunyai sangat banyak pemikiran yang tidak nyata. Apanya yang tidak nyata? Nyata atau tidak, apakah kamu tidak tahu? Juga tidak perlu mengatakan semuanya, kan? Saya benar-benar tidak tahu. Coba kamu katakan. Benar-benar kukatakan? Boleh. Uang yang kupinjamkan untukmu dua bulan lalu, apakah sudah kamu kembalikan? Saya meminjam uangmu? Apa kamu sudah lupa?

Jangan bercanda lagi. Kamu yang selalu meminjam uang dariku. Sudahlah, sudahlah. Kali ini Duan Ran berusaha keras membela RUI di rapat pemegang saham, membuat kami melihat ketulusan dan kesungguhannya. Paman Shen, tolong kalian percaya padaku. Kami tentu saja percaya padamu. Tapi ada beberapa hal, yang tetap harus kukatakan. Berbisnis itu, bukan hanya mengandalkan semangat.

Pemahaman terhadap industri, penguasaan terhadap pergerakan masalah, semuanya sangatlah penting. Apakah kamu mengerti? Kadang kala satu keputusan dari seorang manajer, akan menentukan hidup dan matinya perusahaan. Bagaimanapun itu, kalian harus menggunakan segala kemungkinan di sekitar kalian untuk mendorong kemajuan perusahaan. Pencapaian RUI dulu, tidak ada hubungan sedikit pun dengan kalian.

Mengambil alih RUI, artinya memilih mulai berbisnis. Yang kalian ambil alih, adalah sebuah perusahaan yang memiliki banyak kekurangan. Kalau ingin membentuknya menjadi yang kalian harapkan, maka harus bekerja keras dengan sepenuh hati. Paman Shen, maksud perkataanmu adalah… QE untuk sementara ini tidak akan menjual RUI, benar kan? Seharusnya masih akan mendukungmu sebentar. Semangat!

– Semangat! – Semangat! OK, Duan Ran. Setelah penandatanganan penyerahan tugas, sudah harus mulai kerja. Enam bulan juga bukan sangat panjang, saya tetap tidak berharap kamu benar-benar pergi membersihkan toilet. Terlebih lagi toilet wanita itu. Paman Shen tenang saja. Saya pasti tidak akan membuatmu kecewa. Baik. – Saya antar paman keluar. – Tidak usah.

Kamu mulai dari sekarang, seharusnya segera bekerja tanpa henti. Biarkan Xixi yang mengantarku. Benar, saya bekerja. Kalau begitu Xixi, kamu gantikan saya mengantar Paman Shen. – Ayo jalan. – Ayo. Paman Shen, hati-hati di jalan ya. OK. Turunkan, turunkan. Dilihat seperti ini jadi jauh lebih nyaman. Untuk apa diturunkan? Kamu yang suruh mereka turunkan?

Lukisan-lukisan ini sangat tidak elegan. Selain itu dinding ini lumayan cantik. Waktu itu ketika menjual mobil, saya sudah memikirkan bagaimana mendekorasi RUI. Sekarang RUI sudah menjadi milikku. Saya beritahu kamu, rasa estetika tidak boleh hilang. Tinggal diturunkan dan dibawa pergi saja. Apa yang kamu lakukan besok? Saya rasa mulai besok, saya akan segera mengadakan rapat,

Merapikan sumber daya perusahaan, segera menemukan masalah, melihat yang paling perlu kita selesaikan sekarang adalah masalah apa. Saya sedang bicara denganmu. Iya, saya mendengarkan. Saya beritahu kamu, yang hari ini saya katakan pada Paman Shen, semuanya sungguhan. Bagaimanapun kamu baru kembali, tidak terlalu mengerti kondisi dan lingkungan di dalam negeri saat ini.

Apalagi industri siaran langsung. Apa kamu benar-benar sudah memikirkan bagaimana mengoperasikan RUI ke depannya? Meskipun saya hidup di luar negeri selama beberapa tahun, tapi saya tumbuh besar di lingkungan ini. Saya juga lulusan S1, ya kan? Tidak ada orang yang lebih cocok dariku. Saya pasti bisa. Tapi kamu tidak ada pengalaman sesungguhnya.

Selain itu kamu juga boros. Bagaimana saya bisa bercaya? Saya memang tidak punya pengalaman, tapi kamu punya. Kamu bukan hanya punya pengalaman, tapi juga pelit, ya kan? Masalah pelit, sebenarnya kadang kala sangat berguna. Ini adalah kelebihan dalam bisnis. Saya katakan padamu, ke depannya kamu adalah batu penopang paling kuat di belakangku sebagai CEO.

Dari mana kepercayaan dirimu itu. Kepercayaan dirimu yang berlebihan itu, namanya sombong. Kamu harus membedakan antara percaya diri dan sombong. Saya ini bukan sombong. Ini namanya berambisi. Sebagai manusia, terutama anak muda, harus mempunyai ambisi. Apa kamu mengerti? Kalau kamu bahkan tidak punya ambisi, apa bedanya kamu dengan, dengan, dengan… dengan ikan ini? Apa bedanya?

Besar sekali perbedaannya. Saya bukan ikan asin. Tidak ada perbedaannya. Kamu minta ditendang ya. Emosi Ran Ran ini, kalau tidak ada Xixi yang mengontrol, saya benar-benar sangat tidak tenang. Sata menaruh mereka di perusahaan yang sama, karena ingin membentuk suasana persaingan di antara mereka. Anak muda. Saling bersaing satu sama lain, dapat membantu perkembangan mereka.

Di hatiku dan Paman Duan, dibandingkan Duan Ran, kamu lebih cocok menjadi CEO. Bersaing apanya? Saya tidak peduli bagaimanapun itu, tidak boleh membiarkan mereka bersama. Sebenarnya posisi CEO ini, dari sisi mana pun, seharusnya menjadi milik Duan Ran. Kadang kala menjadi orang, memerlukan sedikit ambisi. Saya pergi dulu. Kalau kamu bersikeras mengikat mereka bersama,

Mengikat semakin erat, maka tidak ada untungnya bagi mereka. Kalau tidak percaya, coba saja. Saya yang terlalu polos. Sejak awal tidak mengerti maksud Paman Shen. Ternyata Paman Duan yang ingin saya bersaing dengan Duan Ran. Lalu sekarang apa rencanamu? Saya berencana menerima pengaturan Paman Shen. Bersaing dengan Duan Ran merebutkan posisi CEO? Bagus.

Saya mendukungmu. Ayo. Benar mendukungku? Jangan tos dulu denganku. Jiayun, Jiayun tersayang. Sejak kamu pergi dari Bao Qi, terus tidak menemukan pekerjaan. Kalau saya bersaing dengan Duan Ran, kamu mau membantuku tidak? Meskipun saya sekarang tidak punya pekerjaan, tapi juga sangat sibuk setiap hari. Malam hari saya belajar di Universitas Xiamen. Waktunya sudah hampir tiba.

Saya pulang dulu ya. Kamu duduk di sini. Ada apa? Saya baru saja mau membahas penambahan anggota, kamu sudah mau pergi. Apa maksudnya? Begini, Xixi. Saya analisis sebentar padamu. Coba lihat, kamu ingin menjadi CEO, yang paling penting adalah, kamu harus mempunyai tim milikmu sendiri. Harus punya sekelompok orang yang berjuang bersama denganmu.

Kamu harus punya tim perang-mu sendiri. Kalau kamu berjuang sendirian, pasti tidak bisa. Yang jelas jalan masih panjang. Saya sebagai sahabat, tetap mendukungmu. Saya pergi dulu ya. Zhang Jiayun, kenapa kamu pergi lagi? Bukankah kamu bilang mendukungku? Kamu bahkan tidak mampu menanganiku, masih ingin menjadi CEO? Kamu harus berjuang lagi.

Saya sudah seperti ini, kamu masih pergi. Pelan-pelan, Direktur Shen. RUI kembali beroperasi, adalah hal yang layak dirayakan bagi kalian para anak muda. Tentu saja. Ini juga tidak dapat dipisahkan dengan ketekunan dan kerja keras kalian. Terima kasih atas pujian direktur. Tapi kalian juga harus melihat jelas situasi. Perusahaan pusat menetapkan tiga keputusan

Terhadap kondisi operasional kalian. Pertama, mulai hari ini, RUI dikelola secara mandiri, menanggung sendiri keuntungan dan kerugian. Perusahaan induk tidak bisa melakukan bantuan atau pengganti dalam bentuk apapun lagi. Ini yang dimaksud adalah penghentian pengasuhan RUI. Gawat, gawat. Harapan terakhirku hancur. Yang kedua, tentang masa pengamatan. Masa pengamatan selama enam bulan.

Kalau tidak bisa membalikkan kerugian menjadi keuntungan, maka perusahaan induk akan menjual atau mengalihkan RUI. Hanya memberikan waktu enam bulan ya, Direktur Shen. – Direktur Shen. – Ini terlalu singkat, Direktur Shen. Ini adalah hasil setelah saya bernegosiasi dengan Rapat Pemegang Saham. Mereka awalnya hanya memberikan waktu tiga bulan. Silakan katakan poin ketiga.

Yang ketiga adalah CEO baru… akan muncul dari Duan Ran dan Qian Xixi. Kalian bersaing dengan adil. Siapa yang lebih cepat memikirkan strategi penyelesaian masalah RUI saat ini, yang melakukan paling baik, akan menjadi CEO. Kenapa masih ada pemilihan? Saya rasa tidak masalah. Paman Shen, saya setuju. Bukan…kamu bilang iya, langsung iya.

Saya rasa tidak bisa. Saya adalah CEO-nya. Kenapa masih harus ada pemilihan? Atas dasar apa hanya dengan satu ucapanmu, kamu langsung menjadi CEO? Aku rasa posisi CEO dipilih dari persaingan, cara ini sangat adil dan masuk akal. Kamu tidak terima, jangan-jangan sebelum mulai sudah takut duluan? Tidak. Untuk apa takut padamu?

Kalau begitu jangan basa-basi lagi. Dengarkan kata Paman Shen. Saya… Baik, kalau begitu ditentukan seperti itu saja. Ran Ran, tidak boleh ada keberatan lagi ya. Satu bulan kemudian kita lihat hasil kerja dan menentukan hasilnya. Kita makan apa ya? Ingin makan yang manis. – Ayo jalan. – Restoran ini kelihatannya lumayan enak. Halo.

Apa ini? Cantik sekali. Saya rasa Direktur Shen berbuat seperti ini demi kebaikanmu. Dia menyuruhmu bersaing dengan Direktur Qian, adalah untuk sebesar mungkin mengembangkan kemampuanmu. Tidak peduli atas keputusan siapa, Qian Xixi pasti tahu. Setiap hari menipuku mempertahankan RUI, membuat perhitungan ini. Toko itu pergi ke mana? Ini ya? Benar. Iya. Kamu tahu tidak,

– kamu adalah orang utusan QE. – Yang jelas sudah seperti ini. – Tidak apa-apa. – kamu harus bantu aku. Bukankah masih ada kamu yang menemaniku? Saya pasti akan membantumu. Duduk di luar. Duduk di dalam saja. Di sini matahari terlalu terik. Ayo makan. Burger di restoran ini sangat enak. Dulu di Xiamen tidak ada.

Di Hong Kong baru bisa makan. Cepat makan, jangan mubazir. Xixi, makan perlahan-lahan. Saya juga tidak berebut denganmu. Setelah makan, masih ada banyak hal yang perlu dilakukan. Kamu sekarang benar-benar masih berminat untuk makan burger? Sebagai manusia, sampai kapan pun, tidak boleh lupa untuk menikmati hidup. Kalau tidak untuk apa mencari uang, iya kan?

Kamu sekarang masih merasa panik untukku? Saya juga tidak bisa apa-apa. Sudah naik ke kapal bahayamu, tentu saja harus bertahan. Apanya yang kapal bahaya? Saya salah. Kapal besar. Kapal besar. Kamu ini, Meskipun tidak semengerikan Su Su, tapi pintar dan bekerja keras. Kamu membantuku, kita bersama-sama melawan Qian Xixi dan Su Su, pasti sangat mudah.

Xixi, apakah kamu tahu? Kamu selalu terlihat semangat. Bagus sekali. Posisi CEO kali ini pasti adalah milikmu. Apa kamu benar-benar merasa saya cocok? Tentu saja. Direktur Duan dibandingkan denganmu, satu, tidak ada pengalaman kerja, dua, tidak familiar terhadap pekerjaan, tiga, jarang datang ke perusahaan. Bagaimana bisa menang darimu? Setelah saya menjadi CEO,

Maka kamu adalah kontributor terbesar. Sampai nanti kamu akan menyadari, mengikutiku, adalah keputusan yang sangat benar. Terima kasih Direktur Duan. Pasti Duan Ran. Saya sangat yakin pada kemampuannya. Selain itu saya juga sangat mengerti terhadap kelebihanku sendiri. Saya sedang berpikir bagaimana menggunakan kelebihanku, memenuhi kekurangannya. Apa kamu tidak pernah berpikir, ingin menjadi CEO?

Benar, belum pernah terpikir sebelumnya. Kemarin malam setelah pulang, saya berpikir semalaman, baru melakukan keputusan ini. Karena saya merasa, sudah diberi kesempatan, kenapa tidak mencobanya? Benar kalau seperti ini. Qian Xixi ini saya kira dia sudah bersiap untuk menolongku, tidak disangka… sekarang mau bersaing posisi CEO denganku. Direktur Qian memang mempunyai kemampuan untuk itu.

Kalau kamu tidak pandai bicara, makan burger saja. Kalau begitu kemarin malam, apa kamu sudah terpikir bagaimana mengoperasikan perusahaan? Merekrut orang, lalu menginventarisasi persediaan. Merekrut siapa? Rahasia. Direktur Duan, kamu benar-benar tidak panik atau pura-pura tidak panik? Kamu tahu tidak, minggu ini kamu sudah harus mengeluarkan rencana operasional. Kamu punya cara apa?

Merek yang RUI kelola sebelumnya terlalu rendahan. Kita sekarang harus bergerak ke atas, mencari merek-merek kelas atas. Poporo. Coba lihat kemampuanmu itu. Merek kelas atas, setidaknya juga harus yang di level awal. Kamu benar-benar merasa, memeriksa persedian perusahaan bisa menemukan rencana operasional? Belum tentu, tapi saya rasa ada kemungkinannya. Mau itu desainer merek,

Dan juga produk kecantikan, produk perawatan kulit. Ini baru merupakan posisi kita. Chen Lang sudah memikirkan sejak dulu. Merek-merek itu, menganggap siaran langsung kita terlalu rendah. Itu karena menganggap rendah Chen Lang. Apa hubungannya dengan siaran langsung. Ditambah lagi, kalau dia yang bicarakan, sudah sewajarnya tidak berhasil. Ayo makan. Setelah ibuku mendengar bos perusahaan kabur,

Mendesakku mengganti pekerjaan, juga memaksaku pergi ke perjodohan. Saya berkata padanya, perusahaan kami adalah anak perusahaan QE Group. Kalau ada sandaran, masalah menjadi mudah. Orang yang berpengalaman, tetap lebih hebat dari orang baru. Dia baru menyetujui aku tetap bekerja di sini. Tenang saja, kita tidak akan mati. Su tersayang, saya berjanji padamu.

Setidaknya dalam enam bulan ini, saya pasti tidak akan membiarkanmu mati kelaparan. Dua sisi ini harus ditarik ke dalam. Efek apa ini? Garis pinggang ini harus ditarik ke dalam. Supaya terlihat 3D. Ini tidak bisa. Ini sama sekali tidak bisa. Di samping renda semuanya ditambahkan, – setidaknya harus tambah 20 cm. – Xiao Ma.

Direktur Ma. Duan Ran. Lingkungan kerjamu sekarang bagus juga ya. Saya iri sekali padamu. Kamu baru pulang dari Inggris? Iya. – Ada instruksi apa? Instruksi apanya? Setelah saya kembali, saya membuat perusahaan siaran langsung. Saya ke sini karena ingin mendiskusikan kerja sama denganmu. Coba lihat hak siaran langsung kalian ini, kita bicarakan sebentar. Jujur saja,

Mei Ruo Zi adalah merek kelas atas. Kami juga memiliki pertimbangan. Khawatir… kalau tidak hati-hati, membuat image merek ini buruk, ini… Kita adalah teman lama. Bisa jangan membual tidak. Harga satu produk kalian tidak lebih dari 2000, merek kelas atas apa? – Kalian pergi dulu. – Baik. Ayo, kalian ikut denganku ke sana. Duan Ran.

Bukan semua orang sama sepertimu yang terlahir kaya. Bagi banyak orang, uang 2000 ini sudah termasuk konsumsi tingkat tinggi. Sudahlah, sudahlah. Saya lihat bukankah kalian punya toko di internet? Kami memang mempunyai dua toko di internet. Selain itu, kami memang tidak menolak platform siaran langsung. Tapi karena merek kelas atas,

Jadi permintaan kami terhadap penyiar juga sangat tinggi. Kalian di sana ada siapa saja? Kita sekarang ada Qian Xixi. Pemeran cantik utama di RUI. Sekarang adalah penyiar top. Qian Xixi. Setahuku masih berada satu kelas di bawah Yuan Yuan, kan? Apa masih ada lagi? Kamu tidak mengerti. Ditambah lagi, untuk apa kamu mencari tahu ini?

Duan Ran, bukan saya tidak mau membantumu. Dulu Chen Lang meninggalkan RUI, membuat Cloud Streaming. Dia membawa pergi semua penyiar di RUI waktu itu. Semua orang mengetahui hal ini. Kamu sekarang selain memiliki Qian Xixi, sudah tidak ada orang lagi. Kalau tidak ada penyiar, bagaimana memperkenalkan barang?

Kalau tidak bisa memperkenalkan, bagaimana kita bisa membahas kerja sama? Setelah kamu menyelesaikan masalah penyiar, kita baru membahas kerja sama, OK? Bagaimana? Mengenakan jubah mandi saja masih berakting kelas atas. Perusahaan ini tidak bisa diandalkan. Kita tidak bekerja sama dengan mereka. Pak, jalan. Halo. Benar-benar pantang menyerah ya. Setiap hari datang olahraga.

Coba kalau saya mempunyai ketekunan seperti ini juga. Seharusnya sudah menjadi penyiar besar sejak dulu. Saya benar-benar tidak mengerti. Kenapa kamu begitu suka menjadi seorang penyiar. Setiap hari bicara sendiri di ponsel, apa serunya. Kamu benar-benar sangat menyebalkan, tahu tidak? Jelas-jelas sedikit pun tidak suka menjadi penyiar, tapi mempunyai begitu banyak fans, begitu terkenal.

Coba lihat saya. Setiap hari bekerja keras begitu lama, masih menjadi penyiar yang biasa. Terlalu tidak adil. Salahku ya? Kamu kira hanya kamu seorang yang menderita? Meskipun kamu tidak punya pencapaian, tapi setidaknya yang kamu lakukan setiap hari adalah hal yang kamu sukai. Bagaimana denganku? Setiap hari berlelah-lelah juga tidak tahu demi apa.

Mencari uang? Saya sudah cukup. Siaran langsung ini benar-benar tidak ada hal yang layak aku pertahankan lagi. Menyebalkan sekali. Kenapa mencariku? Mengundangmu kembali ke perusahaan. Membentuk tim lagi. Bagaimana kalau kamu kembali dan membantuku? Kontrakku akan berakhir kurang dari seminggu lagi. Aku tidak berencana melanjutkan kontrak. Karena tidak ingin menjadi penyiar lagi, berencana mengganti pekerjaan.

Perusahaan baru saja membentuk tim, baru saja bersiap maju, kamu tidak peduli dan mau pergi sendiri? Kalau saya tidak pergi sekarang, mungkin akan menyesal seumur hidupku. Saya tahu di saat genting memang tidak bisa mengharapkanmu. Coba kamu pikir ke arah yang positif. Kalau saya tidak ada di sini lagi, maka hari keberhasilanmu akan tiba.

Kamu masih terus mengungkitnya. Qian Xixi, kalau setelah saya pergi, kamu tidak berhasil juga, saya akan merendahkanmu. Tenang saja. Saya tidak akan memberikanmu kesempatan untuk merendahkanku. Saya jujur saja padamu. Saya sudah akan menjadi CEO baru di siaran langsung RUI. Kelihatannya tindakanku untuk tidak melanjutkan kontrak benar. Apa maksudmu? Kamu merendahkanku ya?

Jika nanti kamu tidak ada uang, aku lihat kamu akan kembali mencariku atau tidak. Kamu urus dulu dirimu. Setelah kalah bersaing, ingat cari saya ya. Saya traktir kamu makan. Semangat! Orang macam apa itu. Direktur Duan, bukankah hanya pertemuan biasa saja? Kenapa seperti merencanakan kejahatan saja, harus mengobrol di atap gedung?

Kamu bertanya padaku? Bukankah kamu yang memilih tempat ini? Memilih gedung enam lantai, tidak ada lift. Dia juga bukan mata-mata. Masih belum sampai juga? Sebentar lagi sampai. Benar-benar olahraga ya. Sudah sampai. Sudah sampai. Wen Wen. – Wen Wen. – Direktur Duan, Guru Yu. Lama tidak bertemu. Lama tidak bertemu, Wen Wen.

Direktur Duan, ada masalah apa, langsung katakan saja. Sore ini saya ada siaran langsung. Saya menggunakan waktu ke toilet untuk bertemu denganmu. Saya masih harus segera kembali. Baik, baik, saya bicarakan secara singkat saja. Kali ini saya datang ingin mengajakmu kembali ke perusahaan, kembali ke RUI kami. RUI sekarang sudah berbeda dengan dulu.

RUI sekarang di bawah penguasaanku. – Benar. – Selama kamu bersedia kembali ke perusahaan, gaji dan juga beragam keuntungan, kamu katakan saja. Terima kasih atas undangan Direktur Duan. Tapi saya dengar, saat Chen Lang pergi, bukan hanya membawa penyiar, bahkan juga membawa pergi merek. Lebih baik tunggu sampai kamu mendapatkan kontrak merek,

Baru bicarakan denganku saja. Merek produk-ku hanya akan lebih banyak, – Tidak akan lebih sedikit dari yang dulu. – Benar. – Selain itu setelah kamu kembali, – Yang penting kamu kembali saja. masalah yang lain akan saya selesaikan. Kamu tenang saja. Mengenai gaji, pasti jauh lebih banyak dari mereka.

Kamu masih belum percaya padaku, ya kan? – Pasti… – Wen Wen, apa kamu tidak perlu bekerja? Ini…apa yang kamu lakukan? Tidak terpikir ya, Tuan Muda. Datang ke sini untuk merebut karyawanku. Siapa yang merebut karyawanmu? Saya datang untuk mengobrol dengan Wen Wen, kenapa jadi merebut karyawan? Kamu masih berpura-pura.

Apa itu namanya mengobrol? Saya sudah mendengarnya saat berada di sana. Kenapa kamu menguping pembicaraan orang lain? Tidak tahu malu sekali. Kamu bicara seperti ini di perusahaanku, – kenapa kamu begitu tidak tahu malu? – Jangan, jangan. Saya bertanya padamu. Kalau ada masalah, langsung katakan. Jangan main tangan, jas ini lumayan mahal.

Direktur Chen, kami pergi. Kami pergi. Kalau hebat, jangan kabur. Siapa yang kabur? – Tinggal sebentar. – Pergi jauh dariku. – Tinggal sebentar. – Pergi jauh dariku. Tinggal sebentar. – Ayo kita mengobrol. – Ayo pergi. Bukankah harus melihat Cloud Streaming-ku ini. Orang ini gila ya. Bagaimana RUI sekarang?

Besok suruh ayahku beli gedung ini dan kuhancurkan. Benar-benar tidak suka melihatnya. Kenapa kamu mengikutiku? Tidak apa-apa. Jangan ikuti saya. Saya tunggu kamu kembali mengambil pergi orangku. Ya sudah, biarkan saja dia ikut. Lihat dia ikut sampai kapan. Kamu menyebalkan sekali. Siapa yang menyebalkan? Bukan…kenapa kamu mengikutiku? Bagaimana kalau tinggal sebentar di sini,

Naik ke atas untuk minum teh. – Ayo. – Seperti lalat besar saja, terus mendengung di belakang. Tempat bobrokmu itu, fengshui-nya tidak bagus. Saya benar-benar tidak suka menetap di sana. Bukan, ini kenapa… Ada apa? Familiar? Dua hari yang lalu membeli mobil second, untuk dikendarai. Tapi mobil bobrok ini lumayan sulit juga dikendarai. Ayo pergi.

Bukankah sudah kujual kepada seorang kolektor luar negeri? Kenapa jadi ada di tanganmu? Orang luar negeri yang kamu katakan itu, adalah seorang penjual ilegal. Kemudian langsung menjualnya kepadaku. Mengungkit tentang ini, tiba-tiba mengingatkanku. Sepertinya sama dengan prinsip penyiar ya. Orang kalah dariku, mobil juga kalah dariku. Semuanya kalah. Sudah, sudah.

Direktur Duan, di luar panas, panas. Direktur Duan. Chen Lang saya beritahu kamu. Direktur…Direktur… Pertarungan kita sudah dimulai. Sudah, sudah. OK, OK. Direktur Duan, ayo kita pergi. Di luar sangat panas, di mobil lebih sejuk. Di mobil ada AC. Ayo pergi, Direktur Duan. Sudahlah, sudahlah. Tidak tahu malu! Ayo pergi.

Direktur Chen, kalau di sini juga dipasang CCTV, – totalnya membutuhkan delapan CCTV. – Delapan? Apakah delapan cukup? Di sini sudah cukup. Di sini, di sini, di sini. Di sana. Dan juga di dua sudut ini, semuanya dipasang. Baik. Benar-benar hebat ya dia. Mengambil orang sampai ke perusahaan kita. Apa-apaan semua barang jelek ini.

Sama sekali tidak bisa dipakai. Apa ini? Kemeja jeans ini boleh juga. Semuanya cepat lihat ke sini. Su Su, lihat baju ini. Bukankah mirip dengan baju yang aktor itu kenakan di Brokeback Mountain? Sangat fashion, sangat keren. Kamu memakai baju ini, bahkan pinggangmu tidak terlihat lagi, Brokeback Mountain apanya. Ini adalah stok sisa.

Tentu saja tidak memiliki gaya. Tapi kita bisa menjual keuntungan kainnya. Coba kamu lihat. Ini sepertinya juga tidak elastis. Tapi ini kuat, tahan lama. Tidak bisa, harus modelnya bagus baru bisa. Tidak bisa. Kalau begitu menurutmu, sisa stok kita sekarang, kemeja ditambah celana jeans, totalnya ada 3000 lebih. Kalau mendiskon semua ini,

Bukankah bisa mendapatkan banyak uang? Barang seperti kain bekas ini, bagaimana mungkin bisa terjual?