【FULL】In a Class of Her Own Eps 34【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [In A Class of Her Own] [Episode 34] Ayah. Ayah. Tuan Feng tak mungkin membunuh orang. Tolong ampuni dia. Kumohon, Ayah. Kenapa kau… Kemari. Min’er, ayahmu melakukan itu demi kebaikanmu. Kenapa kau memihak orang luar? Ibu. Kita semua tahu… Tuan Feng adalah orang baik. Bagaimana bisa kalian… Jaga mulutmu. Dengar.

Meskipun Feng Cheng Jun bukan pembunuh, dia melanggar janjinya untuk menikahimu. Keluarga Han menjadi bahan tertawaan. Untuk masalah ini saja, aku harus membuatnya jera. Ayah. Itu dua hal berbeda. Kau hanya bersikap tidak adil dan penuh dendam. – Min’er. – Apa katamu? – Ayo ikut aku. Ayo. – Ulangi! Ayah, kau membalaskan dendam pribadimu.

Nona Han. Min’er. – Nona. – Kau tak apa, Min’er? Sayang, apa yang kau lakukan? Dengar. Mulai hari ini, – Keluarga Feng adalah musuh kita. – Nona Han. Sebaiknya kau lupakan dia. – Tak apa-apa. – Nona Han. Tidak. Aku masih khawatir. Aku harus pergi ke sana. Tidak bisa. Kenapa?

Feng Cheng Jun adalah putra gubernur. Guru Wang menghormatinya. Selama Tuan Han tak punya bukti, dia akan baik-baik saja. Aku khawatir Tuan Han akan menyalahkannya. Dia tetap harus punya alasan jika ingin melakukan itu. Catatan Kakak Cheng Jun sangat bersih. Jika ada yang ingin menjebaknya, tidak akan semudah itu. Jika saat ini, kau memaksa mengunjunginya,

Tuan Han akan mengambil kesempatan ini. Dia akan mengirim pasukan ke akademi untuk menangkap pembunuhnya lagi. Semua usaha kita akan sia-sia. Kuharap ucapanmu benar. Kuharap Kakak Feng akan baik-baik saja. Namun, kenapa Feng Cheng Jun tiba-tiba mengaku bersalah? Menurutmu dia punya alasan tersembunyi… atau dia ingin melindungi seseorang? [Tenanglah.] [Aku ada di sini.]

[Dia pasti mendengar ucapan Gu Da Chao.] [Dia pasti tahu.] [Dia takut aku diperiksa saat itu.] [Jadi…] Baiklah. Berhentilah khawatir. Feng Cheng Jun tidak bodoh. Jika membuat keputusan itu, dia pasti punya solusinya. Namun, jangan biarkan Lei Ze Xin tahu mengenai ini dulu. Jika tidak, dengan sifatnya yang tidak sabaran,

Dia mungkin akan terburu-buru mengaku bersalah lagi. Apa yang kalian rencanakan lagi? Apa yang tak boleh aku tahu? Senior, kau sudah bangun? Aku akan ambil obat. Katakan, berapa banyak orang yang telah kau bunuh? Aku tak membunuh siapa pun. Kau tak membunuh siapa pun? Lalu, kenapa ada banyak sekali orang yang mengincar nyawamu?

Aku dan satu orang lagi yang membagikan selebaran, dijebak. Itu sebabnya kami jatuh ke dalam jebakan Han Zheng Liang. Satu orang lagi? Minum obatnya dulu. Apa menurutmu… orang yang membuat kalian masuk ke dalam jebakan Tuan Han… adalah bagian dari rencana Tuan Han? Mungkin dia hanya umpan? Maksudmu… pembunuh itu diutus oleh Tuan Han?

Xiao Man. Kau sudah bangun? Bagus, kau akhirnya bangun. Ayo, minum obatnya. Tempat apa ini? Bukankah kau… selalu ingin punya rumah sendiri? Jadi, aku membeli rumah ini, berpikir bahwa kita bisa tinggal bersama di sini di masa depan. Di masa depan? Aku takut tak ada masa depan. Xiao Man. Kenapa kau melakukan itu? Kenapa?

Keluargaku difitnah bertahun-tahun lalu. Kenapa pemerintah menolak menyelidikinya dengan layak? Jangan dengarkan desas-desus untuk dendam generasi sebelumnya. Jika keluargamu yang difitnah, apa kau tetap akan berpikir begitu? Bukan itu maksudku. Aku… Boleh aku bertanya? Tanya saja. Saat kau bersamaku, apa itu untuk menyelamatkan keluargamu? Apa kau pernah… merasakan sesuatu terhadap diriku saat kita bersama?

Saat aku bersamamu, aku tulus mencintaimu… dan hanya dirimu. Namun, tak berguna mengatakan apa pun sekarang. Aku hanya ingin berjuang demi keluargaku… dan mencari keadilan untuk mereka. Istirahatlah dulu. Jangan lupa minum obatnya selagi panas. Saat keadaanku membaik, aku akan pergi. Tak perlu buru-buru. Jaga dirimu.

Ini kali pertama Kepala Sekolah Feng terlihat marah terhadap ketidakadilan. Kepala Sekolah Feng, kau menyinggung Keluarga Han. Kau tak takut itu akan memengaruhi kariermu? Sebagai kepala sekolah Akademi Yun Shang, jika aku tak bisa melindungi akademi… dan murid-murid, bagaimana bisa aku mempertahankan jabatan ini? Ya. Kalian tahu aku mengejar karierku sejak dulu.

Jika aku tak bisa melindungi tempatku dan membiarkan orang lain semena-mena, bagaimana bisa aku mengabdi kepada negara ini? Meskipun aku memiliki karier terbaik, aku akan tetap ditertawakan. Kalian pasti sudah tahu… tujuan pertemuan ini. Han Zheng Liang, sebagai pejabat Yunzhou, tanpa penyelidikan layak, dia curiga ada tersangka… di Akademi Yun Shang. Tanpa tuduhan masuk akal,

Dia menyiksa murid-murid Akademi Yun Shang. Ini bukan hanya melanggar dekret Baginda, tapi juga menghina murid-murid yang paling disayangi Guru Wang. Ini tak pantas dan keji. Ini menghina. Oleh karena itu, sebagai kepala sekolah Akademi Yun Shang, aku meminta semua orang bersatu… dan menentang tindakan Tuan Han. Kepala Sekolah benar. Semuanya. Pikirkanlah.

Tuan Han adalah pejabat, tapi dia mengabaikan hukum. Kita harus protes! Protes! Kita harus bersatu… dan bersama keluarga kita yang menjadi pejabat, ayo tulis surat… dan jelaskan situasi yang sebenarnya. Ayo laporkan tindakan Tuan Han. Ya. Aku akan memberi tahu ayahku. Ayo laporkan dia. Kepala Sekolah Feng. Bisakah kejadian ini membuktikan…

Feng Cheng Jun tak mungkin membunuh Komandan Gu? Ya. Ini hal kedua yang ingin kukatakan hari ini. Mengenai pembunuhan Komandan Gu, kami telah melakukan penyelidikan. Aku bisa membuktikan… Feng Cheng Jun tidak bersalah. Aku sudah melaporkan ini kepada pemerintah pusat. Untungnya, Guru Wang sangat dihormati Baginda… Ayahku? Dan ditunjuk sebagai utusan khusus. Oleh karena itu,

Aku sangat berharap Guru Wang… bisa membersihkan nama Feng Cheng Jun. Ayahku? Tidak, mustahil. – Zi Ming. – Zi Ming. – Bawa dia ke asrama untuk istirahat. – Jangan khawatir. – Tak apa-apa. – Tidak. Nanti, aku akan meminta keluarganya datang ke akademi. Aku ingin pulang sekarang. Aku ingin menemui ayahku!

– Zi Ming! – Ayah! Zi Ming! Apa dia akan baik-baik saja? Aku akan menenangkannya. Cepat. Semuanya. Pertama, aku ingin meminta maaf mewakili pamanku. Aku terkejut dan sedih atas tindakan pamanku. Bagaimanapun, kami keluarga. Aku tak bisa bergabung dengan kalian… untuk mengutuk atau melaporkannya. Aku akan pergi sekarang. Kuharap kalian memaafkanku. Kau tak apa-apa? Hati-hati.

Jangan khawatir. Masalah ini… pasti akan beres. Bagaimana caranya? Kali ini, aku akan meminta bantuan kakekku. Han Zheng Liang harus dihukum seberat-beratnya. Xiao Huan. Siapa kakekmu? Keluarga Mo adalah pendiri negeri ini. – Pendiri negeri? – Ya. Apa kakekmu Tuan Mo? Ya. Sebenarnya, aku sudah tahu… dengan sangat terperinci. Tuan Li.

Aku ingat kau pernah memukul Mo Xian Huan. Kau harus berhati-hati. Kenapa aku tak ingat? – Tak apa. – Mo Xiao Huan. Kau menyembunyikannya dengan sangat baik. Tidak. Aku selalu bilang kakekku menakjubkan. Kalian tak memercayaiku. Dengan Xiao Huan, kita pasti akan berhasil. – Xiao Huan. – Kita pasti akan berhasil.

Bisakah kau beri tahu Tuan Mo… bahwa Feng Cheng Jun difitnah? Saudara Wen Bin, jangan khawatir. Masalahmu adalah masalahku. Selain itu, kau benar selama ini. Kakak Cheng Jun pasti difitnah. Jangan khawatir. Serahkan kepadaku. Terima kasih. Kita teman. Tak perlu berterima kasih. Hati-hati. – Duduk. – Aku masih sulit memercayainya. Tuan Han mengabaikan dekret Baginda…

Dan membawa pasukan untuk menyerbu Akademi Yun Shang. Ini mengecewakan. Jika Tuan Utusan Khusus tak mengurus masalah ini, tak akan ada yang berani belajar di Akademi Yun Shang lagi. Ya. – Benar. – Apa yang harus kita lakukan? Menurutmu… Tuan Han. Tuan Feng. Kau terlihat tak sehat. Langsung katakan saja.

Feng Ji Chang, Gubernur Feng, gagal mendidik anaknya. Putranya, Feng Cheng Jun, menyebarkan pendapat yang menghasut. Dia berusaha menggoyahkan kestabilan masyarakat. Dalam hidupku, aku paling benci orang seperti itu. Jadi, aku ingin mengumumkan… bahwa aku akan membatalkan pernikahan putriku, Han Shu Min, dan putramu, Feng Cheng Jun. Tuan Han. Kau bisa membatalkan pernikahan itu.

Namun, kau bilang putraku menyebarkan pendapat menghasut. Apa buktinya? Rekan-Rekan Pejabat. Kalian tahu… putraku dekat denganku sejak kecil. Dalam selebaran ini, sudah jelas namaku ada dalam daftar pejabat yang disuap. Kenapa dia mengkhianati ayahnya? Dia ingin mendapat perhatian orang atau demi keadilan? Ini sebabnya dia pintar. Namamu ada dalam daftar itu, tapi dengan ini,

Dia bisa… meyakinkan orang-orang. Tak akan ada yang mencurigainya. Namun, dia tak tahu… bahwa semua pihak yang memiliki buku besar ini… telah dibunuh satu per satu. Gubernur Feng. Ini perbuatanmu, ‘kan? Dengan begini, kau bisa membebaskan diri dari kecurigaan. Pertama, kau bisa menyingkirkan orang yang kau anggap ancaman. Kedua,

Kau bisa melindungi jabatanmu dan nyawa putramu. Strategi bagus. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Tuan Han. Sangat disayangkan. Kau salah lagi. Semuanya. Dalam catatan penerimaan suap ini, sudah sangat jelas. Ini daftar nama. Seperti kata Tuan Han, Saudagar Gu Da Chao sudah mati. Tak ada bukti lagi. Ini pertanyaanku. Siapa yang bisa membuktikan…

Aku tak menerima suap? Aku bisa memberi tahu semua orang… bahwa terkait catatan ini, aku memang menerima suap. Oleh karena itu, akan kujelaskan langsung kepada Guru Wang nanti. Aku akan meminta semua pejabat dalam daftar ini diselidiki. Mulai dari aku, selidiki kasusnya dengan teliti. Jangan libatkan Guru Wang dalam masalah ini. Aku bisa menyelidikinya.

Kurasa Tuan Han tidak memenuhi syarat untuk menyelidiki kasus ini. Tuan Mo. Tuan Mo. Kenapa kau kemari? Tuan Han mengabaikan dekret Baginda… dan membawa pasukan untuk menyerbu akademi, bahkan melukai murid. Kau melanggar hukum. Kau bersalah sekarang. Apa kualifikasimu untuk menyelidiki kasus ini? Tuan Mo. Bisa tidaknya aku menyelidiki kasus ini…

Tak bisa diputuskan olehmu saja. Aku mendukung keputusan Tuan Mo. Aku juga berpikir… Tuan Han harus memberi penjelasan kepada Akademi Yun Shang. Tuan Mo, tolong buat keputusan… untuk mengizinkan Guru Wang menyelidiki kasus ini. – Tuan Mo, tolong putuskan. – Tuan Mo, tolong putuskan. Semuanya. Tuan Mo. Ini kehormatan bagiku. Aku sudah mendengar semuanya.

Tuan Mo. Bagaimana menurutmu mengenai usulan mereka? Karena Gubernur Feng sudah mengaku bersalah… dan Tuan Han bersalah, kurasa kasus ini sebaiknya ditangani olehmu. Tenang saja, Tuan Mo. Aku akan berusaha sebaik mungkin. Kau mengambil risiko besar. Saat mengorbankan diri, kau menyingkirkan banyak antek Han Zheng Liang. Kini dia tak punya kekuasaan di Yunzhou.

Aku mengerti semuanya. Guru Wang. Aku sudah lama menunggu hari ini. Sekarang akhirnya aku bisa melakukannya. Sementara sisanya, tolong bantu aku. Kau harus menanggungnya saat ini. Saat semuanya beres, aku akan membersihkan namamu. Terima kasih, Guru Wang. Namun, untuk kasus ketidakadilan bertahun-tahun lalu, aku jelas bertanggung jawab. Tuan Wen, kau sudah datang. Kau kenapa?

Dia ingin menyelamatkan Tuan Feng. Namun, Tuan Han tidak setuju. Lalu, Tuan Han menamparnya. Aku baik-baik saja. Aku hanya mengkhawatirkan Tuan Feng. Kudengar Gubernur Feng dipenjara juga. [Maaf.] [Karena kau lebih tua dariku, kau harus mengalah kepadaku.] [Kau harus memperlakukanku lebih baik.] [Akan kucoba sebaik mungkin.]

[Aku suka orang yang bisa berbagi suka dan duka bersamaku.] [Permintaanmu sangat berat.] [Benarkah? Kurasa tidak.] [Kau berbagi suka dan duka bersamaku.] [Aku bukan tahanan. Kenapa kau mengaturku?] [Benar.] [Aku bukan siapa-siapa bagimu. Aku tak berhak mengaturmu.] [Minggir.] [Putar.] – [Putar.] – [Putar.] [Bagaimana?] [Kau senang sekarang?] [Ya.] [Di masa depan?] [Bersamamu?] [Saat bersamamu,]

[aku bahagia setiap hari.] [Kenapa kau tak terus berusaha keras??] [Mengejar keinginanmu.] [Mengubah yang menurutmu tak adil.] Tak akan kubiarkan apa pun terjadi kepadamu. [Kantor Pemerintahan Daerah Selatan Yunzhou] Tuan, aku datang untuk menyerahkan diri. Le Xuan. Ada apa? Apa yang terjadi? Wen Bin menyerahkan diri. Apa katamu? Temanku bilang Wen Bin telah menyerahkan diri.

Dia mengaku menyebarkan buku terlarang. Apa katamu? Hati-hati. Jangan sampai lukamu robek lagi. Apa yang terjadi? Ada apa dengan Adik Kecil? Kenapa dia menyerahkan diri? Jangan khawatir. Akan kuceritakan detailnya. Namun, kau harus berjanji kepadaku… kau akan mendengarkan rencanaku setelah ini. Kenapa kau bilang Feng Cheng Jun mengaku bersalah demi dirimu? Ini buktinya. Tuan.

Tulisan dalam dua salinan itu sama. Tulisannya sama persis. Itu tidak palsu. Kau menyerahkan diri. Ini berarti kau tahu kesalahanmu. Namun, jika kau berkata… Feng Cheng Jun mengaku bersalah demi dirimu, aku tidak setuju. Tinggi orang yang memberikan selebaran itu berbeda. Ini membuktikan… kau dan Feng Cheng Jun yang memberikan selebaran itu.

Kau mau menyerahkan diri juga? Tak akan kubiarkan apa pun terjadi kepadanya. Apa kau… tak peduli dengan hidupmu sama sekali? Apa hidupku sepenting itu? Kejadian ini jelas konspirasi. Kebenarannya belum terungkap. Kau tak bisa menyerahkan diri kepada musuh begitu saja. Dari kita berempat, jika tiga orang menyerahkan diri, siapa yang akan mengungkap kebenarannya? Le Xuan.

Jika kau yang dipenjara hari ini, akan kulakukan apa pun untuk menyelamatkanmu. Aku mengatakan hal yang salah tadi. Jangan tersinggung. Berteman dengan kalian… membuatku bersyukur. Namun, aku tahu betul… arti pertemanan. Mereka ditangkap karena aku. Selama masih ada kesempatan, aku harus menyelamatkan mereka. Namun, bagaimana kau menjamin… akan membawa mereka kembali?

Aku punya sesuatu yang membuat mereka tertarik. Jangan khawatir. Aku tak membuat keputusan ini… dengan gegabah. Tunggu saja kami kembali. Jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja. Terima kasih atas pengajaranmu. Terima kasih karena menyelamatkanku berkali-kali. Kau muridku. Aku harus menyelamatkanmu. Namun, ayahmu ada di sana juga… pada malam itu. Ayahku? Orang berpakaian hitam. Semua ini…

Aku belum melupakan… kematian Ze Xun. Lalu, kenapa kau memutuskan hubungan dengannya? Itu yang dia inginkan. Pada saat itu, saat Tuan Xue dan muridnya ditangkap, aku mencoba segala cara… untuk menyelamatkannya. Namun, dia masih khawatir… pemerintah memintanya bertanggung jawab dan melibatkan keluarganya. Untuk melindungi keluarganya, dia bersikeras memutus hubungan denganku. Kenapa? Kenapa kau tak memberitahuku?

Kau menanggung penderitaan bertahun-tahun sendirian. Kau mencari bukti diam-diam. Namun, kupikir kau pengecut. Tak pernah terlambat untuk balas dendam. Aku menunggu waktu yang tepat. Ayah. Maafkan aku. Xin’er. Berdiri. Kakakmu tidak akan meninggal sia-sia. Asalkan kau selamat… dan hidupmu sukses di masa depan, Ze Xun dan aku tak akan memiliki penyesalan. Jangan khawatir, Ayah.

Aku tak akan mengecewakanmu lagi. Tunggu sebentar di sini. Aku akan mengambil sesuatu untukmu. Ayah! Ayah! Ayah! Buka pintunya, Ayah! Aku tahu Lei Ze Xin hanya menyebarkan selebaran. Pembunuhnya adalah orang lain. Aku sudah bertanya kepada Gu Zhe Yuan. Dia bilang ada bekas luka yang jelas di tangan pembunuh itu. Pada posisi ini? Tuan Gu.

Komandan Lei. Bagaimana lukamu? Aku baik-baik saja sekarang. Komandan Lei. Kenapa kau kemari? Ada yang ingin… kutanyakan kepadamu. Apakah ada bekas luka di tangan si pembunuh hari itu? Ya. Bagaimana kau tahu? Itu Xu Wei. Komandan Xu. Komandan Xu? Komandan Lei, cepat. Tangkap bajingan itu sekarang juga! Tenang, Tuan Gu. Tenang, Tuan Gu.

Xu Wei mengenakan pakaian hitam malam itu. Dia sudah mati dipanah. Dia sudah mati? Kau tahu alasan dia ingin membunuhmu? Kenapa dia ingin membunuhku? Dia… Tidak. Itu bukan Komandan Xu. Mungkinkah… Tuan Han? Ini pernyataan beberapa guru, murid, dan penjaga Akademi Yun Shang. Mereka membuktikan bahwa Feng Cheng Jun…

Tidak meninggalkan Akademi Yun Shang malam itu. Komandan Lei bilang… orang yang membagikan selebaran terluka parah. Namun, pada tubuh Feng Cheng Jun, tak ada luka sama sekali. Ini bisa membuktikan Feng Cheng Jun tak ada hubungannya dengan ini. Guru Wang. Malam itu, Feng Cheng Jun mengaku dia melakukannya. Jadi, aku tak melanjutkan penyelidikan. Ini kelalaianku.

Kudengar Wen Bin mengaku bersalah kepada pemerintah daerah. Benarkah itu? Guru Wang. Itu benar. Kenapa kau tak membawanya ke pemerintah pusat… dan membiarkanku menyelidikinya sendiri? Aku akan membawanya ke sini sekarang. Selain itu, para pejabat yang ada di buku besar itu… bertanggung jawab atas penyuapan Feng Ji Chang. Tuan Han. Menurutmu apa yang harus kulakukan?

Guru Wang. Akan kuserahkan semuanya kepadamu. Ini semua kesalahanku… karena menjadi pejabat korup dan menerima suap. Ini hukumanku. Ayah. Saat aku menanyakan tentang masalah ini hari itu, kau menyangkalnya. Kali ini, aku masih tak percaya kau pejabat korup. Cheng Jun. Semua hal yang tersembunyi di dunia ini… kelak akan terungkap. Apa pun yang terjadi,

Kau harus menjunjung keadilan dalam hatimu. Jangan terpengaruh olehku. Ingat. Konsentrasi dalam belajar… dan mengabdi kepada negara ini. Pergilah. Kau terluka parah. Apa yang kau lakukan? Feng Cheng Jun dan Wen Bin tidak bersalah, Ayah. Mereka membutuhkanku sekarang. Biarkan aku menyelamatkan mereka. Aku tak mau saudara-saudaraku berkorban lagi. Kau belum lama mengenal mereka.

Apakah sepadan melakukan itu? Xin’er. Apa kau pernah memikirkanku? Aku kehilangan kakakmu. Jika aku kehilanganmu juga, bagaimana aku bisa hidup? Maaf, Ayah. Aku salah. Aku sungguh tahu aku salah. Dulu aku tak peduli. Kupikir aku lebih menderita darimu. Kupikir aku menyayangi Kakak lebih daripada dirimu. Namun, aku mengerti sekarang. Jangan khawatir, Ayah.

Aku akan melindungi diriku. Feng Cheng Jun, si bodoh itu. Aku belum sempat berteman dengannya secara benar. Dia tak boleh mati. Wen Bin juga. Wen Bin membutuhkanku juga. Kumohon, Ayah. Tenanglah. Dengarkan aku dulu. Feng Cheng Jun telah dibebaskan. Wen Bin diserahkan kepada Guru Wang untuk diinterogasi. Guru Wang adalah utusan khusus sekarang.

Dia akan melindungi Wen Bin. Sementara kau, jangan ceroboh lagi. Pulihkan dirimu di rumah. Lalu, kembali ke akademi untuk belajar. Di perjalanan menuju pemerintah pusat, bunuh dia. Baik, Tuan. Tuan Tian. Selamat, Tuan Feng. – Selamat, Tuan Feng. – Tuan Tian. – Namamu sudah bersih. – Di mana Wen Bin? Sayangnya, Tersangka Wen Bin…

Dibawa ke pemerintah pusat tadi. Apa? Xiao Man. Xiao Man?