【FULL】In a Class of Her Own Eps 31【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle bahasa Indonesia] [In A Class of Her Own] [Episode 31] Baiklah. Kau boleh pergi. Berhenti di sana. Apa yang kau inginkan? Apa maksudmu? Aku harus menanyakan ini kepadamu, Lei Ze Xin. Ini sudah larut malam. Kenapa berkeliaran di sini… saat kau seharusnya ada di Akademi Yun Shang? Aku bosan di akademi.
Aku ke Jalan Selatan untuk minum. Kalian. Awasi dia. Ya, Tuan. Tuan Feng. Tinggalkan kami. Ya, Tuan. Pejabat Han. Tuan Feng, ada apa? Kita akan segera menjadi besan. Kenapa kau terlihat sangat muram? Apa yang terjadi? Pejabat Han. Belakangan ada banyak selebaran yang menuduhku melakukan suap… sudah tersebar ke mana-mana. Isi selebaran itu berasal dari…
Buku besar milik seorang pengusaha bernama Gu Da Chao. Aku berpikir… apa aku secara pribadi harus memanggil Gu Da Chao ke pengadilan. Aku mau tahu kenapa dia menuduhku. Tuan Feng. Menurutku itu bukan langkah yang tepat. Jika kau memanggil Gu Dao Chao untuk sidang sekarang, hanya akan membuat seolah-olah rumor itu benar. Aku punya ide.
Apa kau bersedia mendengarnya, Tuan Feng? Katakanlah. Aku yakin hal terpenting… untuk Tuan Feng saat ini adalah jangan menimbulkan kecurigaan. Aku akan urus sisanya… untukmu. Aku akan urus masalah ini secepat mungkin. Aku akan membuatnya hilang. Tuan Feng. Jangan khawatir. Kita akan segera menjadi besan. Aku akan berusaha sebisaku untuk melindungimu.
Jangan biarkan itu mengganggumu lagi. Kau hanya perlu memikirkan pertunangan Cheng Jun dan Shu Min. Kau akan merasa lebih baik nanti. Baiklah. Aku akan serahkan padamu, Pejabat Han. Karena situasinya, pengadilan kekaisaran pasti akan menyelidiki masalah ini. Aku harus apa? Katakan aku harus apa? Paman, dengan perlindungan Pejabat Han, seharusnya kau baik-baik saja.
Karena kita mendapatkan kembali buku besar dari Wen Bin, orang yang menyalin isi buku besar dan menyebarkan selebaran… pasti mengenal Wen Bin. Wen Bin? Benar. Aku tak tahu ini bisa sangat membosankan… ketika seseorang tak ada di ruangan. – Ini sangat membosankan. – Aku tahu. Bahkan jika Kakak Feng akan melamar Han Shu Min,
Dia tak harus keluar dari akademi. Bukankah sudah terlambat untuk mengatakan itu? Apa menurutmu dia sungguh menyukai Nona Han? Menurutmu dia tak buru-buru buat keputusan? Sebenarnya aku juga memikirkan itu beberapa hari ini. Aku khawatir Feng Cheng Jun… akan membuat keputusan yang mungkin dia sesali kelak. Aku akan bicara dengannya. Aku akan minta dia memikirkannya.
Tolong ajaklah dia keluar. Jika kau mau menemuinya, temui saja sendiri. Jika kutemui langsung, bagaimana jika dia salah atas paham niatku? Akan buruk jika dia menolak menemuiku. Aku akan membantumu sekali lagi. Tapi aku harus mengingatkanmu, perasaan hanya bisa diselesaikan dengan orang yang memberikannya. Kuharap kau bisa menyelesaikannya kali ini.
Berhentilah bercanda di saat seperti ini. [Di dunia ini,] [akan menyenangkannya…] [jika ada penawar untuk cinta.] Tuan Muda, lihatlah dirimu. Kau akan segera melamar Nona Han. Kenapa kau terlihat begitu cemberut? Itu hanya lamaran pernikahan. Kenapa aku harus bahagia? Tentu ada. Tuan Muda akan segera menikah. Itu peristiwa besar dalam hidup.
Tuan Muda, kurasa kau tak tahu ini. Ada empat peristiwa terbesar dalam hidup. Saat hujan setelah kemarau panjang. Ketika seseorang berhasil dalam ujian kekaisaran. Saat seseorang menghabiskan malam pernikahannya. Lalu… Saat seseorang bertemu teman lama di negeri yang jauh. Benar. Saat seseorang bertemu… Tuan, kau di sini. Ayah. Wang He.
Aku perlu bicara dengan Cheng Jun berdua. Tolong tinggalkan kami. Ya, Tuan. Ayah. Cheng Jun, apa kau sudah memutuskan… soal lamaran pernikahan? Anakku, apa kau sungguh sudah memikirkannya? Sudah. Tuan Muda. Tuan. Tuan Yu Le Xuan datang berkunjung. Suruh dia masuk. Ya. Ayah, aku akan menemuinya. Silakan. Tuan, kasihanilah aku. Kasihanilah aku. Terima kasih, Tuan.
Terima kasih, Tuan. – Terima kasih, Tuan. – Sama-sama. Aku berharap suatu hari kau tak kelaparan lagi. [Aku sudah mengajaknya keluar.] [Pukul 21.00 malam ini di Gang Mulan, Jalan Selatan.] Kakak Feng… Pergilah. [Pasar Jalan Selatan] Apa yang kau lihat? Aku sungguh pembawa sial. Aku baru bilang hal baik terjadi pada orang baik,
Tapi kemudian, dia… Tunggu. Boleh tanya apa kau melihat seorang pelajar yang agak kurus? Aku tak melihat apa pun. Aku hanya seorang pengemis. Hidupku tak ada artinya. Tolong kasihani aku, Tuan. Jangan takut. Katakan, apa terjadi sesuatu? Pelajar itu temanku. Tuan, hal baik terjadi pada orang baik. Tolong biarkan aku pergi, Tuan.
Katakan, apa sesuatu terjadi padanya? Tuan muda itu diculik oleh beberapa orang kuat. Kursi tandu itu. Apa kau pernah lihat kursi tandu? Tidak. Permisi, boleh tanya… apa kau lihat kursi tandu lewat? Tidak, aku tak lihat satu pun. Nyonya, apa kau lihat kursi tandu lewat? Kursi tandu? – Ke arah sana. – Ke sana, ya?
– Ya. – Terima kasih. Sedang apa kau? Bukankah ini pria yang tadi? Maaf. Aku sudah keliru. Ternyata memang dirimu. Aku penasaran… kenapa nama Wen Bin… terdengar sangat familier. Ternyata itu wanita yang kurindukan. Menjauh dariku. Ini hari keberuntunganmu. Selama kau menyerahkan buku besar dan salinannya, dan berjanji kau tak akan menyebarkannya lagi, aku…
Akan membiarkanmu pergi. Buku besar? Buku besar apa? Berhenti berlagak bodoh. Apa kau tahu… menyamar sebagai pria dan masuk Akademi Yun Shang… dianggap sebagai pelanggaran ketidakjujuran. Jika aku mengeksposmu, seluruh keluargamu akan dihukum. Jadi, Adik adalah seorang wanita. [Apa aku terlihat seperti wanita bagimu?] [Perhatikan baik-baik.] [Tapi aku masih khawatir…]
[kau tak akan sebaik ini padaku setelah menikah.] [Tapi aku belum menikah, bukan?] [Kenapa kau berpikir sejauh itu?] [Apa benar sejauh itu?] [Ini saatnya aku mengatakan yang sebenarnya.] [Aku…] [Aku bukan adikmu.] – [Aku adalah…] – [Wen Bin.] Asal kau berubah pikiran… dan berjanji akan menjadi selirku… Siapa kau? Kau baik-baik saja?
Kupikir kita tak akan pernah bertemu lagi. Aku hanya terlalu ketakutan, makanya aku… Tak apa-apa. Aku di sini untukmu. Gu Da Chao sudah disingkirkan. Tapi… Tapi apa? Gu Dao Chao menculik seorang pelajar saat itu. Setelah kusingkirkan Gu Da Chao, aku akan membunuh pelajar itu. Tapi saat aku mau membunuhnya, putra Gubernur Feng menerobos masuk.
Kau yakin itu Feng Cheng Jun? Ya. Apa dia baik-baik saja? Aku tak berani menyentuh Tuan Feng. Aku harus mundur. Bangunlah. Kau melakukan hal yang benar. Jika sesuatu terjadi pada Feng Cheng Jun, semuanya akan menjadi rumit. Tapi, itu yang terbaik. Kematian Gu Da Chao akan menjaga tanganku tetap bersih. Ada juga saksi mata.
Kita bisa mengambinghitamkan pembunuhan Gu Da Chao… kepada orang yang menyebarkan selebaran. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, bukan? Ya. Kerjamu bagus. Kehormatan bagiku… untuk melayanimu, Tuan. Katakan kepadaku. Apa kau bekerja sama dengan si pembunuh? Apa semua orang di keluarga Gu bermusuhan dan kasar seperti itu? Kau bukan hanya tak menyebutkan fakta bahwa…
Gu Dao Chao menculik dan mengancam akan membunuhku, tapi kau mencurigai kami bekerja sama dengan pembunuhnya. Tuan Gu, si pembunuh ingin membunuh Adik, setelah membunuh Gu Da Chao. Untungnya aku masuk ke sini tepat waktu. Aku, bersumpah atas nama keluargaku. Aku melihat semuanya dengan mataku sendiri. Bagaimana rupa si pembunuh?
Dia bertopeng dan memakai baju hitam. Sekitar setinggi ini, tubuhnya ramping. Apa dia mirip orang yang membagikan selebaran? Mereka mirip. Bajingan itu. Jangan langsung menyimpulkan, Tuan. Mungkin… dia bukan yang membagikan selebaran. Tak mungkin. Si pembunuh mau mengubah isi selebaran… menjadi bukti yang tak bisa dijawab. Makanya dia ada di sini untuk membungkam Paman.
Dengan begitu, orang yang mati tak akan bercerita. Lapor! Tuan, pria berbaju hitam… terlihat di sisi timur. Kalian, tetap di sini dan bersihkan TKP. Ingatlah, kalian harus menjaga jasad Pamanku dengan baik. Sisanya, ikut aku memburu si pembunuh. Ya, Tuan. Sudah larut malam. Kau baru saja mengalami syok. Aku akan mengantarmu ke akademi.
Tak apa-apa, Kakak Feng. Aku bisa pulang sendiri. Dari mana kau… mendapatkan keberanianmu? Aku tak akan membiarkanmu dalam bahaya lagi. Kakak Feng, apa kau sungguh menyukai Nona Han? Nona Han sudah banyak berubah. Dia menjadi bijaksana dan rendah hati. Sejujurnya, aku cukup mengaguminya. Kenapa kau tiba-tiba peduli soal pendapatku soal Nona Han?
Aku peduli padamu, Kakak Feng. Kuharap kau bisa hidup bahagia selamanya. Apa hanya itu yang mau kau tanyakan saat minta bertemu aku? Aku takut kau akan marah dan tak mau bicara denganku. Aku mau kita seperti dahulu lagi. Jadi… Maka kita harus seperti dulu. Selalu saling jujur. Apa kau serius? Kalau begitu ayo.
Tanpa ada kau belakangan ini, aku sungguh tak terbiasa. Aku perlu waktu untuk memikirkannya. Ada beberapa hal yang harus kutangani. Sudah larut. Masuklah sekarang. Akhirnya kita bisa bertemu. Aku mau menghabiskan lebih banyak waktu denganmu. Tak sulit untuk kita bertemu. Akan ada banyak waktu untuk kita bertemu. Sungguh?
Mulai sekarang, takkan ada rahasia di antara kita. Aku berjanji. Baik, masuklah sekarang. Pintunya akan ditutup. Pulanglah dengan selamat. Berhenti di sana! – Berhenti! – Di sana! Berhenti! Cepat! Cepat! Ayo geledah. Cari sekarang. Ya, Tuan. Ayo ke sana. Di sana. Periksa sisi itu. Tuan. Aku sudah mengawasi Lei Ze Xin.
Dia tak melakukan hal yang mencurigakan. Dia sudah kembali ke akademi sekarang. Itu bagus. Sekarang kita tak mencurigai Lei Ze Xin sebagai tersangka. Kita tak akan berseteru lagi dengan Lei Qi Ying. Kau diculik? Kenapa tak memberitahuku sebelumnya? Tak apa-apa. Aku selamat. Apa kau yakin itu Gu Da Chao? Apa yang sebenarnya terjadi?
Dia mengancamku untuk memberikan salinan buku besar. Beraninya dia. Aku akan membunuhnya. Lalu seorang pembunuh bertopeng masuk. Dia membunuhnya dan anak buahnya. Seorang pembunuh bertopeng? Gu Da Chao tewas? Pasukan Kekaisaran berkata… pembunuh bertopeng itu adalah orang yang membagikan selebaran. Untungnya, Kakak Feng datang tepat waktu. Kalau tidak, aku sudah akan terbunuh.
[Mereka mencoba membungkam semua orang…] [yang berkaitan dengan buku besar.] Apa yang terjadi setelah Feng Cheng Jun muncul? Lanjutkan. Dia mengantarku… lalu pulang. Gu Da Chao tewas? Gu Da Chao sudah melakukan banyak kejahatan. Dia pantas mati. Kalau begitu, bukankah aku menjadi makin dicurigai? Semua yang tertulis di buku besar… adalah catatan aku menerima suap.
Kini orang akan bilang aku membunuhnya untuk membungkamnya. Tenang, Tuan Feng. Kita akan segera menjadi besan. Keluarga Han berbagi masalah keluarga Feng. Aku tak akan membiarkan apa pun terjadi kepadamu. Tuan Feng. Kapan kau datang ke tempat kami untuk melamar? Sejujurnya, aku menjadi tak sabar. Tentang itu, Pejabat Han, maafkan aku.
Itu karena anakku sibuk dengan studinya. Kami sungguh belum punya waktu luang. Aku akan datang ke tempatmu untuk melamar… setelah studinya selesai segera. Senang mendengarnya. Prioritas utama pelajar adalah studi. Aku percaya Feng Cheng Jun adalah pria hebat. Kalian keluarga Feng selalu menepati janji. Aku akan menyerahkan kebahagiaan putriku… kepada putramu dan keluarga Feng.
Putriku adalah… putri kesayanganku. Jika dia membuat kesalahan di keluarga Feng kelak, kau harus memberitahuku. Aku akan minta dia memperbaikinya. Namun, keluargamu tak boleh menyakiti hatinya. Aku mengerti itu. Kena kau. Ternyata dirimu? Apa kau mengharapkan orang lain? Tuan Feng senang dengan kejutan darimu, Nona Muda.
Aku bisa melihat dari senyum lebar di wajah Tuan Feng. Aku tak menyangka… kau akan mengenaliku… bahkan saat aku berpakaian seperti seorang pelajar. Kau mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya untukku. Andai aku bisa belajar denganmu, selalu bersamamu. Nona Han. Kau wanita dari keluarga terpelajar, tak pantas kau berpura-pura menjadi seorang pelajar.
Apa masalahnya? Bukankah kau tadi tampak bahagia? Nona Han, aku sibuk belajar. Aku tak punya waktu luang. Semoga kau memaafkanku. Tak apa-apa. Karena kau sibuk, aku akan membiarkanmu. Aku akan menunggumu. Tuan Muda. Tuan Muda, waktunya makan siang. – Tuan Muda… – Kenapa aku makan… di kamarku hari ini? Ruang makan sedang direnovasi hari ini.
Jadi, aku membawa makan siangmu ke sini. Wang He, apa kita punya juru masak baru? Ya. Kita punya juru masak baru. Tuan Muda, kau baik-baik saja? Tolong. Tuan Muda… Ada apa? Apa yang terjadi? Lihatlah sendiri. Makanannya sudah diracuni. Bagaimana makanannya bisa diracuni? Kau berbohong. Tega sekali kau! Ada apa denganmu?
Kau berbohong padaku lebih dulu. Aku hanya membalasmu. Tuan Muda, lihat dirimu. Kau dan tuan muda yang tampan ini… tampak dekat. Sudah lama sekali sejak kali terakhir bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya. Tuan muda yang tampan, dibandingkan dengan lamaran pernikahan, tuan muda tampak lebih bahagia saat melihatmu. Baiklah. Wang He, kemasi tasku.
Aku akan kembali ke akademi bersama Adik. Kau akan kembali? Apa yang kau tunggu? Pergilah sekarang. Ayo. Baik. Ayah. Duduklah. Feng Cheng Jun sudah kembali ke Akademi Yun Shang. Dia seharusnya datang ke sini dan melamar putri kita dulu… sebelum kembali ke akademi. Dia keterlaluan. Ayah, Tuan Feng mau lulus secepatnya, makanya dia sibuk belajar.
Dia akan datang dan melamar saat ada waktu. Jangan salahkan Tuan Feng. Kau lihat, putri kita sangat pengertian. Mustahil Feng Cheng Jun tak akan melamar. Sayangku, ayo makan sekarang. Makanannya jadi dingin. – Ayo makan. – Feng Cheng Jun selalu tegas. Tapi kali ini, dia menunda-nunda. Mungkinkah dia… Mungkinkah dia berubah pikiran?
Jika Feng Cheng Jun berubah pikiran, maka keluarga Han… akan menjadi bahan tertawaan semua keluarga bangsawan di Yunzhou. Dia tak akan berani. Keluarga Han adalah salah satu keluarga bangsawan di Yun. Aku tak percaya keluarga Feng akan plin-plan pada kita. Ayo kita makan. Ayo makan. Tapi… Istriku. Kupikir…
Ini juga hal yang baik Feng Cheng Jun belum datang melamar. Dengan begini kita bisa punya lebih banyak waktu dan tenaga… menemukan keluarga yang baik… untuk pernikahan putra kita. Kau benar, Sayangku. Kakak laki-laki harus menikah dulu. Nak, apa ada gadis yang kau suka? Kakak. Makan makananmu. Apa ada? Sungguh? Sungguh ada? Tidak. Jadi begitu.
Kau harus mencarikan seorang gadis untuknya. Tentu. Aku akan mencarikan seorang gadis untuknya. Apa pendapat putra kita tentang… gadis-gadis yang dia temui terakhir kali? Bagaimana dengan gadis dari keluarga Mo? Ayah. Biarkan Ibu mencarikan beberapa gadis lagi… untuk dia pilih. Tak perlu terburu-buru. – Memilih lagi. – Beri dia waktu lagi.
Aku khawatir dia akan dimanja oleh pilihan. Tak akan. Makanlah. [Ayah,] [tentang pertunanganku dengan Nona Han,] [itu salahku.] [Tak benar jika kita terus mengulur waktu.] [Pria sejati tak seharusnya melakukan hal seperti itu.] [Jadi, aku sudah menjelaskan pada Nona Han Shu Min semalam.] [Tolong maafkan aku, Ayah.] – Syukurlah. – Dewa memberkati.
– Ayo, Cheng Jun. – Aku tahu Wen Bin… pasti bisa menyeret Kakak Cheng Jun kembali. – Benar. – Tak menyeret, aku mengundangnya. Tak masalah. Intinya dia kembali. Jadi, kita berpesta malam ini? – Ayo kita minum malam ini. – Siapa yang traktir? Ayo, belikan kami minuman. – Kedai Minuman Mingren. – Mereka akur kembali.
Ya. Itu bagus sekali jadi mereka bisa melanggar aturan. Maksudmu… Aku tak mengatakan apa-apa. [Pasar Jalan Selatan] [Hanya pecundang…] [yang akan terus mencari alasan untuk dirinya sendiri.] [Tak berani menghadapi kesalahanmu sendiri,] [dan mencari hiburan dengan minuman.] [Ketahuilah,] [aku benci pengecut sepertimu.] Aku bukan pengecut. Aku bukan pengecut! Dasar bodoh, hati-hati berjalan. Kau…
Siapa yang kau sebut pengecut? Kau sebut aku pengecut? Aku bukan pengecut! Lepaskan. Kau mau dipukul? Kupikir kau… – yang mau dipukul. – Apa yang kau lakukan? Kau mau memukulku, bukan? Lakukanlah, Dasar pengecut! Aku tak puas. Sepertinya aku belum cukup minum. Kalian terlalu rendah hati. Hidup ini singkat.
Kita harus tahu batas soal minum alkohol. Itu benar. Suara apa itu? Akan kupukul kau sampai mati. Ada apa di sana? Suaranya familier. Itu Ketua. – Ini buruk. – Sungguh tak berguna. Dia bahkan tak bisa menghadapi dua pengacau itu. – Hentikan. – Itu memang Ketua. Kau mencari mati atau mau mati? Lari.
Ayo, pukul aku lebih keras. Kau sangat lemah. Lihat dia. Kau sebut itu pukulan? Bangun. – Jangan berhenti. – Ketua. Berdiri. Berdiri. Apa yang kalian lakukan di sini? Kau… Kenapa kau ikut campur urusanku? Sungguh tak tahu terima kasih. Jangan bilang begitu. Dia sangat mabuk. Wen Bin, melihatku seperti ini, kau pasti sangat bahagia.
Jangan bilang begitu. Bangunlah. – Aku bukan pengecut. – Bangun. Xiao Man, aku bukan pengecut. – Tidak, aku tak mau bantuanmu! – Bangun. [Ketua putus asa…] [karena Nona Mu.] [Sepertinya dia sangat terluka.] Adik ipar, kau di sini juga. Kau perlu menghabiskan lebih banyak waktu dengan adikku. Adik ipar? Berhentilah bergaul dan…
Minum bersama mereka sepanjang waktu. Jadi, beginilah cara Dewa mengaturnya. – Mereka memang cocok. – Benar. – Pasangan yang cocok. – Sayang aku terlambat. Sifat Nona Han… sangat berbeda… dari kakaknya. – Benar. – Diamlah. Kita semua teman sekelas, bantu dia. Ayo bangun, Ketua. Tidak, jangan sentuh aku. Yu Le Xuan. Melihatku seperti ini,
Kau pasti yang paling bahagia. Ayo kita kembali ke akademi. – Bangunlah, ayo. – Aku bisa bangun sendiri. Aku bisa bangun sendiri. Kubilang aku bisa bangun sendiri! Aku bukan pengecut! Aku… Dia sangat mabuk. Dia tak akan bisa berjalan. Ketua, ada apa denganmu? Kami hanya bersikap baik padamu. Benar. Dia malah bersikap seperti ini.
Kau tak bisa bersikap seperti ini hanya karena mabuk. Itu alkohol yang berbicara. Karena dia tak suka dikelilingi oleh orang, kenapa kalian tak kembali dulu? – Itu benar. – Tentu. Ayo kita cari kursi tandu untuk ketua. Ayo. – Baik. Kami kembali duluan. – Ayo. Sampai jumpa. Menyedihkan saat seseorang yang sangat kau cintai…
Tak balas mencintaimu. Dua orang hanya akan bahagia jika perasaannya sama. Cinta tak bisa dipaksakan. Cinta bertepuk sebelah tangan… itu sangat menyedihkan. Tapi aku merasa… ketua punya tempat… di hati Nona Mu. Perasaan itu tak bertepuk sebelah tangan. Bagaimana perasaanmu pada Nona Mu? Kami… Kami sudah menyelesaikannya. Kami tak bisa memaksakannya. Dia sudah merelakannya.
Kau sangat rasional. Aku mempelajarinya darimu. Kenapa? Apa kau pernah tak rasional? [Kita tak bisa seenaknya memutuskan pertunangan dengan keluarga Han.] [Rahasiakan ini…] [untuk sekarang.] [Tunggu sampai Ayah menemukan…] [solusi yang baik untuk kedua pihak.] Kursi tandu sudah ada. Turunkan. Bagaimana ketua menjadi seperti ini? Aku kasihan padanya. Kau tak marah padanya lagi? Bisa dibilang,
Aku justru harus berterima kasih padanya. Kau sangat bijaksana, Le Xuan. Kau juga. Omong-omong, aku juga harus bertanggung jawab. Jika aku tak menolong… Mu Xiao Man, ketua tak akan melawanku. Dia tak akan kehilangan kredibilitasnya… berulang kali di depan para pelajar. Berdasarkan ucapanmu itu, dia sendiri juga bertanggung jawab.
Dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri karena kesengajaannya. Tapi ini seharusnya… tak terjadi padanya. Aku masih berharap semua orang bisa memberinya kelonggaran. Tak ada yang bicara dengannya sekarang. Siapa pun akan kehilangan kepercayaan diri. Le Xuan, coba bicaralah dengan Dewan Murid. Minta mereka berhenti mengabaikannya. Dia juga anggota Dewan Murid.
Baik, aku sudah selesai atur kasur. Dengan begini kita tak akan saling mengganggu lagi. Kakimu akan mengarah padaku. Bagaimana jika kau memukulku saat kita tidur? Tenang. Tubuh Adik kecil. Dia tak akan bisa menggapaimu. Aku bicara tentangmu. Tenang. Aku jamin aku tak akan pernah menendangmu. Apa yang merasukimu? Sebelumnya kau mengeluh kalau Adik…
Sudah mengganggu tidurmu dengan berguling-guling di kasur. Kini kau mau tidur begitu dekat dengannya. Kuakui aku pernah mengatakan hal seperti itu. Tapi… saat aku di rumah beberapa waktu lalu, tanpa Adik tidur berguling-guling di sampingku, aku tak bisa tidur. Jadi, mungkin aku sudah terbiasa dia tidur di sampingku. Aku melarangnya. Adik… belum mengatakan apa-apa.
Apa hakmu untuk bersikap sangat tak masuk akal? Karena tak bisa membantahmu, pilihanku adalah bersikap tak masuk akal! Aku bilang tidak! Sudah cukup. Berhenti bertengkar. Aku akan tidur sekarang. Selesaikan masalah kalian. Itu kasurnya. Aku tak masalah dengan ini. Aku bukan pengecut. Bagaimana aku bisa di sini? [Sheng Zhi.]
[Aku sudah membuatkan daging babi rebus favoritmu hari ini.] [Ketua, suhu airnya…] [tepat untukmu mandi.] [Ketua,] [lihat betapa bersihnya meja ini.] [Tak bernoda.] Sheng Zhi. Ketua. Kenapa kalian di sini? Kami di sini karena mengkhawatirkanmu. Terima kasih. Ketua, apa kau ingat yang terjadi semalam? Semalam? Kau mabuk semalam. Kau berkelahi. Untungnya, kami menemukanmu tepat waktu.
Tanganmu, Wen Bin yang… memakaikan obat dan membalutnya. Bagaimana menurutmu? Apa kau suka? Wen Bin…