【FULL】In a Class of Her Own Eps 7【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [In A Class of Her Own] [Episode 7] Tulisan tanganmu indah, kau juga mahir menyalin karya seni. Kenapa kau begitu sembrono ketika menggambar? Berikan kepadaku. Menyalin karya seni berbeda dengan menggambar. Apa yang membedakannya? Yang kau lakukan hanyalah menggambar yang kau lihat di atas kertas.

Bagaimana jika begini? Lihatlah aku, seakan aku adalah lukisan. Lalu, salin ke atas kertas. Bisakah kau melakukannya? Mudah bagimu untuk mengatakannya. Aku hanya perlu melihat garis-garisnya ketika menyalin. Namun, aku menggunakan mataku saat menggambar. Aku tak bisa memerhatikanmu seperti ini. Garis. Bagaimana jika begini? Gunakan pohon ini sebagai kontras untuk menemukan garisku. Aku akan mencobanya.

Wen Bin, bisakah kau mulai sekarang? Baik. Selesai. Kakak, lihatlah lukisanku. Ada apa dengannya? Dia ketiduran lagi. Lihatlah dia. Zhao Hui, bertukarlah tempat duduk denganku. Bertukar tempat duduk? Apa aku tak salah dengar? Ya, benar. Aku bersungguh-sungguh dan tulus. Wen Bin, kau memang pria pemberani. Kalau begitu, sampai nanti. Ini… Lei Ze. Lei Ze…

Lei Ze. Jangan ganggu aku. Guru telah tiba. Hari ini, kita akan menyelesaikan soal matematika ini. Baiklah, kalian boleh mulai sekarang. Wen Bin, bagus, kau diam-diam belajar keras, Meski tak ada yang mengalahkanmu dalam pelajaran berhitung, kau harus fokus pada kelasmu saat ini. Menurutmu itu lucu? Lei Ze Xin, kudengar kau menyerang gurumu…

Di kelas sebelumnya. Apa kau masih ingin melakukannya? Itulah yang kupikirkan. Wen Bin, Aku tahu, keterampilan menggambarmu buruk. Aku sangat memahaminya. Datanglah ke Paviliun Kerajinan… setelah kelas berakhir. Aku akan memberimu remedial privat. Jangan khawatir. Kenapa itu tak berhasil? Bukankah aku terlihat seperti murid nakal? Wen Bin, apa yang kau lakukan? Tidak ada.

Kenapa kau tak pergi ke sekolah bersamaku beberapa hari ini? Apa aku melakukan kesalahan? Tidak, ini bukan tentang dirimu. Ada sesuatu yang mengganggu pikiranku. Ada apa? Apa yang Wen Bin kenakan? Kupikir Wen Bin terlihat cukup keren. – Dia terlihat konyol. – Benar. Ayo… Wen Bin, kau… Bagaimana menurutmu? Apa aku tampak seperti murid nakal?

Tidak terlalu. Kau ingin mati… Kau berharap mati atau memang ingin mati? Kalimat ini melengkapinya. Apa yang kau lakukan? Aku belajar darimu. Wen Bin, apa Asrama Pufang Dua membuatmu gila? Meskipun kau juniorku, jika kau terus mengikutiku, kau takkan kuberi ampun. Aku ingin menjadi muridmu. Aku sudah menjadi seniormu. Bagaimana aku bisa menjadi gurumu?

Karena kau seniorku, ajak saja aku ke mana pun kau pergi. Kau akan dikeluarkan jika mengikutiku. Kau tak takut akan hal itu? Tidak. Bodoh sekali. Lei Ze, aku bersedia melakukan apa pun jika kau mau mengajakku. Bisakah kau memukulnya? Tunggu di sini. Hei, Lin Bing Shen. Bukankah kau anak popular itu… Apa yang kau lakukan?

– Ada apa dengan mereka? – Wen Bin baru saja memukulnya. Apa kau gila? Beraninya kau! Kau berharap mati, atau ingin mati? Dasar bodoh. Wen Bin, kau sangat keren. Kau keren. Sudah begitu lama kau menggangguku. Beraninya kau memukulku! Kau puas sekarang? Dia… Dia baru saja menerima surat dari rumah. Orang tuanya sedang sakit.

Ini masa yang sulit, kau benar-benar… Aku tidak tahu. Kau keterlaluan. Bagaimana kau bisa merundung teman sekelasmu? – Apa yang dia pikirkan? – Kau masih menyebut dirimu pelajar. Dia sudah keterlaluan. Dia kelewatan. Bagaimana? Kau masih ingin menjadi murid yang nakal? Kau berbeda denganku. Kau lebih cocok menjadi murid baik.

Kau bukan aku, dan aku bukan kau. Hanya aku yang tahu yang terbaik untukku. Setiap orang punya alasan ketika melakukan sesuatu. Ze Xin, bisakah aku bicara denganmu? Kau berbeda dengan Wen Bin. Ayahmu adalah Komandan. Wen Bin hanyalah murid dari keluarga miskin. Dia memiliki seorang ibu dan saudari yang sakit parah,

Yang perlu dia rawat di rumah. Jika dia diusir, dia harus menghadapi masa depan yang suram. Maksudmu, Yun Shang adalah satu-satunya jalan menuju masa depan yang cerah. Aku tak ingin langsung menyimpulkan, tapi berdasarkan situasi saat ini, pilihan terbaik adalah lulus dari Akademi Yun Shang… dan menjadi pejabat. Itu konyol. Kau bukan dia.

Bagaimana kau bisa membuat keputusan untuknya? Kau yakin, Wen Bin tak memiliki keinginan lain yang hendak dia raih? Kau yakin, dia takkan bisa memberi keluarganya penghidupan yang lebih baik di luar sana? Lantas, Ze Xin, apa yang membuatmu berpikir… dia akan punya kehidupan yang lebih baik di luar sana?

Melanjutkan pekerjaan lamanya sebagai penulis di pasar gelap? Menghabiskan hari-harinya dalam ketakutan? Apa yang ingin kau sampaikan? Aku hanya berharap, kau takkan membawa Wen Bin ke jalan yang salah. Kau mencoba mengguruiku? Bukan menggurui. Namun, hanya menasihati. Dasar bodoh. Junior, aku telah memutuskan untuk mengajakmu bersamaku. Aku akan keluar untuk minum. Kau mau ikut?

– Ya. – Ayo. Kau tak boleh pergi. Aku ingin pergi. Kubilang, kau tak boleh pergi. Jangan ikut campur. Ayo. Wen Bin, apakah kau diancam oleh seseorang? Kau bisa memberitahuku jika kau dalam kesulitan. Diancam? Apa maksudmu, aku mengancam Junior? Jika itu benar, kau bisa apa? Mengancam? Aku ingin pergi dengan Lei karena aku mengaguminya.

Wen Bin, kau tahu apa yang kau lakukan? Kau ingin menyia-nyiakan kesempatanmu untuk belajar di Akademi Yun Shang? Kesempatan? Aku sama sekali tak berniat belajar di sini. Kau tak tahu betapa menderitanya diriku. Tn. Feng bilang, kau harus keras kepada diri sendiri, tapi toleran kepada orang lain. Jangan memaksakan keyakinanmu kepada orang lain. Ayo.

Apa aku melakukan kesalahan? Satu, dua, tiga. Sangat menyenangkan. Lihatlah kain bermotif bunga-bunga kami. Pernak-pernik kecil. Ayo ke sana. Tentu, ayo pergi. – Dah. – Lihatlah. Mengapa kau bersikap seperti seorang gadis? Kau tertarik pada pernak pernik ini? Kau membosankan. Tak peduli laki-laki atau perempuan, orang tertarik pada pernak pernik. Menurutku, ini cocok untukmu.

Aku tak menginginkannya. – Ayo. – Lihatlah. – Ayo minum di sana. – Jalan-jalan saja. Nona, – sekarang sudah larut, – Tuan, nikmati minumanmu. Tuan Feng mungkin takkan datang. Sepertinya tak mungkin bertemu dengannya hari ini. – Tuan, silakan duduk di sini. – Bagaimana menurutmu? Lagunya bagus, ‘kan? Menarik.

– Aku menyukainya. – Apa yang akan kau pesan? – Kami akan memesan yang biasa. – Baik. Apa mereka punya uang untuk membayar minuman mereka? Nona. Kau tak boleh berkata begitu. Akan berbahaya jika mereka mendengarmu. Aku hanya berkata apa adanya. Lihatlah pelajar itu. Dia terlihat sangat tampan. Namun, pakaiannya sangat sembrono.

Jangan minum terlalu banyak kali ini. Jika tidak, kau akan memuntahi seseorang lagi. Tidak akan. Terakhir kali itu tidak disengaja. Silakan anggurmu. – Satu kendi lagi. – Lalu, segelas lagi. Baik. Kubilang, gadis ini terlihat cantik. Kemarilah, peluk aku. – Nak. – Peluk aku. Aku akan memberimu uang sebagai gantinya. Kemarilah.

– Sedang apa kau? – Ayolah. Apa yang kau lakukan? Hentikan! Ayah! Kau sudah keterlaluan! Jangan pukul ayahku! Lepaskan aku! – Apa yang kau lakukan? – Kau tak bisa bersembunyi. Tuan. Nona, mereka berkelahi. Ayo pergi sekarang. Pria itu bisa bertarung. Nona, ayo pergi sekarang. Ayo pergi sekarang. Tuan, jurus yang bagus. Nona.

Ayah, kau baik-baik saja? Terima kasih. Awas! – Ini patung pusaka Dewa Anggur-ku. – Kau baik baik saja? Aku baik-baik saja. Apa kalian pelajar dari Akademi Yun Shang? Kalian akan pergi begitu saja? Bayar ganti rugi untuk patungku. [Akademi Yun Shang] Aku akan memberimu uang besok untuk mengambil tanda pelajar ini. Ayo. Berhenti.

Bayar ganti rugi untuk patungku. Setelah menjalani lika-liku kehidupan, cinta sejatimu ternyata ada di sekitarmu. Nona, ramalanmu mengatakan, seseorang sangat mencintaimu. Benarkah? Kenapa? Kau meragukan kemampuan meramalku? Tidak. Aku hanya terkagum. Serta… aku tak tahu apa orang yang aku sukai, juga menyukaiku. Orang biasa sepertimu… mudah terjebak dalam hubungan yang tak pasti. Namun,

Kau mendatangi orang yang tepat hari ini. Berikan kepadaku. Kau harus membantuku. Nona, jahit ramalan ini ke dalam sebuah kantung. Lalu, berikan kepada pria yang kau suka. [Peruntungan Baik] Kujamin kalian berdua akan berakhir bersama. Hebat sekali. Terima kasih. Nona, kita akhirnya bisa berhenti memandangi tunggul pohon… dan menantikan kelincimu. Tuan Feng bukanlah kelinci.

Kau benar. Kita akhirnya bisa berhenti… memandangi tunggul pohon dan menantikan Tn. Feng. – Ayo. – Ayo. Ayo. Mari kita dengarkan alasanmu kali ini. – Apakah kau… – Senior, pergi dan beristirahatlah. Aku akan menanganinya. Ketua, aku ingin mengatakan sesuatu. Wen Bin, kau minum lagi? Setidaknya saat ini kau jujur. Tetaplah di sana.

Tetaplah di sana, dan katakan apa pun yang ingin kau katakan. Kau takut aku akan memuntahimu lagi? Jangan khawatir. Aku tak mabuk kali ini. Wen Bin, baru beberapa hari setelah semester baru dimulai. Namun, kau sudah berulang kali melanggar aturan. Kau tak takut dikeluarkan? Tidak. Kapan kau akan mengeluarkanku?

Aku akan berterima kasih jika kau melakukannya. Ketua, hati-hati. Jangan memercayainya. Lihatlah, dia mabuk lagi. Wen Bin, aku ingin memastikan sesuatu. Silakan. Apa kau memukul Lin Bing Shen? Tidak. Wen Bin, sebagai pria bermartabat, kau seharusnya tak berbohong. Aku benar-benar tak melakukannya. Aku hanya menendangnya dengan kejam. Dengarkan dia. Bagus. Dia mengakuinya. Catat itu.

Ketua, malam ini aku berkelahi. Aku memberi dua perundung pelajaran. Apa? Bagus. Bagus sekali. Wen Bin, kau melakukan hal baik malam ini. Pergi dan beristirahatlah. Senior, ayo. Kau berandal kecil, kau sungguh ingin dikeluarkan dari Yun Shang? Aku tak seharusnya ada di sini. Tidak akan pernah. Pertanyaan itu? Aku juga tak tahu cara menyelesaikannya.

Tanyakan kepada Dewa. Tadi malam, siapa di antara kalian yang mabuk di Kedai Minuman Mingren, dan menghancurkan sesuatu di toko? Maju dan mengakulah. – Siapa yang akan melakukannya? – Pemilik kedai ada di sini sekarang. Dia membuat keributan di depan akademi sekarang. Siapa yang berani melakukan hal itu?

– Serahkan dia sekarang! – Serahkan dia sekarang! – Kumohon, tenanglah. – Lihat ini, Semuanya. Dia menghancurkan patung pusaka Dewa Anggur-ku. Dia hanya meninggalkan pesan dan tanda pelajar bodoh ini. Aku tak percaya, anak seperti itu adalah pelajar dari Yun Shang. Pelajar yang memalukan! Akademi yang buruk! – Serahkan dia sekarang. – Serahkan dia.

– Serahkan dia. – Kumohon, yakinlah. Jika anak itu terbukti murid akademi kami, dia akan dijatuhi hukuman berat. Tanda pelajar itu milikku. Akulah yang menghancurkan Patung Pusaka Dewa Anggur-nya. – Itu mereka? – Apa yang kau bicarakan? Benar, itu dia. Mereka orangnya. Aku tak percaya kau yang melakukannya, Wen Bin.

Dia terlihat sopan dan lembut. Sepertinya bukan dia. Itu benar. Kumohon, tenanglah. Kami akan menyelidikinya. Kemudian, menanganinya tanpa memihak. Wen Bin, Aku kecewa kepadamu. Pergilah ke Dewan Peninjauan dan Hukuman sekarang juga, dan tunggu instruksi selanjutnya. Baik. Kau sudah gila, Junior? Apa yang kau lakukan? Apa Wen Bin benar-benar melakukannya?

Bukan dia, akulah yang melakukannya. Mengapa kau mengakuinya, meski kau bukan pelakunya? Bagaimana jika kau dikeluarkan? Itu bukan masalah. Lagi pula, aku tak ingin membuang waktuku di sini. Kau tahu? Jika dikeluarkan, namamu akan dihapus dari daftar. Kau takkan bisa menjadi pegawai di mana pun, atau mendaftar di akademi lain.

Kau bahkan tak bisa menjadi sekretaris pemerintah. Wen Bin, apa itu yang kau inginkan? Namaku akan dihapus selamanya? Wen Bin, mabuk dan membuat masalah, menghajar teman sekelasmu, kau telah melakukan semua hal buruk. Hargai saat-saat terakhirmu di Akademi Yun Shang. Namun, itu memang sudah sepantasnya. Anak yang nakal sepertimu,

Sama sekali tak layak berada di Akademi Yun Shang. Ayo, ikut denganku ke Dewan Peninjauan dan Hukuman. [Ini tak mungkin, namaku tak boleh ditiadakan.] [Apa yang harus Wen Bin lakukan jika mereka menghapus namanya?] Lei Ao, kau sudah keterlaluan kali ini. Kau tak tahu apa-apa. Wen Bin dituduh.

Itu artinya, Wen Bin rela disalahkan demi dirimu? Aku tak bisa memahami pikiran Si Bodoh itu. Sayang sekali. Salah satu dari kalian harus dikeluarkan sekarang. Kau menantangku? Siapa sangka, Feng Cheng Jun yang berprinsip tinggi… bisa kehilangan akal sehatnya juga. Pikiranku jernih, Yu Le Xuan. Kumohon, tinggalkan kami berdua.

Ada yang harus kubicarakan dengannya secara empat mata. Karena kau ingin bicara, maka lakukanlah dengan damai. Bukan begitu? Lei Ze Xin, Aku tahu, kau tak ingin berada di akademi, tapi mengapa kau harus melibatkan Wen Bin juga? Junior sudah bilang, dia seharusnya tak berada di sini. Wen Bin peduli tentang uang,

Dia pasti tahu, itu adalah patung berharga. Aku tak percaya dia yang menghancurkannya. Itu ulahmu. Kau sengaja membuat keributan di kedai, dan kau telah menyeret Wen Bin ke dalam masalah. Beraninya kau menantangku? Karena aku menghormati Wen Bin, aku akan melepaskanmu kali ini. Namun, jika kau melakukannya lagi, aku takkan melepaskanmu dengan mudah.

Lantas, aku juga akan memberitahumu, jika kau mengajak Wen Bin untuk melakukan keonaran lagi, aku juga takkan melepaskanmu. Kau sadar, begitu dia dikeluarkan dari Akademi Yun Shang, namanya akan ditiadakan dari daftar? Wen Bin tak hanya tak diizinkan masuk ke akademi lagi, tapi dia juga takkan bisa menjadi pejabat. Tuan Li,

Ini pelanggaran yang Wen Bin lakukan sejak masuk. Karena Wen Bin mengakui anak liar itu, Lei Ze Xin, sebagai seniornya, semua korbannya harus menderita dalam diam. Kau boleh pergi. Baik. Sudah lama aku ingin menjernihkan beberapa hal denganmu. Mengapa kau bersembunyi dariku? Kini, tak ada yang bisa kita jernihkan. Aku hanya ingin bertanya,

Apa kau benar-benar ingin keluar dari akademi? Jika itu yang kau inginkan, aku bisa mengabulkan keinginanmu sekarang juga. Aku tidak mau. Tak mau? Lantas, apa tindakanmu ini masuk akal? Tuan Li, kumohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri. Kepala Sekolah Feng akan memutuskannya. Membuat masalah di kedai, menghancurkan patung Dewa Anggur milik si pemilik kedai,

Yang telah diturunkan selama beberapa generasi, dan menyebabkan pemilik kedai… membuat keributan di akademi pagi-pagi buta. Jika ini tersebar, itu akan mencoreng Akademi Yun Shang. Wen Bin, apa kau ingin membuatku gila? Kepala Sekolah Feng, tenangkan dirimu. Dahulu, Wen Bin adalah anak baik, tapi dalam beberapa hari, dia mampu menghancurkan kedai.

Dia pasti di bawah pengaruh teman yang jahat. Apa maksudmu? Kurasa, itu semua karena Lei Ze Xin. Lei Ze Xin sudah tak bisa diperbaiki lagi, dia harus dihukum berat. Wen Bin, ada yang ingin kau katakan? Kepala Sekolah Feng, Tuan Ding, Tuan Li, ini tak seperti yang kalian pikirkan. Tadi malam, Senior dan aku…

Hanya mendapat masalah karena menyelamatkan seseorang. Kami tak memulai perkelahian dengan sengaja. Meskipun itu karena menyelamatkan seseorang, pergi saat tengah malam untuk minum-minum, tetap saja melanggar aturan akademi. Kau telah mencoreng nama akademi! Wen Bin, beri tahu kami sekarang. Kau atau Lei Ze Xin yang menghancurkan patung itu? Itu aku. Kepala Sekolah Feng,

Silakan buat keputusan mengenai Lei Ze Xin dan Wen Bin. Dikeluarkan. Keluarkan mereka berdua. Kepala Sekolah Feng, bukankah mengeluarkan mereka adalah keputusan gegabah? Bukankah kita harus mencari tahu kebenarannya dulu? Gegabah? Wen Bin melanggar aturan dengan pergi dari akademi di tengah malam. Mabuk di sebuah kedai minuman, berkelahi, merusak barang milik orang lain,

Dan dia baru saja mengakui semua itu. Namun, kau masih merasa itu gegabah. Memang benar, belakangan Wen Bing membuat onar. Namun, sebelumnya dia bukan murid yang kurang ajar. Bagaimana tiba-tiba dia bisa bertengkar? Perbuatan onar Wen Bin di kedai sudah jelas. Faktanya sudah jelas. Tak ada lagi yang perlu dibahas.

Jangan membawa masalah lagi ke Akademi Yun Shang… hanya karena mereka. Segera keluarkan mereka. Kepala Sekolah Feng, tentang mengeluarkan Lei Ze Xin tak perlu dipertanyakan lagi. Namun, tentang Wen Bin. Master Wang sendiri mengakui kecerdasan Wen Bin. Dia bisa dianggap sebagai anak dengan seribu talenta.

Sejak masuk ke Akademi Yun Shang, dia mabuk dan menyebabkan masalah, dia berubah, bukankah kita semua, sebagai guru, bertanggung jawab akan hal itu? Baiklah, kalau begitu. Agar adil, kita akan membiarkan semua guru dan murid… di Akademi Yun Shang untuk memilih. Apa kau sungguh takkan memperbaiki keadaan? Bagaimana caraku melakukannya? Menyebalkan sekali. Lei Ze,

Kau masih bisa tidur? Kau tahu kita akan dikeluarkan? Aku tak masalah dengan hal itu. Tidak. Begitu kita dikeluarkan, nama kita akan dihapus dari daftar selamanya. Ada apa denganmu? Bukankah kau bersemangat saat berkelahi semalam? Berkelahi? Kau sungguh ikut berkelahi tadi malam? Bagaimana pelajar berwajah pucat sepertimu terlibat dalam perkelahian? Aku benar-benar ingin melihatnya.

Dia luar biasa. Apa dia sehebat itu? Berhentilah mengolok-olokku. Kita sedang dalam masalah besar sekarang. Kenapa kau masih begitu tenang? Le Xuan, kau sahabat Lei Ze, ‘kan? Apa kau tak gugup mendengar dia akan dikeluarkan? Dibandingkan dengannya, aku lebih mengkhawatirkanmu. Anak baik seperti Wen Bin tak mungkin dihapus namanya dari daftar.

Kepala Sekolah Feng bilang, setiap guru dan murid harus memilih. Kami pasti akan dikeluarkan. Jika itu masalahnya, aku punya ide. Ketua. [Anggur Kudzu] Kau… Kau terlihat sangat bahagia hari ini. Apa hal baik terjadi? Kepala Sekolah Feng menunjuk kita… untuk mengumpulkan suara dari semua pelajar… tentang mengeluarkan Wen Bin dan Lei Ze Xin.

Kali ini, seserius itu. [Berkembang] Pergi dan beri tahu semua pelajar, mereka berdua telah membuat onar… karena berulang kali melanggar aturan Akademi. Jika kita tak menghukum mereka dengan keras kali ini, peraturan Akademi kita akan menjadi bahan tertawaan di masa depan. Minta semua orang untuk membulatkan suara, dan mengeluarkan mereka dari Akademi.

Zi Feng, biarkan aku membantumu. Aku pandai menyiram bunga. Wen Bin, aku tak mau merepotkanmu. Aku bisa membantumu. Tidak perlu. – Aku tak memercayainya. – Ini sangat tak pantas. Keluarkan Lei Ze Xin dari sini. Bagus. – Ayo tanda tangan. – Baik. Namun, Wen Bin tak boleh dikeluarkan.

Aku sudah memberitahumu tentang hal ini sejak lama. Kenapa kau begitu keras kepala? Aku… Buang-buang waktu saja. Saudara Yi De. Biarkan aku membantumu menyiapkan tintanya. Aku pandai dalam hal ini. Aku tak ingin merepotkanmu, Wen Bin. Tak apa. Aku melakukannya untuk bersenang-senang. Sekarang, aku sudah selesai. Sampai nanti.

Entah Wen Bin dan Lei Ze Xin harus dikeluarkan, buat keputusan dan tanda tangani ini. Berapa banyak yang sudah tanda tangan? Separuh pelajar dari Kamar Mewah sudah menandatanganinya. Sisanya masih mengamati. Aku yakin mereka akan segera mengambil keputusan. Mengenai permasalahan ini, sulit bagiku untuk mengambil keputusan. Aku butuh pencerahan… dari Dewa.

– Zhao Rong. – Wen Bin. Hei. Apa kau membutuhkan bantuanku? Tidak. Wen Bin, aku ikut prihatin tentang masalah ini. Kau telah membuat kesalahan besar kali ini. Aku harus menggantikanmu menjadi pengurus Asrama Pufang. Kuharap kau tak keberatan. Tak apa-apa. Kau harus mengutamakan pekerjaanmu. Tidak apa-apa. Ketika semuanya beres, aku akan mengembalikan pekerjaan ini kepadamu.

Aku sudah kehilangan kesempatan. Wen Bin, apa kau tahu… kenapa semua orang tak mau membantumu saat ini? Karena namamu disatukan dengan Lei Ao di kertas kali ini. Itu sebabnya semua orang… Kau tahu maksudku? Maksudmu, karena Kakak Lei, semua orang tak mau membantuku? Mungkin saja begitu.

Karena semua orang ingin dia keluar dari Akademi Yun Shang. Itu sebabnya, kau juga terseret… ketika kemalangan menimpanya.