【FULL】In a Class of Her Own Eps 2【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [In A Class of Her Own] [Episode 2] Jual bunga. Silakan melihat-lihat. Bunga. Kenapa kau kembali? Ada Feng Cheng Jun. Feng Cheng Jun? Di mana dia? Di luar. Cepat pergi. – Kau juga berhati-hati. – Pergilah. Kau adalah Tn. Chao, bukan? Jangan gugup. Ti… Tidak. Tuan Feng, tolong maafkan aku.

Beri aku kesempatan untuk memulai ulang. Aku takkan melanggar hukum lagi. Jangan khawatir, aku datang bukan untuk menegurmu. Aku hanya ingin tahu di mana si juru tulis. Dia membuat kesalahan besar. Aku sudah menghukumnya dengan berat dengan mengusirnya ke Jalan Selatan. Dia takkan lagi muncul di hadapanmu. Apa? Apa, apa? Kenapa? Apanya? Hati-hati.

Mari melihat-lihat, ini baru saja dipetik. Ini bahkan berembun. Mari melihat-lihat. Ternyata dirimu? Lewat sini. [Kediaman Yu Le] Lihatlah. Di sinilah aku melakukan bisnisku. Bagus, bukan? Le Xuan. Kau ini seorang pelajar atau seorang pedagang? Aku seorang pelajar dan pedagang. Aku melakukan apa pun yang menghasilkan uang. Aku bisa melakukan keduanya.

Sepertinya kau lebih pandai dalam berbisnis daripada belajar. Kau tak tahu sepandai aku dalam belajar. Jangan menghakimi. Aku hanya bercanda. Sungguh lucu. Kau sangat panik beberapa saat lalu, tapi sekarang, kau sudah bisa bercanda. Aku bisa apa lagi? Sakit atau lelah, aku harus mendapatkan uang untuk melunasi utangku. Kenapa kau selalu punya utang?

Apakah kau punya kontrak yang menjual dirimu? Begini. Aku punya usaha yang aku ingin kau menanganinya. Setelah selesai, kau akan mendapatkan 200 tahil, bagaimana? Aku mau. Ada apa? Apa kau pikir aku tak bisa melakukannya? Aku belum mengatakan apa usahanya. 200 tahil itu sangat berarti bagiku. Aku akan melakukan apa saja demi mendapatkannya.

Tapi usaha ini sangat berbahaya… Aku bahkan rela masuk Neraka demi 200 tahil. Minumlah teh ini, Tn. Feng. Tuan Feng, kau membuatku sangat panik. Silakan. Tuan Wen Bin itu seperti “manusia angsa”. – Pria yang misterius, maksudmu? – “Manusia angsa”. Cantik seperti bunga persik, dan cerah seperti bulan musim gugur.

Saat pertama kali melihat, kau akan mengira dia seorang gadis. Tuan Chao, aku bisa menebak itu sendiri. Aku ingin tahu kepribadiannya. Apakah kau mengerti maksudku? Aku tahu. Sebenarnya, yang aku tahu hanyalah namanya Wen Bin. Tapi aku tak tahu di mana atau dengan siapa dia tinggal. Setahuku, dia butuh uang. Untuk memperbesar penghasilannya,

Dia bahkan menyalin buku-buku siang dan malam selama berhari-hari. Matanya sempat memerah karena menyalin. Menyedihkan sekali. Tapi meski dia miskin, dia pria yang memegang teguh prinsip. Dia tak pernah menyakiti atau menipu orang lain. Aku sudah bertahun-tahun mengenal Tn. Wen. Ini satu-satunya kejadian dia tak menegakkan prinsipnya. Mungkin… dia benar-benar putus asa.

Bukankah kau Feng Cheng Jun, si peserta populer di ruang ujian? Sungguh kebetulan bertemu dirimu di sini. Lalu kau… Aku Yu Le Xuan. Saudara Cheng Jun, apakah kau mencari seseorang? Aku pikir kau sedang mencari orang yang menipumu di ruang ujian. Menurutku itu bukan “ditipu”. Aku bisa membantumu menemukannya. Apa alasanmu?

Aku pikir kau akan berterima kasih. Baik, lupakan. Tidak, aku hanya merasa… kau tak perlu membantuku. Bagaimana jika aku katakan… aku melakukan ini karena memperhatikan dan memedulikan teman sekelas… yang akan tinggal bersamaku… dan demi teman yang aku percayai saat kita pertama bertemu? Apakah kau akan percaya itu? Jangan percaya. Bahkan aku sendiri tidak.

Pukul 19.15 malam ini, di depan Kuil San Shen. Apa yang dia lakukan di sana? Dia pria miskin. Tentu saja dia akan mencari uang di sana. Tapi ingat saja. Dia takkan melakukan hal baik di sana pada waktu seperti itu. Jika kau pergi ke sana, lalu ketahuan,

Dan seseorang melihat Tuan Muda Keluarga Feng melanggar hukum… dengan rakyat jelata, reputasi Keluarga Feng bisa ternoda. Kenapa kau memperingatkanku tentang itu? Aku ingin tahu niatmu. Tapi ini saranku. Sebaiknya jangan pergi. Aku takkan mengubah keputusanku. Orang seperti apa memilih tempat seperti ini? Ini yang kau minta. Apa ini? Kau lagi?

Saudara Wen Bin, kita perlu bicara. Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Tidakkah kau tahu kau sangat mengacaukan kehidupanku? Pasti ada kesalahpahaman di antara kita. Aku bisa menjelaskannya. – Tangkap pedagang buku terlarangnya! – Baik, Pak! – Kau… – Saudara Wen Bin! Jangan bergerak! – Kejar mereka! – Baik! [Buku 10.000 Kata]

Tamat riwayat Feng Cheng Jun kali ini. Dia tak berkutik. Berhenti! Berhenti! Ke sini! Cepat! Lekas! Lewat sini! Berhenti! Ayo. Komandan, ada suara dari kanan. Lewat sini. Ayo! Aku akan menggendongmu, ayo. – Cari dengan saksama! – Baik! – Kalian berdua, ke sana. – Baik. – Cari ke sana. – Baik. Cari dengan saksama.

Area ini bersih. Di sini juga tidak ada siapa-siapa. Pergi ke sana! Komandan! Komandan, aku pikir… mereka naik ke atas. Apakah kau menemukan sesuatu di sana? Tidak ada apa-apa di sini. – Semuanya, naik ke atas gunung! – Baik! Komandan, ada jalan. Kejar mereka! Cepat! Sempit sekali di sini. Keluarlah. Sabar. Tarik perutmu.

Sungguh pria mesum. Aku… Aku mesum bagaimana? Apakah kau terluka? Aku baik-baik saja. Aku sudah menyerahkan buku itu kepadamu. Kau harus bayar. Apakah seseorang memintamu menyerahkan buku itu kepadaku? Bukankah kau menginginkannya? Untuk apa aku menginginkan buku itu? Aku hanya ingin berbicara denganmu. Bicara kepadaku? Berbicara tentang apa? Tuan Wen,

Kumohon ikuti ujian kedua Akademi Yun Shang. Kau terlalu berbakat. Aku tak ingin bakatmu disalahgunakan. Disalahgunakan? Kau menipuku untuk bertemu dirimu. Seperti inikah kelakuan seorang pelajar? Mungkin kau berencana untuk membuatku menyadari kesalahanku dengan semua ini? Terima kasih atas bantuanmu, aku tak layak mendapatkannya. Lebih baik kau membayar saja, lalu kita bisa berpisah.

Kau pergi ke arah yang benar, dan aku pergi ke arah yang salah. Setuju? Aku akan membayar, Tn. Wen. Terima kasih. Harganya 200 tahil. Ada apa? Tak punya uang? Jangan bicara lagi kalau begitu. Tunggu! Kenapa kau begitu enggan mengikuti ujian? Sebagai seorang pelajar, tidakkah kau ingin memiliki masa depan yang cerah?

Itu bukan tujuan hidupku. Kenapa kau belajar kalau begitu? Tidak apa-apa. Aku hanya belajar. Lalu kenapa kau menulis di atas punggungku? Aku tak bermaksud menyalahkanmu. Kata-kata yang kau tulis di punggungku… [mengkritik kurangnya pengetahuanku akan kelaparan dan kedinginan.] [Kau menyiratkan kau sedang mengalami kelaparan dan kedinginan.] Itu sebabnya kau tak bisa berusaha untuk mengejar ambisimu.

Apakah itu intinya? Ya, apakah aku salah? Kau tidak salah. Itulah sebabnya aku memintamu untuk mengikuti ujian kedua. Kau bilang kau dulu takkan melakukan ini. Tapi kau terpaksa karena kau hidupmu sulit. Aku bisa membantumu, tapi kau harus mengikuti ujian kedua. Terima kasih atas niat baikmu. Satu pertanyaan lagi. Kau tak bisa membantu seseorang selamanya.

Akan lebih baik untuk mengajari seseorang memancing daripada memberinya ikan. Yang aku minta hanyalah kehidupan stabil seperti sekarang. Aku tak peduli akan tujuan hidup ambisius, tapi aku sangat mendambakan ikan asin. Jadi, berhentilah menyia-nyiakan waktumu kepada pria tanpa visi. Mengenai ujian itu, aku takkan ikut. Tuan Wen. Sepertinya… dia sungguh dalam kesulitan.

Ibu, kau harus makan dengan baik dan jaga dirimu baik-baik. Kau harus merawat Wen Bin saat dia kembali. Besok adalah hari terakhir. Aku sungguh tak berguna. Berhenti. Bagaimana bisa kau mengabaikan Ketua? Apakah kau buta? Dia pasti merindukan ayahnya, berharap dia bisa pulang sekarang… untuk mengeluhkan kita kepada Gubernur Feng. Feng Cheng Jun,

Kau berasal dari keluarga bangsawan. tapi kau takkan ragu untuk menghancurkan kehormatan kaummu, bukannya memperjuangkannya. Kau membela siapa sebenarnya? Apakah kau akan tetap diam? Aku hanya membela keadilan. Para kandidat ini bahkan berbuat curang saat ujian. Mereka sungguh tak tahu malu. Sebagai seorang pelajar, aku harus memberi contoh… dengan mengubah kemerosotan ini. Baik. Sungguh berbudi.

Sejujurnya, aku mengagumi nyali dan keberanianmu dalam berbicara dan melangkah. Tapi aku memperingatkanmu. Akademi Yun Shang bukan tempat bagimu untuk berbuat seenaknya. Di sini, kau terikat aturan. Akademi Yun Shang juga bukan tempat bagimu untuk menipu orang lain. Beraninya kau merendahkan Ketua. Aku… Tuan Chao! Tuan Chao. Ini… [Besok adalah hari terakhir.]

[Aku harus mendapat cukup uang untuk menebus Wen Bin.] Tuan Wen, aku baru saja memikirkanmu. Kau pun muncul. Tuan Chao, apakah ada pekerjaan dengan upah 800 tahil sebelum hari esok berakhir? Aku sangat membutuhkannya. Tolong bantu aku. Dapat di mengerti Tapi 800 tahil… sangat banyak. Bagaimana kalau begini? Maukah kau mengambil risiko lagi? Risiko?

Kali ini, kau tak harus membantu orang ujian. Malahan ikuti ujian itu sebagai peserta. Mengerti? Tidak. Aturannya sudah diperbaiki setelah ujian pertama. Aku tak mungkin bisa menggantikan peserta ujian. Menurut rumor, perbaikan selama ujian pertama… hanyalah rekayasa demi Tn. Feng Cheng Jun. Jadi, kau masih bisa melakukannya untuk ujian kedua. Bos bahkan menjamin keamananmu,

Asalkan kau melakukannya. Asalkan aku melakukannya? Maksudmu, bos menunjukku? Tidak, dia tak melakukan itu. Itu hanya kata-kata yang kupilih. Bos juga bilang… dia akan membayar apa pun hasilnya. Berapa yang dia mau bayar? Lima ratus tahil? Seribu tahil? Untuk ujian kedua, ruang ujian akan dijaga ketat. Coba saja menyontek dengan cara apa pun,

Kalian akan dibawa ke pengadilan dan dihukum. Kalian dipersilakan memasuki ruang ujian! Kepala Sekolah Feng. Kepala Sekolah Feng. Sekretaris Agung Ding, apa yang membawamu kemari? Aku diundang oleh Master Wang… untuk menemani kalian berdua sebagai pengawas. Dia ingin aku menyampaikan perintah ini. Silakan kemari. Silakan duduk. Para Peserta, silakan duduk. Apakah ada pengganti peserta ujian?

Jika ada, mengakulah sekarang juga, dan beri tahu kami siapa yang kau gantikan. Hukumanmu akan diperingan. Jika tidak… Aku punya sesuatu untuk dilaporkan. Katakan di sini. Ini surat rekomendasi. [Ini satu-satunya surat rekomendasiku.] [Kau boleh mengisi nama pengawasnya.] [Terima kasih, Kepala Sekolah Feng.] [Dia murid berbakat dan dia memedulikan orang-orang.]

[Tapi dia tak bisa ikut ujian karena dia miskin.] [Aku tak mau itu bakat disia-siakan.] [Itu sebabnya aku berharap kau mau memberinya peluang untuk melayani negara.] Bawa dia ke sini. Tuan Wen. Tuan Wen, kau pasti berpengetahuan luas. Jika tidak, kau takkan mendapatkan pengakuan itu dari Tn. Feng. Sekretaris Agung Ding, bagaimana menurutmu?

Karena Kepala Sekolah Feng dan Tn. Feng merekomendasikannya, dan pernah terjadi kasus serupa di Yun Shang, kalau begitu, aku menyetujuinya. Menyetujui apa? Kau diizinkan melewatkan ujian pertama dan boleh mengikuti ujian kedua. [Pandangan Tentang Kebijakan Nasional] Tuan Wen, kenapa kau tak menulis? Aku tak pernah mau bersekolah di Akademi. Kenapa aku harus menulis?

Jika kau menyerahkan kertas kosong, kau akan dihukum telah menghina hukum nasional, dan dianggap menyontek. [Lagi pula, aku punya uangnya.] [Aku bisa menulis apa pun yang aku mau.] Aku memujimu sangat tinggi ke Kepala Sekolah Feng… agar kau bisa mengikuti ujian kedua secara langsung. Jika jawabanmu jauh lebih buruk dari peserta lain,

Kau tetap akan dihukum menghina hukum nasional oleh Kepala Sekolah Feng. Bagaimana aku menyinggungmu? Kenapa kau menyusahkanku? Aku membantumu. Aku punya pertanyaan. Apakah itu? Jika aku lulus ujian kedua, tapi aku absen saat ujian ketiga, hukuman apa yang akan aku dapatkan? Tidak hadir dalam ujian ketiga sama dengan mundur dari semua ujian. Kau takkan dihukum.

Terima kasih, Pengawas. Tuan Wen, apa yang kau lakukan? Kau harus disiplin di ruang ujian. Serahkan kertas kalian. Apa yang terjadi? Tahun ini, untuk ujian ketiga Akademi Yun Shang, Master Wang akan memeriksa kertas kalian untuk ujian kedua di sini. Ikutlah ke Aula Ming Lun bersamaku. Pergilah sekarang. Ayo. Tiba-tiba saja.

Tuan Wen, ayo kita pergi. [Aula Ming Lun] Cheng Jun, aku tahu kemampuanmu. Aku bermaksud… untuk merekomendasikanmu ke istana Kaisar agar kau bisa melayani negara segera. Bagaimana menurutmu? Aku ingin tetap berada di Akademi Yun Shang dan belajar lagi. Alasanku ingin untuk lanjut belajar… adalah karena pengetahuanku tak cukup untuk melayani negara sekarang.

Selain itu, karena berasal dari keluarga bangsawan, aku harus memberi contoh dengan mengikuti aturan. Apa yang terjadi? – Mereka keluar. – Mereka keluar. Peserta Wen Bin, masuk. Jangan gugup. Master Wang tak seseram itu. Dia menghargai bakat orang. Dia akan menyadari betapa berbakatnya dirimu. Aku tak berbakat.

Yang aku inginkan adalah keluar dari akademi ini dengan aman. Wen Bin. Tegakkan kepalamu. Terima kasih, Master Wang. Murid, lihatlah ke atas. Berhenti melihat ke bawah… atau kau akan dianggap melecehkan Master Wang! Siapa nama keluargamu? Wen. Wen Bin, tulisanmu mungkin bukan salah satu yang terbaik, tapi kau sangat beruntung. Master Wang telah mengizinkanmu…

Masuk ke Akademi Yun Shang sebagai peserta terakhir saat ujian kedua. Aku bersalah, tolong maafkan aku. Murid, apa kesalahanmu? [Bagaimana aku harus menjawabnya?] [Aku tak bisa masuk Akademi, apa pun yang terjadi.] Aku… Aku mendapat tempat terakhir. Aku tak layak untuk diberi kesempatan oleh Master Wang. Murid ini sangat lucu.

Aku memiliki harapan tinggi untuk kalian semua. Semoga kau akan belajar dengan baik di Akademi Yun Sheng. Berbudi luhur dan setia. Selamat, Saudara Wen Bin. Kau akhirnya masuk. Apakah kau tak senang mengolok-olokku? Aku senang, tapi aku tak mengolok-olokmu. Kau seharusnya bangga menjadi pelajar. Bangga?

Aku tak berasal dari keluarga yang mau aku menjadi pejabat seperti dirimu. Aku hanya ingin memberi makan keluargaku, dan bisa hidup damai saat masa-masa sulit ini. Hidup dalam damai? Bisakah menulis memberimu ketenangan? Seorang pria harus ambisius. Aku tahu kau cerewet, tapi jangan keterlaluan. Kau seorang murid berprestasi, tapi kurang berpikir dengan akal sehat.

Aku hanya berharap kau bisa menggunakan apa yang kau pelajari dan tak menyia-nyiakan bakatmu. Kenapa kau tak paham? Untuk apa aku harus paham? Apakah aku meminta bantuanmu? – Tidak. – Tentu saja. Kau memutuskan itu sendiri, memaksaku untuk menerimanya. Sekarang kau menempatkanku dalam posisi yang sulit. Apakah kau tak melebih-lebihkan? Pokoknya, kau memaksakan gagasanmu kepadaku.

Itu sangat tak sopan. Semua ajaran itu menyuruhmu belajar dengan baik, kau seharusnya berfokus menyempurnakan diri sendiri. Kau membahayakan dirimu sendiri karena serakah akan uang, dan aku mengeluarkanmu dari hal itu. Kenapa aku malah dianggap tak bermoral? Selamat, Tn. Wen. Katakan kepadaku dengan jujur. Apakah Feng Cheng Jun yang mempekerjakanku sebagai pengganti peserta ujian?

Tuan Wen, kau pasti bercanda. Jika kau pikir Tn. Feng yang melakukannya, kau harus berterima kasih kepadanya sekarang. Ya, kau benar. Aku harus berterima kasih kepadanya dengan mencincangnya! Setiap murid akan senang menerima ini. Tuan Wen, kenapa kau tak bahagia? Kau seharusnya tak terlihat putus asa. Kau sekarang adalah murid Akademi Yun Shang.

Dibandingkan dirimu sekarang, kau akan bernilai 10 kali lebih tinggi sebagai juru tulis. Jangan menyia-nyiakannya. Apa katamu? Ada apa? Apa yang baru saja kau katakan? Jangan menyia-nyiakannya. Kalimat sebelumnya. Sebagai juru tulis. Bukan, kalian selanjutnya. Bernilai 10 kali lebih tinggi. [Kalau begini, ] [aku akan mendapat uang untuk merawat Wen Bin.]

Seorang pelajar bahkan akan menerima 300 tahil setiap bulan. [Tiga ratus tahil?] [Tapi jika mereka tahu aku seorang gadis…] [Itu…] [Aku sudah melunasi utangku pada Tn. Gu.] [Sekarang aku harus mengembalikan uang untuk hadiah pertunangan, ] [lalu aku akan bebas.] [Wanita yang sangat cantik…] Aku tak memiliki apa-apa.

Tidakkah kau takut hidup sulit, saat kau tak menjadi putri pejabat? Aku akan melakukan pergi ke ujung dunia bersamamu sampai kita menjadi tua. Pemberontak, jangan ganggu nona baik itu! Kalian orang-orang menyedihkan, kalian takkan pernah tahu apa rasanya jatuh cinta. Rasakan ini. – Kau… – Ayo pergi. [Dia pergi dengan pria itu.] Ayo lihat!

Beri aku satu. Aku mau satu. Tunggu giliran kalian. Ayo mengantre, kalian akan mendapatkan giliran. [Dia ada di dalam.] [Orang jahat itu.] Tuan, apakah kau melihat seorang wanita berpakaian merah? Aku mau buku itu. Apakah masih ada? – Ayo bergiliran, mengantre. – Aku ingin buku itu. Kalian akan mendapatkannya. Sudah kubilang, mereka akan bersatu.

Penulisnya pandai bercerita. Betul sekali. Kita tak berjodoh. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya. [Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bersambung.] Kau sangat tampan, Tuan. Berapa usiamu? Dari mana kau berasal? Apakah kau sudah menikah? Lihatlah putriku yang cantik. – Tidak, terima kasih. – Lihat saja. Tuan Cantik, tuan mudaku meminta untuk membawa bawaanmu. Tidak usah.

Aku tak begitu penting sehingga tak bisa memukul kantong kertas agar bisa lolos. – Aku akan membawanya sendiri. – Tidak apa-apa, biarkan aku membawanya. Jangan sentuh aku! Aku… Ini tak terasa sama sekali. Aku ikut campur saat itu. – Wanita. – Apa? Aku bilang bahkan wanita lebih kuat darimu. Kau terlalu lemah sebagai pria.

Apa? Apakah aku salah? Benar, Tn. Cantik. Kau memang kurang maskulin. Tuan Muda, apakah dia marah? Aku sudah bilang untuk berhati-hati berucap. Ayo pergi. Tuan Cantik. Cheng Jun, kau datang. Kau akhirnya datang. Aku sudah menunggumu. Ayo, masuk ke dalam. – Ayo… – Bukankah ini tak pantas? Mereka masih memeriksa nama kami. Ini pantas.

Apakah kalian tak mengenal putra Gubernur? Ayo masuk sekarang. Kulitmu akan menghitam jika berdiri di bawah terik matahari. Ayolah. Kau, bawa barang-barangnya. Ayo, mari masuk. Ayo. Tuan Muda, jaga dirimu baik-baik. Tuan Muda, berhati-hatilah. Kalian boleh masuk. Letakkan barang-barang kalian di sini untuk saat ini. Kita akan bertemu di sini setelah dua jam…

Untuk menempatkan kalian ke kamar kalian. Biar aku bawa untukmu. Aku Mo Xiao Huan dari daerah timur. Ayahku adalah seorang menteri. Bagaimana denganmu? Aku Wen Bin, rakyat jelata. Aku tinggal di Desa Barat. Orang-orang sederajat berkumpul. Kalian berdua tak dimaksudkan untuk menjadi teman. Konyol. Bagaimana aku harus memanggilmu, Tuan? Saudara Zi Feng, jangan menonjol.

Saudara Yi De, aku memang tak menonjol. Aku tak pernah melakukan ini kepada siapa pun… Aku Yang Yi De. Aku Wen Bin. Saudara Wen Bin, kau membuatku terkesan di ruang ujian beberapa hari yang lalu. Status kita sama. Bagaimana jika kau, aku, dan Zi Feng berbagi kamar nanti? Dengan begitu, kita bisa saling menjaga.

Tidak usah, aku punya rencana sendiri. Rencana sendiri? Sekamar dengan orang satu kota? Seperti itu. Aku mau lihat ruang belajar di depan. [Aula Ming Lun] Untuk mempelajari sesuatu dan mempraktikkannya tepat waktu, bukankah itu menyenangkan? Kedatangan teman yang berkunjung dari jauh, bukankah itu menyenangkan? Aku tak membenci orang lain bahkan jika mereka tak mengenalku,

Bukankah itu jalan seorang pria terhormat? Master Zeng berkata, [“Setiap hari, aku memeriksa diriku dengan tiga cara.”] [“Saat aku bekerja untuk orang lain, apakah aku sudah tak setia?”] Tembak! Sini. Oper kepadaku. Ambil. Kemari, berikan ke sini. Ketua tiba. Ketua datang. Selamat kepada kalian semua sudah menjadi murid Akademi Yun Shang.

– Kau penuh kejutan. – Aku Han Sheng Zhi. Sepertinya kau sudah mengabaikan prinsip-prinsipmu. Kita lebih dekat sekarang. Aku tak berani terlibat dengan Tn. Yu… karena aku bisa ditangkap oleh Pasukan Kekaisaran. Kau masih membenciku atas kejadian hari itu? Tapi aku membayarmu untuk bekerja. Kenapa mendendam?

Andai aku tahu itu buku terlarang, aku akan meminta bayaran lebih besar. Seorang pria harus memaafkan. Lagi pula, bukankah kau masih hidup? Kau bahkan telah menjadi pelajar. Tuan Wen. Keberanianmu memang mengagumkan. Tapi aku memperingatkanmu. Ini adalah Akademi Yun Shang, bukan pasar tempatmu bisa selalu bebas. Di sini, kau harus mengikuti aturan, mengerti?

Aku akan mengingatnya, dan selalu mendengarkanmu, Ketua. Selanjutnya, kalian akan ditempatkan ke asrama kalian oleh Pengurus Asrama Han Sheng Xiong. Tiap kamar Asrama Reguler ditempati oleh tiga murid. Kalian boleh memilih teman sekamar sendiri. Aku akan mengantar kalian ke kamar. Kalian bisa membawa barang-barang kalian ke kamar setelah melihat kamarnya.

– Kenapa ditempati oleh tiga murid? – Ya. Aku tadi bilang, bukan? Ada apa? Kau ingin tidur sendiri? Apa yang kau lakukan? Kenapa pipimu memerah? Benarkah? Kamar Lima Asrama Reguler. Jin Pei Feng dan dua teman lainnya. Di mana kamar? Di mana? Kamar Tiga Asrama Reguler. Guo Dong dan dua teman lainnya. Di sini!

Kamar Satu Asrama Reguler. Chen Yun dan dua teman lainnya. Itu di sini. Kamar Enam Asrama Reguler. Chen Zhi Qian dan dua teman lainnya. Ini dia. Kamar yang bagus. Ada jendela di selatan dan utara. Siapa yang berani satu kamar dengan Lei Ao? Orang itu pasti ingin mati. Siapa Lei Ao?

Dia senior tiga tahun di atas kita… dan dikenal karena kebodohannya. Dia gagal di semua mata pelajaran, kecuali seni bela diri. Dia hanya tinggal di sini sejak dia bergabung dengan Akademi. Bagaimana seseorang yang sebodoh ini masuk Akademi Yun Shang… dan mendapat kamar tunggal? Sebut dia bodoh saat kau bertemu dengannya secara langsung.

Percaya atau tidak, dia bisa mengalahkan 10 murid sepertimu dengan mudah. Ini adalah Akademi Yun Shang. Muridnya tak diizinkan bertarung di Akademi. Tapi… pertarungan persahabatan diizinkan. Wen Bin, ketua mengatur secara khusus agar kau ditempatkan di Kamar Dua. Lei Ao jarang kembali ke sini. Jadi, kau akan sering sendirian. Tentu. Terima kasih, Pengurus Asrama.

Saudara Wen Bin, apa kau sudah gila? Kau terlihat sangat lemah. Kau yakin ingin tetap di sini? Bagaimana jika Lei Ao kembali… – dan ingin menjajal ilmu bela dirimu? – Aku akan menempati kamar ini. – Dia sudah gila. – Dia benar-benar gila. [Tempat ini sangat kotor dan berantakan, ]

[tapi masih bisa ditinggali setelah dibersihkan.] [Kelanjutan Konfusius] Semua selesai. Di mana kamar Wen Bin? Kamar Dua Asrama Reguler. Kamar Dua Asrama Reguler. Kenapa kamar itu? Dia tak memilihnya. Sheng Xiong menempatkannya ke kamar itu. Bukankah itu Feng Cheng Jun? Feng Cheng Jun. Kamarmu bukan di sana. Kami telah menyiapkan kamar mewah untukmu. Ikuti aku.

Kamar mewah? Kenapa kalian mempersiapkan kamar mewah untukku? Bukankah semua murid baru ditempatkan di Asrama Reguler? Bagaimana bisa kami membiarkan seseorang seperti dirimu mendapat Asrama Reguler? Ketua menyarankan ini… agar kau bisa hidup lebih nyaman. Aku diperlakukan secara khusus karena aku seorang bangsawan? Sejak kapan dewan mempertimbangkan hierarki? Feng Cheng Jun.

Karena kau ingin menyulitkan diri… dan menyia-nyiakan niat baik kami, baik, kami akan menempatkanmu ke kamar biasa. Kamar mana yang belum penuh di Asrama Reguler? Lei Ao, tolong jangan pernah kembali. Menyenangkan tinggal di sini sendirian. Hai.