【FULL】Dance of the Sky Empire Eps 3【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Dance of the Sky Empire Episode 3 Apakah kamu menyukaiku? Aku… Jika kamu menyukaiku, langsung saja katakan. Tidak perlu menyentuh-nyentuh diriku. Kamu memang tidak tahu malu. Apakah aku tidak tahu malu? Kamu sendiri yang menyentuh-nyentuh diriku, bagaimana mungkin aku yang tidak tahu malu? Dasar tidak tahu malu!
Aku beri tahu kamu, Su Youlian. Jangan lagi menggangguku. Gadis kurus kering seperti dirimu ini, aku sama sekali tidak ingin memandangnya, apakah kamu tahu? Sembarangan! Hati-hati di jalan. [Wisma Gelombang Jernih] Plakat Otoritas belum didapatkan? Aku sudah memikirkan cara. Tetapi ketika ingin menggeledah tubuhnya… Ada apa? Intinya li Xuan sangat jahat. Master, jangan khawatir.
Murid akan mencari cara. Youlian. Akademi akan mengadakan acara penyambutan. Mari kita cepat ke sana. Kamu pergi saja dulu. Aku akan menyusulmu. Baiklah, kamu cepatlah sedikit. Master. Murid akan menghadiri acara jamuan penyambutan. Meski tidak tahu acara jamuan itu untuk menyambut siapa, tetapi begitu ramai pasti akan sangat menyenangkan. Kamu kemari bukan untuk bersenang-senang.
Ingat misimu. Aku tahu. Untuk apa kamu menangkapku? Si Tua Tengik, lepaskan aku kalau kamu punya kemampuan. Kita berduel secara adil. Hari ini kondisi sedang tidak baik untuk berduel, kita berduel lain hari saja. Si Tua Tengik, sudah sepakat untuk berduel lain hari. Kenapa kemarin meletakkan Plakat Otoritas itu di dalam kamarku? Bawalah pergi.
Jangan kira aku tidak tahu, Si Tua Tengik. Masuk dan keluar dengan bebas di area rahasia. Kamu kira aku tidak tahu yang terjebak di dalamnya adalah Kaisar Long dari Suku Kunwu? Baguslah kalau kamu tahu. Kamu sebagai Pelindung Negara, pelindung rakyat, menghentikan kutukan Gadis Suci Kunwu agar tidak terjadi. Ini semua adalah tugasmu. Jadi
Plakat Otoritas ini, kamu harus menjaganya baik-baik. Pelindung Negara apa? Sejak awal aku tidak pernah setuju. Kamu… kamu yang memberiku posisi itu secara paksa. Tidak masuk hitungan. Benar, kah? Tetapi kudengar kamu selalu menggunakan identitas Pelindung Negara untuk memicu pertengkaran di luar sana. Baiklah. Karena kamu tidak suka dengan identitas Pelindung Negara ini,
Besok akan kuberitahukan kepada seluruh dunia. Mulai sekarang, kamu bukan lagi Pelindung Negara di Negara Tianqi ini lagi. Kamu coba pikirkan, orang-orang yang pernah kamu singgung, apa mereka akan membiarkanmu hidup dengan damai? Kamu… Master, mari kita bicarakan semua ini dengan baik. Tidak ada yang perlu dibicarakan. Sepuluh tahun yang akan datang,
Suku Kunwu akan berbuat sesuatu kejahatan, tunggu saat ada kesempatan dan bergerak. Kamu patuhlah dan tetap tinggal di Akademi Moyun. Pelajari lebih banyak mantra. Ke depannya baru bisa melindungi Suku Manusia dengan baik. Bukan, Master. Dengarkan aku. Kamu memberikannya kepadaku juga tidak ada gunanya. Aku tidak mampu melindungi. Aku tidak punya kemampuan itu.
Orang-orang tidak akan mempercayai aku. Bukankah kamu selalu ingin mencari tahu berita mengenai ibumu? Baik. Master berjanji kepadamu. Selama kamu patuh dan tinggal dengan baik di Akademi, menjaga Plakat Otoritas ini dengan baik. Setelah sepuluh tahun ini dapat dilewati dengan aman dan stabil, ke mana pun kamu ingin pergi aku tidak akan menghalangimu. Benar, kah?
Melihat penampilan Guru apa akan membohongimu? Si Tua Tengik, kita sepakat. Jika sampai akhirnya nanti kamu bohong kepadaku, aku akan masuk ke dalam area rahasia dan membebaskan Kaisar Long agar menggigit kalian sampai mati. Acara jamuan penyambutan yang begitu penting, kenapa Anda tidak ikut serta? Bukankah ini saat yang tepat untuk Anda menjalin pertemanan?
Aku sudah berhasil masuk ke Akademi. Tidak perlu terburu-buru menjalin pertemanan. Apa pendapatmu tentang Li Xuan? Sebenarnya biasa saja. Negara Tianqi menyebutnya sebagai Pelindung Negara. Cepat lambat pasti terjadi masalah. Kurasa dia layak untuk dijadikan teman. Tetua Zi dapat menyerahkan keamanan Tianqi kepadanya, dia pasti bukan manusia biasa. Kamu lihat, kamu lihat. Ramai sekali.
Sebelah sini, sebelah sini. Sini. Di mana? Baik. Bagus sekali. Murid Su. Kemari. Lihatlah. Youlian. Sebelah sini. Mana Changqing? Kenapa tidak melihatnya kemari? Tidak tahu. Kamu mau makan? Yanran, di sini sangat ramai. Murid lama dan baru semuanya sudah tiba di sini. Benar, kah? Coba kamu lihat ke sana.
Di sebelah sana itu lebih besar dua tingkat dari kita. Kemudian di sebelah sana. Di sana lebih besar satu tingkat dari kita. Apa mereka semua mengenakan seragam akademi? Bagus sekali. Kata Guru, nanti kita juga bisa memakainya. Yanran. Yanran, kamu kemari. Kenapa kamu bersama dengan gadis liar ini? Benar-benar tidak sepadan.
Kak, jangan bicara begitu mengenai Youlian. Kita semua Murid. Kenapa kalau Murid? Murid tidak boleh bicara? Youlian, Kakakku saat berbicara memang seperti ini. Kamu jangan perdebatkan masalah ini dengannya. Dasar brengsek, aku sekarang juga akan membunuhmu. Ada apa ini? Membuat keributan saja. Murid ini, kenapa kamu begitu galak? Minggir.
Bagaimana si tauge yang kurang air ini membuatmu marah? Dia melecehkan aku. Aku… Pelecehan? Tidak kelihatan. Benar. Aku tidak. Aku… aku lebih baik dibunuh olehmu saja, aku juga tidak mau dipermalukan seperti ini. Baik, aku akan mengabulkannya. Putri Yunshan. Kalian ini orang-orang Tianqi kenapa bertarung saja begitu cerewet? Apa terjadi salah paham di antara kalian?
Ada apa? Aku hari ini menabrak Putri. Ini memang kesalahan aku. Tetapi, Putri terus mengatakan aku berniat jahat. Sampai mati pun aku tidak akan mengaku. Tidak sengaja? Jalan yang begitu lebar, kenapa kamu harus menabrak ke arahku? Benar, benar. Benar. Benar, kamu pasti sengaja. Tidak. Aku… aku… Aku saat berjalan sedang membaca buku.
Tangan ini berada di atas buku hingga menabrak Putri. Tangan ini secara alami akan menyentuh Putri. Ini bukan sengaja ingin bersikap tidak sopan. Kamu hanya tidak berani mengakuinya. Tak peduli bagaimanapun, aku tidak akan melepaskanmu hari ini. Sudah, sudah. Dia sudah mengatakan bahwa dia tidak sengaja. Selain itu, siapa yang sudi? Kamu… Iya, iya, iya.
Ini kesalahan aku. Putri Yunshan marah juga sudah sepantasnya. Kamu juga tidak boleh berbicara begitu pada Putri Yunshan. Xiao Fengming, apa kamu ini bodoh? Kami sedang membantumu bicara, kenapa kamu malah membantu dia? Aku hanya menilai masalah yang ada. Aku akan minta maaf kepada Putri Yunshan. Pergi, pergi, pergi. Pangeran Mahkota tiba. Pangeran Mahkota datang.
Pangeran Mahkota datang. Kemari, kemari, kemari. Apa hubungannya kedatangannya denganku? Kamu cepat kemari. Hormat kepada Yang Mulia Pangeran Mahkota. Kalian sedang apa? Bukankah aku sudah mengatakan hari ini datang kemari untuk bersenang-senang dengan kalian? Apa yang kalian lakukan ini? Keluar. Semuanya tidak perlu terlalu berhati-hati. Bangunlah. Terima kasih, Pangeran Mahkota. Semua orang saling bergabung.
Kita saling mendekat. Aku… Aku hari ini adalah rakyat biasa yang berpakaian resmi. Membicarakan talenta, mungkin masih jauh di belakang kalian semua. Pangeran Mahkota terlalu memuji. Hari ini kalian semua adalah generasi termuda bertalenta dari Negara Tianqi-ku ini. Masa depan negara ini, daripada mengatakannya berada di tanganku lebih baik mengatakan
Bahwa itu ada di tangan kalian semua. Hari ini kedatanganku juga tidak ada maksud lain. Hanya ingin lebih dekat dengan kalian semua. Semuanya, nikmatilah acara ini. Silakan menikmati bersama, Pangeran Mahkota. Tak usah. Kamu lihat, kakak-kakak seperguruan kita menari dengan cukup bagus. Kudengar mereka sudah berlatih lebih dari sebulan. Benar, kah? Tentu saja benar.
Kenapa tidak ada seorang pun dari kelas kita yang bisa ikut menari di sana? Ada. Cui Pianran. Siapa Cui Pianran? Bukankah ini Cui Pianran? Ini? Benarkah? Dia bisa menari? Tentu saja. Dia adalah penari terhebat di seluruh akademi ini. Benar, kah? Benar. Murid Cui. Murid Cui. Kenapa? Kudengar kamu memiliki kemampuan menari yang sangat baik.
Entah apa hari ini bisa mendapat kehormatan untuk menyaksikan kemampuanmu dalam menari? Iya. Kami semua kemari demi melihatmu menari. Benar tidak? Menarilah sebentar. Menarilah saja. Satu tarian saja. Benar, benar. Lupakan saja. Aku tidak akan ikut serta dalam keramaian ini. Jangan, menarilah sekali. Murid Cui, kamu cantik dan juga sangat pintar menari.
Kamu wakili kami untuk menari sekali. Menarilah sekali. Benar, satu tarian saja. Kami ingin melihatnya. Menarilah. Kalau begitu… kalau begitu baiklah. Karena kalian begitu memaksa, aku akan membiarkan kalian melihatnya. Bagus, bagus. Bagus. Bagus, bagus. Bagus, bagus. Bagus. Bagus. Bagus, bagus. Bagus, bagus. Bagus. Bagus, bagus. Bagus. Ternyata reputasinya bukan hanya isapan jempol.
Tidak perlu dikatakan lagi, memang layak disebut Nona Cui. Telah membuat seluruh hadirin terpana. Terima kasih, Pangeran Mahkota. Yang Mulia Pangeran Mahkota, aku dengar Su Youlian, Murid Su, meski berasal dari kota perbatasan, tetapi dia juga bisa bernyanyi dan menari. Entah boleh atau tidak membiarkan Su Youlian menunjukkan tariannya. Agar kami semua juga dapat melihatnya.
Aku tidak bisa. Di tempat kami, aku bukan yang paling pandai menari. aku lebih baik tidak usah. Kenapa? Murid Su tidak ingin tampil? Apa memandang rendah kami sebagai Murid? Atau tidak menghargai Pangeran Mahkota di sini? Benar, benar. Satu tarian saja. Satu tarian saja. Menari sekali. Ayo, menari sekali untuk kami. Nona Ini,
Karena Nona Cui sudah menyebut namaku, apa kamu ini ingin membuatku merasa malu? Aku… Sudahlah, dia merasa takut. Tidak usah memaksanya lagi. Siapa bilang aku takut? Bagus, bagus. Bagus, bagus, bagus. Punya keberanian. Bagus. Bagus. Tariannya bagus. Youlian menari dengan sangat bagus. Bagus apanya? Hanya penampilan yang bagus saja tetapi isinya kosong. Pianran,
Kenapa kamu bisa tahu gadis ini menari dengan begitu baik? Bagus, bagus sekali. Bagus. Bagus sekali. Tarian yang sangat bagus. Bagus, bagus. Bagus, bagus. Bagus. Bagus, bagus. Bagus, bagus. Kakak, kamu mau ke mana? Minggir. Bukankah kamu sangat hebat? Lihat apa kamu bisa menari dengan Lagu Lingyun ini. Ini… Bagus, tarian yang sangat bagus.
Kenapa tarian ini seperti pernah lihat? Kenapa aku jadi teringat hal itu? Apakah ini sebuah ilusi? Bagus, bagus. Dikatakan jika dalam musik ini ada salah gerakan dalam satu dentuman drum, maka akan kalah sepenuhnya. Su Youlian, tak kuduga kamu menyelesaikannya dengan cukup baik. Bagus. Bagus, bagus. Tariannya bagus. Bagus, bagus. Bagus sekali. Bagus.
Tariannya sangat bagus, bagus. Murid Cui, kenapa kamu pergi? Kak, mau pergi ke mana? Murid Cui. Youlian, tarianmu sangat bagus. Cui Pianran pasti ingin melihatmu berbuat salah, tak disangka kamu malah jadi pusat perhatian. Lihat wajahnya sudah sampai menjadi hijau. Nona Su hari ini benar-benar telah membuatku melihat pemandangan yang menyenangkan mata.
Yang Mulia Pangeran Mahkota. Lagu Lingyun ini… Kamu kesurupan? Sejak Su Youlian selesai menari sampai sekarang, kamu terus menatapnya. Sakit jiwa. Aku sedang melihat Pangeran Mahkota idiot itu. Benar, kah? Tentu saja. Pergi ke kamar mandi dulu. Mari, Nona Su. Aku bersulang untukmu dengan segelas arak ini. Terima kasih banyak, Pangeran Mahkota.
Silakan menikmati, Pangeran Mahkota. Kalian lanjutkan. Siapa? Siapa yang melakukan ini? Siapa? Siapa yang melakukan ini? Mengambil kesempatan dari kesulitan orang lain, bukan sesuatu yang dilakukan oleh pria terhormat. Lepaskan aku. Mengambil kesempatan saat aku lengah. Apa itu kamu, Pangeran Mahkota? Menurutmu? Atas dasar apa sebuah karung dapat menangkap aku? Changqing. Changqing. Changqing. Changqing.
Li Xuan, matilah kamu hari ini! Changqing, apa yang kamu lakukan di belakang? Masih tidak turun tangan. Ini… ini… Kuberitahukan kepadamu, kutukan sepuluh tahun sudah datang. Kalau kamu membunuhku, seorang Pelindung Negara, ketika Kaisar Long terbangun, apa kamu bisa menanggung akibatnya? Kamu yang seperti sampah ini adalah Pelindung Negara? Kuberitahukan kepadamu,
Aku menguburu demi semua orang. Tambahkan kekuatannya. Cepat isi. Kamu tidak bisa beradu kekuatan dengan Pangeran Mahkota. Kematian sudah di depan mata masih banyak bicara. Coba kamu pukul aku. Ingin menangis? Bukankah tadi masih begitu bersikap keras? Aku memang ingin menangis untukmu. Kamu gila? Yang dikubur itu kamu, bukan aku. Untuk apa kamu menangisi aku?
Tidak apa-apa. Aku hanya teringat jika Pangeran Kedua kembali ke Kota Qingtian. Jika kamu membunuhku karena kekesalan sesaat, pada saatnya Paduka Kaisar akan menjatuhkan tuduhan membunuh Pelindung Negara kepadamu. Aku tidak masalah. Hanya saja, ini akan merugikan Pangeran Kedua. Kuberikan alasannya. Aku ini hanyalah sebuah nyawa yang tidak berharga. Mati juga tidak perlu disesali.
Tetapi kamu itu berbeda. Kamu itu Pangeran Mahkota. Kamu tidak boleh membuat sedikit pun kesalahan. Satu langkah pun tidak boleh salah. Setengah langkah pun tidak boleh salah. Yang bocah ini katakan benar. Kalau Adik Kedua tiba-tiba kembali ke istana, pasti maksud kedatangannya untuk merebut posisi putra mahkota. Mungkin saja dia sedang mengatur orang untuk mengawasiku.
Yang Mulia Pangeran Mahkota. Siapa? Changqing. Nona Su. Kenapa kamu kemari? Yang Mulia Pangeran Mahkota. Apa ada perlu? Aku kemari untuk memberitahu Anda. Sekarang ini semua tamu sudah hampir pergi. Akademi akan segera mengaktifkan energi pembatas. Tidak memperbolehkan orang luar untuk keluar dan masuk. Jadi, aku sarankan lebih baik Anda membawa orang-orang Anda
Untuk pergi terlebih dulu. Benar, benar, benar. Setiap hari aku selalu pulang sebelum energi pembatas diaktifkan. Kalau tidak, habislah sudah. Benar-benar ada aturan seperti itu? Kalian sudah cukup. Kalian ini… kalian ini… Pangeran Mahkota sedang berbicara, bisa tidak kalian lebih menghormatinya? Li Xuan, kali ini kuampuni nyawamu. Lain kali jika kamu jatuh ke tanganku lagi,
Kamu tidak akan punya keberuntungan seperti ini lagi. Baik, baik, baik. Sudah mengerti? Mengerti, mengerti, mengerti. Mengerti, mengerti. Kita pergi. Hati-hati di jalan. Lain hari kita minum teh. Ke depannya kita pikirkan urusan masing-masing saja. Kamu sedang apa? Apa kamu mendengarku bicara? Kamu sudah lupa? Kamu… Aku yang menyelamatkan kamu saat di lemari tempo hari.
Aku kamu membalas kebaikan dengan kejahatan? Aku. Aku. Ini akan membunuh orang. Apa kamu sakit jiwa? Aku akan teriak. Tolong. Apa ada orang? Tolong. Kamu teriak saja. Di saat seperti ini semua orang sudah kembali ke asrama. Kamu teriak sampai tenggorokan pecah juga tidak akan ada yang datang menolongmu. Tenggorokan pecah! Tenggorokan pecah! Tenggorokan pecah!
Tolong! Sudah, sudah cukup padat. Sudah cukup padat, jangan diinjak lagi. Sampai seperti apa baru kamu akan melepaskan aku? Ingin aku melepaskan kamu? Itu juga bukannya tidak bisa. Berikan Plakat Otoritas Peringkat Pertama kepadaku. Plakat Otoritas Peringkat Pertama? Plakat Otoritas Peringkat Pertama? Aku… aku hampir mati karena marah kepadamu.
Kamu mau Plakat Otoritas Peringkat Pertama kenapa tidak mengatakannya sejak awal? Maksud ucapanmu ini? Bukankah hanya sebuah Plakat Otoritas Peringkat Pertama saja? Memangnya itu apa? Kamu katakan kepadaku dan akan kuberikan kepadamu. Kamu benar akan begitu? Kuberikan sekarang kepadamu. Bukan. Plakat Otoritas Peringkat Pertama itu tergantung di pinggangku. Aku tidak bisa mengeluarkannya sekarang.
Bagaimana kalau begini? Kamu keluarkan aku dulu. Baru setelah itu aku berikan Plakat Otoritas itu kepadamu, bagaimana? Plakat Otoritas ada di pinggangmu? Kamu tidak membohongiku, Li Xuan? Kapan aku pernah membohongi orang? Aku, Li Xuan, tidak pernah berbohong. Kalau tidak percaya, coba kamu gali dan keluarkan aku. Apalagi yang kamu lakukan?
Apa kamu kira aku bodoh? Aku akan menunggu di sini. Lagi pula, tidak perlu sampai satu jam kamu sudah akan kehabisan napas, mati secara mendadak. Pada saat itu, aku baru akan menggalimu keluar. Kemudian, mengambil Plakat Otoritas Peringkat Pertama itu. Tidak mau ya sudah. Kamu terlalu polos. Kamu kira aku bisa begitu bodoh? Kuberitahu kepadamu,
Plakat Otoritas Peringkat Pertama adalah benda yang begitu penting. Bagaimana mungkin aku bisa sembarangan meletakkannya di tubuhku? Aku menyembunyikannya di tempat yang tersembunyi. Di dunia ini hanya aku yang tahu. Li Xuan. Sekarang kamu beri tahu aku di mana Plakat Otoritas itu. Aku akan mengeluarkanmu. Kamu keluarkan aku dulu
Dan aku akan beritahu kamu di mana Plakat Otoritas Peringkat Pertama itu. Li Xuan, kalau kamu tidak memberitahu aku sekarang, kamu tunggu mati di sini saja. Baik, aku beritahukan kepadamu. Plakat Otoritas itu ada di… Anggaplah kamu kejam. Plakat Otoritas itu aku letakkan di… aku letakkan di… Anggaplah kamu kejam. Plakat Otoritas… Plakat Otoritas…
Plakat Otoritas… Anggaplah kamu kejam. Plakat Otoritas itu ada di mana? Li Xuan. Kamu… Jangan kamu gunakan cara ini. Kamu ingin membohongiku lagi. Li Xuan. Bagaimana ini? Bagaimana ini? Dia tidak benar-benar mati lemas karena aku, kan? Jika dia benar-benar mati, tidak ada yang tahu lagi di mana Plakat Otoritas itu berada. Oh ya.
Aku ingat dulu Master pernah berkata, membantu orang yang tiba-tiba berhenti bernapas dapat dengan cara memberi pernapasan buatan. Apa yang kamu lakukan? Kamu sudah sadar? Memang sangat berguna. Apa tadi kamu curi-curi cium aku? Kamu sedang curi-curi cium aku. Aku… Aku tidak. Kamu jangan bicara sembarangan. Aku itu karena
Tadi sedang berbicara di sana dan kamu tiba-tiba… tiba-tiba pingsan dan tidak berbicara denganku lagi. Ja…jadi… Jadi kamu jangan bicara omong kosong. Aku tidak. Kamu.. kamu dengar tidak? Dengar. Kamu curi-curi cium aku. Aku tidak. Aku tahu. Bukan salahmu. Ini salahku. Orang tampan dan percaya diri seperti aku, luar biasa dan elegan,
Sulit dihindari untuk membuat orang semacam kalian ini punya niat buruk. Aku sepenuhnya mengerti kamu. Tidak masalah. Kamu kemarilah. Mumpung sekarang tubuhku sedang tidak bertenaga, kehabisan tenaga dan tidak punya kekuatan untuk melawan. Kemarilah. Kemari dan nikmatilah. Dasar Li Xuan mesum. Penjahat ini. Aku… Plakat Otoritas. Lagi-lagi ditipu olehnya. Jangan malas. Ikut berputar denganku.
Aku lihat. Benar begitu. Ka… kakak sudah datang. Cepat, pergi. Youlian, sebelah sini. Di sini ada tempat kosong. Kakak. Kakak. Xiao Fengming. Bukankah sudah kuminta agar kamu menjaga jarak minimal 15 meter dariku? Tetapi ini sudah posisi yang paling di luar. Kalau begitu, kamu pindah saja keluar. Kakak. Kakak.
Lain kali jangan panggil aku begitu di Akademi. Pulanglah. Baik, Kakak. Baik, Kakak. Pergi. Li Xuan kenapa hari ini tidak datang? Youlian. Tarian apa yang kamu tarikan kemarin? Bagus sekali. Sangat cantik. Tuan Muda, apa Anda benar-benar ingin menantang Pangeran Mahkota? Tidak ada Pangeran Mahkota masih bisa diangkat satu lagi. Pelindung Negara hanya ada satu.
Apa yang kalian lihat? Apa yang kalian lihat? Kembali, kembali sana. Jangan lihat lagi. Serahkan pPakat Otoritas itu kepadaku. Plakat Otoritas? Plakat Otoritas apa? Kemarin kita sudah sepakat. Aku melepaskanmu dan kamu serahkan Plakat Otoritas itu kepadaku. Kamu tidak bilang, aku hampir tidak mengingatnya lagi. Kemarin malam kamu hampir saja mengubur aku. Kamu… Kemarin malam?
Kemarin malam ada hal apa yang tidak kuketahui? Sangat menarik. Dia hampir saja melakukan… Penjahat. Berdiri. Murid Li. Ini tempat dudukku. Aku… Aku mengerti, aku akan segera pergi. Tiran jahat. Kenapa? Apanya yang kenapa? Aku tidak sengaja. Kamu… Kali ini aku sengaja. Membosankan. Guru tiba. Hormat pada Guru. Semuanya silakan duduk.
Aku adalah pengajar kalian untuk sejarah kerajaan. Guru Xuanming. Kalau begitu hari ini, Aku akan menceritakan kepada kalian tentang pertempuran hebat saat negara ini didirikan. Kalian silakan lihat. Tahun Pertama Pemerintahan Kaisar Tianqi, di antara Suku Kunwu dan Suku Manusia telah terjadi peperangan di Lembah Fengwei. Selama ini, Suku Kunwu selalu menindas bangsa kita.
Kaisar Long dari Suku Kunwu sangatlah kejam dan bengis. Membuat Suku Manusia hidup dalam jurang penderitaan. Di tengah pertempuran di Lembah Fengwei, berhadapan dengan Kaisar Long yang ganas, jenderal dan pasukan suku kita tidak merasa takut. Kaisar Long, Shi Xingyu, mengandalkan kekuatan spiritual bawaan, membuat jenderal dan pasukan kita menghadapi jalan buntu.
Kemudian Tetua Zi menggunakan kekuatan spiritualnya. Di dalam pertempuran, Tetua Zi nyaris melakukan serangan elemen tanah, api, dan petir terhadap Kaisar Long. Ketika Tetua Zi akan melakukan serangan terakhirnya, Jiu Ling’er, Gadis Suci Kunwu berubah menjadi kepompong es untuk melindungi Kaisar Long.