【FULL】Lucky’s First Love Eps 2【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Lucky’s First Love Episode 2 Kamu mau makan popcorn? Nggak usah deh, terlalu banyak orang. Filmnya mau mulai. Nggak apa-apa, waktu datang kan sudah bilang Nonton film tanpa popcorn itu kurang menjiwai. Kok sudah dingin? Padahal aku sudah bilang beli yang baru dimasak nih Beli lagi. Ayo kita pergi.

Harus antri lagi. Ayo, ayo, ayo. Setelah lampu mati, langsung terasa pertunjukan seru akan segera dimulai. Sudah lama nggak merasakannya. Kamu sudah lama nggak ke bioskop? Nggak begitu sih. Maaf, permisi. Direktur Xia, sesuai permintaanmu, aku sudah ganti dengan popcorn yang baru. Masih tahu untuk muncul ya Tahu nggak?

Aku sudah menunggu kamu di bandara selama satu jam. Kamu putus dengan Chu Nan Mau makan apa? Kali ini aku di New York bertemu dengan koki pastry dari Perancis. Kue mousse buatannya mengeluarkan aroma manis stroberi, dan juga aroma vanila. Kamu tahu kenapa bisa? Sebenarnya kenapa kalian putus? Dia memakai bunga verbena,

Yaitu semacam bunga yang biasa digunakan untuk aromaterapi Apakah kamu masih mencintainya? Xia Ke, orang diseluruh dunia berhak bertanya kepadaku kenapa aku putus. Tetapi kamu nggak berhak. nggak peduli kenapa aku putus, selama aku masih belum menemukan kebahagiaan, kamu yang tanggung jawab. Ibu Chu Nan nggak suka aku sudah menikah, dan punya anak.

Kamu nggak mampu memikul beban ini, kan? Kalau kamu ada urusan, telepon aku. Maaf ya Pekerjaanku belakangan ini agak sibuk dan sangat melelahkan. Di tengah-tengah aku nggak sengaja tertidur. nggak apa-apa. Jika dari awal aku tahu kamu begitu lelah, aku nggak akan memaksamu menemaniku. Sedikit pun nggak memaksa. Begini saja,

Film seperti apa yang kamu suka? Berikutnya kita nonton film yang kamu sukai. Kita kan pacaran, harus sama-sama senang. Aku suka film dokumenter. Ha Ha oke, berikutnya kita nonton film dokumenter. Tetapi di bioskop biasanya nggak menayangkan film dokumenter. Lalu ditayangkan dimana? Di rumah. Kamu mau ke rumahku diakhir pekan? Boleh.

Kamu sudah pikirkan dengan baik? Kita sedang bahas tentang nonton film, kan? Aku nggak memikirkan hal yang lain. Iya, nonton film. Tetapi sebenarnya aku belum pernah menonton film dokumenter. Aku sangat menantikannya. Aku rasa seharusnya kamu lebih suka menonton film dokumenter tentang geografi dan budaya. Nilai pelajaran geografiku paling jelek. Benarkah? Kebetulan itu adalah kelebihanku.

Beneran? Iya Kamu hebat banget. Ketika sekolah, aku selalu gagal dalam ujian geografi. Geografi, asalkan kamu sering berwisata, pasti bisa tahu banyak hal. Cantik, kan? Cantik. Jangan nyalakan lampu, jangan nyalakan lampu. Ibu baik-baik saja kan? Ibu nggak terkilir kan? Sudah bilang jangan nyalakan lampu. Semua yang kurancang dengan hat-hati, semua kamu rusak.

Ayo bangun dulu. Bukannya kamu pergi menonton film? Kenapa pulangnya cepat sekali. Sudah selesai menonton, seharusnya segera pulang dong Sakit sekali. Ah, jangan dilepas. Sebentar lagi ayah pulang. Kamu menari lagi untuk dia. Jangan dilepas, jangan dilepas, jangan dilepas. Menari apa? Tulang pinggulku saja sudah hampir retak. Hari ini hari apa sih?

Nyonya Besar hari ini tampil begitu cantik. Hari peringatan. Hari peringatan kalian sudah terlalu banyak. Hari jatuh cinta? Hari peringatan pernikahan? Hari pindah rumah? Hari ini yang mana? Hari ini adalah peringatan satu tahun kami berlibur di Spanyol. Nona, aku beri tahu kamu, Hidup ini harus ada rasa peka terhadap hal spesial. Satu hari tertentu

Akan terasa berbeda dengan hari-hari biasanya. membuat satu waktu tertentu terasa berbeda dengan waktu biasanya. Bagaimana kencanmu dengan Chu Nan? Sebenarnya Chu Nan ingin mengajakku ke rumahnya nonton film dokumenter. Langkah kecil di bulan. Langkah kecil di bulan adalah langkah besar bagi manusia. Nyonya dimana? Nyonya dimana? Aku…aku sudah tiba. Jadi, apakah kamu sudah menerimanya?

Apakah aku seharusnya nggak menerimanya? Sepertinya perkembangan kalian berjalan dengan lancar. Jadi apakah kamu sudah siap? Siap apa? I-Ini sudah terlalu aneh deh. Takut? Bukan, kamu ini sudah berpikir terlalu jauh. Kemarin aku sudah secara khusus memastikan untuk menonton film dokumenter tentang geografi budaya. Kamu ini hewan bersel satu ya? Perkataan seperti ini kamu percaya.

Meskipun kamu nggak ada pengalaman, seenggaknya kamu pernah baca komik cewek, kan? Dasar kamu ini. Pakai otak sebesar kacang kenari itu untuk berpikir baik-baik. I-Ini bahan sesedikit ini saja begitu mahal, ya? Daun murah, pakai daun saja kamu. Ini boleh, ini. Sudah sudah Coba dulu yang ini. Sudah, ini bagaimana pakainya? Ini…ini terlalu…

Pergi, pergi, pergi. Bukan, kamu dengarkanlah ahlinya. Ini bagaimana… kamu cobalah, aku berpengalaman. Ambil. Direktur Xia. kamu sedang apa disini? Ini harusnya aku yang pertanyakan padamu. Apa itu? Bukan apa-apa. nggak kusangka kamu adalah maskot yang seperti itu. Direktur Xia, aku sudah mengingatkanmu berkali-kali. Jangan panggil aku maskot lagi. Aku punya kemampuan bekerja.

Aku bukan hanya bisa menggambar. Konsep kali ini, aku juga bisa memberikan sebuah solusi yang memuaskan. Benar, Direktur Xia, Anda berpikir terlalu jauh. Ini bukanlah belanja rutin seperti biasanya. Hari ini ada yang spesial. Ada kencan. kamu mau ke rumahnya? Itu…aku hanya pergi menonton film dokumenter. Xia Ke, kemarilah bantu aku membayarnya.

Aku beri tahu kamu, kamu tunggu disini. Sandinya masih yang dulu? Selamat siang ibu. Pembelanjaan Anda sudah mencapai 2.000 Yuan, Anda mendapatkan sepasang stoking gratis. Anda mau yang mana? Menurutmu mana yang bagus? Terserah. Coba raba dengan tanganmu. Beberapa model ini berbeda. Mau apa sih? Ayo cepat. kamu pilih satu warna untukku.

Ternyata kamu suka yang seperti itu, ya? Hal seperti ini, memang harus bertanya kepada pria. Yang ini saja. Saya akan mengambilkan yang baru untuk Anda. Lihat apa? Pacar baru Chu Nan. Kenapa kita harus berlari? Apa kamu bodoh? Kamu nggak lihat wanita tadi itu adalah pacar Xia Ke Dasar Direktur Xia, selalu mengaku-ngaku masih jomblo.

Aku justru mengira yang dia suka itu kamu. Xu Yiyi, otakmu ini sangat aneh. Bukan, aku bicara yang sebenarnya. Awalnya aku kira dia itu suka mengerjaimu. Tetapi setelah kamu berhasil dalam blind date, dia berubah jadi nggak normal. kamu lihat tadi ketika dia mendengar malam ini kamu akan ke rumah Chu Nan,

Wajahnya langsung berubah menjadi hijau. Dia bukan orang seperti itu. kamu jangan buru-buru membantah dulu. Coba kamu pikirkan baik-baik, Seorang pria yang memiliki karir sukses, apakah kamu suka? Suka, pasti suka. Dalam dua tahun, empat kali naik gaji. Dia itu seperti kereta express menuju cita-cita, yang nggak gampang bisa aku dapat

Aku gigit dan nggak bakal aku lepas. Otak kacangmu itu, sebesar kenari aja pun nggak, sebesar kacang kemiri iya. Saat kamu sadar, sudah keburu terlambat. Asalkan bisa mempertahankan hubungan pe kerjaan dengan Direktur Xia secara jangka panjang, aku sudah puas. Lagi pula aku sudah mempunyai Chu Nan. kamu tunggu dan lihatlah nanti.

Malam ini Direktur Xia pasti akan berpikir keras bagaimana caranya menghalangimu. Bukankah sebelum datang kamu berkata ingin membantuku menyambut kemenangan malam nantii? Benar, benar, benar. Harus menang. Jangan sampai Direktur Xia yang serakah itu berhasil Harus menang. Buat kesal dia. Ayo pergi, kita pergi ke toko pakaian dalam tempur yang lain. Ayo pergi.

Hah? Apa kamu belum selesai? Kamu masih juga membawa komputer? Benar, aku takut di perusahaan tiba-tiba ada urusan. Aku sangat mengagumi bos kalian, bisa memiliki pegawai sepertimu. Selalu siaga 24 jam. Sini, aku bawakan. Terima kasih. nggak apa-apa. kamu…di rumahmu ada orang? Xing Yun sudah datang? Cepat masuk, cepat masuk. Ini ibuku.

Ayo, ayo, cepat masuk. Apa kabar, Tante. Baik. Itu…aku… nggak perlu ganti, nggak perlu ganti. Ayo masuk, nggak apa-apa. nggak perlu. Xing Yun sudah datang. Apa kabar, aku adalah ayah Chu Nan. Apa kabar, Paman. Baik, baik. Silahkan. Terima kasih, Tante. Kamu tenang saja, rumah untuk pernikahan kalian sudah kami persiapkan dengan baik.

Posisinya bagus, transportasi juga mudah. Ibu, bukan itu maksud Xing Yun. Aku tahu. Bukankah ini agar dia nggak perlu khawatir? Anak muda zaman sekarang, sukanya dunia milik berdua saja. Benar, kan? kamu suka desain yang seperti apa? Bukankah perempuan suka desain bergaya Eropa? Kalau mau menikah nanti, kita harus mendesain ulang kembali. Makanlah ikan.

Ikan ini bergizi, makanlah yang banyak. Jangan sungkan, makanlah. kamu sebagai perempuan, janganlah selalu berpikir ingin diet. Kalau terlalu kurus, mudah terkena gangguan endokrin. Bisa bermasalah ketika akan hamil. Benar. Ibu, apakah Ibu nggak terlalu terburu-buru? Aku bukan ingin menakuti kalian. Kalau wanita ingin punya anak, haruslah sesegera mungkin. Benarkah?

Ibu, Ibu ini sedang mengajar atau membuka forum diskusi? Kalau begini, apakah makanan kita masih enak dimakan? Benar. Nona, Tante seperti ini karena kebiasaan pekerjaannya. Jangan dimasukan hati. Kudengar dari Chu Nan, kamu bekerja di perusahaan game? Benar, perusahaan kami adalah perusahaan game generasi baru. Sebelumnya kami pernah membuat sebuah game yang sangat populer.

Tetapi kita nggak boleh menyentuh game. Game itu sama saja dengan candu, bisa membuat ketagihan. Setelah menikah dan mempunyai anak, haruslah kembali ke dalam rumah tangga. Setiap hari sibuk mengurusi anak, mana ada waktu bermain game. Benar juga. Ayah, Ibu. Membuat game dan bermain game adalah dua hal yang berbeda.

Xing Yun adalah desainer di perusahaannya. Pekerjaannya menggambar. Bukan…bukan bermain game? Menggambar. Baguslah, baguslah, baguslah. Menggambar itu bagus. Pekerjaan menggambar itu sangat bagus. Nanti kalau sudah punya anak, bisa mengajari anak menggambar. Benar, benar, benar. Oh ya, kamu suka anak laki-laki atau perempuan? Maaf, aku terima telepon dulu. Halo, Direktur Xia. Ada hal mendesak apa?

Aku…aku sedang bersama manajer proyek perusahaan iklan, sedang membahas konsep promosi game, perlu melihat desain karakter terbaru instance dungeon, yang versi terbaru. Terburu-buru sekali Cepat kamu kirim kepadaku sekarang. Apa Anda perlu aku mengantarkannya kesana? Baiklah, aku pergi sekarang. nggak, aku minta kamu kirim pakai email Benar juga, kebetulan konsepku ini juga belum matang

Jadi bisa mendengarkan masukan dari pihak mereka, kemudian bisa diperbaiki lagi. Tolong Anda kirimkan alamatnya kepadaku. Halo. kamu sedang dimana? Sedang menemani Direktur Qian bermain golf. Hah, ini akhir pekan, mau membahas kerja sama apa? Aku nggak bisa melakukannya. Aku mengerti. Kamu memintaku untuk berakting bersandiwara tentang membahas proyek di tengah malam.

Manager Qian, jangan pergi. Bagaimana jika aku carikan lagi seorang pelatih untukmu? Malam ini kita bagaimanapun harus bermain golf. Benar, kan? Bermain apanya? kamu lihat tempat apa yang kamu pilih ini? Lampunya begini gelap, bagaimana mau bermain? Aku nggak mau bermain. Ayo pergi, pergi, pergi. kamu dengarkan aku, ajak dia datang ke lapangan.

Aku mau lihat, gadis seperti apa dia. Paman dan Tante, mohon maaf. kamu sudah mau pergi? Xing Yun, kamu jangan pergi dulu. Jangan pergi dulu, Tante tidak punya apa-apa untukmu. kamu pakailah gelang ini. Jangan, Tante. Ini terlalu berharga. Jangan sungkan, jangan sungkan. Ini… Jangan sungkan, jangan sungkan. Pakailah. Jangan sungkan.

Nona, Nona, kamu harus menerimanya. Ini adalah sebuah maksud baik dari kami. Ya, benar. Terimalah. Bukankah kamu ada masalah yang mendesak? Ayo pergi. Kamu yakin aku nggak perlu mengantarmu? Nggak perlu. Pak Sopir sudah menungguku. Kamu dan Paman Tante beristirahatlah lebih awal. Aku sendiri saja, nggak masalah. kamu berhati-hatilah di jalan. Sampai jumpa. Byebye.

Untuk apa kamu mencariku malam ini? Aku sangat penasaran, penasaran wanita seperti apa yang dapat membuatmu begitu cepat melupakan masa lalu? Jadi kamu sudah melihatnya? Ya. Sangat sederhana, sangat polos. Sangat cocok denganmu. Nona, mohon maaf. GPS-nya nggak ada sinyal, nggak bisa ditemukan lokasinya. Aku sekarang sedang menunggu untuk mengembalikan mobil.

Bagaimana kalau kamu ikut pulang bersamaku? Nggak apa-apa, bapak pulanglah duluan. Harusnya sudah dekat. Aku bisa cari sendiri. Kalau begitu hati-hati ya. Baiklah, sampai jumpa. Kenapa sinyal pun nggak ada? nggak ada sinyal? Nona, apa perlu bantuan. Aku ingin bertanya, bagaimana menuju ke lapangan golf ini? Di depan sana. Kebetulan kami juga akan menuju kesana.

Naiklah mobil kami. nggak perlu, aku bisa berjalan sendiri kesana. Ini sudah larut malam, kamu perlu waktu berapa lama berjalan sendiri kesana? Naiklah mobil kami, sepuluh menit saja sudah sampai. Sungguh nggak perlu. Tempat ini sangat jauh dari keramaian dan nggak ada apa-apa di sekitar sini. Ayo ikutlah. Ayo, ayo, ayo. Ada apa?

Kenapa gelangku bisa jatuh? Biarlah terjatuh. Cepatlah naik ke mobil. nggak bisa, gelangku itu sangat mahal. 10 ribu Yuan lebih. Seluruhnya berlian. kamu bantulah aku mencarinya. Berlian. Dimana? Apakah disana? Sepertinya disana. Kamu bantu cek. Dia lari, cepat kejar. Hebat sekali. Tempat ini kalau dibilang jauh memang agak jauh. Ini sudah lewat 2 jam.

Kenapa masih belum datang? Direktur Xia, menurutmu apakah dia tidak akan muncul? Bagaimana mungkin dia berani tidak datang? Hal apa yang nggak bisa dilakukan oleh wanita yang sedang berpacaran? Keuntungan perusahaan macam apa ini? Pegawai wanitanya berpacaran, bosnya membantu menghalangi pria brengsek. Apakah harus atur pernikahannya juga? Apakah perusahaanmu masih perlu orang

Aku juga mau kerja disana. Aku beri tahu kamu, semua kulakukan demi masalah Shen Qing. Jangan bicarakan itu lagi. Lagi-lagi Shen Qing, dari awal sudah bubar. Aku rasa kamu ini memiliki hati yang egois. Aku nggak bertanya lagi. Anggaplah aku berutang kepadamu, oke? Tetapi kamu dengan terang-terangan ingin melakukan perjodohan disini.

Sedangkan dia sendiri sejak awal sudah menentukan nasibnya sendiri. Ada lagi, aku ingatkan kepadamu. Seorang pria jika ingin membiarkan seorang wanita bermalam, harus ada cara yang tepat. Sudah datang. Halo, apakah ponselmu tertinggal? Direktur Xia, mohon maaf. Aku tadi sedang ada urusan, nggak bisa mengangkat telepon. kamu dimana?

Aku…aku mungkin ada sedikit urusan, nggak bisa segera kesana. Apa kamu masih di rumahnya? nggak, nggak. Aku beri tahu padamu, nggak peduli kamu sekarang berada dimana, sekarang langsung kesini. Aku…aku di kantor polisi. Bantu aku parkirkan mobil. Tunggulah aku. Tempat yang begini jauh, Kamu menyuruh pacarmu datang sendiri ke sini. Kamu menyuruhnya kemari,

Kamu harus menjaga keamanannya. Kalau nggak, bagaimana mungkin orang tuanya bisa tenang menyerahkan putrinya kepadamu? Dimana dia? Baru sekarang kamu merasa panik, dari tadi apa yang kamu lakukan? Maaf. Sebelah sini. Apa yang terjadi sebenarnya? Direktur Xia, mohon maaf. Tadi aku sedang menjalani perekaman kesaksian, jadi nggak bisa melihat ponsel. Apa kamu ini bodoh?

Aku bukan tanya ponselmu. Aku tanya kamu. Senang sekali bisa mendengarmu memarahiku. Dengan begini baru aku bisa memastikan diriku belum mati. Sudah, sudah nggak ada apa-apa. Dia bertemu dengan penculik. Orang itu mengaku sebagai suaminya, hampir saja dia diculik. Coba kamu katakan, kalau sampai itu terjadi, kamu mau menangis kemana?

Sobat, kamu harus benar-benar memperhatikan pacarmu. kamu jangan biarkan dia berjalan seorang diri di malam hari. Itu sangat berbahaya. Benar, kamu barus menghiburnya dengan baik. Nona ini benar-benar terguncang. Bukan, bukan. Dia bukan pacarku. Dia adalah bosku. Bukan pacar? Bukan. Bosku begitu ganteng, dia nggak cocok denganku. Aku lihat kalian sangat cocok.

Anda jangan sembarangan bicara. Siapa tahu suatu hari nanti, kalian sungguhan bisa bersama. Waktu dia datang, wajahnya tampak panik. Itu…apakah kami sudah boleh pulang? Tunggu sebentar lagi. Hasil rekaman kamera pengawas sudah keluar. Kalian lihatlah sebentar. Kalau sudah mengkonfirmasinya, kalian boleh pergi. Baik, baik, baik. Kenapa kakimu? nggak tahu, mungkin terkilir. nggak parah. Berhati-hatilah.

Terima kasih, Direktur Xia. Apakah hasil rekaman kamera pengawasnya sudah keluar? Apakah dia perlu melihatnya? Benar, dia adalah saksi utama. Berdasarkan peraturan kami, harus dia sendiri yang mengonfirmasi. kamu lihatlah, kita disini juga ada kamera pengawas untuk penegakan hukum. Nanti jika terduga pelaku kejahatan sudah tertangkap, ini semua adalah bukti kalian di pengadilan.

Direktur Xia, apakah kamu merasa dingin? Tolong! Tolong! Pak, tolong aku! Siapa? Penculik…ada penculik, penculik ingin menangkapku. Istriku, akhirnya kutemukan kamu. Kalau ada masalah, mari kita pulang dan bicarakan di rumah. Siapa istrimu? Aku nggak mengenalnya. Dia adalah penculik. Baik, baik, baik. Ini semua salahku. Semua karena kesalahanku. Aku akan pulang dan mohon ampun kepadamu.

Sudahlah, sudahlah! Kalian jangan ribut disini. disini adalah area industri khusus. Orang yang nggak berkepentingan nggak boleh masuk. Cepatlah pergi. Bukan… Terima kasih. Mohon maaf, Bapak-bapak. Ayo pergi, Istriku. Ayo kita pergi, jangan mengganggu orang yang sedang beristirahat. Di dalam tasku ada barang bukti. Dia nggak tahu namaku. Kalian boleh tanya kepadanya.

Dia nggak tahu namaku. Apa? Tunggu dulu. kamu bilang dia adalah istrimu, siapa namanya? Tunggu, jangan lari! Nona ini sangat cerdas. Di pinggir jalan bertemu penjahat, dia masih bisa berusaha berlari dan meminta pertolongan. Kalau nggak, pasti akan jadi masalah besar. Kenapa kamu nggak naik taksi? Aku…aku sudah naik taksi. Sopirnya nggak tahu jalan.

Ponsel juga nggak ada sinyal, dan GPS nggak berfungsi. Dia pun terburu-buru ingin mengembalikan mobil. Jadi aku turun saja dari mobil. Siapa nama sopir itu? Berapa nomor pelat kendaraannya? Perusahaan mana? Aku akan komplain sekarang. Jangan, jangan, jangan! Jangan emosi! Sopir itu juga bukan sengaja. Dia terus meminta maaf kepadaku. Dia bukan sengaja?

Kalau terjadi apa-apa, apakah dia bisa menanggung dengan nyawa? Sudahlah, disini kantor polisi. Kalau mau bertengkar, di rumah saja. Sobat, gadis itu hari ini mengalami masalah yang begitu berat. Dia perlu dihibur. Dengan perkataanmu yang begitu keras, nggak akan ada gunanya. Direktur Xia, Anda kemari mencariku, bagaimana dengan manajer proyek itu? nggak usah pedulikan dia.

Naiklah. Apa kamu mau kugendong seperti seorang putri? Naik. Duduk yang baik. Direktur Xia, hari ini sungguh merepotkanmu. Sebenarnya Anda ini hanya bicaranya yang kasar, tetapi berhati lembut. Aku ingat ketika malam tahun baru yang lalu, Seluruh perusahaan diminta untuk tinggal dan bekerja lembur. Di tengah malam kami menerima kiriman paket sushi mewah dari seseorang.

Kamu yang mingirimkannya, kan? Aku tahu restoran sushi itu adalah favoritmu. Juga waktu itu Dongdong putus cinta hingga menunda progress pekerjaan. Meskipun Anda dengan marah berkata nggak ada alasan untuk menunda progress pekerjaan, tetapi kemudian Anda memberikan Amy selembar kartu, yaitu kartu SVIP sebuah bar. Anda bilang kartu itu sudah akan kedaluwarsa,

Jadi meminta kami untuk menggunakannya. Amy sudah mengeceknya, masa kedaluwarsanya masih beberapa tahun lagi. Kenapa kamu begitu banyak bicara? Anda biarkanlah aku berbicara. Dulu waktu nonton film, sebelum pemeran utamanya mati, dialognya sangat-sangat banyak. Sekarang aku baru mengerti, orang itu benar-benar nggak rela mati. kamu ini masih jauh dari kematian.

Jika aku hari ini ditangkap oleh penculik, siapa yang tahu aku akan menjadi apa. Ketika aku tadi ditarik, aku telah memikirkan banyak hal. Isi otakku sama seperti di film. Aku merasa kehidupanku sampai sejauh ini cukup bahagia. Ada ayah dan ibu yang menyayangi dan mencintaiku.

Di pekerjaan, ada Anda seorang bos yang berwajah dingin, tetapi berhati hangat. Ketika pertama pacaran, aku bertemu Chu Nan, dia bahkan mau mengajakku ke rumahnya bertemu ayah dan ibunya. Ayah dan ibunya? Benar. Hari ini aku ke rumah Chu Nan. Ternyata dia ingin memperkenalkan diriku kepada ayah dan ibunya. Ketika blind date dengan Chu Nan,

Awalnya sebenarnya ingin aku ingin melampiaskan kekesalan terhadap diri Anda. Aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa membuat instance dungeon dalam game. Pacaran dengannya bisa dikatakan nggak sengaja. Terkadang aku merasa tidak enak kepadanya. Tetapi setelah melewati masalah hari ini, waktu itu aku berdoa kepada Tuhan. Jika aku selamat, aku pasti akan benar-benar menghargai

Semua yang aku miliki sekarang. Aku pasti akan menghargai Chu Nan, berpacaran sebaik-baiknya dengannya. Kapan kamu bisa nggak sebodoh ini? Malam ini kamu mengalami hal yang begitu berbahaya, semua karena kesalahan pacarmu yang tak berguna itu. Kalau bukan karena dia, bagaimana mungkin kamu bisa berada ditempat yang dimana nggak ada orang yang memedulikanmu?

Dia sudah terlalu lelah, aku yang memintanya untuk tidak mengantar. kamu ini membohongi diri sendiri dan orang lain. Ketika dia menyukai seseorang, mestinya nggak yang seperti sekarang ini. Apa Anda mengenal Chu Nan? nggak kenal. Lalu kamu…kenapa kamu berkata begitu? Aku rasa kamu nggak seharusnya memfitnah orang yang nggak dikenal tanpa alasan yang jelas.

Aku senang melakukannya! kamu tunggu dan lihatlah nanti. Malam ini Direktur Xia pasti akan berpikir keras bagaimana caranya menghalangimu. Naiklah. Tunggu dulu. Direktur Xia, sebenarnya malam ini nggak ada manajer proyek itu, kan? Berdasarkan logika, hal seperti itu seharusnya kamu menugaskan Manajer Liu, atau orang di departemen promosi. Dan kamu jelas-jelas tahu,

Malam ini aku akan bertamu ke rumah Chu Nan. Apa kamu mempermainkanku lagi? kamu sungguh sedang mempermainkanku? Pria itu sebenarnya nggak menyukaimu. Bagaimana dengan kamu? Direktur Xia, aku rasa malam ini ada beberapa hal yang harus kita perjelas. Aku nggak peduli bagaimana perasaanmu terhadapku. Diriku terhadapmu adalah sebagai atasan dan bawahan, juga hubungan teman.

Meskipun wajahmu ini termasuk tipe yang kusukai, tetapi aku sama sekali nggak bisa menyukaimu. Dengan kata lain, aku paling benci orang yang kapitalis sepertimu. Dan juga malam ini aku telah bersumpah, akan menghargai Chu Nan sebaik-baiknya. Aku harap kamu jangan lagi begitu kekanak-kanakan. Jangan lagi membuat candaan yang membosankan semacam itu. Oh ya,

Kuharap kamu juga bisa lebih berlapang dada. Jangan melampiaskan kekesalanmu padaku mentang-mentang kamu atasanku. Xing Yun, apakah karena ini langit terlalu gelap, sehingga kamu nggak bisa melihat tampangmu seperti apa? kamu pergi kemana? Aku lihat mobilmu nggak ada bensin lagi, jadi sekalian saja aku membeli bensin. nggak disangka kalian begitu cepat.

Apa kabar, aku adalah manajer proyek dari Jiawo, He Yu. Manajer proyek dari Jiawo? Jadi dia adalah… Jadi kamu adalah Xing Yun, kan? Aku menunggumu di lapangan golf sepanjang malam. Kalian telah mengalami masalah apa? Kamu nggak apa-apa? Kenapa dia? Ini harusnya pertama kalinya dia menolak seorang pria, belum sadarkan diri dari kegembiraan.

Standar perusahaan kalian dalam merekrut pegawai, apakah harus sama dengan dirimu yang kaku dan dingin? Coba bicarakan tentang konsep iklan. Hah? Baik, baik, baik. Berdasarkan desain karakter “Percintaan Tak Terbatas”, perusahaan kami telah merancang sebuah poster teaser. Mengenai video, apakah kalian pernah memikirkan untuk mencari artis sebagai endorsement? Kami TIG, menitikberatkan pada kualitas game.

Mengerti, kamu selalu nggak suka dengan hal-hal yang tidak penting. Meskipun wajahmu ini termasuk tipe yang kusukai, tetapi aku sama sekali nggak bisa menyukaimu. Dengan kata lain, aku paling benci orang yang bersifat kapitalis sepertimu. Xing Yun, otakmu ini sebenarnya digunakan untuk apa? Kamu nyaris saja dijual oleh penculik ke gunung, benar-benar memalukan

Terima kasih Direktur Xia, terima kasih manajer He. Kalau begitu aku pulang dulu. Duduk, jangan bergerak. Sungguh nggak perlu, Direktur Xia. Jangan biarkan Manajer He menunggu disini. Nggak apa-apa. Kalian pakai saja mobilnya, biar aku memesan taksi saja. Nona Xing, beristirahatlah dengan baik. He… Ayo jalan. Terima kasih, direktur Xia. Apa kamu nggak membawa kunci?

Tasku telah dicuri. Telepon saja. Ya, benar. Nggak ada yang mengangkat. Apakah ada masalah? Kenapa kamu nggak menelepon ke ponsel? Halo. Putriku, sudah jam berapa ini kamu menelepon? Apa kamu nggak tahu Ibu sudah tidur cantik. Ibu, tolong buka pintu. Bukankah kamu pergi ke rumah Chu Nan?

Tentu saja aku tetap harus pulang, cepatlah buka pintu. Kami nggak di rumah. Kami mengira kamu akan pulang larut malam. Aku dan ayahmu berlibur di hotel. Apa? Pakailah kunci sendiri untuk buka pintu. Kunciku hilang. Aduh, ya Tuhan. Wanita yang sedang pacaran kecerdasannya menjadi nol. Sudah begitu dewasa masih saja menghilangkan kunci. Lalu bagaimana?

Begini saja. Kamu pergi saja ke rumah Chu Nan menginap semalam. Tetapi Ibu ingatkan kepadamu, kalian berdua saling mengenal belum lama. Kamu harus belajar menjaga diri sendiri. Ibu, apa yang kamu katakan? Halo. Halo. Kenapa? Direktur Xia, ibuku sedang mandi. Anda pulanglah dulu. Kebetulan sekali, ayahku sedang kebelet mau ke toilet. Direktur Xia, sampai jumpa.

Sudah semalam ini, apakah sudah tidur? Sudahlah. Bukankah seharusnya seorang pacar bisa memberi bantuan di saat susah? Apakah dia? Aku pergi dulu. Jangan pergi. Aku sudah duduk di mobil sepanjang malam. kamu harus mengizinkanku pulang melihat anakku. Duduklah sebentar lagi di sampingku. Ternyata sudah tidur. Anggaplah hari ini adalah salahku. Selanjutnya kita jangan bertemu lagi.

Sudah selarut ini, Yiyi nggak menjawab telepon, Amy juga mematikan ponsel. Tuhan ingin membunuhku. Direktur Xia, sebenarnya aku bisa tinggal di hotel. Apa kamu punya uang? Kalau begitu, bisakah Anda pinjamkan aku sedikit uang? Apa kamu ada KTP? Begini saja, bisakah Anda bantu aku pesankan satu kamar? Nanti aku transfer biaya kamarnya kepada Anda.

Dua hari yang lalu aku melihat berita, katanya ada seorang gadis tinggal di hotel, hampir saja diculik oleh orang asing. Begini saja, aku antar dirimu ke rumah pacarmu. nggak bisa. Dia tinggal bersama ayah dan ibunya. Dan juga dia nggak menjawab telepon. Aku mohon kepadamu, Direktur Xia. Pelan-pelan. Aku akan pergi ke ruang baca.

Kebetulan aku ingin merapikan desain karakter sebentar. Tunggu. Coba kamu berkaca dulu. Rapikan dulu desain karakter dirimu sendiri. Direktur Xia, bolehkah aku minum air? Ambil sendiri saja. Astaga. Kenapa tegang? Kamu kan bukan pertama kali datang. Itu berbeda. Sebelumnya aku datang bersama teman-teman kerja untuk rapat dan lembur.

Kalau nggak, bisa dikurung di ruang membaca untuk mengerjakan revisi. Sekarang… Sekarang juga sama. Potonglah ini. Direktur Xia, ini jeruknya. Kamu urus dulu kakimu. Terima kasih, Direktur Xia. Pelan sedikit. Jangan bergerak. Nggak disangka, kamu sebagai seorang yang belajar menggambar, ternyata bisa bodoh hingga seperti ini. Rilekskan sedikit. Aku nggak bisa rileks.

Nggak ada gunanya jika kamu nggak rilekskan. Begini saja, aku beri tahu kamu sebuah rahasia. Pacar pertamaku pernah menjadi pelatih kendo. Jadi aku sangat berpengalaman dalam hal ini. Apakah Anda sering membantu memijatnya? Aku membantu memijat diriku sendiri.