【FULL】Arsenal Military Academy Eps 23【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Arsenal Military Academy Episode 23 Nona Yuan. Nona Yuan. Cantik sekali. Cantik sekali, Nona Yuan. Nona Yuan. Lihat sebelah sini, sebelah sini. Nona Yuan. Sini, Nona Yuan. Nona Yuan. Sini, Nona Yuan. Nona Yuan. Xiaotao. Sepatuku kotor. Bantu aku bersihkan. Kak Pingting. Sepatu tidak kotor. Bersihkan saja. Cerewet. Yuan Pingting.
Bergaya sekali kamu. Tidak sehebat kakak. Bahkan tunangan putri Dong Huiseng juga berani direbut. Dong Huiseng sangat marah. Tuan Duan juga tidak bisa menahannya. Dalam dunia hiburan, sepertinya sangat susah bertemu denganmu lagi. Apa aku sudah suruh berdiri? Belum selesai. Yuan Pingting. Dari mana kebencianmu itu? Kebencian. Aku mana ada kebencian? Terhadap mereka yang gagal,
Buang-buang waktu jika aku marah pada mereka. Aku berbicara denganmu hanya ingin mempermainkanmu. Mempermainkan orang juga harus lihat orangnya. Tuan muda. Siapa wanita ini? Nona Yuan Pingting yang baru diutuskan dari Perusahaan Film Baihua. Untuk menggantikan Nona Qu melakukan pertunjukkan di Shunyuan. Siapa yang setuju dia datang? Ini… Ke depannya
Aku tidak ingin melihat wanita ini lagi di Palimo. Baik. Mengerti. Mengerti. Xiaotao. Ikut aku. Aku lihat Xiaotao pintar dan lincah. Carikan kerjaan untuknya. Berikan gaji yang bagus. Baik. Kamu kenapa? Tidak tahu membalas kejahatan ya? Sudah diperlakukan seperti itu tapi masih diam saja. Sia-sia ikut denganku begitu lama. Mengecewakan. Sama sekali tidak mirip aku.
Apa boleh buat? Dia atasan. Aku masih tunggu dikasi gaji. Lagipula, Kak Manting. Emosi Kak Pingting, jika dibandingkan dengan masalah yang kamu buat. Itu sangat gampang untuk ditangani. Aku akan membunuhmu. Apa yang kamu tertawakan? Tidak apa-apa. Bagaimana kamu? Bisa apa lagi aku? Perasaan manusia beragam. Mohon yang tinggi dan menginjak yang rendah.
Bukankah lingkup ini memang begitu? Maksudku… Apakah paman tidak menghukum kamu? Aku tidak melihat Ketua Pengawas Guo dua hari ini. Kenapa, sudah berhenti minum ya? Ketua Pengawas Guo bisa… Ketua Pengawas Guo bisa berhenti minum. Mungkin matahari akan terbit dari sebelah barat. Dia baru saja minum terlalu banyak. Dan muntah.
Tidak tahu bertemu siapa atau karena mabuk? Lari pergi seperti kelinci. Kenapa kamu tidak menariknya kembali? Hari begitu dingin, bagaimana jika kedinginan? Aku… Bagaimana aku menariknya? Dia berlari seperti kelinci. Benar-benar bisa digunakan. Enak didengar. Xiaoyu. Bagaimana jika kita menari? Aku akan mengajarimu. Aku, aku tidak bisa. Aku ajarin. Sangat gampang. Mari. Letakkan di pundakku.
Lalu aku maju, kamu mundur. Aku sudah menginjakmu kan? Tidak apa-apa. Aku benar-benar tidak bisa. Sakit kan? Tidak apa-apa. Baru belajar memang seperti ini. Aku benar-benar tidak bisa. Benar-benar tidak bisa. Sebentar lagi. Aku benar-benar tidak bisa. Mari. Aku berikan contoh. Bisa kan? Bisa. Anggur baru. Lumayan kan? Lumayan, lumayan.
Ke mana pun aku bersembunyi, kamu selalu dapat menemukanku. Tahukah kamu, barusan aku melihat Pei Nianqing. Aku benar-benar melihatnya. Cepat kembali dan duduk. Nurut ya. Nurut ya. Cepat. Kamu serius tidak ingin tinggal di rumahku beberapa hari? Tidak. Aku balik ke sekolah dulu. Tinggal di rumah sakit selama setengah bulan. Sudah ketinggalan banyak tugas sekolah.
Lagipula, Shen Junshan juga tidak pulang rumah. Aku juga tidak enak jika terlalu spesial. Aku datang, ok? Kuli datang. Apa sudah siap berkemas? Semuanya di sini. Ayo. Shen Junshan bilang dia akan menjemputmu hari ini kan? Tidak perlu dia jemput. Kita pulang sendiri saja. Dia sudah bilang. Jika kamu pergi, bagaimana jika dia datang?
Ayo pergi. Kamu serius tidak butuh dijemputnya? Tidak perlu. Yakin. Bukankah masih ada Xiaosong? Baiklah. Nona Xianrong. Tangan Junshan terluka. Tidak bisa mengemudi. Suruh aku datang menjemputmu. Naiklah. Baik, baik. Liangchen. Nona Xianrong juga bisa menyetir ya. Hebat sekali. Lukamu sudah sembuh ya? Sudah lumayan. Hubunganmu dengan Nona Tan sangat baik ya.
Aku lihat kali ini. Nona Tan yang selalu merawatmu. Kami teman baik. Aku dengar Junshan bilang kamu punya seorang adik. Juga belajar di Shunyuan. Iya. Apa namanya? Xie Xiang. Di sekolah mana? Kenapa Nona Xianrong tiba-tiba peduli padaku? Sesuai dengan pernyataanmu. Bisakah aku mengartikannya sebagai… Nona Xianrong menyukaiku. Aku harus menjelaskan dengan baik.
Aku hanya sangat memperhatikan teman di sekitar Junshan. Tidak ada maksud yang lain. Sayang sekali. Apa maksudmu? Tidak apa-apa kan? Tidak apa-apa. Perawat. Mana pasien yang ada di sini? Dia baru saja keluar dari rumah sakit. Lihat dirimu. Penuh kecemburuan. Aku tidak suka dia. Kenapa? Merasa dia aneh. Aku juga merasa Nona Xianrong aneh.
Coba katakan. Mana yang aneh? Apakah dia suka Shen Junshan? Sangat, sangat tidak gampang. Bisa saja terlihat olehmu. Liangchen, kamu sudah pulang ya. Hebat ya. Ji Jin. Pinjam mobilnya. Mau apa? Ke mana kamu? Liangchen. Mau ke mana dia? Tidak tahu. Nona. Istana Rong sudah mulai bagi undangan. Siapa yang diundang? Kira-kira orang-orang ini.
Tidak banyak. Kamar Dagang Shunyuan juga menerima undangan. Hebat juga. Ada kemajuan. Hampir saja kamu bisa mengambil kesempatan. Ini tidak disebut mengambil kesempatan. Ini namanya kemampuan. Kemampuan apa? Dari kecil kamu bukan lawanku. Bisakah jangan mengungkit kejadian saat berumur 10 tahun? Intinya kamu kalah lagi denganku. Aku terluka. Tangan ini sama sekali tidak bertenanga.
Sebelumnya cari kamu untuk bertanding. Kamu asik menolak. Tapi malah pilih saat ini, apa maksudmu? Tapi aku tetap menang darimu. Oh ya. Dua hari lagi wakili aku pergi ke Istana Rong. Untuk apa? Ratu mereka ulang tahun. Memberiku undangan. Kenapa kamu tidak pergi? Tuan Beilei mereka terlalu bertaktik. Dua tahun ini aku mengamatinya dengan tenang.
Dia seperti orang Partai Restorasi. Aku pernah berhubungan dengannya. Dia ingin menarikku ke bagiannya. Ditolak olehku. Istana Rong di Feng’an. Memiliki latar belakang militer dan politik yang mendalam. Kekuasaannya di dalam pasukan militer bahkan lebih rumit. Kita seharusnya tidak menyinggung mereka. Tapi masa sekarang ini, tidak boleh terlalu dekat. Kamu wakili aku pergi,
Hanya cukup menunjukkan sikap. Baik. Majulah. Maju tidak? Kalau mampu, setelah dua hari, kita latihan lagi. Kamu menyerang orang yang terluka. Bukan termasuk kemampuan. Kamu mau ke mana? Kembali ke sekolah? Apa kamu tidak salah? Aku baru pergi beberapa hari, tempat tidurku sudah direbut. Aku sedang berbicara denganmu. Xie Liangchen. Xie Xiang. Terus berpura-pura.
Apa kamu gila? Aku ingin bertanya padamu. Tanyalah. Kamu harus menjawabku dengan jujur. Tanya atau tidak? Apakah kamu sudah jadian dengan Shen Junshan? Aku malas menghiraukanmu. Kamu sudah mengakuinya. Jangan omong kosong. Berantakan sekali. Cepat dirapikan. Kamu berada di sisiku. Bisa-bisanya kamu suka pria lain? Aku terluka. Apanya yang lebih baik dariku?
Apakah dia setampan aku? Apakah dia seganteng aku? Apakah dia seroyal aku? Apakah keluarganya sekaya keluargaku? Mukanya nggak berekspresi. Seperti artis. Apa matamu bermasalah? Kamu buta, kamu buta. Apa kamu sudah selesai ngomong? Belum selesai. Dengar baik-baik, Xie Liangchen, aku sudah lama bersabar. Jika kamu terlalu mesra lagi dengannya, aku akan… Junshan. Ada apa?
Ada sedikit masalah. Baik. Tidak boleh pergi. Sudah kubilang tidak boleh. Dia tidak pergi. Berhenti. Jangan pergi. Ada apa kamu mencariku? Soal Lingdang. Tidak bagus juga jika dia tinggal terus di rumah temanmu. Aku cari sebuah panti asuhan. Nanti sore kita bawa dia ke sana. Panti asuhan? Panti asuhan yang sangat resmi.
Dekannya merupakan kenalan lama keluarga kami. Sana ada perawatan dan peralatan medis yang lebih baik. Di sana Lingdang bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik. Kalau kamu merasa baik, tidak masalah. Aku hanya takut sifatnya terlalu diam. Akan diganggu oleh anak-anak lain. Tenanglah. Aku telah menceritakan kondisinya. Kamu juga bisa sering menemuinya. Baik. Nanti sore
Kita jemput dia ke rumah Xiaojun. Baik. Barusan Gu Yanzhen bilang… Dia omong kosong. Dia seperti anak kecil. Selalu berbicara tanpa berpikir. Tidak perlu peduli padanya. Bagaimana lukamu? Sudah sembuh. Baguslah. Tetap harus diperhatikan. Beberapa hari ini jangan sentuh air. Lingdang. Ke depannya kamu akan tinggal di sini. Kamu harus mendengarkan kata-kata dekan ya.
Bergaul dengan anak-anak lain. Kami akan sering datang mencarimu. Dekan. Sudah merepotkan. Sudah seharusnya. Aku bawa dia masuk. Ayo, Lingdang. Sebenarnya bagus juga Lingdang seperti ini. Hidup di dunianya sendiri. Tidak ada sukacita dan kesedihan. Tanpa ada keterikatan. Tidak akan menderita karena kepergian orang yang dicintai. Juga tidak akan sedih karena kehilangan rumah.
Mungkin dia tahu semuanya. Hanya saja dia tidak bisa mengungkapkannya. Sangat kejam jika seperti itu. Aku lebih berharap dia tidak tahu apa-apa. Junshan. Xianrong. Aku datang mencarimu. Mereka bilang kamu keluar. Jadi aku menunggumu di sini. Ada apa? Kalian ngobrol saja. Aku balik dulu ke asrama. Katakan saja. Junshan.
Apakah kamu mengenal orang-orang Istana Rong? Tidak kenal. Ada apa? Bisnis keluarga kami. Belakangan ini harus berurusan dengan Istana Rong. Jadi aku ingin cari tahu. Mereka itu orang seperti apa? Suka atau benci apa? Untuk persiapan saja. Kakakku kenal. Aku bantu tanyakan. Beberapa hari lagi, ratu Istana Rong ulang tahun. Dia juga mengundang kami. Benarkah?
Apakah kamu akan pergi juga? Apakah kamu pergi? Keluarga kami hanya bisnis kecil. Masih tidak pantas untuk pergi ke acara seperti itu. Nanti aku akan memberitahumu. Terima kasih. Sampai jumpa. Apa yang kamu tertawakan? Pacar sudah pergi? Siapa yang bilang dia adalah pacarku? Bukankah? Bukan. Kami dulu teman sekelas.
Xianrong adalah gadis yang mempunyai kepribadian yang sangat kuat dan sangat mandiri. Sangat baik terhadap teman. Seperti itu ya. Aku rasa dia sangat menyukaimu. Kamu tidak menyukainya ya. Suka. Sama seperti kamu. Semuanya teman. Oh ya. Junshan. Apa bisnis keluarga Nona Xianrong? Tidak jelas. Sepertinya bisnis kayu. Ayo. Masuklah. Berbaring di kasur dengan sepatu lagi.
Jika dilihat oleh instruktur Lu, kamu pasti akan dihukum lagi. Bukan urusanmu. Serius sekali membacanya. Bukumu sudah terbalik. Baca seperti biasa tidak seru. Baca terbalik agar bisa dihafal semuanya. Berpura-pura. Baca buku pula. Aku langsung melihatmu begitu memasuki gerbang sekolah. Memeluk pagar. Seperti monyet. Siapa yang kamu sebut monyet?
Siang bolong gini berkencan dengan seorang pria. Apa tidak malu? Coba lebih keras jika berani. Biar semua orang di seluruh lantai tahu. Apa kamu pikir aku tidak berani? Kamu sangat berani. Teriaklah. Kamu ini namanya murahan. Murahan. Aku sudah satu asrama denganmu, apa lagi yang kutakutkan? Apakah aku bisa disamakan? Apa yang berbeda?
Jika kamu seperti ini lagi, aku, aku akan melaporkanmu ke Lu Zhongxin. Terserah. Jangan anggap aku benar-benar menyukaimu. Aku setiap bulan ganti cewek. Wanita seperti apa yang belum pernah kutemui. Aku bercanda denganmu. Percaya nggak jika aku cari sekereta wanita? Semuanya pasti lebih cantik darimu. Tubuhnya sepuluh kali lebih seksi darimu. Lebih menyenangkan darimu.
Aku pergi. Jangan omong kosong lagi. Cepat pergi. Jika terlambat, kabin kereta pasti sudah habis direbut. Luar pavilion, samping jalanan kuno. Rerumputan hijau dan langit yang biru. Pelayan. Pelayan. Minum pelan-pelan. Tuan muda Gu. Ada apa? Suruh jangan nyanyi lagi. Ganti lagu lain. Tuan muda Gu ingin dengar apa? Dengar.
Pria juga akan menangis saat sedih. Pria juga akan menangis saat sedih. Belum pernah dengar lagu ini. Kamu belum pernah dengar lagu yang begitu terkenal. Kalau begitu ganti yang lain. Kapan kamu bisa mengerti hatiku? Ini juga tidak pernah dengar. Dia juga tidak bisa nyanyi. Kenapa dia tidak bisa menyanyikan apa pun?
Lalu untuk apa dia keluar. Qu Manting bisa semuanya. Tuan muda Gu. Qu Manting itu artis terkenal. Kami ini… Sepuluh yuan untuk nyanyi satu bulan. Aku akan memberimu satu kesempatan lagi. Gantikan lagi yang lain. Orang yang mencintaiku, aku tidak mencintainya. Orang yang kucintai, dia tidak mencintaiku. Orang yang merindukanku, aku tidak merindukannya.
Orang yang, Tuan muda Gu, Tuan muda Gu. Apakah yang disebut kamu ini termasuk lagu? Kami sini biasanya hanya nyanyi “Perpisahan” “Mengenang Masa Kecil” Yang kamu sebut, kami benar-benar tidak pernah dengar. Tempat kecil. Tentu saja belum pernah mendengarnya. Maaf, maaf. Maaf. Aku nyanyikan untuk kalian. Tuan muda Gu, nyanyikan satu lagu untuk kalian. Pelan-pelan.
Tuan muda Gu, hati-hati. Pelan-pelan. Pelan-pelan, Tuan muda Gu. Pelan-pelan. Pelan-pelan, Tuan muda Gu. Pelan-pelan. Siapa ini? Lihat apa? Aku akan menyanyikan lagu untuk semuanya. Pertama kali melihatmu. Tuan muda Gu. Minggir. Siapa ini? Pertama kali melihatmu. Jernih bagaikan rembulan. Jiwa sudah bersamamu. Tuan muda Gu, Tuan muda Gu. Kamu tidak senang hati ya?
Begini saja. Aku temani kamu minum. Kita ngobrol sebentar. Bagaimana? Letakkan ini. Mari, mari. Jangan kena kaki. Tuan muda Gu, pelan-pelan. Tuan muda Gu. Pelan-pelan. Pelan-pelan, pelan-pelan. Mari, mari. Pelan-pelan. Apa yang kamu lihat? Apa maksudmu? Tidak apa-apa, lanjut minum, lanjut minum. Tidak apa-apa. Tidak apa-apa, lanjut minum. Semuanya lanjut saja. Kenapa orang tadi? Pelan-pelan.
Mabuk dan gila-gilaan. Silakan sebelah sini. Sepertinya memang begitu. Pergilah. Tuan muda Gu. Apa yang terjadi? Aku putus cinta. Kamu putus cinta. Tidak. Tuan muda Gu. Kamu juga bisa putus cinta ya? Benar. Pria seperti aku. Bisa juga putus cinta. Memang sulit dibayangkan. Aku juga tidak berani mempercayainya. Kenapa? Seleranya tidak bagus.
Tidak suka tipe seperti aku. Tidak. Tuan muda Gu. Seperti kamu ini… Dia masih tidak suka. Jadi seperti apa yang dia sukai? Sok keren. Pendiam. Seperti Shen Junshan. Yang tampangnya jelek. Ini agak sulit. Sok keren. Kalau kamu berusaha. Masih bisa diaktingkan. Tuan muda Gu. Jika tampang jelek, ini terlalu mempersulitmu.
Sekejam apa pun kamu memperlakukan diri sendiri, juga tidak akan bisa jelek. Punya selera. Tuan muda Gu. Araknya habis. Mau lagi. Buka yang paling mahal. Tunggu sebentar. Ini. Sebenarnya berdasarkan kondisimu sekarang, wanita seperti apa yang tidak bisa didapatkan? Kenapa mesti mencari yang seleranya tidak bagus dan menghabiskan waktu dengannya? Benar kan?
Masalahnya adalah aku sudah jatuh cinta padanya. Gini saja Tuan muda Gu. Kamu rendahkan dulu martabatmu. Akting sesuai dengan yang disukainya. Mungkin saja dia akan berubah pikiran. Berakting. Berakting. Yanzhen. Kenapa kamu duduk di sana? Ayo pergi bersama. Tidak perlu. Aku suka menyendiri. Minggir. Minggir. Minggir. Minggir. Benar, seperti ini. Minggir. Sudah menempel dinding.
Minggir lagi. Jalan seluas ini tidak cukup ya. Minggir. Dirasuki Shen Junshan ya. Ayolah. Mantap. Kenapa dia? Siapa tahu? Ayo pergi makan. Liangchen. Dia kenapa lagi? Siapa tahu? Gila lagi mungkin. Siapa tahu? Apa yang dimaksud dengan jurus perlindungan tubuh? Gu Yanzhen. Hadir. Kamu jawab pertanyaan ini. Apa aku sudah angkat tangan?
Untuk apa angkat tangan jika tidak tahu? Duduk. Sama seperti dia. Baik. Tidak boleh kurang atau lebih. Sedang apa kamu? Makan. Tidak boleh ya. Liangchen, Liangchen. Bukankah Gu Yanzhen alergi tomat? Sudah sembuh ya? Tidak tahu gila apa lagi dia? Sedang apa kamu? Makan. Aku suka duduk di sini. Tidak boleh ya?
Dia aneh beberapa hari ini. Sejak kapan dia tidak aneh? Kalian makan dulu. Aku pergi lihat. Liangchen. Saat kamu dirawat di rumah sakit apakah adikmu ada datang menjengukmu? Ada. Tapi kamu tidak bertemu dengannya. Oh ya. Sayang sekali. Sayang apa? Bukan, bukan. Maksudku, aku… Aku hanya pernah melihat adikmu sekali. Pokoknya. Pokoknya, pokoknya.
Apa yang ingin kamu katakan? Aku… Aku… Tidak ada apa-apa. Lupakan saja. Tidak ada apa-apa. Aku rasa kamu juga aneh. Gu Yanzhen. Kamu. Mukamu kenapa? Apa yang kenapa? Itu. To tomat. Tampaknya masih tetap alergi. Cari sakit sendiri. Gu Yanzhen. Apakah kamu sudah baikan? Kenapa? Aku sedang berbicara denganku, dengarkan. Apa yang kamu tertawakan?
Dokter bilang besok akan sembuh. Tertawa. Tertawa kepalamu. Tidak. Tuan muda. Bisakah lain kali jangan berpura-pura? Siapa yang berpura-pura? Siapa lagi? Coba bercermin dulu, lihat siapa itu? Semua gara-gara kamu. Apa hubungannya denganku? Baik, baik. Aku, salahku. Aku minta maaf padamu. Ke depannya bisakah kita hidup tenang? Jangan menyibukkan diri lagi. Kamu minta maaf padaku.
Iya. Salahku. Aku bersalah padamu. Kamu tulus. Tulus. Kalau begitu ke depannya kamu tidak boleh saling lirik dengan Shen Junshan. Sudah puas belum kamu? Lihat. Kamu tidak tulus. Benar kan? Sobat. Dia kira aku ini laki-laki. Apa yang bisa dia lakukan padaku? Suka dalam hati juga tidak boleh. Aku… Sia-sia aku mempedulikanmu. Aku sudah lapar.
Cari makan sendiri. Untuk apa kamu bilang padaku? Bagaimana aku bisa keluar dengan kondisi seperti ini? Apakah kamu tidak makan malam? Sudah kumuntahkan. Ngapain kamu? Melayanimu, Tuan besar. Buatkan makanan untukmu. Mi iga, mi saus, mi daging sapi. Cepat. Jerawat pun tidak mampu menutupi ketampananku. Bagaimana persiapan di Istana Rong? Semuanya sesuai dengan pengaturan Nona.
Sudah siap. Kamu tidak perlu ikut misi kali ini. Tetaplah di luar. Cegah Shen Junshan pergi ke Istana Rong. Apa kamu sudah paham? Paham. Bagaimana pun juga, jangan membiarkan Shen Junshan melihatku di Istana Rong. Baik.