【FULL】Arsenal Military Academy Eps 10【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Arsenal Military Academy Episode 10 Oh Tuhan! Cemburu ya. Sentuh saja tidak boleh. Sudah selesai belum. Baik,baik. Aku ikut kamu pulang. Bagus sekali. Tidak bisa. Kenapa? Memangnya rumah kamu ada tempat. Benar. Rumah kakak aku sangat besar, sepuluh orang juga bisa muat. Kalau begitu aku juga ikut.

Kamu juga mau ikut ya. Bukankah kamu bilang rumah kamu besar. Sepuluh orang juga bisa muat. Tidak terima ya. Terima kok, terima. Kalau begitu aku juga ikut. Aku juga ikut. Aku juga belum pernah lihat laut. Aku juga tidak pernah. Kamu lihat sungai saja,buat apa kamu pergi. Parit dan laut memangnya sama? Kamu ngerti apa?

Kamu juga tidak kenal. Buat apa kamu pergi? Siapa bilang aku tidak kenal? Siapa tidak kenal aku? Itu. Xiaosong bukan? Kamu kenal aku kah. Kenal, kenal. Artis terkenal. Coba lihat, dia kenal aku. Jadi putuskan begitu saja. Besok pagi kita berlima pergi bersama. Tapi harus bangun pagi, harus naik kereta.

Naik kereta api apa, aku bawa mobil. Kenapa kamu semangat sekali? Kamu yang nyetir. Asyik. Ada kerjaan. Gu Yanzhen. Mobil kamu sangat bagus. Gimana? Biasa saja. Duduk depan saja. Aku duduk depan. Pergi sana. Baiklah. Kamu duduk depan saja. Aku duduk belakang saja. Cepat. Aku datang. Xiaojun. Terima kasih. Kenapa, cepat.

Kamu bawa dua koper besar. Aku saja yang bawa. Sudah merepotkan. Tidak apa-apa. Hai, yang tersayang semua. Artis terkenal. Terima kasih. Songsong. Di sana masih ada koper. Tolong bantu aku. Baiklah. Yanzhen. Begitu banyak koper. mau taruh di mana? Terserah taruh. Baik. Topi aku. Artis terkenal. Koper kamu isinya apa saja. Begitu banyak barang.

Segitu dibilang banyak. Buat makan, pakai, dan main. Apa saja harus bawa? Bagaimana kalau tempat kamu apa saja tidak ada? Wanita memang repot. Liangchen. Benar tidak. Tidak semua wanita merepotkan. Liangchen. Benar tidak. Duduk yang benar. Gu Yanzhen. Menakutkan sekali. Takut kan? Aku tambahkan kecepatan lagi. Pegang yang erat. Pelan sedikit. Aku tambahkan kecepatan lagi.

Silakan masuk. Maaf. Aku terlambat. Tidak apa apa. Aku yang terlalu cepat. Katakan. Mau main ke mana? Dua hari ini aku sudah keliling semua kota ini. Aku ingin pergi ke tempat yang lebih jauh. Yang lebih jauh. Di mana itu? Aku juga tidak tahu. Cari tempat yang pemandangannya bagus saja. Pemandangan yang bagus. Danau selatan.

Gunung Qipan atau istana juga boleh. Semua itu sudah pernah aku datangi. Aku ingin pergi ke satu tempat, yang ada gunung dan laut. Ada gunung dan laut. Kabupaten Panshan saja. Di situ ada desa Bazi. Dekat laut. Pemandangan sangat bagus. Musim sekarang pergi bisa makan kepiting. Tapi lumayan jauh. Benarkah. Kamu hari ini ada urusan?

Tidak ada. Hanya saja tempat itu jauh. ke sana harus nginap. Baiklah. Jadi kita bisa menikmati angin laut dan makan kepiting, dan melihat matahari terbenam. Baiklah. Panshan saja. Sana rumah aku. Xiaosong sudah pulang. Sudah pulang. Aku sudah tidak bisa jalan. Cepat. Di depan sana. Xiaosong sudah pulang. Sudah pulang. Wangi. Sangat wangi. Kakak.

Hidung tajam. Kakak. Kakak. Xiaosong. Kenapa kamu pulang? Akmil sedang libur. Pulang lihat kamu. Ini. Mereka teman Akmil aku. Wang. Cepat keluar. Ada tamu. Kakak ipar. Xiaosong. Cepat. Kamu sudah pulang. Kakak kamu tiap hari ngomongin kamu. Adik kamu mana? Xiaohe banyak tugas. Kali ini tidak pulang bareng aku. Akmil libur.

Aku bawa mereka semua ke sini. Bagus sekali. Rumah sangat besar. Kalian tinggal di sini saja. Nanti malam, biar kakak ipar pergi ke pasar beli sayur, masak makanan yang enak. Terima kasih kakak. Kami paling suka makan enak. Tidak perlu repot kak. Kami datang sudah merepotkan. Tidak repot. Kalian tinggal saja dengan nyaman.

Besok setelah surut. Biar xiaosong antar kalian main ke laut, perkenalkan ke aku. Aku sampai lupa perkenalkan kalian. Ini Xie liangchen. Teman baik aku di Akmil. Apa kabar? Akmil kamu terima wanita juga. Kakak. Wanita apa? Dia pria. Kamu ini. Kamu lihat aku. Maaf. Tampang kamu sangat mempesona. Aku pikir seorang wanita. Anggun. Cantik, cantik.

Apa kabar kakak, kakak ipar. Ini Gu Yanzhen. Tuan muda Gu, juga teman baik aku di Akmil. Apa kabar semua? Baik. Baik. Ini Tan xiaojun. teman baik Liangchen, juga teman baik aku. Apa kabar kakak, kakak ipar. Halo. Halo. Ini adalah kakak, kakak ipar. Kalau ini aku harus perkenalkan, lebih serius.

Dia adalah artis terkenal dari Shanghai. Qu Manting, Nona Manting. Artis terkenal ya. Kamu main opera. Kakak. Aku menyanyi, sekalian syuting film. Kakak tahu tidak, bidang seni. Di shanghai kami sering mengadakan tentang… Kakak, kakak ipar, Kita masuk saja dulu. Sepanjang jalan angin sangat kencang. Mobil rongsokan itu tidak ada kanopi.

Mata aku sakit kena hembusan angin. Mobil siapa rongsokan. Karena mata kamu besar. Masuk dulu, masuk dulu. Wang, antar mereka masuk. Ya, ya. Benar, benar, sini, sini. Cepat kita masuk ke dalam. Bawa koper. Berhenti. Aku belum selesai bicara. Maksudnya apa, mobil siapa bodoh. Diam kamu! Kenapa saya harus diam bukan kamu?

Aku buang kamu ke laut. Aku buang kamu ke laut percaya tidak? Aku percaya, kamu sudah bikin saya takut. Sini, sini, sini. Masuk, masuk. Sini, sebelah sini. Cepatlah. Sini, masuk. Jalan lambat sekali, cepat jalan. Tidak keburu pilih kamar. Oh Tuhan! Xiaojun. Mereka makan di dalam rumah. Bukan urusan kamu. Aku kasih tahu kamu.

Rumah di pinggir pantai memang bagus hanya saja anginnya kencang dan ada bau. Ada kurangnya. Kenapa kamu banyak keluhan? Aku bukan ngeluh. Toiletnya di mana ya. Di sini mana ada toilet. Sini kamu. Aku kasih tahu kamu, kamu sendiri yang mau datang, bukan dipaksa orang lain. Jangan banyak cari masalah. Tidak sopan.

Aku cari masalah apa? Aku cari masalah apa? Aku cari toilet itu juga masalah ya. Aku, kamu banyak masalah. Rumah kami bagus kan? Keluar langsung laut. Kalian suka tidak? Sangat indah. Pemandangan kamar ini sangat bagus. Aku suka di sini. Di sini tidak ada yang tinggal kan? Aku tinggal di sini aja. Mimpi kamu.

Kamu tidak lihat bokong aku sudah duduk di sini ya? Memangnya kamu duduk situ berarti kamu tidur situ ya. Pemiliknya diam saja, tidak sopan. Xiaosong. Bicaralah. Kamar ini untuk siapa? Aku tidak mau tahu. Kalian putuskan sendiri saja. Aku tidur bareng Liangchen. Kenapa kamu tidur sama Liangchen? Kenapa aku tidak boleh tidur sama Liangchen? Karena,

Harusnya aku dengan… Aku tidur sama Manting. Gu Yanzhen dan Liangchen tidur bareng. Benar. Tapi, Tapi aku ingin tidur bareng Liangchen. Kenapa kamu ingin tidur bareng Liangchen terus? Kamu sebenarnya punya niat apa? Aku bisa punya niat apa? Lagi pula, memangnya kenapa kalau tidur bareng Liangchen. Di Akmil kan memang Gu Yanzhen dan Liangchen.

Di sini Gu Yanzhen dan Liangchen tidur bareng lagi. Aku sama Qu Manting. Benar, benar, benar. Kamu ngomong benar. Kamar itu ada yang tinggal tidak? Sudah pasti kami. Aku tidak tahu. Kamu tanya Xiaosong. Xiaosong. Aku wanita. Aku tidur di sini boleh tidak? Menurut aku. sebaiknya kasih wanita saja. Asyik. Sampah. Kamu ini. tidak perasaan.

Pergi. Cepat. Kamu lihat laut ini. Nanti bawa kami pancing kepiting. Kamu tadi kenapa ngomongin Xiaosong. Dia sama kamu sepertinya ada yang aneh. Jangan-jangan dia tahu kamu wanita. Tidak mungkin. Xiaosong agak bodoh. Dia tidak akan tahu. Kamu masih bilang orang bodoh. Menurut aku kamu paling bodoh. Awas kamu. Sudah ada satu orang yang tidur.

Jangan sampai ada orang kedua lagi. Apa maksudnya sudah ada yang tidur. Tidak enak didengar. Pokoknya begitulah. Kamu ingat ya. Liangchen, Xiaojun. Kalian buruan. Dengar tidak? Kita sudah sepakat. Aku tidak mau bicara lagi. Kamu harus ingat apa yang aku bilang. Sini kamu. Qu Manting. Ada apa? Qu Manting. Latihan. Latihan apa?

Ada guru yang ajar aku. Aku bisa awet muda terus. Latihan masih perlu pegang payung. Aku kan takut hitam. Kamu ngerti apa? Ya kan? Bukankah saat ini harusnya. Kamu bantu ke sini? Pertama, sekarang waktunya aku latihan. Kedua, kapan kamu pernah lihat bidadari harus kerja? Karena kalian jelek makanya harus masak. Sudahlah. Dia ini.

Memang gitu. Lama-lama kalian akan paham. Begini saja. Aku rasa bisa. Kalian berdua sangat berisik. Ngomongin orang bisa jauh dikit tidak. Aku pikir kamu latihan tidak dengar. Aku kan tidak tuli. Ya kan? Ada apa? Ada hal gembira apa? Ketawa bahagia sekali. Tidak kok. Tidak. Tertawa seperti bunga yang mekar sepanjang jalan. Ada apa?

Aku bisa ada apa? Jujur saja. Ada rahasia apa sama aku? Tidak ada. Apa kamu sedang jatuh cinta. Kamu gila. Mereka pikir saya pria. Mereka pikir, mereka kan tidak tahu. Kamu tahu. Kamu boleh suka orang lain. Malas ngurusin kamu. Apakah Gu Yanzhen? Gila. Aku sudah buta atau otak sudah kemasukan air?

Bicara pun tidak jelas. Memangnya dia kenapa? Latar belakang keluarganya bagus. Orangnya tampan. Yang paling penting dia humoris. Kalian juga sering bersama. Masa sama sekali tidak ada percikan cinta? Percikan cinta sih tidak ada. Kalau percikan api sangat besar. Tidak tertarik. Kamu bukannya tidak tahu kondisi aku. Aku tidak ingin cari masalah. Ada beberapa hal,

Tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kamu pikir kamu tidak cari masalah. Masalah tidak akan datang cari kamu? Kamu ini buta huruf. Kenapa tiba-tiba begitu mendalam? Kamu bilang siapa buta huruf? Kamu. Pelajaran bahasa kamu kan tidak lulus. Sudahlah. Kamu menertawakan aku ya? Tidak kok. Aku gelitik kamu. Aku gelitik kamu. Kamu ngomong aku lagi.

Ke sini kamu. Gelitik kamu. Dua orang pasangan di sana, bisa tidak jaga perasaan aku? Kamu latihan di sana. Kamu peduli sama perasaan aku tidak? Kamu lihat, Akui saja. Akui apa? Kalian berdua memang sepasang. Kalian adalah sepasang kekasih. Aku malas bicara sama kamu. Ketahuan ya. Benar kan kata aku. Kamu ngapain? Ikannya lari ketakutan.

Kamu juga tidak bisa mancing. Tentu saja aku bisa. Tidak mau lihat, aku pergi. Kamu mau ngapain lagi? Aku mau lihat ikan bodoh itu. Hati-hati. Di mana-mana banyak lumut. Sangat licin. Bukan urusan kamu. Kamu juga tidak perlu begitu bodoh. Kamu bilang siapa? Aku bilang kamu. Kamu lepas, lepaskan aku. Kamu yang suruh aku lepas.

Lepas, lepas. Gu Yanzhen. Gu Yanzhen. Kamu jangan manjat tinggi-tinggi. Kamu jatuh ke laut, aku tidak akan tolong kamu. Qu Manting. Qu Manting. Qu Manting. Qu Manting. Mampus kamu. Kerjain aku ya? Gu Yanzhen, aku. Gu Yanzhen, kamu jangan, aku. Gu Yanzhen. Hanya bercanda kok. Jangan pelit Gu Yanzhen, kamu kembali. Kalau tidak kembali,

Nanti aku ditenggelamkan pasang. Gu Yanzhen, aku. Tuhanku! Tan Xiaojun. Kamu berat sekali. Aku masih berat. Pelan dikit, sakit, sakit. Gu Yanzhen. Jangan sentuh kaki aku, jangan sentuh kaki aku. Kalian berdua jatuh dalam sungai cinta. Ya ampun. Pelan dikit. Dia kenapa. Dia terluka. Tan xiaojun. Kamu memang tidak bisa berkata baik.

Oh Tuhan, kenapa jadi basah semua. Jijik sekali. Aku tadi. Kamu benar-benar mau tahu semua ya. Kamu benar-benar mau tahu semua ya. Aku peduli kamu. Peduli aku, masih meneriaki aku. Kamu peduli Xie Liangchen sana. Oh Tuhan. Pelan dikit. Aku kembali. Aku kembali. Liangchen. Apa itu? Banyak sekali. Kepiting, udang, kerang. Apa aja ada.

Bisa tidak dimakan, benaran tidak? Bisa tidak dimakan? Nanti kamu jangan makan. Tanya, tanya, tanya terus. Bocah, ingin berantem sama aku ya. Kamu ingin berantem sama aku ya. Lelaki sejati hanya pakai mulut tidak pakai tenaga. Lepaskan aku. Aku kasih tahu kamu, aku ini bidadari. bukan lelaki sejati, lepaskan. Lepaskan aku. Aku pukul kamu.

Bocah, sini pukul aku. Ada pasir, aku cuci dulu. Biar aku bantu. Lepaskan. Kamu ingin berantem sama aku ya. Kamu ingin berantem sama aku ya. Tangan putus. Tangan… tangan putus. Dia bagaimana? Dia, dia senang sekali seperti keledai. Pergi bermain, kenapa ga panggil adik kamu? Dia, ada urusan. Lain kali pergi main bisa ajak dia.

Kenalkan kepada aku. Baiklah. Harus di kompres dingin. Kalau tidak bisa bengkak. Tidak perlu, tidak apa-apa. Kamu cuci saja. Bercanda sampai emosi gitu. Aku pergi ambil kayu bakar. Huangsong. Kamu bantu aku singgirkan dia. Liangchen. Kamu mau ke mana. Lepaskan. Gu Yanzhen. Kenapa Liangchen. Tidak tahu. Marga Gu. Kamu sudah menindas Liangchen kami ya.

Kamu lihat. Keluarga kami, keluarga kami, keluarga kami. Akui saja. Memang keluarga kami. Memang keluarga kami. Memang keluarga kami. Aku rasa laut ini juga milik kamu saja. Laut juga milik kamu. Kalau begitu, jadi kota Shunyuan juga milik kamu. Bocah ini mulutnya memang hebat. Aku katakan sekali lagi. Pantai ini milik aku.

Ingin makan di sini. Ingin main di sini, harus bayar. Yang tidak bayar, kasih kamu dua kata. Enyah saja. Ada apa? Masih belum panggang ya? Ada sekelompok orang datang. Ngotot bilang laut ini, pantai ini, milik mereka semua. Kita harus bayar. Rumah aku di sini. Gimana aku tidak tahu laut ini punya kalian atau bukan.

Aku, aku rumah aku di sini. Rumah kamu ada di dalam laut atau gunung. Pernah lihat dia tidak? Tidak, tidak pernah. Kalian pernah lihat dia? Tidak pernah. Tangan kamu gimana? Serius. Mau main trik, kamu masih terlalu muda. Bayar. Kakak. Kalau gitu kalian harus masuk akal. Kenapa kami harus bayar? Benar. Sia-sia ngomong sama mereka.

Pergi sana. Kamu ada masalah? Kenapa? Mau berantem. Bocah ini cantik juga. Terlihat akrab. Pergi sana. Ayo pukul. Pukul. Pukul saja. Aku suruh kamu pukul. Suruh pukul, suruh pukul. Pukul lagi. Pukul sampai mati. Kurang ajar, pukul kamu. Berani tindas aku, pergi sana. Xiaosong pukul dia. Manting, jangan gegabah.

Pukul, pukul, pukul, jangan teriak lagi, tendang dia. Tendang dia. Liangchen. Kamu tidak apa apa kan? Kalian berani mukul kami. Tidak tahu aku siapa? Tampang kalian seperti pencuri, masih berani menindas aku. Khususnya kamu, habisi saja dia. Habisi saja dia. Kalian kenal aku tidak. Di sini aku adalah. Naik, di sana. Cepat, cepat, cepat.

Cepat, cepat. Naik. Naik. Kakak, orang kita sudah datang. Kalian, tunggu. Tunggu, jangan pergi. Cepat. Mereka siapa? Kita tahan saja. Kalian datang tepat waktu. Ini para bedebah. Benar. Tidak mau bayar, masih mau pukul kami. Pukul mereka. Tunggu. Berhenti. Kamu, kamu, kamu tahu tidak aku siapa? Aku adalah Qu Manting artis terkenal. Kenal aku.

Aku kasih tahu kalian. berkelahi melanggar hukum. Situ yang bawa tiang, yang bawa garpu. Mau tindas orang ya? Kalian banyak orang. Cepat minta maaf. Aku akan lepaskan kalian. Sangat bagus. Cepat lari. Cepat lari, cepat lari. Hebat, Qu. Mereka sudah pergi. Sangat terkenal. Nona Qu. Kamu tidak apa-apa. Kamu siapa? Aku penggemar kamu Nona Qu.

Tiap malam, aku menunggumu di depan bar. Kalian mau apa? Aku, kebetulan kah? Bawa begitu banyak orang. Kebetulan lagi. Di desa apa ini yang tidak ada apa-apa. Apa, apa , desa apa. Desa Xibazi. Lagi-lagi, lagi-lagi kebetulan? Nona Qu. Tuan khawatir keamanan Anda. Kamu berpergian sendiri. terlalu berbahaya. Kok berpergian sendiri. Begitu banyak orang.

Apa ini babi dan anjing? Jaga ucapanmu, Qu Manting. Aku sudah bicara sama kamu belum. Apa urusanmu? Dia marah aku. Kalian cepat pergi . Jangan ikut aku lagi. Dia marah aku. Qu. Tunggu. Makan dulu saja. Dekat sini tidak ada penginapan. Tidak perlu. Mohon jaga Nona Qu. Ya pasti. Ayo pergi. Seru sekali.

Apa aku bilang. Kakak. Kali ini kita sudah menyinggung mereka. Kalau mereka berani berulah ke rumah kita, segera suruh kakak ipar telepon aku. Tenang saja. Mereka tidak berani. Kita semua ada tetangga di desa. Tidak apa-apa kak. Jangan takut. Ada apa-apa cari aku saja. Jangan cari dia. Cari aku juga boleh. Kakak, terima kasih.

Sudah, sudah, kalian makan dulu. Aku tambah air. Artis terkenal tidak marah lagi kan. Liangchen. Kamu tidak terluka kan. Sini aku lihat. Tidak terluka. Yang benar? Kamu kenapa? Kenapa kamu tidak perhatian sama aku? Bukankah aku teman baik kamu? Kamu kan tidak berkelahi. Kenapa aku tidak berkelahi. Aku pegang sepatu dan menakuti mereka.

Benaran? sini aku lihat. Aku benaran terluka. Di mana? Kamu lihat. Tidak ada. Buta ya. Di sini. Di sini, di sini. Sakit, sakit. Lingchen, kamu tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Xiaosong. Rumah kakak kamu sangat bagus. Biasa saja. Rumah ini sudah terlalu tua. Kalau hujan bisa bocor. Nanti kalau aku sudah punya uang.

Atap rumahnya aku ganti. Buat apa tunggu nanti? Aku beli buat kamu. Tidak usah. Aku akan berusaha sendiri. Keras kepala. Biarkan dia saja. Aku dukung kamu. Sudah, tidak usah pura-pura. Aku tanya kamu. Shen Tingbai sangat baik sama kamu. Kamu sama sekali tidak tersentuh. Dia memang baik sama aku.

Tapi tetap saja aku tidak suka dia. Kamu paham tidak? Seperti kamu ingin makan mie, tapi malah dikasih daging. Menurut kamu, sebel tidak? Tidak sebel kok. Aku suka makan daging. Menurut aku, daging lebih enak daripada mie. Kita tidak bisa komunikasi. Kamu tidak bisa bersyukur. Aku tidak sanggup beryukur untuk hal ini.

Kamu sebenarnya suka yang seperti apa? Apa urusan kamu aku suka yang seperti apa. Kamu tidur saja, tidak usah mikir hal ini. Kamu sangat berat. Aku masih berat. Pelan dikit, itu menyakitkan. Aku juga tidak tahu. Waktu sudah malam. Angin meniup pintu jendela. Pikirkan sendiri. Apakah pernah serius? Pertama kali melihat pandanganmu. Tertanam di hatiku.

Jelas seperti bulan. Roh mengelilingi mimpi. Untung di kehidupan kamu ini, bisa bertemu denganku. Sudah malam masih belum tidur. Sedang apa sendirian di sini? Tidak bisa tidur. Kebetulan. Aku juga tidak bisa tidur. Temani kamu saja. Memasuki dalam mimpi. Semoga kita berdua di kehidupan ini. Selalu bersama. Sampai di akhir hayat.

Melewati musim semi dan musim gugur. Mimpi buruk tiada henti. Semoga kita berdua di kehidupan ini. Selalu bersama. Sampai di akhir hayat. Melewati musim semi dan musim gugur. Mimpi buruk tiada henti. Tunggu kita liburan lagi, bawakan kamu dua kotak ikan asin. Ya. Terima kasih kakak ipar. Pasti orang dari desa Xibazi yang melakukan ini.

Aku pergi cari mereka. Kamu tidak melihat langsung. Mereka mana mau ngaku? Keterlaluan. Gu Yanzhen. Gara-gara aku. Kamu apa? Bukan masalah kamu. Ya, bukan salah kamu. Salahkan aku saja. Semalam aku yang mulai duluan. Apa hubungannya sama kamu? Laporkan saja. Tapi kita juga tidak punya bukti. Perlu bukti apa? Lapor saja.

Nanti aku kasih tahu hubungi ke mana. Kamu bilang aja ini. mobil Gu Zongtang. Biar mereka yang urus. Kakak, jangan takut. Ayah dia pejabat sangat tinggi. Tipe yang ditakuti pejabat kecil di sini. Sekarang yang penitng, hari ini kita. gimana pulangnya. Shen Junshan. Kenapa kamu ada di sini? Kami main di rumah Xiaosong, mobilnya rusak.

Xiaojun. Kita pulang naik mobil dia saja. Mobil ini bagus, ada kanopi. Ayo berangkat, ayo berangkat. Ayo jalan, Liangchen. Buruan, Yanzhen. Huang Song. Ikut kami. Junshan. Jadi aku, Yanzhen dan Liangchen ikut mereka. Ayo jalan. Kalau tidak nanti malam tidak sempat absen. Kalau ini kamu tidak perlu khawatir. Nanti mobil kakak.

Jauh lebih cepat dari mobil kamu. Gu Yanzhen. Kamu dan Junshan sedang emosi kenapa? Sekarang bagaimana? Kita mau pulang. Kamu tidak percaya apa yang kakak bilang? Nanti kakak bawa kamu terbang. Terbang, terbang, terbang. Terbang, mulai tebang. Pelan dikit. Aku mau muntah. Kamu ngomong, seperti kamu benaran mau muntah. Bubar. Opera. Mu Guiying. Bagus. Bagus.

Tuan Guo sudah datang, untuk ketemu Xiaoyu. Xiaoyu. Ini adalah.. Ini adalah Nianqing. Apa kabar Xiaoyu? Anda sangat terkenal. Nama aku Pei Nianqing. Apa kabar? Xiaoyu. Menurut kamu ini bagaimana? Bagus. Kalau yang ini. Bagus juga. Kalau yang ini. Bagus. Kamu bisa tidak yang serius. Aku cukup serius. Lagian. Aku juga tidak paham ini.

Kamu minta aku ke sini kurang cocok. Tapi bagaimanapun. Kamu juga termasuk. Pemain di drama itu. Aku pikir kamu bisa bantu aku. Bantu aku lihat-lihat lagi. Sini. Menurut aku ini bagus. Jadi, kamu diutus kembali. Kenapa tidak? Sekarang perjanjian telah ditandatangani. Masalah perang di Dayukou, sudah tenang. Sudah tidak ada perang lagi. Lagian,

Ibu aku yang terhormat mengancam dengan nyawanya tidak mengizikan aku ke medan perang lagi. Makanya, pulang saja. Kamu seorang pejabat tinggi, jangan terlalu sembarang. Kamu lapang dada sekali. Kamu jangan bilang begitu. Jenderal Zhang adalah petugas baru waktu itu. Akmil Liehuo kita demi melatih tentara angkatan darat. Aku, tidak jauh dari medan perang. Nianqing. Sini.

Shuting. Shuting. Kenapa kamu minum banyak sekali? Sini. Mengapa kamu mau menikah dengan dia? Pelan dikit. Pelan dikit. Katakan padaku. Kenapa kamu mau menikah dengan dia? Pelan dikit. Kamu kenapa? Shuting. Shuting. Kamu kenapa? Nianqing. Mengapa kamu mengandung anak dia? Katakan, Kamu mengandung anak dia kan? Kamu berbuat seperti ini.

Kamu tahu tidak aku sangat sedih. Kamu tahu tidak? Jangan minum lagi. Pergi. Ikut aku. Tidak mau. Kamu harus ikut aku, tahu tidak? Nianqing di sana sendirian. Dia kesepian sendiri. Duduk di sana menunggu kamu. Kamu tahu tidak saat ini dia mengandung anak kamu. Kalau kamu masih lelaki, kamu harus ikut aku. Pergi.

Pergi, jangan ganggu aku. Kurang ajar kamu. Anak itu bukan punya aku. Kamu bicara sembarangan. Kalau bukan anak kamu, anak siapa? Kurang ajar. Dia telah dibius. Anak itu bukan punya aku. Kamu bicara sembarangan? kamu bicara sembarangan! Katakan, Ulah siapa? Ulah siapa? Katakan. Aku tidak tahu. Aku tidak tahu. Pasti ada beberapa orang lagi?

Ini semua salah aku. Seharusnya aku tidak biarkan dia tunggu aku di sana. Semua salah aku. Nianqing tahu tidak? Dia tidak tahu. Dia sudah terbius. Aku kasih tahu dia bahwa itu perbuatanku. Jadi gara-gara ini, kamu menikahi dia kah.