【FULL】Arsenal Military Academy Eps 2【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Arsenal Military Academy Episode 02 Petugas kemari, gantungkan dia ke tempat latihan. Aku tidak peduli latar belakang kalian. Di sini, Identitas kalian hanya 1, yaitu persiapan menjadi tentara. Mulai sekarang, siapa yang berani bergaya bos. Jangan salahkan aku tidak sungkan. Kenapa diam saja? Semuanya tidak mau makan malam lagi ya?

Ambil kopernya, Lari, Lari. Liangchen. Aku tidak sanggup, Kamu pikir apa sih? Ini, aku akan melaporkan kalian menindas. Marah! Maaf, lepaskan aku, aku bersalah, aku sudah tahu salah, aku sudah tahu salah. Kamu sedang apa? Jangan sentuh birku! Aku kan sudah memintamu lepaskan aku? Kalau tidak, bir ini untuk kamu, Kamu lepaskan aku,

Mobilku masih banyak, kasih kamu semua. Bir enak! Bir enak! Kasih kamu 2 Yuan, Ini ambil, anggap saja uang bir. Ambil! Kamu bercanda ya? Di lantai ada 2 Yuan milik siapa? Koin ini milik siapa? Tidak ada yang mau aku akan ambil ya. Mulai lari, cepat! Besok kita akan melapor apakah kamu gugup?

Kamu tenanglah aku akan jaga diri. Sejak kecil kondisi badanmu bagus, pernah berlatih kungfu dengan guru tua juga. Sekarang kamu berdandan jadi cowok masuk ke Akmil Liehuo. Jangan terlalu bersikeras, harus bisa menahan diri. Kalau sampai menarik perhatian orang dan ketahuan akan gawat. Kamu tenang saja. Aku tahu harus gimana, pertahankan di posisi aman saja,

Tidak cari masalah. Cepat lari. Cepat, cepat! Kalian semua belum makan ya. Mereka baru saja datang, cara latihan begini apa tidak terlalu sadis? Ini termasuk yang ringan, kelompok tentara tuan muda ini, harus dengan cara ganas. Jadi kamu bermaksud, melatih mereka seperti tentara baru biasa, sepuluh kali lebih keras dari tentara biasa!

Kali ini kita rekrut orang, untuk menunjukkan kemampuan. Sekarang ini masing-masing pihak, sedang memperhatikan kita. Mereka mengharapkan kita melakukan kesalahan. Kita harus lebih fokus. Kalau begitu pekerjaan Ketua Guo gimana? Biarkan saja, Tidak usah harapin dia. Anggap saja dia tidak ada. Baik. Ada yang meninggal, ada yang meninggal! Orang-orang ini membuliku, orang-orang ini psikopat.

Kamu sudah boleh istirahat. Kamu sedang apa? Masih kurang 2 putaran. Bukankah aku sudah selesai lari? Lari apa yang sudah selesai? Cepat! Instruktur, kalau tidak kita negosiasi dulu. Masih kurang 5 putaran, 10 putaran. Jangan, jangan! Aku lari saja. Cepat! Semua mulai lari. Liangchen. Semangat! Pertahankan, masih ada 2 putaran. Aku sudah tidak sanggup,

Paru-paruku seperti kebakar. Kamu gunakan lidah, tahan gusi atas, tutup mulut dan gunakan hidung untuk bernapas. Coba! Tidak bisa, aku sudah tidak bisa, sudah hampir sampai. Aku tidak bisa, aku sudah tidak sanggup. Kamu larilah. Kamu tidak lari ya? Aku sudah tidak sanggup. Kalau begitu aku juga tidak lari. Kamu tidak lari?

Kalau gitu aku temani kamu. Temani kamu tidak makan, temani kamu tidur di tempat latihan. Siapa bilang kamu orang jujur? Aku, memang orang jujur. Kamu tidak ingin makan, aku masih ingin makan. Ayo! Kamar tunggal. Kamu sedang apa? Kenapa kamu bisa di sini? Kamu gila ya? Kenapa aku bisa di sini? Ini kamarku,

Jangan-jangan kamu kira kamu tinggal sendiri. Kamu kepala sekolah ya? Seorang laki-laki menyimpan barang begini, kamu psikopat ya? Kenapa harus kamu? Aku tidak mau tinggal bersamamu. Kamu kira aku ingin tinggal bersamamu ya? Aku akan pergi ke instruktur untuk ganti kamar sekarang. Mau aku bantu buka pintu tidak? Semuanya, segera kumpul! Tadi siang sudah bertemu,

Aku tidak perkenalkan diri lagi. Mulai hari ini, semua latihan, belajar, hasil ujian, kalian dalam Akmil ini, adalah urusan aku. Aku orang yang santai, tapi satu penyakitku, yaitu takut repot. Asalkan kalian tidak merepotkanku, semuanya akan aman dan bahagia. Tapi apabila ada yang membuatku tidak senang, jadi, maaf saja.

Aku mungkin bukan orang yang santai lagi, aku terus terang saja, Aku sebutkan beberapa permintaanku, kalau kalian bisa melakukannya, aku percaya kalian, bisa melewati, 2 tahun yang sangat bahagia. Pertama, mematuhi aturan asrama dengan ketat. Setiap hari bangun jam 6 pagi, Jam 6.10 selesai beresin kamar, jam 6.20 siap berpakaian dengan rapi,

Jam 6.30 mulai sarapan. Telat 5 menit sarapan dibatalkan. Telat 10 menit lari 20 putaran dengan membawa beban. Telat 15 menit, berendam sehari. Lapor! Katakan. Apa itu berendam? Besok kamu tidur lebih lama, hingga telat 15 menit kamu akan mengetahuinya. Kedua, Setiap hari tepat pada pukul 9 matikan lampu dan tutup pintu.

Yang pulang telat dihukum pukulan 30 kali. Bagi yang tidak pulang, langsung pecat! Dalam asrama, dilarang merokok dan minum alkohol, berjudi. Kalau tertangkap ada yang menggunakan narkoba, langsung tembak mati. Orang tua kalian datang juga tidak bisa menolong kalian, Jangan kira aku cuma menakuti kalian. Selain itu, aku tidak larang berkelahi,

Tapi apabila ada yang merusak barang-barang dalam asrama, hati-hati dengan bokong kalian. Ada lagi, selain hari libur nasional, akmil melarang untuk keluar. Ada urusan laporkan lebih awal, tapi bukan berarti aku akan menyetujuinya. Yang lain aku lupa. Lain kali ada yang berbuat kesalahan, aku ingatkan kalian lagi. Tapi ada sedikit yang ingin aku peringatkan,

Harus menganggap ucapanku dengan serius. Jangan kira aku bercanda, sini adalah Akmil Liehuo, bukan tempat bermain. Sekarang! aku mau periksa barang pribadi kalian, Semoga kalian tidak membawa barang-barang terlarang. Hari pertama ketemu, aku mau tinggalkan kesan yang bagus buat kalian. Periksa! Ini juga barang terlarang tahu tidak, Tipe lama begini, masih ada yang pakai.

Bisa mematikan orang tidak? Bunuh ayam saja susah. Simpan yang benar. Jangan keluarkan, buat malu saja. Koki di Akmil kita, menggunakan pistol mauser semua. Ambil kaus kaki ini, Ambil! Buka! Keluarkan! Permen yang bagus, simpan di kaus kaki tidak takut bau ya? Ini, ini baru Instruktur, Ini punya kamu ya? Aku tanya kamu punyamu bukan?

Barang apa? Aku. Aku. Lapor instruktur, kotaknya salah taruh, Punyaku. Lihat apa? Tidak boleh ada yang punya hobi ya? Hobi kamu sangat unik? Pacarku yang kasih, dia bilang aku mau masuk Akmil, mau melewati hari biksu, kasih aku sebagai kenangan. Instruktur, aturan Akmil tidak melarang punya pacar kan. Tadi yang tidak lolos, keluar.

Mereka bertiga pukul 5 pukulan, lari 20 putaran. Kenapa harus menghukum kami? 10 pukulan. Instruktur, tidak ada hubungan denganku kali, aku tidak ngomong apa-apa. 20 pukulan. Bagaimana dengan Gu Yanzhen? Bawa pergi. Instruktur hebat sekali. Tadi terima kasih ya. Kamu bilang apa? Aku tidak kedengaran. Aku bilang. Terima kasih. Tidak usah.

Kita tinggal di satu rumah, sudah seharusnya saling membantu. Bantu aku cuci baju, dan bawakan aku teh, bantu aku lap sepatu juga. Oh iya, kamu ngomong sekali lagi. Kita semua tinggal bersama, sudah seharusnya saling membantu . Kamu tenang saja, aku tidak akan merendahkan percintaanmu. Nyaman sekali! Huang Song, Huang Song. Junshan, Junshan. Junshan.

Tolong buka pintu! Junshan, Ini tidak seru deh, Junshan. Shen Junshan, maksudnya apa? Junshan, Terima kasih! Silakan! Minta bir. Iya. Bir Anda. Hari ini cukup sampai sini. Lain kali kumpul lagi. Silakan! Baiklah hari ini sampai sini dulu. Kita kumpul lagi lain kali. Baik. Punya Ketua Guo. Iya. Terima kasiih. Iya. Ketua Guo bir Anda?

Mana nyonya bos kalian? Nyonya bos kami, pergi bahas bisnis. Malam-malam begini, ada bisnis apa yang bisa dibicarakan? Bisnis tidak bagus. Gimana bisa bayar uang sewa Anda? Anda bebas ya. Siapa yang suruh kamu bayar sewa? Kakak Yu sudah pulang. Kakak Yu ada waktu minum sebentar tidak? Kakak Yu selamat malam. Kakak Yu.

Kakak Yu hari ini cantik sekali. Kakak Yu. Ketua Guo. Tempat lama. Sejak kapan dia datang? Baru datang. Baru datang sudah mabuk begini. Xiaoliu, Minta bir lagi. Xiaoliu, Minum air. Sudah pulang ya. Kenapa aku merasa badanmu? ada bau amis? Badan siapa saja ada bau amis. Sudah pulang berapa hari? Rumah gimana?

Sekarang Jerman dan Jepang sedang perang, Menurut kamu bisa gimana? Kebetulan kamu pulang, tuangkan aku bir. Tidak jual ke kamu. Kamu buka bar? Tidak jual bir jual apa? Jual badan ya! Kamu mau tidak? Aku tidak sanggup beli. Aku dengar, Akmil Liehuo kalian sudah buka lagi. Dia buka Akmilnya, apa hubungannya denganku. Kamu wakil supervisor,

Dan juga petatihnya, Kenapa tidak ada urusan denganmu? Kakak Yu, Biarkan dia di sini dulu, tunggu dia sadar baru bawa ke atas. Minta dapur siapkan bubur dan sedikit sayur. Dia mau makan setelah bangun. Iya. Liangchen kamu sudah bangun belum? Iya, iya. Liangchen. Iya jangan kejar lagi. Liangchen. Sini sungguh mewah! Ini istana ya? Kampungan!

Marahi siapa, kamu sedang ngapain? Kenapa nyelip antrian? Sudahlah. Sudahlah, sudah Liangchen. Sudahlah! Emang kenapa kalau nyelip antrian? Liangchen makan telur. Terima kasih. Selamat pagi! Selamat pagi! Selamat pagi! Halo! Namaku Huang Song. Aku tahu. Hercules kan. Namaku Ji Jin. Dia Shen Junshan. Halo! Aku, Huang Song. Tidak usah pedulikan dia, Dia memang begitu.

Kera kurus. Kamu panggil apa? Panggil siapa kera kurus? Sangat emosional? Aku cuma asal tanya saja, Panggil apa? Aku Xie Liangchen. Xie Liangchen, Nama yang bagus! Kalian tinggal di mana? Leluhurku di Shandong. Rumah kami di Beijing. Beijing? Beijing kenapa sampai sini. Aku orang lokal, kedepannya kita adalah teman Akmil, Ada masalah bilang.

Sudah lihat koran hari ini belum? Jerman dan jepang mulai perang, di Shandong, Sekarang! Di Koran pada marah, setiap kata menusuk. Tapi mereka sedang marah ke siapa? Marah orang Jerman! Marah orang Jepang! Salah! Mereka sedang marah tentara kita! Sedang marah tentara kita, sedang marah aku, juga kalian! Hari ini Shandong, besok Feng’an.

Tunggu langit Shunyuan, dipenuhi dengan pesawat tempur, di jalan dipenuhi meriam, dan tank, kalian mau berharap kepada siapa? Pemerintah Beijing, atau tentara revolusi wilayah selatan? Saat orang tua, saudara kalian, jatuh dalam api perang. Saat istri dan saudara perempuan kalian, dilecehkan musuh, kalian masih ingin berharap kepada siapa? Siapa pun tidak bisa kalian harapkan,

Kalian hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semua kecaman, protes, tidak akan membantu. Akhirnya, kalian hanya bisa mengharapkan, senjata di tangan sendiri. Kalian adalah murid Akmil Liehuo, angkatan ke-7. Aku berani jamin, kalian adalah, tentara terburuk yang pernah aku lihat. Tapi merupakan yang paling pemberani, sebagian besar kalian punya latar belakang baik, Pernah belajar dan sekolah,

Pernah ke luar negeri. Sekarang di saat ini, orang yang punya sedikit penghasilan pindah ke wilayah selatan. Yang berpenghasilan lebih, langsung mengamankan diri ke luar negeri, sedangkan kalian memilih bergabung dengan militer untuk saat ini, ini bisa membuktikan keberanian kalian. Jadi, demi membalas keberanian kalian, aku jamin kalian akan mengalami, pelatihan yang paling menderita,

Membuat kalian menjadi tentara paling hebat. Di perang masa depan, melindungi negara kita, melindungi rakyat kita, punya percaya diri tidak? Punya! Lebih keras lagi! Punya! Kamu kenapa? Lapor Instruktur. Sarapan pagi makan telur terlalu banyak, Kenyang. Jangan tertawa! Jangan bacot, cepat! Supervisor Lu. Jangan dorong aku. Teman ini tidur terus di asrama.

Kemarin malam kamu tidak dengarkan aturan ya. Instruktur. Kemarin malam ngomong begitu banyak. Aku mana bisa mengingatnya. Kelihatannya ingatanmu tidak begitu bagus. Instruktur, Sebenarnya aku bukan sengaja tidak bangun, aku benar-benar tidak dengar, bunyi alarm, dan itu, Itu? Betul, Dan dia. Kemarin aku, suruh dia membangunkanku, dia tidak membangunkanku, makanya aku telat.

Menurutmu dia harus tanggung jawab tidak? Kalau tidak kali ini biarin saja. Lain kali, tidak berbuat kesalahan lagi. Kamu! Kalau besok dia masih tidak bisa bangun, kamu dihukum bareng dengan dia, ada komentar, tidak? Tidak. Lebih keras lagi! Tidak! Di Liehuo, tidak ada syarat yang bisa dibicarakan. Tidak ada belas kasihan. Aku harap kalian,

Ingat baik-baik. Yang bisa kalian lakukan hanya satu, yaitu mengikuti perintah. Mengerti tidak? Mengerti! Mengerti! Berhenti! Berendam, Sebelah sana! Instruktur. Bawa pergi. Ayo. Instruktur dia gimana? Apa itu berendam? Nyaman tidak? Berdiri tegak! Nyaman! Hadap kanan. Kalian pernah mengalaminya? Ada, ada, ada! Jalan di tempat! Ada semua. Enak sekali ya. Iya dong. Liangchen, Liangchen.

Tidak apa-apa? Tidak apa-apa, ayo! Ayo! Ikuti! Cepat, cepat ikuti! Cepat! Cepat, cepat sedikit! Kalian tentara, bukan nona. Cepat! Liangchen pertahankan, Liangchen pertahankan. Cepat tutup mulutnya. Pertahankan ya Liangchen. Anak ini sudah tidak sanggup. Seorang tuan muda, bisa sehebat apa? Kelihatannya besok harus keluar dari sekolah. Pei… Sampah! Liangchen, Kamu bisa tidak?

Kalau tidak aku sendiri saja? Tidak apa-apa. Aku bisa. Semangatlah! Pertahankan, Titik akhirnya sudah di depan! Pertahankan. Sampah! Tidak berguna! Kalau kalian mau mengharapkan orang lain, kamu beresin barang kalian pergi sekarang juga, daripada nanti di medan perang tidak, melibatkan saudara yang lain. Instruktur Song. Diam! Ada minta kamu bicara tidak? Siapa minta kamu bicara?

Sekarang kamu bantu dia, berarti ingin dia cepat mati saat , di medan perang nanti. Kalian adalah tentara, tidak ada yang tidak bisa. Terus maju! Cepat! Liangchen semangat! Liangchen pertahankan! Pertahankan! Lari! Kamu lari dong! Nona cantik, mau lari ke mana? Kakak, pukul dia, pukul dia! Lepaskan! Lepaskan! Lepaskan! Xiangxiang cepat lari! Jangan pukul kakakku!

Kakak, Kakak, Xiangxiang. Cepat lari! Maju! Xiangxiang, cepat lari! Jangan berhenti! Cepat! Materi kamu hari ini lumayan bagus, Aku mendengarnya sampai darah membara-bara. Oh ya? Sayang sekali, Sepertinya aku sudah tua, sudah tidak bisa merasakan darah membara. Kamu memberi mereka petunjuk, kamu malah tidak bisa merasakannya. Darah anak muda selalu panas, farah yang panas,

Lebih percaya harapan. Menurutku anak itu sudah tidak sanggup. Anak orang kaya bisa bertahan berapa lama, kali ini sudah cukup baginya. Bukankah begitu. Berhenti! Sini. Ayo ke sini. Sini. Aku bunuh kalian. Jangan biarkan dia kabur. Kalian cepat! Tangkap dia! Berhenti! Jangan lari! Berhenti, berhenti! Tidak pukul lagi. Jangan lari! Sudah janji ya.

Tidak pukul lagi. Sekarang aku balik ke penjara. Pukul dia! Pakai otak kalian, bocah. Sudah bilang tidak pukul lagi, kalian mengerti tidak moralitas dunia persilatan. Kenapa kamu pulang sendiri? Mana Liangchen? Liangchen dan aku keluar dari tim. Dia takut aku kena hukuman karena telat, jadi aku pulang sendiri. Dia memaksaku pulang, sangat keras kepala! Iya.

Tuan besar ini, tidak keras kepala, mana bisa datang jadi tentara? Kumpul! Latihan hari ini selesai sampai sini, pergi makan dulu di ruang makan. Bubar! Lapor! Instruktur Song. Patuhi perintah! Bubar!