【FULL】Detective Chinatown Eps 11【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Siapkah kalian untuk memasuki undangan hantu yang sebenarnya? Apakah aku akan sama seperti Tuan C, dibunuh oleh Ghost? Jika sampai sebelum permainan berakhir masih belum menemukan pendosa yang terakhir, maka kalian akan mati bersama dengan para penonton di tempat yang sama. Bos pasti adalah si pendosa. teman-teman semua ayo habisi dia!

Jangan berisik! Aku akan mengatakan yang sebenarnya! Dari informasi kalian semua, aku bisa menganalisis siapa jati diri pendosa ini. Di mana Ji bersembunyi? Kakak, itu adalah… Bom api. Di dalam toilet! Di dalam toilet, sepertinya ada orang yang meninggal. Pendosa yang ingin dicari oleh Ji adalah kamu… Fei. “Prajurit itu licik. Karena itu, tunjukkan bahwa kau tidak bisa dan tidak menggunakannya…Strategi ini, seharusnya tidak diteruskan.”——”Kutipan dari ‘Art of War’ Sun Tzu” Benar, kalian tidak salah lihat. Ini adalah Detektif Chinatown.

Gaya menggambar berubah hanya karena pemeran utama telah berganti jadi kami. Mengenai siapa kami, carilah jawabannya dalam serial ini. Aku hanya ingin mengatakan, asalkan kami muncul semua akan menjadi berbeda. Detective Chinatown Undangan Hantu Lima tahun lalu Ji diracuni olehmu. Jadi, demi bisa bermain kamu bahkan bisa meracuni rekan satu tim-mu. Demi bisa bermain,

Kamu telah membunuh seorang jenius! Jenius? Dia seorang jenius, lalu, aku ini apa? Bertahun-tahun ini, siapa dari kalian yang pernah melihatku? Aku setiap hari dan malam terus berlatih. Tetapi kalian membuatku tahu, selama Ji masih hidup aku tidak akan punya kesempatan untuk bermain. Jika saat itu yang main itu adalah aku…

Memangnya kenapa kalau kamu yang main? Kalau kamu apa kita bisa menang? Mungkin tidak akan kalah kepada kalian. Fei. Kamu menilai dirimu sendiri terlalu hebat. Apakah kamu dan Ji berada di tingkat yang sama? Saat itu jika kamu menambahkan racun yang lebih banyak untuknya, kamu tetap seorang pemain pengganti. Pemain pengganti?

Kalian semua yang duduk di sini siapa yang bukan berasal dari pemain pengganti? Kenapa hanya aku yang harus selalu hidup di bawah bayang-bayang Ji, selamanya menjadi seorang pemain pengganti? Selama ini, setiap hari selalu bertanding, latihan, bertanding lagi dan kembali latihan. Bagaimana dengan kalian? Ada yang sibuk siaran langsung, mengendarai mobilnya, yang berjudi pergi berjudi.

Kalian datang mencariku untuk bertanding, aku siap, aku siap. Aku tidak mengharapkan apa-apa. Aku hanya ingin membuktikan satu hal. Aku, Fei, tidak akan bermain lebih buruk daripada Ji. Aku tidak ingin menjadi pemain pengganti Ji! Apa maksudmu mengatakan semua ini? Ghost ada di dalam permainan, pergilah buktikan. Mulai sekarang

Akan kubunuh setiap orang yang aku temui. Datanglah dan cari aku. Ayo. Kamu baik-baik saja? Kemarilah, Bocah. Lihat seberapa hebat kemampuanmu. Siapa yang punya obat? Kemari bantu aku! Jangan bergerak, aku segera ke sana. Fei ini benar-benar sangat hebat. Benar. Rasanya dia benar-benar bisa berhadapan dengan Ji pada masa itu.

Sudah hampir mati, sudah hampir mati! Bagaimana keadaannya sekarang? Mereka berdua ada di lantai atas. Tunggu apalagi? Ayo naik bersama. Bersama? Kamu memaksa mereka masuk, pada akhirnya yang diserang malah kita dan mobil klasik ini. Jika kamu ingin naik, pergilah sendiri. Baik. Kamu kira aku takut padanya? Tunggu. Bukankah dia ingin bertemu dengan Ghost?

Lihat siapa yang lebih kejam. Aku sekarang sedikit percaya. Fei berkata bahwa jika saat itu dia bermain, mungkin tidak akan kalah. Fei memang bagus. Tetapi Ji pada masa itu, tidak akan pernah bisa tergantikan. Baik. Saat kalian mencari pelindung… Aku mengandalkan kalian. Hari ini, kuserahkan kepadamu. Oke, boleh. Masih ada 15 menit terakhir.

15 menit, ya. Setengah jam sebelum pertandingan dimulai, Ji tiba-tiba kembali secara ajaib. Ghost…Ghost… Ji sudah kembali. Tetapi pertandingan hari itu tetap kalah juga, kan? Iya. Hari itu keberuntungan bukan di pihak kami. Kami terjebak oleh serangan besar dari tim tirani. Harapan kami satu-satunya hanyalah Ji. Namun di tangannya, hanya ada satu peluru yang tersisa.

Satu peluru mana mungkin bisa membunuh empat orang? Temukan kotak pasokan dan kita akan menang. Aku akan melindungimu! Pergi, pergi! Pergi! Pergi! Aku pergi ambil peluru. Kamu tunggu di sini. Hati-hati. Baik. Angsa Besar, laporkan isinya. Rompi Geely, Helm Grade 3, AWM, Lensa 8x. Peluru? Tidak ada. Kita sudah dikepung,

Kita akan kalah dalam permainan ini. Kalau tidak ada, cepat kembali. Hati-hati. Angsa Besar, aku datang. Kakak Diao, jangan menyerang dengan gegabah. Kakak Diao! Meski telah ditekan mati-matian oleh tim tirani, tetapi Ji masih menggunakan satu peluru terakhir di tangannya. Satu peluru, empat orang musuh. Hampir saja, dia akan membalikkan keadaan. AWM.

Ghost sudah mulai turun tangan. Ada apa ini? Fei, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu bunuh diri? Ada apa denganmu? Kamu bertemu dengan Ji di dalam permainan, benar, kan? Itu Ji, tetapi juga seperti bukan Ji. Dia lebih hebat daripada Ji. Dia benar-benar terlihat seperti hantu, muncul dengan tiba-tiba. Fei,

Kamu jangan curiga berlebihan sehingga membuat orang takut. Saat itu kamu masih muda, punya keinginan untuk bermain dalam pertandingan, semua orang dapat memahaminya. Kamu tidak ingin membunuh Ji. Dia pasti akan memaafkanmu. Kalian semua akan mati, tidak akan ada yang bisa melarikan diri. Kalian semua akan mati. Aku menemukan Ghost! Semuanya bekerja sama. Bunuh Ghost.

Cepat! Kamu tetaplah di sini, jangan bergerak selangkah pun. Apa kamu mengerti? Cepat. Fei, Kakak Angsa Besar ada di sini, aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu. Kutanya padamu, apa yang Ghost katakan padamu tadi? Tadi kamu mengatakan bahwa Ghost sama seperti hantu itu apa maksudnya? Angsa Besar,

Untuk apa berlagak perhatian seperti kakak perempuan? Cepat masuk ke dalam permainan! Fei, kamu cepat katakan kepadaku. Kakak Angsa ada di sini. Dia sudah meninggal. Apa yang kamu lakukan? Melihat dalamnya ikatan persaudaraan kalian. Sakit jiwa! Pergi mati saja! Masih ada pendosa. Jangan sampai ada lagi. Aku datang untuk bermain, malah menjadi investigasi. Apa pendapatmu tentang strategi berikutnya? Begitu pendosanya menghilang, gencatan senjata tidak akan efektif lagi. Kita berdua adalah komandan, pasti akan menjadi target semua orang. Hal terpenting adalah disini masih ada lawan yang kuat. Ghost? Sebelum mengalahkan Ghost, kita berdua harus bersatu.

Tidak bersedia? Kebetulan sekali. Kita kembali lagi. Angsa Besar, jangan sungkan kalau ingin peluru. Sekarang sedang dalam keadaan apa, masih saja berbicara omong kosong. Bagian ini sudah kuperiksa, tidak menemukan Ghost. Hanya tersisa tempat perlindungan dari serangan udara, aku tidak berani masuk. Skenario yang sama, tempat persembunyian yang sama. Namun kali ini,

Dia memiliki lebih dari satu peluru. Dia ingin mengalahkan kita di tempat yang sama saat dia kalah dari kita dulu. Dia punya pistol, kita punya racun. Lingkaran racun akan menyusut. Kita cukup berjaga di depan pintu masuk saja. Undangan turnamen macam apa ini? Kalian tidak merasa bahwa Ghost yang terus membawa kita kembali dalam

Hari-hari pada lima tahun lalu? Kalian adalah orang yang terlibat. Pertama, kejadian keracunan di ruangan pelatihan. Lalu, lokasi yang ditentukan sebagai tempat pertandingan. Tunggu sebentar. Kamu bilang undangan turnamen dari Ghost dengan skenario kompetisi itu sama persis, kan? Selain dari para lawannya, pengaturan komputernya juga sama persis. Fei, apa yang kamu lakukan? Fei? Fei!

Tidak ada jalan keluar. Siapa pun dari kalian tidak akan bisa keluar. Fei, kamu cepat turun. Di sana bahaya! Fei! Fei! Fei! Ji, maafkan aku. Kakak Koji, sebenarnya aku terus mengawasi dia. Tetapi aku tidak tahu mengapa dia tiba-tiba menghilang. Seolah-olah seperti kesurupan, apakah benar-benar ada hantu? Sudah mati. Sudah mati. Hanya tersisa kita berdua.

Hanya tersisa kita berdua. Hanya tersisa kita berdua. Asal kamu tahu, kamu ini brengsek. Kamu benar-benar menganggap dirimu sebagai Tuhan, ya? Ingin siapa mati dan dia harus mati? Aku tidak peduli kamu itu Ji atau siapa, kamu cepat keluar! Kamu tenang sedikit! Kamu tenang sedikit! Diam kamu! Cepat kamu keluar!

Kamu mau sampai bagaimana baru merasa puas? Kami datang untuk bertanding, Bukan datang untuk bermain permainan horor denganmu! Bukankah kamu bilang ada pendosa? Keluarlah dan katakan siapa! Keluar! Mungkin Ghost sudah memberikan petunjuk kepada kita. Petunjuk apa? Di tempat pertandingan final, pertarungan menentukan pada lima tahun yang lalu…

Tim H5 menggunakan formasi bunuh diri untuk melindungi Ji dan Angsa Besar mundur ke kotak pasokan karena mereka tahu satu-satunya harapan untuk membalikkan keadaan adalah dengan membiarkan raja sniper mendapatkan peluru. Peluru? Tidak ada. Tetapi karena kotak yang ditemukan Angsa Besar tidak memiliki peluru, Ji hanya bisa mundur ke tempat perlindungan serangan udara.

Ini menyebabkan operasi terakhir mereka dan gagal pada akhirnya. Angsa Besar! Jika peta hari ini dan lima tahun lalu semuanya sama persis, Maka isi dari kotak pasokan hari ini harusnya juga sama persis. Angsa Besar tadi mengatakan dengan sangat yakin, ada pistol dan peluru. Itu membuktikan. Lima tahun lalu, Angsa Besar sedang berbohong.

Angsa Besar, laporkan isinya! Rompi Geely, Helm Grade 3, AWM, Lensa 8x. Peluru? Tidak ada. Ghost membawa kita ke tempat di mana dia kalah saat itu. Bukan untuk mengalahkan kalian, tapi ingin memberitahu kalian siapa pendosa saat itu. Kamu yang melakukan kecurangan dalam permainan. Selain itu, partner terbaik yang selalu melindungimu… Kakak Diao. Kakak Diao, Angsa Besar, kalian katakan dengan jelas. Apakah kalian sudah melakukan kecurangan? Benar!

Sia-sia kami begitu menyukai kalian! Kenapa kalian melakukan hal seperti ini terhadap Ji? Detektif yang hebat, kamu ingin membuat kami berdua terpojok, benar, kan? Baiklah. Kalau begitu kami lihat, siapa yang bisa hidup sampai akhir. Kubunuh kamu. Angsa Besar! Angsa Besar, apa yang sedang kamu pikirkan? Habisi mereka! Angsa Besar! Ghost, aku adalah pendosa, maaf.

Saat itu tidak seharusnya aku melakukan kecurangan. Aku tidak seharusnya curang. Aku mohon berikan sebuah jalan hidup untukku. Semua hal yang aku lakukan, akan aku katakan kepada mereka. Aku mohon kepadamu. Aku mohon kepadamu. Kuharap kamu bisa melepaskan aku, lepaskan aku. Aku mohon padamu, Ghost! Waktu… waktunya berhenti! Berhenti! Waktunya berhenti. Katakanlah, lima tahun lalu

Sebenarnya apa yang terjadi? Lima tahun lalu, Kakak Diao memintaku membawa uang ke tempat dia biasa bermain judi karena keperluan mendesak. Kakak, Kakak, aku teman dari Kakak Diao, dia memintaku datang kemari untuk membantunya membayar. Angsa Besar, Angsa Besar, Angsa Besar! Kakak Diao. Kakak Bao. Ini masih kurang banyak. Uang sedikit begini, untuk apa?

Untuk bunganya. Kakak Bao, Kakak Bao! Maaf, berikan aku sedikit waktu lagi. Kumohon, kumohon. Aku pasti akan segera membayarnya. Aku pasti akan membayarnya. Kudengar, kalian bermain E-sport? Jangan begini, kalian berdua tunggu sebentar. Saudara sedang mengalami kesulitan, kalian tidak mungkin membiarkannya mati tanpa membantu, kan? Yang kamu katakan ini bukan untuk menolong saudara.

Kamu membiarkan saudara terjun ke dalam lubang api. Bagaimana jika kalian juga bisa membantu diri kalian sendiri? Apa maksudnya? Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya mempedulikan kamu saja. Pacarmu berharap kamu dapat memiliki uang untuk membeli rumah. Berapa banyak yang kamu punya sekarang? Lalu, Tuan C, pinjaman dua buah mobil sport kamu,

Pasti sangat berat, kan? Dari mana kalian mendapatkan uang? Menang pertandingan mendapatkan bonus? Kondisi dan kemampuan berkompetisi kita saat ini sudah sampai di puncak. Ke depannya, anak-anak muda sangat cepat akan menggantikan kita. Jika tidak mendapatkan uang sekarang, apa kalian berharap bisa mendapatkannya di masa depan? Uang kali ini,

Setara dengan pendapatan kita selama lima tahun ke depan. Sangat menguntungkan. Membantu saudara, juga membantu diri sendiri. Tidak perlu dipikirkan lagi. Kalau begitu, menurut kamu… apa dia akan setuju? Serahkan dia padaku. Malam itu, kita membuat janji untuk minum di sebuah bar kecil. Kami tidak bicara banyak. Minum, jangan berpikir terlalu banyak! Bos,

Apa yang kamu lakukan? Bos! Minumlah! Sedang apa? Hanya ingat, Bos dan Tuan C saat sudah mabuk berkata bahwa mereka ingin mengembalikan uangnya. Halo. Di tanganku ada rekaman di mana kalian melakukan kecurangan dalam pertandingan. Diao Delong, jika malam ini kalian semua tidak keluar untuk menemuiku, tunggu saja berita besok pagi. Kakak Diao. Hati-hati, hati-hati.

Bertemu di tempat apa ini? Kamu tidak mengenali tempat ini? Benar juga. Begitu lama tidak kemari, sudah hampir melupakan tempat ini. Bulan depan, akan segera dibongkar. Melihat poster-poster ini sekarang, sangat ingin tertawa. Dengan orang-orang payah seperti kalian, masih berani menjadi ambasador sebuah warnet. Ji, sebenarnya hal ini berbeda dengan yang kamu pikirkan.

Kamu bisa mendengarkan penjelasanku. Bos dan Tuan C? Mereka tidak akan datang. Mana barangnya? Kita bicara setelah semua orang di sini. Aku sudah bilang mereka tidak akan datang. Lupakan saja kalau begitu. Kami sudah datang, kamu anggap aku sebagai angin? Sudah, sudah, sudah. Kita rekan satu tim, jika ada yang ingin dibicarakan,

Kita duduk dan bicarakan baik-baik. Aku tidak memiliki rekan satu tim yang bermain curang. Berada di tim yang sama atau tidak itu bukan masalah, serahkan rekamannya padaku. Ke depannya kita akan jalan masing-masing. Hati-hati. Aku sebenarnya tidak punya rekaman. Aku menyuruh kalian datang kemari karena ingin mengatakan, carilah pekerjaan baru. Ke depannya di lingkaran E-sports

Tidak ada tempat untuk kalian mencari nafkah. Ji! Ji, dengarkan aku! Kejadian sebenarnya… Kamu… kenapa kamu memukulnya? Apa yang kamu lakukan? Ji! Berdarah! Bagaimana ini? -Apa yang kamu lakukan? -Mencari barang bukti. -Angsa Besar -Ayo cari! Cepat pergi! Cepat pergi, cepat pergi! Tidak ada Barang bukti! Dia tidak mati, kan? Paling hanya pingsan saja.

Baguslah kalau begitu. Bagus apanya! Barang bukti rekaman kita, masih belum ditemukan. Sampai saatnya dia mempublikasikan itu, seluruh dunia akan merendahkan kita, apa kamu tahu? Masih bagus jika hanya dikeluarkan dari lingkaran E-sports, para orang-orang itu akan memperlakukan kita seperti apa? Lalu, harus bagaimana? Kamu ikut kembali bersamaku, kita pergi bunuh dia.

Ide buruk macam apa itu? Tidak boleh membunuh orang. Katakan sekali lagi. Bagaimana mungkin kita pergi membunuh Ji! Berhenti. Berhenti! Berhenti! Apa yang kamu lakukan? Kamu orang tidak berguna! Kamu tidak pergi, aku pergi sendiri! Hei! Lalu aku pergi sendirian ke hutan untuk mencarinya. Diao! Tetapi aku tidak dapat menemukan dia. Kamu pergi ke mana?

Sejak saat itu, Ji tidak pernah muncul lagi. Itu dia! Kakak Diao yang membunuh Ji! Kamu bilang Ji sudah meninggal? Benar. Yang dia katakan itu benar? Dasar sampah, aku menganggapmu sebagai saudara, kamu malah menusukku dari belakang! Lepaskan! Katakan semuanya dengan jelas. Pisau ini digunakan untuk menusuk saat itu. Katakan? Bagaimana caramu membunuh Ji?

Lalu bagaimana cara menangani mayatnya? Mayat apa? Aku sama sekali tidak membunuh Ji! Dia yang sembarangan menuduh. Apa ada orang yang lebih jahat darimu? Aku jahat? Apa kamu tahu? Anjing yang bisa menggigit tidak akan bersuara. Malam itu setelah minum-minum, Jelas-jelas dia yang menarikku dan ingin mengantarku pulang.

Aku sejak awal sudah mabuk sampai tidak sadar, sama sekali tidak tahu dia akan membawaku ke mana. Akhirnya begitu sampai di warnet, dia tidak berbicara banyak dan langsung memukul Ji. Tetapi karena tidak menemukan rekaman, aku khawatir jika kita tetap berada di sana Angsa Besar akan kehilangan kendali. Jadi aku langsung membawanya pergi. Angsa Besar,

Ayo pergi. Tadi itu seharusnya langsung bunuh dia. Sepanjang perjalanan pulang aku terus memarahinya. Aku terus memarahinya. Aku mintanya jangan pernah menyentuh Ji lagi. Pada akhirnya, dia tiba-tiba berkata, hal sudah menjadi seperti ini akan tanggung jika tidak diselesaikan. Bunuh saja Ji. Untuk menghindari mimpi buruk di masa depan.

Karena aku tidak mungkin membiarkan beberapa dari kita ikut tenggelam bersama dengannya, apa kamu tahu? Aku baru berbicara beberapa kata, rasanya ingin muntah. Saat itu aku sangat marah. Tetapi aku sangat pusing dan ingin muntah. Aku biarkan dia menghentikan mobilnya. Akhirnya begitu aku selesai muntah, dia sudah menghilang. Angsa Besar! Dia orangnya,

Dia yang kembali lagi untuk pergi membunuh Ji. Kamu ini berbohong tanpa perlu melihat naskah. Jika benar sesuai dengan yang kamu katakan, kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal? Harus menunggu aku selesai bicara baru kamu katakan? Itu karena aku menganggapmu sebagai saudara. Aku tidak ingin kamu dipenjara. Aku tidak ingin melihatmu mati. Omong kosong!

Menganggapku saudara, sekarang saudara apanya? Ketika aku tidak bisa membayar uang sewa, di mana yang namanya saudara? Ketika meniduri pacarku, di mana yang namanya saudara? Dia yang meniduri aku, bukan aku yang meniduri dia. Pendosa, Diao Delong adalah pendosa. Diao Delong adalah pendosa. Dia barulah seorang pendosa. Jangan berisik lagi!

Kamu bilang dia tidak mengatakannya di awal, bukankah pada awalnya kamu juga tidak mengatakannya? Kenapa? Aku takut pada Ghost. Meski aku tidak membunuh Ji, tetapi… saat itu aku tidak menghentikan dia. Secara tidak langsung aku telah mencelakakannya. Lalu kamu? Kenapa kamu tidak mengatakannya? Selain yang kamu katakan sebagai ikatan saudara. Aku juga sama.

Bos dan Tuan C satu per satu sudah meninggal, aku takut akan terlibat. Tapi bagaimanapun, Angsa Besar yang membuka mulut terlebih dahulu. Versi yang kamu katakan hanya improvisasi dari miliknya. Berikan aku bukti yang lain. Ini sudah cukup! Sudah bertahun-tahun, dan saat itu aku mabuk sampai seperti itu. Kamu mau aku mencari bukti ke mana?

Lalu kamu? Kamu tidak perlu bertanya kepadanya, dia juga tidak punya. Apa yang kamu tertawakan? Sudah lima tahun! Aku terus menyimpan rahasia ini sendiri, tepat lima tahun. Diao Delong, hari ini kamu yang memaksaku. Aku di sini punya rekaman video malam pada saat aku mengemudi. Kakak Diao Ji, kamu masih di sana?

Aku tadi tidak memukulmu, Ji. Tolong aku. Ji benar-benar telah meninggal. Lalu Ghost yang muncul di layar itu siapa? Tidak mungkin dia benar-benar hantu yang datang untuk membalas dendam, kan? Dimulai dari ketidakadilan, berakhir pada utang. Sekarang kebenaran sudah terungkap. Orang yang saat itu meminta kami untuk melakukan kecurangan dalam pertandingan adalah Diao Delong.

Orang yang membunuh Ji juga Diao Delong. Sekarang buktinya ada di depan mata. Tolong semuanya lepaskan aku. Mana bisa yang kamu berikan itu disebut sebagai bukti? Apa ada merekam aku sedang membunuh orang? Malam itu aku sudah mabuk berat, muntah di sebelah sana. Sampai pagi berikutnya barulah aku sadarkan diri.

Bagaimana mungkin aku bisa pergi ke warnet? Bukankah biasanya kemampuan minummu sangat baik? Bagaimana mungkin kamu bisa mabuk? Selain itu, malam itu… hanya kamu yang paling mungkin bisa muncul di warnet. Karena hanya kamu satu-satunya yang tahu, lokasi pertemuan dengan Ji. Kamu sedang bicara omong kosong! Saat itu ketika telepon masuk

Bos dan yang lainnya juga telah mendengarnya. Selain itu, kalau Ji ingin menelepon pasti bukan hanya meneleponku seorang. Setiap orang dalam H5 juga harus dicurigai. Tetapi hari itu kamu yang terlebih dahulu meninggalkan bar. Kamu sedang bicara, aku keluar sebentar kamu juga sudah keluar. Aku keluar untuk melihat apakah ada yang bisa membantuku mengemudikan mobil?

Siapa yang mengemudikan mobil? Siapa yang membiarkan kamu punya energi untuk mengemudikan mobil? Kenapa kita harus… Aku menganggapmu sebagai saudara. Dia yang membunuh Ji. Aku sama sekali tidak membunuh JI. Anjing yang menggigit tidak akan bersuara. Aku pergi sendiri. Kamu yang mengendarai mobil. Itu… Lingkarannya menyusut. Aku bukan pendosa. Tolong biarkan aku masuk ke lingkaran.

Kumohon. Ayo. Lingkaran menyusut, akan menyusahkan jika mereka masuk ke dalam lingkaran. Biarkan saja mereka! Pelatih, pelatih. Tolong bantu katakan pada mereka agar aku bisa masuk ke dalam lingkaran. -Aku bukan pendosa. -Angsa Besar. Jaga diri sendiri. Pelatih! Sampai kamu mencelakakan aku, aku hari ini akan membunuhmu. Ingin mencelakakan aku,

Tidak punya kemampuan dan hanya bisa menendang orang. Benar, memangnya kenapa kalau aku menendangmu? Pengecut! Sampah! Ada orang di sebelah kanan. Sniper siap. Kalau punya kemampuan, datang cari aku! Aku yang cari, aku yang cari. Kamu kira aku takut! Jangan bermain lagi. Cepat masuk ke zona aman dulu. Dua orang itu tidak terselamatkan

Membiarkan mereka masuk ke dalam lingkaran, kita semua akan ikut mati. Kamu hanya bisa marah-marah. Kalau punya kemampuan, masuk dan cari aku! Datang ya datang, omong kosong apa? Kamu bodoh! Apa! Pakai kemampuan. Cepat, cepat. Jangan diambil, jangan diambil. Jangan berperang lagi. Jangan pergi. Mereka berdua akan mati jika keluar. Tolong mereka berdua

Atau semua orang di sini? Kamu pilih salah satu! Kamu… kamu ingin menjebakku? Kamu ingin menjebakku? Tolong aku, tolong aku! Brengsek! Biarkan kamu… Tolong aku! Kakak Diao yang membunuh Ji! Tolong aku! Kakak Diao adalah pendosa, tolong aku! Kamu ingin menjebakku? Sampah! Kuhabisi kamu! Kuhabisi kamu! Bunuh! Li Chang’e, aku tidak akan mengampunimu.

Masih ada pendosa. Tidak benar, tidak ada kompensasi waktu. Jika harus mati, mati bersama. Kenapa permainan ini belum berakhir? Hao’er. TNT di ruang bawah tanah. Sudah mulai hitung mundur. Disinkronkan dengan waktu permainan saat ini. Aku curiga bom di tribun juga sudah mulai disinkronkan. Ghost! Kamu sudah menemukan pendosa! Kenapa masih tidak menghentikan permainan ini?

Ghost! Aku datang kemari untuk bertanding, bukan untuk menemanimu menebak teka-teki. Jika punya kemampuan, ayo kita satu lawan satu! Sampai aku kalah, ambil saja nyawaku. Koji! Karena… ini adalah pertandingan invitasiku, sebagai hadiah aku menerima tantanganmu. Beberapa dari kalian, bunuh aku, aku akan melepaskan kalian. Atau semua orang yang hadir di sini

Akan jadi saksi pemakamanmu.