【FULL】Detective Chinatown Eps 2【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Semua dosa yang kulakukan di masa lampau, tercipta dari keserakahan, kebencian dan kebodohan. – Jangan takut, ini ibu. Wen, janji pada ibu, jika nanti kamu melihat sesuatu, jangan bersuara, oke? Janji pada ibu, ya. Kalau begitu, janji kelingking dengan ibu. Wen, ingat, ayah dan ibu mencintaimu selamanya. Namaku Lin Mo.
Pada siang hari, aku adalah seorang guru kimia di sekolah menengah Luming sebelumnya. Ketika malam tiba, aku berjalan di belakang lampu neon dan hiruk pikuk Bangkok. Seorang penangan kasus di antara hukum dan kejahatan. Namun saat ini, identitasku adalah seorang detektif. Salah satu detektif di Biro Detektif Tang Ren yang berada di Chinatown Bangkok.
Detective Chinatown Tarian Mandala Guru Lin, tepat waktu sekali. Di sekolah, kamu bukan dipecat karena terlambat? Ganti parfum, ya? Tetap tidak cocok denganmu. Kamu… Sudah sarapan pagi? Jangan sampai nanti pergi cari makan di rumah pelapor lagi. Sudah makan. Aku sudah mengecek alamat itu, tidak ada yang enak. Tidak diduga nasib teman sekelas begitu berbeda.
Tidak di rumah. Ada. Di dalam ada bau asap rokok. Nona Dinan. Duduklah. Tidak beruntung, tidak pernah menang. Kamu mau pindah? Kalau tidak? Mau mati di tempat sial ini? Tidak ada air lagi, minum bir tidak? Tidak perlu, terima kasih. Beri aku 1 gelas. Maka dari itu, aku sudah bilang, aku lebih suka polisi pria.
Sebelumnya kamu bilang kamu pernah ke kantor polisi dan melapor telah mengalami hal yang sangat aneh. Apa bisa menceritakannya sekali lagi? Menceritakannya lagi? Siapa yang waktu itu menganggapku seperti orang gila? Dan bilang tidak dicuri, tidak dirampok, tidak diperkosa, tidak dibunuh, berarti bukan kasus. Sekarang ingin aku menceritakannya sekali lagi? Maaf, Nona Dinan.
Kamu juga tahu, di kantor polisi juga ada banyak polisi yang tidak berguna. Aku mewakili mereka minta maaf padamu. Maka dari itu hari ini… kami mendatangkan detektif nomor 1 di Thailand, Tuan Lin Mo. Kamu bisa menceritakan semuanya kepadanya. Detektif nomor 1 di Thailand? Terima kasih. Sungguh? Apa kamu terbiasa berbicara dengan orang lain
Dengan jarak yang begitu dekat? Iya. Suka? Tetapi aku tidak tahu, apa harus mencari detektif no. 1 di Thailand atau biksu no. 1. Ikut aku. Kapan kamu menemukannya? Seminggu yang lalu, waktu aku bangun pagi itu, aku tiba-tiba melihatnya. Kita ambil sampel sidik jarinya saja. Menurutmu siapa? Tidak perlu. Aku sudah membandingkannya. Itu milikku. Milikmu?
Tetapi…. Polisi, inilah alasan mengapa aku merasa ketakutan. Ini juga menjadi alasan aku mencari kalian. Kalian tidak akan percaya. Aku percaya. Ceritakan padaku. Hari itu, seperti biasanya aku minum beberapa gelas bir, kemudian tidur. Aku sudah tahu, kalian pasti tidak akan percaya. Tuan Detektif, aku memang minum bir, tetapi aku sadar betul
Apa yang aku lakukan pada hari itu. Apalagi, jejak telapak tangan itu begitu tinggi. Bagaimana cara aku naik untuk mencetaknya tanpa tangga? Kamu bilang waktu tidur, kamu mendengar suara orang membaca doa? Rasanya aku terangkat naik oleh suara tersebut. Rumahmu tidak pernah menaruh patung dewa? Tidak pernah. Bagaimana kamu bisa tahu?
Tidak mencium bau asap dupa. Benar. Aku tidak percaya hal seperti itu. Tuan Detektif, kamu semakin menarik saja. Apa kamu memimpikan patung dewa lain? Misalnya Dewa Brahma. Kenapa bertanya seperti itu? Kamu, Wen, dan Shui, saling kenal, kan? Teman SMA-ku. Ada apa? Mereka mengalami kejadian yang sama yang aneh sepertimu. Hal yang aneh? Kejadian apa?
Sama sepertiku? Sebagian besar mirip. Sudah seharusnya kupikirkan dari awal. Sudah seharusnya kupikirkan dari awal. Memikirkan apa? Menelepon seseorang. Untuk siapa? Zhaya. Tanya sesuatu padanya. Kukira ini adalah film menegangkan, ternyata ini adalah film horor. Jejak telapak tangan di atas langit kamar adalah abu dupa. Abu dupa ini biasanya hanya ada di kuil. kuil?
Zhaya masuk rumah sakit. Di antara kami, Zhaya paling bernyali kecil. Dan di antara kami, hidupnya yang paling susah. Nanti kalian jangan sampai mengejutkannya. Kenapa kamu ada di sini? Kemarin aku meneleponnya dan mendapati dia masuk rumah sakit. Jadi aku datang menjenguknya. Dengar-dengar kamu juga mengalami hal aneh, benarkah? Tunggu sebentar. Zhaya sekarang sangat lemah.
Aku mohon kalian jangan sampai memancing emosinya. Boleh bertanya, tetapi jangan ungkit masalah kematian Shui. Aku takut dia tidak bisa menerimanya. Apa? Shui telah meninggal? Nanti baru kita bicarakan masalah ini. Masuklah. Zhaya, ada orang yang datang menjengukmu. Itu adalah Detektif Lin. Ini adalah Opsir Sasha. Mereka adalah orang baik yang bisa membantu kita.
Kamu bisa menceritakan hal yang kamu ceritakan padaku kepada mereka. Apa kalian pernah mendengar suara kelereng jatuh dari lantai atas? Maksudmu getaran yang ditimbulkan dari tekanan beton, benar,kan? Pertama kali mendengarnya, aku juga bepikir seperti itu. Setelah itu pemilik rumah telah memanggil orang untuk mengecek semua saluran air bangunan. Tetapi tidak bisa menjelaskan
Dari mana datangnya biji tasbih tersebut. Kapan terakhir kali kalian bertemu dengan Shui? Beberapa bulan yang lalu, pada reuni 10 tahun kami. Setelah itu, tidak pernah bertemu dengannya lagi. Apakah dia terlihat senang ketika terakhir bertemu? Apa ada kejadian khusus? Hari itu ada belasan teman yang datang. Karena setelah lulus, ada beberapa teman
Yang sudah lama tidak bertemu. Jadi kami sangat senang dan minum banyak bir. Aku ingat di malam itu, Shui sepertinya mabuk. Bukannya kita semuanya juga mabuk? Iya. Itu hanya pesta reuni biasa, tidak ada hal khusus. Apa kamu masih mengingat sesuatu, Dinan? Tidak. Baik, pertanyaan terakhir. Kalian ber-4… akhie-akhir ini selalu berhubungan dengan Dewa Brahma.
Apa kalian bisa memberitahu kami alasannya? Wen, aku capek. Maaf, bu polisi. Hari ini sampai di sini saja. Mungkin jika kalian bilang sekarang masih bisa tertolong. Zhaya, waktunya minum obat. Zhaya, beristirahatlah dengan baik. 2 hari lagi, aku dan Dinan akan datang menjengukmu. Dulu saat masa sekolah, Zhaya selalu ditertawakan orang-orang karena matanya.
Jadi dia sangat sensitif dan mudah tegang. Kondisi tubuhnya memang tidak begitu baik, sekarang malah bertemu dengan masalah ini. Jadi dia bilang kepadaku, dia tidak ingin pulang. Karena menurutnya, rumah sakit lebih aman daripada rumahnya. Ke mana keluarganya? Dia tidak punya keluarga. Suaminya melakukan kekerasan rumah tangga padanya. Mereka sudah bercerai. Penyakit apa yang dideritanya?
Bukan penyakit berat, hanya menderita neurasthenia ringan. Dia hanya butuh istirahat sesaat. Siapa yang membayarkan biaya rumah sakitnya? Aku. Ikut denganku. Bagaimana Shui bisa meninggal? Bunuh diri dengan melompat dari atas gedung. Bunuh diri? Dinan, kamu antar aku ya. Minum 2 gelas. Tunggu dulu. Kalian harus memberitahu semua yang kalian ketahui kepadaku.
Dengan begitu, kami baru bisa membantu kalian. Polisi, kami sudah memberitahu semuanya pada kalian. Apa lagi yang ingin kamu dengar? Tuan Detektif, mau ikut dengan kami? Terima kasih. Aku tidak ingin menganggu kalian berdua. Tidak mengganggu. Tidak mengganggu sama sekali. Minumlah dengan kami, siapa tahu aku bisa menceritakan lebih banyak lagi kepadamu. Cerita apa lagi?
Tolong kalian pikirkan baik-baik. Sekarang kalian butuh perlindungan, bukan kami. Ada apa? Cemburu, ya? Menjadi seorang wanita perlu modal. Cemburu tidak ada gunanya. Sudahlah, Dinan. Ayo kita pergi. Tuan Detektif, kami pergi dulu, ya. Lin Heiquan, apa maksud mereka? Apanya yang tidak bermodal? Apa maksud mereka? Kamu malah tertawa. Mereka anggap kita apa?
Jika aku adalah Dewa Brahma, aku juga pasti akan membunuh mereka. Kamu yakin Dewa Brahma yang melakukannya? Kalau tidak siapa lagi? Cerita buku teks saja tidak seaneh ini, aku rasa kasusnya sudah boleh ditutup. Yang mereka butuhkan bukan kita, tetapi biksu dan psikiater. Dewa memiliki 4 sisi wajah, begitu pula dengan manusia.
Kenapa hanya mereka ber-4 yang menjadi korbannya? Aku tidak membunuh Boren, Boren malah meninggal karena aku. Menemukan alasan ini lebih penting daripada mencari tahu tipu muslihatnya. Boren? Siapa itu Boren? Dia juga dibunuh oleh Dewa Brahma? Lupakan. Beritahu aku, siapa Boren sebenarnya? Sebagai WNA keturunan Tionghoa, kamu sebaiknya belajar bahasa Mandarin lagi.
Apa kaitannya dengan bahasa Mandarin? Siapa Boren sebenarnya? Kapan kamu menemukannya? Seminggu yang lalu. Waktu aku bangun di pagi itu, aku tiba-tiba melihatnya. Aku sudah membandingkannya. Itu milikku. Tetapi setelah itu pemilik rumah telah memanggil orang untuk mengecek semua saluran air bangunan. Tetapi tidak bisa menjelaskan dari mana datangnya tasbih tersebut. Halo. Orang kita.
Mana orangnya? Di sana. Tidak disangka kita bertemu begitu cepat. Katakan… apa yang terjadi? Kami pergi ke sebuah bar dan minum di sana. Sampai jumpa. Hati-hati. Kemudian dia bilang ingin mengantarku pulang. Aku ambil mobil dulu. Menurutmu siapa korban selanjutnya? Apa? Shui bukannya sudah bunuh diri? Menurutmu siapa orang berikutnya? Kamu jangan berpikir berlebihan.
Kita akan baik-baik saja. Kamu masih menghiburku, ya? Orang yang terdorong jatuh ke rel kereta adalah kamu. Lalu bagaimana kamu menjelaskan hal yang terjadi padaku? Dan juga Zhaya. Kita cari biksu saja, yang paling hebat di Thailand. Dinan, jangan menyetir terlalu cepat. Aku tidak menambah kecepatan. Tetapi mobilnya semakin lama semakin cepat,
Apa kamu tidak merasakannya? Dinan, berhenti. Berhenti. Remnya rusak. Aku punya beberapa pertanyaan untuknya. Apa bisa tunggu besok? Kami masih harus segera membawanya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Aku temani dia. Apa harus begitu membesarkan masalah ini? Belum cukup besar, ya? Ketua. Apa kamu menemukan sesuatu? Sementara belum ada. Kalau begitu cepat tutup kasusnya.
Kamu pergi beribadah ke kuil. Jangan membuat hal-hal aneh lagi. Bagaimana menjelaskan hal ini? Menjelaskan apanya? Semua ini. Wen barusan bukannya sudah menjelaskan semuanya? Iya, tetapi bagaimana kita menjelaskannya? Tidak perlu banyak penjelasan. Pulang dan tidurlah, besok kita dengarkan penjelasan Dinan. Teruskan. Polisi, tolong kamu pikirkan dengan baik. Aku adalah korban, bukan tersangka.
Dan kalian para pengintip. Baik. Nona Dinan tercinta, apa kamu bisa meneruskan ceritanya? Kemudian, mobilku jatuh ke dalam sungai. Dewa Brahma? Kamu yakin kamu telah melihat Dewa Brahma? Adik, sudah sampai di titik ini. Apa gunanya aku membohongimu? Apa masih ada yang lain? Rasanya kejadian dalam air sama persis dengan kejadian dalam mimpiku. Baik.
Pertanyaan terkahir. Mengapa? Mengapa hanya terjadi pada kalian ber-4? Jika kalian tidak memberitahu alasannya, kami tidak dapat membantu kalian. Kalian pasti tidak berharap kejadian malam itu terjadi lagi, kan? Atau… mengapa pelakunya adalah Dewa Brahma? Beritahu mereka. Sekarang juga tidak ada gunanya merahasiakannya lagi. Sejak SMA, kami ber-4 adalah sahabat baik. Dan tidak pernah berubah.
Masa bahagia selama 3 tahun berlalu begitu cepat. Kami begitu cepat menghadapi masa tersulit pertama kami, ujian akhir sekolah. Suatu malam, Zhaya tiba-tiba bertanya pada kami… ingin mendaftar di universitas mana? Aku ingin daftar di Universitas Bangkok. Wen ingin daftar universitas provinsi lain. Bagaimana dengan kalian? Aku juga ingin daftar di Universitas Bangkok. Atau ada
Pilihan lain yang lebih baik? Rencanaku… ingin pergi kuliah di luar negeri. Jadi, ini adalah bulan-bulan terakhir kita bersama. Sudahlah, aku juga tidak jadi kuliah di universitas provinsi lain lagi. Kuliah sendiri juga tidak menyenangkan. Aku tinggal di sini, kita sama-sama kuliah di Universitas Bangkok saja! Benarkah? Baguslah. Kita bisa bersama selamanya.
Dengan begitu kita bisa bersama selamanya. Benar. Shui, kurang kamu saja. Shui, kuliah sendirian di luar negeri… pasti akan kesepian. Bagaimana jika kamu juga tinggal di sini dan menemani kita? Benar. Baik, besok aku rundingkan dulu dengan orangtuaku. Aku akan bilang pada mereka, aku juga ingin kuliah di Universitas Bangkok. Universitas Bangkok. Selamat! Selamat!
Nilai kami ber-4 tidak berbeda jauh. Jadi malam itu, kami semua janjian kuliah di Universitas Bangkok. Dinan juga mengusulkan kami keesokan harinya untuk pergi memohon kepada Dewa. Semoga Dewa memberkati kami. Semoga kami bisa masuk Universitas Bangkok. Semoga keluarga kami sehat selalu. Semoga semuanya berbahagia selamanya. Kedengarannya sangat positif. Bagaimana bisa begitu? Masalahnya adalah
Kami ber-4 tidak berhasil masuk Universitas Bangkok. 1 pun tidak berhasil. Sesulit itu ujiannya? Beberapa minggu kemudian, kami ber-4 sama-sama terserang demam tifoid yang sangat parah dan tidak bisa mengikuti ujian akhir sekolah. Penyebabnya? Berawal dari Shui. Kami kira hanya pilek biasa, tetapi kami begitu cepat juga ikut tertular. Disaat sakit terparah,
Hari itu adalah ujian akhir sekolah. Tuan Detektif, apa ini yang disebut sebagai melewati kesempatan dengan sempurna? Lalu apa kaitannya dengan Dewa Brahma? Bersabarlah. Segera sampai pada poin pentingnya. Itu adalah hari terakhir kami sakit…. Dinan, sejak kapan kamu merokok? Apa ada yang aneh? Tidak jadi masuk kuliah, siapa yang berani mengurusiku?
Apa yang harus kita lakukan nantinya? Nasib sangat tidak adil bagi kita. Tetapi kita jelas-jelas sudah berdoa pada Dewa Brahma. Kenapa tidak membantu kami, malah memperlakukan kami seperti ini? Dinan, jangan begitu. Kenapa? Semuanya gara-gara kamu! Jangan katakan lagi. Jadi kalian menduga, ini adalah salah satu penyebabnya. Kalau bukan apalagi? Berawal dari Shui,
Selanjutnya mungkin aku. Apa masih ada pertanyaan lain? Halo, Ketua. Halo, Ketua. Cerita begitu banyak, apa rencana kalian? Kamu… tanyakan pada Ketua kami saja. Kalian para polisi seharusnya memberikan perlindungan bagi kami bukan? Pengawal 24 jam? Ini…. Kondisi seperti ini, jangankan pengawal 24 jam, keluar dari kantor polisi 1 menit saja susah. Aku benar-benar merasa
Kalian tidak seharusnya datang ke kantor polisi mencari kami. Seharusnya pergi ke kuil dan cari biksu. Apanya yang benar-benar kamu rasakan? Apa yang benar-benar kamu rasakan? Kalian para polisi tidak ada tanggung jawabnya sama sekali. Apa kalian ingin aku dan Wen, mengalami hal yang sama seperti Shui? Kalian baru puas? Sudahlah, Dinan. Begini saja,
Kami rapatkan dan teliti dulu cara untuk menyelesaikan kasus ini. Nanti akan kami infokan pada kalian. Baik. Kami tunggu di sini. Laporannya sudah keluar. Tidak ada masalah dengan rem mobil Dinan. Meskipun mobilnya sudah berumur, tetapi tidak akan mempengaruhi kinerjanya. Benar-benar aneh. Sasha, bagaimana menurutmu? Kami berencana untuk melanjutkan penyelidikanya.
Apa yang ingin kalian selidiki lagi? Satunya sudah jelas bunuh diri, dua yang lain sudah jelas kerasukan hantu. Kerasukan iblis. Benar, benar, benar. Kerasukan iblis, kerasukan iblis. Ada kejanggalan dalam kasus ini. Kejanggalan? Apanya yang janggal? Tidak ada yang janggal, tidak ada yang janggal. Kamu bisa mengurus ulah manusia, jika ulah iblis, kamu berani mengurusnya?
Kamu…. Masih ingat dengan berita beberapa tahun yang lalu? Ada seorang anak nakal yang sangat angkuh. Dia meledakkan dagu patung dewa! Keesokan harinya, polisi yang pergi menangkapnya menemukan dia telah meninggal di rumahnya. Dagunya telah membusuk. Di atasnya dipenuhi oleh belatung. Aku ingat, teman bermain kartu, Lao Li, si penjual buah.
Waktu baru datang ke Thailand, dia tidak mengerti apa pun. Dia mengambil banyak foto wajah patung Buddha menggunakan ponselnya. Malam itu, selulernya meledak! Rumahnya habis terbakar. Cukup! Tiga hari, aku beri kalian waktu 3 hari. Jika tidak ada hasil, tutup kasusnya! Maaf membuat kalian menunggu terlalu lama. Hasil rapat kami menyimpulkan dan
Menyarankan kalian untuk segera mengadakan ritual keagamaan untuk memohon pengampunan. Ini hasil dari rapat kalian, benar? Benar, benar, benar. Karena kasus kalian terlalu rumit. Ini sudah melebihi batas kemampuan kami. Lalu beberapa hari ini? Bagaimana dengan kejadian beberapa hari ini? Kami sudah melakukan semampu kami. Semampu kalian? Jika terjadi sesuatu lagi,
Kalian bantu aku panggilkan ambulan? Panggil ambulan silakan menghubungi 1691, terima kasih. Wen. Tasmu ketinggalan. Nona Dinan, jangan marah. Untuk saat ini, kami, para polisi tidak bisa menyelesaikan masalah ini. Kami antar kamu. Wen. Kamu menemukan sesuatu? Besok adakan ritual ibadah untuk mereka. Kantor polisi yang akan membiayainya. Jangan teruskan penyelidikan kasus ini lagi.
Tutup kasus. Berdasarkan laporan, kejadian kali ini dan kejadian beberapa hari lalu… Menurut informasi yang dapat dipercaya, kejadian kali ini berhubungan dengan kasus bunuh diri Lin Shuiqing. Ketiga tokoh korban pernah mengalami hal yang sangat menakutkan. Ingin memohon pengampunan Dewa Brahma, harus melepaskan pakaian dan menarikan tarian doa.
Iya, siapa yang menebak hal buruk apa yang mereka lakukan terhadap Dewa. Tenang saja, Dewa tidak akan menghukum orang baik. Dewa akan melindungi orang baik. Kita juga harus berdoa dengan tulus. Semoga dengan ritual ibadah ini, mereka bisa hidup normal kembali. Begitu saja sudah menyerah? Kenapa? Sekarang kamu merasa ini adalah ulah manusia?
Kamu masih ingin menyeledikinya? Suami Shui, hari ini sepertinya tidak datang. Qin Jun? Iya. Apa hubungannya dengan dia? Besok adalah pemakaman Shui, apa kamu ingin menghadirinya? Pergi, pasti pergi. Sekarang kita mau ke mana? Kembali melihat-lihat ke sekolah Luming. Kamu sungguh ingin meneruskan penyelidikan? Bagi kalian, kasus ini telah berakhir. Tetapi bagiku, ini baru dimulai.
Sekarang kamu masih belum percaya, semua ini adalah perbuatan Dewa Brahma? Aku sudah bilang, Dewa tidak akan menyakiti manusia. Hanya manusia yang bisa melakukannya. Bagi orang yang percaya pada Anda, Anda selalu penuh dengan belas kasihan. Apa pun yang ingin Anda inginkan pasti akan berhasil. Bagi orang yang menindas Anda, tidak peduli sekarang maupun kelak,
Pada akhirnya dia akan mendapatkan hukuman setimpal.