[INDO SUB] Menjadi Pahlawan (Being a Hero) EP01 | Chen Xiao / Wang YiBo | YOUKU
[Episode 1] Berhenti! Berhenti! Berhenti! [Chen Yu, polisi sipil Kantor Polisi Distrik Deshan Barat] Halo. Siapa namamu? Yang Shengguang. Apakah ini restoranmu? Kapan terakhir kali kau bertemu dengan Hu Qingshan? Ke… Kemarin malam, sekitar pukul 21:30. Da… Dari restoran, aku pergi menghadiri reuni. A… Aku melihat tangannya memegang botol arak putih yang isinya tersisa setengah.
Ada luka di wajahnya. Pa… Pasti karena berkelahi. [Yang Shengguang, Bos Restoran Weixiang] Aku tidak tahu. Begini, aku hanya datang secara teratur untuk memeriksa pembukuan. Namun, dia ini… Aku juga… Yang Shengguang. Kemari. Angkat kakimu, aku mau memeriksa tapak sandalmu. Kaki kiri. Potong kentang dan perlihatkan padaku. Potong. Pakai tangan kiri. Aku juga tidak kidal.
Dulu kau pernah menjadi koki? Awalnya toko ini memang milikku. Dulu akulah kokinya. Istriku menjadi pelayan. Demi menghasilkan lebih banyak uang, aku membuka beberapa toko cabang. Jika tidak, mustahil kusewakan padanya. Sekarang bagus. Dia sudah mati, bahkan terlibat narkoba. – Kepala Wang. – Kalian sedang apa? Sudahkah menanyakan kasus? Sedang ditanya.
Menanyai kasus? Apakah ini sedang menanyai kasus? Bekerjalah dengan benar. Kapten Liu. Kapten Liu. – Kepala Wang, sudah datang sejak tadi? – Kepala Wang. Kapten Liu. – Mana narkobanya? – Di sini. Kapten Liu. Tablet Magu. Yang kuning tidak dikenali, harus diuji dulu. Ditemukan di mana? Di ruangan dalam, di dalam toples tepung pati.
[Liu Kaihua] [Ketua Divisi Pemberantasan Narkoba Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe] Yang Yi, bereskan. Baik. Leng Feng. Kapten Liu. Dari perkiraan awal, seharusnya senjatanya benda tajam sejenis pisau. Dilihat dari luka pertahanan diri di tungkai atas korban, sebelumnya terjadi perkelahian sengit. Selain itu, aku juga menyadari, setelah korban meninggal, pelaku menusuknya beberapa kali lagi.
Tidak ada bekas suntikan di tubuh korban. Pernah memakai narkoba atau tidak, harus tunggu kembali dan melakukan uji coba baru bisa diputuskan. Kapten Liu. Menurutku seperti ini. Posisi tepat saat korban mengalami tusukan pertama seharusnya di sini. Menurut analisis jejak darah di lantai, seharusnya ditusuk dari depan. Setelah korban terluka, dia melompat melewati meja ini
Dan berencana kabur ke arah pintu. Namun, pelaku menyeretnya kembali. Tepat saat di depan pintu, pelaku menusuknya lagi beberapa kali. Setelah korban meninggal, pelaku menambahkan beberapa tusukan lagi di punggungnya. Tidak ada alat kejahatan lain di tempat kejadian. Hanya ada sebuah pisau tulang di dalam paket pisau itu. Yaitu, pisau itu.
Menurutku, kali ini pelaku beraksi kemungkinan besar karena niat mendadak. Setelah terjadi konflik dengan korban, pelaku membunuhnya. Apakah masih ada bukti lain? Aku mengambil beberapa rambut di tempat kejadian. [Leng Feng, staf teknik kriminal Lab Bukti Fisik] Bawa kembali untuk diuji. Baik. Apakah sudah mendapatkan sidik jari di tempat kejadian?
Sudah, ada di gagang pisau, sangat jelas. Apakah sudah menanyai pemilik toko? Aku sudah menanyakannya, bisa dibebaskan dari dugaan tersangka. Mengapa? Kapten Liu, kau lihat. Pada kedua jejak sandal ini, jejak kaki kanan lebih lengkap dan jelas. Artinya titik tenaga berasal dari kaki kiri. Kemungkinan besar, pelaku bertangan kidal.
Selain itu, tadi aku sudah memeriksa tapak sandalnya. Sama sekali tidak cocok dengan jejak sandal di tempat kejadian. Dia juga tidak cocok dengan ciri orang bertangan kidal. Selain itu, tidak ada bekas perkelahian di tubuhnya. Mengapa kau cerewet sekali? Dia sudah dibebaskan dari dugaan tersangka? Boleh diselidiki lagi. Selidiki saja apakah dia menghadiri reuni.
Jika dia benar-benar hadir, maka tidak punya kesempatan membunuh. Jadi, sudah bisa bebas dari dugaan. Lapor, Kapten Liu, ada penemuan. [Wu Zhenfeng] Modafinil, Ampakine, Ritalin, semuanya obat adiktif. Semua ini adalah narkoba sintetik jenis baru. Yang Yi, selidiki asalnya. Siap. Kalian lihat lubang angin ini. Gudang ada di samping dapur.
Dia menyatukan lubang angin dapur dan lubang angin gudang. Pas sekali, aroma minyak dan asap bisa menutupi aroma pembuatan narkoba. Orang ini sangat pintar. Sudah puas pamer kecerdasan belum? Cepat pergi ke depan toko, periksa semua kamera dasbor. Baik. Kapten Liu, kalau begitu, aku pergi dulu. Chen Yu. Maukah kau kembali ke Divisi Pemberantasan Narkoba?
Aku… Kapten Liu… Sedang lihat apa? Cepat pergi. Baik. Kapten Liu. Yang Yi. Siapa orang ini? Adik junior fakultasku di Akademi Kepolisian. Selalu juara satu di jurusan, hingga kini, tidak ada yang bisa melampauinya. Dia begitu hebat, mengapa keluar dari Divisi Pemberantasan Narkoba? Soal itu, kau harus tanya pada Kepala Biro Lin.
Sejak awal, dia memang jurusan pemberantasan narkoba. Jangan karena masalah sebelumnya, kita mengubur talenta sebagus ini selama tiga tahun. Jika kau mau memindahkannya, laporkan saja pada Kepala Biro Lin. Lagi pula, aku tidak terburu-buru. Apa buruknya membiarkan orang bertalenta di dekatku? Tidak salah lagi. Pasti berasal dari batu giok yang sama. Teksturnya sama persis. Berhenti!
Berhenti! Liontin giokmu ini seharusnya ada sepasang, ‘kan? Pak Polisi? Pak Polisi? Apakah kau yakin? Aku sudah melihat giok sepanjang hidupku di sini. Terima kasih. [Gong Wei] [Mantan Ketua Divisi Pemberantasan Narkoba Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe] [Kantor Kepala Biro] Lapor! [Lin Dezan, Kepala Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe] Masuk.
Lapor, polisi sipil dari Kantor Polisi Distrik Deshan Barat, Chen Yu, melapor kepada Kepala Biro. Sudah berapa lama bekerja? Lapor, tiga tahun. Pengalaman sebagai polisi? Mendapat penghargaan kinerja individu terbaik pada tahun 2017 dan 2018. Tahun lalu, mendapatkan penghargaan jasa kelas tiga. Apakah pengalamanmu sebagai polisi hanya di Kantor Polisi Deshan Barat?
Apakah pernah bekerja di divisi lain? Lapor! Pernah bekerja selama 27 hari di Divisi Pemberantasan Narkoba Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe. Setelah itu, dipindah ke Kantor Polisi Deshan Barat hingga kini. Kalau begitu, katakan perasaanmu saat kembali ke Divisi Pemberantasan Narkoba. Sebagai seorang polisi sipil, harus selalu melayani masyarakat di mana pun
Serta dengan tegas mematuhi pekerjaan yang diberikan kantor. Mahasiswa terbaik jurusan pemberantasan narkoba dari Akademi Kepolisian Kundu. Mengapa tiga tahun lalu kau dikeluarkan dari Divisi Pemberantasan Narkoba? Lapor! Pada misi pertama setelah masuk Divisi Pemberantasan Narkoba, karena kecerobohanku, orang yang tidak terkait mengetahui tentang detail kasus dan penangkapan. Akibatnya terjadi kerugian yang tidak bisa diperbaiki.
Orang yang tidak terkait? Benar! Ceritakan ulang kejadian saat itu. Lapor. Seluruh kejadian saat itu ada di dalam laporanku. Aku memintamu menceritakan ulang sekarang. Kapten Gong, ada apa? [Tiga tahun lalu] Ada misi darurat di Wuyi Square siang ini. Segera kembali ke tim untuk berkumpul. [Asrama ke-6] Misi darurat? Menangkap siapa? Jenderal Du. Jenderal Du?
Apakah dia tersangka dalam kasus Wu Gang? Bergerak lebih cepat. Siap, aku akan segera ke sana. Jenderal Du? Apakah dia pembunuh ayahku? Wu Zhenfeng, aku peringatkan kau, menangkapnya adalah tugas polisi, tidak berhubungan denganmu. Patuh dan diamlah di sini, tunggu kabarku. Atas dasar apa kau mengurungku? Biarkan aku keluar!
– Karena kecerobohanku… – Biarkan aku keluar! Dia mendengar detail obrolan telepon. Kepala Biro Lin. Aku… Aku sudah salah. Ceritakan ulang kejadian kematian polisi di tempat kejadian. Di Wuyi Square, kami melakukan pengawasan di setiap sudut. Hati-hati saat beraksi, jangan sampai melukai masyarakat. Harus bergerak cepat. Diterima. Diterima. Diterima. Tersangka sudah datang.
Tersangka sudah masuk pengawasan. Setelah kedua pihak transaksi hadir, kita baru beraksi. Aku mau menangkapnya bersama bukti. [Jenderal Du, Pelaku Narkoba, dipanggil Du San] Tidak disangka, Wu Zhenfeng muncul di tempat kejadian. Mengapa Wu Zhenfeng bisa datang? Kepala Biro Lin, apakah kita harus mencegatnya? Kepala Biro Lin, mereka berkelahi. Tangkap, cepat! Polisi! Berhenti! Berhenti!
Jangan mendekat! Jangan mendekat! – Kapten Gong! – Kapten Gong! Karena kesalahanku, rencana penangkapan yang awalnya dibuat dengan cermat menjadi kacau, akibatnya terjadi kekacauan di tempat kejadian. Juga mengakibatkan Kapten Gong cacat seumur hidup dan terpaksa mundur dari garis depan. Karena aku… Aku… Tahukah kau mengapa aku memaksamu menceritakan semua ini? Tiga tahun sudah berlalu.
Ini adalah belenggu di dalam hatimu. Namun, hari ini, kau harus mengatasinya. Pasal empat Hukum Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok. Lafalkan. Polisi sipil harus menjadikan konstitusi dan undang-undang sebagai pedoman kegiatan. Setia dalam bertugas, bersih dan jujur. Ketat dalam disiplin. Harus mematuhi perintah dan menegakkan hukum dengan tegas. Pasal 22 ayat dua.
Polisi sipil dilarang melakukan perilaku sebagai berikut. Membocorkan rahasia negara dan rahasia pekerjaan polisi. Apakah kau sanggup melakukannya? Sanggup. Polisi sipil skuadron teknik Divisi Kriminal dari Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe, Zhou Bowen, diperintahkan melapor kepada Kepala Biro. Polisi sipil Divisi Imigrasi dari Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe, Lin Qiang, diperintahkan melapor kepada Kepala Biro.
Selamat bergabung di Divisi Pemberantasan Narkoba Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe. Ini Liang Hao, Wakil Kepala Divisi Pemberantasan Narkoba. [Liang Hao, Wakil Ketua Divisi Pemberantasan Narkoba] Wakil Ketua Liang. Selamat bergabung. Kepala Biro Lin. Kaihua. Aku sudah membawakan orang yang kau mau. Kepala Biro Lin. Kapten Liu. Polisi sipil Kantor Polisi Distrik Deshan Barat,
Chen Yu, melapor kepada Kapten. Karena sudah kembali, maka bekerjalah dengan baik. Baik. Yang Yi. Kapten Liu. Kepala Biro Lin. [Yang Yi, polisi sipil Divisi Pemberantasan Narkoba] Ajak dia berkeliling dulu. Baik. Ayo. Waktunya sudah sampai. Baik. Beri tahu semuanya, lima menit lagi, rapat analisis kasus di ruang rapat. Baik, Kapten Liu.
[Lan Anran, polisi sipil] Chen Yu, selamat bergabung. Kita pernah bertemu di Restoran Weixiang, aku belajar banyak hal. Lan Anran, Bu Lan. Dia juga baru dipindahkan kemari dari kantor provinsi. [Divisi Pemberantasan Narkoba] [Chen Liwen, Wakil Kapten Badan Anti Narkoba Biro Keamanan Provinsi] Wakil Kapten Chen. Wakil Kepala Biro Chen, Kapten Detasemen Wang.
Mari kita sambut Wakil Kapten Chen dari Badan Anti Narkoba kantor provinsi, Wakil Kepala Biro Chen dari Biro Kota, Kapten Detasemen Wang dari Detasemen Anti-Narkoba, yang datang untuk memandu pekerjaan. Mari bicarakan kasus. Kaihua, mulai. Baik. Korban bernama Hu Qingshan, dia koki di Restoran Weixiang. Laporan autopsi ada di halaman pertama. Yang perlu diperhatikan adalah
Saat tim lacak jejak mengumpulkan sidik jari di tempat kejadian, mereka hanya mendapatkan sidik jari di gagang pisau. Dalam lingkungan yang begitu rumit ini, hanya ada satu sidik jari yang didapatkan. Sangat jelas, tempat kejadian pembunuhan ini sudah diubah secara artifisial. Motif kejahatan pelaku belum jelas untuk saat ini.
Namun, dugaan analisis awal kami, berkaitan dengan transaksi narkoba. Setelah melalui uji coba, [Kapsul kuning] ini adalah narkoba jenis baru dengan formulasi kimia murni yang belum pernah kita temui. Divisi Teknik sedang mendeduksi elemen penyusun utamanya. Mari ke halaman tiga. Ini adalah barang yang ditemukan di rumah sewaan korban.
Di saat yang sama, juga ditemukan narkoba yang berserakan. Hal yang menakutkan dari narkoba jenis baru ini ada pada sifat adiktifnya yang tinggi dalam toksisitasnya. Begitu mengidap, akan sulit berhenti. Ia bersifat sangat tersembunyi berkat kemasannya. Ia bisa disamarkan sebagai kapsul biasa, meningkatkan kesulitan kita dalam proses investigasi. Laporanku selesai. [Tempat kejadian pembunuhan Hu Qingshan]
Dari mana asalnya narkoba jenis baru? Apa saja jalur penjualannya? Apakah telah membentuk skala tertentu? Apakah semua ini sudah diselidiki? Semua informasi yang kami miliki telah selesai dilaporkan tadi. Selanjutnya, yang akan kami lakukan adalah mengumpulkan kekuatan polisi elite untuk berusaha memecahkan kasus ini. Lapor! Aku punya sebuah penemuan baru. Bowen, tolong tampilkan foto ke-3.
Kapten Liu. Semuanya, silakan lihat pola ini. Tato pada tubuh korban sama dengan tato yang ditemukan saat kita menangkap Du San pada tiga tahun lalu. Jadi, aku berani menebak dengan lancang, Korban Hu Qingshan dan Du San bekerja di organisasi pengedar narkoba yang sama atau punya suatu hubungan istimewa. Chen Yu.
Apa yang ingin kau katakan? Biarkan dia bicara. Du San adalah tersangka dalam kasus pembunuhan Wu Gang tiga tahun lalu. Waktu itu, saat sedang menangkap Du San, karena kemunculan mendadak Wu Zhenfeng, putranya Wu Gang, akibatnya penangkapan gagal dan semua petunjuk terputus, sehingga ini menjadi kasus misteri. Jadi, apakah kita bisa melakukan investigasi gabungan
Untuk kasus ini dan kasus Wu Gang tiga tahun lalu? [Apotek Yunhui] Kakak Peng. [Ba Peng, pelaku narkoba, dipanggil Lao Ba] Berikan aku sedikit barang lagi. Aku beri tahu padamu, kau sudah harus membayar semua utangmu sebelumnya. Bosku sudah memeriksa pembukuanku. Bukankah hanya Huang Daxian? [Pelaku Narkoba, Lao Zhang] Aku janji ini yang terakhir kali.
Aku akan membayar semua utangku sebelumnya. Apakah kau tahu? Hu Qingshan sudah mati. Obat ini tidak bisa dibuat untuk sementara. Kapsul kuning pasti akan semakin mahal. Kau bantu aku sekali lagi, kita berdua bisa kaya bersama. Bagaimana kau bisa tahu Hu Qingshan mati? Aku juga tahu siapa bosnya.
Jangan menipuku, aku tidak akan terjebak oleh trikmu. Jika kau punya banyak koneksi, mengapa tidak langsung mengambil barang dari Huang Daxian? Aku mana berani. Aku berutang pada mereka. Kakak Peng, berikan aku sedikit barang lagi. Ingin membeli obat apa? Lukamu parah sekali. Aku akan mengambilkanmu kain kasa yodium dan juga obat pereda bengkak.
Apakah kau gila? Siapa yang menyuruhmu menutup pintuku? Berikan aku sedikit kapsul kuning. Apa yang kau bicarakan? Kapsul kuning. Aku tidak tahu apa maksudmu. Yang warna kuning itu. Apakah kita pernah bertemu? Aku membeli obat dari Huang Daxian. Kau membantu Huang Daxian mengantar barang. Kau sudah lupa? Sudah ingat belum? Pukuli dia! Yunhe.
Sebagai sebuah kabupaten perbatasan, bertetanggaan dengan area kasus narkoba luar negeri terparah. Kondisi kasus narkoba luar negeri rumit. Di saat yang sama, justru karena lokasi geografisnya yang istimewa, anggota pengedar narkoba luar negeri punya bahasa dan adat yang mirip dengan kita. Karena itu, Yunhe selalu menjadi medan pemberantasan narkoba garis depan nasional di provinsi kita.
Sekarang juga ditemukan narkoba jenis baru. Komite Kantor Provinsi sangat memerhatikannya. Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe diminta membentuk Tim Investigasi Khusus untuk berusaha memecahkan kasus narkoba jenis baru. Harus bisa memberantasnya hingga ke akar sebelum jaringan pengedar narkoba jenis baru membentuk skala tertentu. Batas waktunya sebulan. Kalian dengarkan baik-baik, harus memecahkan kasus dalam sebulan.
Aku tinggal di Yunhe selama seminggu, harus ada kemajuan dalam waktu seminggu. Aku akan menunggu laporan kalian. Baik. Mana obatnya? Mana obatnya? Aku anggap ini sebagai penghormatanmu padaku. Ingat aku, namaku Kakak Feng. Begitu sampai di sini, aku mendengar orang lokal berkata bahwa di antara 100 orang di kantor kalian,
Ada tujuh orang pengidap narkoba, dua orang pengedar narkoba, bahkan ada satu yang polisi. Benarkah? Sangat konyol, ‘kan? Wakil Kepala Biro Chen, Kapten Detasemen Wang, hati-hati. Apakah kau pernah mendengarnya? Aku… Namun, jika dipikir dengan cermat, ini sungguh mengejutkan. Selama bertahun-tahun, kau memecahkan kasus yang semakin besar. Narkoba yang disita juga semakin banyak.
Namun, bagaimana dengan pengidap narkobanya? Malah terus meningkat. Tadi Wakil Kapten sudah bilang, kekuatan polisi Yunhe memang terbatas. Aku tanya padamu. Berapa banyak polisi pemberantasan narkoba di kabupaten perbatasan lain? Aku rasa ini bukan penjelasan yang bagus, ‘kan? – Tidak, bukan. – Aku rasa juga bukan. Cukup mengantar sampai di sini saja.
Halo, Divisi Pemberantasan Narkoba Kabupaten Yunhe. Ayo, bagikan tugas dulu. Kapten Liu, sambungan dari 110. Halo, aku Liu Kaihua. Nama samaran? Kepala Biro Lin. Kepala Biro Lin. Kepala Biro Lin. Kaihua. Ada apa? Barusan kita menerima laporan, ada narkoba di Apotek Yunhui. Kepala Biro Lin. – Yunhui? – Kepala Biro Lin. Pergilah. [Apotek Yunhui]
Chen Yu! Apa yang kau lakukan? Ayo pergi! Aku datang! Kali ini kau tidak akan bisa memberikan penjelasan pada Huang Daxian. Pikirkan saja urusanmu sendiri dulu. Dari mana asalnya Kakak Feng ini? Aku sudah bilang tidak pernah menemuinya. Tempatmu juga sudah diawasi. Dia sudah merampas sekali, maka pasti akan diulangi lagi.
Lebih baik titipkan semua barang yang tersisa padaku. Pertama, aman, kedua, aku bisa membantumu menjualnya. Aku akan membayar semua sisa utangku padamu. [L] Halo. Apakah kau di apotek? Kau dilaporkan oleh seseorang, polisi akan segera sampai. Ada apa? Aku… Aku sudah dilaporkan? Pasti ulah bocah yang tadi! Kakak, kau titipkan saja padaku, sudah pasti aman.
Kau harus membayar semua utangmu. Kau tenang saja. Aku pergi dulu. Halo. Kami dari Divisi Pemberantasan Narkoba Biro Keamanan Publik Kabupaten Yunhe, akan melakukan penyelidikan di tempatmu sesuai aturan hukum. Mohon kerja samamu. Pak Polisi, ada masalah apa? Apakah ada narkoba? Apakah kalian salah paham? Aku menjalankan bisnis secara legal, mana mungkin terlibat narkoba.
Kapten Liu. Mana kotak kemasannya? Sudah seperti ini saat barangnya masuk. Sudah seperti ini saat barangnya masuk? Ini hanya obat flu biasa, aku bisa menjelaskannya. Baik, jelaskanlah di kantor kami. – Bawa pergi. – Ini sungguh salah paham, Pak. Anran, bawa barangnya kembali untuk diuji. Baik. Qiangzi, kami pergi dulu, kau lanjutkan pemeriksaan.
Akhirnya kau sudah ingat untuk meneleponku. Terjadi masalah besar, Kakak Xian. Apotek Lao Ba dilaporkan oleh seseorang. Kau bilang apa? Obatnya dirampas oleh seseorang, Lao Ba sudah ditangkap polisi. Siapa yang melapor? [Huang Wenlin, pelaku narkoba, dipanggil Huang Daxian] Namanya Kakak Feng. Katanya dia mengenalmu. Menurutku, biarkan saja Lao Ba ditangkap. Masih ada aku.
Serahkan saja barang yang tersisa padaku agar aku bisa membayar kekurangan utangku sebelumnya. Aku akan menghasilkan banyak uang untukmu. Kau sudah melanggar aturan. Aku akan memberimu waktu tiga hari. Dalam waktu tiga hari, jika kau tidak melunasi semuanya, kau tahu sendiri akibatnya. Lupakan saja jika tidak mau. Dia kira sehebat apa dirinya? [Divisi Pemberantasan Narkoba]
[Merekam] Nama lengkap. Ba Peng, Ba dari kata bus, Peng dari kata melebarkan sayap. Teman-teman memanggilku Lao Ba. Usia. Usiaku 33 tahun. Pekerjaan. Aku membuka apotek sendiri, yaitu Apotek Yunhui yang kalian geledah itu. Pernah dipenjara tiga tahun karena mengidap dan mengedar narkoba. Baru bebas pada Januari tahun lalu. Adakah yang ingin kau jelaskan?
Aku sudah memperbaiki diri, sekarang aku seorang pedagang legal. Kalau begitu, jelaskan barang yang tadi ditemukan di apotekmu. Kapsul itu adalah kapsul paracetamol, berguna untuk mengobati flu biasa, serta gejala demam, sakit kepala, hidung tersumbat akibat influenza… Jangan membaca isi buku. Mana kotak kemasannya? Aku sudah membuangnya. Aku ingat tadi kau bukan bilang seperti itu.
Itu karena aku salah ingat. Memang sudah seperti itu saat barangnya masuk. Obat macam apa yang masuk ke apotek tanpa kemasan? Kecuali itu bukan obat. Katakan! Obat apa? Pak Polisi, aku akan mengatakannya. Aku membelinya dari luar kabupaten. Aku mengaku, itu obat palsu.
Harga obat asli empat yuan per kotak, hanya bisa untung beberapa sen per kotak. Yang ini satu yuan lebih per papan, jadi, aku membeli tiga papan. Kau kenal? Apa maksudmu? Tidak ada, hanya tanya saja. Bagaimana dengan papan yang kosong? Ke mana isinya? Aku meminumnya. Kau minum? Kau juga tidak takut mati setelah meminumnya?
Beberapa waktu lalu, kebetulan aku flu, jadi, kupikir aku coba saja dulu. Karena tidak masalah, aku beli lebih banyak untuk dijual. Hasilnya, obat ini tidak berefek sedikit pun. Aku membuangnya sebelum habis. Jangan bicarakan dulu isinya obat flu atau bukan, aku beri tahu padamu,
Menjual obat palsu itu melanggar hukum, bisa dijatuhi hukuman, apakah kau tahu? Aku tidak menjualnya lagi. Aku sudah menyerahkan semuanya pada kalian. Lepaskan saja jika dia tidak bermasalah. [Obat] Mau makan apa? Kau pergi ke gudang lama nanti malam. Kau buat jebakan di sana, lalu, laporkan dia ke polisi. Dialah yang membunuh Hu Qingshan.
Dia yang membunuhnya?