Lin Luxiao pergi menjemput Lin Qi | Bright Eyes in the Dark【INDO SUB】EP4 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Pertolongan sosial. Pertolongan sosial. Taman Bunga Haitang nomor 124. Kepala seorang anak tersangkut di celah pagar. Berangkatkan mobil nomor dua. Pertolongan sosial. Pertolongan sosial. Taman Bunga Haitang nomor 124. Ada apa? Kepala tersangkut di celah pagar. Berangkatkan mobil nomor dua. Istirahatlah. Liu, istirahatlah dulu. [Pemadam Kebakaran] Pelan-pelan. Pelan-pelan.
Lihat siapa yang kembali. Mari. Semuanya jangan main lagi, jangan main lagi. Mari kita sambut kembali sang pahlawan pemadam kebakaran, Liu Ruyi, dengan tepuk tangan yang meriah. Baik! – Baik! – Baik! Saudara Liu, menjadi contoh dan berjuang tanpa memedulikan diri sendiri. Terluka dengan terhormat, telah memberi teladan tertentu bagi seluruh tim. Benar, ‘kan? Jadi,
Satuan sepakat memutuskan, pekerjaan sehari-hari Saudara Liu, diserahkan kepada kami semua hingga dia pulih. Benar tidak? Baik! Baik. Baik. Pertama-tama, terima kasih kepada teman seperjuanganku. Kalian semua adalah keluargaku. Kedua, bukankah sebelumnya aku berhasil menantang anggota lama tim? Aku ingin menambahkan peraturan keenam milikku… sendiri! Setuju! Setuju! Baik. [Lima Peraturan Satuan Khusus]
[Enam Peraturan Satuan Khusus] Pasal keenam. Tidak boleh ke toilet lebih dari 5 menit. – Baik! – Baik! Orang terdahulu menanam pohon, orang mendatang menumpang teduh. – Baik! – Baik! [Enam Peraturan Satuan Khusus] ♫Kemarin yang berputar-putar♫ ♫Angin dan embun es mengukir wajah samping♫ ♫Berjalan melawan cahaya, seperti tersembunyi♫ ♫Mengingatkan hari esok yang baru♫
♫Biarkan sumpah bergema di telinga♫ ♫Pergi ke tempat yang lebih jauh dengan yakin♫ ♫Melawan cahaya, maju dengan berani♫ ♫Asap menyerbak, menutupi langit♫ ♫Terbang lebih tinggi melawan angin♫ ♫Melampaui garis langit♫ ♫Setelah senja, sebelum fajar♫ ♫Pergi mengalami ribuan percobaan lagi♫ ♫Menerobos dinding itu untuk menyentuh♫ ♫Batas antara matahari dan laut♫ [Bright eyes in the Dark]
[Episode 04] [Seperti Menuangkan Minyak ke Api] Siapa yang bisa memberitahuku, [Buku Pegangan Operasi Keselamatan Latihan Pertempuran Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan] apa prasyarat pemadam kebakaran dan penyelamatan? Shao Yijiu. Hadir! Prasyaratnya adalah memastikan keselamatan diri sendiri terlebih dahulu, baru bisa melakukan penyelamatan. Apa kamu telah melaksanakannya? Qin Shiquan. Hadir! Apakah kalian telah melaksanakannya? Lapor!
Tidak. Liu Ruyi. Hadir! Jika itu kamu, apa yang akan kamu lakukan? Lapor. Dalam situasi telah diketahui ada orang yang terjebak, aku akan membawa lebih satu masker penyelamat dalam proses persiapan. Duduk. Baik! Yu Qilei. Hadir! Kenapa Liu Ruyi membawa lebih satu masker penyelamat? Ada banyak asap tebal di lokasi kebakaran saat itu.
Asisten Liu menyesuaikan rencana penyelamatan dengan keadaan di lokasi. Duduk. Baik! Hanya memikirkan menyelamatkan orang. Apa kalian juga sudah lupa apa misi kita? Melakukan kesalahan dasar seperti ini. Aku beri tahu kalian. Buku pegangan pemadam kebakaran dan penyelamatan memberi tahu kita apa batasannya. Berdasarkan batasan tersebut,
Jika kamu ingin melakukannya dengan lebih cepat dan lebih baik, maka banyak melihat! Banyak berpikir! Banyak belajar! Apa yang kalian berdua lakukan? Kalian mau berkorban? Menyelamatkan diri sendiri pun tidak bisa, masih ingin menyelamatkan orang lain? Orang seperti kalian, bagaimana saudara lain bisa memercayai kalian? Aku tegaskan sekali lagi. Pemadam kebakaran dan penyelamatan,
Bukan tempat untuk kalian memamerkan kemampuan. Siapa yang bertindak sembarangan, segera enyah dari sini! Katakan saja. Lapor! Ketua Satuan. Kami sudah tahu kesalahan kami. Kami hanya ingin menyelamatkan orang, seperti Anda menyelamatkan kami saat gempa dulu. Tolong beri kami kesempatan lagi. Kalian berdua… kembali dan setiap orang salin tiga kali buku pegangan ini. Baik! Baik!
Duduk! [Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] Sedang belajar? Wakil Ketua Yu. Wakil Ketua Yu. Ini adalah rangkuman pekerjaanku selama beberapa tahun ini. Di dalamnya tertulis beberapa pelajaran yang kudapatkan. Kalian simpan saja. Mungkin berguna. Terima kasih banyak. Wakil Ketua Yu. Aku tahu kamu memiliki prestasi tinggi dalam teknik struktur. Aku harap Anda bisa mengajariku.
Aku pasti akan belajar dengan baik. Tidak perlu buru-buru. Baik. Sudah salin sampai mana? – Instruktur. – Instruktur. Instruktur Yang. Kamu juga kemari. Baiklah. Kalian mengobrol saja, aku balik dulu. Baik. Sini. Kalian berdua kemari. Aku bicara dengan kalian berdua. Hari ini kena marah, apakah ada emosi di dalam hati? Ayo. Duduk. Duduk. Sebenarnya,
Wajar jika ada sedikit emosi. Tapi jika dipikir kembali, kalian berdua juga harus memahami ketua satuan kalian. Hari ini saat kamu bertanya padanya tentang gempa waktu itu. Kenapa dia tidak mengatakannya? Ada beberapa hal, kalian berdua tidak tahu. Gempa waktu itu, membuatnya sangat terpukul. Bahkan bisa dikatakan mengubah hidupnya sepenuhnya. Setelah gempa,
Dia tidak bisa keluar untuk waktu yang lama. Kalian berdua… Hari ini membuatnya teringat hal itu lagi. Kalian berdua masih muda, punya semangat untuk menjadi pahlawan. Itu patut didukung. Tapi jika dikatakan lagi, menjadi pahlawan pasti bukan memakai cara individualisme. Jangan lupa, kalian berdua terutama adalah petugas pemadam kebakaran, harus mematuhi tata tertib
Dan menyelesaikan pekerjaan sendiri dengan baik. Inilah yang paling penting. Yang lainnya, jangan dipikirkan dulu. Terima kasih, Instruktur. Aku sudah mengerti. Bagaimana denganmu? Mengerti. Baiklah. Lanjutlah menyalin. – Baik. – Baik. [Pantri Teman Biru] Ketua Satuan. Sudah jam berapa? Sudah jam berapa? Tengah malam makan begitu banyak makanan dingin, kamu tidak takut diare?
Zheng Yang bilang sudah mau kedaluwarsa, dia tidak bisa makan, suruh aku datang… Makan karena sudah mau kedaluwarsa? Isi satu lemari itu sudah hampir kedaluwarsa, kamu makan semua? Ketua Satuan, kamu juga coba. Singkirkan. Cepat. Kembali dan tidur. Jangan… Jangan makan lagi. Jangan makan lagi, buang saja. Sudahlah. Jangan makan lagi.
Oh ya, Ketua Satuan, itu… Instruktur meninggalkan sesuatu untukmu di kulkas. Jangan lupa dilihat. Sudah pulang? Apakah enak? Toko ini biasa saja. Tidak seenak yang di persimpangan itu. Sudahlah. Makan gratis masih pilih-pilih. Sudah bagus ada makanan. Kamu mau sesuap? Aku tidak mau makan. Aku tidak suka makanan manis. Kuberitahukan padamu,
Ini aku beli dengan uangku sendiri. Jangan bersisa. Tenang saja. Makan makanan ini, kapan aku pernah menyisakannya? Omong-omong, aku harus membicarakan soal Yijiu dan Shiqian denganmu. Yijiu ini anak yang menarik. Sangat mirip denganmu waktu muda. Kalau Shiquan, pintar, punya pemikiran sendiri. Menurutku kelak, punya bakat menjadi instruktur. Namanya anak-anak. Keduanya anak yang baik.
Benar, ‘kan? Datang demi menjadi pemadam kebakaran. Coba kamu pikir, terkadang ada sedikit tindakan impulsif, itu juga normal. Benar, ‘kan? Kamu harus mengerti. Kedua anak ini pernah diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran, lalu merasa berutang nyawa pada petugas pemadam kebakaran. Pemikiran ini sangat menakutkan, apa kamu tahu? Benar. Jika dipikir lagi,
Aku merasa sekarang perlu mencarikan guru untuk mereka berdua, mengajari mereka dengan baik. Bagaimana kalau… merepotkan Anda? Aku sendiri mengajar dua orang? Makin besar kemampuan, makin besar tanggung jawab. Apa kamu merasa aku setiap hari sangat santai dan tidak ada kerjaan? Bukan. Sekalipun mau mengajar, setidaknya kita masing-masing satu orang. Tidak bisa.
Soal pekerjaan profesional harus bergantung padamu. Lagi pula, mereka berdua kelak, belum tentu ingin menjadi instruktur. Dan apa yang bisa aku ajarkan? Benar tidak? Selain itu, kamu sudah makan semua kue ini. Hanya masalah kecil ini, kamu tidak boleh menolak permintaanku. Terutama karena aku punya kekhawatiran lain. Sekarang tidak ada waktu untuk memikirkan ini.
Pertahankan dulu mereka baru bicarakan. Pertahankan apanya? Bukankah mereka sudah berada di satuan? Sudahlah, tidak bicara denganmu lagi. Ada apa? Apakah kamu ada masalah? Katakan padaku. Lin Luxiao. Antara ketua satuan dan instruktur, harus seperti suami istri. Tidak boleh ada rahasia lagi. Sudahlah, jangan cerewet lagi. Cepat tidur. Setiap hari seperti ibu-ibu. Bukan, kamu…
Sebenarnya ada masalah apa? Katakan padaku. Kamu mau ke mana? Jalan-jalan sebentar. Untuk apa kamu jalan-jalan? Sudah jam berapa ini? Masalah kedua anak ini, aku anggap kamu setuju, ya. Henti, gerak. – Ketua Satuan. – Ketua Satuan. Sudah datang. Memanggil kalian kemari, karena ingin… Ketua Satuan, kami salah. Benar, Ketua Satuan. Kami benar-benar bersalah.
Saat menyalin buku pegangan, aku berdiskusi dengan Shiquan, merasa yang Anda katakan benar. Untung kali ini tidak ada masalah. Jika tidak, selain tidak bisa menyelamatkan orang, kami juga akan menemui bahaya, malah menjadi beban orang lain. Ketua Satuan. Dalam misi kali ini, aku yang bertindak gegabah. Bahkan melibatkan Yijiu. Aku sudah menyadari kesalahanku. Menyadari kesalahan
Adalah hal yang baik. Memanggil kalian kemari untuk mengatakan sesuatu kepada kalian. Stasiun satuan khusus kami ada sebuah tradisi. Anggota lama mengajar anggota baru. Biasanya, satu anggota lama mengajar satu anggota baru. Tapi berhubung kondisi kalian berdua agak spesial. Aku sudah berdiskusi dengan instruktur. Jadi aku memutuskan untuk mengajar kalian berdua sendiri.
Kelak jika ada masalah apa pun, langsung tanyakan padaku. Saat bertugas juga sama. Ikut di belakangku. Lakukan saja apa yang disuruh. Mengerti? Mengerti, Ketua Satuan. Mengerti, Guru. Terima kasih, Guru. Terima kasih, Guru. Baiklah. Pulanglah. Baik. [Kedatangan Internasional, Hong Kong, Makau, Taiwan] Direktur Jiang. Direktur Jiang. Aku datang terlambat. Direktur Jiang. Selamat pulang ke rumah.
Bahagia pulang ke rumah. Bahagia pulang ke rumah. Bahagia apanya? Sama sekali tidak bahagia. Baiklah. Lagi pula sudah telanjur kembali. Kenapa kamu lama sekali? Mana mobilnya? Tidak ada mobil. Aku selalu naik kereta bawah tanah. Apa maksudnya? Direktur Jiang. Setelah kamu mengalami kecelakaan di Milan, Presiden Direktur sangat marah. Beliau merasa gaya kerjamu ini
Harus dilatih lagi. Direktur Jiang. Sebenarnya apa yang terjadi padamu di Milan? Aku sudah mengatakannya sepuluh ribu kali. Aku hanya minum terlalu banyak. Polisi membawaku ke kantor polisi. Aku menghilangkan mabuk selama semalaman. Keesokan harinya aku sudah keluar. Tidak ada apa-apa. Sesederhana itu. Sudahlah. Kamu jangan membohongiku lagi. Di internet sudah beredar, kamu di Milan,
Berjudi, menipu, bahkan… bahkan menjual diri. Siapa yang berkata begitu padamu? Sekarang semua berkata begitu di internet. Temukan untukku. Siapa yang paling awal menyebarkannya? Temukan dia. Baik. Naik taksi. Direktur Jiang. Aku… Aku angkat telepon dulu. Halo. Direktur Ma. Aku sudah melihat semua artis kalian. Ini… Terlalu banyak. Begini saja,
Kamu pahami lagi bisnis perusahaan kami dulu, lalu susun lagi artis kalian. Begitu saja. Sampai jumpa. Direktur Ma ini benar-benar sulit dihadapi. Tidak mengerti bahasa manusia. Aku pesan mobil. Aku sudah selesai memesan. Untuk apa perusahaan kita mengundang artis? Mengadakan acara? Direktur Jiang. Sekarang industri tradisional sedang sepi. Presiden Direktur ingin bertransformasi,
Masuk ke industri hiburan. Bahkan membuka sebuah perusahaan demi ini. Kali ini kamu pulang, kemungkinan besar akan diserahkan padamu. Industri hiburan apanya, mendengarnya saja tidak tertarik. Aku tidak mau. Bukan, Direktur Jiang. Anda tidak tahu, sekarang perusahaan benar-benar tidak seperti dulu lagi. Dua hari yang lalu, baru saja selesai PHK,
Dua hari ini, menurunkan gaji lagi. Kami juga melewati hari demi hari seadanya. Coba kulihat. Dunia ini sungguh sempit sekali. [Pemain biola berbakat, Lin Qi] Ternyata namamu Lin Qi. Nan Chu! Latihan hari ini selesai begitu cepat? Benar. Temanku menemukan tempat yang bagus. Panggung di luar ruangan. Ayo latihan menari bersama.
Tunggu aku sebentar, aku segera selesai. Ayo pergi. Maaf, kami sudah tutup. Bukankah pintunya masih terbuka? Orang Tiongkok? Maaf, ya. Kami sudah tutup. Aku hanya ingin makan Laobing. Maaf, ya. Tempat kami ini restoran Italia, tidak ada Laobing. Jangan menipuku. Memangnya aku tidak tahu, bukankah Laobing itu piza Tiongkok? Benar tidak?
Maaf, sungguh tidak bisa dibuat. Tidak mau buatkan untukku? Kalian juga meremehkanku. Sama seperti ayahku, memandang rendah aku. Tidak apa-apa. Tidak perlu kalian. Aku bisa membuat Laobing, aku buat sendiri saja. – Sungguh tidak bisa dibuat. – Kamu tidak boleh ke sana. Sungguh tidak bisa. Sungguh tidak bisa. Aku hanya mau makan Laobing.
Bibi, kamu tidak bermoral. Aku hanya mau makan Laobing. Kamu kenal? Tidak hanya kenal. Temukan dia. Katakan padanya, ada sebuah kerja sama yang ingin dibicarakan dengannya. Baik, tidak masalah. [Grup Fude] Coba kamu lihat bagaimana tabel yang kubuat ini. Lihat bagian ini. Direktur Jiang. Minggu depan, jika tidak bisa meningkatkan kinerja, enyah kalian semua!
Setiap hari bermalas-malasan di sini. Tidur pada jam kerja. Tidak ada kinerja sama sekali. Untuk apa mempekerjakan kalian? Ayah. Baru ke luar negeri beberapa tahun, bahkan sudah tidak bisa mengetuk pintu? Kenapa bersikeras memanggilku kembali? Makanan penjara bisa dimakan di mana saja. Pulang dan makan di sini juga sama. Jangan dengarkan omong kosong mereka.
Aku tidak melakukan apa-apa di luar. Hanya tidur satu malam di kantor polisi, mereka pun melepaskanku. Benarkah? Lalu kenapa kamu tidak memikirkan alasan orang itu hanya mengarang cerita untukmu? Kenapa tidak mengarang untuk orang lain? Ada apa dengan tanganmu? Jelaskan padaku. Aku jatuh saat bermain susur sungai. Sudah hampir sembuh. Kamu teruslah bermain-main.
Kamu juga jangan selalu meremehkan aku bermain susur sungai. Demi memainkannya dengan baik, aku bahkan mempelajari geografi, vegetasi, hidrologi. Belajar bertahan hidup di alam liar. Meraih dua juara pertama renang, tiga juara pertama panjat tebing. Bahkan secara khusus mendapatkan sertifikat penyelamatan di dataran tinggi. Benarkah? Kalau begitu, kamu sepenuhnya bisa menghidupi dirimu sendiri. Turunkan kakimu.
Turunkan. Saat aku seusiamu, aku lebih memilih mengencangkan baut di pabrik, juga tidak akan meminta uang sepeser pun dari rumah. Sangat membosankan jika kamu terus membahas ini. Kini zaman sudah berbeda. Ada berapa banyak orang di luar yang seusiamu, bergadang, lembur, menyewa rumah, menghidupi keluarga. Kenapa kamu tidak tanyakan pada mereka? Apanya yang berbeda?
Kalau begitu, aku tanyakan padamu. Dulu kamu berusaha begitu keras membangun perusahaan sebesar ini demi apa? Sekarang aku punya kondisi seperti ini, bisa memilih cara hidup yang aku suka. Aku juga tidak mengganggu orang lain, apakah aku salah? Baik, meskipun aku tidak punya uang, apa aku tidak boleh mengejar hobi dan impianku sendiri? Kamu…
Orang yang tidak berkemampuan hanya bisa mengatakan kata-kata mulia seperti ini. Kemari kamu. Kemari! Dasar. Kuberitahukan padamu. Perusahaan sedang dalam masa transformasi. Aku memanggilmu kembali karena ingin menyuruhmu mengambil alih sebuah proyek. Kamu lihat baik-baik. [Masa Muda yang Membara] Proyek ini kamu yang bertanggung jawab kelak. Departemen pemadam kebakaran, perusahaan mitra, sudah selesai diatur untukmu.
Acara khusus pendidikan damkar? Aku tidak mau. Sepuluh tahun lalu pun tidak ada yang menonton acara seperti ini. Jiang Ge. Jika kamu bahkan tak sanggup mengerjakan hal kecil seperti ini, maka kamu tidak layak terus menerima investasi dariku. Pergilah. Pergilah! Baik. Aku boleh melakukannya. Tapi aku hanya ada satu permintaan. Lakukan sesuai keinginanku
Untuk membuat sesuatu yang berbeda. Katakan. Direktur Jiang, kamu menyuruhku mencari pemain biola itu. Aku sudah membuat janji untukmu. Kirimkan alamatnya padaku, cepat. Aku segera tiba. Kalau begitu uang sewa kita tahun ini sudah dilunasi. Kelak kita tidak perlu khawatir soal uang lagi. Selanjutnya, tinggal persiapkan kompetisi tari modern dengan serius.
Tapi kostum pertandingan sudah harus ditentukan. Apa kalian punya ide? Kenapa kalian semua tidak bicara? Ada apa? Nan Chu. Kelak, apakah kamu tidak bisa menari bersama kami lagi? Tentu saja tidak. Aku akan kembali setiap ada waktu luang. Nan Chu. Jika kamu terkenal, kamu harus ingat kami. Soal ini, belum tentu juga.
Lihatlah, dia sudah mulai sombong. Sudah mulai sombong. Sombong apanya? – Sudah sombong. – Memang sudah sombong. Kamu ini termasuk sudah masuk ke dunia hiburan. Kamu harus mendapatkan foto tanda tangan untukku. Kamu ganti kesukaan setiap menonton drama baru. Bagaimana aku tahu siapa yang paling ingin kamu nikahi? Yang aku inginkan adalah milikmu.
Foto tanda tanganmu. Kalau begitu, aku bisa menandatanganinya untukmu sekarang. Ayo tanda tangan. Tanda tangan di sepatu. Lalu sepatuku ini tidak akan kucuci lagi. Tanda tangan. Aku mau foto dengan calon artis masa depan. Aku juga mau. Aku juga mau. Tunggu sebentar. Nan Chu! Sudah, sudah. Ingat kirimkan padaku. Baik. Aku akan mengeditnya untukmu.
Aku tahu kalian tidak merelakanku, tapi kegigihan belajar menari kita sangat kuat. Jangan merasa aku bergabung ke sebuah perusahaan, seperti menerima banyak penderitaan. Hanya beberapa tahun saja, benar-benar lumayan bagus. Menari pasti akan menjadi pekerjaan utamaku. Aku tidak akan menyerah. Lagi pula, aku masih punya kalian dan Klub Tari Mimpi. Hatiku sangat tenang.
Kalau begitu, kami traktir kamu makan bersama. Merayakan kamu mendapatkan pekerjaan sampingan. Bagaimana menurut kalian? Ini boleh. Makan apa? Aku ingin makan hotpot. Makan hotpot lagi? Aku juga bisa. Kalian lupa tanya Kak Nan Chu mau makan apa? Iya. Barbeku. Barbeku bisa dipadukan dengan bir kecil. Pilih restoran yang mana?
Kita makan di restoran waktu itu. Pergi lihat. Di sini, ‘kan? Apakah restoran ini? Bukan restoran ini, bukan restoran ini. Aku angkat telepon dulu, kalian pilih dulu. Aku beri tahu kamu, restoran ini pasti enak. Dapat rating 5,0. Halo, gadis cantik. Aku sudah pulang. Siapa kamu? Begitu cepat sudah tidak mengenaliku?
Siapa yang mentraktirmu makan ham Iberia? Siapa yang mengajarimu memasak risotto? Begitu cepat sudah tidak mengenaliku? Lin Qi? Kamu sudah kembali ke dalam negeri? Benar. Kebetulan aku sedang membicarakan sesuatu di Bar Jiangse. Kebetulan akan makan. Bagaimana kalau kamu datang juga? Anggap saja untuk menyambutku. Baik. Kemarilah. Di sini sudah ada orang.
Aku yang membuat janji denganmu. Pergilah. Tidak kenal aku lagi? Kamu adalah… Aku membantumu mengingatnya. Di Milan, aku meminta sebuah Laobing kepadamu. Lalu kamu lapor polisi. Hari ini aku datang hanya ingin mengobrol denganmu. Aku hanya menginginkan Laobing, apa salahnya? Kenapa menyuruhku menanggung tuduhan-tuduhan yang tidak perlu itu?
Saat itu polisi bertugas, kami juga tidak bisa apa-apa. Begini saja. Aku pergi dulu. Kamu… Apa yang ingin kamu lakukan? Aku peringatkan kamu. Di sini ada CCTV semua, kamu jangan sembarangan. Memangnya kenapa kalau ada? Apakah melanggar hukum kalau kita mengobrol? Kamu minggir! Ini tempat umum, jangan sembarangan. Sudah lama tidak bertemu,
Traktir kamu minum arak untuk bernostalgia. Lihat betapa bagusnya ini. Minum sedikit arak, kamu bantu aku buatkan Laobing. Santai dan elegan, benar tidak? Lao… Laobing? Sebenarnya kamu bisa membuat Laobing atau tidak? Bukan. Kamu tidak bisa membuatnya, – Untuk apa membuka… – Berhenti! Semuanya sudah datang. Kebetulan kalian berdua bisa membuatnya bersama.
Aku sudah lapor polisi. Lapor… Sudah lapor polisi. Aku benar-benar kehabisan kata-kata. Aku hanya ingin makan Laobing. Kenapa kamu selalu lapor polisi? Kamu tidak ada habisnya. Aku benar-benar difitnah, ini hanya salah paham. Aku hanya ingin makan Laobing. Dia bersikeras bilang aku adalah organisasi kriminal. Kamu tidak perlu bicara begitu banyak denganku. Tunggu saja.
Aku akan memberi tahu kalian jika ada hasilnya. Kamu… kamu kapan ada hasilnya? Ada apa dengan mereka? Mereka hampir berkelahi karena Laobing. Baik. Lin Qi. Lin Qi, kapan kamu kembali? Tidak dengar dari kakakmu. Kak Sun. Kalian ini masih ada main koneksi, ya? Aku sudah menelepon kakakmu. Dia akan menjemputmu nanti. Terima kasih, Kak Sun.
Kamu tunggu sebentar. Apakah dia kakak yang sangat tampan, yang menjadi pemadam kebakaran, yang kamu bilang itu? Bukan. Sudah seperti ini, masih membicarakan tampan atau tidak. Di sini adalah kantor polisi. Lalu kenapa? Lagi pula, bagaimanapun kita yang masuk akal. Kamu tidak tahu kakakku mengaturku dengan ketat.
Jika dia tahu aku begitu kembali langsung masuk kantor polisi, bagaimana aku menjelaskan padanya? Benar juga. Jika tahu begini sejak awal, seharusnya menerima mediasi di tempat saja. Sekarang kamu sudah tahu berkata seperti ini? Tadi aku sudah bilang, kita berdua saling minta maaf saja. Kenapa kamu memperumit masalah sampai harus lapor polisi?
Sekarang sudah tahu berbuat salah. Dari awal ke mana saja? Siapa yang minta maaf dengan sikap merendahkan sepertimu ini? Jika bukan karena sikapmu yang bermasalah, apakah kita akan datang ke sini? Bibi, kamu cepat diam. Aku tidak bisa menjelaskannya padamu. – Mingyang. – Siapa ini yang datang? Jika bukan karena Lin Qi di tempatku,
Kamu sudah melupakan aku, teman lamamu ini, ‘kan? Lihat apa yang kamu katakan. Orang lain tidak tahu, apa kamu juga tidak tahu? Kami yang bekerja sebagai pemadam kebakaran, juga tidak lebih baik dari kalian. Mana mungkin tidak tahu? Hanya bercanda. Kamu jangan selalu begitu serius. Bagaimana dengan bocah tengik itu? Tidak apa-apa. Beberapa anak muda
Ada sedikit perselisihan. Bertengkar sebentar. Aku menyuruh mereka ke kantor polisi untuk menenangkan diri. Tidak ada yang berkelahi, ‘kan? Tidak. Kamu masuk dan tanda tangan, bawa dia pergi saja. Lalu sekarang aku masih ada sedikit urusan. Kapan-kapan kita makan bersama. Baik, baik. Sudah merepotkanmu. Tidak apa-apa. Gawat. Wajahnya muram. Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?
Dia adalah kakakmu? Benar, siapa lagi? Kak. Hebat. Baru pulang, menyuruhku datang ke sini untuk menemuimu? Kak, kamu salah paham. Semua salah mereka. Diam. Aku bisa bersaksi. Kami tidak melakukan apa-apa. Dia yang menindas kami. Benar, benar. Jangan bicara sembarangan. Siapa yang menindas kalian? Jika ada masalah, katakan pada polisi. Jangan tunjuk-tunjuk.
Bukan… Kamu ini siapa lagi? Polisi. Jiang Ge. Kemari dan duduk dengan tenang. Aku kasih tahu kamu, hanya kali ini saja. Polisi. Aku datang menjemput Lin Qi. Kak. Tanda tangan di sini. Kak. Dia juga. Nan Chu juga. Kenapa kalian saling kenal? Dia pernah menyelamatkanku, dua kali. Dua kali? [Polisi] Apa kamu sudah gila?
Kenapa masuk kantor polisi? Tidak apa-apa, sudah keluar. Jangan keluar, jangan keluar. Ada paparazi yang menunggu kalian di luar. Bagaimana mungkin ada paparazi yang menungguku? Kamu sudah berpikir terlalu banyak. Mereka pergi untuk Direktur Jiang. Direktur Jiang? Jiang Ge. Sudahlah. Tidak bisa dijelaskan di telepon. Pokoknya kamu ingat, Jiang Ge ini
Suka hal-hal yang menegangkan, suka mengejar olahraga ekstrem. Rumahnya ada sedikit industri hiburan, termasuk selebriti internet. Setiap hari diawasi oleh akun pemasaran. Kamu baru saja menandatangani kontrak. Di saat seperti ini, lebih baik kamu jangan membuat masalah untukku. Mengerti, tidak? Mengerti. Nan Chu. Cepat kembali ke Klub Tari Mimpi. Saluran sebelah bocor.
Jika masih tidak kembali, kamarmu akan tenggelam. Mau kuantar pulang? Tidak perlu. Itu… Bantu aku. Di luar ada paparazi, aku tidak boleh difoto. Kamu sudah diawasi paparazi? Bukan, nanti kujelaskan padamu. Kakak. Ayo. Terima kasih untuk hari ini. Karena begitu berjodoh, traktir aku dan kakakku makan camilan malam.
Hari ini masih ada sedikit urusan, benar-benar tidak bisa. Lain hari. Kak, kalau begitu kamu traktir aku. Kak. Apakah ini? Bukan, bukan, tidak ada Jiang Ge. Kenapa masih belum keluar? Tunggu sebentar lagi. Untuk apa kamu menahan kekesalan ini? Itu Jiang Ge, ‘kan? Ini… Foto lebih banyak, foto lebih banyak.
Ka… kalian berdua pulang saja dulu. Baik, baik. Sampai jumpa. Bukan, bagaimana kamu melakukan urusan? Jangan foto lagi! Jangan foto… Pergi. Kamu suka foto, ya? Kemari, turun dan foto. – Direktur Jiang. – Ayo, kamu foto wajahku. Sedang apa? Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan? Foto diam-diam, ya? Merekam video. Akun pemasaran, ‘kan?
Foto aku. Aku di sini, ayo foto. Apakah kamu gila? Kamu bilang siapa yang gila? Sudahlah. Kamu bilang siapa yang gila? Sudahlah. Kalau kamu tidak gila, kamu jangan lari. Sudahlah. Jangan marah. Aku gila. Apa kamu punya obat? Jangan marah. Sudahlah. Sudahlah. Jangan marah, jangan marah. Ini di depan pintu kantor polisi. Sepatumu.
Kamu hebat, Jiang Ge. Ayah. Sudah hebat, ya? Sudah main sampai kantor polisi. Apakah kantor polisi menyenangkan? Bukan. Bagaimana? Benar-benar salah paham, kamu dengarkan penjelasanku. Presiden direktur? Aku benar-benar kehabisan kata-kata. Sudahlah, sudahlah. Kita pergi dulu. Di depan pintu kantor polisi. Kita pergi, kita pergi. Mobilnya di sana. Makan sedikit, Kak.
Adikmu hari ini masuk kantor polisi benar-benar hanya salah paham. Orang sepertiku mana mungkin melakukan hal buruk seperti ini? Sebaiknya begitu, aku kasih tahu kamu. Baru pulang ke dalam negeri, harus patuh. Hanya kali ini, ya. Lain kali jika ada masalah lagi, kamu telepon ayah. Jangan. Kalau Ayah datang, pasti akan memarahiku. Bagaimana kamu kenal
Dengan gadis itu? Nan Chu? Saat itu di Milan, dia belajar tari modern. Sama-sama orang Tiongkok. Perlahan-lahan pun menjadi teman baik. Teman? Kami berdua tidak pacaran. Siapa yang tahu apa yang telah kamu lakukan? Adikmu kembali ke dalam negeri hanya ingin berkarier. Bagaimana mungkin terganggu karena hal seperti ini? Bagus. Oh ya, Kak.
Besok kebetulan aku ingin pulang untuk melihat ayah. Apa mau bersama? Kamu saja yang pergi. Itu… Banyak urusan di satuan. Bukan. Setiap kali bertanya padamu, selalu ada masalah. Kalau kamu tidak pulang, setidaknya harus menelepon, bukan? Setiap minggu selalu telepon. Setelah telepon… Hanya mengomel. Kamu juga tahu sifat ayah kita. Meskipun setiap hari mengomelimu,
Tapi kamu yang paling penting di hatinya. Tidak seperti aku. Bahkan malas mengurusiku. Jika kamu ingin dimarahi, kamu tinggal tiga hari di rumah. Lihat apakah dia memarahimu atau tidak. Jangan. Tinggal tiga hari akan sangat luar biasa. Tiga pria di rumah kita, dua bekerja sebagai pemadam kebakaran, terlalu keras. Jika ibu kita masih ada,
Bagus kalau menetralkan sedikit. Kebetulan kamu sudah pulang. Dua hari ini aku libur, kita pergi sembahyang kuburan ibu. Baik. Kebetulan… sudah lama tidak melihat ibu. Tinggal di luar negeri beberapa tahun jadi dewasa, ya. Tentu saja. Aku tahu bagaimana Kakak memperlakukanku. Kali ini kamu pulang punya rencana apa? Belum memberitahumu.
Aku sudah bergabung dengan sebuah perusahaan. Selain itu, juga berencana mengadakan sebuah konser solo untukku. Konser solo? Tidak sia-sia membiayaimu. Titik awalmu ini sangat tinggi. Bukankah dua hari yang lalu, baru mendapat penghargaan pendatang baru terbaik di luar negeri? Begitu pulang, langsung konser solo. Sudah bagus, Dik. Ayo. [Lin Luxiao mentransfer 5.000 yuan]
[Ibu: Dengar-dengar kamu sudah menandatangani kontrak, pekerjaan selanjutnya, semoga kamu sendiri…] [Juara Pertama Kompetisi Tari Anak-Anak] [Detasemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Beixun] Ada satu tim acara mencari kita, ingin membuat sebuah acara spesial. Detasemen ingin menjadi contoh yang baik. Setelah aku pikir-pikir, satuan kalian saja. [Masa Muda yang Membara] Ini… Hal baik. Kapten Meng.
Ini bagus sekali, coba kamu pikirkan. Acara ini tidak hanya bisa menunjukkan citra pemadam kebakaran, tapi juga menguntungkan kita untuk mengembangkan promosi keselamatan kebakaran. Lebih bisa membantu rakyat mempelajari pengetahuan tentang keselamatan kebakaran. Hal yang bisa mendapat tiga keuntungan, kenapa tidak mau? Anda tenang saja, serahkan masalah ini kepada kami. Kami pasti akan menyelesaikannya.
Tidak bisa. Tidak ada waktu untuk itu. Kapten Meng. Kamu berikan kepada satuan lain saja. Kami tidak bisa melakukan ini. Kenapa tidak bisa? Distrik kami pada dasarnya besar, tenaga kerja juga tidak cukup. Setiap hari sangat sibuk, kamu juga tahu. Lagi pula, kami sebagai petugas pemadam kebakaran, cukup bekerja dengan baik saja. Untuk apa kamu
Melakukan hal tidak nyata seperti promosi? Apakah punya bantuan terhadap pekerjaan kita? Kalau punya sedikit bantuan saja, aku tidak akan keberatan. Benar, ‘kan? Kamu, kamu… kamu jangan buru-buru menyangkalnya dulu. Baiklah. Kemampuan bekerja penting. Promosi juga sangat penting. Kamu membuat rakyat mengerti tentang keselamatan kebakaran, dari dasarnya menyingkirkan beberapa bahaya tersembunyi,
Apa tidak lebih baik daripada kita setiap hari memadamkan api? Kamu itu promosi, promosi apa? Mereka datang bisa memadamkan api atau bagaimana? Bukankah ini menyia-nyiakan waktu? Selain itu, semuanya datang ke stasiun untuk syuting acara. Berantakan sekali. Kamu sanggup atau aku sanggup? Aku sungguh tidak bisa menjelaskannya padamu. Kamu ini keras kepala.
Kamu jangan mengotot soal ini denganku. Kapten Meng. Kami benar-benar tidak bisa menerimanya, kamu berikan pada satuan lain saja. Satu ketua satuan, satu instruktur, pendapatnya tidak sama. Begini, kalian pulang dulu. Adakan rapat untuk menyatukan pemikiran. Aku tidak buru-buru. Tunggu kabar dari kalian. Kembalilah. Baik. [Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] Wakil Ketua Yu.
Anda sedang bermain Jenga? Ya. Yijiu. Kamu juga bisa? Bagaimana permainanmu? Aku mengerti sedikit. Mengerti sedikit? Sudah cukup mengerti sedikit. Bagaimana? Tantang Wakil Ketua Yu kita. Kamu harus menemani Wakil Ketua Yu kita bermain. Sudah lama tidak ada yang menantang Kak Yu kita. Tidak. Tidak, tidak. Tidak usah khawatir.
Satuan kita tidak ada senior yang merendahkan junior. Begini, kalau Yijiu menang dari Yu, aku akan melakukan semua jadwal tugas minggu ini. Boleh. Tapi, jika Yu menang darimu, kamu kerja dua hari. Bagaimana? Menurutku bisa. Kalau begitu aku mendukung Yijiu. Tidak masalah. Tidak masalah, ‘kan? – Ayo. – Ayo. Apakah ada yang mau ikut?
Aku mendukung Yu. Yijiu. Bagaimana kalau dengarkan aku. Sudahlah. Benar. Yijiu, tidak, tidak… Tidak akan ada masalah, Kak, kamu tenang saja. Ayo. Lihat betapa pengertiannya anak ini. Ayo. Tidak cocok. Dagang. Ganti barang. Baik. Tidak tahan lagi. Cepat. Semangat. Baik. Satu. Boleh juga. Lumayan. Satu, ayo. Pelan-pelan. Yang itu? Apakah ini bisa? Hati-hati.
Ambil sesuka hati. Ambil sesuka hati. Lihat keberuntunganku, ayo. Enam, enam, Yu ayunkan enam. Beri dia pelajaran. Enam. Enam. – Enam. – Enam. Pada dasarnya sudah berakhir. Jiu, tidak perlu bermain lagi, tidak perlu bermain lagi. – Belum selesai. – Belum selesai. Pelan-pelan. Sudah kubilang jangan main lagi, selesai. Lanjutkan.
Dua hari, ya. Sudah merepotkan kalian. Dua teman ini, apakah kalian berdua melupakan sesuatu? Aku bawa kalian berdua mengingat ulang. Lihat baik-baik. Poin kelima Sembilan Peraturan Satuan Khusus, jangan bermain Jenga… [Sembilan Peraturan Satuan Khusus] Dengan Yu Qilei! Siapa suruh kalian berdua biasanya tidak menghafalnya. Wakil Ketua Yu. Anda tidak pernah kalah dalam permainan ini?
Salah mengambil satu batang kayu, salah menghancurkan satu batu bata, mungkin berarti satu nyawa, bahkan banyak nyawa. Aku tidak boleh salah. Wakil Ketua Yu. Jika Anda ada waktu, bisakah mengajariku teknik struktur? Benar, ajari aku juga. Liu. Hadir. – Ketua Lin. – Ketua Lin.
Apakah laporan makan makanan kotak di pinggir jalan waktu itu sudah ditulis? Aku akan menulisnya sekarang. Aku tekankan satu hal. Semuanya sangat sibuk, bahkan tidak ada waktu untuk makan. Tidak ada waktu melakukan hal lain. Baik. Lanjutkan bermain. Aku lihat kalian sangat berpotensi. Kamu saja, aku tidak bisa mengalahkannya. [Mi Lan] Halo. Halo, Mi Lan.
[Kelas Pemadam Kebakaran] Teman-teman. Apa saja yang harus diperhatikan tentang keselamatan kebakaran sekolah? Tidak sembarangan menyambungkan kabel listrik di dalam ruangan. Tidak menggunakan penanak nasi, pemanas dan barang elektronik lain yang berdaya tinggi. Jika tidak ada orang di dalam ruangan, tolong matikan sakelar listrik. Ruang kelas dan laboratorium harus mematuhi peraturan manajemen keamanan,
Peraturan keamanan dan sistem terkait. Eksperimen harus dilakukan di bawah bimbingan guru. Obat kimia harus disimpan di tempat aman yang ditentukan. Di lingkungan sekolah dan luar ruangan, tidak membawa barang yang mudah terbakar dan mudah meledak. Terakhir aku ingatkan kalian, belajar lebih banyak pengetahuan proteksi kebakaran, lebih banyak jaminan hidup.
♫Orang datang dan berlalu dengan haru♫ ♫Debu yang melayang, lalu tersebar♫ ♫Cinta memiliki perasaan yang membara♫ ♫Rasa sakit hanya bisa dikubur dalam-dalam♫ ♫Janjikan ketergantungan untuk hari esok♫ ♫Orang yang melawan arus memiliki cahaya♫ ♫Menerangi kehidupan♫ ♫Kehidupan ini sangat panas♫ ♫Takdir juga pernah terbakar oleh impian♫ ♫Tidak takut terluka di sekujur tubuh♫
♫Dia berjalan dari cahaya api♫ ♫Langit gelap menggenggam cahaya♫ ♫Memantulkan keberadaan kecil♫ ♫Mencabik malam yang gelap, menerangi langit♫ ♫Melepaskan kegelapan, berlari ke depan♫ ♫Berani berkumpul menjadi cahaya di langit♫ ♫Mengarungi waktu♫ ♫Dalam sekejap♫ ♫Membiaskan sinar yang menyilaukan itu♫ ♫Orang yang melawan arus memiliki cahaya♫ ♫Menerangi kehidupan♫ ♫Kehidupan ini sangat panas♫
♫Takdir juga pernah terbakar oleh impian♫ ♫Tidak takut terluka di sekujur tubuh♫ ♫Dia berjalan dari cahaya api♫ ♫Langit gelap memegang cahaya♫ ♫Memantulkan keberadaan kecil♫ ♫Lautan awan di ujung langit♫ ♫Akan selalu demi matahari pagi♫ ♫Berpencar♫