LiChuyue berpura-pura menjadi tunangan JingZhao | Love is an Accident【INDO SUB】EP4 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Love is an Accident] [Episode 4] Putri Angkat Bai Zhi dan Ketua Muda sejak kecil tumbuh bersama, Bai Zhi juga sudah lama mengagumi Ketua Muda. Sebagai seorang ayah angkat, tentu mengerti pemikiran anak. Jadi hari ini sengaja datang membawa lamaran kepada Ketua Wisma.. dan kakak. Dasar rubah tua.
Masih ingin mengawasi Zhao? Ketua Wisma Kedua. Saat ini Balai Gunung Yunwei diserang dari depan dan belakang. Banyak beredar rumor di dunia persilatan. Sepertinya bukan saatnya membahas masalah antar pria dan wanita. Zhao, kamu sudah sampai usia untuk menikah. Aku lihat Nona Bai Zhi berhati mulia. Juga penerus dari Kepala Paviliun Fengnuan.
Jika kami Wisma Gunung Yunwei, dapat membentuk aliansi dengan Paviliun Fengnuan, tentu merupakan hal yang bagus di dunia persilatan. Ayah. Sudahlah. Jangan dibicarakan lagi. Masalah pernikahan. Ditentukan oleh orang tua. Dijodohkan oleh mak comblang. Jangan mengira- karena kamu menghancurkan Sekte Iblis, kamu bisa melawan ayah. Orang yang membuat keputusan di Wisma Gunung Yunwei tetaplah Aku.
Ayah. Perkataan Kakak benar. Sekarang dunia persilatan sangat kacau. Kakak berakhlak baik dan berbakat. Prioritas utama sekarang ialah melindungi keamanan wisma gunung. Ling, jangan bicara lagi. Sejak kapan kamu berhak ikut campur urusan wisma gunung? Ayah. Apakah Anda sudah lupa? Aku masih ada tunangan. Aku ingat, Ketua Muda dan Nona Kedua Sekte Hanshui- pernah bertunangan.
Tetapi semua orang di dunia persilatan tahu- bahwa Nona Kedua sudah lama menghilang. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Tunangan ini sepertinya sudah tidak berlaku. Hari ini tidak hanya ada tontonan, tapi juga sebuah pertunjukan besar. Siaran langsung. Seru sekali. Dialah Nona Kedua Sekte Hanshui, Han Wanqing. Dialah Nyonya Muda yang belum kunikahi. Zhao, kamu..
Tidak. Tidak. Aku bukan- Kamu tidak perlu menyembunyikannya lagi. Kelak kamu juga tidak perlu berkelana lagi. Inilah rumahmu. Sebagai seorang suami, aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik. Zhao. Apa yang kamu katakan itu benar? Dialah Han Wanqing? Atas dasar apa bisa dibuktikan dia adalah Han Wanqing? Wisma Gunung Yunwei adalah sekte terbesar di dunia persilatan.
Tentu saja tidak bisa membiarkan seorang- pengganti yang palsu menjadi Nyonya Muda. Nenek. Apa kamu ingat kamu pernah bilang, ada sebuah tanda lahir di tangan Han Wanqing? Apakah Anda ingat tanda lahir itu seperti apa? Tanda lahir? Keseluruhannya berwarna kuning, sedikit gemuk, adalah hewan spiritual khusus Sekte Hanshui. Waktu itu Wanqing..
Pergi bermain saat berusia enam tahun, dan tersesat. Sejak saat itu keberadaannya tidak diketahui. Selama ini aku mengutus orang- ke dunia persilatan untuk mencari jejaknya. Sudah belasan tahun, tidak melihat jejaknya. Tak disangka Zhao kebetulan- bertemu dengannya dan membawanya pulang. Benar-benar takdir. Kedua orang ini memang keluarga. Aku mengaku kalah dalam hal omong kosong. Tidak.
Jangan katakan lagi. Sudah bertahun-tahun.. kamu menderita, Nak. Ikut aku masuk ke dalam. Pakailah gelang yang diberikan nenekmu. Ayo. Ayo. Ketua Wisma. Hanya satu tanda lahir. H-Hanya berdasarkan satu tanda lahir? Jadinya dia Han Wanqing? Kakak. Tak disangka Anda benar-benar kenalan lamaku. Baru tahu, ‘kan? Nyonya Besar. Bagaimana bisa dipercayai hanya berdasarkan satu tanda lahir?
Ketua Wisma Kedua. Kamu tidak percaya pada nenek tua ini? Apa aku bisa mencelakai Zhao? Zhao adalah cucu kandungku, maka Nona Chuyue ialah cucu menantuku. Ketua Wisma. Hanya berdasarkan satu tanda lahir, tidak bisa membuktikan bahwa dia adalah Han Wanqing. Perkataan Ketua Kedua benar. Hanya dengan sebuah tanda lahir,
Tidak bisa membuktikan bahwa kamu adalah Han Wanqing. An Chenghu! Saat melahirkanmu, demimu, aku hampir meninggal, tahu tidak? Ayahmu meninggal lebih awal. Aku membesarkanmu dengan susah payah. Sekarang kamu menjadi Ketua Wisma, sudah berani melawan. Ibunda. Kamu tidak mendengarkan kata Ibu, dan bahkan berpihak dengan orang lain melawanku. Bagaimana aku bisa hidup di dunia ini?
Aku akan mati di hadapanmu. Nenek. Ibunda. Nyonya Besar! Anda jangan seperti ini. Ibu. Terserah apa yang kamu katakan. Tolong Anda jangan seperti ini. Aku akan mendengarkanmu. Aku akan mendengarkanmu. Ibunda. Termasuk pengertian. Ketua Wisma. Ketua Wisma tidak enak badan, bawa pergi istirahat. Ayo. Aku juga temani kamu pergi. Ketua Wisma. Ketu- Ketu- Pinggangku sakit.
Lelah sampai pinggangku sakit. Benar-benar. Mohon ampun, Ketua Wisma Kedua. Hal sekecil ini saja tidak bisa kamu lakukan dengan baik. Apa guna memakaimu? Kedudukan Ketua Wisma Kedua sangat terhormat, mengapa harus marah karena seorang bawahan? Ketua Muda. Aku mengajar pelayanku sendiri, sepertinya tidak perlu mendapatkan persetujuanmu. Maaf, Ketua Wisma Kedua.
Aku lihat pedang ini merupakan pemberian ayahku, tapi sepertinya Ketua Wisma Kedua tidak juga mampu menggunakannya. Aku rasa lebih baik dikembalikan ke pemiliknya. Bagaimanapun, barang yang bukan milikmu akhirnya juga tidak bisa kamu dapat. Perkataan Ketua Muda sedikit keliru. Kamu harus tahu, apa pun yang kuinginkan, tidak ada yang tidak bisa kudapatkan. Sampai jumpa.
Terakhir kali aku tidur nyenyak.. lalu tiba-tiba jatuh. Mungkin lain kali begitu aku bangun, aku bakal kembali lagi. A-Apa yang kamu lakukan? Naik ranjang. Istirahat. An Jingzhao. Kamu tidak bisa tidak menepati omonganmu. Aku sudah membantumu. Aku yang menggunakan ranjang ini hari ini. Bukankah kamu sudah di ranjang? Apa yang ingin kamu lakukan?
Benar aku berjanji meminjamkanmu ranjang, tapi aku tidak pernah bilang seluruhnya. Jika kamu tidak ingin menggunakan bahkan setengahnya, sekarang juga kamu bisa keluar. Kamu tenang saja. Aku tidak menyukaimu. Aku tidak punya perasaan terhadapmu. Aku tidak akan menyentuhmu. Tentu saja. Aku hanya takut aku menyentuhmu. Sebenarnya apa yang nenekku katakan padamu?
Bisa-bisanya kamu setuju untuk berpura-pura menjadi Han Wanqing. Tidak ada yang istimewa. Aku bersama kakak seperti kenalan lama. Aku sangat menyukainya. Aku juga dengar dia bilang betapa jahatnya Zhou Wei. Jadi aku merasa perlu membantunya. Hanya karena itu? Memangnya kamu pikir karena apa? Oh ya. Kakak juga berjanji- untuk membawaku makan-
Seluruh makanan enak di Wisma Gunung YunWei. Menikah bukanlah permainan. Bagaimana bisa menikah dengan orang yang tidak disukai? Menikah tentu saja harus mencari orang yang disukai. Tetapi, aku bukan orang dari sini. Aku akan segera kembali. Kali ini anggap saja aku membantu kakak. Anggap saja sebagai pengalaman- menjalani pernikahan kalian di sini. Oh ya,
Apa warna gaun kalian di sini? Mungkin aku bisa belajar dan menggunakannya- di kemudian hari untuk gaun pengantinku. – Mungkin pernikahanku dengan pria idamanku… – Hentikan. Berisik sekali. Kumohon. Setelah bangun, tolong harus sudah kembali ke ranjang sendiri. Gawat. Tidur pun tidak bisa kembali lagi. Masih ada lima hari sebelum pendaftaran. Aku harus bagaimana?
Jangan terlalu banyak berpikir. Aku hanya ingin mencegah kamu.. berulah. Cepat beres-beres. Segera kembali ke kamarmu. Kalau menunda lebih lama, aku akan membuatmu menebus dengan yang lain. Tebusan yang aku maksud, adalah dengan tenaga kerja dan uang. Sudah kubilang, aku tidak tertarik padamu. Nyonya Muda. Ketua Muda. Sini aku ukur ukuran jarimu.
Sering ditayangkan di TV, hal seperti jalur terbuka saat bulan purnama. Lusa sudah tanggal 15. Aku harus berjuang mendapat satu kesempatan lagi. Ketua Muda. Jika aku membuatkan baju untukmu, sebagai balasannya, pada malam tanggal 15, apakah ranjangmu bisa dipinjamkan padaku satu malam? Menurutmu? Aku tidak kekurangan pakaian. Tapi kamu pernah bilang,
Aku bisa menggunakan tenaga kerja untuk mendapatkan kesempatan menggunakan ranjang. Kamu harus menepati omonganmu. Tentu saja. Ketua Muda. Aku bantu kamu giling tinta. Aku paling pandai menggiling tinta. Akhir-akhir ini, aku selalu menggambar pemandangan setelah hujan, pemandangan kabur hutan dan gunung, sedikit bosan. Aku ingin melukis orang. Bagaimana kalau kugambar orang kenalanmu?
Meskipun namanya agak kuno, kulukis Gu Qingfeng yang sering kamu ceritakan. Simpan baik-baik. Kamu bisa deskripsikan wajahnya padaku. Dia memiliki alis yang tebal, mata yang dalam, hidung yang tinggi, dan bibir yang tersenyum. Intinya, sa-ngat tam-pan. Wajah pria idamanku tidak seperti ini. [Gu Qingfeng] Memang begini. Aku menggambarnya sesuai yang kamu katakan. Ketua Muda.
Ketua Muda. Ketua Muda. Sudah sepakat, hari ini aku temani kamu latihan. Lalu pinjamkan aku ranjangmu satu malam. Tentu saja. Aku menepati omonganku. Demi pulang, aku tahan. Ayo. Jangan! Ke kiri. Jangan! Berhenti! Berhenti! Aku tidak sanggup lagi. Tidak sanggup lagi. Kak Jingzhao, bolehkah aku mencobanya? Bai Zhi, untuk apa kamu kemari?
Aku juga bukan sedang berlatih bela diri. Apa kamu tidak lihat Wanqing sedang bersenang-senang? Aku sedang menemaninya. Jangan ganggu kami. Aku pergi mengganti pistol. Han Wanqing. Apa yang kamu takut? Berlatih seni bela diri saja. Kalau mau bertanding, suami-istri harus melakukannya bersama. Nona. Nona. Kamu pasti lelah. Kembali dan istirahatlah. Nona. Ketua Muda.
Aku dan kamu mengalami kemalangan yang begitu besar, kamarmu harus dipinjamkan padaku satu malam. Menurutmu begini sudah cukup? Kamu.. Mulai hari ini, tinggallah di sisiku dan melayaniku- sampai aku puas, aku baru bisa menjanjikanmu. Setiap hari main pedang dan pistol. Apa aku masih berani melayanimu? Kamu bilang bisa ditukar dengan uang.
Kalau begitu berapa yang kamu inginkan? Tidak banyak. 20 tael. Potong akar buah bitnya dulu. Lalu masak di dalam panci. Setelah selesai dimasak, tambahkan lilin lebah yang sesuai, tambahkan minyak tanaman yang sesuai, lalu masukkan ke dalam panci untuk dimasak. Aduk. Begitu tingkat apinya sesuai, dikeluarkan. Tidak tahu untuk apa dikeluarkan.
Lalu masukkan ke dalam cetakan. Aromanya juga harum. Hebat sekali. Apa yang dia lakukan? Ini… Lalu letakkan cetakannya ke dalam gudang es untuk didinginkan. Ayo. Apakah cukup menunggu sebentar saja? Benar. Tinggal menunggu saja. Aku sangat menantikannya. Sudah datang. Ayo lihat seperti apa. Saatnya menyaksikan keajaiban. Warnanya indah sekali.
Ada yang ingin menjadi pencoba warna pertama? Aku saja. Baik. Ayo. Warna ini di rumah kami disebut warna pemenggal pria. Nona Chuyue. Meskipun aku seorang pelayan, tapi setidaknya aku juga orang baik-baik. Bagaimana bisa menyakiti pria? Bukan itu maksudku. Warna lipstik ini disebut warna pemenggal pria. Setelah memakainya, bisa memenangkan hati pria,
Membuatnya jatuh cinta padamu. Kalau begitu aku mau, aku mau! Aku juga mau. Baik. Satu per satu. Ayo, taruh uangnya di dalam. Ini, untukmu. Aku ambil satu. Tabib Luo mengembangkan obat penawar. Dia memang sesuai dengan reputasinya. Selanjutnya, asalkan diminum tepat waktu, setelah satu kali pengobatan, Ayah pasti bisa membaik. Aku ingin mencobanya dulu.
Cantik sekali. Hanya saja, di sisi Ayah semuanya bawahan Zhou Wei. Sekarang dia dikendalikan oleh Zhou Wei, sangat sulit bagi kita untuk mengantar obat ke dalam dan tidak ketahuan oleh mereka. Ayo. Selanjutnya. Nona Chuyue sedang membuat trik mutakhir apa lagi? Ayo. Lihat. Ini namanya riasan persik kencan, disebut juga riasan gadis muda.
Paling mudah mendapatkan kesan baik pria. Aku juga ingin dirias seperti ini. Tidak masalah. Dua koin. Aku… Aku juga mau. Aku juga mau dirias. Mari. Ketua Muda. Tuan Muda Kedua. Kenapa ribut-ribut? Aku sedang mengajari mereka pengetahuan berias dan kecantikan. Juga mengandalkan kedua tangan sendiri untuk menghasilkan uang. Aku tidak melanggar aturan, ‘kan? Bagaimana?
Coba lihat apakah riasanku cantik? Bukannya aku ingin membual, aku profesional dalam hal ini. Pakaian yang berbeda dipadukan dengan riasan yang berbeda. Dipelajari secara khusus. Jelek. Pria tampan, bagaimana menurutmu? Aku justru merasa sangat cerah dan ada semacam daya tarik. Bisa-bisanya ada suasana di musim semi. Ini… Nenek. Sedang bermain tos, ya?
Kalian berdua juga tos. Ayo, tos. Ayo. Tos. Bagus. Meski Zhao tidak mengatakannya, sebenarnya dia juga merasa riasanmu ini sangat cantik. Aku tidak merasa begitu. Kakak kecil, menurutmu bagaimana riasanku? Tentu saja sangat cantik, elok. Aku suka! Chuyue. Apakah ada riasan bergaya kakak berkarisma? Tentu saja ada. Namun…. Kakak kecil, meskipun kita adalah teman baik,
Tapi sesama saudara juga harus diperhitungkan dengan jelas, ‘kan? Aku minta dibayar. Dibayar? Tentu saja. Berikan uang. Kamu cukup pandai merias. Ayo. Tutup mata. Bagus. Kakak, Nenek mungkin adalah kandidat terbaik untuk mengantar obat. Pertama, sifat Nenek lincah, paling tidak suka mengurus hal-hal sepele di wisma. Tidak akan diwaspadai oleh Zhou Wei. Kedua,
Nenek bagaimanapun adalah orang tua di Wisma Gunung Yunwei. Bawahan Zhou Wei tidak berani bertindak gegabah. Sudah selesai? Nenek, mohon Anda kembali ke Paviliun Chongyue. Aku dan Ling ingin mendiskusikan sesuatu dengan Anda. Tunggu sebentar. Masih belum selesai. Sudah selesai. Coba aku lihat. Cantik sekali. Kenapa? Pergi ke Paviliun Chongyue? Ayo. Jalan. Cantiknya. Ketua Muda.
Bagus sekali. Ini 20 tahil. Gaya kakak berkarisma. Malam ini kamarmu milikku. Untuk kalian. Terima kasih, Ketua Muda. Bagus sekali. Nyonya Besar. Minggir! Nyonya Besar. Ketua Wisma sedang dalam masa pengobatan… Diam! Jangan kira karena kalian bawahan Zhou Wei, kalian bisa begitu semena-mena. Aku hanya perlu berbicara untuk memberesi beberapa pelayan. Siapa yang bosan hidup?
Coba maju. Cepat laporkan pada Ketua Wisma Kedua. Tidak boleh. Jika kita benar-benar membuat Nyonya Besar marah, meskipun dilindungi oleh Ketua Wisma Kedua, nyawa kita juga tidak bisa dipertahankan. Jadi, asalkan kita tidak memberi tahu Ketua Wisma Kedua, dia tentu tidak akan menyalahkan kita. Ini… Selain itu, warna bibir Nyonya Besar tidak normal, seperti keracunan.
Mungkin hampir sekarat. Kalau begitu, kita lebih tidak perlu khawatir lagi. Dasar tua bangka. Ayah, Ibu. Malam ini harus doakan aku bisa pulang. Aku harus mengikuti kompetisi desainer. Apakah di dunia ini sungguh masih ada dunia lain? Apakah dia benar-benar akan pergi? Satu, dua, tiga. Ayah, Ibu. Yangyang.
Aku benar-benar tidak bisa kembali lagi, bagaimana ini? Masih ada tiga hari sebelum kompetisi desainer. Bagaimana ini? Bagaimana ini? Oh, ya. Menikah? Pada saat itu, aku masih punya satu kesempatan menggunakan ranjang ini. Lagi pula, bukan pernikahan sungguhan. Nenek. Coba katakan, kenapa kamu ikut dia berbuat onar? Berbuat onar apanya?
Aku dan Chuyue hanya bermain dengan senang. Tapi ada hati seseorang malah dicuri, telah dicuri. Nenek. Kita berdua tahu, pernikahan ini hanyalah sebuah sandiwara. Sepertinya ada orang yang memang merasa hanya sebuah sandiwara. Tapi ada orang yang justru ingin, sandiwara menjadi kenyataan. Siapa seseorang itu? Kenapa aku tidak mengerti? Aku tidak tahu.
Kamu pasti ingin bilang, “Bukan aku”, “Aku tidak tahu”, “Omong kosong”, menyangkal tiga kali berturut-turut. Nenek. Bisakah Anda jangan belajar kata-kata aneh darinya mulai sekarang? Apakah obat Ayah sudah diminum diam-diam? Obat? Tenang saja. Zhou Wei itu selalu mengira aku gila, tidak waspada terhadapku. Kelak masalah mengantarkan obat untuk ayahmu, serahkan saja padaku.
Obat ini harus diminum setiap tujuh hari sekali, dan harus diminum pada waktu yang ditentukan. Jika tidak, semua upaya sebelumnya akan sia-sia. Tabib Luo bilang, tujuh hari setelah meminum semua obat, akan mulai berefek. Pada saat itu, kita harus mengirim orang untuk menemani di sisi Ayah. Baik. Kita harus merencanakannya dengan cermat.
Kalau begitu, maaf merepotkan Nenek. Hal-hal ini, tidak perlu aku khawatirkan. Tapi ada beberapa hal, memang harus lebih aku perhatikan. Namun, kamu tenang saja. Aku pasti membantumu memenangkan hati Chuyue. Aku… Malam pernikahan adalah hari terakhir pendaftaran. Aku pasti bisa memanfaatkan kesempatan ini. Bukankah hanya menikah? Bukan masalah besar. Lagi pula itu palsu.
Kebetulan bisa melatih akting. Aku pasti bisa kembali. Nona Chuyue. Kamu… Kamu makin kurus. Nona Tao Yun. Kamu makin cantik. Jangan ganggu aku. Sekarang aku adalah sebuah mesin jahit tak berperasaan. Nona Chuyue. Nyonya Besar memintamu pergi ke Paviliun Chongyue untuk berbicara. Katanya hari ini adalah Festival Huaxi, juga mendekati hari pernikahan. Nyonya Besar
Sengaja menyiapkan perjamuan, mengundang Nona Chuyue pergi minum arak bunga persik, menikmati bunga anggrek musim semi, dan makan kue manis lima warna. Baik. Baik. Tunggu aku sebentar. Aku segera selesai. Sudah. Ayo. Nenek. Zhao. Sedang melukis? Ini baju pemberian Chuyue untukmu. Cobalah. Tidak mau. Taruh saja di sana. Cobalah. Ayo. Kenapa dilepas? Sudah terlihat. Chuyue.
Lihatlah, Zhao sangat suka baju pemberianmu. Kamu pernah mengajariku kata ini. Si cantik. Ini, maksudnya wanita cantik. Bukankah ini menyebut wanita? Ini… Gawat. Aku tidak boleh membuatnya tersinggung. Tinggal di rumah orang harus tunduk. Aku masih harus mencoba pulang sekali lagi. Siapa bilang kata ini hanya untuk wanita? Ketua Muda begitu tampan.
Juga merupakan seorang pria yang cantik. Yang saat melihatnya, lalu ingin menjadikannya sebagai milik sendiri. Kamu dengar itu? Kakak kecil, bukankah ada perjamuan? Tentu saja ada perjamuan. Tapi, kamu harus melukis jimat pengobatan ini dengan baik. Ini adat Festival Huaxi kami. Selain adat ini, masih ada satu adat lagi. Yakni calon menantu wanita,
Harus melukis jimat ini sendiri. Jika tidak, tidak bisa makan. Bukankah ini mudah saja? Lukislah. Lukislah. Ini juga sulit untuk dilukis dengan baik. Jika tidak bisa melukis, maka tidak boleh makan. Jika kamu sungguh tak bisa melukis dengan baik, biarkan Zhao mengajarimu. Itu juga termasuk kamu yang melakukannya sendiri. Pergilah. Kalau begitu, mohon bantuanmu.
Aku bisa membantumu, tapi aku punya satu permintaan. Apa? Ubah huruf di baju ini menjadi pria idaman. Kamu sudah setuju? Apa ini yang kamu tulis? Tulis. Kak Jingzhao sebentar lagi akan menikah dengan wanita itu. Lalu apa gunanya aku tinggal di Wisma Gunung Yunwei? Apakah sudah mendapatkan kabar? Nona. An Jingzhao membawa Li Chuyue
Merayakan Festival Huaxi di tempat Nyonya Besar. Ada kabar dari dalam. Ketua Muda bahkan mengajari Han Wanqing menulis kartu doa selangkah demi selangkah. Tidak boleh membiarkan mereka menikah. Kakak Jingzhao adalah milikku. Nona tidak perlu terlalu khawatir. Coba Anda lihat apa ini? Ini pemberian Ketua Wisma Kedua kepada Anda. Namanya Pil Pencabut Nyawa.
Tak berwarna dan tak berbau. Jika seseorang meminumnya, akan menghilang tanpa disadari siapa pun. Ketua Wisma Kedua sudah bilang, di dunia persilatan, tidak seorang pun tahu obat ini. Jadi, tentu saja tidak akan menemukan Nona. Selain itu, ada ini juga. Apa lagi ini? Pil Perangsang. Ketua Wisma Kedua bilang,
Cinta Nona terhadap Ketua Muda sangat mendalam. Jika memiliki hubungan intim, nasi telah menjadi bubur. Wisma Gunung Yunwei begitu menghargai reputasi, apa masih berani menolak pernikahan dengan Paviliun Fengnuan? Tapi, bagaimana caranya aku memberi obat pada Kak Jingzhao dan Li Chuyue secara terpisah? Hari ini adalah kesempatan terbaik.
Ketua Muda dan Li Chuyue sama-sama berada di dalam Paviliun Chongyue. Asalkan kita diam-diam memasukkan obat ke dalam kendi arak, lalu Nona pergi ke Paviliun Chongyue secara terang-terangan dan berpura-pura meminta maaf pada Li Chuyue, buat dia minum arak beracun. Tidak mungkin. Aku seorang penerus Paviliun Fengnuan, bagaimana mungkin minta maaf pada seorang gadis liar?
Nona, statusmu begitu terhormat, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan Li Chuyue. Hanya saja, sekarang Ketua Muda terpikat olehnya. Jika Anda tidak bergegas, dia akan menjadi Nyonya Muda. Nona, ini adalah cara terbaik. Anda bersabarlah sedikit. Setelah berhasil, posisi nyonya muda Wisma Gunung Yunwei akan menjadi milik Anda.