Luxiao pergi ke polisi dan bertemu NanChu | Bright Eyes in the Dark【INDO SUB】EP2 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Ya. Halo. Ini rumah Yu Qilei, ‘kan? Suamiku. Siapa? Kak Lei. Luxiao? Tempatku ini susah dicari, ‘kan? – Lumayan. – Kalian mengobrol saja. Aku pergi berolahraga. Kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini mencariku? Beberapa waktu ini kebetulan datang untuk belajar dan bertukar ilmu. Bukankah sebelumnya ingin minta bantuanmu?
Jadi, aku datang melihatmu. Untuk apa sungkan denganku? Bisa membantu kalian, aku merasa sangat bermakna. Kak Lei. Aku jujur saja padamu. Tujuanku datang kali ini yang pertama adalah melihatmu. Yang kedua, aku ingin bertanya padamu, apakah kamu berniat bergabung dengan tim pemadam kebakaran kami? Kenapa tiba-tiba teringat menanyakan pertanyaan ini padaku? Waktu itu saat gempa,
Kamu langsung keluar menyelamatkan orang. Aku tahu, kamu adalah orang yang akan maju dengan berani saat menemui bahaya. Benar, ‘kan? Kamu suka perasaan seperti ini. Perasaan seperti ini tidak bisa disembunyikan. Dengan pengetahuan profesionalmu, pasti akan dimanfaatkan sebaiknya di pemadam kebakaran. Aku harap kamu bisa menjadi teman seperjuanganku. Kamu pertimbangkan dulu. ♫Kemarin yang berputar-putar♫
♫Angin dan embun es mengukir wajah samping♫ ♫Berjalan melawan cahaya, seperti tersembunyi♫ ♫Mengingatkan hari esok yang baru♫ ♫Biarkan sumpah bergema di telinga♫ ♫Pergi ke tempat yang lebih jauh dengan yakin♫ ♫Melawan cahaya, maju dengan berani♫ ♫Asap menyerbak, menutupi langit♫ ♫Terbang lebih tinggi melawan angin♫ ♫Melampaui garis langit♫ ♫Setelah senja, sebelum fajar♫
♫Pergi mengalami ribuan percobaan lagi♫ ♫Menerobos dinding itu untuk menyentuh♫ ♫Batas antara matahari dan laut♫ [Bright eyes in the Dark] [Episode 02] [Ada yang Datang, Ada yang Pergi] [Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Distrik Binxi Kota Beixun] [Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping] Lin Luxiao, Lin Luxiao. Kamu sudah dewasa,
Kenapa begitu tidak bisa membuat orang tenang? Aku tidak tahu harus bilang apa padamu. Atasan terus menekankan, menciptakan sarana pelayanan beradab dan membentuk citra damkar. Kita harus menunjukkan identitas, citra, dan janji kita. Setiap gerak-gerik mewakili semua anggota pemadam kebakaran. Kamu malah sebaliknya. Kamu tidak peduli apa pun.
Kamu menyelamatkan orang saja bisa membuat begitu banyak trik. Baik-baik mendapat gelar ketua satuan unggul, apa buruknya? Unggul atau tidak bukan dia yang memutuskan. Lin Luxiao! Apa perkataan ini seharusnya diucapkan dari mulutmu? Kamu kira masalah ini bisa dilewati begitu saja? Kehormatan pribadi juga merupakan kehormatan bersama. Benar tidak? Apakah kamu tidak merasa bersalah
Pada satuan dan kelompok ini? Kamu memang tidak mencemaskannya. Tapi kami mencemaskannya. Benar tidak? Lapor. Dagang, kamu nasihati dia. Baik. Menciptakan sarana pelayanan beradab dan membentuk citra damkar. Ketua Lin. Menurutku, demi kehormatan, benar, ‘kan? Bagaimana jika ada bonus dan tunjangan? Siapa yang bilang ada bonus? Kalau-kalau, ‘kan? Kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Kalau-kalau?
Liu, apakah ada bonus? Ini bukan masalah bonus atau apa. Instruktur, aku beri tahu kamu, ya. Masalah ini bukan salah Ketua Lin. Itu karena si Lou Mingye ingin berlagak di hadapan kami. Kamu tidak melihat tampangnya itu. Terpikirkan saja, aku… Benar-benar… Membuatku marah. Aku pergi berberes-beres. Lihatlah, lihatlah. Kesadaran semua orang lebih tinggi darimu.
Benar, ‘kan? Dan kamu juga tahu hari ini Lou Mingye akan datang. Apa kamu tidak bisa menahan diri? Lou Mingye ini terkenal sulit dihadapi. Di dalam satuan, siapa yang tidak tahu hal ini? Haruskah kamu berselisih dengannya? Sehelai sutra tidak bisa dijadikan benang, sebatang pohon sulit menjadi hutan. Seharusnya kamu mengerti prinsip ini, ‘kan?
Jika dipikir kembali, masalah hari ini memang salahmu. Jika dipikir lagi kembali, berbuat salah, tidak menakutkan. Harus menyadarinya dan memperbaikinya. Bukankah masih rekan yang baik? Jika dipikir kembali lagi dan lagi… Cepat berbalik dan kembalilah. Aku mau kembali ke mana? Berhenti kamu! Sini, jika dipikirkan kembali, ya. Lihatlah. Kamu lihat baik-baik video ini.
[Bertemu petugas damkar makan nasi kotak di depan restoran bawah] [Juga termasuk makan malam bersama mereka] Beberapa hari lalu setelah kalian selesai bertugas, makan makanan pesan antar di pinggir jalan. Semuanya direkam dan tersebar di internet. Masalah ini sangat heboh sekarang. Kapten Meng mencariku untuk berbincang. Katanya ada masalah dengan pemikiran kita sekarang.
Aku disuruh menulis laporan untuk membalasnya. Menurutmu, bagaimana aku membalasnya? Kami semua bertugas seharian. Sepulang bertugas belum makan, hanya makan ini saja, aku membalasnya… Jika dipikir kembali, Instruktur, kamu menyadari kelalaian kerja yang serius di satuan kita. Kelalaian bertugas harus diperlakukan dengan serius. Beri tahu semua orang yang tidak bertugas,
Tiga menit lagi rapat di ruang kegiatan. Rapat? Dua hari ini, ada sebuah video tentang satuan kita tersebar luas di internet, menimbulkan kontroversi yang besar. Juga meninggalkan kesan yang buruk bagi publik terhadap tim pemadam kebakaran kita. Mengenai hal ini, aku harap setiap orang melakukan introspeksi yang mendalam. Kelak tidak boleh terulang lagi. Jadi,
Aku sarankan membentuk sebuah pantri di dalam stasiun kita. Ketika semuanya kembali dari bertugas, jika lapar, boleh pergi makan. Makanan yang dimakan tentu saja aku tidak akan membatasinya. Kamu makan seperti roti, biskuit, keripik kentang, sosis, juga bisa masak mi instan. Bagi yang mampu, kamu juga bisa membuat ayam panggang, steik.
Aku siapkan kulkas untuk kalian. Tentu saja hal ini juga maksud dari Instruktur kita. Instruktur sangat memperhatikan kesehatan kita semua. Mari kita berterima kasih kepada Instruktur. Baik. Terima kasih, Instruktur Yang. Semuanya bebas berdiskusi. Siapa yang punya pendapat? Liu Ruyi. Hadir! Kamu katakan dulu pendapatmu. Lapor! Saran Ketua Satuan tepat pada sasaran.
Ide Instruktur langsung ke inti masalah. Terima kasih, Ketua Satuan. Terima kasih, Instruktur. Mengkhawatirkan setiap anggota tim di satuan. Tepuk tangan! Bagus! Perkataan Ketua Satuan benar. Pemikiran Instruktur lebih benar. [Qi Huo, Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping] Mari kita sekali lagi berterima kasih kepada Instruktur! Baik! Ada yang salah. Ada yang salah.
Kenapa aku merasa hanya kalian bertiga yang paling rakus? Kalian bertiga paling ingin makan, ‘kan? Apa maksudnya kami bertiga? Siapa yang tidak ingin makan, berdirilah! Lihatlah. Semua orang ingin makan. Iya, ‘kan? Instruktur, coba kamu lihat. Ini suara hati semua orang. Setiap kali semua orang kembali dari bertugas, bahkan tidak sempat makan malam.
Lama-kelamaan tubuh sampai rusak. Nenekku selalu bilang, manusia harus makan baru ada tenaga. Instruktur, kamu sendiri juga pernah bilang, harus melindungi diri sendiri dulu jika ingin menyelamatkan orang. Jadi menurutku, makan kenyang adalah untuk melindungi diri sendiri dengan lebih baik. Makan kenyang adalah demi melindungi keselamatan nyawa dan harta rakyat dengan lebih baik, benar bukan?
Benar! Tidak… Kak. Kamu tidak makan? Tidak bisa dimungkiri itu saran yang baik. Benar. Itu… Instruktur Yang, Ketua Lin. Aku tanya dulu. Aku mewakili saudara sekalian bertanya, apakah pantri kita ini perlu kita keluar uang sendiri? Apa ini yang kamu tanyakan? Dasar. Selalu bisa menangkap intinya. Kalau begitu soal ini,
Aku juga akan menjelaskannya kepada kalian semua. Pantri kita ini tidak perlu anggota tim mengeluarkan uang sepeser pun, juga tidak menggunakan dana satuan. Kita semua hanya mengandalkan kesadaran diri. Siapa yang makan, siapa yang beli, dia sendiri yang isi ulang. Jangan sampai tertangkap olehku ada orang yang hanya makan saja tapi tidak isi ulang.
Kelak akan dilarang masuk. Kalau begitu, aku juga setuju. Bolehkah makan hotpot? Bolehkah makan mi siput? Semuanya senang, ‘kan? Kamu ini, setiap hari ada-ada saja. Sudah. Jangan bicara lagi. Aku juga sudah melihatnya. Karena kalian semua setuju, aku juga setuju. Aku juga tidak akan menjadi orang jahat. Tapi ada satu hal yang harus kukatakan.
Kalau mau makan, kita harus makan dengan baik dan makan yang sehat. Jika perlu, kita bisa membuatnya sendiri di sini. Benar, ‘kan? Jangan melakukan hal yang tidak-tidak, terutama seseorang. Siapa yang dimaksud, sadarilah sendiri. Benar, ‘kan? Kelak camilan, makanan manis, harus dikontrol. Baik. Benar, ‘kan? Terakhir, aku tambahkan sedikit lagi.
– Jangan banyak bicara. – Itu… Baik. Kalau begitu masalah pantri kita diputuskan seperti ini saja. Baik! Selain itu, masalah ini perlu kita jelaskan dan tuliskan laporan kepada Kapten Meng. Liu, kamu yang tulis laporan. Ha? Ha apanya? Bukankah kamu selalu memperbarui surat wasiatmu di tempat Wakil Ketua Yu?
Kamu pandai menulis, kamu saja yang tulis. – Bagus! – Bagus! Bagus! – Bagus! – Bagus! Banyak sekali. Aku yang membelinya. Lei Dagang! Apa ini? Acar, cocok dengan nasi. Kamu benar-benar pelit. Kalau begitu, kenapa ini acar anak-anak? Aku membelikannya untuk putraku. Istriku bilang anak kecil tidak boleh makan terlalu asin, jadi aku membawanya kemari.
Acar anak-anak bagus, pengawetnya sedikit. Sehat jika dimakan. Hanya dua bungkus, ya? Mana mungkin? Bos juga memberiku sosis. Bagus. Kamu benar-benar pelit. Bos itu sama pelitnya denganmu. Kebetulan aku beli barang, bos memberiku sekotak, untukmu saja. Jika kamu bilang dari awal, aku tidak akan mengeluarkan ini. Lihat. Bagaimana dengan papan nama ini? Pantri Teman Biru.
– Boleh. – Bagus. – Boleh. – Boleh. Kalau begitu, upacara pemasangan papan nama kita resmi dimulai. Baik! Memasang papan nama. – Pasang papan nama. – Pasang papan nama. [Pantri Teman Biru] Pantri sudah resmi terbentuk. Bagus! [Taman Budaya dan Kreativitas Wenhua] ♫Tanpa batas♫ ♫Bima Sakti yang panjang♫ ♫Malam musim panas♫
♫Ada suara ngengat, angin sepoi-sepoi sejuk♫ ♫Senja♫ ♫Di langit yang berwarna♫ ♫Di samping♫ ♫Ada cahaya redup♫ ♫Memantulkan garis lebih jelas♫ ♫Tidak terlihat, langit malam sunyi♫ ♫Tenang♫ ♫Biarkan bintang-bintang♫ ♫Menggantikan berkedap-kedip♫ ♫Peluk erat♫ ♫Adalah angin yang menunggu janji ini♫ ♫Menghubungkan mimpi, membuka hati♫ [Perusahaan Hiburan Beiyao, Shen Guangzong] Halo. Nan Chu. Aku Shen Guangzong.
Apa kamu sungguh tidak mempertimbangkan Beiyao kami? Coba pikirkan, film, drama, acara varietas dan juga duta merek, semua sumber daya sudah siap. Kita bisa membicarakannya. Aktris pendatang baru, kunci popularitas, citra penari, semuanya berikan padamu. Maaf, Direktur Shen. Untuk sementara aku tidak berniat menjadi artis. Tolong sampaikan pada Bos Han. Bukan, Nan Chu.
Kita tidak boleh mengobrol sampai percakapan buntu. Aku harus pergi latihan dulu. Aku sudahi dulu, ya. Sebelumnya juga tidak apa-apa. Ada apa dengan tanganmu ini? Terluka. Instruktur Yang. Instruktur Yang. Sudah keberapa kalinya? Coba kamu katakan sendiri sudah keberapa kalinya? Lihat aku! Jangan cengar-cengir! Apa kamu masih pantas disebut si tangan terampil penyelamat hewan?
Yang benar si tangan busuk. Kamu adalah ketua satuan, kamu harus memberi contoh untuk semua orang. Kamu setiap hari selalu melukai diri sendiri. Bagaimana aku harus… Sudahlah. Jangan mengomel lagi. Setiap hari hanya mengomel. Ada apa kamu mencariku? Memang ada hal baik. Hal baik apa? Ada pendatang baru di satuan.
Selain itu, datang dua orang sekaligus. Datang dua orang baru, perlukah begitu senang? Mereka berdua bukan orang biasa. Ketua Lin, apakah Anda masih ingat kami? Yijiu, Shiquan. Benar, ‘kan? [Shao Yijiu, Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping] [Qin Shiquan, Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping] Benar. Idola, daya ingat Anda sungguh kuat. Idola?
Aku beri tahu kalian, ya. Stasiun satuan khusus kami bukan tempat untuk memuja orang, juga bukan tempat untuk mengejar idola. Jangan merasa kalian berdua sangat spesial. Setiap tahun ada banyak orang seperti kalian yang datang. Semuanya pernah diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran. Kemudian, mulai bermimpi menjadi pahlawan super. Alhasil, setelah datang baru menyadari,
Sama sekali bukan seperti itu. Jadi, kusarankan kalian berdua untuk berpikir dengan matang. Apa arti pekerjaan ini bagi kalian? Kenapa ingin datang ke sini? Kenapa ingin menjadi petugas pemadam kebakaran, oke? Sudahlah. Serius sekali. Lapor! Instruktur! Aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku ingin menjadi petugas pemadam kebakaran yang hebat seperti Ketua Lin.
Dalam gempa itu, kami menjadi yatim piatu. Tumbuh besar dengan makanan dari berbagai keluarga. Kami bisa seperti hari ini, selain mengandalkan bantuan dari kakek, nenek, paman, bibi di desa, yang lebih penting adalah petugas pemadam kebakaran seperti Anda yang menyelamatkan kami dari gempa. Lapor! Sejak saat itu,
Aku dan Shao Yijiu pun memutuskan untuk menjadi petugas pemadam kebakaran yang memenuhi syarat. Tidak hanya itu, aku juga ingin menjadi seorang ketua satuan yang hebat seperti Ketua Lin. Dengan begitu, baru bisa menyelamatkan lebih banyak orang. Baiklah. Kalian berdua penuh dengan semangat juang. Tapi jangan bercakap besar dulu. Daripada nanti malah malu sendiri.
Semuanya tergantung pada kinerja. Susah payah kedatangan dua orang baru, untuk apa kamu menakuti mereka? Karena kalian berdua telah memilih jalan ini, maka bekerjalah dengan baik. Baik! Itu… aku tambahkan beberapa kalimat lagi. Itu… Masih… Tunggu apa lagi? Para petugas pemadam kebakaran. Ayo. Kebakaran, kebakaran. Jalan Huaihai nomor 117, Taman Budaya dan Kreativitas Wenhua,
[Mempelajari nasihat, mengasah kesetiaan, menjaga niat awal] terjadi kebakaran. Kerahkan mobil nomor 124. Kebakaran, kebakaran. Jalan Huaihai nomor 117, Taman Budaya dan Kreativitas Wenhua, terjadi kebakaran. Kerahkan mobil nomor 124. – Ketua Lin. – Ketua Lin. Kalian berdua ikut mobilku, ayo! Sampai sana hanya boleh membantu. Semua tindakan mengikuti perintah! – Baik! – Baik!
Sudah selesai istirahat? Kalau sudah, sekali lagi. Cepat. Siapa penanggung jawabnya? Kami adalah petugas pemadam kebakaran Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping. Siapa yang melaporkan kebakaran? Kebakaran? Tidak ada yang melapor? A… Ada apa ini? Halo, Saudara. Ada apa? Apakah kamu yang melapor kebakaran? Tidak. Ada apa, Saudara? An Weiren, An Weimin. Pergi periksa. Baik.
Apa yang terjadi? Hubungi pusat komando. Baik. Pusat komando. Ada apa ini? Kenapa petugas pemadam kebakaran datang? Bibi. Pasti ini ulah kalian. Lihat apa yang kalian lakukan pada rumahku ini. Aku hanya mampir untuk melihat-lihat. Malah begini. Waktu itu seharusnya aku tidak menyewakan rumah kepada kalian. Pasti ada kesalahpahaman. Tempat kami selalu baik-baik saja.
Baik-baik saja? Kalau baik-baik saja, kenapa petugas pemadam kebakaran datang? Uang sewa tidak dibayar selama setangah tahun. Aku batasi kalian untuk pindah dalam hari ini. Jangan, Bibi Pemilik Rumah. Klub tari kami akhir-akhir ini mengalami sedikit kesulitan. Tapi kami sudah menyewa rumah Anda selama bertahun-tahun. Berikan kelonggaran satu bulan lagi. Hanya satu bulan.
Sekarang bukan masalah uang sewa lagi, tapi aku tidak ingin menyewakannya kepada kalian lagi. Di dalam kontrak tertulis, barang siapa yang menyebabkan kerusakan pada rumah, segera akhiri kontrak! Kami sungguh tidak melakukannya. Apanya yang tidak? Aku tak peduli. Pindah rumah! Ketua Lin! Tidak ditemukan adanya api. Tolong beri kelonggaran satu bulan lagi.
Ketua Lin, lantai atas juga sudah diperiksa. Tidak ditemukan adanya api. Sebenarnya siapa yang melaporkan kebakaran? Ketua Lin. Pasti… Ketua Lin. Mereka menyalakan api di rumahku. Kamu lihat ini. Tetangga melihat ada asap lalu melapor. Bahkan menunggu kami di depan pintu? Saudara petugas pemadam kebakaran. Kamu yakin bukan kamu yang melapor? Ayo.
Sekarang aku bisa mencurigaimu membuat laporan kebakaran palsu, menyia-nyiakan sumber daya masyarakat. Untuk situasi seperti ini, kami pasti akan meminta pertanggungjawaban. Kamulah yang melapor, tujuannya untuk mengusir kami keluar. Tadi aku benar-benar melihat asap di luar. Kukatakan padamu, pasti tetangga. Pasti tetangga yang memasak sampai berasap. Baik, kamu tidak perlu menjelaskan lagi.
Ada kondisi spesifik apa, nanti kamu jelaskan di kantor polisi. Oke? Lapor polisi. Baik. Kamu ini keterlaluan sekali. Aku tidak membuat laporan palsu. Benar-benar melihat asap. Ayo. Kamu naik mobil dulu. Bicarakan di kantor jika ingin bicara. Ketua Lin, kami pulang dulu. Baik, terima kasih. Baik. Meskipun hari ini tidak terjadi kebakaran di tempat kalian,
Tapi aku sudah melihatnya. Di depan pintu, ada banyak barang mudah terbakar. Bersihkan dulu. Pastikan keselamatan. Dua hari lagi, kami akan datang memeriksa. Baik. Baik, terima kasih. Sudah merepotkan kalian. Bubar. Ayo kita pergi. Masuklah. Halo. Ada apa? Terima kasih. Terima kasih untuk apa? Terima kasih telah membantu kami. Hanya alur kerja biasa. Tidak apa-apa.
Ketua Lin. Ketua Lin. Apakah kalian sudah selesai? Baru saja bubar. Apa yang terjadi? Kami baru saja menerima sebuah misi darurat. Di lantai bawah tanah sebuah gedung di samping pabrik obat Hengtong di Jalan Xinmin, ada orang yang terjebak. Saat ini ponselnya tidak dapat dihubungi. Baik. Segera ke sana. Menuju Jalan Xinmin. Baik. [Obat Flu]
Aku lihat akhir-akhir ini kamu tidak istirahat dengan baik. Jaga kesehatanmu. Terima kasih. Masih kurang berapa? Sebenarnya aku juga bisa membantu. Aku sudah tidak ada jalan lain lagi. Kamu bisa punya cara apa? Cara selalu lebih banyak daripada kesulitan. Pasti akan terpikirkan. Sudahlah. Bubar saja. Berhenti saja. Klub Tari Mimpi sudah bertahun-tahun,
Bagaimana bisa bubar begitu saja? Bertahanlah sebentar lagi. Sudah sampai batasnya. Dua tahun ini, klub tari tidak ada penghasilan sama sekali. Beberapa bulan ini, orang yang pergi juga sudah mau habis. Bukankah masih ada orang yang belum pergi? Tapi aku tidak mungkin terus mengandalkan semangat saja. Benar, ‘kan? Begini saja,
Masalah uang biar aku yang pikirkan caranya. Kita bicarakan lagi setelah terpikirkan. Periksa peralatan dengan baik! Benarkan yang ini. Bagaimana keadaan di sini? Sudah diperiksa. Sekarang sudah ada listrik. Yang! Ada apa ini? Ada laporan dari pemungut sampah. Katanya ingin memungut bahan bangunan di sini, tapi tidak sengaja terjatuh. Lalu dia menelepon polisi,
Berbicara sampai setengah, telepon terputus. Saat ditelepon balik, tidak ada yang angkat. Coba kamu lihat apakah dia mirip? Ayo. Ambil peralatan penyelamatan. Dia sepertinya orang yang menyelamatkan kita sebelumnya. Kita berpencar mencarinya. Lin. Dua orang ini baru masuk? Dipungut di jalan. Kalian berdua jangan mengobrol saat bekerja. Baik. Periksa peralatan lagi.
– Baik. – Apakah ada orang? – Lihat baik-baik. – Apakah ada orang? – Apakah ada orang? – Apakah ada orang? Apakah ada orang? Apakah ada orang? Apakah ada orang? Apakah ada orang? Apakah ada orang? Apakah ada orang? Tolong aku. Tolong aku. Ada suara. Aku di sini. Tolong aku. Aku di sini.
Bisa dengar tidak? Aku di sini. Tolong aku. Di sini, di sini. Yang, Yang. Di sini ada suara. Di basemen lantai satu. Basemen lantai satu. Di sini! Di mana? Di mana? Di sini ada suara. Di sini Di bawah. Lin, bagaimana keadaannya? Bisa dengar tidak? Tolong aku. Sudah dengar, ‘kan? – Di bawah. – Ya.
Siapkan tali. Yang. Aku turun dulu untuk mencari jalan. Apakah kamu bisa? Bisa. Hati-hati. Ayo, tali. Benar-benar turun. Ini tinggi sekali. Langsung turun. Pegang yang erat. Turunkan talinya. Pelan-pelan. Pelan-pelan. Pelan-pelan. Pelan-pelan. – Turunkan talinya. – Turunkan talinya. – Tidak apa-apa. – Tidak apa-apa. Pelan-pelan. Apa sudah ketemu? Kamu baik-baik saja, ‘kan? Ada yang terluka.
Aku sudah mau melepaskan tali pengamanku. Kamu jangan lepaskan tali. Aku akan memberimu tali lagi. Tidak apa-apa. Sekarang airnya tidak tinggi, aku bisa. Ayo. Kamu hati-hati, ya. Sudah bisa. Tarik. Baik, tarik tali, tarik tali. – Tarik pelan-pelan. – Tarik pelan-pelan. Baik. Tarik pelan-pelan. Hati-hati kepala. Hati-hati. Pelan-pelan. Tarik ke atas. Tarik. Tarik tali.
Tarik tali. – Tarik. – Tarik. Tarik. – Liu. – Liu. – Jangan gugup, tarik ke atas. – Tarik dia ke atas dulu. Minggir, minggir. Aku turun untuk mengurus Liu. Liu. Tiga, dua, satu. Lihat tanganmu. Tidak apa-apa. Terima kasih. Ini sudah seharusnya kami lakukan. – Terima kasih. – Tidak apa-apa. Cepat.
Antar ke rumah sakit, antar ke rumah sakit. Pergi, pergi, cepat pergi, cepat, cepat. Terima kasih. Aku membungkusnya dengan sederhana untukmu. Kembali ke klinik baru menanganinya. Jangan beri tahu masalah hari ini kepada mereka. Memalukan sekali. Sudah kubilang jangan lepaskan tali, tapi tidak mau dengar. Bagaimana? Jatuh, ‘kan? Itu… Bukankah aku khawatir dia terluka?
Selain itu, siapa sangka masih ada satu lantai lagi? Lin, kamu adalah teman terbaikku. Setelah kembali, aku akan mengubah surat wasiat, memberikan semua akun game kepadamu. Aku tidak perlu dua akun game-mu itu. Kembali. Bersiap untuk kembali. Ayo. Ayo. Ayo. Hati-hati. [Rekeningku. Saldo: 9.700,24]
[Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Distrik Binxi Kota Beixun] [Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping] Coba kalian tebak, hari ini aku memotong berapa kaki? Enam. Enam kaki. Lelah sekali. Sudahlah, Dagang. Jangan menakuti mereka lagi. Kaki enam anak tersangkut di dalam mobil mainan. Kami memotong enam kaki (roda) mobil mainan. Yu, mainan anak-anak zaman sekarang benar-benar…
Sepertinya anakku juga punya satu mobil mainan yang sama. Aku harus menelepon istriku untuk menyuruhnya menyimpannya. Terlalu berbahaya. Pemimpin. Sudah makan belum? Itu… Apakah Lei Kecil punya sebuah mobil mainan? Yu. Kalau dipikir-pikir, hari ini kami juga hampir terjadi masalah. Ada apa? Ada apa? Kamu tanya Liu. Liu. Yu. Kembalikan surat wasiat padaku.
Kenapa? Mengubahnya lagi? Hari ini aku hampir mati. Ada apa? Tidak bicarakan lagi, memalukan. Aku pergi ke pantri untuk mengisi energi. Surat wasiat ada di lacimu, ‘kan? Ada. Aku ambil sendiri. Shao Yijiu, Qin Shiquan. Hadir. Hadir. Sudah dewasa. Jangan-jangan Anda yang menyelamatkan kami saat gempa? Yu Qilei. Kelak kita satu asrama.
Wakil Ketua Yu adalah tulang punggung teknis kami. Setelah gempa waktu itu, kami juga bersusah payah, baru merebut Yu kemari. Kalian berdua kedepannya kalau tidak ada kerjaan, belajar dengan baik dari Wakil Ketua Yu. Halo, Wakil Ketua Yu. Halo, Wakil Ketua Yu. Sudahlah, jangan sungkan, pergi sibuk dulu.
Hari ini kalian berdua pertama kali menjalankan misi. Bagaimana rasanya? Tidak apa-apa. Tidak terbiasa juga normal. Bekerjalah. – Baik. – Baik. Ayo, kalian berdua masuk. Kamar ini kelak adalah asrama kalian berdua. Seharusnya, kalian tinggal bersama dengan Kelompok Pertempuran. Tapi tahun ini di satuan, anggota lama membimbing anggota baru.
Kalian pun tinggal sekamar dengan Wakil Ketua Yu dan Asisten Liu. Asisten Liu juga ketua kelompok dari Kelompok Pertempuran Satu. Kalian… jika ada kesempatan, belajarlah dari mereka. – Baik. – Baik. Aku pergi dulu, kalian istirahat dengan baik. Sampai jumpa, Instruktur. Sampai jumpa, Instruktur. Aku tidur di sini. Bagus sekali. Apa yang kamu pikirkan?
Aku juga tidak tahu. Hanya merasa otakku kosong. Hari pertama sudah bertemu masalah seperti ini. Sungguh menegangkan. Iya. Hari pertama kerja sudah bertemu masalah sebanyak ini. Informasinya terlalu banyak. [Asrama (2)] Benar. Bangun, bangun. Baru jam berapa? Sudah berbaring di ranjang. Tidak tahu peraturan internal? Asisten Liu. Maaf, Asisten Liu. Ini hari pertama kami.
Namaku Qin Shiquan. Namanya Shao Yijiu. [Surat Wasiat Liu Ruyi] Aku tahu, dari SMP Jingde. Aku juga pernah memelukmu. Asisten Liu. Anda sedang menulis apa? Surat wasiat. Kalian berdua juga harus menulisnya. Cepat atau lambat harus tulis. Asisten Liu. Hari ini begitu berbahaya, kenapa aku merasa kalian tidak terlalu menganggapnya serius? Sudah biasa. Kenapa?
Begini saja sudah takut? Tidak. Asisten Liu, kami sudah siap. Siap untuk apa? Siap untuk berkorban setiap saat. Jangan terlalu berlebihan. Kita ini stasiun pemadam kebakaran, bukan pasukan berani mati. Jangan sedikit-sedikit berpikir siap mati. Kamu bahkan tidak menghargai nyawamu sendiri, bagaimana bisa menyelamatkan orang lain? Tugas kalian berdua adalah mematuhi perintah dan mendengarkan instruksi.
Melakukan tugas saja sudah tidak mudah. Jangan sok pahlawan. Pemadam kebakaran yang hanya bisa maju dengan bodoh bukanlah pemadam kebakaran yang baik. Lapor. Asisten Liu. Bagaimana baru bisa disebut petugas pemadam kebakaran yang baik? Setelah kamu memahami semua perkataanku, kamu akan menjadi pemadam kebakaran yang baik. Apakah demam Miaomiao sudah turun? Masih sedikit demam.
Kenapa masih demam? Ini sudah berapa lama? Tidak bisa seperti ini. Menurutku, apakah mau pergi ke rumah sakit? Kamu pulang dan bawa dia pergi. Ini juga bukan pertama kalinya anak kecil sakit. Akan berulang dua sampai tiga hari. Jangan khawatir. Hari ini bagaimana keadaanmu di sana? Hari ini kami ada misi. Melihat banyak kaki anak-anak
Tersangkut di mobil mainan. Lumayan tidak aman. Miaomiao [Mi Lan, Istri Yu Qilei] saat main mobil mainan, harus diperhatikan. Lebih baik disimpan. Aku sudah tahu. Miaomiao bilang padaku, ingin kamu membawanya ke taman bermain. Aku bilang asalkan dia minum obat dan patuh, kamu pulang dan bawa dia pergi. Minggu ini kamu pulang tidak?
Bulan ini mungkin tidak bisa. Awalnya giliranku libur, kemudian ibu mertua Dagang masuk rumah sakit. Dia ingin pergi menjenguknya. Satuan jadi kekurangan orang. Aku gantikan dulu. Tapi kamu tenang saja, asalkan waktu kami sudah diatur, aku akan segera kembali menemani Miaomiao ke taman bermain. Masalah yang dikatakan ayahku itu, bagaimana pertimbanganmu? Masalah itu,
Kita bicarakan lagi nanti. Apa maksudnya bicarakan lagi nanti? Ayah sudah janji makan dengan mereka. Mereka sangat puas setelah melihat datamu, ingin kamu menjadi insinyur struktural. Jika kamu ke sana, entah itu keselamatanmu, kebersamaanmu dengan Miaomiao ataupun gaji, semuanya lebih baik daripada kamu menjadi pemadam kebakaran. Bicaralah. Bagaimana pemikiranmu? Baiklah. Aku akan memikirkannya dengan baik.
Kamu cepat buat keputusan. Mereka tidak akan terus menunggumu. Kali ini aku harap kamu mempertimbangkannya dengan serius. Pagi ini, aku bawa Miaomiao ke rumah sakit. Miaomiao bilang padaku dia tidak ingin aku membawanya pergi, ingin kamu yang membawanya pergi. Dia bilang guru memberikan PR menulis karangan. Temanya adalah satu hal yang kulakukan dengan ayah.
Dia bilang dia tidak ingat apa yang pernah dia lakukan denganmu. Aku tahu. Kamu sangat menyukai pekerjaanmu. Tapi masalah ini bukan untukku, melainkan untuk putrimu, Yu Miaomiao. Setelah demam Miaomiao reda, beri tahu aku. Kamu juga sudah bekerja keras. Istirahatlah lebih awal. Kamu juga istirahat lebih awal. Hari ini aku izin seharian dengan perusahaan,
Masih ada banyak urusan. Oh, ya. Kamu jangan lupa makan begitu sibuk. Tenang saja. Lalu, apakah kamu sudah menerima salep yang kukirim terakhir kali? Ingat dipakai. Mereka bilang hasilnya bagus. Iya, iya. Terakhir, lihat sebentar putrimu yang sedang tidur. Aku tutup, ya. Yu. Masih belum tidur? Belum tidur. Aku ingin memohon sesuatu padamu.
Diskusi sebentar denganmu. Ada apa? Katakanlah. Bukankah minggu ini giliranku libur? Tapi aku benar-benar tidak ada kerjaan. Aku ingin memberikan dua hari libur ini kepadamu. Lalu, setelah hari liburku cukup banyak, kamu baru kembalikan padaku. Bagaimana? Terima kasih. Untuk apa berterima kasih? Aku meminta tolong padamu. – Mau main? – Ayo.
[Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] Tugas lapangan. Cepat, cepat. Cepat! Apa yang terjadi? Apa yang terjadi? – Ayo. – Tugas lapangan? Cepat. Mana yang lain? Apa yang terjadi? Bagaimana aku tahu? Mainkan musik! Nyalakan petasan! Selesai! Shao Yijiu. Qin Shiquan. Hadir. Pertama-tama, selamat pada kalian telah membuktikan diri
Dengan mendapat nilai yang unggul di kamp latihan, datang ke Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping. Yang ingin kukatakan kepada kalian adalah di sini adalah awal yang baru. Datang ke satuan khusus, membuktikan kalian berdua ♫Kemarin yang berputar-putar♫ adalah pemadam kebakaran yang sebenarnya. Harus memikul tanggung jawab untuk melindungi keselamatan nyawa dan harta rakyat.
♫Angin dan embun es mengukir wajah samping♫ Mengerti, tidak? Mengerti. ♫Berjalan melawan cahaya, seperti tersembunyi♫ ♫Mengingatkan hari esok yang baru♫ ♫Biarkan sumpah bergema di telinga♫ Aku mewakili seluruh anggota tim dari Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping memberikan sambutan hangat kepada kalian. ♫Pergi ke tempat yang lebih jauh dengan yakin♫ Bagus! ♫Melawan cahaya, maju dengan berani♫
♫Asap menyerbak, menutupi langit♫ Siram air! ♫Terbang lebih tinggi melawan angin♫ ♫Melampaui garis langit♫ ♫Setelah senja, sebelum fajar♫ ♫Pergi mengalami ribuan percobaan lagi♫ ♫Menerobos dinding itu untuk menyentuh♫ ♫Batas antara matahari dan laut♫ Makan kue, cepat. Cepat. Sudah berapa lama tidak makan kue? Berkat kalian. Ayo. Potong lebih besar untukku. Ada apa? Tidak apa-apa.
Enak, tidak? Enak. Enak. Ketua Lin. Kami berdua mengira kali ini akan melakukan misi. Tidak disangka, ternyata upacara penyambutan yang kalian siapkan kepada kami berdua. Aku benar-benar sangat terharu. Lapor. Mulai hari ini, Stasiun Satuan Khusus Jalan Heping adalah rumahku dan Yijiu. Kalian adalah keluarga kami. Terima kasih semuanya. Terima kasih semuanya. Terima kasih semuanya.
Kalian membuatku dan Yijiu sekali lagi merasakan arti keluarga. Terima kasih. Kenapa kamu ini? Pria dewasa. Kukatakan pada kalian berdua, kelak jika ada yang berani menindasmu, katakan saja padaku, Kak Liu. Aku bantu kamu bereskan dia, oke? Kelak bersama dengan kami, hanya boleh tersenyum, tidak boleh menangis. Sudahlah. Aku beri tahu kalian, mereka berdua
Mulai hari ini adalah saudara kita. Mengerti, tidak? Semuanya demi upacara penyambutan kalian berdua, benar-benar bekerja keras. Melakukan banyak usaha. Bagus juga kalian terharu, tapi harus tahu berterima kasih. Kuenya enak, cepat makan yang banyak. Habiskan semuanya. Setelah makan, bersihkan garasi. Bubar. – Sudah bekerja keras. – Sudah bekerja keras.
– Sudah bekerja keras. – Sudah bekerja keras. Sudah bekerja keras. [Kelas Pemadam Kebakaran] Tim pemadam kebakaran menerima perintah dan melakukan tugas lapangan tidak menerima biaya apa pun. Tapi jika sembarangan menelepon pemadam kebakaran atau membuat laporan palsu kebakaran akan dihukum. Jadi di sini, aku meminta kalian semua jangan sembarangan menelepon pemadam kebakaran 119.
Membuat laporan palsu tidak hanya menyia-nyiakan sumber daya pemadam kebakaran, juga merupakan tindakan ilegal. Menurut peraturan “Hukum Manajemen Keamanan Publik”, menyebarkan rumor, melaporkan bahaya, pandemi, keadaan darurat palsu, atau menggunakan cara lain mengganggu ketertiban publik, berdasarkan berat ringannya kasus, akan didenda atau ditahan. ♫Orang datang dan berlalu dengan haru♫ ♫Debu yang melayang, lalu tersebar♫
♫Cinta memiliki perasaan yang membara♫ ♫Rasa sakit hanya bisa dikubur dalam-dalam♫ ♫Janjikan ketergantungan untuk hari esok♫ ♫Orang yang melawan arus memiliki cahaya♫ ♫Menerangi kehidupan♫ ♫Kehidupan ini sangat panas♫ ♫Takdir juga pernah terbakar oleh impian♫ ♫Tidak takut terluka di sekujur tubuh♫ ♫Dia berjalan dari cahaya api♫ ♫Langit gelap menggenggam cahaya♫ ♫Memantulkan keberadaan kecil♫
♫Mencabik malam yang gelap, menerangi langit♫ ♫Melepaskan kegelapan, berlari ke depan♫ ♫Berani berkumpul menjadi cahaya di langit♫ ♫Mengarungi waktu♫ ♫Dalam sekejap♫ ♫Membiaskan sinar yang menyilaukan itu♫ ♫Orang yang melawan arus memiliki cahaya♫ ♫Menerangi kehidupan♫ ♫Kehidupan ini sangat panas♫ ♫Takdir juga pernah terbakar oleh impian♫ ♫Tidak takut terluka di sekujur tubuh♫ ♫Dia berjalan dari cahaya api♫
♫Langit gelap memegang cahaya♫ ♫Memantulkan keberadaan kecil♫ ♫Lautan awan di ujung langit♫ ♫Akan selalu demi matahari pagi♫ ♫Berpencar♫