Yun Buqi tidak sengaja sampai Dinasti Tang | Tang Dynasty Tour【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] ♫Ingin menjadi seekor penguin♫ ♫Juga ingin menjadi seekor kuda♫ ♫Kuingin menangkap kabut♫ ♫Untuk menjadi nyawa roh♫ ♫Kuingin memejamkan mata♫ ♫Mimpi indah seperti awalnya♫ ♫Kuingin melanggar adat♫ ♫Memulai jalan yang baru♫ Yun Buqi. Kau ahli medis dan logistik tim penggalian. Perlengkapan pertolongan ada di kau. Kau malah mau pergi berkemah.

Cepat ikut aku memotret data. ♫Sayang, jangan merasa aneh♫ ♫Ambisi memenuhi masa depan indah♫ ♫Cinta memang ada♫ ♫Akulah pria berandalan♫ ♫Akulah pria berandalan♫ ♫Tak salah, tak aneh, tak bermasa depan♫ ♫Akulah pria berandalan♫ ♫Akulah pria berandalan♫ ♫Tak salah, tak aneh, tak bermasa depan♫ ♫Tidak lemah lagi♫ Hati-hati, ya. Kemarilah, semuanya ikut aku.

Apa yang kau lakukan? Menyingkirlah. Aku hanya melihat-lihat. Menurutku ini sangat bagus. Pergilah. Menyuruhmu mengadili. Apa yang kau lakukan? Cepatlah. Sangat menarik. Ini harusnya disebut menara. Aku pernah melihat bangunan seperti ini di Makam Raja Qin, Dinasti Tang, tepatnya makam Nyonya Li Maozhen, marga Liu. Rupanya begini bentuknya. Lukisan dinding yang begitu indah. Benar.

Profesor Wang. Ini lukisan apa? Ini seharusnya pertandingan polo. Dinasti Tang membedakan tingkat polo. Yang dihadiri kaisar dan permaisuri pasti tingkat yang tertinggi. Identitas pemilik makan ini tidak biasa. Cepat, segera didokumentasikan. Pulang akan diteliti. Baik. Kau lihatlah. Lukisan ini sangat menarik. Jangan sentuh, Yun Buqi. Sudah berapa kali kubilang padamu. Kenapa tidak mau dengar?

Menurutmu, lukisan ini jika dilelang akan dapat harga berapa? Menurutku seratus juta yuan. Mungkin lebih dari itu. Mungkin ratusan juta yuan. Ratusan juta yuan? Kau ini. Kau hanya tahu uang. Percaya tidak kupotong gajimu bulan ini? Gajiku sehari sangat sedikit. Jika kau mau, potong saja. Apa yang kau pahami? Ini semua adalah sejarah. Ini budaya.

Ini peradaban manusia. Kau tahu tidak? Kau berdirilah yang jauh. Berdiri yang jauh! Kau hati-hatilah. Profesor Wang. Cepat lihat kemari. Apa yang dilukis di lukisan dinding ini? Berdiri yang baik. Profesor Wang. Kau lihatlah ini. Benar, ini lukisan apa? Lukisan yang digambar tidak tertebak benda apa. Sangat istimewa. Begini saja. Dokumentasi ia sepenuhnya dulu.

Lihat ke sana. Untuk mempermudah penelitian. Benar. Baik. Mungkin sangat bernilai untuk diteliti. Benar, baiklah. Lihat tempat itu seperti lukisan di buku. Kalian lihatlah. Warna ini. Benarkah? Benar. Berhenti! Siapa yang menyuruhmu kemari? – Ada apa? – Apa yang terjadi? Cepat. Beri tahu semua orang, segera mengungsi. Hati-hati. Yun Buqi, pegangan erat, jangan dilepas.

Tarik ke atas. Tangkaplah. Masih menunggu apa? Cepat, pegang yang erat, naiklah! – Cepat naik. – Pak Tua. Barangku jatuh. Aku harus turun mencarinya. Kau carilah orang untuk menggaliku. Cepatlah naik, berbahaya! Tidak bisa. Tusuk konde itu lebih penting dari nyawa. Tidak boleh hilang. Patuhlah. Yun Buqi. Tim penyelamat. Cepat selamatkan dia.

[Kenapa sanggulan ia tak ada tusuk konde?] Di belakangku ada sebuah pintu. Di depan pintu ada tiga patung orang. Patung yang di tengah di atas kepalanya ada lubang. Lalu, aku sekarang mau memasukkan tusuk kondeku ke lubang itu. Jika aku mati, kau bantulah aku menjaga tusuk konde ini. Tidak ada reaksi.

Kenapa aku bisa di sini? Apakah ini di dalam mimpi? Makam Yun Ye. Kenapa nama ini familier sekali? Seperti pernah melihatnya. Pak Tua Wang! Kalian di mana? Apakah ada orang? Maaf, ya. Mengganggu ketenanganmu. Aku sudah mengambil benda penolong nyawa. Selebihnya aku minta maaf padamu. Orang dari mana? Kenapa kalian punya pisau? Apa yang terjadi?

Apakah ini syuting? Kalian berdua sudah mengendap-endap di sini. Sekarang mau membunuh orang tak bersalah. Aku tidak bisa hanya diam saja. Cepat. Cepatlah. Ini bukan syuting. Ini sedang mimpi. Ini. Menyingkir! Meski dalam mimpi, aku juga tak akan membiarkanmu terluka lagi. Aku sedang mimpi atau sudah mati? Bagaimanapun, aku harus memahami dulu apa yang terjadi.

Sudah dungu, ya. Kau bisa bicara, ya? Kalau begitu aku tanya kau. Apakah kita di neraka sekarang? Aku menanyakanmu. Kau jawablah aku. Tuan Yun. Anda sudah sadar. Tuan Yun. Anda ke mana beberapa tahun ini? Aku pikir… …Anda sudah mati. [Ini Paman menggelikan yang menarikku?] [Kenapa terlihat seperti manusia?] [Aku tidak mati.] Kak.

Izin bertanya, sekarang tahun berapa? Sekarang Tahun Zhenguan. Penderitaan apa yang Anda alami? Kenapa sudah lupa semua? Tahun Zhenguan? Kalau begitu bukankah ini Dinasti Tang? Benar. [Astaga.] [Alur dramatis terjadi padaku.] [Aku harus cari cara untuk pulang.] Tuan Yun. [Tidak bisa.] [Tusuk konde.] Anda… [Aku harus mengambilnya.] Kenapa pakaianmu aneh sekali? Rambutmu ini…

…juga dibuat begitu. Apakah kau sudah dirasuki? Kau yang sudah dirasuki. Aku tanya kau. Siapa gadis yang menolongku tadi? Gadis? Maksud Anda Tuan Li itu, ya? Tuan Li? Meski penampilannya terlihat tampan, tapi dia bukan perempuan. Kau memeluk dia begitu, tentu dia memukulmu hingga pingsan. Aku tidak peduli, bawa aku mencarinya. Tuan.

Anda jangan mencari masalah lagi. Tuan, karena Anda tidak dirasuki, kalau begitu aku tanya kau. Namamu siapa? Nama dan margaku tidak berubah. Namaku Yun Buqi. Baik. Kalau begitu tanda pengenal Anda dari mana? Ini tanda pengenal keturunan Keluarga Yun. Kalau begitu kau lihatlah namamu di atas. Tuan Yun. Tak peduli kenapa Anda hilang ingatan.

Tak peduli juga apa yang terjadi pada Anda hingga tidak mengenalku. Intinya, Anda cucilah muka dulu. Cepatlah makan. Ini Obat Jinchuang. Oleslah luka Anda. [Sebenarnya Yun Ye itu siapa?] Yun Ye. Tahun Zhenguan. Dinasti Tang. Aku sungguh kembali ke Dinasti Tang. Astaga, ini terlalu dramatis. Rambut dan bajuku, ini…

Model ini tak akan bertahan sampai esok. Ini… Bagaimana, ya? Penjaga Toko. Tuan Yun. Kenapa Anda kemari? Tempat ini begitu kotor. Anda lihatlah, masakanku sudah mau siap. Penjaga Toko. Aku ingin meminjam orang dengan Anda. Meminjam orang? Meminjam siapa? Pelayan Toko. Putra ke-3. Kau dengarlah Tuan Yun menyuruhmu apa. Kau ikutlah Tuan Yun.

Baiklah. Tuan Yun. Baik. Terima kasih. – Rambutku! – Apa yang kau teriakkan? Model rambut ini keren sekali. Pergilah. Rambutku! [Memang sedikit jelek.] [Untungnya aku tampan dari lahir.] [Mau bagaimanapun tetap pria.] Jelek sekali. Apa yang kau tahu? Masih ada hal yang mau kuurus. Lagi pula, wajahku jelek, tapi aku masih punya wajah. Memalukan.

Aku hanya mau mengembalikan tusuk kondeku. Tusuk konde itu sangat penting untukku. Pergilah. Pergilah. Astaga. Obat Jinchuang apa ini? Memang obat kapur. Apakah Bos ini mau mencelakaiku? Ini bagus. Menyebalkan. Siapa? Aku Yun Buqi. Nama Anda siapa? Kau tidak perlu tahu. Aku tahu kau senang membantu. Sekalian menyelamatkanku. Namun, aku masih…

Tidak perlu berterima kasih padaku. Bukan, barangku ada di kau. Tunggu. Tusuk konde itu diberikan teman yang sangat penting. Bisakah kau kembalikan padaku? Bukannya hanya tusuk konde? Aku menyelamatkan nyawamu. Tusuk konde ditaruh di tempatku dulu. Tunggu, bagaimana bisa? Aku sudah mau pergi nanti. Pergi? Kau mau ke mana?

Apa urusannya aku pergi ke mana denganmu? [Meski anak ini aneh,] [tapi terlihat cerdik.] [Kebetulan di perjalanan aku butuh orang] [membantuku menyembunyikan identitas.] Jika kau tidak ada rumah, ikut aku saja. Menjadi pengikutku. Ayo ke Chang’an bersama. Apanya ke Chang’an? Tidak adil. Lihatlah. Lihatlah. Sudah mencuri barang. Tidak ada yang mengadilinya.

Orang cerdas tidak berbuat hal dungu. Kembalikan tusuk kondeku, aku akan pergi. Tidak masuk akal. Sakit. Sakit. Aku sudah menyelamatkan nyawamu. Kulihat tusuk konde itu bagus. Anggap saja untuk balas budiku. Kau jangan pergi. Kumohon, ya? Kalau tidak begini saja, aku tukar dengan barang lain. Awas. Bagaimana? Aku tukar. Aku tukar saja. Apakah Tuan Yun…

…menyukai pria? Tepat sasaran. Cepatlah. Pergilah. Pergilah. Bisa tidak? Cepatlah. Jangan ribut. Sudah tertangkap. Bagaimana? Berkah besar, malam ini makan ayam. Kau bisa tertawa juga. Aku pikir kau tidak bisa tertawa. Rasa apa ini? Tuan Yun. Anda kenapa? Ini rasa aneh apa? Aku sengaja tambah garam kasar untuk Anda. Begini saja.

Jika menurut Anda garamnya kurang, aku tambah sedikit untuk Anda. Garam kasar? Bukannya kau bilang aku dermawanmu? Apakah kau memberi dermawanmu garam kasar? Baiklah. Tuan Yun. Kau harusnya tidak tahu. Aku menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan garam kasar. Ini sengaja disimpan untuk Anda makan. Menjijikkan. Apakah ini bisa dimakan manusia? Tuan Yun.

Aku biasa menggunakan cuka sebagai bumbu. Setelah perang, garam kasar adalah benda mahal. Orang biasa jarang melihat ini. Tunggu. Maksudmu kalian orang di sini semuanya memakai hal begini? Kalau begitu Tuan Li di atas juga? Tuan Li belum tentu bisa makan garam kasar. Kalau cuka mungkin bisa. [Aku pikir kau tidak punya kelemahan.]

[Kalau begitu sangat mudah mengalahkanmu.] Wangi sekali. Tuan Li, kau mau coba satu tidak? Tidak perlu. Wangi sekali. Cobalah satu. Ayo. Cobalah. Kau jangan tidak tahu batasan. Percaya tidak aku bisa memenggalmu sekarang? Nona. Kau jangan langsung mau memenggal orang. Merusak citramu. Bagaimana bisa kau tahu aku perempuan? Kau tenang saja. Sekarang kondisinya kacau.

Aku tidak akan memberi tahu orang. – Asalkan… – Asalkan apa? Asalkan kau kembalikan tusuk kondeku, aku akan… Ini tukar untukmu. Aku tidak mau ini, aku mau tusuk konde. Kau ini kenapa tidak dewasa sekali? Karena menolongmu, tusuk kondeku patah. Begini saja. Jika aku menemukan pengganti tusuk konde, bisakah kau mengembalikannya padaku?

Saat kau ketemu baru kita bahas. Baiklah kalau begitu. Aku mentraktirmu ini. Anggap saja untuk membalas budimu. Boleh, ya? Cobalah. Sangat enak. Ayo. Ini garam dari mana? Kenapa lebih halus dari garam Pengurus? Enak. Enak. Ayo, harus makan kue bahulu saat sarapan. Mau menambah garam tidak? Kalau ada tenaga, baru bisa berjalan. Kau lihatlah.

Garam halus. Itu dia. Kulihat dia datang dari luar Shanhaiguan. Mungkin mata-mata dari negara lain. Hanya dua anak pengecut ini, bisa mengalahkan kalian. Kalau dibicarakan, memalukan sekali. Nanti pulang ambil 20 papan besar untukku. Kau lapor daftar pendudukmu. Apakah ada sertifikat bea cukai? Kau punya bukti apa membuktikan kalau kalian prajurit? Sungguh berani.

Kau belum puas dipukul, ya. Garam. Garam halus. Ini garam halus. Masih bilang kalian bukan bandit. Kalian sekongkol. Tangkap mereka. Tunggu. Para Tuan Pejabat. Para Tuan Pejabat. Para Tuan Pejabat. Mungkin ini hanya salah paham. Salah paham? Ini garam dari mana? Garam ini… Atas dasar apa kalian menangkap orang? Kulihat kalian yang bandit. Serang.

Kenapa masih diam? Tunggu. Kenapa langsung berkelahi? Aku mengekstrak garam Penjaga Toko. Memakai garamku? Mengekstrak… Kenapa diekstrak? Mengekstrak adalah penghancuran garam, filtrasi, kristalisasi. Lalu garam kristalisasi yang bisa dimakan. Jika tidak kotorannya terlalu banyak, kalau dimakan nyawa bisa hilang. Sungguh tidak ada. Tuan Yun. Tuan Yun. Ini… Kantung ini garamnya sebesar ini.

Setelah diekstrak, garamnya hanya segini. Ini setidaknya juga bisa dimakan seminggu. Satu minggu? Benar. Cukup tidak untuk satu minggu? Jika tidak cukup, kita buat lagi. Satu minggu? Maksudnya apa? Maksudnya tujuh hari. Kalian pergilah dulu. Tuan Yun. Kau sungguh bisa mengekstrak garam halus? Gampang. Jenderal, jangan membuang waktu dengan mereka.

Kalau si Pengecut bisa buat garam halus, namaku Cheng Chumo ditulis terbalik. Mau bertaruh tidak? Kenapa tidak berani? Dua bawahanmu datang merampok toko kemarin. Aku melakukan kebenaran. Jika aku bisa membuat garam halus, dua orang ini akan kuhukum. Kau berlutut dan panggil Pejabat. Aku… Baik. Kalau tidak bisa dibuat, kau bagaimana?

Jika aku tidak bisa membuat, kau hukum aku. Dua orang ini tidak berhubungan dengan ini. Kalian tak boleh menyentuhnya sedikit pun. Ini tidak boleh. Nyawa Pejabat Militer Dinasti Tang dan dua prajurit diganti kau seorang. Sangat tidak pantas. Jika dia tidak bisa membuat, aku ikut dihukum dengannya. Aku juga bersedia. Tidak boleh.

– Sepakat. – Sepakat. Bawalah. Baiklah. Ini tempat menambang garam Dinasti Tang. Pilihlah sendiri bahan pembuatan garam yang kau perlukan. Ambilkan satu keranjang saja. Tuan, ini… Ini garam beracun. Jika memakan garam dari tambang ini, seluruh tubuh membiru, diare, lalu mati. Ini bukan untuk bermain. Anda tenang saja. Silakan. Ini… Aku perlu dia untuk membantuku.

Yang lain tidak boleh mengintip. Tidak boleh. Bagaimana jika kau berbohong? Belakangan ini banyak trik sihir dari barat. Bisa membuat orang hilang sekejap. Jangan percaya dia. Kalian begitu banyak orang. Apakah kalian masih takut aku kabur? Lagi pula, di belakang adalah gunung. Baik, aku percaya kau. Silakan. Bekerja keraslah. Kemarilah, bawa tambang garam masuk. Baik.

Mereka adalah prajurit Dinasti Tang. Penjagaannya juga ketat. Jika mau keluar, mungkin sulit. Kau sedang apa? Kau mendengarku tidak? Kau dengar baik-baik. Nanti aku kabur dulu untuk mengalihkan perhatian mereka. Kau mengambil kesempatan untuk lari. Setelah kau pergi, aku akan cari waktu untuk kabur. Ingat tidak? Apa yang kau tertawakan? Baik, sudah ingat.

Jika dia punya kemampuan untuk kabur, kau memantau seketat apa pun, dia juga tetap bisa kabur. Kau sama sekali tidak khawatir, ya? Jika dia membohongi kita, kita paling banyak juga hanya tertunda beberapa jam. Namun, jika yang dia bilang sungguhan, apakah kau pernah terpikir berapa besar berkahnya untuk Dinasti Tang? Aku tidak berani membayangkan.

Aku juga sangat gugup. Sungguh. Mu Wuzhe. Kau melakukan apa? Aku menemukan seorang desertir. Mengejar sepanjang jalan hingga ke sini. Tidak disangka bertemu kalian. Apakah masalah militer prajuritku masih perlu melapor pada kalian? Mencari desertir? Kau carilah di tempat lain. Tidak ada di sini. Ada atau tidak, harus cari dulu baru tahu. Beraninya kau!

Beraninya mencari orang di wilayahku. Apa yang aku tidak berani? Cari orangnya. Semuanya dengar perintah Jenderal. Yang berani mendekati wilayah tenda, bunuh tanpa terkecuali. – Baik. – Baik. Kesempatannya sudah tiba. Garam halus. Ayo, cobalah. Ada apa? Ini garam halus. Kalau begitu aku antar keluar. Yang bermarga Cheng. Cepat panggil Pejabat. Jenderal, dia orangnya.

Dia adalah desertir militerku. Tangkap dia dengan hidup. Lindungi wilayah tenda. Kau Suku Qiang. Di sana. Cheng Qian! Ayah! Bunuh!