[INDO SUB] Tetanggaku, Jodohku (My Fated Boy) EP01 | Li Xirui, He You | YOUKU
Di depan pintu ada pohon anggur. =Tetanggaku, Jodohku= =Episode 1= Halo, Tao’er. Bukankah sudah sepakat? Tak mau Mercedes-Benz. Mau Bentley. Bentley. Lu Zheng’an adalah rebutan. Begitu banyak perusahaan menginginkannya. Hasilnya begitu kembali, langsung cari kita. Sebagai presdir,… …bukankah aku harus menghargainya? Bukankah sudah sepakat, 4.000 Yuan per hari? Kenapa jadi 5.000 Yuan? Kau tawar… Lu Zheng’an berhenti! Halo, aku berbicara denganmu.
Tak bisakah kau lihat aku sedang menghindarimu? Kamu… Nona Besar. Kau beli penerbangan yang sama dan pilih kursi di sampingku. Sepanjang jalan bicara hampir sepuluh jam, kau tidak lelah? Aku tak lelah. Aku lelah. Li Tian. Kita hanya teman kuliah, bukan pacar. Jadi, tolong jangan lewati batas. Jangan ikuti aku lagi, bolehkah?
Kau mau ke mana, itu urusanmu. Aku ikuti atau tidak, itu urusanku. Tak perlu kau urus. Halo, halo. Pak. Ikuti dengan ketat. Apa maksudnya? Bukankah jemput di bandara? Dia diikuti orang. Agar alamat perusahaan tak terungkap,… …dia mengajak untuk bertemu di tempat jelek seperti ini. Aman. – Presdir Ma. – Jangan tanya. Tunggu.
Halo, apa kabar. Aku Lu Zheng’an. Lihat, aku menunggumu. Aku adalah Presdir Yunlang Media. Kelak adalah… Ma Le? Kau bisa panggil aku Presdir Ma atau Kak Ma juga boleh. Ini? Apa kabar, saya asisten Presdir Ma. Anda panggil Xiao Tao saja. Maaf. Aku tak bisa turun mobil. Mohon bawa koperku ke perusahaan.
Taruh di lobi saja. Nanti aku jemput sendiri. Ada apa denganmu? Kau mau tinggalkan kami dan jalan sendiri? Benar. Aku ingin urus masalah pribadiku. Kau jangan begini. Malam ini aku sudah atur makan malam penyambutanmu. Sebanyak 23 orang menunggumu. Sebanyak 34 orang. Jika kau tidak pergi, aku… Lu Zheng’an! Nanti kita bahas kontraknya, terima kasih.
Lu Zheng’an! Sedang apa kamu? Mana dia? Siapa dia? Pasti paparazi, kalau tidak siapa lagi? Gadis kecil. Kau terlihat berpendidikan bagus. Dunia begitu besar, hal bagus begitu banyak. Kenapa kau harus terus mengikuti Lu Zheng’an? Benar. Yang main musik begitu banyak, ada banyak yang lebih baik darinya. Kenapa harus kontrak dengan…
…Lu Zheng’an yang baru wisuda dan tak punya karya? Gadis kecil cukup lincah juga. Pak tua juga lumayan. Jangan berjumpa lagi. Tak mengantar. Anak-anak tetap anak-anak. Ayo. Aku sudah tamat. Namun, aku berencana main dua hari di Luksemburg. Kau di perusahaan? Belakangan ini sangat sibuk? Kenapa tak balas pesanku? Istriku. Apakah kau putus cinta lagi?
Memang anak muda pandai main. Baru tamat sudah menikah. Kau ini termasuk terlalu cepat. Namun, pacaran ini tak bedakan cepat lambat. Bertemu yang disukai harus bertindak. Jika tidak, nanti akan direbut orang. Jadi, Pak. Bisakah bawa lebih cepat? Jika tidak, istriku akan jadi milik orang. Duduk dengan baik, ayo. Minum, minum. Mari. Jangan berhenti. Bersulang.
Hebat. Kemampuan minum Kak Yang sungguh hebat. Satu per satu. Bersulang. Departemen bisnis kalian,… …selain Xiao Bai semuanya ada 15 orang. Aku sudah minum dua putaran. Satu putaran mewakili Presdir Hua. Satu putaran mewakili aku sendiri. Sekarang aku sudah selesaikan misi. Semuanya makan dan minum. Aku pergi dulu, sampai jumpa. Jangan. Kak Yang.
Anda sudah selesai. Namun, kami belum bersulang pada Anda. Benar. Selama ini jika tak ada bantuan Anda,… …kami sudah dipecat dari awal. Apakah masih bisa minum arak perayaan di sini? Mari. Mari, penuhi untuk Kak Yang, mari. Bersulang. Grup Chenmei, Direktur Gu. Maaf, semuanya. Tak bisa menyinggung klien ini. Semuanya tunggu aku kembali.
Jangan bergerak, lanjut minum. Kak Yang! Kenapa baru datang? Aku baru bisa pergi. Ponselku. Kenapa dengan kalian? Mana ponselmu? Kutelepon terus tak diterima. Tak tahu kuletakkan di mana. Untung saja meneleponku. Menyelamatkan nyawaku. Sudahlah, cepat, cepat. Cepat minum. Mana penyedotnya? Sebentar. Lihatlah kalian ini. Yang satu adalah Direktur Keuangan. Satu lagi Sekretaris Presdir. Setiap kali sampai saat ini aku baru merasa… …orang kecil yang tak berjasa di perusahaan sungguh bagus. Bersulang. Minum. (Penawar mabuk) Bersulang. Kenapa perusahaanmu tak ada orang? Sudah bangkrut? Aduh, tidak bisa. Di mana? Kenapa tak balas pesan? Kalian lihat Presdir Hua hari ini? Orang tua ini hari ini membawa teh jujube merah… …sembunyi di ujung untuk menyehatkan dirinya. Membiarkanku mewakilinya minum pada semua departemen. Siapa suruh kau jadi sekretarisnya? Siapa bilang sekretaris harus kuat minum? Jadi, kenapa dia memilihmu? Pasti tak hanya karena kau kuat minum. Maksudnya itu… Aku sudah pikirkan.
Bekerja sampai akhir tahun. Setelah ambil bonus akhir tahun, aku undurkan diri. Tahun-tahun sebelumnya kau juga berkata begitu. Yao Dan. Sebelum buat keputusan, mohon lihat dulu jumlah uang di bank kamu. Lalu, limit kartu kreditmu… …dan kredit rumahmu di kampung halamanmu. Anggap aku tak bicara. Sudahlah. Di luar masih ada yang menunggu.
Hadapi dulu hari ini. Berdiri. Aduh. Kakiku kebas. Benar. Meski tidak suka, tetap tak boleh bermasalah dengan uang. Aku Lin Yang tak punya kelebihan lain. Hanya bisa bertahan. Bukankah hanya minum arak? Aku akan buat mereka tahu,… …aku kuat minum bukan karena latihan. Itu adalah bawaan lahir. Ayo. Sepatu. Kak Yang datang. Mari. Bocah tengik. Bagaimana kau masuk? Kata sandinya ulang tahun Bibi, ‘kan? Tak kreatif. Tak sia-sia sayang padamu. Sudah keluar negeri masih ingat. Biar Kakak lihat berubah atau tidak. Kak. Kau seorang pengacara, kenapa tak ada makanan apa pun? Selain bekerja bisakah hidup lebih baik? Kau sudah tahu menyayangi orang.
– Jangan sentuh wajahku terus. – Biar Kakak Peluk. Kak. Apakah kau merasa aku jadi tampan? Lihat dengan baik. Tak tahan lagi. Biar Kakak cium. Kak. Apakah jika wanita melihatku juga akan berpikir begitu? Bocah, apakah kau pulang karena seorang wanita? Jangan bercanda. Seluruh Kota Qingning,…
…selain kau dan Lin Yang, aku tak kenal orang lain. Dia tahu kau sudah pulang? Tentu saja tak tahu. Begitu pulang, aku langsung datang mencarimu. Cukup setia kawan, ‘kan? Kau tak tahu dia tinggal di mana, ‘kan? Dia tinggal di mana? Kau punya teleponnya, ‘kan? Tanyakan sendiri. Kejutan. Wanita paling suka kejutan. Mengerti?
Aku tak mengerti. Dua tahun ini, bukankah kalian terus berhubungan? Belakangan ini dia pindah rumah. Belakangan? Belakangan ini masih berhubungan? Masalah pekerjaan atau pribadi? Kau lapar tidak? Kubawa kau makan camilan malam. Jangan ganti topik. Jalan Xiangyang, komplek Xiyu. Aku tak tahu jelasnya di mana. Kau ke mana? Sudah semalam ini. Kau mau apa?
Memuaskanmu, mari. Terima kasih, Kak. Bocah Tengik. Maaf. Nomor yang Anda tuju tak bisa dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi. Terima telepon. Sekarang baru pukul 23.00. Belum tidur, ‘kan? Apakah masih lembur? Istriku, jangan terlalu bersikeras. Makan tiga kali sehari, cepat tidur cepat bangun. Lalu, kurangi minum arak. Ya ampun. Kenapa buru-buru?
Aku masih belum bayar uang taksi. Nona cantik. Mari minum bersama. Setelah minum, Kakak antar kau pulang. Sedang berbicara denganku? Bukan. – Bukan? – Bukan memanggilmu. Apakah ada orang lain selain aku di sini? Maaf. Sudah salah. Sudah salah? Mari, apanya yang salah? Mari, beri tahu aku. Apanya yang salah?
Malam begini, dilihat memang cukup muda. Tak disangka… Apa ini? Apa? Bukan apa-apa. Lanjutkan kesibukanmu, Kakak. Kita pergi. Kakak? Kakak? Apakah Bibi? Bocah tengik. Hari ini kubiarkan kalian tahu kehebatan seorang Bibi. Jangan lari! Baiklah. Kuanggap kau sudah tidur. Selamat malam. Tunggu dulu. Kemampuan minummu begitu lemah. Sikapmu saat mabuk juga buruk.
Lain kali jangan minum bir lagi… …agar tak mencelakai orang lain. Kenapa jika tua? Bukankah terlihat cukup muda? Lihatlah kulit kita ini. Betapa lembut, ketat… …dan begitu kenyal. Jika dibilang 18 tahun, tak ada yang percaya. Pasti terlihat 25 tahun, ‘kan? Intinya tak seperti 31 tahun. Lupa lagi. Punggungmu sedikit luka, untung saja tak melukai tulang. Lalu, ada gegar otak ringan.
Selanjutnya, kita tunggu hasil pemeriksaan keluar dulu. Seharusnya bukan masalah besar. Tak perlu khawatir. Dokter. Apakah aku harus opname? Lebih baik begitu. Untuk pencegahan. Nona Lin. Sekarang keadaanmu ini, mungkin tak terlalu mudah bergerak. Anda sudah beri tahukan keluarga? Mereka di luar kota. Kalau begitu, teman atau rekan kerja? Mereka harus bekerja. Tak apa.
Aku bisa sendiri. Baiklah. Istirahatlah dengan baik. Ada perlu panggil aku kapan pun. Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Sudah kukatakan padanya,… …agar dia tinggal bersama anaknya. Dia tak dengar. Lihatlah kali ini. Sekarang banyak orang tua tinggal sendirian. Hidupnya, tak bisa dilewati. Benar. Saat ke toilet, baru sadar tak ada tisu.
Saat buang sampah lupa bawa kunci. Lalu, kali ini, selesai mandi baru sadar lupa simpan handuk. Jika di rumah ada orang lain, tak akan jatuh. Tinggal sendiri, memang menyiksa. Lebih kasarnya,… …mati di rumah juga tak ada yang tahu. Kenapa? Mohon pindahkan aku ke kamar satu kasur. Kak Ling. Mana Kak Yang?
(Periklanan Ruiye) Kenapa tak terlihat? Jatuh dari tangga. Berbaring di rumah sakit. Begitu parah? Sampai masuk rumah sakit? Tak ada yang tahu. Tak bilang di rumah sakit mana. Pasti karena merasa malu. Tenang saja. Pasti jaga rahasia. Kak Dan. Sudah dengar? Kemarin malam Sekretaris Lin jatuh dari 30-an anak tangga. Langsung diantar ke rumah sakit.
Kenapa panjat tangga di tengah malam? Bahkan operasi. Apakah cacat? Itu sulit dikatakan. Coba pikirkan. Dia jatuh dari 30-an anak tangga, bukankah akan cacat? Benarkah? Apakah besok masih bisa bekerja? Nyawa saja dikhawatirkan, siapa yang peduli pekerjaan? Benar juga. Kasihan sekali Kak Yang. Masih begitu muda. Tidak juga. Sudah 31 tahun.
Sudah 31 tahun? Tak terlihat. Kenapa dengan 31? Aku sudah 34 tahun. Kenapa? Mu Mu. Bangun. Kenapa? Sore ini pukul 14.00 melapor ke perusahaan. Aku tak mau. Kenapa kau harus memaksaku? Aku tak mau ke perusahaan Kakak Ipar. Kuulangi sekali lagi. Sekarang kau hanya punya tiga pilihan. Pertama, melapor dengan baik ke perusahaan.
Kedua, aku beri tahu Ayah masalah kau pulang diam-diam,… …agar dia mengurusmu. Ketiga, sekarang juga kubeli tiket dan mengantarmu ke luar negeri. Tak ada pilihan keempat. Baiklah. Aku telepon Ayah sekarang. Aku pergi. Ada apa? Apakah mahasiswa sekarang begitu santai? Kurang kerjaan. Sedang sibuk? Aku mengajak klien makan di sekitar perusahaanmu. Selesai sekitar pukul 14.00. Jika kau ada waktu, mari minum bersama. Kenapa? Mana yang sakit? Apakah Anda punya kosmetik? Apa? Kak, sudah datang? Mau minum apa? Berikan air lemon dulu. Sisanya tunggu dia datang dulu. Baik. Xiao Jia. Lihat. Dari sudut pandangmu, apakah bisa melihat kakiku?
Tidak. Baiklah, tak apa-apa lagi. Yang’er. Perusahaan kedatangan sekretaris pengganti. Apakah kau tahu? Kau masuk rumah sakit tadi pagi. Kini mereka cari pengganti. Terlalu buru-buru, ‘kan? Terlihat baru 20-an tahun. Baru tamat kuliah. Pasti andalkan hubungan. Jangan asal bicara. Jika tersebar, tak baik untuknya. Sudah berakhir? Baru berakhir. Namun, aku menerima kabar, harus buka rapat mendesak, Jadi, aku harus kembali ke perusahaan. Lain kali saja. Baik. Maaf sekali. – Lain kali, aku pasti… – Bicarakan lain kali. Baik. Oh iya, An An sudah pulang dan tinggal di rumahku. Kau mencariku demi katakan hal ini?
Dua hari ini, dia mungkin akan mencarimu. Kau sama sekali tak perlu mengajakku keluar. Telepon saja untuk memberitahuku. Begini saja. Xiao Jia. Pesan. Akhirnya meneleponku. Kenapa kau ke perusahaan itu? Karena ini perusahaan kakak iparku. Dengar, sekarang aku adalah Sekretaris Presdir. Semuanya… Sekretaris Presdir? Yang sebelumnya? Masuk rumah sakit. Tak tahu kapan keluar. Ada apa dengannya? Aku tak tahu. Di rumah sakit mana? Tak tahu. Tak tahu, tak tahu. Lu Zheng’an, kau begitu panik. Dia itu siapamu?
Apakah kau meneleponku demi dia? Halo. Halo. Halo. Lin Yang tak terima teleponku, cepat telepon dia. Aku sedang rapat sekarang. Dia masuk rumah sakit. Aku ingin tahu di rumah sakit mana. Sore ini kami masih teleponan. Hari ini dia ada di perusahaan. Sudahlah. Sekarang aku sangat sibuk, jangan mengacau lagi, ya? Tunggu setelah aku selesai sibuk. Halo. Bibi. Halo, Ibu. Kau di mana? Sudah makan belum? Masih lembur? Sudah makan, sudah pulang dari tadi. Hari ini begitu cepat. Berbohong lagi, ‘kan? Pulang lebih awal, kau tak percaya. Jika malam, malah marah. Apa yang Ibu dan Ayah lakukan? Apa yang bisa kami lakukan? Nonton sebentar dan mau tidur. Belakangan ini baik-baik saja? Baik.
Pekerjaan lancar. Tubuhku sehat. Selalu dua kalimat ini. Bagaimana percintaan? Apakah bertemu yang cocok? Iya. Tadi masih makan bersama. Aku juga bukan mendesakmu. Khawatir kau sendirian terlalu lelah. Tadi An An meneleponku, bertanya alamat rumahmu. Aku malah tak bisa menjawabnya. Aku memang payah. Aku tak beri tahu kalian. Kalian tentu tak tahu.
Aku tahu kau sibuk. Tak ada waktu sering telepon. Kalau begitu, seringlah unggah di moments wechat. Seperti Tingting dan Xiao Jing, satu hari unggah beberapa. Kau malah tak unggah satu pun dalam setengah bulan. Kau unggah makanan, tempat main,… …pekerjaan atau hidupmu. Kami juga bisa lihat. Iya. Mengerti, Ibu. Aku tak bicara lagi.
Bersiap beres-beres dan tidur. Kalian tidurlah lebih awal. Tutup dulu. Istriku! Ini pertemuan pertama kami setelah empat tahun. Tetap tak terlalu menyenangkan. Aku… …wanita kantoran 31 tahun, bersikeras begitu lama. Bocah kecil ini malah… Namun, kali ini seharusnya tak termasuk telat. Hampir saja. Memalukan sekali. (Cuplikan episode selanjutnya) Kenapa tiba-tiba kembali? Demi kamu.
Aku sudah tahu. Sudah tahu? Kau sudah pacaran. Anda… Li Tian. Pacar Lu Zheng’an. Asisten Kakak Ipar. Katanya sudah 30-an tahun, masih belum menikah. Jika kau tahu sesuatu, katakan dengan berani padaku. Bagaimana dia bisa naik jadi Sekretaris Presdir? Tanya Presdir Hua. Bos suka, siapa berani bilang tidak? Suka? Lu Zheng’an. Dia sudah menikah?
Menikah apa? Baru tamat kuliah. Jangan foto. Ini tak perlu, tutup saja. ♪Waktu yang telah terbuang menyisakan kegigihan tak berarti♪ ♪Beberapa masa lalu♪ ♪Akan terlupakan oleh waktu♪ ♪Namun, tetap ada yang akan terus mengenangnya♪ ♪Kau selalu menemaniku melalui kesedihan selama ini♪ ♪Bintang-bintang menyaksikannya♪ ♪Berkelana ke seluruh tempat hanya demi sesuatu yang tak abadi♪
♪Setelah melalui perjalanan sulit, baru terlepas oleh belenggu♪ ♪Begitu mencintai, terluka begitu dalam, tapi tak ingin sendirian♪ ♪Kita akan berpamitan dengan semua kesalahan♪ ♪Semoga kau terus berjalan dan menemukan hal baru♪ ♪Perjalanan akan berakhir, cinta tak akan memudar♪ ♪Meski pernah mencintai, janganlah mengungkitnya lagi♪ ♪Lewati saja masa depan dengan baik♪
♪Janganlah lewatkan kesempatan untuk mencintaiku kali ini♪