INDOSUB [Word of Honor] EP09 | Genre Wuxia | Zhang Zhehan/Gong Jun/Zhou Ye/Ma Wenyuan | YOUKU

♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪

♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪

♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 9= Rubah Bercakar Sembilan, Fang Buzhi. Dia yang mencuri Kunci Giok Biru Lao Wen. Memang benar, ikut campur dalam masalah serius ini,… …maka langsung mati seketika. Itu akibat perbuatannya sendiri.

“Buah pir yang begitu banyak, tak ada yang petik.” “Buahnya pasti pahit.” A-Xu, kau bukan satu-satunya yang paham. Senjata rahasia yang licik. Ternyata jarum sekecil ini bisa langsung mematikan. Siapa yang mahir memakai senjata seperti ini di Lembah Hantu? Jarum Hujan Bajiao? Senjata rahasia ini hanya Tianchuang yang punya. Han Ying bertindak cepat,…

…jadi, kunci giok biru Lao Wen yang dicuri Fang Buzhi… …sekarang seharusnya sudah ada di Tianchuang. Saudara Wen, sepertinya ada masalah Ikatan Lima Danau. Lebih baik kita jangan mengganggu lagi. Saudara ini… Temanku benar. Karena kalian ada masalah penting, aku tak mengganggu lagi. Pamit. Adik ke-2, antar mereka. Tak perlu.

Masalah lebih penting, tak perlu antar kami. Aku minta maaf pada kalian. Rapat Besar Pahlawan segera diadakan. Harap Anda berdua bisa datang. Tentu saja. Rapat Besar Pahlawan Ketua Ikatan Gao… …bagaimanapun aku harus ikut. Sampai jumpa lagi. Kak Cao. Ini enak. Baik. Kau makanlah lebih banyak. Kenapa kau tak makan?

Kenapa? Kau tak suka sayur yang kuberi? Tidak. Pemberian Nona tak mungkin kutolak. Aku makan sekarang. Berapa usiamu? Kenapa berwajah tembem? Menggemaskan sekali. Kenapa? Aku bukan merayumu. Aku memperingatimu. Apa kau tahu? Di antara sepuluh Hantu Kejam ada Hantu Pemakan Mayat. Dia khusus memakan anak muda berwajah tampan. Apalagi kau berwajah tembem. Kau harus berhati-hati.

Memakan orang? Apa ini tindakan manusia? Bukan. Karena itu, mereka jadi Hantu Kejam. Gila sekali. Hantu Kejam ini harus cepat dimusnahkan,… …agar tak mengecewakan sekteku. Memusnahkan iblis, ini perintah leluhur. Namun, kudengar Hantu Kejam sangat hebat. Jangan sampai nanti iblis tak mati,… …malah kau yang dibunuh iblis. Tak akan.

Kali ini Ikatan Lima Danau diketuai Ketua Gao. Dia mengumpulkan semua pahlawan,… …pasti bisa memusnahkan Lembah Hantu. Benarkah? Namun, kudengar,… …dua hari lalu Lembah Hantu masuk ke kota Yueyang. Mereka meninggalkan sepuluh kepala manusia di depan umum. Jika Ikatan Lima Danau begitu hebat,… …kenapa mereka berani mengacau di tempat Ikatan Lima Danau?

Nona Gu, tenang saja. Aku melindungimu. Ada aku, tak akan kubiarkan sesuatu terjadi padamu. Aku tak takut. Terima kasih membantuku masuk ke Sekte Yueyang. Aku sudah lebih tenang. Makanlah. Nona Gu. Hantu Pemakan Mayat yang tadi kau bilang,… …dia khusus memakan anak muda berwajah tampan. Nona Gu. Jadi, apakah maksudmu…

Apa kau merasa aku sangat tampan? Apa yang kau bilang? Kau bilang aku merasa kamu… Tak apa, tak apa. Oh iya. Aku lupa memberitahumu sesuatu. Fang Buzhi sudah ditemukan. Namun, yang ditemukan adalah jasadnya,… …dan hasil curiannya. Sekte Yueyang sudah meminta orang pergi mengenali barangnya. Sungguh tak diduga. Bukankah itu Nona yang dulu bernyanyi?

Aku pergi lihat dulu. Nona Gu. Xiang. Nona, kau mau mendengar musik? Ada orang di sampingku, aku tak bisa menyapa. Kalian cari kabar di sini. Nanti kalau kuminta kalian bernyanyi,… …artinya tugas dari Master sudah selesai. Nanti kalian beri tahu aku ke mana mencari Master. Baik. Salah kenal. Kau lebih cantik dari Nona yang dulu.

Lanjutkanlah. Salah kenal orang. Kenapa Tianchuang bisa terlibat dalam Kunci Giok Biru? Apa Raja Jin ingin merebut Gudang Ilmu Bela Diri? Gao Chong menyembunyikan Chengling,… …tak tahu apa rencananya. Masuklah. Taruh di sini. A-Xu, aku telah memesan makanan enak. Masakan dari penginapan ini lumayan enak. Lima inderaku mulai melemah. Kenapa melamun? Ada pepatah. “Nikmatilah selagi ada.”

Manusia makan tiga kali sehari. Bisa makan enak dengan orang yang disukai. Meski ada urusan penting,… …juga harus ditinggalkan sementara. Akhirnya kau mengatakan hal yang masuk akal. Duduklah, makan selagi panas. Arak bagus. A-Xu, apa yang kau pikirkan? Sudahlah. Apa yang tak bisa kau ceritakan padaku? Kau mengkhawatirkan Chengling? Aku sedang berpikir,…

…apakah salah membawa Chengling ke Ikatan Lima Danau? A-Xu, kau terlalu menyebalkan. Kau memiliki wajah tampan dan punya hati yang lembut dan baik. Seluruh wanita di dunia bukankah akan terlena olehmu? Aku, Tuan Baik Wen bersama denganmu, apakah akan tetap dianggap? Apa kau sungguh ingin menjaganya sampai akhir? Menerimanya jadi murid dan melindunginya seumur hidup?

Tak ada yang kekal di dunia ini. Saat kecil aku memelihara seekor anjing. Orang yang penting memberikannya padaku. Awalnya ibuku tak setuju,… …katanya anjing hanya setia pada seorang dalam hidupnya. Jika memeliharanya, maka harus memeliharanya seumur hidup. Seorang anak berumur delapan tahun, tak mengerti apa itu seumur hidup. Aku langsung setuju. Kemudian? Kemudian…

Kemudian aku mengecewakannya. Tak bisa selalu sesuai keinginan, yang penting sudah berusaha. Kenapa? Sakit. Berbicara tentang anjing,… …kau tak merasa perumpamaan ini sangat keterlaluan? Ayo, minum arak. Arak bagus. Makanlah. A-Xu! Kenapa masih tidur? Bangunlah. Temani aku ke menara Yuefan. Ini sudah siang, ayo bangun. Katanya di menara Yuefan… …adalah tempat yang terbaik melihat pemandangan Kota Yueyang. Bangunlah. -Ayo. -Aku tak mau. Ayo. -Ayo. -Jangan menyentuhku. Ayo. Aku akan membunuhmu jika kau terus ribut. Ayo. Senang atau tidak, kita tetap melewati hari.

Manfaatkanlah waktu selagi bisa. Bangunlah. Aku tak mau. Empat Pendekar Anji. Siapa itu? Mereka adalah aliran yang langka di dunia silat. Empat Pendekar Anji. Mereka berempat sangat hebat dalam musik. Latar belakang mereka sangat berbeda. Hanya karena cita-cita mereka sama,… …saling memahami, jadi mereka mundur dari dunia persilatan… …dan menetap di Anji.

Dalam hutan bambu yang sangat indah. Sudah puluhan tahun tak pedulikan masalah dunia. Tak heran bisa membuat irama musik yang begitu bagus. Ada sepasang suami istri dari empat pendekar. Mereka berasal dari satu sekte. Masih ada satu, pelajar yang sangat lemah,… …tapi hebat dalam bermain kecapi. Yang terakhir adalah He Yifan, pencuri yang bepergian sendiri.

Meski dia pencuri, tapi hatinya baik. Menerima pengaruh dari tiga sahabatnya. Dia mengubah perilakunya. Bersama-sama hidup di hutan,… …menjadi cerita “Gunung dan Sungai” yang sangat menakjubkan. “Dunia begitu besar,… …namun, sulit menemukan sahabat.” Gunung dan sungai tak penting, pentingnya bisa menemukan sahabat. Jika masa depanku masih panjang, bisa seperti empat pendekar ini,…

…berpuisi dan keliling dunia dengan sahabat,… …menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa,… …alangkah bagusnya itu. Untuk apa terlalu terpikat? Hidup begini dua sampai tiga tahun, lebih baik daripada hidup sia-sia. Bisa tidak? Aku bisa. Sudah begitu besar, masih berlatih berkuda-kuda. Yang paling konyol, bahkan lebih payah dari kita. Diam. Sekte Pedang Danau Jing sangat hebat.

Membentuk sekte sendiri… …sama sekali tak perlu dasar apa pun. Apa yang kalian tahu? Benar, ‘kan? Tuan Muda Zhang. Kenapa kau memukulku? Bagaimana bisa dibilang memukulmu? Ini namanya mengujimu. Kudengar ilmu meringankan badan Sekte Pedang Danau Jing berbeda. Aku ingin melihat kehebatanmu. Tak kuduga, sungguh tak kuduga. Gaya kodokmu ini memang gaya yang unik. Pergilah.

Teknik kami yang kasar ini,… …tak akan cocok dengan Tuan Muda Zhang. Jangan menunda jam makan Tuan Muda Zhang. Maaf. Kau tidak lihat jalan? Kak Xiang? Apa kau senang melihatku? Sekarang kau izinkan aku menyentuh kepalamu? Jangan menangis, Pendekar Cengeng. Kenapa cengeng sekali? Jangan menangis. Kukira aku tak bisa melihat kalian lagi.

Kukira Guru tak menginginkanku lagi. Guru? Paman Zhou. Zhou Xu? Sudahlah. Sebenarnya aku belum menjadi muridnya. Namun, Paman Wen berkata, Paman Zhou berhati lembut. Cukup dengan terus panggil dia “Guru” saja. Apakah dia juga bilang terus mengganggunya pasti akan diterima? Benar, bagaimana kau tahu? Dasar, dia tak mengajari hal yang baik.

Kak Xiang, kau sudah datang. Apakah Guru dan Paman Wen juga datang? Di mana mereka? Mereka tak datang. Sudahlah. Sekte Yueyang dijaga ketat, tak bisa masuk dari luar. Mereka minta aku masuk untuk menjagamu. Kak Xiang, kalian sungguh baik padaku. Bagaimana kau masuk? Ini perkarangan dalam. Kak, apa kau diam-diam masuk? Tentu saja bukan.

Aku diundang masuk. Rapat Besar Pahlawan sudah dekat. Pendekar dari berbagai sekte di kota ini… …juga semakin banyak. A-Xu. Mereka yang berpakaian seperti ingin ke rumah bordil itu,… …dari sekte mana? Sekte Gunung Hua. Sekte Gunung Hua selalu perhatikan kerapian seragam. Jika seragam tak rapi, akan dihukum. A-Xiang bermulut kasar, pasti kau yang ajari.

A-Xu, kalau mereka yang menatap dengan tajam? Pengelola Tie. Pengelola Tie adalah penguasa Jingxiang. Hanya ada satu pemimpin. Mereka selalu tak akur dengan Sekte Yueyang. A-Xu. Kenapa kau sangat tahu segala peraturan sekte lain? Apa kau tahu pengajaran dari sekteku? Bela dirimu rumit dan banyak perubahan. Jika bukan gurumu yang menguasai berbagai ilmu bela diri,…

…berarti kau tak hanya punya satu guru. Lao Wen, kebiasaanmu yang selalu memintaku menebak,… …kapan bisa kau ubah? Katakan jika bersedia. Diam saja jika tak bersedia. Selalu memintaku menebak. Rapat Besar Pahlawan. Semua tentang Pahlawan. Beberapa orang ini pintar memuji diri sendiri. Para orang rendahan ini juga pantas dipanggil Pahlawan? A-Xu, dunia silat begitu luas.

Berapa orang yang kau rasa bisa disebut sebagai pahlawan? Orang yang belum merasakan dunia, barulah ingin jadi pahlawan. Kalau orang yang sudah merasakan dunia? Orang itu pasti akan tahu,… …kata pahlawan ini ditulis dari darah. Jika bukan darah sendiri, maka darah orang lain. Aku sudah melewati usia yang ingin menjadi Pahlawan. Sekarang aku hanya pengelana.

Tak berani asal bicara. Lao Wen, kau mau menjadi Pahlawan, atau menjadi pengelana? Terlalu banyak orang ingin menjadi Pahlawan. Aku ini suka melihat keramaian tapi tak suka ikut keramaian. Biarkanlah mereka menjadi Pahlawan. Menjadi pengelana, cukup kau dan aku saja. A-Xu. Ke mana? Kenapa jalan ke arah sini? A-Xu. Kutraktir kau minum arak. Minum lagi?

Bukankah kau bilang sulit tidur di tengah malam? Bagaimanapun tak bisa tidur. Lebih baik temani aku menikmati bulan dan minum arak di atap. Dengar. Pemandangan malam ini sungguh indah. Menikmati bulan dengan minum arak. ♪Kota penuh dengan pohon willow tanpa kuncup bunga♪ Nikmatilah kebahagiaan sebelum terlambat. Jangan sampai hidupmu sia-sia.

♪Angsa liar di kejauhan, kau pergi tanpa ada kabar♪ ♪Tak ada angin dan hujan, tak ada langit cerah♪ Sudah datang? ♪Segelas teh tak memberi petunjuk♪ ♪Tanaman mulai layu, angin timur juga tak berdaya♪ ♪Minum arak di bawah sinar rembulan, aku kesepian♪ A-Xu, hatiku senang. Apa kau tahu? ♪Bagaimana mempercayai kata-kata yang asal diucapkan?♪

Kenapa kau tak tanya kenapa aku senang? Saat kau ingin bilang, kau akan memberitahuku. Jika kau tak mau bilang,… …untuk apa aku tanyakan. ♪Siapa yang datang dan pergi dengan bebas, lalu menyalahkan takdir?♪ ♪Ternyata alam mimpi kecil, waktu berlalu dengan cepat♪ ♪Menyesatkan diri♪ ♪Seperti burung yang kelelahan, lebih baik pulang♪ Pemandangan sebagus ini,…

…malah ada yang harus saling membunuh. Merusak pemandangan. Malam ini di Kota Yueyang,… …bukan hanya ada satu adegan pertarungan saja. Aroma wangi melewati Yueyang,… …kota penuh dengan Kunci Giok Biru. Aku senang… …karena akhirnya adegan bagus ini sudah dimulai. Lao Wen, kau katakan dengan jelas. Adegan bagus tak bisa dijelaskan. Ayo, kuperlihatkan padamu.

Pantas saja tak ada suara lagi. Ternyata mereka mati bersama. Hebat. Pendekar Mata Tunggal, Jiang Che. Pedang Kuangfeng, Ke Liheng. Mereka ini orang yang terkenal. Kenapa mati begitu konyol? Inilah yang disebut… …semua orang datang demi keuntungan, semua orang mati demi keuntungan. Kapan orang-orang dungu ini bisa mengerti? Meski keuntungan itu sangat besar,…

…jika bisa merebutnya, juga harus bisa menikmatinya. Ini potongan yang dicuri oleh Fang Buzhi darimu. Kira-kira begitu. Kira-kira begitu? A-Xu, kau begitu cerdas. Coba pikirkan lagi. Kenapa dua potong Kunci Giok Biru ini bisa sama persis? A-Xu, apa kau tak merasa ini konyol? A-Xu! Tunggu aku, kenapa denganmu? Lao Wen, kenapa?

Apa kau tak merasa ada yang aneh? Apa yang aneh? Orang-orang ini mati karena perbuatannya sendiri. Aku hanya ‘menambah kayu bakar saja’. Lao Wen, kukira kau hanya berpura-pura gila. Tak kusangka, kau sungguh gila. Adik. Pergilah. Pagi-pagi sudah membawa sial. Satu jam lagi baru membagi bubur. Ini aku. Cepat. Cepat lapor pada Guru. Kakak Seperguruan? Cepat lapor pada Guru. Cepat bantu. Kakak Seperguruan. A-Xu, bangun. Sudahlah, jangan berulah lagi. Hanya hal kecil saja. A-Xu. A-Xu. A-Xu. Yang benar saja. Ini palsu. Benar. Sekarang sudah muncul tiga Kunci Giok Biru.

Dalam satu malam sudah berganti ke banyak tangan. Setiap kali selalu ada bercak darah. Benar. Rapat Besar Pahlawan akan dimulai,… …malah muncul Kunci Giok Biru di seluruh kota. Sudah sangat kacau. Ikatan Lima Danau sangat dipermalukan. Tenang saja, Kak. Siapa berani mengacau di Rapat Besar Pahlawan,… …kami akan bunuh semuanya. Benar, ‘kan, Kakak ke-2? Benar.

Kakak Besar, cepatlah bangun. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Sekarang situasi kacau, banyak masalah di dalam sekte. Kau adalah pendukung bagi Ayah. Saat kau tak di sini,… …Ayah sudah semakin menua. Jawab aku, Kak. Buka pintu. Baik. Makanlah. Makanlah. Gao Shan, kau mau apa? -Hentikan! -Jangan halangi aku! Mereka orang gila, tak akan merasa sakit.

Aku tak peduli, aku puas! Sudah disiksa, mereka masih tak mengaku. Kau pukul juga tak berguna. Sudahlah, Gao Shan. Mereka sangat kasihan. Pasti mereka ditipu. Kau kasihani mereka? Kenapa kau tak kasihani Kakak Wei… …dan Kakak seperguruan? Sekarang dia belum sadar. Gao Shan! Kakak. Kenapa tak pergi ke Taman Kedamaian? Kenapa? Ada masalah.

Yang bisa pergi, sudah pergi. Guru dan Paman Guru sudah pergi. Empat Pendekar Anji. Kalian seumur hidup tak lakukan kejahatan. Kami Geng Pengemis tak mau bertindak kasar. Cepat serahkan Kunci Giok Biru! Suamiku, serahkan saja Kunci Giok Biru pada mereka. Kita harus tepati janji. Suamiku. Kau… Kau bawa ini… …dan serahkan pada Pendekar Gao. Suamiku!

Suamiku. Kakak Pertama! Kunci Giok Biru tak bertuan. Kenapa harus memberinya pada Geng Pengemis? Kalian Geng Pengemis… …bukankah menyebut diri sebagai yang terhebat? Apakah kalian mau merebut paksa? Itu konyol. Jika Geng Pengemis mau merebut paksa,… …apakah kalian sekarang masih bisa hidup? Di Gudang Ilmu Bela Diri,… …merebut teknik rahasia dari semua sekte.

Pasti ada teknik rahasia Geng Pengemis. Kami berhak mengambil kembali Kunci Giok Biru. Nyonya Pei, ini demi kebaikanmu. Lihatlah para orang di sini. Tak ada yang membahas aturan seperti Geng Pengemis. Tuan Huang, apa maksudmu? Kenapa? Empat Pendekar anji benar. Kunci Giok Biru memang tak bertuan. Yang kuat yang dapat.

Kalian berhak merebutnya, Sekte Gunung Hua tak boleh rebut? Apa urusanmu? Apakah hamu di sini? Dasar pengemis. Kalian mengemis sampai bodoh? (Feng Xiaofeng, Gao Shannu) Benda itu dulu dipegang Ao Laizi. Ao Laizi mati dibunuh anggota Lembah Hantu. Semua orang tahu itu. Sekarang malah ada di Empat Pendekar Anji. Mereka pasti suruhan Lembah Hantu!

Dasar kau pendek! Tak ada hakmu berbicara di sini! Kakak ke-3! Kakak ke-3. -Adik ke-3! -Kakak ke-3. Feng Xiaofeng, dasar kau orang rendahan. Keluarkan obat penawarnya! Tukarkan dengan Kunci Giok Biru! Tak tahu malu. Geng Pengemis, Gunung Hua, Kongtong,… …masuk akal jika mau merebut Kunci Giok Biru.

Setidaknya di Gudang Imu Bela Diri ada catatan rahasia sendiri. Kau yang pendek ini berasal dari mana? Dunia persilatan 20 tahun lalu tak ada yang sepertimu. Enyah! Pergi lebih jauh! Aku jijik melihatmu! Gao Shannu, habisi dia! Cukup! Tetua Huang, Geng Pengemis berteman dengan Ikatan Lima Danau. Sekarang kau membawa anggota Geng Pengemis…

…membuat kekacauan di kota. Apa kau tak menganggap Ikatan Lima Danau? Ketua Gao, aku yang harus bertanya padamu. dulu Ikatan Lima Danau begitu sombong,… …aku tidak menanggapinya dengan serius. Sekarang kau membawa banyak orang mengepung kami. Ikatan Lima Danau begitu keras dan arogan,… …apa kalian tak menganggap orang-orang dunia silat? Tetua Huang.

Dunia persilatan bukan Anda yang mewakili. Sekte Gunung Hua adalah pengikut Ketua Gao. Penjilat! Sekte Pedang Wuyue dipermalukan oleh kalian. Tetua Huang. Kau malah begitu dekat dengan Tao Hong dan Lv Liu. Geng Pengemis dipermalukan olehmu. Lebih baik dari Ikatan Lima Danau yang dari awal tak tahu malu.

Nyonya Tao Hong, jangan mengira kau adalah wanita,… …sehingga bisa asal berbicara di sini. Meski aku tak bisa memotong lidahmu,… …tapi bisa memotong tenggorokanmu. Kau berani? Mau apa? Shen Shen, kau beraninya berkata seperti itu. Masih menganggap dirimu dari sekte yang terhormat? Memberantas kejahatan adalah tugas sekte terhormat. Ketua Gao, memang kau lebih hebat.

Selama dua puluh tahun ini,… …sudah berapa hal memalukan yang kau lakukan? Aku sudah tak tahan lagi. Aku tak berebutan lagi. Feng Xiaofeng, jangan kabur! Keluarkan obat penawarnya! Adik ke-5, halangi dia! Ikut aku! Nyonya Pei, saya di sini. Empat Pendekar Anji adalah tamuku. Aku mau lihat. Siapa yang berani mempersulit kalian? Nyonya Pei!

Kunci Giok Biru! Hentikan, jangan bunuh dia! Selama 15 tahun tinggal di sini dengan bahagia. Hidup bersama selama 15 tahun,… …malah dihancurkan oleh satu benda ini. Saudara Du, kamu… Ketua Gao. Kami berempat sudah lama menjauh dari hal duniawi. Hanya ingin lewati hidup di hutan. Karena kamu,

…kami baru mau keluar untuk mendukung Rapat Besar Pahlawan. Namun, aku tak menyangka. Karena pertemanan kita,… …membuat kami terbunuh di Kota Yueyang. Gao Chong. Kak Pei merebut Kunci Giok Biru demi dirimu. Apa itu pantas? Pantaskah? Saudara Du, aku bersalah padamu. Saudara Du, tenang saja. Aku akan memberikan keadilan pada Saudara Anda dan semuanya.

Tak ada sahabat lagi di dunia, untuk apa menyimpanmu lagi. Saudara Du! Tidak. Ketua Gao. Setiap hal pasti ada sebabnya. Empat Pendekar Anji, baik langsung atau tak langsung… …mati diracuni oleh Feng Xiaofeng. Tak ada kaitan dengan Geng Pengemis. Saudara ini sudah keracunan,… …Tao Hong dan Lv Liu menyerangnya untuk melindungi diri.

Geng Pengemis dan Ikatan Lima Danau… …tak perlu berselisih karena hal kecil ini. Tetua Huang! Bukankah kau mau Kunci Giok Biru? Ambillah! Sepotong cukup? Aku berikan satu lagi! Semuanya! Tanggal 15 bulan tujuh. Setelah Rapat Besar Pahlawan,… …akan kuberitahukan tentang Kunci Giok Biru pada kalian. Tetua Huang, setelah rapat besar,… …masalah kita harus diselesaikan! ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪

♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪