INDOSUB [Word of Honor] EP06 | Genre Wuxia | Zhang Zhehan/Gong Jun/Zhou Ye/Ma Wenyuan | YOUKU

♪Berbicara tentang pedang dan pisau, dendam terhapuskan♪ ♪Dendam baru dan lama membuatku kebingungan♪ ♪Berbicara tentang taktik dan cara, siapa lebih hebat?♪ ♪Kesulitan yang kita hadapi sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, perjalanan sangat jauh♪ ♪Di mana pendampingku?♪ ♪Menceritakan beban pikiran pada hujan dan langit cerah♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪

♪Lihatlah warna bunga dan daun yang indah ini♪ ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪ ♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪

♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 6= Lepaskan aku. Tolong! Lepaskan aku! Petinya sungguh tak bisa menahannya lagi. Sudah kubilang, jangan membicarakan hantu pada malam hari. Obat halusinasi ini ternyata berguna.

Anak-anak! Cepat bantai mereka! Bau dan kotor, sangat menjijikkan! Ibu, gendong aku. Tulang belikatmu adalah yang paling indah. Lao Wen, sadar! Maju! Bunuh! Tak disangka, pada akhirnya aku mati dengan mengenaskan. Benar-benar barang yang bagus. Wen Kexing. Hadir. Kau memanggil namaku, kenapa sangat enak didengar? Bajingan! ♪Kota dipenuhi pohon willow, tapi tak ada kuncup bunga♪

♪Pintu hati tertutup rapat, pulang tanpa suara kaki kuda♪ ♪Angsa liar di kejauhan♪ A-Xu, kau teracuni. Jangan marah. Kali ini, aku sungguh terjebak. Bukan berpura-pura. Aku teracuni juga bisa jalan sendiri. Untuk apa sok menjadi pahlawan di depanku? Dipapah olehku tidak memalukan. Dasar! ♪Musim semi akan berakhir, tak tahu apa yang harus kulakukan♪

♪Tanaman mulai layu♪ Kau kenapa? ♪Angin timur juga tak berdaya♪ ♪Minum arak di bawah sinar rembulan, aku kesepian♪ ♪Bagaimana mempercayai kata-kata yang asal diucapkan?♪ Seluruh tubuh manusia yang diracuni adalah racun. Makanlah satu, untuk berjaga-jaga. A-Xu, apakah kau berasal dari Lembah Tabib Hebat? Kenapa memiliki begitu banyak obat penawar?

Lihat, apakah aku mirip dengan orang yang belajar pengobatan? Tidak. Menurutku, kau malah mirip orang yang suka membunuh. Kau membunuh dengan kejam di kuil yang rusak. Menakutiku, Tuan Baik Wen,… …yang bahkan tak berani bunuh ayam, hingga jantungku berdebar. Tuan Baik? Meskipun terlihat tidak mirip, tapi aku sungguh orang baik. Baiklah.

Kau adalah dermawan, aku adalah pembunuh. Sudah, ‘kan? ♪Awan di kejauhan, tak diketahui namanya♪ Benda menjijikkan yang kau bilang itu, bernama orang yang diracuni? Aku juga hanya pernah membacanya di catatan. Katanya, bisa menggunakan jarum akupuntur… …mengendalikan kelima indra manusia. Lalu memakai racun untuk membuat makhluk yang sangat kuat.

Membuat orang yang hidup menjadi siluman yang sangat kuat… …yang bisa dikendalikan. Kau punya pisau belati? ♪Pedang tajam menunjuk langit malam, tak kenal takut♪ ♪Yang paling menakutkan adalah diriku yang terikat obsesi♪ Kau ingin membersihkan luka? Biarkan kubantu. A-Xu, apakah kau takut sakit? Jika takut, kupinjamkan tanganku untuk kau gigit.

♪Tak ada aku dan juga kau♪ ♪Siapa yang datang dan pergi dengan bebas, lalu menyalahkan takdir?♪ ♪Ternyata alam mimpi kecil, waktu berlalu dengan cepat♪ ♪Menyesatkan diri♪ ♪Seperti burung yang kelelahan♪ ♪Lebih baik pulang♪ Apa yang ingin kau lakukan? Jangan berlagak lagi. Apa yang terjadi dengan luka dalammu? Tak ada hubungannya denganmu. Melawan lagi?

Tuan Zhou, seberapa hebat kemampuanmu,… …punggungmu juga tak punya mata, ‘kan? Jika tak punya, duduklah dengan baik. ♪Ternyata di dunia luas ini, orang awam bukanlah apa-apa♪ ♪Tak ada aku dan juga kau♪ yang datang dan pergi dengan bebas, lalu menyalahkan takdir?♪ ♪Ternyata alam mimpi kecil, waktu berlalu dengan cepat♪ Jangan bergerak! ♪Menyesatkan diri♪

♪Seperti burung yang kelelahan♪ ♪Lebih baik pulang♪ ♪Seperti burung yang kelelahan♪ ♪Lebih baik pulang♪ Sudah. Apa yang kau lakukan? A-Xu. Kemampuan penyamaranmu ini masih kurang. Berhasil melindungi kepala, wajah, leher. Namun, tubuhmu tidak terlindungi. Kau masih tidak mengakuinya? Aku berjemur, tak boleh? A-Xu, sebenarnya siapa yang sedang kau hindari?

Orang yang paling ingin kuhindari adalah kau. Aku? Kau tak bisa menghindariku. Jika kau menyamar untuk menghindari orang lain, itu tidak perlu. Kini, ada aku di sisimu. Biarpun musuhmu adalah Raja, dewa, dan hantu,… -…aku juga bisa… -Kenapa? Kau masih punya kemampuan untuk membunuh siapa pun? Terima kasih. Aku peduli dengan orang awam.

Bagaimana bisa sembarangan membunuh? Yang ingin kukatakan adalah, siapa pun musuhmu yang datang,… …aku juga bisa membujuk mereka dengan kebijakan. Sebuah kutipan klasik, “Bunga jatuh dari langit”. Bilang, semua kejahatannya akan hilang, letakkan pedang. A-Xu. Kini, kita juga sudah termasuk persahabatan sehidup semati. Bisakah kau membiarkanku melihat tampang aslimu? Harus saling memperlakukan dengan tulus.

Ini adalah tampang asliku. Sungguhan, tidak berbohong. Jika tak percaya, kau peganglah. Orang yang pernah melihat wajah asliku, hampir semua mati. Kebetulan. Aku takut dengan banyak hal. Namun, tidak takut mati. Lukamu itu dalam, perlihatkan padaku. Jangan mengira kau hebat, bisa menahannya, dan terus berlagak. Suatu hari, akan melukai organ dalam.

Aku paham dengan penyakitku sendiri. Tak perlu kau peduli. Jika kau mati, di malam hari yang dingin,… …aku yang kesepian, mencari siapa? Terserah kau mencari siapa. A-Xu, kau masih tak mengaku bahwa kau menyamar? ♪Berbicara tentang pedang dan pisau, dendam terhapuskan♪ ♪Dendam baru dan lama membuatku kebingungan♪ ♪Berbicara tentang taktik dan cara, siapa lebih hebat?♪

♪Kesulitan yang kita hadapi sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, perjalanan sangat jauh♪ ♪Di mana pendampingku?♪ ♪Menceritakan beban pikiran pada hujan dan langit cerah♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Lihatlah warna bunga dan daun yang indah ini♪ ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪

♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪

♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Berbicara tentang dewa, biarawan, siapa yang lebih bebas?♪ ♪Murid-murid melewati hidup di tengah dunia silat♪ ♪Hidup di dunia dengan sikap yang angkuh♪ ♪Tak bisa melupakan ejekan orang♪ A-Xu, mengaku kalah tidak? ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪

♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ Kau hanya kalah satu langkah, tak perlu begitu malu bertemu orang. Menang dan kalah adalah hal yang umum. A-Xu. A-Xu? ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Tak banyak pahlawan yang tersisa, hidup tak lama lagi♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ A-Xu! Jangan bercanda! Cepat keluar! A-Xu! A-Xu!

Apa yang kau lihat? Sudahlah, A-Xu. Jangan bercanda Aku tak mengganggumu lagi. Ada arak? A-Xiang tidak di sini, juga tak ada alat untuk memanaskan arak. Dipanaskan dengan kekuatan dalam. Terimalah. Lebih kuat daripada yang dingin. Lao Wen. Kau sungguh bermarga Wen? Aku sungguh tidak membohongimu. Pria yang sederhana, lembut seperti giok.

Apakah kau tidak merasa marga ini sangat cocok denganku? Ini adalah Peti Pengikat Roh. Tahun itu, Hantu Gantung mengandalkan… …Peti Pengikat Roh yang aneh dan tak terduga… …untuk membuat rusuh dunia silat. Tak disangka, kini, sobat-sobat ini resmi menjadi hantu. Pusaka ini menguntungkan mereka. Itu bukan Hantu Gantung. A-Xu, kau sangat memahami Lembah Hantu?

Tidak juga. Namun, orang itu terlalu muda. Saat Hantu Gantung terkenal, dia masih anak kecil. Di mana Hantu Gantung yang sebenarnya? Benar atau salah, sementara ini tak diperdebatkan. Namun, pusaka ini asli. Jika Hantu Gantung sungguh belum mati,… …bagaimana bisa hartanya jatuh ke tangan orang lain? Hati-hati! Benda ini perlu dibuka dengan cara khusus.

Jika tidak, mungkin akan melukai diri sendiri. Saat itu, kau sudah sadar, kenapa membunuh Hantu Gantung palsu itu? Banyak pertanyaan yang jawabannya harus didapatkan darinya. Peduli malah menimbulkan kebingungan. Kau masih belum paham? Aku lapar. Lao Wen, bawakan makanan untukku. Kenapa kau tak pergi sendiri? Baik. Aku pergi. Kau istirahatlah. Zhou Zishu. Dia benar-benar adalah…

…Zhou Zishu. Sungguh luar biasa. Awalnya, aku mengira hanya musik Qin Song yang tak tertandingi. Namun, tak disangka ahli yang sebenarnya ada di sini. Betapa beruntungnya Hantu Lidah Panjang,… …dapat menerima teknik pengendalian orang yang diracuni ajaran Anda. Sungguh membuatku sangat iri. Kebetulan. Dia sudah mati. Mati? Benar-benar mati? Siapa yang membunuhnya? Di mana Peti Pengikat Roh?

Kau bertanya padaku? Aku ingin bertanya padamu, di mana Kunci Giok Biru? Aku sudah mendapatkan Kunci Giok Biru. Namun, bukankah aku harus pergi ke Desa Sanbai… …untuk mengurus mayat Ao Laizi? Karena takut terjadi kecelakaan,… …jadi, aku baru menyuruh Hantu Lidah Panjang… …untuk membawa Kunci Giok Biru kemari.

Di sini, ada begitu banyak orang yang diracuni,… …juga ada obat halusinasi, dan Benang Pengikat Roh. Seharusnya semuanya aman. Raja Xie, bukankah Anda seharusnya… …menyerahkan Kunci Giok Biru sejak awal? -Bukankah Anda… -Hantu Kematian. Apakah kau menyalahkanku karena terlambat? Bagaimana berani? Lupakanlah. Aku juga tak menyangka… …ada yang menerobos masuk melewati rintangan yang berat ini.

Hal ini… …semakin menarik. Kunci Giok Biru? Kenapa ia bisa tersembunyi di dalam Peti Pengikat Roh? Tak ada yang tahu. Kau bawa saja. Benda ini… …berhubungan dengan rahasia membuka Gudang Ilmu Bela Diri. Di dunia ini, tak tahu berapa… …banyak orang terluka parah demi memperebutkannya. Kau menukarnya denganku… …untuk dua ekor kelinci?

Kelinci bisa mengenyangkan perut. Jauh lebih baik daripada benda ini. A-Xu. Kau sungguh tidak tertarik padanya? Omong kosong. Awan tersebar, giok biru pecah. Kedengarannya sial. Benda pembawa sial ini, untuk apa aku menginginkannya? A-Xu. Awalnya, aku mengira kau hanya berlidah tajam dan berhati lembut. Tak disangka, mulutmu cukup berbisa. Masih banyak yang kau tidak tahu.

Tak hanya mulutku yang berbisa, hatiku juga kejam. Lebih berhati-hatilah. Itu cukup kejam. Kau tahu benda ini membawa sial, tapi masih memberikannya padaku. Kau tidak takut aku mendatangkan malapetaka? Kau sendiri memang malapetaka. Masih takut terhadap ini? Jika kau tak menginginkannya, buang saja. Tidak bisa. Ini adalah hadiah pertama yang diberikan A-Xu padaku.

Aku tak rela membuangnya. Aku mau mengikat pita sutra dan menggantungnya di tubuhku. Menganguminya setiap hari. Namun, A-Xu. Menurutmu, Kunci Giok Biru ini… …adalah milik Zhao Jing atau Zhang Chengling? Jika Lembah Hantu mendapatkan Kunci Giok Biru Zhang Chengling,… …untuk apa masih harus menculik Chengling dengan segala cara?

Pada siang hari, aku merasa di antara Ao Laizi… …dan Shen Shen tidak terlalu beres. Pada malam hari, mayatnya muncul di pintu masuk Desa Sanbai. A-Xu. Apakah kau merasa ada yang aneh dalam masalah ini? Lembah Hantu sedang memprovokasi. Sebelum Lu Taichong mati, dia menyerahkan semuanya pada Ao Laizi. Bukan saudaranya.

Ini membuat Ikatan Lima Danau sangat malu. Lembah Hantu sengaja tunjukkan jasad pengelola Sekte Gunung Tai… …kepada Ikatan Lima Danau,… …ingin membuat orang yang suka ikut campur bersatu. Jangan cerewet. Jika kau menganggur,… …cucilah kelinci ini bersamaku. Aku yang menangkap kelinci ini, kenapa aku juga harus mencucinya? Terserah mau cuci atau tidak.

Orang yang tidak mencuci, tak dapat makan. A-Xu, aku akan mencucinya, masih belum puas? Dasar kekanak-kanakan. A-xu! Chengling, bagaimana tidurmu kemarin? Apakah tak ada nafsu makan? Sepanjang perjalanan ini, kau telah kesusahan. Chengling, paman pertamamu terus memikirkanmu. Jadi, tak bisa istirahat. Kita harus segera berangkat. Namun, kali ini, ada Paman. Paman akan menjagamu dengan baik.

Terima kasih atas perhatian Paman. Kenapa matamu bengkak? Menangis? Tidak. Chengling, dua pendekar kemarin itu, pergi tanpa berpamitan pagi ini. Aku tak tahu apakah telah mengabaikan mereka? Juga tak sempat berbincang dengan mereka. Apakah mereka teman ayahmu? Tidak tahu. Tidak tahu tapi pergi dengan mereka? Kemarin melihatmu kelelahan, juga merasa terlalu banyak orang.

Bagus, hari ini mereka telah pergi. Cepat beri tahu kami. Sebenarnya apa yang terjadi di malam Desa Danau Jing dibantai? Aku tidak mengingatnya lagi. Mustahil! Kami adalah saudara tersumpah ayahmu. Apa lagi yang tak berani kau katakan pada kami? Hari itu, aku terlalu ketakutan. Kemudian, demam berhari-hari.

Setelah sadar, telah berada di sisi Paman Zhou dan Paman Wen. Masalah yang terjadi selanjutnya… …aku tidak mengingatnya lagi. Adik ke-5, sudahlah. Bagaimana ayah dan ibumu mati, 300-an orang Desa Danau Jing,… …kau tak mengingatnya lagi? Adik ke-5. Tak mengingat apa pun. Apakah boleh mengatakan ini? Dendam yang mendalam ini, kita lupakan saja!

Jangan berbicara seperti ini dengan anak kecil! Chengling, tak apa-apa. Paman ke-5 hanya cemas. Kita harus membalaskan dendam ini. Aku, Paman ke-5 dan ayahmu adalah saudara tersumpah. Meskipun sebelumnya ada salah paham,… …tapi persahabatan kami tak akan putus. Masalah ayahmu adalah masalah kami. Kelak, kau adalah putra kandungku. Kakak ke-2, situasi saat ini darurat.

Kunci Giok Biru tersisa tiga. Kunci Giok Biru milikmu dan Kakak ke-3 Lu… …pasti telah diambil oleh Lembah Hantu. Jika tak selidiki masalahnya, bagaimana kita bisa tenang? Anak ini telah menyatakan dengan jelas… Dia adalah anak kecil. Apa yang dia tahu? Setelah tiba di Yueyang, segalanya diputuskan Kakak Pertama. Chengling, ada Paman Zhao. Jangan takut.

Kami terlambat. -Kakak Zhao. Pendekar Shen. -Kakak Zhao. Maaf. Pendekar Shen. Kakak Zhao. Aku dengar, mulai hari ini, kau mau pergi ke Yueyang? Benar, masih ada beberapa hari menuju Rapat Besar Pahlawan. Namun, aku ingin pulang lebih awal, melihat apakah bisa membantu. Selain itu, kakakku juga terus mengkhawatirkan Chengling. Apa rencana kalian selanjutnya?

Jika tak ada, ikutlah dengan kami. Juga ada yang menjaga dalam perjalanan. (Mu Siyuan) Terima kasih. Saudara Yu, di mana Tianjie? Murid tercintaku, He Ruicai telah hilang selama beberapa hari. Tianjie pergi mencarinya. Namun, belakangan ini juga masa-masa sulit. Harus membatasi murid untuk tidak sering berpergian. Kakak ke-2.

Jangan karena menampung ambisi orang, lalu menurunkan martabatmu. Hantu jahat itu, terbiasa sembunyi di kegelapan. Menyerang dengan cara yang keji. Siapa yang berani menghantui, aku akan mendoakan mereka! Adik ke-5, tak boleh menganggap remeh. Pikirlah. Dunia damai begitu lama,… …sejak kapan penuh kegelisahan seperti sekarang? Jadi, aku berharap kita dapat memimpin pahlawan dunia…

…menghancurkan Lembah Hantu untuk mengembalikan kedamaian. Benar. Benar. Dasar. Apakah semua yang terjadi semalam adalah mimpi? Tak sampai beberapa jam,… …pihak lawan telah menghapus semua jejak semalam. Ini tak bisa dilakukan oleh aksi yang tidak terkoordinasi. A-Xu. Dari mana asal obat halusinasi tadi malam? Tak perlu mengatakannya jika tak ingin. Aku tak akan memaksamu. Jangan lari! A-Xu, pelan sedikit. Tunggu aku.

Di sini, benar, ‘kan? Benar. Tadi malam, daging itu digantung di sini. Setidaknya, kau memberitahuku nama obat itu. Obat itu bernama Hidup Bagai Mimpi. Kenapa kau bisa memiliki obat penawar? Kenapa Hidup Bagai Mimpi bisa muncul di Huzhou? Apakah Tianchuang menjalin hubungan dengan Lembah Hantu? A-Xu, kenapa kau mengabaikanku?

Karena kau tahu solusinya, maka pasti mengetahui asal-usulnya. Bolehkah memberitahuku? Tidak. Jangan menolak dengan begitu tegas. Kubayar dengan harga yang tinggi. Kau boleh meminta apa pun. Saat orang dalam efek obat halusinasi,… …dapat melihat hal yang paling diinginkan. Saudara Wen. Waktu itu, kau terus memanggil nama seseorang. Apa yang kau lihat? A-Xu.

Aku pikir kau adalah orang yang baik. Masalah pribadi seperti ini, kau bertanya secara langsung padaku. Terlalu tidak sopan. Orang ini misterius, juga tahu banyak tentang Desa Empat Musim. Sebenarnya ada hubungan apa dengan perguruanku? Sudahlah. Akan kuberi tahu. Yang aku lihat dalam halusinasi adalah… …saat kecil, aku melempar seekor tikus mati ke selimut ibuku.

Akhirnya, dia mengetahuinya, lalu mengejarku sepanjang tiga jalanan. A-Xu, aku tidak berbicara omong kosong denganmu lagi. Aku asal bicara denganmu karena aku tak ingin membohongimu. Hidup Bagai Mimpi, adalah sejenis obat gaib yang terbuat dari daylily. Asalkan menghirupnya sedikit,… …akan membuat orang tertidur selama enam atau tujuh hari,… …juga mimpi indah.

Komposisi bahan bakar rumah duka hampir sama dengannya. Namun, jauh lebih ganas daripada versi yang kuperbaiki. Jadi, bisa membuat orang halusinasi. Kau yang membuat benda ini? Hidup Bagai Mimpi berasal dari resep kuno. Aku hanya mengubahnya menjadi dupa. Memperlambat efek obat, digunakan untuk membantu tidur. Sejak zaman kuno, tak ada daylily di Zhongyuan.

Tak tahu lawan mendapatkannya dari mana. Hidup Bagai Mimpi. Nama yang bagus. Dunia berbahaya, manusia jahat. Apa lagi yang ada di depan mata, yang membuatmu terus sadar? Memangnya kenapa jika kita mimpi panjang dan tidak sadar? Kalau begitu, kau bermimpilah. A-Xu! Petugas Geng, kenapa Anda datang? Jangan basa-basi dulu. Cepat minta tuan rumah keluar untuk menyambut. Dalam kereta adalah Tuan dari Barat Laut. Jika mengabaikannya, akibatnya akan kacau. Sayang sekali, masterku pergi sedang pergi. Tuan, maaf. Masterku, Pendekar Shen, dan lainnya telah berangkat ke Yueyang. Ikatan Lima Danau mengadakan… …Rapat Besar Pahlawan tanggal 15 bulan tujuh di Junshan,… …mendiskusikan rencana untuk menyerang Lembah Hantu. Anak yatim Keluarga Zhang juga ikut pergi? Tuan, Tuan Muda Zhang… Han Ying ternyata juga datang ke Jiangnan.

Sepertinya Tianchuang sungguh terlibat dengan Kunci Giok Biru. Konferensi Pahlawan? Kedengarannya sangat menyenangkan. A-Xu, apa yang kau hindari? Kenapa? Kau takut bertemu petugas? Jika tidak, kau sedang kabur dari hukuman? Benar, aku membunuh, menimbulkan kebakaran, semua kulakukan. Tuan Baik Wen, menjauhlah dariku. Kalau begitu, apakah kau memetik bunga? Baiklah. Aku tak bercanda lagi. Bagaimana?

Rapat Besar Pahlawan sangat menyenangkan. Pergi tidak? Kau ingin menemaniku membunuh atau menimbulkan kebakaran? Tentu pergi melihat keseruan bersama. Di dunia ini, apa yang lebih seru dibandingkan keramaian? Apalagi, ini adalah masalah perseteruan mereka. Meskipun jauh, kau juga harus pergi melihatnya. Rapat Besar Pahlawan, sekelompok orang saling berseteru.

Orang-orang Lima Ikatan Danau sangat ingin mendapatkan Chengling. Anak yatim tak bisa mengandalkan siapa pun. Di sisinya, semua adalah orang-orang licik. Kasihan. Kau tak berbicara, tak ada yang menganggapmu bisu. Aku pergi mencari A-Xiang dulu untuk menyampaikan beberapa hal. Aku akan segera tiba, A-Xu! Paman Zhao sangat pandai menikmati hidup.

Aku dan Kakak Zhao dalam perjalanan ke sini, mendapatkan banyak berkah. Kakak ke-2 adalah menantu dari Kepala Pengawas Zhe Xi. Kedudukannya istimewa. Bepergian dengan orang kasar seperti kita ini,… …takut kami menertawakannya. Maka sangat merendahkan diri. Kau hanya tahu menertawakanku. Bukankah aku begini demi Chengling? Mereka terus berhenti seperti ini,…

…kapan baru bisa mengantar Chengling ke Yueyang? Tuan Muda. Mari lihat. Lihat apa? Jepit rambut atau cincin, mutiara, giok, emas, perak. Semuanya ada. Apakah bisa membakar giok biru? Anda datang ke tempat yang benar. Di mana pun, teknik pembakaran giok biru,… …tak ada yang bisa dibandingkan dengan toko kami.

Aku ingin memesan 30 buah yang sama persis dengan ini. Buru-buru untuk bertemu orang. Apakah bisa diambil besok? Tuan Muda, Anda tidak paham. Pemesanan giok biru yang biasa… …setidaknya juga harus setengah bulan. Hartamu ini adalah buatan ahli. Berkilau dan tembus cahaya. Kutebak, ini dipanaskan sekali juga bisa… Baik! Tuan Muda, tiga hari.

Beri aku waktu tiga hari. Aku pasti menyerahkannya. Dalam waktu tiga hari, aku datang mengambilnya,… …atau tiga hari kemudian, aku akan membakar tokomu. Baik, jangan khawatir. Pasti menyerahkannya. Aku menang lagi. Aku kalah lagi! Tak mau main lagi. Jika main lagi, rok pun akan hilang. Kakak Xiang, tidak main setelah kalah.

Sungguh tak ada semangat judi. Hong Lu, menurutmu, benar tidak? Benar kata Kakak. Kakak Xiang, tak seharusnya begini. Kubilang pada kalian, aku tak pandai bermain permainan ini. Jika bermain Pai Gow,… …aku akan memenangkan rok, ikat pinggang, dan celana dalam kalian. Hanya saja sekarang kurang satu orang. Kakak Xiang, kapan Master pulang?

Sudah mulai merindukan Master? Jangan menertawakanku. Aku hanya berpikir,… …kami, kakak beradik, menerima pertolongan Kakak Xiang. Aku harus melakukan yang terbaik untuk melayanimu dan Master. Namun, kini, setiap hari hanya bermain. Hanya tidak tenang. Jangan bicara lagi. Intinya, bukankah merindukan Master? Kubilang padamu, tak ada gunanya. Kenapa tak ada gunanya? Master? -Master. -Master.

Master, hanya kurang dirimu seorang. Tak berperasaan. Gadis, apa yang kau rindukan dariku? Lihat tidak? Ini baru pelayan yang setia. Tidak sepertimu. Seperti kuda liar begitu keluar dari lembah. Hanya memikirkan bermain. Ditakdirkan menjadi majikan dan pelayan tidaklah mudah. A-Xiang. Nanti, berikan 100 tael perak pada dua gadis ini. Pulanglah ke rumah. Gunakan dengan cermat.

Seharusnya cukup untuk hidup selama sisa hidup kalian. Mohon, Master. Jangan membenci kami karena bodoh. Kami menerima belas kasihan Master dan Kakak Xiang… …baru bisa lepas dari penderitaan. Bersedia mengikuti kalian seumur hidup. Membalas kebaikan di kehidupan berikutnya. Mengikuti seumur hidup? Memang mudah mengatakannya. Gu Xiang. Bagaimana aku memberitahumu sebelumnya? Master. Ini kupersiapkan khusus untukmu.

Ini adalah kacang terkenal Toko Wolong. Isinya padat, wangi, garing dan enak. Harus antri untuk membelinya, cobalah. Kau disuap? Memujinya dengan terang-terangan. Tidak. A-Xiang ingin memberikan yang terbaik untuk Master. Bagaimana? Enak, ‘kan? Kau ini cukup pandai memilih. Kelak, beli kacang dari toko ini. Master, ini bukan A-Xiang yang membelinya.

Yun Zai dan Hong Lu yang membelinya. Mereka khusus antri untuk membelinya. Masterku yang baik. Mereka adalah yatim piatu. Tak ada orang yang bisa diandalkan. Di luar begitu kacau. Aku takut mereka punya perak pun tak bisa melindungi diri. Master, biarkan aku menerima mereka. Mohon Master mengasihani. Hidup kami sulit.

Sejak kecil, kami selalu dijual seperti kucing dan anjing. Hanya Kakak Xiang yang menganggap kami manusia. Mohon Master mengizinkan kami tinggal untuk melayani. Benar, Master. Kami sangat bersedia. Baiklah. Terima kasih, Master. Karena kalian bersedia, dua gadis ini kelak adalah pelayanmu. Sebab yang kau tanam sendiri, kelak kau tanggung akibatnya sendiri. Aku tak akan memedulikanmu.

Baik. Terima kasih, Master. Karena aku telah menerima mereka, pasti bisa menjaga mereka. Maka, lihat kau memiliki kemampuan ini atau tidak. Kalian pergilah dulu. -Baik. -Baik. Kau kemari. Ada dua hal yang harus kau lakukan. Hal pertama, harus diselesaikan secepat mungkin. Hal kedua, kita pikirkan secara perlahan. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪

♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪

♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪