Kencan buta di Festival Lentera | Love You Seven Times【INDO SUB】EP5 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Love You Seven Times] [Episode 5] [Tenggelam dalam Rindu] Ambil buku ya ambil buku. Untuk apa begitu dekat? Aku… Aku masih ada urusan. Aku pulang dulu. Nanti aku akan mencarimu lagi. Song Xiangyun, apa yang kamu pikirkan? Nona. Gawat. Nona. Ada masalah. – Nona kenapa? – Tidak bisa. Bagaimana ini? Gawat.

Gawat. Apanya yang gawat? Tidak bisa. Aku harus memikirkan caranya. [Penginapan Ini] [Kediaman Lu] Tuan Muda, apakah kamu terkena sengatan panas? Menurutmu, tadi aku dan Xiangyun begitu dekat, apakah akan dianggap sembrono olehnya? Sembrono? Kalau tidak… Kalau tidak, besok aku datang berkunjung sendiri dan meminta maaf padanya. Menurutmu… Tuan Muda. Kamu berpikir terlalu banyak. Aku…

Kamu… Lihatlah. Buku. Biasanya Nona Song membaca literatur seperti ini. Tenggelam dalam Rindu. Kamu ini masih jauh dari cukup. Tuan Muda. Lyu He, harus membeli buku ini dan dipelajari baik-baik. Baik, Nona. [Tenggelam dalam Rindu] Tenggelam dalam Rindu. Tidak disangka Kakak Dewi adalah gadis berbakat yang suka membaca. [Kediaman Song] Jika Lu Changkong

Bukan Chu Kong… Paviliun Perjodohan harus dimusnahkan. Tenang. Sekarang ini menyangkut nyawamu. Jangan tunduk pada ketampanannya. Harus tenang. Harus bertahan. Xiangyun. Pelayan Istana Dewa lancang. Beraninya memanfaatkan aku hilang ingatan saat melewati cobaan dan merusak reputasiku. Aku tidak bersalah. Cari mati! Aku tidak bersalah. Harus batalkan pernikahan. Aku harus batalkan pernikahan.

Aku harus segera menemukan Putri Yingshi. Jika tidak, setelah kembali ke Alam Langit, nyawaku pasti akan melayang. [Kediaman Song] Bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu? Di mana Yingshi? Kamu cari ke mana? Aku memberimu begitu banyak uang, semuanya kamu gunakan untuk bersenang-senang? Bagus sekali, Zihui. Yang baik tidak dipelajari, malah belajar hal yang tidak berguna.

Sudahlah. Jalankan rencana cadangan. Rencana cadangan apa? Langkah mematikan terakhir. [Cara mematikan. Suami istri yang serasi] Mencarikan istri baru [Cara mematikan untuk membatalkan pernikahan. Suami istri yang serasi] untuk Lu Changkong. [Kediaman Lu] Tuan Muda, sarapan sudah datang. Tuan Muda, kamu bangun subuh demi membaca literatur-literatur cinta ini? Masalah ini berhubungan dengan Xiangyun,

Tidak boleh ceroboh. Kamu tidak tahu, buku ini makin dipelajari, terasa makin menarik. Lu Changkong. Lu Changkong. Tampan. Xiangyun. Xiangyun. Lu Changkong. Apa kamu sedang mempelajari Standar Literatur di ruang belajar? Aku… Bagaimana mungkin? Tuan muda kami… Tentu saja. Mempelajari Standar Literatur. Betul. Aku ada urusan mencarimu, kemari sebentar. Xiangyun. Semalam kamu tidak tidur nyenyak?

Ini semua karena kamu. Karena… aku? Sudahlah. Aku datang untuk bertanya padamu, gadis seperti apa yang kamu suka. Kamu sengaja datang kemari hanya untuk bertanya aku suka gadis seperti apa? Tentu saja. Ini adalah masalah besar. Apalagi sekarang merupakan masalah yang paling penting. Katakanlah. Baik. Aku suka… Tunggu. Apa yang kamu lakukan?

Aku takut aku lupa. Jadi, harus mencatatnya. Katakanlah. Dia sudah begini serius padaku, ternyata masih ingin memedulikan apa yang kusuka. Aku suka… Kamu… Kamu. Ini pun kamu masih tidak tahu? Kamu tidak perlu peduli aku tahu atau tidak. Katakan saja kamu suka yang seperti apa. Mungkin setelah mengatakannya,

Kamu akan menyadari ada banyak kemungkinan dalam hidup. Di masa depan, juga ada banyak kesempatan dan pilihan. Jangan selalu memikirkan masa lalu. Katakan dengan berani. Ternyata aku tidak memberinya rasa aman yang cukup, sehingga dia tidak bisa tidur juga khawatir berlebihan. Katakan sekarang? Tentu saja. Pria harus berani sedikit. Katakan. Dasar bodoh.

Di mataku selain kamu, mana ada orang lain? Gadis yang kusukai memiliki hidung yang mancung. Kedua matanya penuh cinta. Bibir seperti batu merah, rambutnya hitam. Ada hidung. Ada mata. Rambut panjang. Lebih spesifik lagi. Karakteristiknya. Senyumnya cemerlang. Suara tawanya sangat hangat, membuat orang langsung ceria saat melihatnya. Kamu pasti lelah membaca buku, ‘kan? Ini punyamu.

– Semua ini punyaku. – Dia setia kawan, baik hati, dan imut. Kelihatannya tidak punya etika. Sebenarnya, paling mengerti menjaga orang lain. Aku yang melakukannya, aku yang melakukan semuanya. Tidak ada hubungannya dengan Lu Changkong. Gadis pemberani dari keluarga jenderal. Sejak kecil sudah mulai meneliti bubuk mesiu. Inilah teladan tepat yang harus dipelajari oleh Kong.

Kakak Xiangyun. Dia memang orang seperti itu. Antusias, perhatian, imut. Jika bertemu bahaya, dia pasti yang akan maju terdepan. Biasanya dia suka memainkan beberapa trik. Sebenarnya aku tahu semuanya. Tapi asalkan dia senang, aku juga akan senang. Orang yang kamu sukai mungkin tidak sebaik yang kamu pikirkan. Tidak mungkin. Jika sungguh kukatakan,

Tiga hari tiga malam pun tidak akan selesai. Sudah cukup. Begini saja. Aku belum selesai bicara. Berhenti. Tunggu waktunya tiba baru kamu katakan. Waktu apa? Nanti kamu akan tahu. Aku masih ada urusan, aku pergi dulu. Xiangyun. Sebenarnya semalam orang yang sulit tidur bukan hanya kamu seorang. Kamu juga tidak tidur nyenyak? Kamu juga bermimpi?

Ya. Karena… aku teringat padamu. Aku benar-benar ada urusan. Aku pergi dulu. Penyelamat, lihatlah. Putri dari Menteri Pertahanan, Zhuang Bingwan. Sifatnya lembut dan berbudi luhur, suka puisi. Atau putri kedua Wakil Menteri Kementerian Ritus, Fu Chenshuang. Sejak kecil suka berlatih seni bela diri dan pandai berkuda. Biasanya dia suka memainkan beberapa trik.

Sebenarnya aku tahu semuanya. Tapi asalkan dia senang, aku juga akan senang. Dan ini. – Putri Adipati Wuwei, Xie Huilan. – Tidak tahu dari mana bocah ini belajar kata-kata menghibur ini. Putri sulung Gubernur, Fan Xuehui. Sorot matanya sangat memesona, mahir bermain kecapi, catur, kaligrafi dan melukis. Sebenarnya trik kecilmu semuanya sudah aku ketahui.

Tidak bisa. Aku tidak bisa menyinggung Laut Timur. Aku juga tidak boleh melibatkan Paviliun Perjodohan. Aku hanya dewi kecil dari Paviliun Perjodohan. Beraninya punya impian tidak realistis? Sadarlah. Sudahlah. Jangan sudahlah lagi. Penyelamat. Zihui sudah berusaha keras mencari ke segala penjuru kota baru mendapatkan gambar dan informasi ini. Anda bahkan tidak melihatnya. Anda cepat lihat,

Bantu Tuan Muda Lu memilih satu orang. Yang kedua di bawah itu. Dia saja. Putri Adipati Wuwei, Xie Huilan? Anda yakin? Lihatlah. Cakap di dalam dan di luar rumah. Pemberani dan pandai berkelahi. Bagus sekali. Bukankah ini tiruan Anda? Me… memangnya kamu tahu apa? Aku… Dia saja. Cukup bagus. Jadi, selanjutnya kita harus bagaimana?

Sekali lagi. Bagaimana dengan perkembangan hal yang kuminta kamu urus? Tenang saja, Tuan Muda, semuanya sudah beres. Tuan Muda, lihatlah. Omong-omong, Tuan Muda. Suratku baru saja dikirimkan, dia sudah membalasku. Sepertinya Nona Song sangat menantikannya. Ada wanita cantik menemani di hari yang indah. Pemandangan yang indah, sastrawan pun akan kembali. Jarang-jarang bisa keluar.

Bawalah Cui Bi jalan-jalan. Harus jalan-jalan dengan baik. Jalan-jalan ini harus… Jangan kembali terlalu awal. Baik. Cepat pergi. Kami tidak akan mengganggu. Kejutan datang terlalu tiba-tiba. Orang bodoh ini sudah terpancing. Sekarang kesempatannya sudah ada, tempatnya juga sudah. Hanya tinggal orangnya saja. Mana wanita cantik yang aku inginkan? Mana wanita cantik yang aku inginkan?

Cepat bawa Nona Xie ke sana. Tunggu. Ada begitu banyak orang di sini. Kamu yakin kamu bisa menemukan Nona Xie Huilan? Penyelamat jangan khawatir. Aku sudah mencari tahu dengan jelas. Hari ini Nona Xie Huilan memakai baju apa, memakai perhiasan apa, sudah kucari tahu dengan jelas. Selain itu, aku juga sudah memberi kabar

Pelayan Kediaman Xie. Pelayan itu menyampaikan pesan Nona Xie. Jika ada yang mencarikan jodoh, dia bersedia bertemu dengan Tuan Muda Lu. Sudah kuduga kepopuleranmu di antara wanita memang bagus. Masih ingat apa yang pernah kukatakan padamu? Aku adalah pelayan Kediaman Lu. Tuan Lu Changkong memintaku untuk membawa Anda ke sana. Anak muda sungguh berpotensi. Pergilah.

Apa kamu sudah mencari tahu? Apakah dia pasti datang? Setelah memberi sedikit uang, baru mendapatkan informasi yang pasti dari pelayan dekat Tuan Muda Lu, Lu Fang. Jadi, dia tahu aku kembali ke ibu kota? Tidak. Lu Fang juga hanya mengira adalah informasi yang dibeli salah satu penggemar Tuan Muda Lu. Tidak menyadari yang lainnya.

Ini baru benar. Aku ingin melihat sendiri rupa Kakak Sepupu saat pertama kali melihatku. Dia pasti sangat terkejut. Coba lihat, apakah riasanku luntur? Malam ini banyak tuan muda dan putri datang ke festival lentera. Dengar-dengar, tuan muda Keluarga Lu memesan seluruh Paviliun Qiongfang. Apakah karena seorang gadis dari suatu keluarga?

Dengar-dengar dia sudah ada janji pernikahan dengan putri Keluarga Song. Mungkin karena dia. Sungguh pasangan yang serasi. Nona, bagaimana kalau Anda jangan memakainya lagi? Salahku karena aku adalah Xie Yingshi, cantik tak tertandingi. Jika aku menambah tahi lalat lagi, Kakak Sepupu pasti akan menyukaiku. Tahi lalatku. Bagaimana ini? Sekarang seperti bekas luka pisau.

Nona jangan panik. Lyu He akan mengambilkan sebaskom air. Jepit rambut bunga kupu-kupu. Bunga mutiara berwarna putih bulan. Permisi, apakah kamu Nona Xie? Ada… Ada apa? Aku adalah pelayan Kediaman Lu. Tuan Lu Changkong memberitahuku, agar aku memberi tahu Anda, dia menunggu Anda di Paviliun Qiongfang. Tunggu. Kamu… apa yang kamu katakan?

Tuan Muda Lu Changkong yang menyuruhku ke sana? Tentu saja. Tuan Muda Lu sebenarnya sudah memperhatikan Anda sejak awal. Selain itu, sengaja menyiapkan kejutan khusus untuk Anda di Paviliun Qiongfang. Sengaja disiapkan? Sepertinya Kakak Sepupu masih memikirkanku. Kamu pergi dulu. Aku akan bersiap, nanti segera ke sana. Terima kasih, Nona.

Lihatlah kalian sekelompok orang yang tidak punya mata. Apa yang sudah kalian lakukan? Jika melukai tubuh Pangeran Ketiga, kalian punya berapa kepala yang cukup untuk dipenggal? Menyebalkan sekali. Bagaimana dengan hal yang kuminta padamu? Aku sudah menemukan Nona Xie. Dia sangat bersedia pergi menemui Tuan Muda Lu. Aku perkirakan waktunya seharusnya sudah tiba.

Sejak zaman kuno, pemuda dan pemudi dalam aspek romantis, semuanya memakai trik ini. Berhubung dia setuju untuk bertemu dengan wanita cantik, maka kita para sastrawan, sudah saatnya undur diri. Nona Xie Huilan. Nona Xie Huilan. Nona Xie Huilan, sebelah sini. Nama ini terdengar tidak asing. Benar. Sama persis dengan yang kita cari. Kamu…

Nona Xie Huilan. Tuan Muda kami mengundang Anda. Gaun berwarna salem. Jepit rambut bunga kupu-kupu. Bunga mutiara berwarna putih bulan. Kenapa dandanannya juga sama? Kenapa ada dua Nona Xie? Gawat. Sebenarnya siapa yang kamu suruh pergi? Aku… Silakan sebelah sini. Apakah yang itu? Kenapa orang ini terlihat sangat familier? Aku percaya padamu untuk terakhir kalinya.

Kalau sampai terjadi kesalahan lagi… Aku jamin tidak akan ada kesalahan sedikit pun. Yingshi? Kakak Dewi. Kenapa kamu memanggilnya Kakak Dewi? Apa dia adalah Yingshi yang kamu cari? Akhirnya kamu melakukan hal yang baik. Ada dia, cobaan cinta juga bisa terselesaikan. Utang Batu Nuwa juga bisa dibayar. Kamu telah memperlancar sebuah jodoh yang baik.

Tapi itu adalah cintaku. Bagus sekali, Zihui. Kamu berani mengambil uangku untuk mencari pasangan sendiri. Tunggu, jangan. Dengarkan baik-baik. Apa pun yang terjadi, kamu harus menahannya. Dengar, tidak? Penyelamat. Lihat di sana. Kamu ini. Apa… Apa yang kamu lakukan? Aku… Aku masih belum siap. Apa? Maksudku, Tuan Muda Lu masih belum siap. Nona,

Kita bicara sebentar. Apa mereka sudah ke atas? Zihui ini, kalau sampai gagal, lihat saja bagaimana aku membereskanmu. Xiangyun? Aku… Kenapa datang begitu awal? Aku datang di waktu yang sangat tidak tepat. Aku tidak akan mengganggu urusan pentingmu. Urusan penting apa? Bukankah kamu berjanji padaku untuk pergi ke festival lentera bersamaku?

Bukankah kamu berjanji untuk bertemu dengan wanita cantik? Maksudku, hari ini adalah festival lentera. Urusan penting tentu saja adalah melihat lentera. Pemandangan indah di hari yang cerah ini tentu harus dinikmati bersama wanita cantik. Kalau begitu aku tanya padamu, apa itu pemandangan indah di hari yang cerah? Pemandangan indah, tentu saja penuh dengan lentera

Dan bintang di langit. Hari yang indah, yaitu sekarang juga. Gawat. Masuk ke dalam jebakan sendiri. Kalau begitu, aku tanya kamu lagi. Apa itu wanita cantik? Wanita cantik tentu saja orang yang disukai. Aku dan orang yang kusukai sudah berada dalam situasi ini. Bagaimana mungkin tidak termasuk urusan penting? Kenapa kamu harus pergi? Aku…

Aku bukannya mau pergi. Aku hanya sedikit gugup. Ada beberapa hal yang sudah lama aku tahan, memikirkan banyak kata-kata, baru memberanikan diri untuk mengungkapkannya kepadamu. Jadi, aku menyiapkan ini. Ikut aku. Ayo. Menurutku, waktunya sudah tiba. Waktu apa? Ini… Ini adalah penampilan kita sejak kecil hingga besar. Kita tumbuh bersama sejak kecil. Sedangkan kamu?

Pintar dan nakal, lincah dan aktif. Sejak kecil aku memang sedikit pendiam, selalu mengikuti di belakangmu… menatapmu. Berharap suatu hari bisa menjadi orang yang berjalan berdampingan denganmu, bahkan menjagamu dan melindungimu. Dalam sekejap, kita juga sudah mencapai usia untuk menikah. Kamu pernah bilang, ada banyak kemungkinan dalam hidup.

Ada banyak pilihan dan kesempatan di masa depan. Aku sudah lama memikirkannya. Kehidupanku dulu ada kamu. Jadi di masa depan, juga berharap ada kamu yang menemani. Berharap memenangkan hatimu, tidak terpisah hingga tua. Ini adalah perasaanku padamu. Yang kuinginkan dalam hidupku… kelak kita akan memiliki anak-anak yang berbakti kepada orang tua.

Pada saat itu, di lentera itu akan ada lebih banyak kegembiraan dan keramaian. Li. Kamu jangan keterlaluan. Bahkan sampai menambahkan anak kecil dalam cerita. Aku… Aku sudah mengatakan semua yang aku persiapkan. Kamu pikirkan baik-baik. Pertimbangkan selama setengah jam, lalu jawab aku. Memang harus dipikirkan baik-baik. Ada waktu setengah jam. Tidak buru-buru. Aku pikirkan pelan-pelan.

Jangan menatapku. Aku gugup. Kamu putar badan. Sesuai keinginanmu. Xiangyun. Aku… Sekarang situasi kerajaan tidak stabil. Pernikahan antara Keluarga Lu dan Keluarga Song memang hal yang sangat serius. Aku sedang berpikir, setelah situasi pemerintahan stabil, baru menetapkan tanggal pernikahan. Bagaimana menurutmu? Menurutku sangat bagus. Masalah ini sangat penting, sungguh. Harus mempertimbangkannya dengan hati-hati.

Tidak hanya kamu yang gugup, sebenarnya hatiku juga sangat kebingungan. Aku sedang berpikir, jika kamu tidak menyukai semua yang aku siapkan, menolakku, tidak ingin memiliki masa depan denganku, aku harus bagaimana? Tidak disangka, perasaan Kakak Sepupu begitu mendalam padaku. Bahkan sudah merencanakan masa depan kita. Xie… Kakak Sepupu. Yingshi? Aku… Kenapa kamu di sini?

Bukankah kamu yang menyuruhku datang? Yang aku ajak bertemu adalah Xiangyun. Kakak Sepupu. Xiang… Xiangyun. Dia adalah adik sepupuku. Aku… Ayo. Adik Sepupu. Ini adalah putri Keluarga Song yang dijodohkan denganku, Xiangyun. Xiangyun? Song Xiangyun? Itu hanyalah janji asal antara Paman dan Komandan Song saat masih muda. Janji pernikahan macam apa ini? Kakak Sepupu,

Kamu tidak perlu memaksakan janji pernikahan demi keinginan Paman dan membuat diri menderita. Siapa yang menderita? Jangan bicara sembarangan. Kakak Sepupu dan aku yang saling mencintai. Siapa… siapa yang saling mencintai denganmu? Bukan, Xiangyun, jangan dengarkan omong kosongnya. Dengarkan penjelasanku. Kamu tidak perlu menjelaskan, aku mengerti. Jika ada kesalahpahaman di antara kalian, bicarakan saja baik-baik.

Bukan, ini tidak ada kesalahpahaman. Bukan, ini hanya salah paham. Kamu dengarkan aku. Kamu benar-benar tidak perlu menjelaskan, aku mengerti. Aku tidak salah paham. Aku hanya ingin memberikan waktu untuk kalian berdua. Xiangyun, jika kamu marah, kamu langsung saja marahi aku. Kamu… kamu tidak perlu mengatakan hal yang bertentangan dengan hati. Aku… Aku jelaskan padamu.

Apa lagi yang perlu kamu jelaskan padanya? Aku… Bukan. Aku hanya… Lalu kamu… Aku… Aku… Xiangyun. Xiangyun. Xiangyun yang menyebalkan ini. Atas dasar apa di mata Kakak Sepupu hanya ada dia? Kakak Sepupu. Kakak Dewi. Kakak Dewi. Kakak Dewi. Xiangyun. Xiangyun. Xiangyun. Permisi. Kakak Sepupu. Xiangyun. Kakak Dewi. Kakak Dewi. Xiangyun.

Yang Mulia Raja Ning, kenapa kamu bisa ada di sini? Apa yang sedang kalian lakukan? Kami sedang… bermain petak umpet. Ini… Yang Mulia Raja Ning. Kenapa kamu terluka? Tidak apa-apa. Kakak Sepupu. Kakak Sepupu. Kakak Dewi. Sudah. Sangat praktis dan indah. Yang Mulia Raja Ning. Apa yang kamu tertawakan?

Aku merasa luka kali ini sangat bagus. Di istana, tidak pernah ada orang yang begitu peduli padaku. Bukankah itu karena Yang Mulia Raja Ning pernah menyelamatkan aku dan Lu Changkong? Aku dengar Nona dan Jenderal Muda Lu sejak kecil sudah ada janji pernikahan? Memang begitu. Lantas kenapa barusan, Nona seperti bertemu dengan Dewa Wabah,

Menghindari Jenderal Muda Lu? Jangan-jangan Nona Xiangyun tidak menyukai Jenderal Muda Lu? Itu… tidak juga. Hanya saja, hubunganku dengan Lu Changkong jauh dari hal itu. Aku takut ada masalah. Jadi, ingin menghindari belenggu ini. Benar juga. Sekarang situasi Keluarga Lu, aku juga merasa lebih baik jangan terlalu terlibat dengan Keluarga Lu. Dari awal memang begitu.

Keluarga jenderal berkelahi dan membunuh, apa bagusnya? Jika tidak ada urusan lain, Xiangyun pamit dulu. Xiangyun. Terima kasih untuk hari ini. Kelak jika ada kesulitan apa pun, ingat, boleh datang mencariku. Terima kasih, Yang Mulia. Xiangyun. Song Xiangyun. Kakak Sepupu terpesona olehnya. Sekarang, aku akan membalasmu. Lyu He. Maju! Cepat pergi. Song Xiangyun.

Beraninya menyinggung Nona Yingshi. Ada yang jatuh ke air. Lihat di sana. Permisi. Yang tadi sepertinya Jenderal Muda Lu. Xiangyun. Lihat. Tidak boleh. Lepaskan! Ada luka di tubuh Anda. Minggir. Kakak Sepupu. Nona. Yang Mulia. Kenapa terjun satu lagi? Nona. Kakak Dewi. – Nona. – Aku akan menyelamatkanmu! Yang Mulia, kita pulang dulu.

♫Kamu mengerti cintaku♫ ♫Kisah legenda yang masih beredar♫ ♫Siklus sebab dan akibat sudah tercatat sejak awal♫ ♫Jalinan benang merah takdir mengikatku♫ ♫Terulang lagi♫ ♫Kebahagiaan terukir di benakku♫ ♫Reinkarnasi dari beberapa kehidupan♫ ♫Suka dan duka bersamamu♫ ♫Pertemuan kembali bukanlah kebetulan♫ ♫Melainkan keberanianku untukmu♫