Xianjun bereinkarnasi jadi babi hutan | Love You Seven Times【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Love You Seven Times] [Gerbang Langit Selatan] Pada zaman bahari, daratan awan berwarna terbuka. Enam Alam terlahir sesuai kodratnya. Masing-masing menempati satu arah. Mengenai alam tempat aku si dewa kecil ini tinggal… adalah tempat paling terkemuka dari Enam Alam. Ia terletak di atas awan berwarna ini,
Yang merupakan pemimpin Enam Alam saat ini, yaitu Alam Langit yang paling berkuasa. [Istana Sembilan Langit] [Episode 1] Alam Langit kami… [Paviliun Perjodohan] bisa dikatakan merupakan tempat para dewa unggul dan pejabat berkumpul. Dewa besar dari segala penjuru menjalankan tugas masing-masing. Di antara ini… tentu saja tidak boleh melewatkan tempat aku bekerja, Paviliun Perjodohan.
Paviliun Perjodohan di Alam Langit benar-benar sangat penting. Ia bertanggung jawab atas semua perjodohan di Enam Alam. Seperti kata pepatah, rasa suka terhadap satu sama lain perlu dibantu. Pasangan serasi mengandalkan perantara. Setiap hari, kami para dewa kecil dari Paviliun Perjodohan… akan mengumpulkan doa permintaan jodoh dari setiap penjuru Enam Alam, dibuat menjadi papan doa,
Lalu menyalinnya di buku doa pernikahan. Menurut catatan buku doa, kami, Paviliun Perjodohan, akan menjalinkan benang merah yang tiada duanya untuk semua kekasih di dunia ini. Aku… adalah dewa kecil yang paling penting di Alam Langit. Bertugas khusus untuk menjodohkan semua orang. Biao? Kalau kubilang kalian berdua tidak cocok, berarti tidak cocok.
[Dewi Paviliun Perjodohan, Xiangyun] Ibu Wan? Xiao Xiangzi, Xiao Xiangzi. Xiao Xiangzi. Panggil aku Xiangyun, Xiangyun! Seorang gadis yang cantik seperti ini, kenapa begitu kamu panggil, langsung menjadi kasim kecil di dunia fana? Xiao… Xiangyun. [Dewa Pelindung Li] Gawat. Kakek Penjodoh menangis lagi. Tidak apa-apa. Jangan menangis lagi, Kakek. [Ketua Paviliun Perjodohan, Kakek Penjodoh]
Dalam tujuh hari, jika aku masih tidak bisa mencarikan jodoh untuk Dewa Chu Kong, maka… Maka bagaimana? Maka Paviliun Perjodohan kita akan dibubarkan. Bagaimana bisa? Paviliun Perjodohan kita memikul harapan kekasih di dunia fana. Bagaimana bisa dibubarkan begitu saja? Sebenarnya utusan dari istana mana? Beraninya begitu sombong. Sampai menindas Paviliun Perjodohan kita.
Biar aku mematahkan kaki sialannya itu. Menegakkan keadilan untuk Kakek. Dewa Hao Xuan. Dewa Hao Xuan? Kakek juga sudah harus lebih pengertian. Dewa begitu sibuk, tidak heran perkataannya agak kejam. Untuk apa Kakek memasukkannya ke hati? Siapa sebenarnya Dewa Chu Kong ini? [Dewi Kecil Paviliun Perjodohan, Jia Yun] Hanya pernah dengar, 30.000 tahun yang lalu,
Dia membunuh Raja Iblis Cang Hai, melindungi kedamaian Enam Alam. Tapi, aku… tidak pernah melihat wajah aslinya. Jangankan kamu, ada banyak orang yang belum pernah melihatnya. Namanya juga dewa zaman bahari. Sangat misterius. Kasihan Kakek Penjodoh yang berusaha keras menjodohkannya. Sudah 30.000 tahun, dia bahkan tidak pernah menerima satu jodoh pernikahan pun. Bahkan jodoh cinta,
Juga beberapa kali dihindari olehnya. Ternyata memang masalah pelik Paviliun Perjodohan. Namun, Dewa telah memberikan perintah. Jika Paviliun Perjodohan ini sampai dibubarkan, aku juga tidak ingin hidup lagi. Kakek. Bagaimana kalau begini saja? Kalian pertimbangkan dulu. Belajar menulis buku takdir denganku. Departemen Perubahan Takdir kami kekurangan orang. Kamu… Aku tidak kompeten, aku lalai.
– Aku sedih. – Kakek. Aku pesimis dan putus asa. Kakek. Anda jangan khawatir. Masalah ini, Xiao Xiangzi pasti akan mencari cara untuk membantumu menyelesaikannya. Sebenarnya masalah ini… Xiao Xiangzi. Kamu selalu pintar dan cerdik. – Ini… – Sudah kuduga kamu pasti punya cara. Xiangyun. Kalau begitu… Aku akan mencobanya. Baik. Ini… Bukan… Alkisah,
Pada zaman bahari, 30.000 tahun yang lalu, ada Moluo, Qilin, Dixiu, tiga Klan Dewa yang berdiri tegak di dunia. Di antaranya, Raja Moluo, Cang Hai, karena mempunyai kekuatan dewa tertinggi, dihormati sebagai pemimpin Enam Alam. Namun, turun orakel dari langit. Mengatakan bahwa kaisar wanita Cang Hai akhirnya akan menjadi iblis dan menghancurkan dunia.
Semua makhluk di Enam Alam menderita dan berada dalam bahaya. Tapi pada saat itu, seorang pemuda pemberani yang berwibawa turun dari langit, bertarung dengan iblis wanita Cang Hai. Pemuda itu tak ragu mengorbankan setengah kekuatan jiwanya, akhirnya memusnahkan iblis wanita Cang Hai dan mengembalikan kedamaian Enam Alam. Menakutkan sekali. Pemuda yang aku katakan tadi
Adalah tokoh utama pria perjodohan kita hari ini. Juga merupakan tokoh paling hebat di dunia ini. Keturunan Kerajaan Qilin. Dewa Perang Enam Alam. Dewa Chu Kong. Kenapa tua sekali? Ini… Ini tidak benar, ‘kan? Maaf. Salah ambil. Salah ambil. Dewa Chu Kong. Bahkan punggungnya juga begitu tampan. Tenang. Inilah yang disebut
Ditindas oleh orang yang lebih lemah setelah kehilangan kekuasaan sendiri. Hari ini, pria yang sepanjang tahun berada di altar dewa ini, akhirnya memutuskan untuk turun ke dunia fana. Akan masuk ke pelukan kita para dewi kecil. Kenapa masih ragu? Tunggu apa lagi? Ini adalah waktu yang tepat bagimu untuk menjalin jodoh dengan Dewa Chu Kong.
Jangan menunggu lagi. Hari ini, pasti tidak akan rugi. Aku menawar 30 batu spiritual. Lima puluh batu spiritual. Aku menawar 100. Aku menawar 150. Aku 210. Aku 300. Xiangyun, Xiangyun. Kamu sungguh cerdik. Dilihat dari kondisi ini, mungkin saja bisa kelebihan batu spiritual. Lalu, ajak Kakek Penjodoh dan para saudari jalan-jalan ke daratan dewa lain.
Aku 500. Lima ratus? Sebanyak ini? Bagus. Semuanya, bersama-sama ucapkan selamat – kepada… – Aku menawar 10.000 batu spiritual. Sepuluh ribu? Siapa ini? Siapa? Ditambah satu Batu Nuwa lagi. [Putri Laut Timur, Yingshi] Batu Nuwa. Kenapa? Masih belum cukup? Cukup. Tentu saja cukup. Putri Yingshi. Mulai sekarang, Dewa Chu Kong adalah milik Anda.
Mari kita bersama-sama mengucapkan selamat kepada Putri Yingshi. Selamat, selamat Tuan Putri. [Gunung Moluo] Lapor, Tuan Pelindung. Senjata suci bahari, Batu Nuwa, akhirnya ditemukan. Saat ini berada di Alam Langit. Asalkan kita mendapatkan Batu Nuwa, maka ada kesempatan untuk membangkitkan Kaisar Cang Hai. Tuan Pelindung. [Pelindung Klan Moluo, Jin Lian] Kami siap kapan saja.
Siap kapan saja! Alam Langit membunuh kaisarku dan membantai rakyatku. Menganggap Klan Dewa Moluo sebagai bencana bagi Enam Alam. Sekarang… roh dewa Kaisar Cang Hai akan kembali. Sudah 30.000 tahun. [Pengawal Klan Moluo, Xie Feng] Aku sudah menunggu momen ini selama 30.000 tahun. [Gerbang Langit Selatan] Dewa. Klan Moluo datang dengan agresif. [Dewa Pelindung Sun]
Takutnya harus Dewa Perang yang turun tangan sendiri. Chu Kong demi memulihkan jiwa, saat ini sedang bertapa. Jika ingin dia keluar secara paksa, takutnya akan diserang balik. [Kaisar Langit, Hao Xuan] Namun, saat ini Alam Langit… dalam bahaya. Keselamatan semua makhluk bergantung pada Dewa Chu Kong. Kita tidak bisa menunggu lagi. Sebelah sini.
Aku jelas-jelas ingat ada di sini. [Dewa Perang Bahari, Chu Kong] Kamu ini… Jin Lian. Aku hanya tidur sebentar. Kamu malah membuat Alam Langit menjadi seramai ini. Benar-benar… Sangat bodoh. Jangan bicara omong kosong. Ikat! Cepat! Cepat lindungi itu. Buku doa adalah rahasia Istana Langit. Qilin Emas? Chu Kong. Kekacauan besar, dekat di depan mata.
Jangan-jangan… dia adalah Dewa Perang, Dewa Chu Kong? [Pemimpin Departemen Perubahan Takdir, Dewi Pengubah Nasib] Turun orakel dari langit? [Kebangkitan Cang Hai dalam seribu tahun] Dalam seribu tahun, Cang Hai bangkit kembali. Cang Hai bangkit kembali? Sungguh? Dewa. Jika ramalan Departemen Perubahan Takdir tidak salah, turun orakel dari langit, Enam Alam
Mungkin akan mengalami bencana besar. Dewa. Tiga puluh ribu tahun yang lalu, meski Dewa Chu Kong telah membunuh Raja Iblis Cang Hai dengan tangannya sendiri, tapi dia juga kehilangan setengah jiwa, bahkan kehilangan semua ingatan sebelum dan sesudah pertempuran itu. Bisa dikatakan akibat yang ditanggung sangat berat. Kali ini Dewa Chu Kong gagal bertapa,
Jiwanya terluka. Ditambah pertempuran dengan Jin Lian itu, pemulihan makin melambat. Dengan kekuatan Dewa Perang saat ini, takutnya… Seribu tahun hanya berlalu dalam sekejap. Kalau begitu, bukankah bencana Enam Alam ini sudah di depan mata? Bagaimana ini? Para dewa tidak perlu khawatir. Sekalipun Raja Iblis itu bangkit kembali, aku juga yakin bisa membunuhnya sekali lagi.
Kalau begitu, dewa sekalian, untuk apa begitu khawatir? Di Alam Dewa kita, ada Dewa Perang Chu Kong. Untuk apa takut pada Cang Hai si Raja Iblis itu? Kalau begitu, bubarlah. Chu Kong. Sudah 30 ribu tahun, kamu telah menggunakan berbagai cara, tapi jiwamu belum sepenuhnya pulih. Dari 81 cobaan, satu-satunya yang tidak ada
Hanya cobaan cinta. Cobaan cinta? Aku tahu kamu paling menghindari masalah cinta antara pria dan wanita. Tapi saat ini, hanya cara ini yang belum pernah dicoba. Aku sudah memerintahkan Paviliun Perjodohan untuk mencarikanmu jodoh. Jika bisa melewati cobaan cinta ini, mungkin bisa membantumu memulihkan jiwamu. Jangan khawatir, Dewa.
Chu Kong tidak akan membiarkan Enam Alam dalam bahaya. Chu Kong. Kakak tetap saja mengkhawatirkanmu. Xiangyun. Kakek dan Dewa Pelindung Li sangat mengkhawatirkanmu. Aku baik-baik saja. Omong-omong, bocah kecil tadi… sungguh adalah Dewa Perang Enam Alam, Dewa Chu Kong? Bukankah katanya dia adalah dewa zaman bahari, sudah berusia lebih dari 50 ribu tahun?
Dengar-dengar Dewa memiliki ilmu awet muda. Itu berarti ilmu sihirnya tak terbatas. Sungguh tidak disangka, pria tua yang sudah berusia 50 ribu tahun ini, bisa seawet muda itu. Apa kamu sungguh ingin menjalin benang merah untuk Dewa Chu Kong dan Putri Yingshi? Itu… Perkataan Kakek sebelumnya, kamu juga sudah mendengarnya, ‘kan?
Jika kita masih tidak bisa menjalin jodoh untuk Dewa Chu Kong, Paviliun Perjodohan kita akan menghilang. Sayang sekali Batu Nuwa-ku itu. Belum sempat kunikmati dengan baik, ia sudah pergi meninggalkanku. Daripada menyayangkan benda duniawi, lebih baik kamu segera memikirkan bagaimana caranya menjalin jodoh ini. Dengan kekuatan Dewa Chu Kong, mungkin baru saja kamu mendekat,
Lalu langsung… Kamu memikirkan akal bulus apa lagi? Kamu jangan bertindak sembarangan lagi. Bagaimana bisa berbuat baik disebut bertindak sembarangan? Kita hanya perlu merahasiakannya dari Kakek. Tunggu kabar baikku. Xiangyun. Xiangyun. Sedang apa? Sedang apa kamu? Kamu kekanak-kanakan sekali. Beraninya kamu mencuri senjata suci bahari. Ini adalah harta paling berharga di paviliun kalian.
Jika Kakek Penjodoh tahu kamu menyentuh hartanya, dia pasti akan menangis dan membuat keributan lagi. Menghadapi Dewa Perang zaman bahari, tentu saja harus menggunakan senjata suci bahari. Aku sudah dengar dari orang lain. Kedua orang yang sama sekali tidak berkemungkinan dan tidak berjodoh, bila dipasangkan Benang Pemilih Jodoh ini, pasti akan dijalinkan sebuah jodoh
Yang sangat erat untuk mereka. Senjata suci bahari? Karena sudah telanjur ke sini, setidaknya biarkan aku membantumu memeriksanya. Panas! Benda ini bermasalah. Bermasalah? Bukan. Tadi aku… ia… Kapan Dewa Chu Kong paling lengah, kamu seharusnya tahu, ‘kan? [Teras Bintang] Kamu bisa pergi ke Teras Bintang untuk mencoba keberuntunganmu.
Itu adalah tempat dengan energi spiritual terkuat di semesta. Terkadang Dewa akan tidur di Teras Bintang. Menyerap energi spiritual untuk memulihkan jiwa. Hormat kepada Dewa. Hormat kepada Dewa. Orang dari Paviliun Perjodohan, untuk apa datang ke Teras Bintang? Aku… datang untuk membalas budi Dewa karena menyelamatkan nyawaku. Benarkah? Caramu membalas budi menyelamatkan nyawa sungguh menarik.
Tadi kamu berada di dekatku. Jika aku tidak menghentikannya, apa yang ingin kamu lakukan? Aku… Aku ingin… Kamu pikir kamu siapa? Beraninya bertindak sembarangan di hadapanku. Ampuni aku, Dewa. Ampuni aku, Dewa. Aku tidak bersalah. Aku hanya melihat Dewa sendirian dan kesepian. Jadi, aku ingin melakukan hal yang bisa kulakukan untuk Dewa,
Yakni ingin mencarikan sebuah jodoh yang indah untuk Dewa. Mengenai kenapa tadi aku hampir menyentuh wajah Dewa, itu karena aku merasa Dewa terlihat tidak asing. Ada perasaan bertemu kembali setelah sekian lama. Tidak asing? Berdirilah. Angkat kepalamu untukku. Akhirnya aku menemukanmu. Xiangyun? Menjalin jodoh untukku, mengabaikan aturan langit, tidak menghormati kekuasaan dewa. Sampaikan perintahku.
Paviliun Perjodohan… Hancurkan. Paviliun Perjodohan tidak boleh hancur di tanganku. Jika aku menyelesaikan perintah Dewa Hao Xuan dan berjasa, entah bisa mempertahankan Paviliun Perjodohan atau tidak. Masa bodoh. Coba dulu! Dewa. Aku… Ini… Aku juga tidak tahu bagaimana cara melepaskan Benang Pemilih Jodoh ini. Aku… Aku tahu caranya. Dewa… mau memotong tanganku atau memotong diriku?
Coba kamu tebak. Tunggu. Jangan mendekat. Jika kamu mendekat lagi, aku akan melompat ke bawah. Dewa, kamu harus pertimbangkan dengan matang. Jika aku melompat ke Sumur Fana ini, di Enam Alam yang luas, kamu tak akan bisa menemukanku. Melompat ke dalam Sumur Fana yang rusak? Jika jatuh ke Alam Gaib, Alam Hampa,
Kemungkinan besar kamu akan mati. Apakah kamu tidak tahu? Sekalipun jatuh ke Alam Hampa, Alam Gaib, juga tidak boleh tertangkap olehmu! Aku… Kamu jangan bergerak! Aku benar-benar akan melompat. Kalau begitu, kamu lompat saja. Aku… Dewa. Aku tiba-tiba memikirkannya dengan teliti. Kurasa ada kesalahpahaman di antara kita. Aku bisa menjelaskannya. Sebenarnya tidak perlu… Syukurlah.
Ini dunia fana. Ini dunia fana. Kenapa aku… bisa-bisanya mengendalikan dua cakar yang begitu lembut dan imut? Tunggu. Jangan-jangan ini… aku melewati cobaan menjadi seekor harimau? Babi hutan? Kamu? Dewa Chu Kong? Dewa Chu Kong bisa-bisanya menjadi seekor babi hutan yang begitu menyedihkan. Kamu… Zhu (babi) Kong. Bukan. Chu Kong… Dewa Chu Kong.
Dewa Chu Kong! Tunggu aku! Tunggu aku! Dewa. Dewa. Tenang saja. Aku pasti tidak akan menyebarkan, soal kamu berubah menjadi seekor babi… babi hutan, babi hutan. Reputasiku seumur hidup tidak boleh tercoreng. Harus… Menghilangkan… Ingatan… ingatannya. Gawat. Aku lupa jika dewa melewati cobaan, akan kehilangan kekuatan dewanya. Tampaknya aku harus banyak menyanjungnya
Agar bisa mempertahankan nyawaku. Dewa. Dewa. Dewa. Dewa. Pergi! Pergi sana! Jangan mendekatiku! Dewa. Apa yang kamu lakukan? Jangan ikuti aku. Aku mau pulang. Dewa, hati-hati! Beraninya kamu! Apa kamu takut kematianmu tidak cukup mengenaskan setelah pulang nanti? Kakiku kram. Jangan bergerak. Akan kutarik kamu ke atas. Ayo pergi lihat. Ayo.
Mereka datang tepat pada waktunya. Yang dinamakan melewati cobaan, raga di dunia fana mati, jiwa dewa akan kembali. Jangan takut, Dewa. Aku bersumpah pasti akan melindungi Dewa dengan baik. Pergi sana! Jangan merusak rencanaku. Tenang saja. Aku pasti tidak akan membiarkan mereka menyakiti Anda. Cepat kamu… Dewa. Tenanglah. Enyah jauh-jauh! Dewa. Enyah sana!
Dewa, jangan ke sana. Jangan mengacau. Dewa Chu Kong. Kamu patuhlah sedikit. Tidak perlu berlagak pahlawan. Kesempatan menunjukkan kesetiaan ada di depan mata. Dewa. Sekarang kamu seharusnya percaya… dengan kesetiaanku, ‘kan? Bukannya membantu, malah mengacau! Setelah aku kembali ke Alam Langit, baru kuperhitungkan denganmu! Memangnya aku… tidak perlu menjaga citraku?